Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
Perbedaan Konformitas Pedagang Etnis Madura dengan Pedagang Etnis Jawa di Pasar Besar Malang
ABSTRAK Gunawan, Dian Ihwan. 2017 Perbedaan Konformitas Pedagang Etnis Madura dengan Pedagang Etnis Jawa di Pasar Besar Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed, (II) Pravissi Shanti, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci: Konformitas, Etnis Jawa, Etnis Madura Konformitas pedagang etnis Jawa dan etnis Madura di Pasar Besar Malang adalah masyarakat yang patuh dan memiliki kesesuaian dengan nilai-nilai serta norma kelompok dengan latar belakang etnis Madura dan etnis Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi konformitas pedagang etnis Madura dan etnis Jawa di Pasar Besar Malang, serta untuk mengetahui apakah ada perbedaan konformitas pedagang etnis Madura dan pedagang etnis Jawa di Pasar Besar Malang. Instrument yang digunakan adalah skala konformitas dengan reliabilitas sebesar 0,983. Sampel penelitian terdiri dari 35 pedagang etnis Madura dan 35 pedagang etnis Jawa. Hasil deskriptif menunjukkan konformitas pedagang etnis Madura berada pada kategorisasi tinggi. Sedangkan pedagang etnis Jawa berada pada kategori rendah. Hasil uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test diperoleh T-hitung sebesar 7,738 dan koefisien probabilitasnya 0,000 sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan konformitas pedagang etnis Madura dan etnis Jawa. Sedangkan perbandingan mean pedagang etnis Madura yaitu 100,69 dan mean pedagang etnis Jawa yaitu 92,89, artinya pedagang etnis Madura memiliki konformitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan pedagang etnis Jawa. Kesimpulan penelitian sebagai berikut: (1) konformitas pedagang etnis Madura di Pasar Besar Malang berada dalam kategori tinggi. (2) konnformitas pedagang etnis Jawa di Pasar Besar Malang berada dalam kategori rendah. (3) ada perbedaan konformitas pedagang etnis Madura dan pedagang etnis Jawa di Pasar Besar Malang. Saran yang dapat diberikan adalah hendaknya subjek melakukan pertimbangan dalam aktivitas sosialnya sehingga dari perilaku dan sikap yang ditampilkan tidak melawan arus dari norma yang berlaku pada etnis lain. hal ini diharapkan agar terciptanya suasana kompetisi yang baik. Perlu adanya penambahan dan pengembangan teori mengenai karakteristik konformitas yang lebih khusus misalnya terhadap pedagang etnis laki-laki atau perempuan. Berkaitan dengan dengan kasus yang berhubungan dengan konformitas, perlu dipertimbangkan adanya pemberian perlakuan melihat adanya perbedaan perilaku untuk menyesuaikan diri dengan norma dan nilai yang ada pada masing-masing etnis. ABSTRACT Gunawan, Dian Ihwan. 2017. The Difference of Conformity Maduranesse Merchant and Javanesse Merchant at Pasar Besar Malang. Thesis. Psychology Department, Faculty of Psychology Education. Universitas Negeri Malang. Advisor: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed, (II) Pravissi Shanti, S.Psi, M.Psi. Keyword: Conformity, Javanesse Tribe. Maduranesse Tribe The conformities of Javanesse and Maduranesse merchant in Pasar Besar Malang are society which obedient and have conformity with the values and norms with Javanesse and Maduranesse tribe background. The purpose of this research is to determine the description about conformites of Javanesse and Maduranesse tribe in Pasar Besar Malang and to know whether has difference conformity between Javanesse and Maduranesse tribe traders in Pasar Besar Malang. The instruments are used is a conformity scale with realibility of 0,983. This sample consists of 35 Maduranesse tribe traders and 35 Javenese tribe traders. The descriptive result indicates that the conformity of Maduranesse tribe traders are in high categories. While Javenese tribe traders are in low category. Hypotesist result using Independent Sample T-Test obtained T-count of 7,738 and its probility coefisein of 0,000. So, it can be conclude that there is diffrence of Maduranesse tribe and Javanesse tribe traders conformities. While the mean comparison of Maduranesse tribe traders is 100,69 and the mean of Javanesse tribe traders is 92,89, it means that Maduranesse tribe traders have a higher conformity compared with Javanesse tribe traders. The conclusion of this research is: (1) the conformity of Maduranesse tribe traders in Pasar Besar in high category. (2) the conformity of Javanesse tribe traders in Pasar Besar in low category. (3) there is a differences conformity between Javanesse and Maduranesse tribe traders in Pasar Besar Malang. The suggestion which can be given is the subjek should consider in social activities so that behaviour and attitudes are not against with the norms towards another tribes. It is expected to create a good buying and selling. it is neceessary add and develop theories about the special characteristic between men or women tribe traders. Related with conformity, there should be consideration in giving treatment to see the difference in behaviour so that it can be addapt with norms and values which exists in another tribes
HUBUNGAN CIVIC ORIENTATIONDENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEINGPADA REMAJA PUNK GENERASI Z KOTA MALANG
ABSTRAK Umami, Rizka. 2017. Hubungan Civic Orientation dengan Psychological Well-Being pada Remaja Punk Generasi Z Kota Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Tutut Chusniyah, M. Si., (II) Drs. Mohammad Bisri, M.Si Kata Kunci: Civic Orientation, Psychological Well-Being, Remaja Punk Civic Orientation merupakan keterlibatan individu meliputi pengertian tentang kewarganegaraan secara keseluruhan dan saling ketergantungan melalui keterlibatan masyarakat, diharapkan menjadi agen perubahan sosial yang positif untuk dunia yang lebih baik. Psychological well-being dijelaskan sebagai perasaan individu berdasarkan hasil evaluasi terhadap pengalaman hidupnya, yang mencakup kepuasan dalam dirinya yang berkisar dari kondisi mental positif dan negative. Penelitian ini bertujuan untuk melihat (1) seberapa tingkat civic orientation, (2) seberapa tingkat psychological well-being remaja punk dan (3) adakah hubungan civic orientation dengan psychological well-being. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini ialah incidental sampling, teknik tersebut termasuk dari jenis non-probability sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 60 remaja punk kota Malang. Menggunakan analisis data korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara civic orientation dengan psychological well-being dengan nilai korelasi sebesar 0.466 p-value = 0.000 (p < 0.050). Hal tersebut menunjukkan apabila skor civic orientation semakin tinggi maka skor psychological well-being semakin tinggi dan sebaliknya apabila skor civic orientation semakin rendah maka skor psychological well-being semakin rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa remaja punk kota Malang (1) sebesar 43% ada di kategori tinggi dan sebesar 57% ada di kategori rendah pada civic orientation (2) sebesar 45% ada di kategori rendah dan sebesar 55% ada di kategori tinggi pada psychological well-being (3) ada hubungan positif antara civic orientation dengan psychological well-being pada Generasi Z remaja Punk kota Malang dengan korelasi 0,466 dan signifikansi sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan semakin tinggi civic orientation maka semakin tinggi psychological well-being pada Generasi Z remaja Punk kota Malang
Pengaruh Status Sosial Ekonomi dan Pola Asuh Orang Tua terhadap Kenakalan Siswa Kelas VIII SMPN 1 Karangrejo Tulungagung
ABSTRAK Sari, Dwi Wahyu Amita. 2017. Pengaruh Status Sosial Ekonomi dan Pola Asuh Orang Tua terhadap Kenakalan Siswa Kelas VIII SMPN 1 Karangrejo Tulungagung. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sudjiono, S.Pd., M.Si, (II) Farah Farida Tantiani S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: kenakalan siswa, status sosial ekonomi, pola asuh orang tua. Tujuan penelitian ini adalah (a) untuk mengetahui pengaruh status sosial ekonomi dan pola asuh orang tua terhadap kenakalan siswa kelas VIII SMPN 1 Karangrejo Tulungagung, (b) untuk menggambarkan kenakalan siswa, status sosial ekonomi, dan pola asuh orang tua di SMPN 1 Karangrejo Tulungagung. Alat ukur yang digunakan yaitu (a) Skala kenakalan siswa dengan reliabilitas 0,900, (b) Angket status sosial ekonomi orang tua dengan reliabilitas 0,852, dan (c) Skala pola asuh orang tua dengan reliabilitas 0,934. Jumlah siswa kelas VIII SMPN 1 Karangrejo 321 orang yang diambil sebagai sampel dengan teknik cluster random sampling dan diperoleh 108 siswa yang terdiri dari 140 laki-laki dan 181 perempuan. Penelitian kuantitatif ini berjenis deskriptif korelasional dengan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis deskriptif menunjukkan kenakalan siswa kategori tinggi 17 siswa (16%), sedang 77 siswa (71%), dan rendah 14 siswa (13%). Status sosial ekonomi orang tua kategori tinggi 24 siswa (22%), menengah 66 siswa (61%), dan rendah 18 siswa (17%). Berdasarkan kecenderungan pola asuh, 29 siswa (27%) mendapat pola asuh permisif, 23 siswa (21%) mendapat pola asuh otoriter, dan 56 siswa (52%) mendapat pola asuh otoritatif. Hasil uji t dengan regresi linier berganda diperoleh (a) nilai signifikansi 0,000 untuk status sosial ekonomi, (b) 0,001 untuk pola asuh permisif, (c) 0,016 untuk pola asuh otoriter, (d) 0,000 untuk pola asuh otoritatif. Artinya status sosial ekonomi dan pola asuh orang tua secara parsial mempengaruhi kenakalan siswa. Selanjutnya, hasil uji F menunjukkan signifikansi 0,000 yang berarti status sosial ekonomi dan pola asuh orang tua secara bersama-sama mempengaruhi kenakalan siswa. Berdasarkan hasil analisis diperoleh tiga kesimpulan yaitu (1) ada pengaruh positif status sosial ekonomi orang tua terhadap kenakalan siswa (2) ada pengaruh pola asuh orang tua terhadap kenakalan siswa, dan (3) tidak ada pengaruh perbedaan status sosial ekonomi dan pola asuh orang tua terhadap kenakalan siswa. Saran yang dapat diberikan yaitu (1) siswa hendaknya mengontrol perilakunya dan fokus pada pelajaran di sekolah, (2) Orang tua hendaknya tidak hanya mementingkan kebutuhan materi, tetapi juga kasih sayang dan perhatian, (3) Sekolah diharapkan lebih tegas menindak siswa yang melanggar aturan serta lebih menggiatkan program konseling, dan (4) Peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas lokasi penelitian dan menggunakan variabel bebas lainnya
Efektivitas Teamwork Training dalam Meningkatkan Komitmen Organisasi Pengurus UKMP (Unit Kegiatan Mahasiswa Penulis) Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Khotimah, Husnul. 2017. Efektivitas Teamwork Training dalam Meningkatkan Komitmen Organisasi Pengurus UKMP (Unit Kegiatan Mahasiswa Penulis) Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi. (II) Ninik Setiyowati, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: teamwork training, komitmen organisasi, Unit Kegiatan Mahasiswa Penulis Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komitmen organisasi pengurus UKMP (Unit Kegiatan Mahasiswa Penulis) Universitas Negeri Malang sebelum dan sesudah mendapatkan teamwork training, serta pengaruh teamwork training dalam meningkatkan komitmen organisasi pengurus tersebut. Sampel yang digunakan seluruh pengurus UKMP sebanyak 50 orang, yang diambil dengan teknik sampling jenuh. Penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Instrumen penelitian yang digunakan adalah modul teamwork training dan skala komitmen organisasi. Sebanyak 46 aitem dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,947, treatment dilakukan menggunakan modul panduan pelaksanaan Teamwork Training untuk meningkatkan komitmen organisasi subyek penelitian. Analisis uji beda menggunakan analisis statistik parametrik yaitu paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teamwork training efektif dalam meningkatkan komitmen organisasi pada pengurus UKMP, dengan nilai p=0,01
Kepercayaan Karyawan kepada Atasan terhadap Employee Engagement di PT. Telkomsel Branch Malang
ABSTRAK Mafazah, Saidatuddinil. 2016. Pengaruh Kepercayaan Karyawan kepada Atasan terhadap Employee Engagement di PT. Telkomsel Branch Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si, (II) Ike Dwiastuti, S.Psi.,M.Psi. Kata Kunci: kepercayaan kepadaatasan, employee engagement, karyawanPT. Telkomsel Branch Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kepercayaan karyawan kepada atasan terhadap employee engagement di PT. Telkomsel Branch Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan analisis regresi sederhana. Populasi yang digunakan adalah karya-wan PT. Telkomsel Branch Malang yang berjumlah 60 karyawan. Sampel diambil dengan teknik sampling jenuh, maka diambil 60 karyawan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kepercayaan karyawan kepada atasan dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,963 dan skala employee engagement dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,864. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan garis regeresi pada penelitian ini adalah Y= 30,377 + 0,108 X. Berdasarkan persamaan garis regresi dapat dijelaskan bahwa konstanta sebesar 30,337, artinya jika kepercayaan karyawan kepada atasan (X) memiliki nilai 0 maka employee engagement (Y) bernilai positif sebesar 30,377. Koefisien regresi variabel kepercayaan karyawan kepada atasan (X) sebesar 0,108, artinya jika kepercayaan karyawan kepada atasan mengalami kenaikan sebesar satu satuan maka employee engagement akan memiliki peningkatan sebesar 0,108. Saran yang diberikan kepada karyawan adalah: 1) diharapkan karyawan agar dapat meningkatkan employee engagement pada perusahaan, salah satunya dengan cara menaruh kepercayaan kepada atasan. Saran yang diberikan kepada atasan adalah: 1) sebagai sosok yang menjadi sorotan dan panutan bagi karyawan, diperlukan kata-kata dan sikap yang konsisten, 2) keterbukaan, kompetensi, keandalan, dan perhatian yang ditunjukkan terhadap karyawan juga perlu diperhatikan agar karyawan bisa menilai dan percaya bahwa atasan mereka akan dapat diandalkan. Saran yang diberikan kepada perusahaan adalah: 1) diharapkan perusahaan memberikan pelati-han kepada jajaran atasan untuk meningkatkan kemampuan dalam menyikapi karyawan secara tepat dan benar. Misalnya pelatihan kepemimpinan serta pelatihan manajemen dan supervisor. Saran yang diberikan kepada peneliti selanjutnya adalah: 1) diharapkan mencari populasi yang lebih banyak lagi karena penelitian ini memiliki populasi yang sedikit, 2) peneliti bisa menggunakan metode perbedaan dengan membedakan tingkat employee engagement antara karyawan tetap dan karyawan tidak tetap, 3) peneliti bisa menambah variabel lain yang mempengaruhi employee engagement seperti budaya organisasi, lingkungan kerja, dan gaji
Fenomena Cinta Di Kalangan Kaum Biarawan Societas Verbi Divini (SVD) Malang
ABSTRACT Silalahi, Lidwina., 2016. Fenomena Cinta Di Kalangan Kaum Biarawan Societas Verbi Divini (SVD) Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Imanuel Hitipeuw, M.A., (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.SiKata Kunci: Cinta, Erick Fromm, Biarawan, Societas Verbi Divini Hanya ada satu syarat yang memuaskan kebutuhan manusia untuk berelasi dengan yang lain dan pada saat sama untuk memperoleh rasa integritas dan individualitas, dan inilah cinta. Cinta adalah kesatuan dengan sesuatu atau seseorang di luar dirinya, di bawah kondisi yang mempertahankan keterpisahan dan integritas diri sendiri. (Erich Fromm, 1995 : 33). Cinta adalah kekuatan aktif yang bersemayam dalam diri manusia; kekuatan yang mengatasi tembok yang memisahkan manusia dengan sesamanya, kekuatan yang menyatukan manusia satu dengan yang lainya; cinta adalah cara untuk mengatasi problem isolasi dan keterpisahan, tanpa mengorbankan integritas serta keunikan diri masing-masing. Biarawan adalah laki-laki yang melakukan asketisme, memfokuskan diri, pikiran dan raganya untuk agamanya. Karakter utama dari seorang biarawan adalah memilih hidup sendiri sampai akhir hidupnya, atau tidak terikat dengan sebuah perkawinan dan tidak di ijinkan untuk memiliki hubungan yang lebih intim dengan lawan jenis.Setahun lalu pimpinan biara SVD malang dengan sengaja mengeluarkan beberapa biarawan karena di anggap kualitas hidup rohani serta semangat hidup menurun. Sehinggan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kehidupan para biarawan serta bagaimana biarawan dalam mengaplikasikan perasaan cinta terhadap lingkungan sekitar, dan untuk melihat apa penyebab dari penurunan kualitas hidup rohani tersebut.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan model penelitian studi kasus fenomenologi. Partisipan pada penelitian ini adalah tiga SVD. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terpimpin, observasi, catatan lapangan. Analisis data dilakukan sejak pengumpulan data secara keseluruhan dan dilakukan pengecekan kembali. Langkah-langkah anlisis data adalah denganPengumpulan Data, Display Data dan Kesimpulan atau Verifikasi . Dalam melakukan uji keabsahan pada data dalam penelitiandigunakan dengan cara Validasi responden (respondent validation), dan Uji reliabilitas penelitian ini dilakukan dengan uji dependability dan uji konformability. Hasil dari penelitian adalah dimana adanya beberapa kesamaan dan perbedaan dalam mengaplikasikan cinta berdasarkan lima objek cinta yang di kemukakan oleh Erick Fromm diantaranya cinta persaudaraan,cinta terhadap orang tua, cinta kepada lawan jenis atau cinta erotis, cinta terhadap diri sendiri serta cinta kepada Allah. Dan pemahaman yang menyimpang terkait pacaran dan faktor kelelahan dengan jadwal yang padat sedikit tidaknya mempengaruhi kuliatas hidup rohani dan semangat dalam menjalani kehidupan menjadi seorang biarawan menjadi menurun.
PENGARUH PROKRASTINASI AKADEMIK DAN EFIKASI DIRI DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA YANG MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER OLAHRAGA DI SMAN 3 MOJOKERTO
ABSTRAK Febriningtiyas, Tamara Dwi. 2016. Pengaruh Prokrastinasi Akademik dan Efikasi Diri dengan Prestasi Belajar pada Siswa yang Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga di SMAN 3 Mojokerto. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sudjiono, S.Pd., M.Si, (II) Ike Dwiastuti S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: Prokrastinasi Akademik, Efikasi Diri, Prestasi Belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prestasi belajar pada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMAN 3 Mojokerto ditinjau dari prokrastinasi akademik dan efikasi diri. Rancangan penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif regresi. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik sample jenuh. Subjek dalam penelitian ini adalah 51 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMAN 3 Mojokerto. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah skala prokrastinasi akademik, skala efikasi diri dan nilai rapor semester genap tahun ajaran 2015-2016. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi ganda. Hasil analisis desriptif dari 51 subjek yang diteliti menunjukkan bahwa 9 siswa (17,65 %) memiliki prestasi belajar tinggi, 36 siswa (70,59%) memiliki prestasi belajar sedang dan 6 siswa (11,76%) memiliki prestasi yang rendah. 9 siswa (17,65 %) prokrastinasi akademik yang tinggi, 31 siswa (60,78%) prokrastinasi akademik yang sedang, dan 11 siswa (21,57%) prokrastinasi akademik yang rendah. 11 siswa (21,57%) efikasi diri yang tinggi 32 siswa (62,74%) efikasi diri yang sedang dan 8 siswa (15,69 %) efikasi diri yang rendah. Hasil uji hipotesis menggunakan analisis regresi ganda. Hasil Uji hipotesis prokrastinasi akademik, efikasi diri dan prestasi belajar diperoleh nilai r hitung 0,513 hasilnya bahwa ada pengaruh antara prokrastinasi akademik dan efikasi diri pada prestasi belajar. Besarnya pengaruh dapat dilihat dari adjusted R square sebesar 0,232. Hal ini berarti 23,2% prestasi belajar pada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga di SMAN 3 Mojokerto dipengaruhi oleh variabel prokrastinasi akademik dan efikasi diri. Berdasarkan hasil analisis regresi ganda diperoleh tiga kesimpulan hipotesis yaitu (1) Terdapat pengaruh dan signifikan prokrastinasi akademik pada prestasi belajar siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga; (2) Terdapat pengaruh signifikan efikasi diri pada prestasi belajar siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga; dan (3) Terdapat pengaruh prokrastinasi akademik dan efikasi diri pada prestasi belajar siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengembangan penelitian dengan wilayah populasi siswa yang memiliki perbedaan dari tingkat intelegensi, karakteristik populasi yang digunakan sampai variabel lain. Guru diharapkan dapat menerapkan sistem reinforcing, selalu mengevaluasi hasil yang sudah dikerjakan siswa serta siswa juga harus menetapkan tujuan yang akan dicapai, meningkatkan kemampuan utnuk membagi waktu dan belajar untuk bertanggung jawab.
Hubungan Persepsi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dengan Sikap Karyawan terhadap Kinerja di PTPN PG Modjopanggoong Tulungagung.
ABSTRACT Hubungan Persepsi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dengan Sikap Karyawan terhadap Kinerja di PTPN PG Modjopanggoong Tulungagung.Susanti, Lisa Maulani. 2016. Hubungan Persepsi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dengan Sikap Karyawan terhadap Kinerja di PTPN PG Modjopanggoong Tulungagung. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M. Si (II) Pravissi Shanti, S.Psi., M.PsiKata Kunci: persepsi sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, sikap karyawan terhadap kinerja, PTPN X PG Modjopanggoong Tulungagung.Penelitian ini didasari oleh adanya fakta di lapangan, PTPN X PG Modjopanggoong Tulungagung memiliki standar mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Namun dalam kenyataannya masih ditemukan karyawan yang tidak melakukan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang ditetapkan oleh perusahaan. Oleh karena itu peneliti bertujuan mengetahui hubungan antara persepsi Sistem Manajemen Keselamtan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dengan sikap karyawan terhadap kinerja di PTPN PG Modjopanggoong Tulungagung. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasi. Populasi sebanyak 204 karyawan dengan jumlah sampel 41 karyawan. Menggunakan intrumen penelitian skala persepsi Sistem Manajeman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dengan reliabilitas 0,915 dan skala sikap karyawan terhadap kinerja dengan reliabilitas 0,943. Hasil penelitian menunjukkan a) Terdapat 17,07% karyawan yang memiliki persepsi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) tinggi, 70,73% memiliki persepsi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sedang, 12,19 % memiliki persepsi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) rendah, b) Terdapat 24,39 % memiliki sikap terhadap karyawan tinggi, 63,41 % memiliki sikap terhadap karyawan sedang, dan 12,19 % memiliki sikap terhadap karyawan sangat rendah, c) Terdapat hubungan positif antara persepsi Sistem Manajeman Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dengan sikap karyawan terhadap kinerja dengan angka korelasi 0,957 dan
Hubungan Antara Disonansi Kognitif Dengan Kepatuhan Terhadap Figur Narapidana Otoritas Pada Tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Malang
ABSTRAK Hubungan Antara Disonansi Kognitif Dengan Kepatuhan Terhadap Figur Narapidana Otoritas Pada Tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 MalangTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara disonansi kognitif dengan kepatuhan terhadap figur narapidana otoritas pada tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tahanan di Lapas Klas 1 Malang dan bukan merupakan tahanan residivis. Subjek dalam penelitian ini adalah 200 tahanan baru di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Malang, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket skala disonansi kognitif dan skala kepatuhan yang dibuat oleh Riris Meru Safitri (2013) dan Murdial Kamal (2005) yang kemudian diolah menggunakan skala Likert. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS ver 17.00 for Windows dan didapatkan 29 aitem valid untuk skala Disonansi Kognitif dan 105 aitem valid untuk skala Kepatuhan. Koefisien reliabilitas skala Disonansi Kognitif sebesar 0,766 dan skala Kepatuhan sebesar 0,852 serta analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan uji korelasi Pearson product-moment menggunakan bantuan SPSS vers. 16.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan (1). Tingkat disonansi kognitif yang dialami tahanan tergolong sedang dan tingkat kepatuhan para tahanan tergolong rendah (2). Diperoleh koefisien korelasi disonansi kognitif dengan kepatuhan terhadap figur narapidana otoritas sebesar -0,522 dengan nilai signifikansi 0,000 p < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang cukup kuiat dan signifikan antara disonansi kognitif dengan kepatuhan terhadap figur narapidana otoritas pada tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Klas 1 Malang karena berada diantara nilai (0,40 – 0,599). Kata kunci : disonansi kognitif, kepatuhan, tahana
perbedaan moralitas ditinjau dari lokasi pada remaja malang raya
ABSTRAK Hidayati, Endah Faqiyah. 2016. Perbedaan Moralitas Ditinjau dari Lokasi pada Remaja Malang Raya, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M. Si, (II) Farah Farida Tantiani, S. Psi., M. Psi. Kata kunci : moralitas, lokasi, remaja Sejalan dengan banyaknya perilaku amoral yang dilakukan remaja di kota maupun didesa, taraf pelanggaran moral yang dilakukan pada setiap daerah juga berbeda-beda. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa kasus kriminal yang terjadi pada setiap daerah. Kasus yang terjadi diantaranya ialah pencopetan barang-barang pribadi yang dilakukan remaja di kota dan pencurian ayam di desa yang dilakukan sekumpulan remaja. Dari beberapa kasus yang terjadi, menunjukkan bahwa pelanggaran moral sering terjadi pada daerah kota. Furter dalam Papalia, Olds dan Feldman (2001) menyatakan moral merupakan masalah yang penting dalam masa remaja. Proses perkembangan yang terjadi dalam diri seorang remaja terbentuk dengan apa yang dialami dan diterimanya selama masa anak-anak, sedikit demi sedikit hal tersebut akan mempengaruhi perkembangannya yang akan menuju dewasa. Tujuan penelitian ini untuk melihat apakah ada perbedaan moralitas pada remaja yang ditinjau dari lokasi tempat tinggal. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan komparatif. Rancangan deskriptif komparatif ini dipilih karena dengan rancangan ini akan jelas gambaran beserta penjelasan dimana letak perbedaan dari dua kelompok sampel yang diuji melalui penjelasan naratif dan berapa nilai besarannya berdasarkan perhitungannya. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan jenis simple random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan alat ukur moralitas yang telah diadaptasi yaitu Defining Issues Test yang telah diuji coba di Indonesia. Validitas dengan nilai r bergerak antara 0,44 sampai 0,92 dan reliabilitas alpha cronbach sebesar 0,68. Tehnik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-test. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan ada perbedaan tingkat moralitas remaja yang bertempat tinggal di desa dan di kota. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai t = 9,887 dengan signifikansi 0,00 dan perbedaan mean moralitas remaja yang bertempat tinggal di desa sebesar 18,24 daripada mean moralitas remaja yang bertempat tinggal di kota dengan mean sebesar 12,74. Dan diperoleh paparan sebagai berikut, tingkat moralitas remaja di desa menunjukkan pada tahap 1 sejumlah 0%, tahap 2 sejumlah 1%, tahap 3 sejumlah 22%, tahap 4 sejumlah 70%, tahap 5 sejumlah 7% dan tahap 6 sejumlah 0%. Sedangkan tingkat moralitas remaja di kota menunjukkan pada tahap 1 sejumlah 0%, tahap 2 sejumlah 4%, tahap 3 sejumlah 61%, tahap 4 sejumlah 22%, tahap 5 sejumlah 11% dan tahap 6 sejumlah 2%. Dari penelitian yang sudah dilakukan, peneliti mengajukan saran bagi orang tua untuk memberikan nilai-nilai yang sesuai dengan ketetapan norma lingkungan yang berlaku. Sedangkan bagi remaja dapat meningkatkan interaksi secara langsung dengan teman sebaya untuk menjalin hubungan yang baik. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk memperbanyak penelitian mengenai moralitas terkait dengan orang tua dan keluarga, masyarakat, kepribadian, dan kebudayaan