Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA KELAS SOSIAL DAN SIKAP ISTRI TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI DUSUN KANDANGAN KABUPATEN MOJOKERTO
ABSTRAK Rachmawati, Fira. 2016. Hubungan Antara Kelas Sosial Dan Sikap Istri Terhadap Pelaksanaan Program Keluarga Berencana Di Dusun Kandangan Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Imanuel Hitipeuw M.A, (II) Indah Yasminum Suhanti S.Psi, M.Psi. Kata kunci: kelas sosial, sikap, KB, Kandangan Kemiskinan dan kepadatan penduduk di Indonesia merupakan masalah sosial yang terus berkembang setiap tahunnya. Salah satu hal yang menyebabkan kemiskinan adalah jumlah beban anggota keluarga. Apabila ekonomi rendah maka kemampuan untuk memenuhi kebutuhan bagi keluarga juga rendah. Oleh karena itu pemerintah mengadakan suatu program untuk mengatasi kepadatan penduduk, yaitu dengan program Keluarga Berencana (KB). Program ini menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat, khususnya sasaran KB. Banyak faktor yang melatarbelakangi sikap seseorang, contohnya budaya, sosial, ekonomi, pengalaman, persuasi, dll. Dampak kemiskinan juga menjalar ke berbagai daerah terpencil. Salah satu daerah termiskin di Kabuaten Mojokerto adalah Dusun Kandangan. Sebagian besar penduduknya berada di kelas ekonomi rendah. Untuk itulah dilakukan penelitian yang berkaitan dengan hubungan kelas sosial dan sikap istri terhadap program KB di Dusun Kandangan Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan rancangan deskripsi korelasi. Data penelitian diambil dengan cara membagikan kuisioner pada sampel 50 istri di Dusun Kandangan dengan karakteristik khusus, yaitu menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian berupa skala sikap dan skala kelas sosial. Instrumen yang diberikan adalah instrumen yang sudah tervalidasi dan terrealibilitasi setelah sebelumnya dilakukan tryout pada sampel dengan karakteristik sama. Kegiatan analisis data dimulai dengan skoring, menentukan Tscore, lalu analisis korelasi dengan menggunakan Product Moment pada SPSS 16.0 for Windows. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh tiga simpulan sebagai berikut: pertama, jumlah istri yang bersikap positif dan negatif terhadap pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) di Dusun Kandangan Kabupaten Mojokerto besarnya hampir sama. Kedua, sebagian besar istri berada pada kelas sosial tinggi di Dusun Kandangan Kabupaten Mojokerto. Ketiga, ada hubungan negatif signifikan antara kelas sosial dan sikap istri terhadap pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) di Dusun Kandangan Kabupaten Mojokerto
MAKNA KEBAHAGIAAN PADA REMAJA PUNK BROKEN HOME (DIVORCE) DI KOTA LUMAJANG
ABSTRACT Santoso, D.S., 2016. Makna Kebahagiaan Pada Remaja Punk Broken Home (Divorce) Di Kota Lumajang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sudjiono, S.Pd., M.Si., (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M.Si.Kata Kunci: makna kebahagiaan, remaja punk, broken home (divorce)Penelitian ini berfokus pada bagaimana remaja punk menemukan makna kebahagiaan mereka pada kondisi keluarga yang telah bercerai. Jenis pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi. Partisipan adalah tiga remaja punk laki-laki yang merupakan korban perceraian. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dengan setting natural dan wawancara tidak terstruktur sehingga subyek dapat memberi informasi secara benar tanpa adanya manipulasi. Teknik analisis data menggunakan tiga jenis analisis kualitatif yaitu analisis fenomenologi, triangulasi data dan triangulasi metode yaitu dengan membandingkan antara informasi satu dengan yang lainnya dan dengan membandingkan dua metode pengumpulan data sehingga dapat di tentukan keabsahan data yang di dapat dari tingkat kejenuhan informasi yang didapatkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kebahagiaan pada remaja punk broken home (divorce) di kota Lumajang adalah kebersamaan, kemandirian, dukungan, dan hubungan baik yang mereka jalin dengan punker lain yang membuat mereka bertahan pada pilihan hidupnya meskipun berasal dari keluarga yang bercerai, kondisi dan kegiatan yang dilakukan bersama-sama adalah sebagai penguat bagi mereka. Saran bagi Orang Tua Punker adalah agar memberikan perhatian lebih karena dari penelitian ini menunjukkan bahwa perhatian dan dukungan dari orang tua yang turut berkontribusi terhadap kebahagiaan anak. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan lebih memperbanyak teori yang relevan dari literatur dan mengembangkan metode penelitian yang lebih bisa memaparkan lebih dalam. Bagi masyarakat agar lebih memahami jika punker jalanan memiliki kebahagiaan tersendiri terhadap pilihan hidupnya. Untuk punker jalanan agar lebih menyatu dan terlibat dalam kegiatan bermasyarakat sehingga masyarakat dapat memberikan penilaian positif terhadap kelompok punk
Hubungan Kematangan Emosi dan Konformitas dengan Perilaku Konsumtif Goodies K-Pop pada Komunitas YG Family for Malang
ABSTRAK Nurhabibah, Yessi. 2016. Hubungan Kematangan Emosi dan Konformitas dengan Perilaku Konsumtif Goodies K-Pop pada Komunitas YG Family for Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh.Irtadji, M.Si., (II) Gamma Rahmita UH, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci: kematangan emosi, konformitas, perilaku konsumtif Kematangan emosi adalah kemampuan untuk mengarahkan emosi dasar yang kuat dengan cara-cara yang lebih dapat diterima di lingkungan. Konformitas adalah perilaku yang berdasarkan persepsi terhadap kelompok acuan. Perilaku konsumtif adalah perilaku membeli secara berlebihan yang lebih karena faktor keinginan daripada kebutuhan. Perilaku membeli Goodies Kpop tidak bermasalah bila jika dilakukan secara wajar, tetapi akan timbul permasalahan bila itu dilakukan secara terus menerus dan tidak sesuai kebutuhan. Hal ini dapat menimbulkan perilaku konsumtif dikalangan remaja penggemar K-Pop yang sebagian besar juga belum memiliki pendapatan sendiri (Tambunan, 2001). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) tingkat kematangan emosi (2) tingkat koformitas (3) tingkat perilaku konsumtif (4) hubungan antara kematangan emosi dengan perilaku konsumtif goodies K-Pop pada komunitas YG Family for Malang. (5) hubungan antara konformitas dengan perilaku konsumtif goodies K-Pop pada komunitas YG Family fo Malang. (6) hubungan antara kematangan emosi dan konformitas pada komunitas YG Family for Malang. (7) hubungan antara kematangan emosi dan konformitas dengan perilaku konsumtif goodies K-Pop pada komunitas YG Family for Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasi. Pengumpulan data menggunakan skala kematangan emosi, skala konformitas dan skala perilaku konsumtif goodies. Data dari penelitian ini dianalisi menggunakan analisis korelasi dan regresi ganda. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh: (1) tingkat kematangan emosi pada 43% anggota komunitas YG Family for Malang termasuk rendah dan 57% responden termasuk tinggi; (2) tingkat konformitas komunitas YGFM sebesar 43% termasuk rendah dan 57% termasuk tinggi; (3) tingkat perilaku konsumtif goodies K-Pop komunitas YGFM sebesar 43% termasuk rendah dan 57% termasuk tinggi; (4) hubungan kematangan emosi dan perilaku konsumtif diperoleh r = -0,438 dan nilai sig. sebesar 0,003 berarti terdapat hubungan negatif yang signifikan; (5) hubungan konformitas dengan perilaku konsumtif goodies K-Pop diperoleh r = 0,556 nilai sig. sebesar 0,000 berarti terdapat hubungan positif yang signifikan. (6) hubungan kematangan emosi dengan konformitas diperoleh r = -0,42 dan nilai sig. sebesar 0,787 berarti terdapat hubungan negatif yang signifikan; (7) hubungan antara kematangan emosi dan konformitas dengan variabel perilaku konsumtif goodies K-Pop koefisien korelasi sebesar 0,6694 yang berarti hubungannya kuat. Konformitas dan kematangan emosi mampu berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku konsumtif goodies K-Pop
Adaptasi Alat Tes Goodenough-Harris Draw- A- Man Test untuk Mengukur Kematangan Intelektual Anak Usia 7 Sampai 11 Tahun di Jawa Timur
ABSTRACT Fatimah, Siti. 2016. Adaptasi Alat Tes Goodenough-Harris Draw- A- Man Test untuk Mengukur Kematangan Intelektual Anak Usia 7 Sampai 11 Tahun di Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Weni Utami, M.Si. (2) Diantini Idaviatrie, S.Psi., M.Psi.Kata kunci: Adaptasi, Goodenough-Harris Draw-a-Man Test, Kematangan Intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan adaptasi alat tes Goodenough-Harris Draw a Man Test. Adaptasi alat tes dan panduan dilakukan melalui dua tahap yaitu terdiri dari penerjemahkan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, kemudian hasil terjemahan bahasa Indonesia diterjemahkan kembali dalam bahasa Inggris. Hasil adaptasi alat tes Goodenough-Harris Draw-a-Man Test, dan panduan administrasi alat tes kemudian di uji cobakan. Subyek penelitilitan yaitu siswa Sekolah Dasar kelas satu sampai dengan kelas 5 berusia 7 tahun sampai dengan 11 tahun yang berjumlah 330 anak yang tersebar di Jawa Timur. Setelah uji-coba dilakukan, peneliti melakukan analisis statistika deskriptif, penghitungan validitas item dan reliabilitas konsistensi internal Alfa Crobach pada kedua skala yang terdapat dalam alat tes tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan data kematangan intelektual pada anak usia 7 tahun sampai dengan 11 tahun. Hasil uji validitas item pada skala laki-laki memiliki rentang .112 sampai .602 sedangkan pada skala wanita memiliki rentang .103 sampai .530 menujukkan bahwa semua item yang terdapat dalam masing-masing skala valid. Selain itu, uji reliabilitas konsistensi internal Cronbach Alfa menunjukkan bahwa skala gambar laki-laki memperoleh reliabilitas .920 sedangkan skala gambar wanita memperoleh reliabilitas .867. Alat tes ini juga memiliki panduan lengkap yang terdiri dari alat tes, intsruksi administrasi tes, cara penggunaan alat tes, tujuan pengetesan, norma, skoring dan cara interpretasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memenuhi kriteria alat tes psikologi yang objektif, valid dan reliabel dalam mengukur kematangan intelektual dan dapat menjadi salah satu pilihan alat tes sebagai bentuk instrumen bagi psikolog dan ilmuwan psikologi dalam mengidentifikasi kematangan intelektual pada siswa Sekolah Dasar. Sehingga psikolog maupun ilmuwan psikologi kemudian dapat mengambil langkah lebih lanjut untuk mengambil keputusan lebih lanjut mengenai subjek yang di kenai tes. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memiliki rentang umur dan subjek yang lebih beragam dan memiliki validitas dan reliabilitas eksternal sehingga adaptasi alat tes Goodenough-Harris Draw-a-Man Test ini dapat memiliki kualitas yang lebih baik sebelum menyebar luas.
hubungan antara frustasi dan konformitas dengan perilaku agresi pada suporter arema korwil dinoyo kota malang
ABSTRACT Prasetyo, Agusti Nur indra. 2016. Hubungan Antara Frustasi dan Konformitas Dengan Perilaku Agresi Pada Suporter Arema Korwil Dinoyo Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Fattah Hidayat, S.Psi., M.Psi. (II) Gamma rahmita UH., S.Psi., M.PsiKata kunci: frustasi, konformitas, perilaku agresiPerilaku agresi sering dilakukan oleh suporter sepak bola ketika tim yang dibelanya tidak mampu memenuhi keinginan suporter yaitu memenangkan setiap pertandingan yang dilakukan, ketika suatu kekalahan yang diterima oleh sebuah tim sepak bola, agresi suporter dapat dilihat yaitu seperti merusak fasilitas di lapangan atau tribun.Kuatnya pengaruh kelompok akan mempengaruhi perilaku dan sifat konformis pada diri remaja. Dalam kaitannya dengan perilaku agresif, remaja yang memiliki konformitas yang tinggi akan memiliki kecenderungan berperilaku agresif yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran frustasi, gambaran konformitas dan hudungan frustasi, konformitas terhadapperilaku agresi pada Aremania.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah supporter Arema Malang Korwil Dinoyo, berjenis kelamin laki-laki dan bertempat tinggal di wilayah Desa Merjosari Kecamatan Lowokwaru yaitu sebanyak 272 orang. Sampel penelitian berjumlah 68 yang diperoleh dengan teknik simple random sampling. Try out dilakukan pada Komunitas Aremania yang berlokasi di Jalan Sumpil Kota Malang yang memiliki karakteristik sama dengan obyek penelitian berjumlah 40 orang pada tanggal 6-10 Februari 2016. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala frustasi sebanyak 22 aitem dengan reliabilitas 0,765, skala konformitas sebanyak 34 aitem dengan reliabilitas 0,925 dan skala perilaku agresi sebanyak 32 aitem dengan reliabilitas 0,906. Hasil penelitian menunjukkan (1) Dari hasil koefisien korelasi product momentantarafrustasidenganagresiremajaadalahrxy>rtabelyaitusebesar 0,366 > 0,239 dengan taraf signifikansi 0,002 maka ada korelasi positif yang signifikan antara frustasi dan agresi supporter Aremania Korwil Dinoyo. (2) Dari hasil koefisien korelasi product moment antara konformitas dan perilaku agresi remaja adalah rxy>rtabel yaitu sebesar 0,446 < 0,1882 dengan taraf signifikansi 0,000 maka ada korelasi positif yang signifikan antara frustasi dan agresi supporter Aremania Korwil Dinoyo. (3) Dari hasil analisis korelasi ganda besarnya hubungan antara frustasi dan konformitas (secara simultan) terhadap perilaku agresi yang dihitung dengan koefisien korelasi adalah 0,545 dengan taraf signifikansi 0,000. Hal ini menunjukkan pengaruh yang sedang. Saran penelitian: supporter sebaiknya memiliki pengendalian diri yang baik terutama dalam mengendalikan frustasi dan konformitas mereka agar tidak menjadi bentuk agresi yang merugikan berbagai pihak
Hubungan antara Kohesivitas Kelompok dengan Komitmen Organisasi Mahasiswa Anggota Baru Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bidang Minat Kesenian di Universitas Negeri Malang
ABSTRACT Roshanty, Amalia Trias. 2016. Hubungan antara Kohesivitas Kelompok dengan Komitmen Organisasi Mahasiswa Anggota Baru Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bidang Minat Kesenian di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si, (II) Gamma Rahmita U.H., S.Psi., M.Psi.kata kunci: kohesivitas kelompok, komitmen organisasi, unit kegitan mahasiswa (UKM).Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) merupakan lembaga organisasi mahasiswa intra kampus yang bergerak dalam berbagai bidang minat, salah satunya terdapat bidang minat kesenian. Proses kegiatan yang sering diadakan di UKM bidang kesenian sering kali menimbulkan perbedaan pendapat yang dapat berdampak pada keberlangsungan UKM. Hal tersebut dapat terjadi karena rendahnya kohesivitas kelompok dan komitmen organisasi dari anggota baru UKM. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengetahui adakah hubungan antara kohesivitas kelompok dengan komitmen organisasi pada mahasiswa anggota baru UKM bidang minat kesenian di Universitas Negeri Malang.Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk pengambilan sampel. Subjek penelitian ini sejumlah 60 mahasiswa yang menjadi anggota baru dalam UKM bidang minat kesenian di Universitas Negeri Malang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala kohesivitas kelompok dan skala komitmen organisasi. Sebelum dilakukan analisis data, peneliti melakukan uji normalitas dengan formula Kolmogorov-Smirnov, yang menyatakan bahwa pada skala kohesivitas kelompok tidak berdistribusi normal dan pada skala komitmen organisasi berdistribusi normal. Sehingga pada penelitian ini peneliti melakukan analisis korelasi non-parametrik menggunakan formula Spearman.Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara kohesivitas kelompok dengan komitmen organisasi pada mahasiswa anggota UKM bidang minat kesenian di Universitas Negeri Malang (ρ = 0.893, sign = 0.000, α < 0.05). Hubungan yang terbentuk adalah kohesivitas kelompok dan komitmen organisasi berada dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar (1) para pengurus UKM untuk dapat membangun kohesivitas dari anggota baru UKM dengan mengadakan kegiatan rutin yang bersifat berkelompok sehingga akan meningkatkan komitmen organisasinya, (2) para anggota untuk dapat membangun kohesivitas kelompok dengan cara mampu menunjukkan penerimaan tehadap anggota lain, aktif dalam setiap kegiatan, memiliki loyalitas terhadap UKM, bertanggungjawab terhadap pekerjaan, dan hadir tepat waktu di setiap kegiatan, serta (3) pada peneliti selanjutnya untuk dapat melakukan tindak lanjut penelitian seperti pengembangan alat ukur, penambahan variabel atau populasi penelitian untuk dapat mengembangkan organisasi
POST ABORTION SYNDROME (PAS) PADA REMAJA PUTRI PELAKU ABORSI KEHAMILAN PRANIKAH (PREMARITAL PREGNANCY) DI KOTA PARE DAN KOTA MALANG
ABSTRAK Kurniawati, Erlin. 2016. Post Abortion Syndrome (PAS) Pada Remaja Wanita Pelaku Aborsi Kehamilan Pranikah (Premarital Pregnancy) di Kota Pare dan Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang; Pembimbing (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M. Si (II) Farah Farida Tantiani, S. Psi., M. Psi Kata Kunci: Post Abortion Syndrome (PAS), remaja wanita, aborsi kehamilan pranikah Kasus aborsi yang dilakukan oleh remaja di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Keputusan untuk melakukan aborsi seringkali menuai pro dan kontra, terlebih di Negara Indonesia yang sangat menjunjung nilai moral dan agama. Beberapa wanita yang melakukan aborsi menganggap bahwa aborsi merupakan cara terbaik mereka untuk menyelesaikan masalah, namun ternyata tidak demikian. Keputusan aborsi membawa remaja wanita ke dalam permasalahan baru yang diakibatkan karena trauma akan pengalaman aborsinya sehingga membuat mereka merasa sangat bersalah dan muncul emosi-emosi negative yang disebut Post Abortion Syndrome (PAS). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode penelitian studi kasus (Case Study). Kehadiran Peneliti merupakan instrumen untuk mengumpulkan data atau mengukur status variabel yang diteliti. Subjek berjumlah 2 orang dengan kriteria berusia 15-24 tahun dan pernah melakukan aborsi kehamilan pranikah, lokasi penelitian berada di Kota Pare dan Kota Malang. Metode pengumpulan data yang dilakukan peneliti menggunakan wawancara kualitatif dan observasi. Pengecekan keabsahan temuan menggunakan teknik validasi responden dan triangulasi perspektif. Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan adalah Subjek AA memiliki kemunculan gejala Post Abortion Syndrome yang lebih variatif dibandingkan dengan dengan subjek MD dimana antara subjek AA dan subjek MD terdapat beberapa gejala Post Abortion Syndrome yang muncul yaitu berulangnya mimpi yang menyedihkan dari aborsi atau janin , sama-sama memiliki pengalaman yang berkaitan dengan mistis, mengalami tekanan psikologis ketika melihat hal hal yang berkaitan dengan aborsi mereka misalnya melihat anak kecil, bayi, dan ibu hamil, memiliki ketakutan yang sama yaitu takut tidak dapat memiliki anak lagi, merasa seperti tidak memiliki masa depan pasca melakukan aborsi, dan memiliki pikiran untuk bunuh diri.
Sikap Terhadap Perilaku Seksual Pranikah Ditinjau Dari Tipe Kepribadian Ekstravert Dan Introvert Remaja Lamaholot Di Kota Malang
ABSTRAK Keray, Bunga Felisitas Yohana. 2016. Sikap Terhadap Perilaku Seksual Pranikah Ditinjau Dari Tipe Kepribadian Ekstravert Dan Introvert Remaja Lamaholot Di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sudjiono S.Pd, M.Si (II) Farah Farida Tantiani S.Psi, M.Psi Kata Kunci : sikap, perilaku seksual pranikah, tipe kepribadian, ekstravert, introvert, remaja lamaholot Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi tentang: (1.) deskripsi sikap terhadap perilaku seksual pranikah remaja Lamaholot di kota Malang, (2.) melihat apakah ada perbedaan sikap terhadap perilaku seksual pranikah ditinjau dari tipe kepribadian ekstravert dan introvert remaja Lamaholot di kota Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dan komparatif dengan menggunakan analisis One-way ANOVA. Tryout dilakukan pada remaja Lamaholot di kota Malang dengan jumlah 50 orang. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja Lamaholot di kota Malang sejumlah 300 orang. Sampel yang diambil dengan teknik purposive sampling, maka diambil 100 orang berdasarkan kriteria spesifik yang ditetapkan peneliti yakni remaja akhir. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala sikap terhadap perilaku seksual pranikah sebanyak 30 aitem dengan reliabilitas 0.855 dan skala tipe kepribadian ekstravert dan introvert sebanyak 41 aitem dengan tingkat reliabilitas sebesar 0.734. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1.) remaja Lamaholot di kota Malang memiliki sikap yang menyetujui perilaku seksual pranikah (2.) tidak ada perbedaan sikap terhadap perilaku seksual pranikah ditinjau dari tipe kepribadian ekstravert dan introvert remaja Lamaholot di kota Malang. Berdasarkan penelitian ini maka dapat diperoleh saran bagi remaja Lamaholot yang memiliki sikap menyetujui terhadap perilaku seksual pranikah maka diharapkan remaja Lamaholot sebaiknya memiki sikap yang tepat terhadap perilaku seksual pranikah, karena anggapan yang salah tentang seksualitas tentu saja dapat berakibat pada perilaku, misalnya penyelewengan dalam pemanfaatan seks dalam kehidupan remaja serta gangguan – gangguan fungsi seksual pada masa mendatang. Oleh karena itu sikap terhadap seksual pranikah menjadi hal yang sangat penting dan sikap yang tepat yaitu: (1) menempatkan seks pada fungsi dan tujuan, (2) tidak menganggap seks itu jorok, tabu dan menjijikan, (3) tidak menjadi bahan lelucon, (4) menggunakan norma atau aturan dalam penggunaanya, (5) membicarakan dalam konteks ilmiah untuk memahami diri dan orang lain, serta (6) pemanfaatan secara baik dan benar sesuai fungsi sakralnya. Sedangkan kepada orang tua disarankan dapat menjadi bahan pertimbangan ketika memutuskan untuk melepaskan anak remajanya yang akan tinggal menetap sendirian di lingkungan perkotaan, dengan selalu memantau perkembangan anak remajanya.
Makna Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Menurut Perempuan Remaja Akhir yang Mengalami Married by Accident
ABSTRAK Taqwa, Niki Insan. 2016. Makna Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Menurut Perempuan Remaja Akhir yang Mengalami Married by Accident. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si., (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: keterlibatan ayah, pengasuhan, perempuan, married by accident Pada perkembangan kehidupan remaja, orang tua merupakan figur penting. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak perempuan dapat menurunkan perilaku negatif seperti pernikahan dini yang disebabkan kehamilan pra nikah. Kejadian tersebut dikenal dengan istilah populer married by accident. Hal tersebut disebabkan anak perempuan akan mengembangkan cara berkomunikasi dengan laki-laki berdasar apa yang dialami bersama sang ayah selama ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna keterlibatan ayah dalam pengasuhan menurut perempuan remaja akhir yang mengalami married by accident. Subjek penelitian didapat 3 orang sesuai kriteria yang ditentukan peneliti. Metode yang digunakan adalah kualitatif jenis fenomenomogi. Data diambil dari wawancara dengan partisipan dan informan serta dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis fenomenologi Colaizzi. Berdasarkan hasil analisis diperoleh tujuh kesimpulan yaitu (1) kegiatan yang dilakukan bersama ayah merupakan kegiatan untuk mengisi waktu luang dan ada komunikasi berbentuk 1 arah (2) kontak fisik yang diberikan ayah berhenti pada masa remaja (3) ayah tidak ikut andil dalam pengambilan keputusan dan monitoring (4) ayah tidak memenuhi kebutuhan materi (5) ayah tidak peka dengan kebutuhan anak (6) anak mengembangkan sosok ayah ideal yang berbeda dengan sosok ayahnya (7) adanya dukungan dari keluarga ketika partisipan mengalami married by accident. Sehingga makna keterlibatan menurut partisipan adalah ayah dirasa terlibat apabila sang ayah peka dengan kebutuhan anak, memberikan kontrol berbentuk perhatian seperti menanyakan kabar dan mengetahui kegiatan anak. Akan tetapi ayah kurang terlibat dalam pengasuhan sehingga menyumbang sedikit masalah dalam kehidupan anak. Keterlibatan ayah dipengaruhi oleh faktor pekerjaan ayah yang berada di luar rumah, status hukum ayah dan peran ibu yang lebih besar di rumah. Bagi partisipan dan sang ayah diharapkan dapat lebih mempererat hubungan dengan membangun komunikasi yang mendalam dan berbentuk 2 arah. Sehingga meskipun kejadian MBA memberi dampak negatif, di sisi lain dapat menjadikan adanya keterbukaan antara ayah dan anak perempuannya. ABSTRACT Taqwa, Niki Insan. 2016. The Meaning of Father Involvement According to Girl in Late Adolescence Who Experienced Married by Accident. Thesis. Faculty of Educational Psychology, State University of Malang. Supervisor: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si., (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi. Keywords: father involvement, child-rearing, girl, married by accident In adolescence's life span development, parents are important figure. Father involvement in his daughter's life can reduce negative behavior such as early marriage that caused by pre-marriage pregnancy. Married by accident is a popular term for that case. A girl will develop a way to communicate with another boy based on what she experienced with her father. This reserarch was connducted to know the meaning of father involvement according to girl in late adolescence who experienced married by accident. The participants in this research are 3 person that match with researcher’s criteria. This research using qualitative method, phenomenology type. Data collected by interviews with participants and informants also documentationts. The data analyzed with Colaizzi's phenomenology analysis. There are 6 conclusion from analysis result (1) activity that conducted with father is leisure activity with one-way communication (2) physical contact that given by father halt at adolescence period (3)father didn't contribute in daughter's decision making and monitoring (4) father didn;t fulfill material need (5) instead of fulfilling need, father didn't "see" daughter's need (6) daughter has father's ideal type differ from her father (7) there is support from family when the participant expereinced married by accident. The result from those conclusion is father can be said involve if father "see" daughter's need, giving control such as asking and know about his daughter's activity. However in this research, father is lack in involvement so it contribute a bit in daughter's problem. Father involvement influenced by father's job that outside home, father's law status and mother's role that bigger in home. For the participants and the fathers expected to strenghten the relationship with building deep communication in two-way communication. So even though MBA give negative impact, in another side it can make a disclosure between father and daughter
Pengaruh Relaksasi Progresif Terhadap Tingkat Stres Kerja pada Penjaga Pintu Tol PT. Jasa Marga (Persero) Tbk. Cabang Surabaya Gempol
ABSTRAK Rachman, Aunur Rofiq. 2016. Pengaruh Relaksasi Progresif Terhadap Tingkat Stres Kerja pada Penjaga Pintu Tol PT. Jasa Marga (Persero) Tbk. Cabang Surabaya Gempol. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed, (II) Ninik Setiyowati, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: relaksasi, relaksasi progresif, stres, stres kerja, penjaga pintu tol Penjaga pintu tol merupakan pekerjaan yang memiliki intensitas waktu kerja yang cukup padat, dengan gerakan yang tentatif dan dapat menyebabkan penyakit pernapasan, asfiksia, nyeri otot (seperti otot pinggang, bahu, dan leher), hipertensi, dan stres. Relaksasi progresif merupakan serangkaian program komprehensif mengenai latihan penyantai atau pereda ketegangan untuk mencapai keadaan rileks, tenteram, dan nyaman, yang terdiri atas relaksasi otot, relaksasi napas, serta mental imagery melalui gelombang teta (ϑ). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan desain pre-test post-test control group design. Instrumen perlakuan berupa modul beserta rekaman audio panduan pelaksanaan relaksasi progresif yang diberi suara latar suara aliran air dan kicuan burung. Subjek berasal dari populasi keseluruhan pegawai penjaga pintu tol di Gerbang Tol Waru I & Ramp yang berjumlah 48 orang dan digunakan random sampling pada pegawai yang bersedia berpartisipasi sejumlah 42 orang, kemudian dilakukan pengumpulan data menggunakan skala gejala stres kerja. Skala berjumlah 23 aitem yang telah tervalidasi menggunakan validitas konstruk korelasi aitem total dan reliabilitas Cronbach’s Alpha dengan rentang nilai korelasi antara 0,215 hingga 0,640 serta nilai reliabilitas sebesar 0,86. Untuk pengolahan data dalam pengujian hipotesis penelitian, peneliti menggunakan analisis independent sample t-test gain score. Hasil pengukuran tingkat stres kerja pada kelompok eksperimen dari rata-rata skor pre-test yang bernilai 52.24 mengalami penurunan pada rata-rata skor post-test yang bernilai 49.19. Sedangkan hasil pengukuran tingkat stres kerja pada kelompok kontrol, dari rata-rata skor pre-test yang bernilai 52.00 mengalami peningkatan pada rata-rata skor post-test yang bernilai 55.05. Hasil perbandingan tingkat stres kerja antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol yang diperoleh dari nilai gain score, menunjukkan nilai probabilitas sebesar 0.000 yang lebih kecil dari 0.05, sehingga terapi relaksasi progresif memberikan pengaruh yang lebih positif secara signifikan dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan perlakuan apapun. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh relaksasi progresif terhadap tingkat stres kerja pada penjaga pintu tol PT. Jasa Marga (Persero) Tbk. Cabang Surabaya Gempol