Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    Hubungan Komunikasi Antarpribadi dengan Kepuasan Pernikahan.

    No full text
    ABSTRAK   Apriliyani, Lilik. 2015. Hubungan Komunikasi Antarpribadi dengan Kepuasan Pernikahan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si., (II) Ike Dwiastuti, S.Psi, M.Psi.   Kata Kunci: komunikasi antarpribadi, kepuasan pernikahan   Tujuan dari suatu pernikahan hakikatnya adalah untuk mencapai suatu kebahagiaan. Kebahagiaan tersebut dapat tercapai apabila dalam pernikahan terdapat kepuasan pernikahan. Salah satu yang masalah yang mempengaruhi kepuasan pernikahan adalah bagaimana kemampuan kedua belah pihak yaitu suami dan istri dalam berkomunikasi antarpribadi. Kualifikasi untuk melakukan komunikasi antarpribadi yang baik yaitu terdiri dari kriteria-kriteria terbuka, empati, dukungan, positif dan kesamaan. Sedangkan kualifikasi untuk memperoleh kepuasan pernikahan adalah sejauh mana kebutuhan material, seksual, dan psikologis terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi antarpribadi dengan kepuasan pernikahan di Kecamatan Klojen, Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan termasuk jenis penelitian deskriptif dan korelasional. Subjek penelitian adalah pasangan suami istri dengan usia pernikahan 5-10 tahun di Kecamatan Klojen Kota Malang. Penentuan sampel penelitian menggunakan teknik area sampling dan terpilih Kelurahan Gading Kasri dan Kelurahan Kasin sebagai lokasi penelitian di Kecamatan Klojen, dengan jumlah sampel 100 orang. Instrumen yang digunakan berupa skala komunikasi antarpribadi dengan 28 antem valid dan reliabilitas sebesar 0,872. Sedangkan skala kepuasan pernikahandengan 36 aitem valid dan reliabilitas sebesar 0,889. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis, dalam penelitian ini dihasilkan tiga kesimpulan yaitu (1) sebagian besar komunikasi antarpribadi pada pernikahan usia 5-10 tahun di Kecamatan Klojen berada pada kategori rendah yaitu sebanyak 53% (2) sebagian besar kepuasan pernikahan pada pernikahan usia 5-10 tahun di Kecamatan Klojen berada pada kategori rendah yaitu sebanyak 58% (3) terdapat hubungan positif antara komunikasi antarpribadi dengan kepuasan pernikahan (rxy = 0,705, sig 0,000 < 0,05). Berdasarkan penelitian ini, disarankan kepada ilmuwan psikologi untuk melakukan evaluasi terhadap konsep kepuasan pernikahan karena terdapat unsur budaya yang ikut mempengaruhi seperti hubungan dengan keluarga besar. Kepada suami dan istri dengan usia pernikahan 5-10 tahun untuk dapat meningkatkan kemampuan komunikasi antarpribadi dikarenakan penting untuk mencapai kepuasan pernikahan. Kemuadian, bagi peneliti selanjutnya yang tertarik dengan tema ini, disarankan untuk menambahkan variabel lain seperti hubungan dengan mertua, kehadiran anak dalam pernikahan, keyakinan beragama, latar belakang keluarga, usia saat menikah, karakter kepribadian dan mencari perbedaan kepuasan pernikahan yang dirasakan oleh suami dan istri

    Hubungan antara Harga Diri dan Dukungan Sosial dengan Aktualisasi Diri pada Guru SD Inklusi Gugus IV Lowokwaru Malang

    No full text
    ABSTRAK   Negara, Chris Ayu. 2015. Hubungan antara Harga Diri dan Dukungan Sosial dengan Aktualisasi Diri pada Guru SD Inklusi Gugus IV Lowokwaru Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang; Pembimbing (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi, M.Psi. Kata kunci: harga diri, dukungan sosial, aktualisasi diri, dan guru inklusi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui gambaran mengenai harga diri guru SD inklusi gugus IV Lowokwaru Malang, (2) untuk mengetahui gambaran mengenai dukungan sosial guru SD inklusi gugus IV Lowokwaru Malang, (3) untuk mengetahui gambaran mengenai aktualisasi diri guru SD inklusi gugus IV Lowokwaru Malang, (4) untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan aktualisasi diri guru SD inklusi gugus IV Lowokwaru Malang, (5) untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan aktualisasi diri guru SD inklusi gugus IV Lowokwaru Malang, (6) untuk mengetahui hubungan antara harga diri dan dukungan sosial dengan aktualisasi guru SD inklusi gugus IV Lowokwaru Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan populatif deskriptif korelasional. Subjek penelitian adalah 75 guru di SD inklusi gugus IV Lowokwaru Malang. Pengambilan data penelitian menggunakan skala harga diri, skala dukungan sosial, dan skala aktualisasi diri. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan skor z, dan dianalisis korelasi menggunakan teknik analisis parsial dengan bantuan SPSS 17.0 for Windows dan korelasi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebih banyak guru SD inklusi gugus IV Lowokwaru Malang, (1) memiliki harga diri tinggi, (2) memiliki dukungan sosial tinggi, (3) memiliki aktualisasi diri tinggi, (4) ada hubungan yang positif antara harga diri dengan aktualisasi diri dengan nilai r = 0,455 dan p = 0,000 3,12. Saran yang dapat diberikan adalah (1) Dinas Pendidikan dapat mengadakan pelatihan yang berhubungan dengan kelas inklusi dan anak berkebutuhan khusus serta membentuk komunitas guru inklusi, (2) Sekolah dapat menyediakan sarana prasarana yang mendukung kelas inklusi serta dapat memberikan penghargaan pada guru yang membuat inovasi mengenai kelas inklusi, (3) Guru dapat mengikuti kegiatan diluar sekolah yang mendukung kelas inklusi dan dapat bekerjasama dengan guru pendamping khusus, (4) Peneliti selanjutnya diharapkan untuk menambahkan variabel bebas lain seperti kepercayaan diri dan konsep diri yang berpengaruh pada aktualisasi diri

    Hubungan Konflik Interpersonal dengan Kinerja karyawan yang Memiliki Jabatan Setara di PT Perkebunan Nusantara XII Wonosari

    No full text
    ABSTRAK   Janarko, Mohammad Dwi. 2015. Hubungan Konflik Interpersonal dengan Kinerja Karyawan yang Memiliki Jabatan Setara di PT Perkebunan Nusantara XII Wonosari. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si, (II) Pravissi Shanti, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci : konflik interpersonal dan kinerja karyawan. Kinerja merupakan hal yang sangat penting dalam pencapaian tujuan sebuah perusahaan. Salah satu yang mempengaruhi kinerja adalah konflik interpersonal. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui gambaran mengenai konflik interpersonal karyawan yang memiliki jabatan setara, (2) untuk mengetahui gambaran mengenai kinerja karyawan yang memiliki jabatan setara, (3)untuk mengetahui hubungan konflik interpersonal dengan kinerja karyawan yang memiliki jabatan setara. Kinerja adalah proses pekerjaan dan hasil kerja karyawan dalam suatu perusahaan dengan periode waktu tertentu. Konflik interpersonal adalah ketidaksesuaian antara dua individu dalam suatu perusahaan atau organisasi yang timbul karena kedua belah pihak mempunyai status, tujuan, nilai-nilai, dan persepsi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan korelasional. Subjek peneliti menggunakan teknik purpossive sampling yaitu sebesar 42 karyawan di PT Perkebunan Nusantara XII yang memiliki jabatan setara dengan rekan sekerja. Pengambilan data penelitian menggunakan skala konflik interpersonal dan skala kinerja. Analisis data secara deskriptif menggunakan prosentase, analisis korelasi menggunakan teknik analisis korelasi product moment dengan bantuan software SPSS 17.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan PT Perkebunan Nusantara XII, (1) lebih banyak memiliki konflik interpersonal yang rendah (2) lebih banyak memiliki kinerja yang tinggi (3) ada hubungan negatif antara konflik interpersonal dengan kinerja karyawan sebesar -0,603 dengan nilai signifikan p = 0,00

    Perbedaan Postpartum Depression pada Ibu yang Baru Pertama Kali Melahirkan (Primipara) dan Ibu yang Sudah Pernah Melahirkan Sebelumnya (Multipara)

    No full text
    ABSTRAK Maretia, Indi Ayu. 2015. Perbedaan Postpartum Depression (PPD) pada Ibu yang Baru Pertama Kali Melahirkan (Primipara) dan Ibu yang Sudah Pernah Melahirkan Sebelumnya (Multipara) di Jombang)–Studi di RSUD Jombang dan Griya Bidan Ny. Farochah Jombang, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si, (2) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: postpartum depression, primipara, multipara Postpartum Depression (PPD) adalah suatu depresi yang kebanyakan terjadi pada wanita setelah melahirkan dengan munculnya gangguan emosi yakni mudah marah, mudah cemas, mudah frustasi, mudah putus asa yang hal tersebut terjadi selama berminggu-minggu bahkan bulan dan muncul rata-rata satu minggu setelah melahirkan, dan depresi ini dapat diukur dengan menggunakan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan PPD ibu primipara dan ibu multipara.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif komparatif, dimana peneliti mendeskripsikan dan membandingkan dua kelompok sampel.  Teknik sampling yang digunakan adalah purpossive sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Skala Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif untuk mendeskripsikan tingkat PPD pada ibu primipara dan ibu multipara dan independent sample t-test sebagai teknik uji hipotesis.Penelitian dilakukan pada 58 ibu postpartum di RSUD Jombang dan Griya Bidan Ny.Farochah Jombang, ibu primipara 29 orang (50%) dan 29 orang ibu multipara  (50%). Dalam penelitian ini ditemukan bahwa: (1) Dari 29 orang ibu primipara ada sebanyak 20 orang (69%) yang mengalami PPD, dan sebanyak 11 orang (37,9%)  dari 29 orang ibu multipara  mengalami PPD. (2) Signifikansi dari uji hipotesis menunjukkan angka 0,011 yang berarti kurang  dari 0,05. Berdasarkan penemuan tersebut dapat disimpulkan bahwa lebih banyak ibu primipara yang mengalami PPD daripada ibu multipara, dan terdapat perbedaan  PPD pada ibu primipara dan ibu multipara. Berdasarkan hal tersebut disarankan kepada ibu primipara agar lebih maksimal dalam mempersiapkan kelahiran. Bagi ibu multipara agar lebih memperkaya wawasan berkenaan dengan seluk beluk pasca-salin. Untuk penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitian yang lebih luas dan mendalam pada kajian PPD dengan aspek penelitian yang lebih beragam

    INTERAKSI SOSIAL PADA PENGANUT ISLAM FUNDAMENTAL DI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Nugroho, Kasropin. 2015. Interaksi Sosial pada Penganut Islam Fundamental di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi, M.Psi , (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi   Kata Kunci : interaksi sosial, penganut Islam fundamental   Interaksi sosial adalah hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok yang paling tidak harus memenuhi syarat adanya kontak sosial dan komunikasi. Interaksi sosial menjadi hal penting bagi setiap orang, termasuk penganut Islam fundamental yang secara definitif merupakan seseorang yang bergabung dengan organisasi yang menginginkan hukum Islam ditegakkan secara sosial politik atau menyeluruh. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian fenomenologis dan analisis yang bersifat deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada dua organisasi yaitu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Gerakan Tarbiyah. Subjek penelitian pertama dan kedua berasal dari HTI, sebagai Ketua dan anggota. Subjek penelitian ketiga adalah anggota Gerakan Tarbiyah. Hasil penelitian ini yaitu, kontak sosial subjek pertama dan kedua adalah kontak sosial primer dan bersifat positif. Pada subjek ketiga, cenderung tidak memunculkan kontak sosial. Pada aspek komunikasi subjek pertama memiliki komunikasi yang intensif, sedangkan pada subjek kedua memiliki komunikasi yang terbatas. Pada subjek ketiga cenderung tidak memunculkan komunikasi. Interaksi sosial subjek satu dan subjek dua adalah interaksi sosial asosiatif berupa kerja sama dengan bentuk kerukunan atau gotong royong yang pada tataran sebagai ketua dan anggota organisasi, subjek satu menjalankan norma marhalah tafa’ul ma’a al-ummah dan marhalah at-tasqif, dan subjek dua menjalankan norma marhalah at-tasqif.  Pada subjek tiga, interaksi sosial yang muncul adalah interaksi sosial disosiatif dengan bentuk kontravensi yang pada tataran sebagai anggota Gerakan Tarbiyah menjalankan norma islah an-nafs. Saran dari hasil penelitian ini, bagi pemerintah kota Malang sekiranya membuat kegiatan-kegiatan yang dapat melekatkan hubungan antar kelompok agama dan masyarakat diluar kelompok agama. Pemerintah kota Malang menjadi fasilitator untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut. Kegiatan dapat berupa mengadakan kegiatan keagamaan seperti buka puasa bersama, diskusi keagamaan, diskusi kenegaraan, dan bersih desa. Kemudian saran kepada peneliti lain agar dapat mengembangkan penelitian terpaut interaksi sosial pada anggota organisasi Islam fundamental yang lain.                     ABSTRACT   Nugroho, Kasropin. 2015. Social Interaction of Islamic Fundamental Adherents in Malang.  Thesis, Psychology Department, Faculty of Psychological Education, State University of Malang. Advisor (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi, M.Psi , (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi   Keywords : social interaction, Islamic fundamental adherents   Social interaction is a relationship between individuals, individuals and groups, or groups with most groups do not have to qualify for social contact and communication. Social interaction becomes important for everyone, including followers of Islamic fundamental definitively be someone who join an organization that wants Islamic law enforced sociopolitical or thorough. This study is a qualitative research with phenomenological approach to research and analysis that is descriptive. This research was conducted in two organizations Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) and the Tarbiyah Movement (Gerakan Tarbiyah). The first and second research subjects came from HTI, as Chairman and member. The third research subject is a member of the Tarbiyah Movement (Gerakan Tarbiyah). The result of this study, social contact the first and second subject are primary social contacts and positive. In the third subject, tends to not bring up social contacts. In the communication aspect, the first subject has an intensive communication, while the second subject has limited communication. The third subject tend not bring communication. Social interaction of the first and second  research subjects are social interactions associative form of cooperation with a form of harmony or mutual assistance at the level as the chairman and members of the organization, the subject of one run norm marhalah tafa’ul ma’a al-ummah and marhalah at-tasqif, and the second  research subjects runs norm marhalah at-tasqif. On the The third research subject, the social interaction is dissociative with a form of social interaction at the level of contravention,  that as members of the Tarbiyah Movement (Gerakan Tarbiyah) runs norm islah an-nafs. The suggestions from this study, for Malang government if it were to make activities that can embed the relationship between religious groups and religious groups outside the community. Malang government as facilitator for the implementation of these activities. The activities such as fasting together, religious discussion, the discussion state, and clean village. Then advice to other researchers in order to develop social interaction adrift research on members of other Islamic fundamental organizations

    Hubungan Kecerdasan Emosi, Efikasi Diri, dan Strategi Coping Stress Pada Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Ikatan Keluarga Katolik Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Setyawati, Gresia. 2015.  Hubungan kecerdasan emosi, efikasi diri, dan strategi coping stress pada anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Ikatan Keluarga Katolik Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Si   Kata kunci : kecerdasan emosi, efikasi diri, coping stress, anggota Unit Kegiatan Mahasiswa.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi, efikasi diri, dan strategi coping stress pada anggota Unit Kegiatan Mahasiswa Ikatan Keluarga Katolik Universitas Negeri Malang. Kecerdasan emosi adalah kemampuan seseorang untuk memahami serta mengatur suasana hati agar mampu berfikir secara rasional, mampu menampilkan beberapa kecakapan, baik kecakapan pribadi maupun kecakapan antar pribadi. Efikasi diri adalah keyakinan atau kepercayaan individu mengenai kemampuan dirinya untuk untuk mengorganisasi, melakukan suatu tugas, mencapai suatu tujuan, menghasilkan sesuatu dan mengimplementasi tindakan untuk menampilkan kecakapan tertentu. Coping stress adalah upaya seseorang baik secara mental dan perilaku untuk dapat mengelola, menguasai, mentoleransi, meminimalkan situasi yang penuh dengan tekanan. Kemampuan mengenali emosi serta keyakinan akan diri pribadi pada anggota UKM akan membantu mahasiswa untuk lebih mengetahui cara yang positif dalam menghadapi tekanan-tekanan yang ada. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dan analisis korelasi yang dibahas per jenis coping stress. Sampel yang di ambil adalah anggota UKM Ikatan Keluarga Katolik Universitas Negeri Malang sebanyak 100 orang dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini memiliki variabel strategi coping stress yang terdiri dari problem focused coping dan emotion focused coping lalu variabel berikutnya kecerdasan emosi serta efikasi diri. Intrumen yang digunakan adalah skala kecerdasan emosi (α=0,824) dengan 38 aitem, skala efikasi diri (α=0,720) degan 29 aitem dan skala strategi coping stress (α=0,628) dengan 34 aitem. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dan strategi coping stress baik problem focused coping α=0,000 (2) Ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dan strategi coping stress emotion focused coping α=0,002,  si

    Hubungan antara Followership dan Kompetensi Interpersonal dengan Komitmen Organisasi Karyawan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Cabang Malang

    No full text
    ABSTRAK   Rahayu, Nuur. 2015. Hubungan antara Followership dan Kompetensi Interpersonal dengan Komitmen Organisasi Karyawan PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Cabang Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si., (II) Ninik Setiyowati, S. Psi, M. Psi.   Kata Kunci: followership, kompetensi interpersonal, komitmen organisasi, PT. Sumber Alfaria TrijayaTbk, Cabang Malang.   Penelitian ini didasari oleh adanya fakta-fakta yang ditemukan di lapangan yaitu hamper setiap hari ada karyawan yang mengajukan pengunduran diri, kurang adanya perhatian karyawan terhadap permasalahan perusahaan, dan masih ada karyawan yang memiliki hubungan kurang harmonis dengan rekan kerja maupun atasan. Padahal perusahaan ini sedang melakukan persiapan untuk menghadapi tantangan MEA dan AFTA 2015 yang membutuhkan sikap positif karyawan selama bekerja. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara followership dan kompetensi interpersonal dengan komitmen organisasi karyawanPT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Cabang Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan  kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Populasi berasal dari 286 karyawan dengan jumlah sampel 157 karyawan. Teknik sampling yang digunakan yaitu proportional stratified sampling. Menggunakan instrument penelitian skala followership dengan reliabilitas 0,896, skala kompetensi interpersonal dengan reliabilitas 0,897, dan skala komitmen organisasi dengan reliabilitas 0,868. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki followership tinggi 61,60% dan yang memiliki followership rendah 38,40%. Karyawan yang memiliki kompetensi interpersonal tinggi 61,90% dan karyawan yang memiliki kompetensi interpersonal rendah 38,10%. Karyawan yang memiliki komitmen organisasi tinggi 69,07% dan karyawan yang memiliki kompetensi interpersonal tinggi 30,93%. Terdapat hubungan positif signifikan antara followership dengan komitmen organisasi karyawan dengan angka korelasi 0,547. Terdapat hubungan positif signifikan antara kompetensi interpersonal dengan komitmen organisasi karyawan dengan angka korelasi 0,710. Terdapat hubungan positif signifikan antara followership dan kompetensi interpersonal dengan komitmen organisasi karyawan dengan angka korelasi 0,927. Karyawan diharapkan untuk berperan lebih aktif dalam menyumbangkan pemikiran-pemikiran terhadap permasalahan di perusahaan serta lebih mengakrabkan diri dengan rekan kerja. Pimpinan diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan bagi karyawan, sehingga karyawan tidak merasa begitu terbebani dengan deadline pekerjaan serta jam kerja yang padat.Selain itu juga berupaya untuk lebih meningkatkan kualitas karyawan dengan mengadakan pelatihan untuk meningkatkan followership dan kompetensi interpersonal. Peneliti selanjutnya, apabila ingin mendapatkan hasil yang lebih akurat dapat menggunakan alat ukur yang telah dikembangkan oleh para ahli serta menambah variabel selain yang digunakan peneliti sebelumnya seperti kepuasan kerja, motivasi kerja, leadership dan organizational citizenship behavior

    Pengaruh media numetri puzzle untuk meningkatkan kemampuan matematika anak tunagrahita kelas IV di Sekolah Dasar Luar Biasa Putra Jaya Malang

    No full text
    ABSTRAK   Sari, Endra Puspita. 2015. Pengaruh media numetri puzzle untuk meningkatkan kemampuan matematika anak tunagrahita kelas IV di Sekolah Dasar Luar Biasa Putra Jaya Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi FPPsi Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing (I) Dra. Sri Weni Utami M.Si, (II) Ninik Setiyowati S.Psi, M.Psi   Kata Kunci : media numetri puzzle, kemampuan matematika, anak tunagrahita kelas IV   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui media numetri puzzle dapat mempengaruhi kemampuan matematika anak tunagrahita kelas IV SDLB Putra Jaya Malang. Subjek yang digunakan sebanyak 5 siswa dari populasi seluruh siswa kelas IV. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh. alat ukur yang digunakan yaitu tes matematika dengan spesifikasi mengurutkan angka, menjumlahkan dan mengenal bangun datar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pretest-posttest design. Dimana penelitian ini hanya menggunakan satu kelompok eksperimen. Analisis instrument yang digunakan yaitu validitas isi dan uji reliabilitas aitem menggunakan Alpha Cronbach 0.68. Analisis data untuk menggambarkan perbedaan skor pretes dan posttest adalah dengan uji formula Wilcoxon Signed Rank dengan taraf signifikansi 0,05. Uji perbedaan pretest dan posstest menggunakan W= 0,042 < 0.05; Signifikan maka hipotesa diterima. Karena terdapat peningkatan skor pada hasil pretest dan posstest. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada kemampuan matematika yang dimiliki oleh anak tunagrahita kelas IV dengan menggunakan media numetri puzzle. Berdasarkan penelitian tersebut disarankan pada guru untuk menggunakan media permainan numetri puzzle ini karena cukup memberikan sumbangsih untuk belajar materi matematika. Selain itu, anak dapat menggunakannya untuk belajar operasi bilangan dan bangun datar secara lebih mandiri dan menyenangkan. Bagi peneliti selanjutnya penelitian pengaruh media numetri puzzle masih memerlukan penelitian lebih mendalam dengan menambah subjek penelitian karena jumlah subjek sangat mempengaruhi keberhasilan penelitian

    Hubungan antara Aktivitas Fisik (Physical Behavior) dan Dukungan Sosial dengan Subjective Well-being Purnawirawan PEPABRI Lawang

    No full text
    ABSTRAK   Handayani. 2015. Hubungan antara Aktivitas Fisik (Physical Behavior) dan Dukungan Sosial dengan Subjective Well-being PurnawirawanPEPABRI Lawang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci : aktivitas fisik, dukungan sosial, subjective well-being purnawirawanPEPABRI.   Penelitian ini dilaksanakan bermula dari adanya fenomena beberapa purnawirawan yang memiliki perilaku maladaptif yang mengganggu masyarakat dan menurunkan kinerja organisasi PEPABRI. Purnawirawanseharusnya memilikisubjective well-beingsehingga tidak menimbulkan perilaku tersebut. Pentingnya subjective well-being bagi lansia adalah menghindarkan dari gangguan kesehatan fisik dan mental, seperti stres, kecemasan, dan depresi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara physical behavior, dukungan sosial, dengan subjective well-being pada purnawirawanPEPABRI Lawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Populasi berjumlah 314 purnawirawan dengan jumlah sampel 79 purnawirawan.  Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling. Menggunakan tiga instrumen penelitian yakni kuisioner aktivitas fisik, skala dukungan sosial, dan skala subjective well-being.Instrumen penelitian kuisioner aktivitas fisik dengan reliabilitas 0,876, skala dukungan sosial dengan reliabilitas 0,770, dan skala subjective well-beingdengan reliabilitas 0,623. Analisis data menggunakan teknik analisis korelasi Spearman Brown  untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dan subjective well-being dengan dukungan sosial dan subjective well-being. Sedangkan untuk hubungan antara aktivitas fisik, dukungan sosial, dan subjective well-being menggunakan teknik korelasi ganda. Penelitian menunjukkan rendahnya aktivitas fisik, tingginya dukungan sosial dan subjective well-being purnawirawan. Hasilnya menunjukkan ada hubungan positif dan signifikan antara variabel aktivitas fisik (X1) dan subjective well-being (Y) dengan angka korelasi 0,377. Ada hubungan positif signifikan antara variabel dukungan sosial (X2) dengan subjective well-being (Y) dengan korelasi sebesar 0,283. Ada hubungan positif signifikan antara aktivitas fisik, dukungan sosial, dan subjective well-being dengan korelasi sebesar 0,428. Rendahnya aktivitas fisik diakibatkan oleh pengetahuan akan kesehatan dan usia yang berkisar antara 70-80 tahun sehingga memungkinkan untuk menderita gangguan secara fisik. Kebanyakan aktivitas fisik yang dilakukan bertujuan untuk mempertahankan kesehatan tubuh. Tingginya dukungan sosial dipengaruhi oleh keintiman yang terjadi antara keluarga dengan purnawirawan. Dukungan sosial tinggi nampak berasal dari keluarga dan rekan sebaya. Subjective well-being yang tinggi ditunjukkan dari kepuasan hidup terkait keyakinan positif dalam menjalani hidupnya saat ini. Meningkatkan ketiganya dapat dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat bagi purnawirawan itu sendiri meningkatkan dukungan dari pihak keluarga, dan memfasilitasi purnawirawan agar tetap sehat dari pihak PEPABRI

    Hubungan Kecemasan dengan Penyesuaian Diri Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Puspitasari, Fiolina H. Hubungan Kecemasan dengan Penyesuaian Diri Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi,   Fakultas   Pendidikan   Psikologi,   Universitas   Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Si. Kata kunci: kecemasan dan penyesuaian diri. Kecemasan  adalah  kekhawatiran  yang  tidak  jelas  sebabnya,  tanpa  ada objek yang spesifik, dialami secara subjektif dipacu oleh keidaktahuan yang didahului oleh pengalaman baru, dan dikomunikasikan dalam hubungan interpersonal.  Kecemasan  mempengaruhi  penyesuaian  diri.  Penyesuaian  diri adalah merupakan proses mental dan tingkah laku dimana individu menguasai dan mengatasi  dengan  baik  segala  tuntutan  baik  dai  dalam  diri  maupun  dari lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan analisis korelasi. Penelitian dilakukan di  Lapas Klas 1  Malang dengan sampel sebanyak 98 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah insidental sampling dengan karakteristik sampel yaitu warga binaan yang baru menghuni Lapas Klas 1 Malang dengan rentang waktu 1 hari sampai 3 bulan. Pengumpulan data menggunakan skala Beck Anxiety Inventory (BAI) dan skala penyesuaian diri menurut teori  Schneiders. Analisis data menggunakan teknik analisis  korelasional  yang digunakan  untuk  mengetahui  apakah  ada hubungan antara kecemasan dengan penyesuaian diri, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang negatif antara kecemasan dengan penyesuaian diri, dengan koefisien korelasi  sebesar – 0,560. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bila kecemasan warga binaan tinggi, maka penyesuaian dirinya rendah dan sebaliknya bila kecemasan warga binaan rendah maka penyesuaian dirinya tinggi. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengembangan skala yang lebih baik lagi pada skala kecemasan maupun skala penyesuaian diri. Serta diadakan penelitian kembali dengan memperluas populasi dan jumlah sampel agar didapatkan generalisasi yang luas serta pengukuran yang lebih akurat dan reliabel, dan diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat ditambahkan variabel lain yang sesuai.

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇