Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    Hubungan antara tipe-tipe Kepribadian Big Five dengan Empati Pegawai di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Megawati, Junita Risa. 2015. Hubungan antara tipe-tipe Kepribadian Big Five dengan Empati Pegawai di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si. (2) Gamma Rahmita U.H, M.Psi.   Kata kunci : empati, big five,  lembaga pemasyarakatan   Empati adalah kemampuan seseorang untuk memahami bagaimana perasaan orang lain, mampu memahami perspektif orang lain, menumbuhkan hubungan saling percaya dan menyelaraskan diri dengan berbagai macam orang. Kepribadian seseorang akan mempengaruhi bagaimana ia berempati kepada orang lain. Kepribadian big five adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk menggambarkan kepribadian seseorang ke dalam lima trait kepribadian, lima trait tersebut terdiri dari extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, dan openness. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan menggunakan penelitian  deskriptif korelasional. Delapan puluh tiga Pegawai Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Malang menjadi subjek dalam penelitian ini. Kepribadian diukur menggunakan Big Five Inventory (BFI) (reliabilitas = 0,844) dan empati diukur dengan menggunakan skala empati yang dibuat sendiri oleh peneliti (reliabilitas = 0,879). Sebaran data dalam penelitian ini berdistribusi normal dengan p = 0,378 untuk variabel kepribadian big five dan p = 0,430 untuk variabel empati. Kedua variabel memiliki linieritas sebesar p = 0,008. Korelasi parsial digunakan dalam melakukan analisis pada penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan, dari ke lima trait pada big five hanya satu trait yang memiliki hubungan yang positif dan signifikan, yaitu hubungan antara openness dengan empati Pegawai Lapas Klas 1 Malang dengan r= 0.213 atau  (

    Hubungan Konsep Diri dengan Persepsi Prestasi Kerja Karyawan Marketing Perusahaan Jasa Keuangan Di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Pristiayu, Mifta Mauliane. 2015. Hubungan antara Konsep Diri dengan Persepsi Prestasi Kerja Karyawan Marketing Perusahaan Jasa Keuangan di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi, M.Psi, (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi, M.Psi Kata kunci : konsep diri, persepsi prestasi kerja, marketing. Divisi marketing merupakan ujung tombak sebuah perusahaan dalam mengenalkan dan memasarkan produk-produk perusahaan. Seharusnya marketing dapat menunjukkan prestasi kerja yang baik demi kemajuan perusahaan. Faktanya 11 dari 15 karyawan marketing yang dalam masa kerjanya tidak menunjukkan prestasi kerja tinggi. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan seorang karyawan marketing terhadap dirinya sendiri termasuk kemampuan yang dimiliki, harapan dirinya, serta penerimaan dirinya terhadap kritik. Selain itu, tingginya harapan atau ekspektasi kerja tidak diimbangi dengan kemampuan yang dimiliki. Hal ini berkaitan dengan konsep diri atau gambaran penerimaan diri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan agar dapat mengetahui konsep diri dan persepsi prestasi kerja karyawan marketing serta hubungannya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Populasi sebanyak 126 karyawan marketing dari empat perusahaan jasa keuangan di Kota Malang dan jumlah sampel 80 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Incidental Sampling. Hasil try out skala konsep diri dari 90 aitem menjadi 50 aitem dengan nilai validasi rxy = -0,010 sampai 0,650, reliabilitas 0,898 dan skala persepsi prestasi kerja  dari 56 aitem menjadi 32 aitem dengan nilai validitas  -0,213 samapi 0,824, reliabilitas 0,838. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan marketing yang memiliki konsep diri positif 40% dan yang memiliki konsep diri negatif 60%. Karyawan marketing yang memiliki persepsi prestasi kerja rendah 57,5% dan yang memiliki persepsi prestasi kerja tinggi 42,5%. Terdapat hubungan signifikan positif antara konsep diri dengan persepsi prestasi kerja karyawan marketing dengan angka korelasi r  = 0,719, p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan marketing memiliki konsep diri dan persepsi prestasi kerja yang rendah. Maka karyawan marketing diharapkan untuk memiliki pengetahuan diri yang baik dan memiliki penerimaan diri yang baik pula dengan menerima kritik dan fakta diri yang ada. Karyawan juga sebaiknya menyadari kemampuan diri dan menyeimbangkannya dengan harapan diri atau ekspektasi agar mampu mencapai prestasi kerja yang diinginkan perusahaan. Selain itu untuk perusahaan jasa keuangan agar lebih memperhatikan perkembangan karyawan marketingnya serta memperhatikan proses rekrutmen, agar lebih selektif dalam memilih karyawan dengan mengadakan tes psikologi

    Hubungan Kemampuan Adversity dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 3 Sambit Ponorogo

    No full text
    ABSTRAK   Danurdara, Anindita. 2015. Hubungan Kemampuan Adversity dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 3 Sambit Ponorogo. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakutas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) : Dra. Sri Weni Utami, M.Si. (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Psi. Kata kunci : kemampuan adversity, prestasi belajar, siswa SMP.   Kemampuan adversity adalah kemampuan individu untuk bertahan dalam menghadapi segala macam kesulitan. Prestasi belajar adalah hasil usaha yang dilakukan dan menghasilkan perubahan yang dinyatakan dalam bentuk simbol untuk menunjukkan kemampuan pencapaian dalam hasil kerja dalam waktu tertentu. Individu yang memiliki adversity quotient akan memiliki ketangguhan yang lebih daripada mereka yang memiliki adversity quotient rendah. Memiliki ketangguhan akan menghasilkan respon positif dalam menghadapi proses belajar dengan bermacam tantangan, yang ditunjukkan dengan adanya sikap optimis sehingga mereka yakin dapat melewati tantangan tersebut. Rasa optimis itu akan membuat motivasi belajar mereka meningkat karena adanya keyakinan untuk menghasilkan prestasi belajar yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kemampuan adversity pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Kecamatan Sambit Ponorogo, (2) prestasi belajar pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Kecamatan Sambit Ponorogo, (3) hubungan antara kemampuan adversity dengan prestasi belajar pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Kecamatan Sambit Ponorogo. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Pengumpulan data menggunakan angket kemampuan adversity dan dokumentasi prestasi belajar siswa kelas VIII. Try out dilakukan pada 43 siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Kecamatan Sambit Ponorogo.  Validitas item untuk variabel kemampuan adversity terdiri dari 25 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,844. Prestasi belajar diukur melalui penilaian guru dalam bentuk rapot, yaitu jenis tes sumatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kecamatan Sambit, Ponorogo sebagian besar memiliki tingkat kemampuan adversity yang cukup, (2) siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kecamatan Sambit, Ponorogo sebagian besar memiliki tingkat nilai prestasi belajar yang cukup, (3) tidak ada hubungan yang signifikan antara kemampuan adversity  dengan prestasi belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kecamatan Sambit Ponorogo. Hal tersebut bisa disebabkan oleh faktor-faktor di luar kemampuan adversity, yaitu faktor intern yang bersumber pada diri siswa dan faktor ekstern yang bersumber dari luar diri siswa. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi siswa agar meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi tantangan yang dihadapi sebagai sarana untuk mengasah diri menjadi lebih baik sehingga bisa memaksimalkan prestasi belajarnya. Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, sehingga diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk dapat meneliti hubungan antara variabel lain dalam peningkatan prestasi belajar siswa, terutama inteligensi dan motivasi

    Efektivitas Penerapana Model Pembelajaran Timbal Balik Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca Pada Siswa Kelas V SDN Penanggungan Malang

    No full text
    ABSTRAK   Ari, Dewi Agil Susilo. 2015. Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Timbal Balik Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca Pada Siswa Kelas V SDN Penanggungan Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Diyah Sulistiyorini, S.Psi, M.Psi. (2) Diantini Ida Viatrie, S.Psi, M.Psi.   Kata Kunci: pembelajaran timbal balik, kemampuan pemahaman membaca, siswa kelas Pemahaman membaca adalah pemahaman arti atau maksud dalam suatu bacaan melalui tulisan. Melalui pemahaman membaca siswa akan lebih mudah mengaitkan pengetahuan yang dimiliki dengan informasi yang baru didapatkan dan siswa mampu menjawab pertanyaan terkait dengan tugas yang terdapat dalam bacaan. Kenyataannya, masih banyak siswa belum bisa melakukan pemahaman membaca pada bacaan dengan baik, khususnya siswa kelas lima sekolah dasar. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan pemberian pembelajaran yang sesuai. Salah satu pembelajaran yang memberikan tugas berupa teks bacaan untuk memfokuskan pada kemampuan membaca siswa adalah Pembelajaran Timbal Balik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model Pembelajaran Timbal Balik untuk meningkatkan kemampuan pemahaman membaca siswa kelas lima SDN Penanggungan Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimental. Desain  penelitian yang digunakan adalah desain dua kelompok “ Non- Equivalent Control Group Design”. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data menggunakan tes pemahaman membaca yang dikembangkan oleh peneliti. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 52 siswa, dengan pembagian 26 siswa adalah kelompok kontrol dan 26 siswa adalah kelompok eksperimen. Analisis instrumen yang digunakan adalah uji validitas point biserial, dan uji reliabilitas Alpha Cronbanch. Analisis data untuk menggambarkan perbedaan skor antara kedua kelompok menggunakan statistik non parametrik uji formula Mann Whitney dengan taraf signifikansi 0,05. Uji efektivitas menggunakan teknik U Mann Whitney diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa Pembelajaran Timbal Balik efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman membaca Pada Siswa Kelas V SDN Penanggungan Malang. Terdapat peningkatan pemahaman membaca siswa pada kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan pembelajaran timbal balik dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan pembelajaran timbal balik.  Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah: (1) Bagi siswa: diharapkan siswa pemahaman membacanya masih rendah, bisa menerapkan pembelajaran timbal balik untuk mempermudah melakukan pemahaman membaca. (2) Bagi sekolah: diharapkan dapat menggunakan model pembelajaran timbal balik sebagai metode dalam meningkatkan pemahaman membaca siswa. (3) Bagi peneliti selanjutnya: diharapkan dapat memperhatikan faktor yang mempengaruhi pemahaman membaca siswa, cara menentukan sampel dan desain penelitian

    Hubungan Agresi di Tempat Kerja dengan Kepuasan Kerja pada Pegawai PT.EB di Tangerang Banten

    No full text
    ABSTRAK   Putri, Yuanita. A. 2015. Hubungan Antara Agresi di tempat Kerja dengan     Kepuasan Kerja  Pada Pegawai PT. EB  Tangerang Banten. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Tutut Chusniyah, M.si., (2) Farah Farida, S.Psi.,M.Psi. Kata kunci : agresi ditempat kerja, workplace aggression, kepuasan kerja, job satisfaction.   Kepuasan kerja atau job satisfaction adalah persepsi perasaan individu yang positif, hasil dari gambaran terhadap pekerjaannya, yang dipengaruhi berbagai factor, salahsatu factor sosial.Ada beberapa faktor penentu kepuasan dan ketidakpuasan individu, antara lain faktor pribadi, faktor sosial, faktor budaya, faktor organisasi dan faktor lingkungan juga menjadi penentu kepuasan kerja. Agresi di tempat kerja atau workplace aggresion merupakan hambatan atau permasalahan sosial ditempat kerja. Adanya agresi di tempat kerja juga membuat seseorang merasa tersisih dan terabaikan. Bahkan agresi di tempat kerja dapat menghambat pengaktualisasian diri dalam lingkungan kerja itu sendiri. Bentuk ketidakpuasan kerja yang terjadi pada pegawai yang masih bekerja dan memutuskan untuk tetap tinggal dalam perusahaan bisa berdampak negatif. Adanya penurunan kinerja, tingkat absen tanpa alasan yang tinggi, dan bertindak pasif yang terkesan mengabaikan perusahaan akan berdampak bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) tingkat agresi kerja yang ada pada pegawai, (2) kepuasan kerja yang ada pegawai, (3) hubungan agresi di tempat kerja dengan  kepuasan kerja dalam lingkungan kerja pada pegawaipada PT. EB di Tangerang Banten, sub divisi cutting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan menggunakan rancangan deskriptif korelasional dengan subjek sebanyak 53 pegawai.  Data penelitian ini berbentuk angka yang diperoleh dari skala agresi di tempat kerja dan skala kepuasan kerja melalui pengungkapan ketidakpuasan kerja. Kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasional Pearson product moment dengan bantuan SPSS 16.0 for windows. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Agresi di tempat  kerja yang terjadi pada pegawai PT. EB  di Tangerang Banten sub divisi cutting secara umum dikatagorikan tinggi. (2) Kepuasan kerja yang terjadi pada pegawai PT. EB  di Tangerang Banten sub divisi cutting  secara umum dikatagorikan cukuprendah, berdasarkan pengukuran melalui cara pengungkapan ketidakpuasan kerja pegawai. (3) Ada hubungan signifikan antara agresi di tempat kerja dengan kepuasan kerja pada pegawai PT. EB  di Tangerang Banten sub divisi cutting. Saran yang dapat diberikan pada penelitian ini adalah : (1) Pegawai perusahaan diharapkan bisa memperkecil tindak agresi yang terjadi  di tempat kerja, dengan memberikan pengarahan atau peraturan. (2) Lebih memerhatikan pengungkapan ketidakpuasan kerja pada pegawai dengan memberikan kuisioner untuk mengetahui kondisi dilapangan. Agar tidak berdampak pada tingkat pengungkapan ketidakpuasan kerja yang dapat merugikan perusahaan. (3) Bagi peneliti selajutnya diharapkan dapat meneliti lebih lanjut mengenai atasan dan bawahan pada pegawai, atau hubungan antara penghasilan, lingkungan kerja dan pengungkapan ketidakpuasan kerja untuk memperdalam hasil. Juga, menambahkan variable lain seperti gender dan budaya organisasi untuk memperluas hasil penelitian. Putri, Yuanita. A. 2015. Hubungan Antara Agresi di tempat Kerja dengan Kepuasan Kerja  Pada Pegawai PT. EB  Tangerang Banten. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Tutut Chusniyah, M.si., (2) Farah Farida, S.Psi.,M.Psi.   Kata kunci : agresi ditempat kerja, workplace aggression, kepuasan kerja, job satisfaction.  Kepuasan kerja atau job satisfaction adalah persepsi perasaan individu yang positif, hasil dari gambaran terhadap pekerjaannya, yang dipengaruhi berbagai factor, salahsatu factor sosial.Ada beberapa faktor penentu kepuasan dan ketidakpuasan individu, antara lain faktor pribadi, faktor sosial, faktor budaya, faktor organisasi dan faktor lingkungan juga menjadi penentu kepuasan kerja. Agresi di tempat kerja atau workplace aggresion merupakan hambatan atau permasalahan sosial ditempat kerja. Adanya agresi di tempat kerja juga membuat seseorang merasa tersisih dan terabaikan. Bahkan agresi di tempat kerja dapat menghambat pengaktualisasian diri dalam lingkungan kerja itu sendiri. Bentuk ketidakpuasan kerja yang terjadi pada pegawai yang masih bekerja dan memutuskan untuk tetap tinggal dalam perusahaan bisa berdampak negatif. Adanya penurunan kinerja, tingkat absen tanpa alasan yang tinggi, dan bertindak pasif yang terkesan mengabaikan perusahaan akan berdampak bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) tingkat agresi kerja yang ada pada pegawai, (2) kepuasan kerja yang ada pegawai, (3) hubungan agresi di tempat kerja dengan  kepuasan kerja dalam lingkungan kerja pada pegawaipada PT. EB di Tangerang Banten, sub divisi cutting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan menggunakan rancangan deskriptif korelasional dengan subjek sebanyak 53 pegawai.  Data penelitian ini berbentuk angka yang diperoleh dari skala agresi di tempat kerja dan skala kepuasan kerja melalui pengungkapan ketidakpuasan kerja. Kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasional Pearson product moment dengan bantuan SPSS 16.0 for windows. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Agresi di tempat  kerja yang terjadi pada pegawai PT. EB  di Tangerang Banten sub divisi cutting secara umum dikatagorikan tinggi. (2) Kepuasan kerja yang terjadi pada pegawai PT. EB  di Tangerang Banten sub divisi cutting  secara umum dikatagorikan cukuprendah, berdasarkan pengukuran melalui cara pengungkapan ketidakpuasan kerja pegawai. (3) Ada hubungan signifikan antara agresi di tempat kerja dengan kepuasan kerja pada pegawai PT. EB  di Tangerang Banten sub divisi cutting. Saran yang dapat diberikan pada penelitian ini adalah : (1) Pegawai perusahaan diharapkan bisa memperkecil tindak agresi yang terjadi  di tempat kerja, dengan memberikan pengarahan atau peraturan. (2) Lebih memerhatikan pengungkapan ketidakpuasan kerja pada pegawai dengan memberikan kuisioner untuk mengetahui kondisi dilapangan. Agar tidak berdampak pada tingkat pengungkapan ketidakpuasan kerja yang dapat merugikan perusahaan. (3) Bagi peneliti selajutnya diharapkan dapat meneliti lebih lanjut mengenai atasan dan bawahan pada pegawai, atau hubungan antara penghasilan, lingkungan kerja dan pengungkapan ketidakpuasan kerja untuk memperdalam hasil. Juga, menambahkan variable lain seperti gender dan budaya organisasi untuk memperluas hasil penelitian

    Hubungan Efikasi Diri Karier dengan Komitmen Organisasi pada Karyawan yang Memiliki Latar Belakang Pendidikan Tidak Sesuai di Bank Jatim cabang Jember

    No full text
    ABSTRAK Anggraeni, Novita Leila. 2015. Hubungan Efikasi Diri Karier dengan Komitmen Organisasi pada Karyawan yang Memiliki Latar Belakang Pendidikan Tidak Sesuai di Bank Jatim cabang Jember. Skripsi, Jurusan Psikologi,Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Dr. Tutut Chusniyah, M. Si (2) Indah Yasminum Suhanti, S. Psi, M. Psi. Kata kunci : efikasi diri karier, komitmen organisasi, latar belakang pendidikan yang tidak sesuai Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan efikasi diri karier dan komitmen organisasi serta untukmengetahui hubungan positif diantara kedua variabel tersebut pada karyawan Bank Jatim cabang Jember yang memiliki latar belakang pendidikan yang tidak sesuai.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangandeskriptif dan korelasional. Subjek atau sampel penelitian adalah karyawan Bank Jatim yang memiliki latar belakang pendidikan tidak sesuai dengan jumlah responden 38 karyawan. Pengumpulan data menggunakanmetode skala efikasi diri karir dan skala komitmen organisasi.Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis korelasi bivariateyang dikembangkan oleh pearson untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri karier dengan komitmen organisasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri karier pada karyawan Bank Jatim yang memiliki latar belakang pendidikan  tidak sesuai cenderung tinggi.Sedangkan komitmen organisasi juga cenderung tinggi. Hubungan antara variabel efikasi diri karier (X) dengan komitmen organisasi (Y) positif signifikan, dengan nilai 0,413 pada taraf signifikansi 0,005. Bank Jatim cabang Jember diharapkan untuk mempertahankan efikasi diri karier karyawan guna meningkatkan komitmen organisasi. Sedangkan untuk karyawan Bank Jatim cabang Jember diharapkan untuk meningkatkan efikasi diri karier sehingga diharapkan dapat meningkatkan komitmen terhadap organisasi. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan subjek penelitian yang lebih banyak diatas 38 orang karyawan

    RELIGIUSITAS TRANS-GENDER BERUSIA LANJUT DI PERWAKOS SURABAYA

    No full text
    ABSTRAK   Hidayati, Yunin Nur. 2015. Religiusitas Trans-gender Berusia Lanjut di PERWAKOS Surabaya. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi., (II) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi.   Kata Kunci: religiusitas, trans-gender, usia lanjut   Menurut teori James Fowler, tahap perkembangan seorang manusia berdasarkan spiritualitasnyapada umur >45 tahun adalah universalitas iman. Pengertian dari religiusitas yaitu kepercayaan individu tentang ajaran agama tertentu dan dampak ajaran agama tersebut dalam kehidupan sehari-hari (Holdcroft, 2006) yang meliputi dimensi eksperiensial, ritualistik, ideologi, intelektual, dan dimensi konsekuensial. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif psikologifenomenologi.Lokasi penelitian berada di YayasanPERWAKOS (Persatuan Waria Kota Surabaya). Jumlah partisipan adalah 3 orang dengan kriteriatrans-genderyang berusia berusia 60 tahun ke atas. Metode pengumpulan data dengan menggunakan jenis wawancara bertahap dan wawancara semiterstruktur (semistructured interview).Fokus penelitian yang diambil untuk mengetahui religiusitas pada trans-gender berusia lanjut di PERWAKOS Surabaya. Kesimpulan diketahui bahwa pada dimensi eksperiensial para trans-gender berusia lanjut menganggap Tuhan sebagai figur yang memenuhi kebutuhan mereka dengan cara berkomunikasi melalui ibadah dan doa, sehingga mereka tetap bisa merasakan sense of belonging dan sense of truth terhadap Tuhan.Mereka berada pada universalizing faith,yaitu tahap perkembangan agama dimana seseorang dapat menerima kehadiran agama lain terlepas dari agama yang mereka anut. Dalam dimensi ideologis,mereka merasa bahwa Tuhan menerima mereka sebagai seorang trans-gender karena Tuhanlah yang mentakdirkan mereka menjadi trans-gender. Mereka memilih solusi atas masalah religiusitas mereka dengan cara mendapatkan dukungan dari perkumpulan keagamaan LGBT.Dimensi intelektual, para trans-gender menjadikan Tuhan sebagai contoh kebenaran dan kebaikan bagi mereka.Dimensi konsekuensial yang mereka lakukan sebagai umat beragama adalah mempraktekkan ajaran agama tersebut, menghormati sesama umat beragama, serta menerima resiko yang akan dialami ketika menjadi umat dari salah satu agama yang dianut. Bagi trans-gender berusia lanjut, peneliti menyarankan untuk menambah ilmu pengetahuan terkait agama yang dianut agar dimensi intelektualitas trans-gender yang berusia lanjut juga dapat berkembang

    Hubungan Antara Regulasi Emosi dengan Self Efficacy Pada Ibu yang Memiliki Anak Berkebutuham Khusus

    No full text
    ABSTRAK   Nofitasari, Arum. 2015. Hubungan antara Regulasi Emosi dengan Self Efficacy pada Ibu yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M. Si (II) Indah Yasminum Suhanti, S. Psi, M. Psi.   Kata kunci: regulasi emosi, self efficacy, ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus.   Pada saat mengetahui anaknya berbeda dibanding anak-anak lainnya, seringkali ibu menunjukkan reaksi emosional tertentu. Terdapat beberapa reaksi emosional yang biasanya dimunculkan antara lain  shock, penyangkalan, merasa tidak percaya, sedih, perasaan terlalu melindungi, kecemasan, perasaan menolak keadaan, perasaan tidak mampu, malu, marah, serta perasaan bersalah dan berdosa atas apa yang terjadi pada anak. Keadaan emosi tersebut juga memberikan informasi tentang self efficacy seseorang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan antara regulasi emosi dan self efficacy pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Subjek penelitian berjumlah 33 ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus, dengan lokasi penelitian di SDLB PGRI Kedungwaru Tulungagung. Pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala regulasi emosi dan skala self efficacy dengan uji validitas yang dilakukan menggunakan teknik product moment menghasilkan nilai signifikansi antara 0,000 – 0,049. Uji coba instrumen penelitian dilakukan pada 34 subjek yang memiliki karakteristik serupa dengan subjek penelitian. Reliabilitas dihitung menggunakan formula Alpha Cronbach menghasilkan reliabilitas skala regulasi emosi sebesar 0.986 dan skala self efficacy menghasilkan reliabilitas sebesar 0.932. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45,45% subjek memiliki regulasi emosi yang tinggi, 54,55% subjek memiliki regulasi emosi yang rendah dan 45,45% subjek memiliki self efficacy tinggi, 54,55% memiliki self efficacy yang rendah. Terdapat hubungan positif antara regulasi emosi dan self efficacy dengan angka korelasi rxy = 0,756 yang berarti semakin tinggi regulasi emosi maka akan semakin tinggi pula self efficacy pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Disarankan agar ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus mengurangi emosi negatif atau memberikan respon emosi yang sesuai dengan keadaan, dengan mengikuti pelatihan yang bisa diadakan oleh sekolah yang bersangkutan. Bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya menunjang penelitian dengan menggunakan metode penelitian yang berbeda.                     ABSTRACT   Nofitasari, Arum. 2015. Correlations between Regulation of Emotion and Self Efficacy on Mother Who Have Children with Disability. Thesis, Department of Psychology, Faculty of Educational Psychology, The Learning University of Malang. Advisors: (I) Dra. Weni Sri Utami, M. Si (II) Indah Jasminum Suhanti, S. Psi, M. Psi.   Keywords: regulation of emotion, self efficacy, mothers of children with special needs   When mothers know that her children with disability different than another children, anytime mothers show her reaction of emotion. There are many reaction of emotion, shock, rejection, not confident, sad and another emotion. This emotion to give information about self efficacy. This studi uses to know correlations between regulation of emotion and self efficacy on mother who have children with disability. This study uses a quantitative approach with a descriptive correlation design. The subjects are 33 mothers of children with disabilities and the location of research at SDLB PGRI Kedungwaru Tulungagung. Subject retrieval used purposive sampling technique. The instrument in this research is the regulation of emotion scale and self efficacy scale, validity test scale with product moment technique and significant value between 0.000 to 0.049. Research instrument test was performed on 34 subjects who had similar characteristics with the subject of research. Reliability with alpha coefficient formula regulation of emotion is 0.986 and self efficacy with 0,932 reliability. The results showed that 45,45% of the subjects had a high regulation of emotion, 55,55% of the subjects who had low regulation emotion and 45,45% of the subjects had a high self efficacy, 55,55% of the subject who had low self efficacy. There is a significant positive relationship between regulation of emotion and self efficacy with the correlation number rxy = 0,756 which means that the higher the regulation of emotion, the higher self efficacy of mothers who have children with special needs. The sugestion for mothers of children with special needs be able to reduce her negative emotion according with situation, with training organized by the school concerned. For further research, should support research with different research methods

    Pengaruh Coaching Terhadap Peningkatan Problem Focused Coping Pengurus OSIS di SMAN 1 Purwosari

    No full text
    ABSTRAK   Hidayatulloh, Eka Sherief. 2015. Pengaruh Coaching Terhadap Peningkatan Problem Focused Coping Pengurus OSIS di SMAN 1 Purwosari. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistyorini, S.Psi, M.Psi (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci: coaching, problem focused coping, pengurus OSIS.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran coping yang dilakukan pengurus OSIS SMAN 1 Purwosari dan mengungkap pengaruh coaching terhadap peningkatan problem focused coping subyek penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan rancangan penelitian pre-eksperimen, dengan model desain one group pretest-posttest. Analisis uji beda dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS for Ms.Windows versi 21.0 dengan rumus analisis statistik non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Variabel bebas adalah penggunaan coaching dan variabel terikat adalah problem focused coping. Subjek penelitian ini adalah Pengurus OSIS SMAN 1 Purwosari yang tergolong dalam kategori tipe emotional focused coping sebanyak 15 orang siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Kuisioner Focused Coping yang merupakan adaptasi dari Ways Of Coping milik Lazarus dan Folkman (1988). Treatmen dilakukan menggunakan modul panduan pelaksanaan coaching untuk meningkatkan problem focused coping subyek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode coaching tidak memiliki pengaruh yang signifikan untuk meningkatkan problem focused coping Pengurus OSIS di SMAN 1 Purwosari (p=0,078, sig>0,05). Hasil penelitian ini yakni berupa coaching dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan problem focused coping dalam menghadapi masalah organisasi, akan tetapi perlu ada penyempurnaan terhadap metode dan waktu pelaksanaan. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan serta masukan kepada sekolah dan pembina organisasi khususnya dalam meningkatkan pemberian edukasi tentang tata cara berorganisasi dan penanganan terhadap berbagai masalah organisasi sehingga penyelenggaraan organisasi dapat berjalan dengan maksimal dengan terjaganya keaktifan anggota organisasi, sehingga efektivitas kinerja individu dalam organisasi dapat terus meningkat pula. Di samping itu, bagi peneliti selanjutnya bisa melakukan tindak lanjut penelitian dengan membuat inovasi metode coaching agar lebih efektif dalam meningkatkan problem focused coping pengurus OSIS

    Kecemasasn Mencari Pasangan Hidup Bagi Perempuan Bali yang akan Menjalani Pernikahan Nyentana.

    No full text
    ABSTRAK   Melandari, Kadek Isma. 2015. Kecemasasn Mencari Pasangan Hidup Bagi Perempuan Bali yang akan Menjalani Pernikahan Nyentana. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Ed., M.Si dan (II) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi Kata Kunci : Kecemasan Mencari Pasangan, Perempuan Bali, Pernikahan Nyentana. Kecemasan Mencari Pasangan Hidup Bagi Perempuan Bali yang akan Menjalani Pernikahan Nyentana. Anxietas/kecemasan (anxiety) adalah suatu keadaan aprehensi atau keadaan khawatir yang mengeluhkan bahwa sesuatu yang buruk akan segera terjadi (Nevid dkk., 2005). Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana kecemasan yang dialami perempuan yang akan menjalani pernikahan Nyentana dalam mencari pendamping hidup, mengetahui faktor yang menyebabkan munculnya kecemasan yang dirasakan perempuan Bali yang akan menjalani pernikahan Nyentana, serta coping yang dilakukan oleh perempuan Bali tersebut. Metode yang digunakan adalah Kualitatif. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah Etnografi. Pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur, kuisioner terbuka, dan partisipan sebagai observer (participant-as-observer). Teknik analisis yang digunakan yaitu teknik analisis data model Interaktif menurut Miles & Huberman. Sedangkan pengecekan keabsahan temuan menggunakan validasi responden. Penelitian dilakukan di Kabupaten Gianyar Bali dengan 4 orang perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan yang dirasakan perempuan Bali yang akan menjalani pernikahan Nyentana disebabkan karena sulitnya mencari pasangan hidup yang bersedia untuk Nyentana dan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Adanya tekanan dari berbagai pihak juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi munculnya kecemasan. Kecemasan yang dirasakan mempengaruhi kondisi tubuh perempuan Bali tersebut, rasa mual, pusing, tidak nafsu makan, dan sulit untuk tidur kerap kali mereka rasakan. Coping kecemasan perempuan Bali tersebut dilakukan dengan berbagai cara seperti meminta dukungan sosial dari teman dekat, berjalan-jalan, dan ada pula yang memilih berdiam diri di kamar. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan terhadap berbagai pihak yang terkait dalam peneltian ini seperti : (1) bagi para perempuan yang akan menjalani pernikahan Nyentana diharapkan untuk berbagi dan bertukar pikiran dengan orang tua sehingga dapat menemukan jalan keluar yang terbaik. (2) pihak orang tua diharapkan mampu menengahi kondisi yang sedang dihadapi anak melalui sharing sehingga anak tidak merasa terlalu dituntut. (3) masyarakat sekitar hendaknya tidak membuat rumor yang dapat menyebabkan tekanan bagi perempuan Bali yang akan menjalani pernikahan Nyentana, berikan informasi yang baik agar perempuan Bali tersebut dapat melalui pernikahan Nyentana ini. (4) Peneliti diharapakan dapat menggali informasi lebih dalam mengenai kecemasan yang dirasakan oleh perempuan Bali yang akan menjalani pernikahan Nyentana

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇