Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
Dinamika Psychological Capital pada Wirausahawan Usia Dewasa Awal yang Sukses
ABSTRAK Rahmadiani, Nixie Devina. 2016. Dinamika Psychological Capital pada Wirausahawan Usia Dewasa Awal yang Sukses. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi, (II) Ninik Setiyowati, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: psychological capital, wirausahawan sukses, usia dewasa awal Salah satu tugas perkembangan usia dewasa awal adalah memilih karir. Salah satu karir yang dapat dipilih adalah berwirausaha. Hal yang menarik saat ini adalah banyak wirausahawan yang mampu sukses di usia dewasa awal (usia muda). Modal terpenting untuk meraih kesuksesan berwirausaha adalah modal psikologis. Empat dimensi modal psikologis dimungkinkan muncul pada diri wirausahawan yang sukses. Tetapi, dinamika yang muncul pada masing-masing individu bisa berbeda satu sama lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dinamika psychological capital pada wirausahawan usia dewasa awal yang sukses. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif menggunakan teknik studi kasus intrinsik. Keabsahan data temuan dilakukan dengan triangulasi perspektif dengan memanfaatkan informan. Subjek penelitian berjumlah 3 orang wirausahawan usia dewasa awal yang sukses, sedangkan informan yang dipilih masing-masing yaitu teman dekat, ayah, serta sepupu subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat dimensi psychological capital muncul dan saling berkaitan satu sama lain pada diri wirausahawan usia dewasa awal yang sukses. Wirausahawan usia dewasa awal menunjukkan efikasi diri yang positif. Ketiga subjek menunjukkan harapan yang positif. Pola asuh yang membiasakan anak untuk bisa mandiri, terlatih bekerja keras dari orangtua dan lingkungan yang suportif mampu membentuk optimisme pada diri wirausahawan muda. Resiliensi dalam diri wirausahawan muda terbentuk karena memiliki kemampuan, stabilitas emosi, regulasi diri, adanya dukungan sosial yang baik, dan tidak ditemukan rasa tidak aman akan pekerjaan (job insecurity) karena efikasi diri ikut berperan di dalamnya. Ditemukan pula bahwa aspek religiusitas dengan sholat tahajud dan dhuha mampu meningkatkan resiliensi karena dapat membantu memunculkan energi dalam diri sehingga mendorong individu untuk mampu bangkit ketika mendapatkan permasalahan dalam bisnisnya.
Pengaruh Metode Bermain Peran dan Video Psikoedukasi terhadap Perilaku Asertif pada Anak Usia Dini
ABSTRAK Damayanti, Annisa. 2016. Pengaruh Metode Bermain Peran dan Video Psikoedukasi terhadap Perilaku Asertif pada Anak Usia Dini. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Drs. Moh. Bisri, M.Si Kata kunci: anak usia dini, perilaku asertif, bermain peran, video psikoedukasi. Setiap upaya anak usia dini memenuhi tugas tumbuh kembangnya, tentunya anak mendapat stressor baik secara fisik, psikologis maupun sosial. Penting bagi anak untuk dapat mengatasi stressor-stressor tersebut. Perilaku asertif merupakan salah satu perilaku yang harus dimiliki setiap anak agar ia mampu bersosialisasi dengan baik, sebab masa usia dini merupakan masa awal anak bersosialisasi di wilayah yang lebih luas, tidak lagi sekedar di lingkungan keluarga. Periode usia dini sangat erat kaitannya dengan masa bermain anak, sehingga bermain peran dapat menjadi solusi untuk membentuk perilaku asertif anak. Selain itu anak perlu didukung model berperilaku asertif dengan cara memberikan video psikoedukasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari metode bermain peran dan video psikoedukasi terhadap perilaku asertif. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen-semu, dengan desain nonrandomized pretest-posttest control group design. Instrumen yang digunakan terbagi menjadi instrumen pengumpulan data dan instrumen perlakuan yang dikembangkan oleh peneliti sendiri. Instrumen penelitian berupa pedoman observasi perilaku asertif, sedangkan instrumen perlakuan berupa panduan bermain peran dan panduan video psikoedukasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas A1 dan A2 TK Brawijaya II YASRI kota Malang, dengan jumlah subjek penelitian untuk kelompok eksperimen 22 siswa dan 22 siswa untuk kelompok kontrol. Data yang diperoleh, dinalisis menggunakan uji beda Independent Sampels T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh metode bermain peran dan video psikoedukasi terhadap peningkatan perilaku asertif pada anak usia dini. Saran yang diberikan pada guru adalah: 1) bermain peran dan psikoedukasi dapat diterapkan karena cukup kontekstual dengan tingkat perkembangan dan pemahaman anak usia dini, 2) diharapkan jika akan melaksanakan kegiatan bermain peran dan video psikoedukasi perlu untuk meminta bantuan dari sukarelawan karena faktor keterbatasan jumlah guru. Saran untuk peneliti selanjutnya: 1)diharapkan mengkaji pengaruh metode bermain peran dan video psikoedukasi terhdap perilaku lain, 2) perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan desain penelitian yang berbeda, jumlah subjek yang lebih luas, dan 3) perlu dilakukan penelitian pengembangan panduan metode bermain peran dan video psikoedukasi
Hubungan Sikap Karyawan terhadap Jaminan Kesehatan dengan Kepuasan Kerja Karyawan di PTPN. X PG. Modjopanggoong Tulungagung
ABSTRAK Amelia, Nur Aida. 2016. Hubungan Sikap Karyawan terhadap Jaminan Kesehatan dengan Kepuasan Kerja Karyawan di PTPN. X PG. Modjopanggoong Tulungagung. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, M.Si (II) Ninik Setyowati, S.Psi, M. Psi Kata Kunci: sikap karyawan terhadap jaminan kesehatan, kepuasan kerja karyawan, PTPN. X PG. Modjopanggoong Tulungagung. Penelitian ini didasari oleh adanya fakta di lapangan, dengan adanya kebijakan baru, tidak semua karyawan merasa setuju dengan kebijakan tersebut. Kebijakan yang dimaksud adalah jaminan kesehatan yang diikuti saat ini berbeda dengan jaminan kesehatan yang dulu pernah diikuti. Perbedaan ini meliputi peraturan, persyaratan, penggunaan dan pembiayaan. Jaminan kesehatan tersebut berdapak pada kepuasan kerja karyawan yang ikut menurun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap karyawan terhadap jaminan kesehatan dengan kepuasan kerja karyawan di PTPN. X PG. Modjopanggoong Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian sebanyak 204 karyawan dengan jumlah sampel 41 atau 20% dari jumlah populasi. Teknik sampling yang digunakan adalah purposif sampling. Menggunakan instrumen penelitian berupa skala sikap karyawan terhadap jaminan kesehatan dan skala kepuasan kerja dengan reliabilitas 0,939 dan 0,876. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan memiliki sikap terhadap jaminan kesehatan yang rendah58,54% dan karyawan memiliki kepuasan kerja yang rendah60,98%. Terdapat hubungan positif signifikan antara sikap karyawan terhadap jaminan kesehatan dengan kepuasan kerja dengan angka kolerasi sebesar 0,872, signifikansi 0, 000 dan
Pengembangan Instrumen Identifikasi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada Anak Menggunakan Aplikasi Berbasis Web bagi Guru dan Orangtua
ABSTRAK Silrawati, Siska Deaprilia. 2016. Pengembangan Instrumen Identifikasi Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada Anak Menggunakan Aplikasi Berbasis Web bagi Guru dan Orangtua. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Moh. Irtadji, M.Si. (2) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Kata kunci: instrumen, identifikasi ADHD. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Instrumen Identifikasi ADHD yang valid dan reliabel dalam mengidentifikasi adanya ADHD pada anak. Hasil penelitian diharapkan memudahkan guru dalam mengidentifikasi adanya ADHD pada siswa, serta memudahkan orangtua dalam mengidentifikasi adanya ADHD pada anak. Selain itu, penelitian ini untuk memberikan informasi mengenai ADHD pada masyarakat, agar tidak memberikan julukan yang negatif pada anak di masa perkembangannya. Langkah-langkah penelitian ini meliputi: (1) analisis kebutuhan, yang dilakukan di lapangan, (2) perancangan desain, berupa spesifikasi instrumen dan penulisan item (3) implementasi desain, berupa penyusunan item perakitan instrumen (4) validasi ahli, berupa analisis item (5) revisi, perbaikan dari validasi ahli (6) uji coba terbatas (7) revisi (8) uji coba lapangan (9) perbaikan produk (10) produk akhir, berupa kajian produk yang telah direvisi. Hasil dari validasi isi, dilakukan oleh 3 ahli, instrumen identifikasi ADHD perlu direvisi sebanyak 10 item. Hasil dari validasi isi ini memperoleh koefisien validitas Aiken’s V yang bergerak dari 0,56 hingga 0,89 yang berarti isi dari instrumen memadai. Setelah dilakukan revisi, instrumen identifikasi ADHD diujicobakan secara terbatas untuk mengetahui perbedaan skor total antara pengamat (orangtua dan guru) yang menangani anak/siswa ADHD dan yang tidak menangani anak/siswa ADHD dan mencerminkan perbedaan yang signifikan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,013. Setelah Instrumen Identifikasi ADHD yang diujicobakan terbatas telah direvisi, maka dilakukan uji coba lapangan dengan total subjek 40 orang. Selanjutnya, dilakukan analisis validitas dengan nilai probabilitas bergerak dari 0,00 hingga 0,014, dan analisis reliabilitas dengan nilai 0,963. Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas, maka dapat disimpulkan bahwa instrumen identifikasi ADHD telah valid dan reliabel sebagai instrumen untuk mengidentifikasi ADHD pada anak bagi guru dan orangtua, serta dapat dimanfaatkan bersama lembaga psikologi, pendidikan, dan kesehatan. Selain itu, untuk penelitian dan pengembangan selanjutnya dilakukan analisis faktor dalam pengembangan instrumen identifikasi ADHD
PERBEDAAN SELF CONFIDENCE DITINJAU DARI KEAKTIFAN SISWA MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DAN KEJURNALISTIKAN DI SMA NEGERI 1 MAGETAN
ABSTRACT Nabila, Zulfany Safira. 2016. Perbedaan Self Confidence Ditinjau Dari Keaktifan Siswa Mengikuti Ekstrakurikuler Pramuka Dan Kejurnalistikan Di SMA Negeri 1 Magetan. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sudjiono, S.Pd., M.Si, (II) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: ekstrakurikuler pramuka dan kejurnalistikan, keaktifan mengikuti ekstrakurikuler, self confidence.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan self confidence siswa SMA Negeri 1 Magetan ditinjau dari keaktifan siswa mengikuti ekstrakurikuler pramuka dan kejurnalistikan.Selain itu penelitian ini juga bertujuan menggambarkan self confidence dan keaktifan siswa di SMA Negeri 1 Magetan. Alat ukur yang digunakan adalah skala psikologis yang disusun oleh peneliti. Skala self confidence yang disusun berdasarkan konstruk dari Lindenfield (1997) dan skala keaktifan mengikuti ekstrakurikuler disusun berdasarkan konstruk Nuswantoro dan Warsito (2013). Berdasarkan uji reliabilitas alpha cronbach didapatkan nilai dari skala self confidence sebesar 0,905 dan skala keaktifan mengikuti ekstrakurikuler sebesar 0,887, dimana p > 0,05 yang artinya alat ukur tersebut layak digunakan.Penelitian kuantitatif berjenis komparatif dan deskriptif dengan analisis yang digunakan adalah anova dua jalur. Hasil analisis deskriptif dari 150 subjek menunjukkan self confidence siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pramuka kategori tinggi 20 siswa (26,67%), kategori sedang 40 siswa (53,33%) dan kategori rendah 15 siswa (20%). Sedangkan pada ekstrakurikuler kejurnalistikan kategori tinggi 16 siswa (21,33%), kategori sedang 44 siswa (58,6%) dan kategori rendah 15 siswa (20%). Berdasarkan skala keaktifan siswa mengikuti ekstrakurikuler didapatkan hasil siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pramuka kategori keaktifan sangat aktif sebanyak 7 siswa (9,33%), kategori keaktifan sedang sebanyak 44 siswa (58,67%) dan kategori keaktifan rendah sebanyak 24 siswa (32%). Sedangkan pada ekstrakurikuler kejurnalistikan kategori keaktifan sangat aktif sebanyak 21 siswa (28%), kategori keaktifan sedang 49 siswa (65,33%) dan kategori keaktifan rendah sebanyak 5 siswa (6,67%). Hasil analisis komparatif dengan anova dua jalur didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,463 (p > 0,05). Artinya, keaktifan ekstrakurikuler dan jenis ekstrakurikuler yang diikuti tidak dapat membedakan self confidence siswa. Hasil analisis hipotesis didapatkan tiga kesimpulan yaitu (1) terdapat perbedaan antara keaktifan mengikuti ekstrakurikuler dengan self confidence; (2) tidak terdapat perbedaan antara jenis ekstrakurikuler yang diikuti dengan self confidence; dan (3) tidak terdapat perbedaan self confidence jika ditinjau dari keaktifan mengikuti ekstrakurikuler dan jenis ekstrakurikuler yang diikuti. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan skala self confidence dan skala keaktifan mengikuti ekstrakurikuler lebih baik lagi
Hubungan antara Body Image dan Tingkat Narsistik dengan Self Esteem pada Remaja Putri di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang
ABSTRACT Styowati, Evilyn Riesky. 2016. Hubungan antara Body Image dan Tingkat Narsistik dengan Self Esteem pada Remaja Putri di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang; Pembimbing (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Drs. Mohammad Bisri, M.Si.Kata kunci: body image, narsistik, self esteem, remaja putri.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui gambaran body image remaja putri di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (2) Mengetahui gambaran tingkat narsistik remaja putri di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (3) Mengetahui gambaran self esteem yang dimiliki remaja putri di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (4) Hubungan antara body image dengan self esteem pada remaja putri di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (5) Hubungan antara tingkat narsistik dengan self esteem pada remaja putri di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (6) Hubungan antara body image dan tingkat narsistik dengan self esteem pada remaja putri di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 2068 mahasiswi Fakultas Ekonomi dan sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 120 mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dengan teknik area insidental sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala body image, skala narsistik, dan skala self esteem yang dikembangkan oleh peneliti. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji hipotesis menggunakan teknik korelasi ganda product moment menggunakan alat bantu SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja putri di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (1) sebagian besar memiliki body image dalam kategori rendah (2) sebagian besar memiliki tingkat narsistik dalam kategori tinggi (3) memiliki self esteem dalam kategori tinggi (4) terdapat hubungan yang signifikan antara body image dengan self esteem (5) terdapat hubungan yang signifikan antara narsistik dengan self esteem, dan (6) terdapat hubungan positif antara body image, tingkat narsistik dan self esteem. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah: 1) bagi remaja putri: agar lebih mengembangkan body image yang positif. 2) bagi peneliti selanjutnya: meneliti lebih lanjut faktor-faktor lain yang mempengaruhi self esteem.
Pengaruh Koping Religius dan Dukungan Sosial terhadap Subjective Well-Being pada Penghafal Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Furqon Malang
ABSTRACT Pengaruh Koping Religius dan Dukungan Sosial terhadap Subjective Well-Being pada Penghafal Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Furqon MalangAvivah, Ratna Nur. 2016. Pengaruh Koping Religius dan Dukungan Sosial terhadap Subjective Well-Being pada Penghafal Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Furqon Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sudjiono, M.Si, (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M. Si.Kata kunci: subjective well-being, koping religius, dukungan sosial.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari koping religius dan dukungan sosial terhadap subjective well-being yang dialami oleh penghafal Al-Quran di pondok pesantren Nurul Furqon Malang. Keseluruhan jumlah penghafal Al-Quran di Pondok Pesantren Nurul Furqon Malang sebanyak 72 orang. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan keseluruhan dari jumlah penghafal Al-Quran yang disebut sebagai sampel total.Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala subjective well-being, skala koping religius, dan skala dukungan sosial. Dari ketiga skala tersebut masing-masing memiliki tingkat reliabilitas yang cukup tinggi. Tingkat reliabilitas skala subjective well-being sebesar 0,684. Skala koping religius memiliki reliabilitas sebesar 0,691 dan reliabilitas skala dukungan sosial sebesar 0,737.Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif asosiatif. Hasil analisis desriptif dari 72 subjek penelitian menunjukkan bahwa 11 orang (15,28%) memiliki subjective well-being tinggi, 12 orang (16,67%) memiliki subjective well-being rendah, dan 49 orang (68,06%) memiliki subjective well-bein sedang. Subjek penelitian menunjukkan 13 orang (18,06%) memiliki koping religius tinggi, 10 orang (13,89%) memiliki koping religius rendah, dan 49 orang (68,06%) memiliki koping religius sedang. Kemudian, terdapat 18 orang (25%) memiliki dukungan sosial tinggi, 7 orang (9,72%) memiliki dukungan sosial rendah, dan 47 orang (65,28%) memiliki dukungan sosial sedang. Hasil uji hipotesis menggunakan analisis regresi linear berganda diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000, artinya terdapat pengaruh yang signifikan anara koping religius dan dukungan sosial terhadap subjective well-being. Berdasarkan hasil analisis diperoleh tiga kesimpulan hipotesis yaitu (1) Koping religius mempengaruhi subjective well-being penghafal Al-Quran di pondok pesantren Nurul Furqon Malang; (2) Dukungan sosial mempengaruhi subjective well-being penghafal Al-Quran di pondok pesantren Nurul Furqon Malang; dan (3) Koping religius dan dukungan sosial mempengaruhi subjective well-being penghafal Al-Quran di pondok pesantren Nurul Furqon Malang. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan skala penelitian pada subjective well-being, koping religius dan dukungan sosial, dan juga mengembangkan variabel penelitian yang dapat meningkatkan subjective well-being karena memiliki banyak faktor yang mempengaruhinya. Para penghafal Al-Quran diharapkan dapat menjalin hubungan interpersonal yang baik untuk membangun suasana yang kondusif selama di pesantren
Hubungan Self-efficacy dan Dukungan Sosial dengan Minat Entrepreneurship Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang
ABSTRACT Solikha, Dian Muliasari. 2016. Hubungan Self-efficacy dan Dukungan Sosial dengan Minat Entrepreneurship Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M. Si., (II) Ninik Setyowati, S.Psi, M. PsiKata Kunci: self-efficacy, dukungan sosial, minat entrepreneurship, mahasiswa Fakultas Ekonomi universitas Negeri MalangMahasiswa memiliki minat entrepreneurship rendah karena lebih menyukai bekerja di perusahaan dari pada berwirausaha setelah berhasil menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Data menyebutkan bahwa sekitar 60,78% lulusan SLTA dan 83,18% lulusan perguruan tinggi masih berminat tinggi menjadi pekerja (Primus, 2014). Dari data awal yang didapat hanya terdapat 20% mahasiswa yang memiliki usaha dan pernah mengikuti seminar wirausaha. Faktor minat entrepreneurship mahasiswa yaitu self-efficacy dan dukungan sosial. Tujuan dari penelitian ini untuk: (1) mengetahui gambaran self-efficacy mahasiswa, (2) mengetahui gambaran dukungan sosial mahasiswa, (3) mengetahui gambaran minat entrepreneurship mahasiswa, (4) mengetahui hubungan self-efficacy dengan minat entrepreneurship mahasiswa, (5) mengetahui hubungan dukungan sosial dengan minat entrepreneurship mahasiswa, dan (6) mengetahui hubungan antara self-efficacy dan dukungan sosial dengan minat entrepreneurship mahasiswa.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 4.349 mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dengan jumlah sampel uji coba 50 mahasiswa dan jumlah sampel 100 mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposional strratisfied sampling. Instrumen yang digunakan skala self-efficacy, skala dukungan sosial, dan skala minat entrepreneuship. Dengan reliabilitas 0,910, 0,901, dan 0,900. Uji hipotesis menggunakan analisis product moment dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang memiliki self-efficacy dalam kategori sedang 80%, dukungan sosial dalam kategori sedang 78%, dan memiliki minat entrepreneurship sedang 78%. Terdapat hubungan positif antara self-efficacy dengan minat entrepreneurship, dengan nilai rxy = 0,746, p = 0,000 < 0,05. Terdapat hubungan positif antara dukungan sosial dengan minat entrepreneurship, dengan nilai rxy = 0,663, p = 0,000 < 0,05. Terdapat hubungan positif antara self-efficacy dan dukungan sosial dengan minat entrepreneurship, dengan nilai rxy = 0,775, dengan sumbangan yang diberikan 0,460 pada self-efficacy dan 0,243 pada dukungan sosial. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini yaitu : agar memanfaatkan matakuliah kewirausahaan yang didapat dan diharapkan agar mahasiswa mampu meningkatkan keyakinan diri dan saling mendukung antar kolega untuk berwirausaha demi mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia dan untuk peneliti selanjutnya diharapkan mengembangkan penelitian dengan berbagai variabel (need of achievement, internal locus of control, role model, pendidikan, pendapatan, dan motivasi) yang menunjang penelitian mengenai minat entrepreneurship
Persepsi Sosial Gay terhadap Pelacur Pria
ABSTRAK Ihsan, Abdiyana., 2016. Persepsi Sosial Gay terhadap Pelacur Pria. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed., (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M. Si Kata Kunci: persepsi sosial, gay, pelacur pria Persepsi sosial merupakan kecakapan memproses pengetahuan serta proses memahami diri sendiri dan orang lain dalam upaya menetapkan, memungkinkan, meramalkan, dan mampu mengelola dunia sosialnya yang memiliki aspek kognitif dan dipengaruhi oleh faktor penerima (the perceiver), situasi (the situation) dan objek sasaran (the target). Setiap orang memiliki persepsi sosial tak terkecuali dengan Gay. Gay adalah lelaki yang mempunyai orientasi seksual terhadap sesama lelaki. Terdapat faktor situasi seksual yang sulit dibedakan oleh masyarakat antara gay dengan pelacur pria, yaitu orientasi seksual pada jenis kelamin yang sama. Pelacur pria merupakan sebuah usaha memperjual-belikan kegiatan seks di luar nikah dengan imbalan materi yang dilakukan oleh pelacur pria terhadap orang baik dari lawan jenis maupun sesama jenis. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengungkap secara mendalam terkait persepsi sosial gay terhadap pelacur pria. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan model penelitian studi kasus fenomenologi. Peneliti melakukan observasi bertindak sebagai peneliti. Partisipan pada penelitian ini adalah lima pria gay di Jawa Timur. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kualitatif jenis wawancara terpimpin, observasi, catatan lapangan, dan menggunakan kuisioner kualitatif. Teknik analisis data menggunakan analisis fenomenologi, yang diuraikan menggunakan tehnik inter subjek dan antar subjek. Validasi data menggunakan pengecekan anggota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi sosial gay terhadap pelacur pria adalah seorangpria yang melakukan praktik layanan hubungan seksual kepada pria dan wanita dengan orientasi uang dan kesenangan yang berasal dari latar belakang yang mapan, menjajakan diri di media sosial dan tempat tertentu, rentan terpapar penyakit seksual
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS, KREATIFITAS DAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 LAWANG
ABSTRAK Mas’ud, Anudiyan Amir. 2016. Penerapan Model Inkuiri Untuk Meningkatkan Aktifitas, Kreatifitas dan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Lawang. Skripsi, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Program Studi S1 Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Prih Hardinto, M.Si., (2) Drs. A.Ali Wafa M.Pd. Kata kunci: Model Inkuiri, Aktifitas, Kreatifitas, Hasil Belajar. Dalam pembaharuan pendidikan, khususnya kurikulumyaitu kurikulum 2013 menuntut agar siswa menjadi lebih aktif sedangkan guru sebagai fasilitator saja. Guru sebagai fasilitator harus mampu melihat keadaan di dalam kelas, untuk mencari tahu permasalahan apa yang terjadi di dalam kelas tersebut. Setelah itu guru juga harus mampu menentukan dan menerapkan model pembelajaran dengan tepat sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan tujuan pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.Dengan menerapankan model pembelajaran inkuiri dapat membantu siswa untuk aktif dan kreatif sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan jenis rancangan penelitian tindakan kelas (Classroom action research) dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk meningkatkan aktifitas, kreativitas dan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran ekonomi kelas X SMA Negeri 1 Lawang. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek penelitianadalah siswa kelas XSMA Negeri 1 Lawangdengan jumlah 27 siswa yang terdiri atas9 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuantahun ajaran 2015-2016. Dalam penelitian ini, data yang diperoleh berupa aktifitas, kreatifitas dan hasil belajar siswa yang diperoleh dari Penerapan Model Inkuiri. Instrumen yang digunakan yaitu soal pre test dan post test, lembar observasi, angket, dokumentasi, dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan aktifitas dan kreatifitas siswa setelah melakukan penerapan model pembelajaran inkuiri. Hal ini dapat ditunjukkan dengan rata-rata aspek aktifitas, kreatifitas siswa dalam kategori baik. Kemudian, hasil belajar siswa dari siklus I mengalami peningkatan pada siklus II. Ketuntasan hasil belajar juga mengalami peningkatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Inkuiridapat meningkatkan aktifitas, kreatifitas dan hasil belajar siswa kelas XSMA Negeri 1 Lawang.Guru mata pelajaran Ekonomi disarankan menerapkan model pembelajaran Inkuirisebagai model pembelajaran alternatif untuk meningkatkan aktifitas, kreatifitas dan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran ekonomi. Penerapan model ini perlu disesuaikan dengan materi, waktu pembelajaran, dan lingkungan sekolahnya