Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    Perbedaan Penerimaan terhadap Kebohongan pada Mahasiswa

    No full text
    ABSTRAK   Masuhara, Norika Ramadani. 2015. Perbedaan Penerimaan terhadap Kebohongan pada Mahasiswa. Skripsi, Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Ed., M.Si, (II) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi   Kata Kunci : penerimaan terhadap kebohongan, mahasiswa   Kebohongan adalah bentuk komunikasi yang sering terjadi yang merupakan bentuk tipu daya. Tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, berbohong juga dapat dilakukan oleh anak sedari usia 2 tahun dalam menjalin komunikasinya. Komunikasi yang tidak benar atau berbohong dapat memicu beragam permasalahan tergantung dari bagaimana individu menerima kebohongan orang lain. Selain itu, tahap perkembangan diri dan lingkup sosial pun akan mempunyai peran dalam memberikan toleransi pada kebohongan. Penerimaan terhadap kebohongan dapat dikonseptualisasikan sebagai evaluasi umum individu terhadap berbohong atau tipu daya. Sebagai dimensi evaluatif, individu mendefinisikannya sebagai baik-buruk, positif-negatif, diinginkan-tidak diinginkan, atau dapat diterima-tidak dapat diterima, dan sebagainya. Dimensi evaluatif berkaitan dengan definisi sikap dimana sikap merupakan evaluasi individu terhadap objek sikap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan komparatif dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan penerimaan terhadap kebohongan pada mahasiswa. Hasil penelitian ini adalah remaja berada pada kategori tinggi penerimaan terhadap kebohongan, yaitu 36% pada kategori rendah dan 64% pada kategori tinggi. Penerimaan terhadap kebohongan kategori dewasa awal adalah tinggi, yaitu 36% pada kategori rendah, 62% kategori tinggi, dan 2% kategori sangat tinggi. Uji hipotesis menunjukkan tidak ada perbedaan penerimaan terhadap kebohongan pada remaja dan dewasa awal di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya yang dapat dilihat dari nilai signifikansi 0,672 ( p > 0,05 ). Saran dari hasil penelitian ini, individu dapat menelaah lebih jauh pengambilan keputusannya terhadap suatu hal, dalam hal ini adalah penerimaan terhadap kebohongan orang lain. Bagi praktisi psikologi, agar dapat menelaah lebih jauh kompleksitas didalam diri individu yang mempengaruhi individu dalam menyikapi kebohongan. Kemudian saran kepada peneliti lain agar dapat mengembangkan penelitian terpaut penerimaan terhadap kebohongan dengan variabel maupun sampel yang lebih beragam

    HUBUNGAN CITRA TUBUH DENGAN SIKAP TERHADAP PERILAKU DIET

    No full text
    ABSTRAK   Fitriah, Tamimatul. 2015. Hubungan antara Citra Tubuh dengan Sikap terhadap Perilaku Diet Siswi Jurusan Kecantikan SMKN 3 MALANG . Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi.,M.Si (II) Pravissi Shanti, S. Psi.,M.Psi   Kata Kunci: citra tubuh, sikap terhadap perilaku diet, siswi jurusan kecantikan   Sikap terhadap Perilaku diet merupakan evaluasi pengalaman yang diarahkan oleh seseorang terhadap respon atau reaksi dalam pembatasan asupan makanan yang dimiliki untuk membuat badan terlihat lebih ideal. Respon kognitif, emosi pribadi, dan perilaku yang diarahkan pada dimensi diet inilah yang banyak mendasari para remaja memberikan sikap terhadap perilaku diet.Banyak faktor yang mendasari pemberian sikap terhadap perilaku diet dan salah satunya adalah citra tubuh. Citra tubuh merupakan salah satu faktor penyebab perilaku makan menyimpang disamping faktor genetik dan kepercayaan diri yang rendah. Penilaian akan pentingnya citra tubuh inilah yang menjadi faktor penyebab dalam pemberian sikap terhadap perilaku diet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) gambaran citra tubuh yang dimiliki oleh siswi jurusan Kecantikan di SMKN 3 Malang, (2) gambaran sikap terhadap perilaku diet siswi jurusan Kecantikan di SMKN 3 Malang, dan (3) melihat apakah ada hubungan antara citra tubuh dengan sikap terhadap perilaku diet siswi jurusan Kecantikan di SMKN 3 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi jurusan Kecantikan di SMKN 3 Malang. Subjek penelitian ini berjumlah 60 siswi yang diperoleh dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Citra Tubuh sebanyak 29 aitem dengan reabilitas 0,842 dan skala sikapterhadap perilaku diet sebanyak 23 aitem yang memiliki koefisien reabilitas sebesar 0,811. Hasil penelitianmenunjukkan (1) gambaran citra tubuh siswi jurusan Kecantikan di SMKN 3 Malang termasuk kategori tinggi, (2) gambaran sikap terhadap perilaku diet siswi jurusan Kecantikan secara umum berada dalam kategori tinggi. (3) Ada hubungan positif yang signifikan antara citra tubuh dengan sikap terhadap perilaku diet siswi jurusan Kecantikan SMKN 3 Malang dengan tingkat koefesien korelasi sebesar 0,440 dan

    Hubungan Relasi Atasan Bawahan dan Komitmen Organisasi Pada Karyawan PTPN XII Wonosari Malang

    No full text
    ABSTRAK   Budi, Agustinus Setyo. 2015. Hubungan Relasi Atasan Bawahan dan Komitmen Organisasi Pada Karyawan PTPN XII Wonosari Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Drs. Fattah Hidayat, S.E, M.S (II) Diantini Ida Viatrie, M.Si. Kata kunci : kualitas hubungan atasan bawahan, komitmen organisasi, karyawan Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hubungan atasan bawahan, gambaran komitmen organisasi karyawan  serta hubungan kualitas hubungan atasan bawahan dan komitmen organisasi karyawan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitas hubungan atasan dan bawahan sebagai variabel independen dan komitmen organisasi sebagai variabel dependen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantatif yang disajikan dalam bentuk deskripsi dan korelasi dengan menggunakan metode statistik. Penelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif korelasional yang bertujuan mendiskripsi secara sistematis terhadap suatu populasi tertentu, sifat dan faktor tertentu. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa sebesar 51. 25 % karyawan tetap PTPN memiliki komitmen organisasi yang tinggi dan kualitas hubungan atasan dan bawahan tinggi dengan persentase 52.5 %. Hasil uji analisis korelasi product moment pearson didapati nilai korelasi yakni 0. 239 dengan nilai signifikansi sebesar 0. 032 sehingga terdapat hubungan positif yang signifikan. Hal ini disebakan oleh beberapa faktor yang telah dipaparkan dalam penelitian di antaranya persepsi karyawan pada pekerjaan, professional respect karyawan terhadap atasan, dan keinginan kuat karyawan untuk tetap berada dalam organisasi

    HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DENGAN WORK ADJUSTMENT PADA KARYAWAN PT. ASTRA HONDA MOTOR DI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Cahyo, Adam Dwi. 2015. Hubungan antara Stres Kerja dengan Work Adjustment pada Karyawan PT. Astra Honda Motor di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sudjiono, S.Pd., M.Si, (2) Indah Yasminum Suhanti S.Psi., M.Psi.   Kata Kunci: stres kerja, work adjustment.      PT. Astra Honda Motor merupakan perusahaan motor yang terus berkembang dengan pesat. Karyawan dituntut untuk bekerja terus menerus guna memenuhi target perusahaan, hal ini menimbulkan beban kerja yang berat dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan kemampuan work adjustment pada karyawan  PT. Astra Honda Motor di kota Malang. Keseluruhan jumlah karyawan PT. Astra Honda Motor di kota Malang sebanyak 300 orang yang kemudian diambil sampel dengan metode simple random sampling dan ditemukan bahwa sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 orang karyawan. Skala yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala stres kerja dan juga skala work adjustment. Pada uji reliabilitas, diperoleh data bahwa skala stres kerja memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,737 sedangkan skala work adjustment memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,971. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif. Dari 90 subjek yang diteliti, diperoleh data bahwa 72 orang (80%) karyawan memiliki stres kerja tinggi, sementara 54 orang (60%) karyawan memiliki tingkat work adjustment tinggi. Pada uji hipotesis yang menggunakan analisis korelasi product moment diperoleh data bahwa nilai rxy = -0,536. Sehingga hasil uji analisis korelasi product moment menunjukkan hasil bahwa adanya hubungan yang negatif antara dua variabel. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu hasil uji hipotesis diterima. Artinya, stres kerja berhubungan secara signifikan dengan work adjustment pada karyawan PT. Astra Honda Motor di Kota Malang. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengembangan skala yang lebih baik lagi pada skala stres kerja dan skala work adjustment. Serta diadakan penelitian kembali dengan memperluas populasi dan jumlah sampel penelitian agar didapatkan hasil yang lebih akurat dan reliabel

    Perbedaan Komitmen Organisasi Berdasarkan Locus of Control pada Karyawan PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk Cabang Malang

    No full text
    ABSTRAK   Risfityaningrum, Anggun. 2015. Perbedaan Komitmen Organisasi berdasarkan Locus of Control pada Karyawan PT Sumber Alfaria Trijaya, Tbk Cabang Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Weni Utami, M. Si, (2) Drs.H. Mohammad Bisri, M. Si. Kata kunci: komitmen organisasi, locus of control Komitmen Organisasi adalah suatu keadaan dimana seorang karyawan memihak organisasi tertentu serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi tersebut. Sedangkan Lokus kendali (locus of control) merupakan tingkat dimana individu yakin bahwa mereka adalah penentu nasib mereka sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan komitmen organisasi berdasarkan locus of control. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif, dimana peneliti mendeskripsikan dan membandingkan komitmen organisasi berdasarkan locus of control internal dan eksternal. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Skala KO dengan validitas berkisar 0,000 – 0,046 dan memiliki reliabilitas sebesar 0,917. Sedangkan Skala LOC memiliki validitas berkisar antara 0,000 – 0,037 dengan nilai reliabilitas sebesar 0,946. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif untuk mendeskripsikan komitmen organisasi dan locus of control karyawan. Penelitian dilakukan pada 60 karyawan PT. Sumber Alfaria trijaya, Tbk Malang terdiri dari 37 karyawan (61,67%) dengan locus of control eksternal dan 23 karyawan (38,33%) dengan locus of control internal. Uji hipotesis dilakukan dengan teknik independent sample t-test. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa: (1) 10 karyawan (27,03%) termasuk dalam kategori tinggi dan 27 karyawan (72,97%) termasuk dalam kategori rendah. Sedangkan berdasarkan dari locus of control internal, 16 karyawan (69,56%) termasuk dalam kategori tinggi dan 7 karyawan (30,445%) termasuk dalam kategori rendah. (2) Signifikansi dari uji hipotesis menunjukkan angka 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan penemuan tersebut dapat disimpulkan bahwa lebih banyak karyawan yang memiliki komitmen organisasi rendah dan terdapat perbedaan komitmen organsasi berdasarkan locus of control. Berdasarkan hal tersebut disarankan kepada karyawan untuk lebih meningkatkan komitmen organisasi, misalnya dengan datang tepat waktu, menggunakan jam kerja dengan efisien, sehingga dapat memaksimalkan pekerjaan dan tidak mengganggu tugas yang harus dikerjakan selanjutnya

    . Kecemasan Menghadapi Kematian Pada Wanita Lanjut Usia di Panti Werdha Pangesti Lawang

    No full text
    ABSTRAK   Kecemasan menghadapi kematian merupakan reaksi emosi akan sesuatu yang tidak menyenangkan dan timbul karena tidak menyadari apa penyebab sebenarnya yang dialami seseorang. Lanjut usia merupakan tahap akhir kehidupan dimana mulainya penurunan fisik dan daya tahan tubuh serta membutuhkan penyesuaian diri terhadap tugas baru dan tujuan baru. Selain itu lanjut usia juga dihadapkan pada masalah psikologis. Kematian yang tidak bisa dihindari pada lanjut usia ini membuat akan memikirkan kematian, sehingga munculnya kecemasan menghadapi kematian pada wanita lanjut usia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian fenomenologi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian fenomenologi yang berupa interpretasi pengalaman subyektif wanita lanjut usia terhadap kecemasan menghadapi kematian. Subjek yang bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini berjumlah 3 orang, yaitu wanita lanjut usia di Panti Wredha Pangesti Lawang dengan karakteristik individu berusia 60 tahun keatas. Wanita lanjut usia dalam penelitian ini adalah merupakan wanita yang tinggal dan menghabiskan hari-harinya di Panti tersebut. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara secara mendalam (in-depth), observasi kepada subjek, dan significant other. Penelitian ini mengungkapkan bahwa adanya kecemasan menghadapi kematian pada wanita lanjut usia di panti wredha Pangesti Lawang. Hasil penelitian menunjukkan adanya aspek fisiologis yang berdampak pada aspek psikologis lanjut usia. Gejala kecemasan yang dicirikan seperti merinding, jantung berdebar ini timbul ketika merespon suatu peritiwa kematian dari teman-teman keluarga, sehingga adanya harapan ingin segera mati agar menghindari mati di usia tua yang cenderung mengalami kondisi fisik yang mengerikan, serta pemikiran-pemikiran akan kematian dan membayangkan kematiannya sendiri. Kondisi terminal ill  yang mengalami penyakit berat dan kecil harapannya untuk sembuh memiliki respon emosional mengenai kecemasan kematian yang bergantug dengan kondisi fisik dan psikologis. Hal ini berdampak pada pilihan pasrah tidak ingin melakukan apa-apa untuk menghindari rasa. Motivasi disini tentunya menjadi peran penting dalam penyesuaian diri secara fisik yang berdampak pada psikologis sehingga di usia lanjut ini dapat melewati hidup sebaik mungkin sebagai bentuk kepuasan di akhir hayatnya. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini: (1) Bagi Panti Wredha Pangesti Lawang, agar dapat memberikan pemahaman tentang sakit serta motivasi bagi penghuni yang berkondisi terminal ill, setidaknya membawa mereka menjalani kepuasan hidup di akhir hayatnya. Meningkatkan hubungan interpersonal antara penghuni yang berkondisi terminal ill dengan perwat agar dapat membangun hubungan yang dekat, karena penyembuhan dan peningkatan kesehatan dipengaruhi hubungan interpersonal tersebut. (2) Bagi Keluarga, hendaknya memberikan rasa aman dan kehangataan dengan sering mengunjung seperti membawakan hal-hal yang disukai bisa berupa makanan atau barang. Serta memberikan dukungan dan pemahaman yang positif mengenai kematian agar dapat menjalani hidup sebaik mungkin dan tidak menyia-nyiakan hidup. (3) Bagi wanita lanjut usia yang mengalami kecemasan menghadapi kematian, hendaknya mengisi kesempatan yang masih diberikan dengan melakukan aktivitas yang disenangi seperti hobbi, dan aktif mengikuti kegiatan rutin yang ada di Panti. Menerima aktivitas baru dengan menepatkan diri secara sosial dan lingkungan, bertemu dengan teman-teman, terbuka untuk berbagi pengalaman, dan saling membantu teman-teman dengan yang tidak bisa melakukan aktivitas secara mandiri

    Sikap Warga Binaan Pemasyarakatan Anak terhadap Keberadaan Kegiatan Pendidikan Setingkat Dasar di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Lowokwaru Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Wardhana, Wibi Bayu. 2015. Sikap Warga Binaan Pemasyarakatan Anak terhadap Keberadaan Kegiatan Pendidikan Setingkat Dasar di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Lowokwaru Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I). Dra.  Sri  Weni  Utami,  M.Si.  (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci: sikap, Warga Binaan Pemasyarakatan Anak (WBPA), Kegiatan Pendidikan Setingkat Dasar (KPSD), Lembaga Pemasyarakatan Klas I Lowokwaru Kota Malang.   Sikap adalah kecenderungan bertindak, berpikir, berpersepsi, dan merasa dalam menghadapi objek, ide, situasi, dan nilai atau kecenderungan untuk berperilaku dengan cara tertentu terhadap objek sikap (Hanurawan, 2012). Dari definisi tersebut nampak suatu ciri khas dari sikap, yaitu mempunyai objek tertentu, dan mengandung penilaian. Dengan demikian, jelas bahwa sikap pada dasarnya adalah meliputi rasa suka dan tidak suka, penilaian serta reaksi menyenangkan atau tidak menyenangkan terhadap suatu objek. Lembaga Pemasyarakatan Klas I Lowokwaru Kota Malang merupakan tempat pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan (narapidana), tak terkecuali warga binaan pemasyarakatan usia anak. Dari data yang diperoleh peneliti pada April 2015, tercatat sekitar sembilan warga binaan usia anak (yakni usia delapan belas tahun ke bawah). Anak yang seharusnya masih harus menjalankan pendidikan, tetapi harus masuk penjara oleh karena melanggar hukum. Namun sekalipun anak tersebut berada dalam penjara, hak anak untuk mendapatkan pendidikan seharusnya tetap diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tentang sikap yang menggambarkan bagaimana respon evaluatif kognitif, respon evaluatif afektif dan respon evaluatif konatif pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WPB) anak terhadap keberadaan Kegiatan Pendidikan Setingkat Dasar (KPSD) di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Lowokwaru Kota Malang. Penelitian  ini  menggunakan  metode  kualitatif  dengan  jenis  penelitian Fenomenologi. Alat  pengumpul  data  dalam  penelitian  ini  adalah  dengan menggunakan wawancara dan observasi. Subjek pada penelitian ini adalah  tujuh orang warga binaan pemasyarakatan anak. Hasil dari penelitian ini menghasilkan data bahwa ketujuh subjek mengetahui makna dan tujuan pendidikan, dan merasa senang dengan adanya pendidikan di dalam lembaga pemasyarakatan. Para subjek bisa melanjutkan sekolahnya sekalipun di dalam penjara serta mendukung keberadaan KPSD, hal tersebut nampak dari respon perilaku subjek yang selalu datang dalam jam sekolahnya. Enam dari tujuh subjek memiliki sikap positif terhadap keberadaan kegiatan pendidikan di dalam LP, sedangkan satu subjek memiliki sikap negatif terhadap pendidikan di dalam LP. Bagi warga binaan pemasyarakatan usia anak disarankan untuk tetap mengikuti kegiatan pendidikan sekalipun sedang berada di dalam lembaga pemasyarakatan, dan bagi pihak KPSD dan LP Lowokwaru diharapkan tetap menjalankan fungsi pendidikan dan pembianaan. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat lebih mendalami kondisi subjek per subjek

    Hubungan antara Inisiatif Pertumbuhan Diri (Personal Growth Initiative) dengan Kepuasan Hidup pada Lanjut Usia di PWRI Ranting Kedungkandang, Malang

    No full text
    ABSTRAK Pertiwi, Yolanda Bernidianis. 2015. Hubungan antara Inisiatif Pertumbuhan Diri (Personal Growth Initiative) dengan Kepuasan Hidup pada Lanjut Usia di PWRI Ranting Kedungkandang, Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Si. Kata kunci : inisiatif pertumbuhan diri, personal growth initiative, kepuasan-  hidup, lanjut usia, PWRI Inisiatif pertumbuhan diri (personal growth initiative) adalah keterlibatan individu secara sadar dan aktif dalam proses pertumbuhan dan perkembangan diri untuk terus mengasah potensinya. Kepuasan hidup adalah penilaian kognitif seseorang mengenai kondisi emosi positif pada keseluruhan hidupnya dengan membandingkan keadaannya saat ini dengan keadaan yang dianggap sebagai standar ideal.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan inisiatif pertumbuhan diri lanjut usia, (2) mendeskripsikan kepuasan hidup lanjut usia, (3) mengetahui hubungan antara inisiatif pertumbuhan diri dengan kepuasan hidup lanjut usia. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan antara inisiatif pertumbuhan diri dengan kepuasan hidup pada lanjut usia.Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Penelitian ini menggunakan metode simple random sampling dengan sampel penelitian sebanyak 88 orang anggota PWRI Ranting Kedungkandang Malang. Instrument yang digunakan adalah skala inisiatif pertumbuhan diri dan skala kepuasan hidup. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik korelasi Product Moment Pearson.Hasil dari penelitian ini adalah secara umum lanjut usia memiliki tingkat inisiatif pertumbuhan diri yang tinggi (62,5%), secara umum lanjut usia juga memiliki kepuasan hidup yang tinggi (75%). Terdapat hubungan positif antara inisiatif pertumbuhan diri dengan kepuasan hidup lanjut usia (= 0,692 dan        p = 0,000).Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan: (1) Bagi lanjut usia untuk selalu berusaha meningkatkan inisiatif pertumbuhan diri dengan selalu aktif mengikuti kegiatan sosial dan keagamaan, mau mengembangkan diri dan yakin dengan kemampuan yang dimiliki serta selalu berpikiran positif. (2) Bagi lembaga pemberdayaan lanjut usia diharapkan dapat membantu dan memfasilitasi kebutuhan lanjut usia. (3) Bagi keluarga lanjut usia agar selalu memberi dukungan terhadap kegiatan lanjut usia dan selalu menjalin komunikasi yang baik. (4) Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menggali lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi inisiatif pertumbuhan diri maupun kepuasan hidup.         ABSTRACT Pertiwi, Yolanda Bernidianis. 2015. Correlation between Personal Growth Initiative and Life Satisfaction in Elderly of PWRI Ranting Kedungkandang, Malang. Thesis, Department of Psychology, Faculty of Educational Psychology, State University of Malang. Advisor: (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Si. Keywords: personal growth initiative, life-satisfaction, elderly, PWRI Personal growth initiative is active, intentional engagement in the process of personal growth and self-improvement to enhance potential. Life satisfaction is a conscious cognitive judgement of one's life by comparing the ideal standart with the actual life.The purpose of this study are: (1) describe personal growth initiative in elderly, (2) describe the life-satisfaction in elderly, (3) determine the correlation between personal growth initiative and life-satisfaction in elderly. It was assumed that personal growth initiative is significantly associated with life-satisfaction among elderly.This study using a descriptive correlational research design, with simple random sampling method.  The sample consisted of  88 members of PWRI ranting Kedungkandang Malang. Skala inisiatif pertumbuhan diri and skala kepuasan hidup were administered. All data obtained analyzed by descriptive analysis technique and Correlational Product Moment technique by Pearson.The result indicated that: commonly personal growth initiative in elderly are high (62,5%), commonly life-satisfaction in elderly are high (75%) and personal growth initiative is positively associated with life satisfaction among elderly, with = 0,692 and significant on level 0,01, that means if personal growth initiative of elderly is high as well as the life-satisfaction. Based on this finding, it was suggested that: (1) the elderly should be able to enhance the personal growth initiative with active in social and religious activity, improve the potential and keep the positive mind. (2) Institute of elderly are expected to assist and facilitate the needs of elderly. (3) Families should be able to support elderly and establish the good communication. (4) For further reseachers recommended to find another factors that influence personal growth initative as well as life satisfaction among elderly

    Pengaruh Token Ekonomi dalam Meningkatkan Perilaku Prososial pada Siswa Kelas IV Dan V SDN Sumbersari III Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK Ardiansa, Mochammad. 2015. Pengaruh Token Ekonomi dalam Meningkatkan Perilaku Prososial pada Siswa Kelas IV Dan V SDN Sumbersari III Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (2) Drs. H. MohammadBisri, M.Si Kata kunci: token ekonomi, perilaku prososial. Perilaku prososial merupakan tindakan yang ditujukan untuk memberikan keuntungan bagi orang lain dan orang yang menolong akan merasa bahwa seseorang yang ditolongnya lebih sejahtera. Perilaku prososial pada masyarakat tak terkecuali pada anak mengalami tren penurunan akhir-akhir ini. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku prososial adalah teknik modifikasi perilaku token ekonomi.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan pretest-posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV dan V SDN Sumbersari III Kota Malang sejumlah 66 siswa. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah skala perilaku prososial. Sedangkan instrumen perlakuannya adalah modul token ekonomi untuk meningkatkan perilaku prososial. Analisis data menggunakan teknik uji t untuk mengetahui pengaruh token ekonomi dalam meningkatkan perilaku prososial.Hasil dari penelitian ini menunjukkanada perbedaan skor perilaku prososial antara sebelum dan sesudah eksperimen dilaksanakan, sehingga dapat disimpulkan bahwa token ekonomi memiliki pengaruh dalam meningkatkan perilaku prososial. Dalam penelitian ini terdapat kekurangan dalam hal pemilihan token yang tampaknya kurang begitu diminati oleh subjek penelitian serta backup reinforcement yang terbatas. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat memberi backup reinforcement yang lebih banyak dan lebih bagus, dan mengganti token dengan benda lain yang lebih menarik

    FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERILAKU MEROKOK PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN

    No full text
    ABSTRAK   Hakiki, Mohammad Ilham. 2015. Faktor-faktor Penyebab Perilaku Merokok Pada Anak Usia 10-12 Tahun. Skripsi Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si. (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi, M.Psi   Kata kunci : Perilaku merokok, Anak usia 10-12 tahun   Perilaku merokok adalah sesuatu yang dilakukan seseorang berupa membakar dan menghisapnya serta dapat menimbulkan asap yang dapat terhisap oleh orang-orang disekitarnya (Levy, dalam Aryani 2013). Perilaku merokok dilihat dari berbagai sudut pandang sangat merugikan, baik untuk diri sendiri maupun orang disekelilingnya. Ada beberapa riset yang mendukung pernyataan tersebut. Dilihat dari sisi kesehatan menurut  Kendal & Hammen (dalam Komasari & Helmi, 2000) pengaruh bahan-bahan kimia yang dikandung rokok seperti nikotin, CO (karbonmonoksida) dan tar akan memacu kerja dari susunan syaraf simpatis sehingga meningkatkan tekanan darah meningkat dan detak jantung bertambah cepat. Perilaku merokok saat ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa atau remaja, sering dijumpai di jalan, warnet, rental PS dan tempat umum lainya anak-anak yang merokok. Data tentang jumlah perokok muda di Indonesia pada 2010, perokok usia 10-14 tahun tercatat sejumlah 426 ribu, melonjak dari 71 ribu pada 1995 (Pramudiarja, 2014). Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab perilaku merokok pada anak usia 10-12 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Metode  pengumpul data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara dan observasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi. Subjek pada penelitian dipilih menggunakan strategi typical sampling, yaitu pemilihan subjek berdasarkan keriteria anak usia antara 10-12 tahun yang memiliki kebiasaan merokok minimal satu batang rokok dalam sehari. Subjek yang digunakan berjumlah tiga anak. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab perilaku merokok pada anak usia 10-12 tahun adalah faktor lingkungan dan faktor dalam diri anak. Faktor lingkungan meliputi pengaruh orangtua, pengaruh teman, iklan, dan pengaruh budaya. Sedangkan faktor dalam diri subjek yaitu tahap perkembangan yang labil. Sehingga diharapkan kepada orangtua, guru, dan masyarakat,  agar memperhatikan dan peduli pada anak agar tidak terjerumus pada perilaku merokok

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇