Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
Efektivitas Pembelajaran Contextual Teaching And Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Grammar Pada Kelas Basic Di Lembaga Language Center Kampung Inggris Pare Kediri
ABSTRACT Shodiq, Ahmad. 2016. Efektivitas Pembelajaran Contextual Teaching And Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Grammar Pada Kelas Basic Di Lembaga Language Center Kampung Inggris Pare Kediri. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sudjiono, S.Pd., M.Si, (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M.Si. Kata Kunci: Contextual Teaching And Learning, Prestasi Belajar, Kelas GrammarTujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pembelajaran contextual teaching and learning untuk meningkatkan prestasi belajar grammar pada kelas basic di lembaga language center kampung Inggris Pare Kediri. Keseluruhan jumlah siswa di lembaga Language Center sebanyak 172 orang yang kemudian diambil sampel dengan metode purposive sampling dan ditemukan bahwa sampel penelitian sejumlah 40 siswa.Instrumen yang digunakan adalah skala prestasi belajar bahasa Inggris dengan tingkat reliabilitas sebesar 0,919. Prestasi belajar siswa ditentukan berdasarkan nilai pretest dan posttest. Selisih nilai inilah yang menjadi acuan keberhasilan dalam penelitian ini. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif. Hasil uji hipotesis menggunakan analisis komparatif anava gain score diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,00, artinya pembelajaran CTL efektif untuk meningkatkan prestasi belajar grammar pada kelas basic. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran CTL efektif mampu meningkatkan prestasi belajar grammar pada kelas basic. Pembelajaran ini menjadikan siswa lebih memahami materi dan langsung menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari sehingga materi akan terekam dalam memori siswa. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengembangan skala yang lebih baik lagi pada skala prestasi belajar bahasa inggris. Guru diharapkan dapat menerapkan pembelajaran CTL dalam proses pembelajaran di lembaga language center
Manajemen Konflik Interpersonal Pasangan Suami Istri Tunanetra
ABSTRACT Ratnasari, Dita. 2016. Manajemen Konflik Interpersonal Pasangan Suami Istri Tunanetra. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Nur Eva, S.Psi., M.Psi, (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi.Kata Kunci: manajemen konflik interpersonal, pernikahan, tunanetraSalah satu tugas perkembangan dewasa awal adalah menikah. Hal tersebut berlaku juga pada tunanetra. Dalam suatu pernikahan konflik akan muncul karena adanya perbedaan latar belakang dan pengalaman dari setiap individu. Konflik antara pasangan suami istri disebut sebagai konflik interpersonal. Apabila konflik tidak dimanajemen dengan baik maka akan menimbulkan dampak yang lebih buruk pada sebuah pernikahan, yaitu perceraian. Tunanetra memiliki beberapa karakteristik khusus salah satunya adalah adanya rasa curiga terhadap orang lain dan juga mudah tersinggung. Hal tersebut dapat menimbulkan konflik pada pernikahan pasangan tunanetra.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen konflik interpersonal pasangan suami istri tunanetra sehingga pernikahan mereka dapat bertahan sampai lebih dari 5 tahun yang merupakan waktu krisis atau penyesuaian dalam pernikahan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi deskriptif. Pengambilan data dengan menggunakan metode wawancara dengan subjek penelitian berjumlah tiga pasang suami istri tunanetra yang berdomisili di Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap pasangan suami istri tunanetra tidak hanya mengalami satu jenis konflik interpersonal dalam pernikahannya. Konflik-konfik interpersonal yang muncul yaitu policy conflict, value conflict, konflik atribusional, konflik dinyatakan-tidak dinyatakan, dan pseudoconflict. Tidak hanya satu tipe manajemen konflik yang digunakan dalam penyelesaian konflik pada ketiga pasangan suami istri tunanetra, melainkan beberapa manajemen konflik yang digunakan sesuai dengan prioritas suatu konflik. Dalam memanajemen konflik-konflik tersebut, ada beberapa cara yang sama-sama dilakukan oleh ketiga pasangan suami istri tunanetra yaitu, kolaborasi (kerjasama), menghindar, kompromi, dan mengikuti kemauan pihak lain. Ditemukan jenis manajemen konflik interpersonal mendominasi pada pasangan suami istri tunanetra kedua. Cara mendominasi digunakan pada situasi masalah yang tidak terlalu krusial. Selain beberapa jenis manajemen konflik tersebut, ditemukan juga aspek religiusitas yaitu keyakinan yang kuat terhadap Tuhan yang memberikan dampak penting dalam penyelesaian konflik interpersonal dalam pernikahan. Selain itu saling mempercayai, dan verbal agressiveness juga digunakan sebagai manajemen konflik interpersonal yang lain. Penelitian ini juga menggali tentang makna konflik bagi pasangan suami istri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga pasangan suami istri tunanetra memaknai konflik yang muncul pada pernikahan sebagai suatu hal yang positif yang dapat mempererat hubungan sehingga konflik dapat dimanajemen dengan baik
Hubungan Antara Kepuasan Pelanggan, Citra Merek Grup ABC Dengan Loyalitas Konsumen
ABSTRAK Khotimah, Anggun K. 2016. Hubungan Antara Keupasan Pelanggan, Citra Merek Grup ABC Dengan Loyalitas Konsumen. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed, (II) Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi Kata Kunci: Kepuasan pelanggan, citra merek, loyalitas konsumen. Loyalitas konsumen adalah komitmen pelanggan bertahan secara mendalam untuk tetap membeli suatu produk secara berulang sebagai sikap yang konsisten dimasa yang akan datang. Para ahli pemasaran sepakat bahwa mempertahankan konsumen yang loyal lebih efisien daripada mencari pelanggan baru. Marconi, menyebutkan terdapat 6 faktor yang mempengaruhi loyalitas, diantaranya adalah citra merek dan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan hubungan antara kepuasan pelanggan, citra merek dengan loyalitas konsumen pada Grup ABC. Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dengan cara menyebarkan kuisioner kepada 60 subjek di Kelurahan Balearjosari dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan rumus Pearson dan regresi ganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan memiliki hubungan dengan loyalitas konsumen, citra merek memiliki hubungan dengan loyalitas konsumen. Regresi ganda juga menunjukkan hasil bahwa ada hubungan antara kepuasan pelanggan, citra merek Grup ABC dengan loyalitas konsumen. Saran untuk peneliti selanjutnya agar lebih memperdalam penelitian terhadap faktor lain yang mempengaruhi loyalitas konsumen dan mempertimbangkan faktor faktor internal dan eksternal yang mampu mempengaruhi perolehan data seperti proses penyebaran kuisioner. Untuk perusahaan agar melakukan penelitian lebih lanjut untuk melihat seberapa besar pengaruh kepuasan pelanggan dan citra merek terhadap loyalitas konsumen, juga untuk memperhatikan aspek dominan dalam setiap variabel untuk dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam proses pemasaran
PERBEDAAN KEPUASAN KERJA DITINJAU DARI JENIS PEKERJAAN ANGGOTA KEPOLISIAN DI POLRESTA MALANG
ABSTRACT Setiawan, Himanto. 2016. Perbedaan Kepuasan Kerja Ditinjau Dari Jenis Pekerjaan Anggota Kepolisian Polresta Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si, (II) Ninik Setiyowati, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: kepuasan kerja, jenis pekerjaan, anggota polisi Polresta Malang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kepuasan kerja anggota kepolisian Polresta Malang ditinjau dari jenis pekerjaan. Jenis pekerjaan tersebut dibagi menjadi dua bagian antara anggota polisi pekerja lapangan dan pekerja kantor. Akhir-akhir ini muncul beberapa masalah terhadap anggota-anggota kepolisian, banyaknya pelanggaran disiplin anggota polisi meninggalkan wilayah tugas tanpa izin pimpinan dengan angka 2.085 yang berada pada urutan kedua di pemerintahan Indonesia. Daerah Malang sendiri banyak anggota kepolisian yang terkena kasus disiplin seperti mangkir, mencari pekerjaan lain yang menyimpang hingga dikenakan hukuman PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat). Keseluruhan jumlah anggota Polresta Malang sebanyak 1018 personil yang kemudian diambil sampel dengan metode insidental sampling dan ditentukan bahwa sampel penelitian sejumlah 60 anggota, yaitu terdiri dari 30 anggota pekerja lapangan dan 30 anggota pekerja kantor.Instrumen yang digunakan adalah skala kepuasan kerja yang di kembangkan dengan mengacu pendapat Herzberg dengan tingkat reliabilitas sebesar 0,898. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif. Hasil analisis deskriptif dari 60 subjek yang diteliti menunjukkan bahwa dari 30 anggota kepolisian pekerja lapangan ada 8 anggota (27%) memiliki kepuasan kerja tinggi, 22 anggota (73%) memiliki memiliki kepuasan kerja rendah. Selain itu dari 30 anggota kepolisian pekerja kantor ada 25 anggota (83%) memiliki kepuasan kerja tinggi, 5 anggota (17%) memiliki memiliki kepuasan kerja rendah. Hasil uji hipotesis menggunakan analisis komparatif Independent sample t-test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000, artinya adanya perbedaan jenis pekerjaan dapat membedakan kepuasan kerja anggota kepolisian. Dari hasil komparatif mean menunjukan adanya perbedaan kepuasan kerja antara anggota kepolisian pekerja lapangan dengan anggota kepolisian pekerja kantor, yaitu angota kepolisian pekerja lapangan mendapatkan skor 102,67 sedangkan anggota kepolisian pekerja kantor mendapatkan skor 112,63. Jadi skor anggota kepolisian pekerja lapangan lebih rendah daripada skor anggota kepolisian pekerja kantor, maka dapat dijelaskan bahwa anggota kepolisian pekerja lapangan memiliki kepuasan kerja yang rendah daripada anggota kepolisian pekerja kantor. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan hipotesis yaitu terdapat perbedaan kepuasan kerja ditinjau dari jenis pekerjaan anggota kepolisian Polresta Malang. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengembangan skala yang lebih baik lagi pada skala kepuasan kerja. Kepada kepala bagian Polresta Malang diharapkan mampu meningkatkan kepuasan kerja anggotanya, dengan melakukan variasi pekerjaan kepada anggota agar menghasilkan kehidupan yang menyenangkan bagi anggota
Hubungan antara Kekerasan Emosional oleh Orangtua dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal pada Remaja Awal di RW 05 Kelurahan Polehan Malang
ABSTRAK Permatasari, Farradhisia Vania. 2016. Hubungan antara Kekerasan Emosional oleh Orangtua dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal pada Remaja Awal di RW 05 Kelurahan Polehan Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si., (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi. Kata kunci : kekerasan emosional, komunikasi interpersonal, remaja awal. Banyaknya remaja di RW 05 kelurahan Polehan yang mengalami kekerasan emosional sejak kecil dan kurang mampu dalam berkomunikasi dengan orang lain. Tidak sedikit remaja yang kurang sopan dalam berkomunikasi dan bertingkah laku dengan orang lain. Kekerasan emosional adalah sikap atau perilaku yang bisa mengganggu perkembangan sosial atau kesehatan mental anak yang mengalaminya. Kemampuan komunikasi interpersonal merupakan kemampuan berkomunikasi yang terjadi dalam interaksi tatap muka antara beberapa pribadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kekerasan emosional oleh orangtua dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada remaja awal di RW 05 kelurahan Polehan Malang. Subjek dalam penelitian ini adalah 83 remaja awal di RW 05 kelurahan Polehan Malang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner skala kekerasan emosional dan skala kemampuan komunikasi interpersonal yang dibuat oleh Bienvenu (1987) yang kemudian diolah menggunakan skala Likert. Uji validitas dan reliabilitas serta analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan SPSS 16.00. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik parametrik dengan teknik uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan (1). Tingkat kekerasan emosional oleh orangtua di RW.05 kelurahan Polehan, Malang berada pada tingkat sedang dengan persentase 65,06%, dan Komunikasi interpersonal pada remaja di RW.05 kelurahan Polehan, Malang berada pada tingkat sedang dengan persentase 67,47% (2). Diperoleh koefisien korelasi kekerasan emosional terhadap komunikasi interpersonal sebesar -0,545, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif antara kekerasan emosional oleh orangtua dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada remaja awal di RW 05 kelurahan Polehan Malang. Saran dalam penelitian ini ditujukan untuk orangtua, posyandu dan PKK diharapkan memberikan penyuluhan guna menurunkan tingkat kekerasan emosional dan meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal anak. Serta penelitian berikutnya untuk dapat meminimalisir hambatan-hambatan yang ada dalam penelitian ini
PENGARUH PROKRASTINASI AKADEMIK DAN EFIKASI DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA YANG MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DI SMAN 3 MOJOKERTO
ABSTRACT Using Annotation Strategy to Improve Reading Comprehension of Narrative text of Grade VIII in SMP Laboratorium Universitas Negeri MalangUsing Annotation Strategy to Improve Reading Comprehension of Narrative text of Grade VIII in SMP Laboratorium Universitas Negeri MalangUsing Annotation Strategy to Improve Reading Comprehension of Narrative text of Grade VIII in SMP Laboratorium Universitas Negeri MalangFirmansyah, Trio Rhizza. 2015.Using Annotation Strategy to Improve Reading Comprehension of Narrative text of Grade VIII Students in SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang.Thesis, English Department, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: (1) Nur Hayati, S.Pd, M. Ed. (2) Drs. Andi Muhtar, M.A.Keywords: Annotation strategy, reading comprehension, VIII Grade.Reading is one of the four language skills which strongly supports the other skills, that is speaking, writing, and listening. Reading is taught in English classrooms in Indonesia along with the other skills since junior high schools. Despite the strong focus on teaching reading and its importance, students still have various issues (they could not identify the generic structures, language features, important information) that need to be addressed. This also happens in grade VIII junior high school Laboratorium Universitas Negeri Malang where the researcher conducted his preliminary study. He found that the students got problems in understanding the narrative text, such as, they did not master vocabulary in the text which caused they could not identify any generic structures and language features of narrative text. After analyzing the problems, the researcher decided to use the Annotation strategy to address the students’ problems.This research used Classroom Action Research model was from Kemmis and Mc Taggart’ Classroom Action Research which consists of four stages. These four stages are Plan, Implementation, Observation, and Reflection. This research was conducted using one cycle only. The data were collected using reading comprehension exercises, students’ questionnaires, and teacher’s observation checklist. The English teacher in grade 8 A decided the criteria of success which the students who passed the minimum standard score of 70 must be above 70% of the students in the classroom.After the implementation of the Annotation strategy, it was found that the students improved their reading comprehension of narrative text. After the fourth meeting implementation, the result of the comprehension exercises given in the final meeting showed that 94.74% of the students or 36 students from 38 students succeded in improving their reading comprehension skill. Besides, the students’ performance showed that the students responded very positively toward the implementation of the Annotation strategy in the classroom.The researcher also concluded the procedure of using Annotation strategy which was found to successfully improve the students’ reading comprehension. It consists of three stages. In the first stage, the researcher introduced the Annotation strategy to the students. He introduced the function and procedure of using Annotation strategy. After introducing Annotation strategy, the second stage was giving a sample reading text to the students. The students were supposed to mark the important points of the narrative text. The researcher guided and discussed together with the students how to use the Annotation strategy in analyzing and understanding the text. In the last stage, the researcher gave another reading comprehension text and reading comprehension exercises to the students. In this stage, the students also had to mark the important points of narrative text and they must also answer the questions. After finishing the reading comprehension exercises, the researcher and the students discussed the work as a class. The Annotation strategy can therefore be used to help students improve their reading comprehension of narrative text. In line with this, the researcher offers some suggestions to English teachers and future researchers. For the English teachers, the researcher recommends that they use the Annotation strategy to improve the students’ reading comprehension. Moreover, it is suggested that they use other icons in marking the important points of the text in order to make the students more interested to read the text. For future researchers, the researcher suggests that they explore Annotation strategy in improving students’ reading comprehension of other types of texts, such as, procedure text, descriptive text, and so on
Pengaruh Expressive Writing Untuk Mengurangi Kecemasan Siswi Kelas VII SMP Ar-Rohmah Putri Boarding School Malang
ABSTRAK Amanda, Nabila Rizki. 2016. Pengaruh Expressive Writing untuk Mengurangi Kecemasan Siswi Kelas VII SMP Ar-Rohmah Putri Boarding School Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si. (2) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi. Kata kunci: siswi kelas VII boarding school, kecemasan, expressive writing. Kecemasan merupakan salah satu kekhawatiran terbesar yang dialami oleh semua individu. Kecemasan menjadi sumber masalah klinis jika sudah sampai pada tingkat ketegangan tertentu, sehingga memengaruhi kemampuan berfungsinya seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Kecemasan ini menghasilkan hal negatif di berbagai aspek kehidupan.Pada siswi kelas VII SMP boarding school, kecemasan yang dialami yaitu meliputi rasa takut tidak dapat memenuhi target akademik, perasaan gelisah, kecemasan yang dialami siswi akibat ketidakmampuan mengatasi masalah atau merasa tidak aman atas situasi tertentu pada saat proses belajar, serta rasa takut akan penolakan oleh teman-teman baru. Expressive writing merupakan metode yang dapat membantu siswi dalam mengurangi kecemasan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh expressive writing untuk mengurangi kecemasan siswi kelas VII SMP Ar-Rohmah Putri Boarding School Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswi kelas VII SMP Ar-Rohmah Putri boarding school Malang sebanyak 37 siswi dengan pembagian secara random yaitu 20 siswi pada kelompok eksperimen dan 17 siswi pada kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah RCMAS (Revisied Children Manifest Anxety Scale) yang berjumlah 28 aitem dengan indeks reliabilitas sebesar 0,785. Perlakuan (treatment) pada penelitian ini adalah expressive writing. Uji beda yang digunakan adalah uji beda paired sample t-test untuk melihat perbedaan pretest dan posttest pada setiap kelompok, dan uji beda independent sample t-test untuk melihat perbedaan antara kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan. Hasil uji beda paired sample t-test menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) pada kelompok eksperimen adalah 0,000 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan kecemasan yang signifikan antara sebelum perlakuan dan setelah perlakuan pada kelompok eksperimen dan tidak terdapat penurunan kecemasan yang signifikan antara sebelum perlakuan dan setelah perlakuan pada kelompok kontrol. Hasil uji beda independent sample t-test menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) adalah 0,000 < 0,05 Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh expressive writing untuk mengurangi kecemasan siswi kelas VII SMP Ar-Rohmah Putri Boarding School Malang
PENELITIAN STUDI KASUS FENOMENOLOGI PERSEPSI KEADILAN PELAKU PEMBUNUHAN ANGGOTA PKI 1965
ABSTRAK Pambudi, Kukuh Setyo. 2016. PENELITIAN STUDI KASUS FENOMENOLOGI PERSEPSI KEADILAN PELAKU PEMBUNUHAN ANGGOTA PKI 1965. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed, (2)Indah Y. Suhanti, S.Psi, M.Psi. Kata kunci : persepsi keadilan, pelaku pembunuhan, peristiwa tahun 1965, studi kasus fenomenologi. Tahun 1965 merupakan salah satu peristiwa penting yang mewarnai sejarah Indonesia. Sebuah peristiwa yang sampai saat ini masih menjadi perdebatan dan awal pergantian rezim pemerintahan. Peristiwa ini terdapat banyak pertumpahan darah yang terjadi antar golongan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi keadilan pelaku pembunuhan anggota PKI tahun 1965. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan model studi kasus fenomenologi. Subjek penelitian berjumlah 3 orang yang berjenis kelamin laki – laki dan menjadi pelaku pembunuhan sekaligus pelaku sejarah peristiwa 1965. Data primer didapatkan dengan wawancara tak terstruktur secara mendalam. Kemudian data sekunder didapatkan dari informan, studi dokumen, observasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian didapatkan bahwa subjek memiliki persepsi bahwa pembunuhan anggota PKI merupakan hal yang adil. Persepsi keadilan subjek dijabarkan dalam empat bentuk keadilan, yakni protektif, prosedural, retributif, dan restoratif. Secara protektif, subjek memiliki persespsi keadilan yang menyebutkan bahwa pembunuhan anggota PKI adil karena dilakukan sebagai bentuk perlindungan diri. Selain itu secara prosedural, subjek menilai bahwa pembunuhan anggota PKI adil dengan tidak melangar prosedur yang ditetapkan. Secara retributive dan restoratif subjek menyebutkan bahwa pembunuhan anggota PKI juga merupakan suatu bentuk hukuman dan upaya mengembalikan kondisi seperti semula. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sudut pandang lain dalam membedah peristiwa 1965 secara lebih objektif. Persepsi keadilan subjek atau pelaku pembunuhan perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya pemecahan masalah, utamanya rekonsiliasi yang tengah digalakkan. Masyarakat juga diharapkan dapat mengambil sudut pandang yang utuh dalam menilai peristiwa 1965 sehingga tidak ada yang dirugikan dan rekonsiliasi segera tercapai. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat membuat hubungan yang lebih erat dengan subjek penelitian, sehingga data yang diperolehakan lebih kaya dan mendalam. ABSTRACT Pambudi, Kukuh Setyo. 2016. JUSTICE PERCEPTION OF PKI MEMBER MURDERER IN 1965: A PHENOMENOLOGICAL CASE STUDY. Undergraduate Thesis, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Supervisor(1) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed, (2)Indah Y. Suhanti, S.Psi, M.Psi. keywords: justice perception, murderer, the tragedy of 1965, phenomenological case study. Reflecting on a gripping story about a tragedy occurred in 1965, in which claimed as a big issue at that moment, resulted in a huge concern to solve immediately until these days. It was about a murder with a motive which is still being debated recently. This becomes the basis reason from which this research is worth to be conducted. Aiming to describe the justice perception of PKI member murderers in 1965, this research uses qualitative design with phenomenological case study model. There were three participants on this research who were respectively known as the murder and the subject on 1965 tragedy. Accordingly, the primary data obtained in this research is collected by using unstructured in-depth interview. Moreover, the secondary data are obtained by using informants, documents study, observations, and field notes. The result of this research reveals that participants have a perception that PKI member murderer was a fair issue. The participant justice perceptions are described into four categories of justice perceptions: protective, retributive, procedural, and restorative. In protective, participants have justice perceptions mentioning that PKI member murderer is fair because it makes them protected. Furthermore, on procedural justice, participants stated that the murderer did not break the rules already determined as what it is said so. Lastly, for retributive and restorative, the participants also mentioned that the criminal act done by PKI members is a form of punishment and an attempt to restore the condition like beforehand. This research is expected to give further view for future researcher on the effort to explore more the 1965’s tragedy objectively. The participant justice perception in this regards needs to be involved in order to solve the problems and reconciliation. Many people are also expected to get complete views in understanding that problem precisely, so that there is no one harmed and hence the reconciliation can be achieved. For the next researcher, it suggested to create stronger and more intimate relationship with the research participants, in order to gain richer and deeper data collection
PENGASUHAN ORANG TUA PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DENGAN GANGGUAN PERILAKU (CONDUCT DISORDER)
ABSTRAK Iswara, Mareta Rindi. 2016. Pengasuhan Orang Tua pada Anak Usia Sekolah Dasar dengan Gangguan Perilaku (Conduct Disorder). Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M.Si Kata kunci: pengasuhan orang tua, gangguan perilaku (conduct disorder). Pengasuhan orang tua sangat berpenggaruh dalam perkembangan dan kehidupan anak. Jika terjadi kesalahan dalam pengasuhan maka dapat pula terjadi masalah dalam perkembangan anak. Salah satu masalaht ersebut adalah gangguan perilaku (conduct disorder) pada anak. Gangguan perilaku (conduct disorder) terjadi pada anak dengan usia sekolah dasar. Pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya meliputi dinamika pola asuh, gaya pola asuh, dan faktor-faktor yang mempenggaruhi pola asuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengasuhan orang tua pada anak usia sekolah dasar dengan gangguan perilaku (conduct disorder). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif menggunakan teknik fenomenologi. Keabsahan data dilakukan dengan validasi responden dan triangulasi perspektif. Subjek penelitian berjumlah 4 orangtua anak usia sekolah dasar dengan gangguan perilaku (conduct disorder) yang telah direkomendasikan oleh PSPA, sedangkan informan yang dipilih masing-masing yaitu saudara dekat, guru, serta teman dari anak. Selain itu data juga diperoleh denggan menggunakan observasi anecdotal record. Dimensi pola asuh yang ada juga berkaitan dengan pengalaman subjek. Kedua subjek menerapkan pola asuh permisif, satu subjek menerapkan pola asuh otoritatif dan satu subjek lainnya menerapkan pola asuh menolak atau mengabaikan. Faktor yang mempenggaruhi proses pengasuhan meliputi faktor lingkungan, faktor pendidikan orang tua, serta faktor budaya. Orang tua juga masing-masing punya harapan yang lebih baik untuk anaknya
Efektifitas Permainan Tying Shoes Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Di TK
ABSTRAK Maishulhah, Fahrita. 2016. Efektifitas Permainan Tying Shoes Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Di TK. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Moh.Irtadji, M.Si, (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi.,M.Psi. Kata kunci: kemampuan motorik halus, permainan tying shoes, anak usia dini Anak usia dini adalah anak yang memiliki rentang usia 0-6/7 tahun yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat bagi kehidupan selanjutnya. Salah satu aspek perkembangan yang berkembang pesat pada usia ini adalah kemampuan motorik halus. Kemampuan motorik halus (Fine motor-skills) merupakan proses tumbuh kembang kemampuan gerak pada seorang anak dan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu yang dipengaruhi oleh kesempatan untuk belajar dan berlatih. Permainan tying shoes dapat menjadi solusi belajar atau latihan untuk membantu stimulasi peningkatan kemampuan motorik halus anak. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tying shoes terhadap kemampuan motorik halus anak usia dini. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek dalam penelitian ini yaitu anak berusia 5-6 tahun di TK Bunga Harapan Di Desa Turi, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, sebanyak 28 anak berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dengan pembagian random yaitu 14 anak untuk kelompok eksperimen dan 14 anak untuk kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi instrument pengumpulan data berupa pedoman observasi bentuk descriptive graphic rating scale dengan indeks validitas uji ahli 1,00, dan instrument perlakuan berupa panduan permainan tying shoes. Teknik analisis yang digunakan adalah uji Mann Withney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) adalah 0,001 < 0,005, dan uji efektifitas Cohen D 0,82 (82%). Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa permainan tying shoes82% efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini di TK Bunga Harapan. Saran yang diberikan kepada guru di TK Bunga Harapan adalah: 1) permainan tying shoes dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran atau permainan di TK untuk membantu stimulasi kemampuan motorik halus anak. Saran kepada peneliti selanjutnya adalah: 1) diharapkan jika menggunakan rancangan yang sama, lebih mengontrol pelaksanaan karena diduga terdapat faktor lain yang mempengaruhi variabel terikat 2) diharapkan lebih mengontrol pelaksanaan kegiatan karena sering terjadi hal tidak terduga, 3) meminta bantuan atau membawa pendampin