Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    Kebahagiaan Perempuan Single Parent Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga

    No full text
    ABSTRAK   Jannah, Intan Kumala Sona Ainun. 2016. Kebahagiaan Perempuan Single Parent Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si. (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi.   Kata kunci: kebahagiaan, perempuan single parent, kekerasan dalam rumah tangga.   Bentuk kekerasan terhadap perempuan yang terbanyak adalah penyiksaan terhadap istri atau tepatnya penyiksaan terhadap perempuan dalam relasi pernikahan. Perceraian yang menjadi pelarian dari penderitaan perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, membawa perempuan ke dalam permasalahan baru yang diakibatkan perannya sebagai seorang single parent sehingga mempengaruhi dalam menggunakan kekuatan-kekuatan psikologis yang dimiliki untuk mencapai kebahagiaan sejati. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Kehadiran peneliti merupakan instrumen untuk mengumpulkan data dan atau mengukur status variabel yang diteliti. Subjek berjumlah 3 orang dengan kriteria perempuan single parent yang pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga, memiliki anak yang masih bersekolah maksimal tingkat SMA, telah bercerai 1-3 tahun, dan berusia 38-41 tahun. Lokasi penelitian berada di Kota Malang dan Surabaya. Metode pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti menggunakan wawancara semi terstruktur dan observasi. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan teknik membercheck dan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan adalah perempuan single parent korban kekerasan dalam rumah tangga merasa cukup bahagia, terutama dengan kebebasan yang mereka miliki saat ini. Dukungan dari pihak keluarga dan rasa tanggung jawab kepada anak-anak turut mendukung ketiga subjek untuk terus optimis menghadapi kehidupan. Selain itu, kebahagiaan mereka juga dapat dilihat dari terpenuhinya sebagian besar dari tiga dimensi kebahagiaan yang ada, yaitu dimensi hidup yang menyenangkan, dimensi hidup yang baik, dan dimensi hidup yang bermakna. Subjek NK, AM, dan ID menunjukkan pemenuhan ketiga dimensi kebahagiaan yang berbeda. Subjek NK dan ID menunjukkan pemenuhan dimensi hidup yang menyenangkan secara utuh, sedangkan pada subjek AM masih kurang terpenuhinya emosi positif pada masa lalu. Pada dimensi hidup yang baik, subjek NK menunjukkan pemenuhan dimensi secara utuh, sedangkan pada subjek AM dan ID masih kurang terpenuhinya keutamaan berkaitan dengan kemanusiaan dan cinta. Ketiga subjek menunjukkan terpenuhinya dimensi hidup yang bemakna secara utuh.                       ABSTRACT   Jannah, Intan Kumala Sona Ainun. 2016. Happiness of Single Parent Woman as a Victim of Domestic Violence. Thesis, Psychology, Faculty of Psychology Education, State University of Malang. Advisors: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si. (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi.   Keywords: happiness, single parent woman, victim of domestic violence.   The most form of violence against the woman is wife abuse or rather the torture against woman in marriage. Divorce becomes the alternative for woman who subjected the domestic violence. It brings new problem for the woman as single parent that influence her psychology power to achieve true happiness. Qualitative approach was employed for this study by using case study method. The researcher herself as the instrument of the study collected the data and or measured the variable status. The number of subject was 3 persons. They were single parent women who experienced domestic violence, had children who still in senior high school for maximum, had divorced 1-3 years, and attained the age of 38-41. The research location was in Malang and Surabaya city. The data was collected by using semi-structure interview and observation. The validity of finding used membercheck technique and triangulation source. The result of the study shows the single parent woman of domestic victim feels happy enough, especially with the freedom that they have today. Supports from the family and a sense of responsibility to their children  support the three subject to continue optimistic face the life. In addition, their happiness can also be seen from the the most of happiness dimensions that experienced by the subject is fulfilled, namely the pleasant life, the good life, and the meaningful life. The subject NK, AM, and ID show three different fulfilled dimensions of happiness. The subject NK and ID show that the dimension of pleasant life has fulfilled integrally, while AM still feels lack of positive emotion in the past. In good life dimension, NK shows the intact fulfillment of dimension, while AM and ID are still lacking of humanity and love. All of subjects show that they have already fulfilled by meaningful life dimension

    GAMBARAN KETANGGUHAN (HARDINESS) PADA WIRAUSAHA KULINER YANG BERPERAN GANDA SEBAGAI MAHASISWA S1 DI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Rahmi, Laily Fitria. 2016. Gambaran Ketangguhan (Hardiness) pada Wirausaha Kuliner yang berperan ganda sebagai Mahasiswa S1 di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi., (II) Gamma Rahmita U.H., S.Psi., M.Psi   Kata kunci: Ketangguhan (hardiness), wirausaha kuliner, mahasiswa S1 di Kota Malang   Fenomena yang ada di Kota Malang saat ini adalah bermunculannya usaha kuliner yang dikelola oleh mahasiswa. Hal tersebut menuntut ketangguhan yang dihadapi dari kedua peran yang dijalankan yaitu sebagai mahasiswa maupun sebagai pengusaha di bidang kuliner. Ketangguhan (hardiness) yang dimaksud dalam penelitian ini adalah karakteristik kepribadian yang mempunyai fungsi sebaai sumber perlawanan ketika individu menemui suatu kejadian yang menimbulkan stress (Maddi&Kobassa, 2005). Hardiness memiliki 3 dimensi yaitu control, commitment, challenge.  Ketiga dimensi tersebut akan menjadi acuan bagi peneliti untuk menggali gambaran sejauh mana ketangguhan (hardiness) dari subjek yang akan diteliti. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek dalam penelitian ini mahasiswa S1 yang sedang menempuh perkuliahan minimal semester 6-10, berusia 20-25 tahun, memiliki usaha dibidang kuliner, dan memiliki usaha yang sedang berjalan minimal 2 tahun. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur yaitu wawancara berdasarkan pedoman umum yang telah dibuat berdasarkan teori ketangguhan (hardiness). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketangguhan memegang peranan penting dalam menghadapi situasi beresiko dan tantangan karena peran ganda sebagai mahasiswa sekaligus wirausaha ketangguhan membuat individu memiliki kesempatan untuk mengambil keputusan dengan baik, mampu menangani lingkungan eksternal dengan baik, dan yakin dapat membuat suatu perubahan ke arah positif. Ketangguhan membuat mahasiswa wirausaha semakin yakin untuk menetapkan wirausaha sebagai jalan hidupnya dan bersemangat untuk melakukan upaya pengembangan-pengembangan usaha hingga usaha yang dirintisnya menjadi besar. Saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian ini, yaitu bagi pelaku wirausaha yang berperan ganda sebagai mahasiswa, agar meningkatkan dalam kontrol diri, komitmen dalam menghadapi tantangan sehingga menjadi pribadi yang lebih tangguh

    Hubungan Dukungan Sosial dan Stres Kerja Pada Perawat dalam masa Kehamilan di RSU Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Intifada, Ifa. 2015. Hubungan Dukungan Sosial dan Stres Kerja pada Perawat dalam masa Kehamilan di Rumah Sakit Umum Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang; Pembimbing (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (II) Pravissi Shanti, S.Psi, M.Psi.   Kata Kunci: dukungan sosial, stres kerja dan perawat dalam masa hamil.   Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui gambaran mengenai dukungan sosial perawat dalam masa kehamilan di rumah sakit umum Kota Malang, (2) untuk mengetahui gambaran mengenai stres kerja perawat dalam masa kehamilan di rumah sakit umum Kota Malang, (3) untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan stres kerja perawat dalam masa hamil di rumah sakit umum di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan korelasional. Subjek penelitian adalah 36 perawat dalam masa hamil yang tersebar di lima rumah sakit umum di Kota Malang. Pengambilan data penelitian menggunakan skala dukungan sosial, dan skala stres kerja. Data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan prosentase, dan dianalisis korelasi menggunakan teknik analisis parsial dengan bantuan SPSS 16.0 for Windows dan korelasi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebih banyak perawat dalam masa kehamilan di rumah sakit umum kota Malang, (1) memiliki dukungan sosial  rendah, (2) mengalami stres kerja tinggi, (3) ada hubungan yang negatif antara dukungan sosial dan stres kerja dengan nilai r = -0,664 dan p = 0,000 < 0,05 Saran yang dapat diberikan adalah (1) Bagi perawat sebagai wanita yang ingin menjalankan karir agar tetap menjaga keseimbangan antara pekerjaannya dan peran sebagai calon ibu, (2) suami diharapkan selalu memberikan dukungan berupa moril, emosional serta bantuan tenaga, (3) Bagi rumah sakit diharapkan memberikan kemudahan untuk perawat yang sedang hamil, karena perubahan kondisi perempuan selama hamil berbeda dengan sebelumnya seperti rolling shift kerja jika keadaan yang tidak memungkinkan, (4) Bagi ilmuwan psikologi, khususnya psikologi Industri-Organisasi  dan perkembangan, diharapkan dapat melakukan evaluasi pada konsep stres kerja dikarenakan terdapat unsur perubahan kondisi fisiologis, dan psikologi pada perawat dalam masa hamil, (5) Peneliti selanjutnya diharapkan untuk memperluas wilayah penelitan dan menambahkan variabel bebas lain seperti tipe kepribadian, pola perilaku, harga diri, locus of control, serta perubahan kondisi selama hamil yang dialami oleh ibu hamil sehingga bisa diketahui pengaruhnya pada stres kerja serta penting untuk mengontrol subjek penelitian ditinjau dari lama kehamilan.                   ABSTRACT   Intifada, Ifa. 2015. Correlation between Social Support and Work Stress of Nurses during pregnancy in public hospital Malang. Thesis, Psychology Department, Faculty of Education Psychology, State University of Malang; Advisors: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (II) Pravissi Shanti, S.Psi, M.Psi.   Key Word: social support, work stress, and Nurses during pregnancy in public        hospital Malang.   The purpose of this research are (1) to examine the concept of social support of Nurses during pregnancy in public hospital Malang, (2) to examine the work stress of Nurses during pregnancy in public hospital Malang, (3) to examine the correlation between social support and work stress of Nurses during pregnancy in public hospital Malang. This research uses descriptive correlational concept which the subject is 36 Nurses during pregnancy in public hospital Malang. The data collection used are social support scale and work stress scale. These data was analyzed descriptively using percentage, and correlation was analyzed using partial analysis technique with SPSS 16.0 software and double correlation. The result show that the majority of Nurses during pregnancy in public hospital Malang (1) has low social support, (2) has high work stress, (3) there is a negative correlation between social support and work stress with the value of r = -0,664 and p = 0,000 < 0,05. Suggestion which given to this research are (1) to the nurses as women who want to start a career in order to keep a balance between her work and his role as a potential mother, (2) the husband is expected to provide support in the form of moral, emotional, (3) For the hospital expected to provide ease for nurses who are pregnant, because it changes the condition of pregnant women during different from previous work such as rolling shift if circumstances do not allow , (4) the researcher is expected to further expand the areas of geochemical and add other free variables such as type of personality, patterns of behavior, self-esteem, locus of control, as well as conditions change during the pregnant mother suffered ahmil so that it can be known influence on work stress as well as crucial to control of the subject is reviewed from trisemester of pregnancy

    Perbedaan Prestasi Belajar Siswa Ditinjau Dari Tingkat Pendidikan dan Pola Asuh Orang Tua Siswa Kelas VIII SMP Negeri 5 Lumajang

    No full text
    ABSTRAK   Sari, Arinta Nur Setya. 2016. Perbedaan Prestasi Belajar Siswa Ditinjau Dari Tingkat Pendidikan dan Pola Asuh Orang Tua Siswa Kelas VIII SMP Negeri 5 Lumajang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sudjiono, S.Pd., M.Si, (II) Ike Dwiastuti S.Psi., M.Psi.     Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa kelas VIII SMPN 5 Lumajang ditinjau dari tingkat pendidikan dan pola asuh orang tua siswa. Keseluruhan jumlah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Lumajang sebanyak 211 orang yang kemudian diambil sampel dengan metode simple random sampling dan ditemukan bahwa sampel penelitian sejumlah 103 siswa. Instrumen yang digunakan adaalah skala pola asuh orang tua yang di adaptasi dari Constructionand Validation of Scale of Parenting Scale dengan tingkat reliabilitas sebesar 0,739. Dokumentasi berupa nilai raport untuk mengetahui prestasi belajar siswa dan buku induk siswa untuk mengetahui pendidikan terakhir orang tua. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif. Hasil analisis desriptif dari 103 subjek yang diteliti menunjukkan bahwa 56 siswa (54,37%) memiliki prestasi belajar rendah, 52 siswa (50,48%) memiliki orang tua dengan pendidikan rendah, dan 62 siswa (60,19%) memperoleh pola asuh yang bersifat negatif yaitu neglect, otoriter, dan indulgent. Hasil uji hipotesis menggunakan analisis komparatif two way anova diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,033, artinya tingkat pendidikan dan pola asuh orang tua dapat membedakan prestasi belajar. Berdasarkan hasil analisis diperoleh tiga kesimpulan hipotesis yaitu (1) tidak terdapat perbedaan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas VIII; (2) terdapat perbedaan antara pola asuh orang tua dengan prestasi belajar siswa kelas VIII; dan (3) terdapat perbedaan prestasi belajar ditinjau dari tingkat pendidikan dan pola asuh orang tua siswa kelas VIII. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengembangan skala yang lebih baik lagi pada skala pola asuh orang tua. Guru diharapkan dapat menerapkan teknik pola asuh demokratis dalam proses pembelajaran di dalam kelas

    Pengaruh Logoterapi terhadap Kepuasan Hidup Lansia

    No full text
    ABSTRAK   Laufadrina, Zuriska. 2016. Pengaruh Logoterapi terhadap Kepuasan Hidup Lansia. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Drs. Moh. Bisri, M.Si.   Kata kunci: lansia, kepuasan hidup, logoterapi   Masa lansia merupakan masa di mana banyak perubahan dan permasalahan yang terjadi baik secara fisik, kognitif, psikologis, maupun sosial. Hal tersebutlah yang menuntut para lansia untuk beradaptasi agar dapat mencapai kepuasan dalam hidupnya. Kepuasan hidup merupakan kondisi di mana lansia mampu menikmati pengalaman sebagai ukuran kebahagiaan dan kesejahteraan psikologisnya. Lansia dapat mencapai kepuasan hidup apabila kegiatan yang hilang atau mengalami penurunan, diganti dengan kegiatan baru. Kegiatan fisik yang mengalami kemunduran, perlu diganti dengan meningkatkan kegiatan kognitif, psikologis, dan sosial. Logoterapi dapat menjadi sebuah solusi untuk mereduksi berbagai masalah yang menimpa para lansia dengan memberi bantuan untuk menjalani hidup yang lebih bermakna agar dapat mencapai kepuasan dalam hidupnya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh logoterapi terhadap kepuasan hidup lansia. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek dalam penelitian ini adalah lansia Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 40 lansia dengan pembagian secara random yaitu 20 lansia untuk kelompok eksperimen dan 20 lansia untuk kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi instrumen pengumpulan data dan instrumen perlakuan yang dikembangkan oleh peneliti sendiri. Instrumen pengumpulan data berupa skala kepuasan hidup lansia yang berjumlah 22 aitem dengan indeks reliabilitas sebesar 0,886. Sedangkan instrumen perlakuan berupa panduan logoterapi dengan indeks uji ahli 1,00. Teknik analisis yang digunakan adalah uji beda independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dan nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,000 < 0,05. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh logoterapi terhadap kepuasan hidup lansia. Saran yang diberikan kepada praktikan adalah: 1) logoterapi dapat diterapkan karena cukup efektif dan adaptif untuk tindakan yang diberikan kepada lansia, dan 2) diharapkan menggunakan logoterapi untuk membantu lansia menjalankan hidup yang bermakna sehingga meningkatnya kepuasan hidup. Saran yang diberikan kepada penelitian selanjutnya adalah: 1) diharapkan mencari konselor yang memahami logoterapi dan bisa menerapkannya, 2) diharapkan meminta bantuan atau membawa pendamping, 3) diharapkan meminta bantuan penerjemah untuk menerjemahkan bahasa jika dilakukan pada daerah tertentu, dan 4) diharapkan jika menggunakan rancangan yang sama, perlu adanya perlakuan dengan pendekatan tertentu terhadap kelompok kontrol

    Penerimaan Diri dan Sikap Warga Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar

    No full text
    ABSTRAK   Mukarromah, Saidatul. Penerimaan Diri dan Sikap Warga Binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Sudjiono, S.Pd, M.Si, (2) Farah Farida Tantiani S.Psi, M.Psi.   Kata Kunci: penerimaan diri, sikap, warga binaan.   Lembaga Pembinaan Khusus Anak merupakan tempat untuk membina para narapidana yang masih berusia kurang dari 18 tahun. Berbagai program pembinaan seperti pelatihan keterampilan, sekolah, olahraga dan program kerohanian, diberikan untuk menjadikan warga binaan lebih baik. Akan tetapi, remaja yang bermasalah dengan hukum dipandang negatif oleh masyarakat. Keadaan ini dapat mengganggu perkembangan remaja yang harus menerima dirinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis adakah hubungan antara penerimaan diri dan sikap warga binaan terhadap program pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar. Warga Binaan LPKA Blitar berjumlah 114 anak. Teknik sampel jenuh digunakan karena adanya perbedaan kasus pada masing-masing subjek. Akan tetapi, subjek penelitian hanya sebanyak 102 warga binaan karena beberapa warga binaan lain tidak bisa berpartisipasi. Skala penelitian yang digunakan adalah Skala Penerimaan Diri dan Skala Sikap terhadap Program Pembinaan. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa Skala Penerimaan Diri memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,960, sedangkan Skala Sikap terhadap Program Pembinaan sebesar 0,920. Berdasarkan analisis deskriptif, dari 102 warga binaan, sebanyak 91 warga binaan (89%) memiliki penerimaan diri yang baik dan 64 warga binaan (63%) memiliki sikap positif terhadap program pembinaan. Uji hipotesis yang meggunakan analisis korelasi pearson product moment dengan bantuan SPSS memperoleh nilai rxy = 0,632. Hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya hubungan yang positif dan kuat antara kedua variabel penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan diri berhubungan secara signifikan dengan sikap warga binaan terhadap program pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar. Warga binaan yang penerimaan dirinya sudah baik dan sikapnya positif, diharapkan menjadi contoh warga binaan lainnya. Wali kamar diharapkan  meningkatkan dukungan dengan komunikasi secara personal. Kerjasama dengan profesional juga bisa dilakukan untuk memberikan pelatihan penerimaan diri. Selain itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengaitkan variabel-variabel penelitian dengan variabel lain seperti perilaku warga binaan. Jarak antara observasi awal dan penelitian juga harus diperhatikan

    PERSEPSI SOSIAL PRIA TRANSGENDER TERHADAP PEKERJA SEKS KOMERSIAL

    No full text
    ABSTRAK   Johana, Devi Eka. 2016. Persepsi Sosial Pria Transgender terhadap Pekerja Seks Komersial. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed., (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi, M.Psi.   Kata Kunci: persepsi sosial, pria transgender, pekerja seks komersial   Persepsi sosial merupakan serangkaian proses yang digunakan untuk mencoba mengenal dan memahami orang lain. Setiap orang mempunyai cara yang berbeda dalam mengenali dan memahami karakter satu sama lain. Persepsi individu terhadap orang lain tidak terlepas dari pengaruh lingkungan. Persepsi sosial juga dialami oleh pria transgender terhadap pekerja seks komersial wanita dalam mendapatkan pelanggan di tempat lokalisasi.Pria transgender merupakan seseorang yang telah diidentifikasi sebagai laki-laki saat lahir tapi yang mengenal dan membawakan dirinya sebagai perempuan. Dalam menjalankan profesi sebagai pekerja seks komersial, pria transgender mengalami beberapa permasalahan berupa konflik dengan pekerja seks komersial wanita.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengungkap secara mendalam terkait persepsi sosial transgender terhadap pekerja seks komersial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan model penelitian studi kasus fenomenologi. Partisipan pada penelitian ini adalah tiga pria transgender yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial dan sedang melakukan pemeriksaan rutin di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kualitatif jenis wawancara terpimpin, observasi dan catatan lapangan. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik dan validasi data menggunakan triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi sosial pria transgender terhadap pekerja seks komersial adalah seorang wanita yang bekerja memberi layanan seks komersial yang berpenampilan fisik kurang menarik secara seksual namun memiliki interaksi sosial dan konsep diri yang baik

    Hubungan Romantic Love dengan Perilaku Posesif pada Remaja Laki-Laki SMA Swasta Di Kota Malang

    No full text
    ABSTRACT Aulia, Risky, 2016. Hubungan Romantic Love dengan Perilaku Posesif pada Remaja Laki-Laki SMA Swasta Di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si., (II) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi.Kata Kunci  : romantic love, perilaku posesif, psikologi, psikologi klinis, remaja laki-lakiDalam budaya Jawa rasa memiliki akan lebih kuat ketika ada komitmen dalam bentuk pernikahan dimana laki-laki memiliki wewenang atas pasangan. Rasa memiliki itu awalmula perilaku posesif, sedangkan permasalahan saat ini adalah muculnya perilaku posesif pada hubungan romantic love pada pasangan remaja terutama remaja laki-laki. Remaja laki-laki memilki kecemburuan yang lebih tinggi daripada perempuan dalam perselingkuhan, dan kecemburuan ini yang berpotensi munculnya perilaku posesif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang: (1) deskripsi romantic love, (2) deskripsi perilaku posesif, (3) mengetahui bagaiman hubungan antara romantic love dengan perilaku posesif pada remaja laki-laki.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif. Pengumpulan data penelitian menggunakan skala sikap yang dimana terdapat beberapa pernyataan dan subjek akan memilih salah satu dari lima kategori pernyataan yang telah di sediakan. Peneliti akan melakukan analisis data pengecekan, penyeleksian, skoring, analisa data.Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional dengan teknik pearson product moment. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 100 subjek dan diperoleh dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala romantic love sebanyak 35 aitem yang valid dengan rentangan 0.000 – 0.029 dengan reliabilitas 0,759 dan skala perilaku posesif sebanyak 35 aitem yang valid dengan rentangan 0.000-0.035 dengan reliabilitas 0,889.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebagian besar 54% remaja laki-laki memiliki romantic love, (2) sebagian besar 53% remaja laki-laki memiliki perilaku posesif rendah , (3) terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara romantic love dengan perilaku posesif pada remaja laki-laki. Dapat diartikan bahwa semakin tinggi romantic love maka semakin rendah perilaku posesif.  Saran dalam penelitian ini adalah: (1) Bagi remaja laki-laki buatlah komunikasi yang produktif sehingga tidak terjadi kesalahpahaman, (2) Bagi peneliti selanjutnya perlu dikaji lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang dapat memunculkan perilaku posesif pada remaja laki-laki dan disarankan untuk memperluas populasi penelitian ABSTRACT Aulia, Risky, 2016. Correlations Between Romantic Love and Possesive Behavior of Private School Teenage Boys in Malang. Thesis, Department of Psychology, Faculty of Psychology, Universitas of Malang, Supervisor: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si., (II) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi.Key Word  : romantic love, possesive behaviour, psychology, clinical psychology, teenage boysIn Javanese culture, a sense of belonging is stronger when there is a commitment in the form of marriage in which the man has authority over the couple. Sense of belonging is the factor of possessive behavior, meanwhile there is issues of possessive behavior in romantic love relationships between teenage couple especially in teenage boys. Teenage boys have higher jealousy than women and jealousy is potentially the emergence of possessive behavior.The purpose of this study was to obtain information about: (1) description of romantic love, (2) description of possessive behavior, (3) knowing of how the relationship between romantic love with a possessive behavior in teenage boys.This study use a quantitative research design. Research data collection using a scale of attitude where there are several statements and the subject will choose one of the five categories of the statement that has been provided. Researchers will perform data analyzes start from checks, screening, scoring, data analyzing.This research used descriptive correlational techniques Pearson product moment as analysis design . The research sample are100 subjects and obtained by purposive sampling. The instrument used is romantic love scale with 35 aitem valid in a range of 0000-0029 with a reliability of 0.759 and possessive behavior scale with 35 aitem valid in a range of 0000-0035 with a reliability of 0.889.Results showed that: (1) the majority of 54% of teenage boys have romantic love, (2) the majority of 53% of teenage boys have low possessive behavior, (3) there is significant negative correlation between romantic love with possessive behavior in teenage boys. It mean that the higher romantic love the lower possessive behavior. Suggestions in this study are: (1) for teenage boys try to make productive communication so there is no misunderstanding, (2) for further research needs to be studied more deeply about other factors that can govern possessive behavior in teenage boys and suggested to expand the study populatio

    Hubungan Sibling Rivalry dengan Kemandirian pada Remaja Awal di SMPN 1 Bitar

    No full text
    ABSTRACT   Fitriana, Rizka. 2016. Hubungan Sibling Rivalry dengan Kemandirian pada Remaja Awal di SMPN 1 Bitar. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si (II) Drs. Moh. Bisri, M.Si Kata Kunci: sibling rivalry, kemandirian, remaja awal Remaja awal memiliki tugas perkembangan untuk mencapai kemandirian. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemandirian seseorang ialah hubungan dengan saudara kandung. Hubungan yang tidak harmonis dengan saudara dapat menimbulkan berbagai konflik yang disebut sibling rivalry. Sibling rivalry ini dapat mempengaruhi tercapainya kemandirian pada remaja awal (Stewart dan Podbury dalam Handayani, 2013). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sibling rivalry dengan kemandirian pada remaja awal. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan korelasional. Subjek adalah siswa SMPN 1 Blitar kelas 7 dan 8 sebanyak 116 anak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Purposive Sampling, yaitu teknik yang didasarkan atas karakteristik populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Uji validitas menggunakan teknik korelasi Product Moment  dengan nilai signifikansi 0,000. Instrumen sibling rivalry menggunakan model kuesioner pertanyaan tertutup dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,878. Skala kemandirian menggunakan model Likert dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,818. Data dari hasil pengukuran dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi Product Moment dari Pearson.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18,97% remaja awal di SMPN 1 Blitar mengalami sibling rivalry tinggi, 62,93% mengalami sibling rivalry sedang, dan 18,10% mengalami sibling rivalry rendah. Untuk kemandirian, menunjukkan ada 16,38% remaja awal yang memiliki kemandirian tinggi, 68,10% memiliki kemandirian sedang, dan 15,52% memiliki kemandirian rendah. Hasil analisis data pada variabel sibling rivalry dan variabel kemandirian diperoleh koefisien korelasi sebesar -0,839 dengan taraf signifikansi 0,000 (Sig

    Hubungan Tipe Kepribadian dengan Kepercayaan Konsumen terhadap E-commerce pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Zuhri, Ratna Alvionitta. 2016. Hubungan Tipe Kepribadian dengan Kepercayaan Konsumen terhadap E-commerce pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Tutut Chusniyah, S.Psi., M.Si. (II) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi..   Kata kunci : tipe kepribadian, kepercayaan konsumen, e-commerce   Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) mengetahui hubungan tipe kepribadian dengan kepercayaan konsumen terhadap e-commerce pada mahasiswa, (2) mengetahui hubungan tipe kepribadian extraversion dengan kepercayaan konsumen terhadap e-commerce pada mahasiswa, (3) mengetahui hubungan tipe kepribadian agreebleness dengan kepercayaan konsumen terhadap e-commerce pada mahasiswa, (4) mengetahui hubungan tipe kepribadian conscientiosness dengan kepercayaan konsumen terhadap e-commerce pada mahasiswa, (5) mengetahui hubungan tipe kepribadian neuroticism dengan kepercayaan konsumen terhadap e-commerce pada mahasiswa, (6) mengetahui hubungan tipe kepribadian opennes dengan kepercayaan konsumen terhadap e-commerce pada mahasiswa. Kepercayaan konsumen terhadap e-commerce yakni kesediaan konsumen untuk menerima segala kemungkinan rugi yang dialami selama pembelian menggunakan internet. Kepribadian big five adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk menggambarkan kepribadian seseorang ke dalam lima trait kepribadian, lima trait tersebut terdiri dari extraversion, agreebleness, conscientiousness, neuroticism, dan opennes. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 4.349 mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dengan jumlah sampel uji coba 30 mahasiswa dan jumlah sampel 100 mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik cluster sampling.  Alat ukur yang digunakan untuk mengukur tipe kepribadian adalah skala tipe kepribadian Big Five Inventory (BFI) (r = 0,956). Sedangkan kepercayaan konsumen terhadap e-commerce menggunakan teori kepercayaan oleh Mc Knight dkk.(r = 0,928). Uji hipotesis penelitian menggunakan analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa tipe kepribadian berhubungan dengan kepercayaan konsumen terhadap e-commerce (R = 0,332) dan juga tipe kepribadian memberikan sumbangsih 11% pada kepercayaan konsumen terhadap e-commerce. Sedangkan hanya tipe kepribadian opennes yang berhubungan secara signifikan. Tipe kepribadian opennes merupakan individu yang terbuka, kreatif, dan suka terhadap hal yang baru. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disarankan kepada konsumen lebih terbuka terhadap penjual  dan diharapkan pemilik bisnis e-commerce lebih meningkatkan komunikasi. Sehingga akan muncul kepercayaan baik dari konsumen maupun e-commerce

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇