Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
Cara Mengatasi Kesepian Pada Anak Tunggal Dewasa Awal
ABSTRAK Sofiana, Laurensia. 2015. Cara Mengatasi Kesepian Pada Anak Tunggal Dewasa Awal. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dr. Sudjiono., S.Pd., M.Si, (2) Farah Farida Tantiani., S.Psi., M.Psi. Kata Kunci : Mengatasi kesepian, anak tunggal, dewasa awal Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara mengatasi kesepian pada anak tunggal dewasala awal. Cara mengatasi kesepian yang dimaksud terdiri dari empat hal yaitu : mengenali dirinya sendiri, menaklukkan perasaan takut sendiriannya, memperbaiki komunikasi, dan memperbaiki ibadahnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi pada lima anak tunggal dewasa awal yang sedang menempuh masa akhir belajarnya di universitas. Alat pengumpul data berupa wawancara mendalam terkait kesepian dan cara mengatasi kesepian. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik yaitu : pemrosesan data, mengkategorikan data, dan penafsiran data. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber data. Dari hasil analisis penelitian diperoleh (1) dari lima Subjek ada dua narasumber yaitu MK dan AM yang kesepian, karena hubungan dengan keluarga yang kurang komunikatif dan kurang hangat, sehingga cara mereka untuk mengatasi kesepian hanya mengandalkan pacar untuk menghabiskan waktu, (2) tiga narasumber lainnya yaitu ANS, SAP, dan CW dapat segera mencari cara, agar perasaan kesepian tersebut tidak sampai dirasakan terlalu lama yaitu berupa melakukan aktivitas bersama orangtua, sahabat, dan pacar. Cara mengatasi kesepian yang lebih efektif dilakukan oleh 2 subjek yaitu : SAP karena lebih memiliki hubungan yang harmonis dengan kedua orangtuanya, dan mampu mengembangkan bakat menari untuk mengatasi kesepiannya, CW juga memiliki hubungan yang harmonis dengan kedua orangtuanya dan mengerjakan hobinya yaitu memasak untuk mengatasi kesepiannya. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah : (1) Bagi Subjek yang telah mampu mencegah terjadinya perasaan tidak menyenangkan akibat kesepian dapat menjaga hubungan interpersonal yang sudah terjalin, dan bagi anak tunggal yang merasakan kesepian diharapkan mampu untuk meningkatkan kemampuan hubungan interpersonal dengan orang lain, dan dapat mencari aktivitas yang berarti sehingga dapat dilakukan secara mandiri (2) Bagi orangtua yang memiliki anak tunggal diharapkan keterlibatan kedua belah pihak yaitu ayah dan ibu dalam memberikan kontribusi dalam komunikasi ataupun aktivitas, karena ditemukan bahwa kesepian dirasakan akibat hubungan dengan orangtua yang tidak sesuai harapan. (3) Bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai bagaimana cara anak tunggal mengurangi ketergantungannya dengan orang yang dianggapnya berarti di luar keluarga dan dapat pula meneliti tentang bagaimana bentuk komunikasi yang efektif antara orangtua dengan anak tunggal ataupun anak tunggal dengan kedua orangtuanya
. hubungan antara hasil belajar mata pelajaran kewirausahaan, mata diklat produktif, dan motivasi berwirausaha dengan hasil belajar pada unit produksi program keahlian busana butik di sekolah menengah kejuruan se jawa timur
ABSTRAK Marniati.2014. hubungan antara hasil belajar mata pelajaran kewirausahaan, mata diklat produktif, dan motivasi berwirausaha dengan hasil belajar pada unit produksi program keahlian busana butik di sekolah menengah kejuruan se jawa timur. Disertasi, Program Studi Pendidikan Kejuruan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang Pembimbing: (I) Prof. Ahmad Sonhadji K.H.M.A., Ph.D., (II) Prof. Dr. H.Wahjoedi, M.E., (III) Dr. H. Syamsul Hadi, M.Ed, M.Pd Kata kunci: hasil belaja, mata pelajaran kewirausahaan, mata diklat produktif, motivasi berwirausaha, unit produksi, program keahlian busana butik, Sekolah Menengah Kejuruan. Hasil belajar adalah pengukuran tingkat ketercapaian pembelajaran sesuai dengan tujuan pengajaran yang ingin dicapai.Terciptanya pembelajaran pada unit produksi (UP) sekolah yang efektif adalah salah satu visi yang diinginkan oleh setiap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penyelenggaraan UP sekolah meru-pakan upaya mengoptimasikan sumber daya yang dimiliki SMK agar dapat me-ningkatkan nilai tambah yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang penyeleng-garaan pendidikan dan peningkatan kesejahteraan warga sekolah (Depdikbud, 2006). Diduga hasil belajar pada unit produksi sekolah lebih ditentukan oleh mata pelajaran kewirausahaan, motivasi berwirausaha, dan hasil belajar mata diklat produktif yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang; (1) variabel hasil belajar mata pelajaran kewirausahaan, hasil belajar mata diklat produktif, motivasi berwirausaha, dan hasil belajar pada unit produksi program keahlian Busana Butik siawa SMK, (2) hubungan struktur antar variable-variabel tersebut, dan (3) mene-mukan ada tidaknya hubungan antara masing-masing variabel, baik secara lang-sung maupun tidak langsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan ko-relasional, dalam mana hasil belajar mata pelajaran kewirausahaan, hasil belajar mata diklat produktif, dan motivasi berwirausaha sebagai variabel bebas dan hasil belajar pada unit produksi sekolah sebagai variabel terikat. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI pada 65 SMK negeri dan swasta yang terakreditasi A, B, dan C se Jawa Timur. Sampel penelitian berjumlah 340 siswa dari 18 SMK yang ditentukan dengan stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesener yang diisi oleh siswa berdasarkan apa yang teramati (percieved) dan dialami. Hasil uji coba instrumen terhadap 30 siswa SMK menunjukkan bahwa keempat variabel memiliki realibilitas baik dengan ko-efisien Cronbach Alpha lebih besar dari 0,600. Penelitian ini menggunakan siswa SMK sebagai satuan analisis. Skor butir dan skor total yang menggunkan teknik korelasi Product moment dari Pearson dimana perhitungan formula dibantu de-ngan menggunakan SPSS for Windows versi 17. Setelah harga (r) diperoleh, un-tuk menentukan validitas setiap butir kuesener, digunakan tarap signifikansi 0,05. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah SEM (Struktural Equ-etion Modelling) dengan software AMOS 20 (Analysis Moment of Sturctural). Pengujian hipotesis menemukan bahwa: (1) terdapat hubungan yang signi-fikan antara hasil belajar mata pelajaran kewirausahaan dengan motivasi berwira-usaha, (2) terdapat hubungan yang signifikan antara hasil belajar mata diklat pro-duktif dengan motivasi berwirausaha, (3) tidak terdapat hubungan langsung antara hasil belajar mata pelajaran kewirausahaan dengan hasil belajar pada unit produksi sekolah, (4) terdapat hubungan yang signifikan antara hasil belajar mata diklat produktif dengan hasil belajar pada Unit Produksi sekolah, (5) terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi berwirausaha dengan hasil belajar pada unit produksi sekolah, (6) terdapat hubungan tidak langsung antara hasil belajar mata pelajaran kewirausahaan dengan hasil belajar pada unit produksi sekolah melalui motivasi berwirausaha, (7) terdapat hubungan tidak langsung antara hasil belajar mata diklat produktif busana dengan hasil belajar pada unit produksi sekolah melalui motivasi berwirausaha. Hasil analisis pada model struktural menerangkan bahwa motivasi ber-wirausahas yang kuat ditunjukkan oleh adanya: (1) rasa tanggung jawab (res-posilbilties), dan (2) keinginan untuk maju (advencement) pada diri siswa sebagai pilar utama keberhasilan belajar pada unit produksi sekolah. Peran gabungan dari keduanya berkontribusi besar untuk menjadikan siswa berkeinginan untuk mem-punyai motivasi berwirausaha yang tinggi. Hasil belajar mata pelajaran kewira-usahaan ditunjukkan oleh tiga hal utama yaitu: (1) pada diri siswa mempunyai orientasi yang tinggi pada tindakan, (2) siswa lebih berani dalam mengambil resiko, dan (3) siswa menjadi lebih kreatif. Sedangkan pada mata diklat produktif, siswa dalam menjalani mata diklat produktif busana lebih menguasai pada tiga keterampilan utama yaitu: (1) membuat busana wanita, (2) membuat busana anak, dan (3) membuat busana pria. Sedangkan hasil belajar pada unit produksi sekolah program keahlian Busana Butik se Jawa Timur ada dua indikator utama yaitu: (1) siswa mampu pratik dengan baik pada unit usaha atelier, dan (2) siswa mampu mempraktikkan dengan baik kegiatan pembelajaran pada unit usaha konveksi. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran ditujukan kepada: (1) SMK program keahlian Busana Butik, merancang dan menerapkan model pembelajaran kooperatif; (2) dinas pendidikan kota, meningkatkan pengawasan yang lebih ke-tat bagi SMK sebagai penyelenggara pendidikan terutama pada sisi ketersediaan sumberdaya guru yang sesuai kebutuhan; (3) perlu menyiapkan pendekatan dan media pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi siswa; (4) bagi kemen-trian pendidikan dan kebudayaan propinsi Jawa Timur, menjadikan pembelajaran kewirausahaan menjadi bagian dari mata diklat produktif.; dan (5) bagi kemen-trian pendidikan dan kebudayaan RI, segera di berlakukannya standar penyeleng-garaan unit produksi sekolah yang menjadi pendukung dan penguat pelaksanaan standar isi dan standar proses pembelajaran.khusus program keahlian Busana Butik di SMK dapat dilakukan dengan mengembangkan dan atau lebih menguta-makan jenis usaha atelier dan usaha konveksi
Konsep Diri Muslimah Berhijab Penyalahguna NAPZA
ABSTRAK Priadenata, Mochammad Fajar. 2015. Konsep Diri Muslimah Berhijab Penyalahguna NAPZA. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed., (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi Kata Kunci : konsep diri, muslimah berhijab, penyalahguna NAPZA Kasus penyalahgunaan NAPZA di Indonesia tidak memandang status, gender, ras, agama, maupun usia. Muslimah di Indonesia juga tidak lepas dari kasus penyalahgunaan NAPZA. Muslimah berhijab yang menyalahgunakan NAPZA cenderung memandang dirinya tidak baik. Konsep diri muslimah tersebut berpengaruh pada perilakunya dalam menyalahgunakan NAPZA. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep diri muslimah berhijab penyalahguna NAPZA dengan memahami perilaku beserta apa yang dipikirkan dan dirasakannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam ilmu psikologi dengan model studi kasus. Partisipan merupakan tiga orang WBP di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Wanita Malang. Ketiganya merupakan muslimah berhijab dengan kasus penyalahgunaan NAPZA. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah wawancara semi-terstruktur dan observasi tidak terstruktur. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data model interaktif dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan menggunakan validasi responden, triangulasi, dan memeriksa data secara berulang-ulang. Penelitian ini mengungkapkan bahwa konsep diri muslimah berhijab penyalahguna NAPZA cenderung negatif. Partisipan penelitian merasa dirinya adalah seorang muslimah yang kurang baik karena telah menyalahgunakan NAPZA. Konsep diri negatif tersebut berasal dari latar belakang keluarga yang kurang harmonis dan berbagai pengalaman yang dialami partisipan. Tetapi setelah memasuki lembaga pemasyarakatan, konsep diri partisipan berubah menjadi lebih positif. Hal tersebut datang dari harapan dan pandangan positif partisipan akan kehidupan yang lebih baik bersama keluarga dan anak-anak mereka. Saran yang diberikan kepada partisipan dalam penelitian ini adalah agar mereka bisa menerima keadaan dan menjadikan pengalaman masuk lembaga pemasyarakatan sebagai pembelajaran bagi partisipan untuk bisa mengontrol diri. Keluarga juga harus memberikan dukungan agar partisipan bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Masyarakat diharapkan bisa menjaga, mengawasi dan memberikan perhatian kepada keluarga dan orang-orang di sekitar mereka agar tidak sampai terjerumus pada masalah penyalahgunaan NAPZA
Kohesivitas Kelompok pada Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Hutasoit, Marthin. 2015. Kohesivitas Kelompok pada Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si. (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi, M.Psi Kata kunci : Kohesivitas kelompok, Badan Eksekutif Mahasiswa. Kohesivitas kelompok merupakan indikasi penting dari sebuah organisasi yang baik tanpa adanya kohesivitas kelompok, kelompok akan terpecah dimana anggota kelompok menarik diri dari kelompoknya. Selain itu kohesivitas kelompok menjadi indikasi keberhasilan kelompok (Forysth,2010). Kohesivitas didalam kelompok juga menunjukkan saling tertariknya atau saling senangnya anggota satu dengan yang lain dalam kelompok, dengan kata lain kohesivitas akan dapat mempengaruhi saling hubungan atau interaksi anggota dalam kelompok bersangkutan (Walgito, 2007). Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang sangat berarti bagi kelangsungan seluruh kegiatan mahasiswa di Fakultas Pendidikan Psikologi dan di harapkan pula bisa memberikan dampak positif bagi anggota yang tergabung didalamnya. Akan tetapi sekarang berdasarkan pengamatan dan wawancara, fenomena kohesivitas kelompok di dalam Badan Eksekutif Mahasiswa selama tahun 2012 hingga 2014 mulai beragam, salah satunya adalah banyaknya anggota yang keluar sebelum akhir kepengurusan, hal ini mengindikasikan tidak adanya kohesivitas kelompok di dalam organisasi. Fenomena kohesivitas kelompok tersebut sangat terasa pengaruhnya di kepengurusan tahun 2015, hal ini ditunjukkan berdasarkan wawancara dari pimpinan terpilih Badan Eksekutif Mahasiswa yang mengaku kesulitan dalam mencari anggota, sehingga menyebabkan pimpinan organisasi kerap kali mengajak beberapa mahasiswa secara personal untuk bergabung ke dalam organisasi. Dengan cara ini seakan menimbulkan kesan bahwa anggota yang tergabung di kepengurusan sekarang tidak memiliki ketertarikan,sehingga hal ini bisa saja mempengaruhi kohesivitas kelompok didalam Badan Eksekutif Mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kohesivitas kelompok pada Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Metode pengumpul data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara dan observasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan member check. Subjek pada penelitian adalah anggota aktif Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi sejumlah enam orang yang mewakili enam divisi yang ada di Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Hasil dari penelitian dapat diketahui bahwa dari penelitian ini menunjukkan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi memiliki kohesivitas kelompok yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari kerjasama dalam menyelesaikan masalah, proses pengambilan keputusan,aktivitas lain diluar organisasi,dan antusiasme anggota dalam setiap kegiatan kelompok. Sehingga diharapkan bagi anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi yang sekarang diharapkan mempertahankan upaya – upaya positif sehingga dapat mempertahankan kohesivitas kelompok didalam Badan Eksekutif Mahasiswa
AKTUALISASI DIRI PEREMPUAN DALAM BUDAYA ARAB
ABSTRAK Tsabati, Hanifah. 2015. Aktualisasi Diri Perempuan dalam Budaya Arab. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi, M.Psi, (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci: Budaya Arab, Perempuan etnis Arab, Aktualisasi Diri Salah satu etnis yang terdapat di Indonesia adalah golongan etnis Arab. Sedikit banyak budaya Arab mengadopsi ajaran-ajaran agama Islam dalam menerapkan nilai-nilai di dalamnya. Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan untuk mendapatkan kehidupan yang sama baiknya sesuai dengan pekerjaannya masing-masing. Fakta saat ini mengatakan bahwa perempuan juga berkiprah untuk memaksimalkan potensi diri serta mengaktualisasikan diri sesuai dengan peran yang dijalankan tiap masing-masing perempuan itu sendiri.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui aktualisasi diri perempuan yang telah bercerai dalam budaya Arab khususnya budaya Arab Syeikh.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi sumber. Proses analisis data menggunakan prosedur umum analisis tematik.Berdasarkan hasil analisis tersebut, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, perempuan etnis Arab golongan Syeikh tidak membatasi diri untuk mengaktualisasikan diri, baik ketika mereka berperan menjadi seorang istri dan ibu. Peristiwa perceraian dianggap sebagai pengalaman yang harus dihadapi, serta tidak menghentikan keinginan mereka untuk meningkatkan potensi dalam diri.Kedua, aktualisasi diri perempuan etnis Arab golongan Syeikh mengarah pada rentangan tingkah laku dengan motivasi psikologis untuk menjadi diri sendiri dan memperkuat identitas diri dalam komunitas Arab Syeikh. Selain itu, mereka aktif berperan untuk menjadi bermanfaat, menyadari banyak kekurangan dalam diri, serta adanya tantangan dalam hidup untuk memenuhi keinginan dari anak-anak mereka. Ketiga, sejak awal pernikahan hingga proses membangun rumah tangga, perempuan etnis Arab golongan Syeikh telah menjalankan peran ganda yaitu menjadi ibu untuk anak-anak serta ikut memenuhi kebutuhan rumah-tangga
Hubungan Antara Kematangan Emosi dengan Penyesuaian Diri pada Mahasiswa Psikologi Angkatan 2014 Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Elysabeth, Dian. 2015. Hubungan Antara Kematangan Emosi dengan Penyesuaian Diri pada Mahasiswa Psikologi Angkatan 2014 Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang; Pembimbing (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si (II) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: kematangan emosi, penyesuaian diri, dan mahasiswa psikologi. Mahasiswa baru merupakan status yang disandang oleh mahasiswa di tahun pertama perkuliahan. Kenyataan saat ini, masih banyak masalah yang disebabkan karena penyesuaian diri pada mahasiswa tahun pertama sehingga dapat merugikan diri sendiri dan orang lain disekitarnya. Penyesuaian diri adalah kemampuan individu untuk menanggulangi kebutuhan dalam diri, untuk mengatasi ketegangan, dan konflik yang bertujuan untuk mengubah perilaku individu agar lebih sesuai antara diri dengan lingkungan,yang berlangsung terus-menerus karena keadaan hidup selalu mengalami perubahan. Kematangan emosi adalah kemampuan individu untuk mengendalikan emosi dalam kehidupan sehari -hari. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui gambaran mengenai kematangan emosi mahasiswa psikologi angkatan 2014 Universitas Negeri Malang, (2) untuk mengetahui gambaran mengenai penyesuaian diri mahasiswa psikologi angkatan 2014 Universitas Negeri Malang, (3) untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dengan penyesuaian diri mahasiswa psikologi angkatan 2014 Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan korelasional. Subyek penelitian adalah 125 mahasiswa psikologi angkatan 2014 Universitas Negeri Malang. Pengambilan data penelitian menggunakan skala kematangan emosi dan skala penyesuaian diri. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan presentase, dan dianalisis korelasi menggunakan teknik analisis parsial dengan bantuan SPSS 17.0 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebih banyak mahasiswa psikologi angkatan 2014 Universitas Negeri Malang, (1) memiliki kematangan emosi rendah, (2) memiliki penyesuaian diri rendah, (3) ada hubungan yang positif antara kematangan emosi dengan penyesuaian diri dengan nilai r = 0,766 dan p = 0,000 < 0,05. Saran yang diberikan adalah (1) Mahasiswa psikologi dapat memanfaatkan kegiatan-kegiatan seperti ospek, seminar dan mengikuti organisasi sebagai sarana menambah pengalaman baru yang diharapkan mampu meningkatkan kematangan emosi dan penyesuaian diri mahasiswa, (2) Psikolog sosial dapat memberikan seminar yang berhubungan dengan kematangan emosi dan penyesuaian diri mahasiswa, (3) Perguruan Tinggi diharapkan memperbanyak kegiatan sosial bagi mahasiswa seperti ospek, kegiatan di fakultas dan seminar, (4) Peneliti selanjutnya diharapkan lebih mencermati faktor- faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri seperti kondisi fisik, pengalaman, budaya, dan menambah subjek dalam cakupan lebih luas
MODEL MANAGEMENT STRES PEMIMPIN ORGANISASI MAHASISWA FAKULTAS DAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Qolby, Candra Atub. 2015. Model Management Stres Pemimpin Organisasi Mahasiswa Fakultas dan Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing : (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi, M.Si (II) Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci : model management stres, pemimpin organisasi mahasiswa fakultas, unit kegiatan mahasiswa, universitas negeri malang. Pemimpin organisasi mahasiswa menjadi pusat perhatian dan menjadi ujung tombak berfungsinya sebuah organisasi mahasiswa. Tugas dari pemimpin ormawa yaitu mengontrol, memberikan wewenang dan tugas serta memberikan keputusan dari setiap masalah yang sedang diselesaikan. Masalah yang timbul sering mengakibatkan stres pada pemimpin ormawa, tidak terkecuali pemimpin ormawa di Universitas Negeri Malang. Management stres menjadi cara untuk mengurangi stres yang dihadapi oleh pemimpin ormawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model-model management stres pemimpin organisasi mahasiswa fakultas dan unit kegiatan mahasiswa di universitas negeri malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus, subjek penelitian berjumlah 3 (tiga) orang dengan kriteria (1) Subjek pernah atau sedang menjabat sebagai pemimpin ormawa fakultas di Universitas Negeri Malang, (2) Subjek pernah memiliki program kerja lebih dari 3 yang memiliki skala besar, (3) Bersedia menjadi subjek penelitian. Penggalian data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, observasi dan catatan lapangan. Pengecekan keabsahan data menggunakan Re-check Significant Other, Triangulasi dan Bahan Referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Management Stres dengan cara menghindar menjadi cara untuk menekan stres yang sering dilakukan.. Pengalaman masa lalu yaitu hubungan anak dengan orang tua dengan intensitas komunikasi yang masih kurang serta hubungan dengan lawan jenis yang masih terbawa sampai sekarang menjadi salah satu sumber stres yang mempengaruhi kinerja dari pemimpin ormawa. Minat sosial menjadi faktor yang paling mempengaruhi pemimpin ormawa untuk memilih bagaimana untuk menekan stres, semakin tinggi minat sosial semakin memiliki rasa empati yang tinggi bagi pemimpin ormawa, semakin rendah minat sosial semakin tinggi superiority yang dimiliki pemimpin ormawa. Minat sosial juga mempengaruhi bagaimana cara pemimpin ormawa untuk memimpin serta memilih suatu tujuan. Hasil penelitian menunjukan saran kepada penelitian sejenis untuk lebih memahami dan mencemati karakteristik dari subjek dan memperdalam teori untuk analisis data
Hubungan antara motivasi berprestasi dengan fear of success pada wanita bekerja di PT Mitra Gastri
ABSTRAK Farida, Febriana. 2015. Hubungan Antara Motivasi Beprestasi Dengan Fear of Success pada Wanita Bekerja Di PT Mitra Gastri. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si., (II) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: motivasi berprestasi, fear of success, wanita bekerja Bekerja bagi manusia sudah menjadi suatu kebutuhan, baik bagi pria maupun bagi wanita. Seiring dengan terbukanya kesempatan bagi wanita untuk mengembangkan diri, akan tetapi tidak sedikit wanita yang mengalami hambatan dalam mengaktualisasi potensi diri mereka. Norma sosial yang ditanamkan pada wanita adalah untuk tampil feminin, yaitu patuh, mengabdi, pasif, mengurus rumah tangga, dan bergantung pada orang lain. Hal ini akan menimbulkan konflik bagi wanita untuk memenuhi motivasi berprestasinya dengan mengejar karir dan memperoleh kesuksesan namun di sisi lain kesuksesan tersebut akan membawa dampak yang kurang baik bagi dirinya antara lain kehilangan feminitas, kehilangan penghargaan sosial dan penolakan sosial. Konflik tersebut akan menyebabkan wanita mengalami ketakutan akan kesuksesan. Oleh karena itulah peneliti ingin mengetahui apakah ada hubungan yang antara motivasi berprestasi dengan fear of success pada wanita bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi berprestasi wanita bekerja, mengetahui fear of success wanita bekerja, dan mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dengan fear of success pada wanita bekerja. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasional dengan subjek sebanyak 35 wanita bekerja di PT Mitra Gastri. Data penelitian yang berupa angka dalam penelitian ini diperoleh melalui skala motivasi berprestasi dan skala fear of success kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasional dengan menggunakan product moment. Hasil penelitian ini adalah: (1) Motivasi berprestasi wanita bekerja umumnya berada dalam klasifikasi tinggi sebesar 60%. (2) fear of success wanita bekerja umumnya berada dalam klasifikasi tinggi sebesar 54,3%. (3) Ada hubungan positif antara motivasi berprestasi dengan fear of success wanita bekerja sebesar 0,480 Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini, bagi wanita bekerja diharapkan dapat menjalin komunikasi yang baik dengan keluarga dan sering merundingkan kepada suami serta anak mengenai pekerjaannya di luar rumah. Bagi perusahaan diharapkan dapat memberi masukan dan arahan berupa workshop atau sosialisasi sebelum mereka naik ke jabatan yang lebih tinggi. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk dapat memberikan variasi yang lebih komplek mengenai apa saja faktor yang dapat mempengerahui fear of succes pada wanita bekerja
Hubungan antara Kemampuan Komunikasi Interpersonal dengan Konflik dalam Berpacaran pada Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malantg
ABSTRAK Nugrahani, Rizka Fibria. 2015. Hubungan Antara Kemampuan Komunikasi Interpersonal Dengan Konflik Dalam Berpacaran Pada Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si (II) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi Kata kunci: kemampuan komunikasi interpersonal, konflik dalam berpacaran Setiap saat dimana terdapat dua orang atau dua kelompok yang akan mengambil keputusan mempunyai potensi untuk menimbulkan suatu konflik. Kemampuan komunikasi yang buruk memainkan peranan penting dalam terputusnya hubungan. Ketika pasangan menghindari diri dari membahas masalah-masalah sensitif dengan harapan menghindari perdebatan, hal ini dapat membangun kebencian dalam hubungan antar individu.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) deskripsi kemampuan komunikasi interpersonal pada mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang, (2) deskripsi konflik dalam berpacaran pada mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang, dan (3) melihat apakah ada hubungan antara komunikasi interpersonal dengan konflik dalam berpacaran pada mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang dengan karakteristik tertentu. Sampel penelitian berjumlah 58 mahasiswa yang diperoleh dari teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kemampuan komunikasi interpersonal sebanyak 31 aitem dengan reliabilitas 0,894 dan skala konflik dalam berpacaran sebanyak 41 aitem memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,939. Hasil penelitian menunjukkan (1) tingkat kemampuan komunikasi interpersonal mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang termasuk kategori tinggi, (2) tingkat konflik dalam berpacaran mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang secara umum dalam kategori rendah, dan (3) Ada hubungan negatif yang signifikan antara kemampuan komunikasi interpersonal dan konflik dalam berpacaraan pada mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Malang dengan tingkat koefisien korelasi sebesar rxy=-0,424 dan
Perbedaan Gaya Beragama pada Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang Beragama Islam dan Beragama Kristen Protestan
ABSTRAK Islam, Azizah Fajar, 2015. Perbedaan Gaya Beragama pada Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang Beragama Islam dan Beragama Kristen Protestan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si. (2) Gamma Rahmita U.H, M.Psi. Kata kunci : gaya beragama, Islam, Kristen Lingkungan memiliki peran penting dalam membentuk sebuah sikap. Pada lingkungan konflik, individu dan kelompok cenderung memiliki sikap yang intoleran dan cenderung ekslusif. Pengalaman yang dimiliki atas peristiwa-peristiwa yang dialami memunculkan sebuah perpektif. Perspektif ini akan mempengaruhi sikap orang terhadap sesuatu sehingga membuat pola. Dalam sikap keberagamaan terdapat tiga gaya beragama yang terdiri dari TTT (teaching, truth of the text), FTR (fairness, tolerance, rational), Xenos (Xenoshophia). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan menggunakan penelitian deskriptif komparatif. Seratus orang mahasiswa Universitas Negeri Malang menjadi subjek dalam penelitian ini. Lima puluh merupakan kelompok mahasiswa yang beragama Islam dan lima puluh yang lain adalah mahasiswa yang beragama Kristen Protestan. gaya beragama diukur dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan dari Religious Schema Scale (RSS) (reliabilitas = 0,683). Penelitian ini menujukkan bahwa 60% kelompok mahasiswa beragama Islam memiliki gaya TTT, 58% memiliki gaya FTR dan 52% memiliki gaya Xenos. Pada kelompok mahasiswa beragama Kristen Protestan 56% memiliki gaya beragama TTT yang tinggi, 70% memiliki gaya beragama FTR yang rendah dan 54% memiliki gaya beragama Xenosyang tinggi.Dalam Uji komparatif, uji homogenitas tidak terpenuhi sehingga uji hipotesis menggunakan analisis statistika nonparametrik dan hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan gaya beragama yang dimiliki oleh kelompok responden mahasiswa yang beragama Islam dan beragama Kristen Protestan di Universitas Negeri Malang. Kerukunan yang telah terbangun perlu dijaga sehingga tidak menimbulkan sebuah konflik yang akan berakibat pada munculnya rasa intoleransi dan eksklusifitas pada diri individu dan kelompok. Terbangunnya sikap toleransi menjadi modal dalam menghargai dan hidup sejahtera secara berdampingan dengan berbagai perbedaan. Sehingga peran penting tidak hanya pada penganut beragama saja, tetapi juga pada para pemangku kebijakan untuk dapat membuat kebijakan yang dapat memilihara kerukunan dan kesejahteraan