Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    Hubungan antara Kematangan Emosi dan Pengetahuan Moral Seksual dengan Perilaku Seksual Siswa SMP Negeri 2 Tamanan Bondowoso

    No full text
    ABSTRAK   Putri, Rizky Triandina. 2016. Hubungan antara Kematangan Emosi dan Pengetahuan Moral Seksual dengan Perilaku Seksual Siswa SMP Negeri 2 Tamanan Bondowoso. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Imanuel Hitipeuw, M.A. (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci: kematangan emosi, pengetahuan moral seksual, perilaku seksual   Fase perkembangan masa remaja merupakan segmen perkembangan yang sangat penting dalam perkembangan hidup manusia, dimana dalam tahap perkembangan tersebut terdapat perubahan yang pesat baik secara fisik, kognitif, dan sosioemosional. Seiring dengan perkembangannya remaja mulai menumbuhkan rasa ketertarikan pada lawan jenis yang diekspresikan melalui pacaran. Namun, seiring dengan perkembangannya pacaran mulai mengalami pergeseran makna, dimana mulai ditemukan banyaknya perilaku seksual pra nikah didalam kegiatan berpacaran. Kurangnya kontrol diri yang dikarenakan oleh kurang matangnya emosi remaja, dan kurangnya pengetahuan moral seksual pada diri remaja dianggap sebagai salah satu alasan munculnya perilaku seksual pada remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui gambaran kematangan emosi siswa SMP Negeri 2 Tamanan Bondowoso, (2) untuk mengetahui gambaran pengetahuan moral seksual siswa SMP Negeri 2 Tamanan Bondowoso, (3) untuk mengetahui gambaran perilaku seksual siswa SMP Negeri 2 Tamanan Bondowoso, (4) untuk mengetahui hubungan kematangan emosi dengan perilaku seksual siswa SMP Negeri 2 Tamanan Bondowoso, (5) untuk mengetahui hubungan pengetahuan moral seksual dengan perilaku seksual siswa SMP Negeri 2 Tamanan Bondowoso, (6) untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan pengetahuan moral seksual dengan perilaku seksual siswa SMP Negeri 2 Tamanan Bondowoso. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri 2 Tamanan Bondowoso, dengan sampel sejumlah 171 siswa. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan prosentase skor T, dan dianalisis korelasi menggunakan teknik korelasi pearson product moment analisis parsial dan analisis korelasi ganda dengan bantuan software SPSS 16.0. Kesimpulan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa di SMP Negeri 2 Tamanan Bondowoso (1) memiliki tingkat kematangan emosi rata-rata, (2) memiliki pengetahuan moral rata-rata, (3) memiliki perilaku seksual rata-rata, (4) terdapat hubungan negatif signifikan antara kematangan emosi dan perilaku seksual, (5) terdapat hubungan negatif signifikan antara penegtahuan moral seksual dan perilaku seksual, dan (6) terdapat hubungan signifikan antara kematangan emosi dan pengetahuan moral seksual dengan perilaku seksual siswa SMP Negeri 2 Tamanan Bondowoso

    Persepsi Ancaman sebagai Prediktor Intoleransi Politik Terhadap Jamaah Ahmadiyah pada Jamaah Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur

    No full text
    ABSTRACT Arqi, Muh. Amin. 2016. Persepsi Ancaman sebagai Prediktor Intoleransi Politik Terhadap Jamaah Ahmadiyah pada Jamaah Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si (II) Aji Bagus Priyambodo, S.Psi., M.PsiKata kunci: Persepsi Ancaman, Intoleransi Politik, Jamaah AhmadiyahPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat persepsi ancaman terhadap jamaah Ahmadiyah pada jamaah Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur, (2) mengetahui tingkat intoleransi politik terhadap jamaah Ahmadiyah pada jamaah Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur, dan (3) untuk mengetahui persepsi ancaman sebagai prediktor intoleransi politik terhadap jamaah Ahmadiyah pada jamaah Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional-prediktif. Populasi dalam penelitian ini yaitu 1383 orang jamaah Nahdlatul Wathan yang bermukim di Lingkungan Bermi, Kelurahan Pancor, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 92 orang dengan teknik insidental sampling. Instrumen dalam penelitian ini yaitu skala persepsi ancaman dan skala intoleransi politik. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan pengkategorian berdasarkan pada nilai T. Uji hipotesis menggunakan teknik analisis korelasi pearson product moment dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jamaah Nahdlatul Wathan Pancor Lombok Timur (1) sebagian besar subyek memiliki persepsi ancaman yang tinggi, (2) sebagian besar subyek memiliki intoleransi politik terhadap jamaah Ahmadiyah, (3) persepsi ancaman merupakan prediktor intoleransi politik terhadap jamaah Ahmadiyah dengan signifikansi 0,000 dan nilai determinasi 0,495

    Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Psychological Well Being pada Penderita Skizofrenia Pasca Rawat Inap

    No full text
    ABSTRAK   Faradhila, Annisa Fira. 2016. Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Psychological Well Being pada Penderita Skizofrenia Pasca Rawat Inap. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang; Pembimbing (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si.   Kata kunci: dukungan keluarga, psychological well being, penderita skizofrenia pasca rawat inap. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesejahteraan psikologis yang dimiliki oleh skizofrenia pasca rawat inap yang dapat mengakibatkan penderita kambuh lagi. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Friedman pada dukungan keluarga, dan teori Ryff pada psychological well being. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui gambaran dukungan keluarga penderita skizofrenia pasca rawat inap (2) Mengetahui gambaran psychological well being penderita skizofrenia pasca rawat inap (3) Hubungan antara dukungan keluarga dengan psychological well being penderita skizofrenia pasca rawat inap. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 38 orang dan sampel yang diambil dalam penelitian ini seluruh populasi yaitu 38 orang dengan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket dukungan keluarga, dan angket psychological well being yang dikembangkan oleh peneliti. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji hipotesis menggunakan teknik korelasi product moment . Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita skizofrenia pasca rawat inap (1) sebagian besar memiliki dukungan keluarga dalam kategori sedang (2) sebagian besar memiliki tingkat psychological well being dalam kategori sedang (3) terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan psychological well being dengan tingkat signifikansi sebesar 0.0

    Fundamentalisme Agama sebagai Prediktor Intoleransi Politik Pemuda Hindu di Bali

    No full text
    ABSTRACT Sihombing, Marvel M.A.A.N. 2016. Fundamentalisme Agama sebagai Prediktor Intoleransi Politik Pemuda Hindu di Bali. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si dan (II) Pravissi Shanti, S.Psi, M.PsiKata kunci: Fundamentalisme Agama, Intoleransi Politik, Pemuda HinduPenelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus intoleransi yang terjadi di Bali. Beberapa kasus intoleransi seperti penolakan wisata syariah di Bali, pelarangan penggunaan hijab saat lebaran, hingga pengajuan ideologi yang berbau xenophobia, yang mendorong primordialisme etnis dengan mendirikan pembatas antara orang Bali dan non-Bali. Salah satu faktor yang menyebabkan intoleransi politik adalah fundamentalisme agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) mengetahui tingkat fundamentalisme agama pemuda Hindu di Bali, (2) mengetahui tingkat intoleransi politik pemuda Hindu di Bali, (3) Untuk mengetahui fundamentalisme agama sebagai prediktor intoleransi politik pemuda Hindu di Bali.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional prediktif. Populasi dalam penelitian ini yaitu pemuda Hindu di Bali dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 90 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa skala fundamentalisme agama dan skala intoleransi politik.  Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan pengkategorian berdasarkan pada nilai T. Uji hipotesis menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemuda Hindu di Bali (1) memiliki fundamentalisme agama yang dikategorikan tinggi, (2) memiliki toleransi politik, dan (3) fundamentalisme agama bukan merupakan prediktor intoleransi politik karena taraf signifikansi 0,644.Saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian ini, yaitu (1) bagi masyarakat: diharapkan untuk tetap menjaga toleransi terhadap keyakinan yang dimiliki orang lain dengan tetap berpegang teguh pada ajaran agama, (2) bagi peneliti selanjutnya: diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan mengganti variabel yang mungkin berpengaruh terhadap intoleransi politik, seperti variabel otoritarian, persepsi ancaman, pendidikan, kontak atau hubungan, kebijakan pemerintah dan keberagaman etnis.ABSTRACT Sihombing, Marvel M.A.A.N. 2016. Religious Fundamentalism as a Predictor of Political Intolerance Hindu-Youth in Bali, Thesis, Psychology Department, Faculty of Education Psychology State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si and (II) Pravissi Shanti, S.Psi, M.PsiKeywords: Religious Fundamentalism, Political Intolerance, Hindu-YouthThis research is motivated by the many cases of intolerance that occurred in Bali. Some cases of intolerance such as rejection of sharia travel in Bali, ban on wearing of the hijab during Eid, until the submission of the ideology that smelled of xenophobia, which encourage ethnic primordialism by establishing a barrier between the Balinese and non-Balinese. One of the factors that lead to political intolerance is a religious fundamentalism. This study aims to determine (1) determine the level of religious fundamentalism in Bali Hindu youth, (2) determine the level of political intolerance in Bali Hindu youth, (3) To know the religious fundamentalism as a predictor of political intolerance in Bali Hindu youth.This research is a quantitative study with descriptive and correlational predictive. The population in this research is in the Bali Hindu youth and samples used in this study were 90 people with purposive sampling technique. Instruments in this study a scale of religious fundamentalism and political intolerance scale. Research data analysis using descriptive analysis with the categorization is based on the value of T. The hypothesis testing used simple linear regression analysis.The results of this study indicate that young Hindus in Bali (1) have a religious fundamentalism categorized as high, (2) have political tolerance, and (3) religious fundamentalism is not a predictor of political intolerance for a significance level of 0.644. Advice can be given based on this study, namely (1) for the community: it is expected to maintain tolerance to the belief that other people have to stick to the teachings of religion, (2) for further research: are expected to develop this research by replacing variables may affect the political intolerance, such as variable authoritarian threat perception, education, contacts or relations, government policies and ethnic diversity

    Pengaruh Kontrol Diri dan Religiusitas terhadap Kenakalan Remaja di SMA Shalahuddin Kota Malang

    No full text
    ABSTRACT Eka Ratri Wahyunigrum Susanta 2016. Pengaruh Kontrol diri dan Religiusitas terhadap Kenakalan Remaja di SMA Shalahuddin Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si (II) Farah Farida Tantiani S.Psi M.Psi. Kata kunci: kontrol diri,religiusitas, kenakalan remajaRemaja merupakan individu dan bagian dari masyarakat yang turut andil dalam berbagai masalah sosial yang ada di masyarakat. Oleh sebab itu remaja harus memiliki kontrol diri yang baik agar mampu membedakan tingkah laku yang baik dan buruk, kontrol diri diartikan sebagai suatu kemampuan untuk mengendalikan tingkah  laku,agar menjadi individu yang bertanggung jawab untuk membimbing, mengarahkan, dan mengatur segala bentuk tingkah lakunya yang akan membawa pada suatu konsekuensi positif yang diharapkan. selain kontrol diri untuk mengurangi kenakalan remaja religiusitas juga diperlukan sebagai internalisasi nilai-nilai agama yang ada dalam diri seseorang yang berkaitan dengan ajaran-ajaran agama yang baik yang diaktualisasikan dalam perbuatan dan tingkah laku sehari-hari. Dengan religiusitas yang baik membantu remaja memiliki landasan yang kuat untuk bertingkah laku yang baik sesuai dengan ajaran agama yang dianut sehingga mengurangi perilaku negatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat (a) kontrol diri siswa SMA Shalahuddin kota malang (b) religiusitas siswa SMA Shalahuddin Kota Malang (c) Pengaruh kontrol diri dan religiusitas terhadap kenakalan remaja di SMA Shalahuddin Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif regresi.Pengambilan data penelitian menggunakan skala Likert untuk mengukur kontrol diri,religiusitas dan kenakalan remaja. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Shalahuddin Kota Malang yang mempunyai karakteristik (a) siswa-siswi SMA Shalahuddin Kota Malang (b) usia 16-18 tahun, (c) merupakan siswa aktif di SMA Shalahuddin Kota Malang. Populasi dalam penelitian berjumlah 110. Untuk mengukur validitas menggunakan rumus product moment, dan untuk mengukur reliabilitas menggunakan cronbach alpha hasilnya skala kontrol diri yaitu 0,749  skala religiusitas 0,755 dan skala kenakalan remaja 0,759. Untuk uji pengaruh menggunakan uji regresi jika

    Pengenbangan Instrumen Observasi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada Anak Menggunakan Aplikasi Berbasis Web bagi Guru dan Orangtua

    No full text
    ABSTRACT Silrawati, Siska Deaprilia. 2016. Pengembangan Instrumen Observasi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada Anak Menggunakan Aplikasi Berbasis Web bagi Guru dan Orangtua. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Moh. Irtadji, M.Si. (2) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.PsiKata kunci: instrumen, observasi ADHD.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen observasi ADHD yang valid dan reliabel dalam mengamati adanya ADHD pada anak. Hasil penelitian diharapkan memudahkan guru dalam melakukan observasi adanya ADHD pada siswa, serta memudahkan orangtua dalam observasi adanya ADHD pada anak. Selain itu, penelitian ini untuk memberikan informasi mengenai ADHD pada masyarakat, agar tidak memberikan julukan yang negatif pada anak di masa perkembangannya.Langkah-langkah penelitian ini meliputi: (1) analisis kebutuhan, yang dilakukan di lapangan, (2) perancangan desain, berupa spesifikasi instrumen dan penulisan item (3) implementasi desain, berupa penyusunan item perakitan instrumen  (4) validasi ahli, berupa analisis item (5) revisi, perbaikan dari validasi ahli (6) uji coba terbatas (7) revisi (8) uji coba lapangan (9) perbaikan produk (10) produk akhir, berupa kajian produk yang telah direvisi.Hasil dari validasi isi, dilakukan oleh 3 ahli, instrumen observasi ADHD perlu direvisi sebanyak 10 item. Hasil dari validasi isi ini memperoleh koefisien validitas Aiken’s V yang bergerak dari 0,56 hingga 0,89 yang berarti isi dari instrumen memadai. Setelah dilakukan revisi, instrumen observasi ADHD diujicobakan secara terbatas untuk mengetahui perbedaan skor total antara pengamat (orangtua dan guru) yang menangani anak/siswa ADHD dan yang tidak menangani anak/siswa ADHD dan mencerminkan perbedaan yang signifikan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,013. Setelah instrumen observasi ADHD yang diujicobakan terbatas telah direvisi, maka dilakukan uji coba lapangan dengan total subjek 40 orang. Selanjutnya, dilakukan analisis validitas dengan nilai probabilitas bergerak dari 0,00 hingga 0,014, dan analisis reliabilitas dengan nilai 0,963. Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas, maka dapat disimpulkan bahwa instrumen observasi ADHD telah valid dan reliabel sebagai instrumen untuk mengobservasi ADHD pada anak bagi guru dan orangtua, serta dapat dimanfaatkan bersama lembaga psikologi, pendidikan, dan kesehatan. Selain itu, untuk penelitian dan pengembangan selanjutnya dilakukan analisis faktor dalam pengembangan instrumen observasi ADHD

    Hubungan Partisipasi Politik dengan Subjective Well- Being pada Mahasiswa Pemilih Pemula Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang.

    No full text
    ABSTRACT   Tyasmoro, Adhita Mukti. 2016. Hubungan Partisipasi Politik dengan Subjective    Well-Being pada Mahasiswa Pemilih Pemula Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas              Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.      Hj. Tutut Chusniyah, M. Si., (II) Aji Bagus Priyambodo, S. Psi., M. Psi. Kata Kunci : Partisipasi Politik, Subjective Well Being, Mahasiswa Pemilih Pemula Partisipasi politik adalah keterlibatan individu atau kelompok sebagai warga negara dalam proses politik berupa kegiatan yang bertujuan untuk berpartisipasi dengan dalam rangka mempengaruhi kebijakan pemerintah, untuk kegiatannya berupa voting atau pemungutan suara untuk perwakilan secara berkala, membentuk kelompok-kelompok politik dan terlibat dalam protes yang legal ataupun ilegal. Subjective well-being dijelaskan  sebagai  evaluasi subyektif individu tentang kehidupannya,  yang  mencakup  kepuasan terhadap hidupnya, tingginya afek positif dan rendahnya afek negatif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat (1) seberapa tingkat partisipasi politik, (2) seberapa tingkat subjective well-being mahasiswa pemilih pemula dan (3) adakah hubungan partisipasi politik dengan subjetive well-being. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini ialah propotional stratified random sampling, teknik tersebut termasuk dari jenis  probability sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 90 orang mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Menggunakan analisis data korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada  korelasi positif yang signifikan antara partisipasi politik dan subjective well-being dengan nilai korelasi sebesar 0.438 p-value 0.000 < 0.050. Hubungan positif menunjukkan bila partisipasi politik tinggi maka subjective well-being juga tinggi dan sebaliknya bila partisipasi politik rendah maka subjective well-being juga rendah. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan agar (1) Bagi masyarakat khususnya pemilih pemula diharapkan terus meningkat perilaku memilih dan kesadaran politiknya (2) Bagi pemerintah diharapkan untuk lebih memperhatikan hak politik dari setiap warga negara. (3) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk menambah jumlah sampel dalam penelitian sehingga data yang diperoleh akan lebih kaya dan general serta menambah variabel lain yang mungkin berpengaruh. ABSTRACT   Tyasmoro, Adhita Mukti. 2016. Correlation between Political Participation and Subjective Well- Being on the First-Time Voter at Education Psychology Department in State University of Malang. Sarjana’s Thesis. Department of Psychology, Faculty of Education Psychology State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Hj. Tutut Chusniyah, M. Si., (II) Aji Bagus Priyambodo, S. Psi., M. Psi. Keywords: Political Participation, Subjective Well Being, First-Time Voter Political participation is meant to be the involvement of individuals or groups as citizens in the political process in the form of activities that aim to participate in order to affect government’s policy, for activities such as voting for representatives regularly, forming political groups and engage in protest both legal and illegal. Subjective well-being is described as an individual's subjective evaluation about his life, which includes satisfaction with life, high and low positive affect negative affect. This study aims to find out: (1) how the level of political participation, (2) how the level of subjective well-being of first-time voters and (3) whether there is a relationship of political participation with subjective well-being. The sampling technique in this research is Systematic Random Sampling, such techniques including the type of probability sampling, with a sample size of 90 students from the Faculty of Psychology, State University of Malang. Using Pearson correlation analysis of the data. The results showed that there is a significant positive correlation between political participation and subjective well-being with a correlation value of 0.438 p-value 0.00

    Orientasi Dominasi Sosial Sebagai Prediktor Prasangka Sunni Terhadap Syiah pada Ormas Aswaja di Bangil, Pasuruan

    No full text
    ABSTRACT Wahyuni, Ery. 2016. Orientasi Dominasi Sosial Sebagai Prediktor Prasangka Sunni Terhadap Syiah pada Ormas Aswaja di Bangil, Pasuruan. Skripsi. Jurusan Psikologi Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Dosen pembimbing (1) Dr. Hj. Tutut Chusniyah, M.si (2) Aji Bagus Priyambodo, S.Psi, M.PsiKata kunci:Orientasi Dominasi Sosial, Prasangka, Sunni-SyiahOrientasi Dominasi Sosial merupakan struktur hierarki atau tingkatan sosial yang terbentuk dalam kelompok masyarakat dimana dalam struktur hierarki ini, masyarakat dibagi dalam dua kelompok yang mempunyai kedudukan berbeda, yaitu kelompok sosial atau individu yang dominan (atas) dan juga kelompok social atau individu yang subordinat (bawah). Prasangka merupakan penilaian negatif terhadap kelompok diluar ingroupnya dengan keterbatasan informasi yang dimilikinya. dan kondisi ini akan mempengaruhi tindakan atau perilaku seseorang yang berprasangka tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Orientasi dominasi Sosial pada Ormas Aswaja. (2) Prasangka Sunni terhadap Syiah pada Ormas Aswaja. (3) Orientasi dominasi Sosial adalah prediktor Prasangka Sunni terhadap Syiah pada Ormas Aswaja di Bangil, Pasuruan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dimana peneliti mengumpulkan data menggunakan instrument berupa angket yang berisi skala Orientasi Dominasi Sosial dan skala Prasangka Sunni-Syiah kepada 90 orang sampel yang anggota Aswaja dan seluruhnya laki-laki. Penelitian ini dilakukan pada bulan april-mei 2016 di Kelurahan Kauman. Teknik analisis yang digunakan adalah uji linier sederhana yang diselesaikan dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Orientasi Dominasi Sosial yang terjadi pada Ormas Aswaja di Bangil, Pasuruan secara umum dikategorikan rendah (2) Prasangka yang terjadi pada Ormas Aswaja di Bangil, Pasuruan secara umum dikategorikan rendah. (3) Orientasi Dominasi Sosial bukan Prediktor Prasangka Sunni-Syiah pada Ormas Aswaja di Bangil, Pasuruan berdasarkan pengukuran menggunakan skala Orientasi Dominasi Sosial dan skala Prasangka. Saran yang dapat diberikan pada penelitian ini adalah: (1) Diharapkan dapat mempertahankan kondisi masyarakat yang dinamis dengan cara berinteraksi langsung dengan kelompok luar (out group) melalui metode Contact Hypothesis dan Extended Contact Hypothesis (2) Lebih meningkatkan intensitas sosialisasi serta komunikasi antar anggota dan masyarakat serta tetap menjaga toleransi antar umat beragama (3) Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengkaji ulang model penelitian mengenai variabel prasangka dan Orientasi Dominasi Sosial agar bisa dihubungkan dengan variabel-variabel lai

    Hubungan Antara Kepuasan Pelanggan, Citra Merek Grup ABC Dengan Loyalitas Konsumen

    No full text
    ABSTRAK Khotimah, Anggun K. 2016. Hubungan Antara Keupasan Pelanggan, Citra Merek Grup ABC Dengan Loyalitas Konsumen. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed, (II) Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi Kata Kunci: Kepuasan pelanggan, citra merek, loyalitas konsumen. Loyalitas konsumen adalah komitmen pelanggan bertahan secara mendalam untuk tetap membeli suatu produk secara berulang sebagai sikap yang konsisten dimasa yang akan datang. Para ahli pemasaran sepakat bahwa mempertahankan konsumen yang loyal lebih efisien daripada mencari pelanggan baru. Marconi, menyebutkan terdapat 6 faktor yang mempengaruhi loyalitas, diantaranya adalah citra merek dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan hubungan antara kepuasan pelanggan, citra merek dengan loyalitas konsumen pada Grup ABC. Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dengan cara menyebarkan kuisioner kepada 60 subjek di Kelurahan Balearjosari dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan rumus Pearson dan regresi ganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan memiliki hubungan dengan loyalitas konsumen, citra merek memiliki hubungan dengan loyalitas konsumen. Regresi ganda juga menunjukkan hasil bahwa ada hubungan antara kepuasan pelanggan, citra merek Grup ABC dengan loyalitas konsumen. Saran untuk peneliti selanjutnya agar lebih memperdalam penelitian terhadap faktor lain yang mempengaruhi loyalitas konsumen dan mempertimbangkan faktor faktor internal dan eksternal yang mampu mempengaruhi perolehan data seperti proses penyebaran kuisioner. Untuk perusahaan agar melakukan penelitian lebih lanjut untuk melihat seberapa besar pengaruh kepuasan pelanggan dan citra merek terhadap loyalitas konsumen, juga untuk memperhatikan aspek dominan dalam setiap variabel untuk dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam proses pemasaran

    Pengaruh Persepsi Mahasiswa Pada Kinerja Dosen dan Dukungan Teman Sebaya terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Oktaviani, Primanda. 2016. Pengaruh Persepsi Mahasiswa Pada Kinerja Dosen dan Dukungan Teman Sebaya terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sudjiono, S.Pd., M.Si, (II) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi.   Kata Kunci : motivasi belajar, pesepsi terhadap kinerja dosen, dukungan teman sebaya   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi mahasiswa psikologi pada kinerja dosen dan dukungan teman sebaya terhadap motivasi belajar mahasiswa psikologi Universitas Negeri Malang. Keseluruhan jumlah mahasiswa psikologi Universitas Negeri Malang adalah sebanyak 735 orang terdiri dari angkatan 2011-2015. Berdasarkan populasi yang ada kemudian diambil sampel dengan metode propotional sampling menghasilkan sampel penelitian sejumlah 109 mahasiswa. Instrumen yang digunakan adalah skala motivasi belajar dengan skor validitas berkisar -0,188 sampai 0,771 dan reliabilitas 0,949. Skala persepsi terhadap kinerja dosen dengan skor validitas -0,447 sampai 0,905 dan reliabilitas 0,964. Skala dukungan teman sebaya dengan skor validitas 0,034 sampai 0,811 dan reliabilitas 0,957. Hasil uji regresi berganda menunjukkan sebesar 0,804, artinya ada pengaruh persepsi pada kinerja dosen dan dukungan teman sebaya terhadap motivasi belajar mahasiswa. Konstanta persepsi pada kinerja dosen sebesar 0,109 lebih kecil dari konstanta dukungan teman sebaya yakni sebesar 0,195. Hal ini berarti dukungan teman sebaya lebih berpengaruh terhadap motivasi belajar mahasiswa. Hasil analisis deskriptif motivasi belajar menunjukkan bahwa 19 mahasiswa (17,43%) dalam kategori rendah, 77 mahasiswa (70,64%) dalam kategori sedang dan 13 mahasiswa (11,93%) dalam kategori tinggi. Sedangkan 17 mahasiswa (15,60%) memiliki persepsi rendah terhadap kinerja dosen, 76 mahasiswa (69,72%) berada pada kategori sedang dan 16 mahasiswa (14,68%) memiliki persepsi yang tinggi. Selanjutnya 16 mahasiswa (14,68%) memiliki dukungan teman sebaya rendah, 80 mahasiswa (73,39%) dalam kategori sedang dan 13 mahasiswa (11,93%) dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil analisis diperoleh tiga kesimpulan hipotesis yaitu (1) adanya pengaruh persepsi pada kinerja dosen terhadap motivasi belajar; (2) adanya pengaruh dukungan teman sebaya terhadap motivasi belajar; (3) adanya pengaruh persepsi pada kinerja dosen dan dukungan teman sebaya terhadap motivasi belajar mahasiswa. Penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan mempertimbangkan variabel lain seperti kecakapan nyata, interaksi dosen dengan mahasiswa atau faktor budaya. Dosen diharapkan mampu memberikan persepsi positif kepada mahasiswa. Bagi mahasiswa diharapkan mampu mendapatkan dukungan teman sebaya yang positi

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇