Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    BENTUK INTERAKSI SOSIAL KELOMPOK PECANDU NARKOBA USIA REMAJA

    No full text
    ABSTRAK   Alhabsi, Achmad Vicki. 2015. Bentuk Interaksi Sosial Kelompok Pecandu Narkoba Usia Remaja. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat S.Psi, M.Si, Psikolog (II) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi..   Kata kunci: interaksi sosial, remaja, narkoba.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk interaksi sosial kelompok pecandu narkoba usia remaja dan faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk interaksi sosial kelompok pecandu narkoba usia remaja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus, dengan pemilihan subjek menggunakan teknik purposive, subjek penelitian berjumlah 3 (tiga) orang dengan kriteria (1) Subjek merupakan remaja laki-laki berusia kisaran 12 – 20 tahun, (2) Subjek adalah penduduk asli daerah tersebut, (3) Subjek merupakan perokok aktif. Penggalian data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk interaksi sosial kelompok pecandu narkoba usia remaja mempunyai satu kesimpulan umum, yaitu mereka berinteraksi sosial dengan lebih cenderung ke dalam bentuk kerjasama. Faktor yang mempengaruhi bentuk-bentuk interaksi sosial kelompok pecandu narkoba usia remaja adalah imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diberikan adalah Para pecandu narkoba usia remaja seharusnya lebih bersosialisai dengan masyarakat untuk aktif dalam pembangunan atau organisasi di desa, karena mereka telah memiliki kepercayaan diri kembali meskipun hal itu dipengaruhi oleh kecanduan narkoba. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah untuk mengembangkan kerjasama para pecandu narkoba usia remaja agar lebih nampak kepada masyarakat di daerah masing-masing subjek yang diteliti. Peneliti selanjutnya juga diharapkan mampu memberikan tambahan pengamatan atau observasi yang mendalam secara berkelanjutan sehubungan dengan bentuk interaksi sosial kelompok pecandu narkoba usia remaja

    Mekanisme Pertahanan Ego Anggota Kelompok Punk dalam Menghadapi Prasangka Sosial

    No full text
    ABSTRAK   Alluza, Izzul Jinan Isna. 2015. Mekanisme Pertahanan Ego Anggota Kelompok Punk Dalam Menghadapi Prasangka Sosial. Skripsi, Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I)Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed. (II)Nur Eva, S.Psi, M.Psi.   Kata Kunci: mekanisme pertahanan ego, prasangka sosial.   Mekanisme pertahanan ego adalah suatu strategi pertahanan yang digunakan oleh seseorang ketika dirinya merasa terancam, terutama ego dari dalam dirinya. Mekanisme pertahanan ego ini fungsinya adalah untuk melindungi ego dalam diri seseorang yang dilakukan secara tidak sadar dan prosesnya dilakukan untuk memutar balikkan kenyataan. Tidak terkecuali bagi para anggota kelompok punk yang notabene merupakan kelompok minoritas. Prasangka sosial akan muncul dimana-mana di sekitar lingkungan kelompok punk tersebut. Prasangka sosial muncul dikarenakan selain kelompok punk merupakan kelompok minoritas, juga  individu yang berprasangka mencoba melindungi atau meningkatkan konsep diri mereka. Untuk melindungi dirinya dari prasangka sosial munculah mekanisme pertahanan ego. Tujuan penelitian untuk mengetahui mekanisme pertahanan ego apa yang diterapkan anggota kelompok punk di ITN dalam menghadapi prasangka sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif fenomenologi. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan kuesioner terbuka. Jenis pengecekan keabsahan data menggunakan validasi interpretatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah mekanisme pertahanan ego yang digunakan oleh subjek penelitian dalam menghadapi prasangka sosial yakni ; a. Mekanisme pertahanan ego primitif yaitu mekanisme pertahanan ego jenis regresi, b. Mekanisme pertahanan ego kurang primitif yang meliputi represi dan displacement, c. Mekanisme pertahanan ego dewasa meliputi mekanisme pertahanan ego sublimasi dan assertiveness. Saran untuk anggota kelompok punk adalah penggunaan mekanisme pertahanan ego yang lebih dewasa (sublimasi dan assertiveness) dapat merubah persepsi masyarakat terhadap punk yang semula jelek menjadi lebih baik. Selain itu, dianjurkan untuk merubah objek dari mekanisme pertahanan ego jenis displacement yang merupakan minum minuman keras karena dapat merusak tubuh. Sedangkan untuk masyarakat, sebaiknya memahami kelompok punk secara mendalam untuk mengetahui latar belakang mereka sehingga prasangka sosial tidak muncul secara semena-mena

    FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERILAKU MEROKOK PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN

    No full text
    ABSTRAK   Hakiki, Mohammad Ilham. 2015. Faktor-faktor Penyebab Perilaku Merokok Pada Anak Usia 10-12 Tahun. Skripsi Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si. (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi, M.Psi   Kata kunci : Perilaku merokok, Anak usia 10-12 tahun   Perilaku merokok adalah sesuatu yang dilakukan seseorang berupa membakar dan menghisapnya serta dapat menimbulkan asap yang dapat terhisap oleh orang-orang disekitarnya (Levy, dalam Aryani 2013). Perilaku merokok dilihat dari berbagai sudut pandang sangat merugikan, baik untuk diri sendiri maupun orang disekelilingnya. Ada beberapa riset yang mendukung pernyataan tersebut. Dilihat dari sisi kesehatan menurut Kendal & Hammen (dalam Komasari & Helmi, 2000) pengaruh bahan-bahan kimia yang dikandung rokok seperti nikotin, CO (karbonmonoksida) dan tar akan memacu kerja dari susunan syaraf simpatis sehingga meningkatkan tekanan darah meningkat dan detak jantung bertambah cepat. Perilaku merokok saat ini tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa atau remaja, sering dijumpai di jalan, warnet, rental PS dan tempat umum lainya anak-anak yang merokok. Data tentang jumlah perokok muda di Indonesia pada 2010, perokok usia 10-14 tahun tercatat sejumlah 426 ribu, melonjak dari 71 ribu pada 1995 (Pramudiarja, 2014). Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab perilaku merokok pada anak usia 10-12 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Metode pengumpul data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara dan observasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi. Subjek pada penelitian dipilih menggunakan strategi typical sampling, yaitu pemilihan subjek berdasarkan keriteria anak usia antara 10-12 tahun yang memiliki kebiasaan merokok minimal satu batang rokok dalam sehari. Subjek yang digunakan berjumlah tiga anak. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab perilaku merokok pada anak usia 10-12 tahun adalah faktor lingkungan dan faktor dalam diri anak. Faktor lingkungan meliputi pengaruh orangtua, pengaruh teman, iklan, dan pengaruh budaya. Sedangkan faktor dalam diri subjek yaitu tahap perkembangan yang labil. Sehingga diharapkan kepada orangtua, guru, dan masyarakat, agar memperhatikan dan peduli pada anak agar tidak terjerumus pada perilaku merokok

    KEHARMONISAN KELUARGA PADA REMAJA YANG MENGALAMI KEHAMILAN PRA NIKAH (PREMARITAL PREGNANCY)

    No full text
    ABSTRAK   Ardisty, PrimandaNayu. 2015. Keharmonisan Keluarga Pada Remaja yang Mengalami Kehamilan PraNikah (Premarital Pregnancy). Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si. (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi, M.Psi   Kata kunci: keharmonisankeluarga, remaja, premarital pregnancy. Hubungan seks diluar nikah mengakibatkan kehamilan pra nikah (premarital pregnancy), berawal darikehamilan pra nikah (premarital pregnancy) beberapa remaja terpaksa melakukan pernikahan dini.Kebanyakan remaja yang melakukan pernikahan dini adalah remaja-remaja yang masih duduk di bangku sekolah dan diperguruan tinggi.Pernikahan yang dijalani dengan keterpaksan dan persiapan yang minim berdampak pada aspek psikologis dan sosial ekonomi. Dampak psikologis dari perkawinan remaja ialah ketidakstabilan emosi, perasaan malu. Perkawinan memerlukan kesiapan perkawinan menurut psikis, sosial, finansial, dan kematangan emosi yang akan sangat menentukan keharmonisan dalam suatu perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan upaya mempertahankan keharmonisan keluarga pada remaja yang mengalami kehamilan pra nikah (premarital pregnancy. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian Fenomenologi. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara. Teknik analisis data menggunakan tematik. Subjek pada penelitian ini adalah enam remaja yang mengalami kejadian kehamilan pra nikah (premarital pregnancy). Hasil dari penelitian ini menghasilkan data bahwa empat subjek memiliki rumahtangga yang harmonis dan dua subjek memiliki rumahtangga harmonis. Hal tersebut dapat dilihat dari empat subjek belum mencapai ciri cirri keharmonisan rumahtangga, dan dua subjek sudah mencapai ciri-ciri keharmonisan rumahtangga. Bagi subjek dalam penelitian ini agar tetap menjalankan dan meningkatkan iman dan keagamaan, saling pengertian, tetap menjaga komunikasi yang baik dengan pasangan, menyempatkan waktu luang untuk keluarga, hidup disiplin, dan bertanggungjawab dengan keluarga. Bagi orangtua agar selalu mengawasi pergaulan anaknya. Bagi remaja lebih berhati-hati dalam pergaulan

    Makna Kebahagiaan Pemimpin Organisasi Mahasiswa Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Fulkil, M. 2015. Makna Kebahagiaan Pemimpin Organisasi Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang.   Pemimbimbing (1) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si.,M.Ed, (2) Ninik Setiyowati, S.Psi., M.Psi.    Kata kunci : makna kebahagiaan, pemimpin, organisasi mahasiswa Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui makna kebahagiaan bagi para pemimpin organisasi mahasiswa yang ada di Universitas Negeri Malang. Model yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan wawancara secara mendalam. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis fenomenologi. Sedangkan pengecekan keabsahan temuan menggunakan teknik member check. Penelitian dilaksanakan di kota Malang dengan partisipan sebanyak 4 orang yang semua subjek berjenis kelamin laki – laki. Hasil penelitian menunjukkan para pemimpin organisasi mahasiswa mampu melewati masa – masa sulit dengan kekuatan dan kebajikan yang dimiliki. Semua subjek memiliki rasa bersyukur atas segala hal yang sudah dialami dan dicapai di masa lalunya ketika menjadi pemimpin organisasi mahasiswa. Emosi masa depan para pemimpin menunjukkan bahwa mereka adalah tipe pemimpin yang temporer yaitu percaya bahwa penyebab kejadian buruk hanyalah sementara. Masalah – masalah psikologis dalam diri juga bisa diatasi dengan menjalin hubungan yang positif. Keterlibatan yang dilakukan dalam setiap kegiatan organisasi mahasiswa membuat hati dan fikiran para pemimpin juga ikut beraktivitas. Para pemimpin organisasi mahasiswa juga mempunyai resiliensi yang sangat baik. Para pemimpin organisasi mahasiswa juga menemukan makna dari semua hal yang sudah dialami, semua hal tersebut menandakan bahwa ada perasaan bahagia pada saat menjadi pemimpin organisasi mahasiswa. Dari penelitian yang sudah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa makna kebahagiaan seorang pemimpin organisasi mahasiswa adalah proses menjadi seorang pemimpin yang bisa membuat perubahan, proses menjadi seorang pemimpin yang bisa bermanfaat, proses menjadi seorang pemimpin yang selalu bangkit di setiap keterpurukan yang di alami, proses menjadi seorang pemimpin yang selalu menularkan semangat positif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengetahuan semua mahasiswa bahwa peran seorang pemimpin bukanlah perkara yang mudah, banyak sekali tantangan yang harus dihadapi. Tapi hal itu bukan alasan untuk orang tidak mau menjadi seorang pemimpin, karena menjadi seorang pemimpin juga banyak sekali sesuatu yang membuat bahagia. Maka dari itu sebagai mahasiswa jangan pernah takut untuk menjadi seorang pemimpin. Bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian kembali tentang makna kebahagiaan pemimpin organisasi mahasiswa, sebaiknya peneliti selanjutnya lebih mendalam lagi dalam menggali informasi agar data yang diperoleh semakin kaya dan baik

    Studi Kasus Posttraumatic Growth pada Anak Jalanan yang MengalamiPeristiwaTraumatikdi Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur

    No full text
    ABSTRAK   Latifah, Lenny. 2015. Studi Kasus Posttraumatic Growth pada Anak Jalanan yang Mengalami Peristiwa Traumatik di Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Tutut Chusniyah, M.Si , (II) Diantini Ida Viatrie, M.Si.   Kata Kunci : Posttraumatic Growth, Anak Jalanan, Peristiwa Traumatik   Penelitian ini bertujuan untuk memahami posttraumatic growth (PTG) secara utuh dan mendalam dari perspektif individu pada tiga orang anak jalanan binaan Lembaga Swadaya Masyarakat Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (LSM JKJT). PTG merupakan perkembangan atau kemajuan diri seseorang sebagai hasil dari transformasi kehidupan setelah menghadapi sebuah peristiwa traumatik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Partisipa dalam penelitia ini ditentukan berdasarkan kriteria-kriteria yang sudah ditetapkan terlebih dahulu oleh peneliti. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan observasi. Selain itu digunakan dua alat ukur lain yaitu, CRIES-13 dan PTGI sebagai instrumen pengumpul data pendukung. Teknik analisis yang digunakan dalam pengolahan data hasil wawancara adalah teknik analisis tematik. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa setelah mengalami peristiwa traumatik ketiga anak jalanan tersebut menunjukkan adanya perubahan di dalam dirinya terkait dengan psikologis, kognitif, fisik, dan perilaku mereka. Perubahan yang mereka alami cenderung bersifat negatif. Dalam menghadapi perubahan yang tersebut, mereka mengembangkan suatu mekanisme coping. Bentuk dari mekanisme coping yang dilakukan oleh ketiga anak jalanan tersebut adalah mekanisme coping maladaptif yang berfokus pada emosi di tahap awal dari proses PTG. Ketika bentuk mekanisme coping tersebut tidak lagi efektif untuk meminimalisir dampak dari peristiwa traumatik yang dihadapi, mereka mengembangkan mekanisme coping baru yang lebih adaptif serta berfokus pada emosi dan masalah. Seiring dengan berjalannya mekanisme coping yang dilakukan, partisipan dapat merasakan PTG di dalam dirinya. PTG yang dirasakan setelah berjuang menghadapi peristiwa traumatik yang dialami adalah adanya peningkatan apresiasi hidup yang ditunjukkan dengan perubahan prioritas hidup, penghargaan terhadap hal yang telah dimiliki, memiliki tujuan hidup dan munculnya rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri, adanya perubahan persepsi terhadap hubungan sosial dan hubungan yang semakin intens, hangat dan berarti dengan orang-orang disekitarnya, pengetahuan tentang kekuatan personal, perkembangan spiritual, dan munculnya kemungkinan baru dalam kehidupan mereka. Faktor-faktor seperti dukungan sosial, kepercayaan terhadap Tuhan, adanya keinginan untuk bertahan, dan kepercayaan terhadap kemampuan diri juga berperan dalam memunculkan PTG setelah pengalaman traumatik yang dialami

    Hubungan antara Gaya Resolusi Konflik dengan Task Commitment pada Siswa SMK Tunas Bangsa Malang

    No full text
    ABSTRAK   Githami, Sekar Arrum Cahya. 2015. Hubungan antara Gaya Resolusi Konflik dengan Task Commitment pada Siswa SMK Tunas Bangsa Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si. (2) Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi.   Kata Kunci: gaya resolusi konflik, task commitment, SMK   Task commitment adalah suatu dorongan dalam diri individu untuk bertanggung jawab dan menyelesaikan tugas yang diterima, meskipun mengalami hambatan dalam pengerjaanya. Task commitment merupakan motivasi internal yang timbul pada diri seorang siswa. Komitmen tugas seorang siswa tidak hanya terdorong internal faktor saja, melainkan juga bisa timbul melalui open faktor (eksternal), seperti hubungan antar siswa. Apabila hubungan antar siswa mengalami sesuatu hal dan menimbulkan suatu konflik, maka gaya resolusi konflik merupakan cara untuk mengatasi konflik. Gaya resolusi konflik adalah cara dalam menangani masalah dengan menunjukkan respon-respon berpola, dan atau kelompok perilaku yang digunakan orang dalam menghadapi konflik, yang meliputi gaya avoiding, dominating, compromise, obliging, dan integration. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan gaya resolusi konflik pada siswa SMK Tunas Bangsa Malang, (2) mendeskripsikan task commitment pada siswa SMK Tunas Bangsa Malang, (3) mengetahui adanya hubungan antara gaya resolusi konflik dengan task commitment pada siswa SMK Tunas Bangsa Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional, dengan metode sampling insidental sebanyak 57 siswa SMK Tunas Bangsa Malang. Instrumen yang digunakan adalah skala gaya resolusi konflik (reliabilitas = 0,771) dan skala task commitment (reliabilitas = 0,951). Data analisis penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik analisis korelasi Product Moment Pearson. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara variabel gaya resolusi konflik dengan variabel task commitment pada siswa (sig.=0,000) atau

    Hubungan Antara Stres dengan Exercise Addiction pada Member UB Sport Club House Malang

    No full text
    ABSTRAK   Christiani, Ajeng Ayu. 2015. Hubungan Antara Stres dengan Exercise Addiction pada Member UB Sport Club House Malang. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang; Pembimbing (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi, M.Si (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi.   Kata Kunci: stres, exercise addiction, member   Stres merupakan gangguan pada tubuh dan pikiran yang terjadi karena adanya perubahan serta tuntutan kehidupan baik dalam lingkungan maupun penampilan individu di dalam lingkungan sekitarnya. Tingkat stres pada individu berdampak pada aspek fisik dan aspek psikologis yaitu adanya gejala emosional, gejala kognitif, dan gejala interpersonal. Individu yang megalami stres atau keadaan yang tidak menyenangkan akan berusaha mencari cara untuk mengalihkan stres tersebut. Salah satu cara yang dilakukan yaitu melakukan aktivitas olahraga sebagai stimulator tubuh. Olahraga merupakan suatu kegiatan fisik yang memberikan pengaruh positif apabila dilaksanakan dengan tepat dan terarah, artinya diperhitungkan pelaksanaannya berdasarkan kondisi tubuh manusia. Olahraga ideal dilakukan 2-3 jam perhari. Olahraga yang berlebihan akan bersifat adiktif atau bisa disebut dengan exercise addiction. Exercise addiction  merupakan ketergantungan fisologis dan psikologis terhadap olahraga, dimana individu merasa terdorong untuk tetap melakukan olahraga walaupun terdapat masalah baik secara fisik, psikoloigis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui gambaran mengenai stres pada member UB Sport Club House Malang, (2) untuyk mengetahui gambaran mengenai exercise addiction pada member UB Sport Club House Malang, (3) untuk mengetahui hubungan antara stres dengan exercise addiction pada member UB Sport Club House Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan korelasional. Sampel penelitian ini adalah 81 member UB Sport Club House Malang dengan menggunakan teknik incidental sampling. Pengambilan data penelitian menggunakan skala stres dan Exercise Dependance Scale (EDS). Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan presentase dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak member UB Sport Club House Malang (1) memiliki tingkat stres rendah, (2) memiliki tingkat exercise addiction rendah, (3) ada hubungan positif antara stres dengan exercise addiction dengan nilai r=0,405 dan p= 0,00

    Hubungan Gaya Kepemimpinan, Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja Karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Malang

    No full text
    ABSTRAK   Carolina, Oktavia. 2015. Hubungan Gaya Kepemimpinan, Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja Karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Malang. Skripsi. Fakultas Pendidikan Psikologi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Moh. Irtadji, M.Si (2) Drs. Mohammad Bisri, M.Psi .   Kata kunci : gaya kepemimpinan, motivasi kerja, kepuasan kerja. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan gaya kepemimpinan, motivasi kerja dan kepuasan kerja karyawan PDAM Malang. Populasi berasal dari 382 karyawan dengan jumlah subjek atau sampel penelitian adalah karyawan PDAM Malang dengan jumlah responden 100 karyawan. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive incidental sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala gaya kepemimpinan dengan reliabilitas 0,920, Skala motivasi kerja dengan reliabilitas 0,879 dan Skala kepuasan kerja dengan reliabilitas 0,929. Analisis data menggunakan teknik analisis korelasi bivariate  kendall’s tau b untuk menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kepuasan kerja serta untuk menganalisis hubungan antara motivasi kerja dengan kepuasan kerja. Sedangkan untuk  mengkorelasikan ketiga variabel tersebut menggunakan analisis regresi ganda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara variabel gaya kepemimpinan transaksional (X1) dengan kepuasan kerja (Y) dengan angka korelasi 0,453. Terdapat  hubungan positif dan signifikan antara variabel gaya kepemimpinan transformasional (X1) dengan kepuasan kerja (Y) dengan angka korelasi 0,474. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel motivasi kerja (X2) dengan kepuasan kerja (Y) dengan angka korelasi 0,587. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara ketiga variabel gaya kepemimpinan transaksional, motivasi kerja dan kepuasan kerja dengan angka korelasi 0,756. Selain itu, terdapat hubungan positif dan signifikan antara ketiga variabel gaya kepemimpinan transformasional, motivasi kerja dan kepuasan kerja dengan angka korelasi 0,768. Manajer di PDAM Malang diharapkan untuk menjaga konsistensi dalam memimpin karyawan  dengan gaya kepemimpinan transformasional. Dengan menggunakan gaya kepemimpinan tersebut dapat membuat karyawan menjadi lebih puas. Karena dalam sebuah organisasi pemimpin adalah orang yang berperan penting untuk keberlangsungan organisasi tersebut. Sedangkan untuk karyawan PDAM Malang diharapkan untuk meningkatkan motivasi kerjanya sehingga dapat membangkitkan semangat kerja karyawan untuk bekerja lebih baik sehingga seorang karyawan yang memiliki motivasi kerja yang tinggi akan mempengaruhi kepuasan kerja mereka menjadi lebih tinggi

    HUBUNGAN KECEMASAN TERHADAP BERAKHIRNYA MASA KONTRAK KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA KARYAWAN KONTRAK DI PT. BANK RAKYAT INDONESIA CABANG JOMBANG

    No full text
    ABSTRAK Delyara, Dea Ayu. 2015. Hubungan Kecemasan Terhadap Berakhirnya Masa Kontrak Kerja Dengan Produktivitas Kerja Pada Karyawan Kontrak Di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed, (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci: kecemasan, produktivitas, karyawan kontrak Kecemasan adalah suatu keadaan aprehensif atau keadaan khawatir yang mengatakan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Dalam hal ini yang dimaksudkan adalah kecemasan terhadap berakhirnya masa kontrak kerja pada karyawan kontrak di suatu perusahaan. Dan mengakibatkan menurunnya produktivitas kerja pada karyawan kontrak.Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kecemasan terhadap berakhirnya masa kontrak kerja pada karyawan kontrak di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang, (2) untuk mengetahui produktivitas kerja pada karyawan kontrak di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang, serta (3) untuk mengetahui hubungan antara kecemasan terhadap berakhirnya masa kontrak kerja dengan produktivitas kerja pada karyawan kontrak di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan kontrak di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang berjumlah 250 karyawan. Sampel penelitian berjumlah 30 karyawan kontrak bagian frontliner yang diperoleh dari teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecemasan terhadap habisnya masa kontrak kerja sebanyak 69 aitem dengan reliabilitas 0,971 dan skala produktivitas kerja sebanyak 40 aitem dengan reliabilitas 0,960.Hasil penelitian menunjukkan (1) kecemasan terhadap berakhirya masa kontrak kerja pada karyawan kontrak bagian frontliner di PT. Bank Rakyat Indonesia bagian frontliner berada dalam kategori tinggi, (2) produktivitas kerja pada karyawan kontrak di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang berada dalam kategori sangat tinggi, dan (3) ada hubungan negatif yang signifikan antara kecemasan terhadap berakhirnya masa kontrak kerja dengan produktivitas kerja pada karyawan kontrak bagian frontliner di PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Jombang (rxy= -0,585). Perusahaan diharapkan dapat lebih mengenali para karyawannya tentang bagaimana karyawan tersebut memanifestasikan kecemasan dan bagaimana produktivitas kerja mereka, agar dapat memberikan bantuan atau solusi untuk permasalahan yang dialami para karyawannya. HRD, diharapkan mampu mengantisipasi sejak dini tentang bagaimana cara menurunkan kecemasan para karyawan yang telah direkrut. Karyawan diharapkan tidak berdiam diri dalam memendam permasalahan, khususnya tentang kecemasan terhadap berakhirnya masa kontrak kerja dan produktivitas kerjanya. Selain itu, diharapkan karyawan dapat lebih terbuka pada lingkungan kerja serta pimpinannya. Bagi peneliti selanjutnya disarankan supaya lebih memperluas kancah penelitian

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇