Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kohesivitas Kelompok Terhadap Komitmen Organisasi Pada Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Periode 2017 Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Torukie, Rivaldo Virnanda. 2017. Pengaruh Kohesivitas Kelompok Terhadap Komitmen Organisasi Pada Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Periode 2017 Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si, (II) Gamma Rahmita U.H, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: kohesivitas kelompok, komitmen organisasi, badan eksekutif mahasiswa fakultas universitas negeri malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Gambaran kohesivitas kelompok pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas periode 2017 Universitas Negeri Malang (2) Gambaran komitmen organisasi pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas periode 2017 Universitas Negeri Malang (3) Pengaruh kohesivitas kelompok terhadap komitmen organisasi pada pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas periode 2017 Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif dan korelasional kuantitatif. Subjek penelitian diambil dari pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Periode 2017 Universitas Negeri Malang yang berjumlah 50 pengurus dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam pengambilan data menggunakan skala kohesivitas kelompok dan skala komitmen organisasi. Uji validitas skala kohesivitas kelompok diperoleh pernyataan 58 aitem valid dengan tingkat reliabilitas 0,948 pada Alpha Cronbach. Uji validitas komitmen organisasi menggunakan korelasi Pearson Product Moment diperoleh 63 aitem valid dengan tingkat reliabilitas 0,958 pada Alpha Cronbach Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas periode 2017 memiliki kohesivitas kelompok yang sedang (76%) dan memiliki komitmen organisasi yang sedang (64%). Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, data membentuk garis linear, kedua data terbebas dari heteroskedastisitas sebagai syarat uji regresi. Uji hipotesis penelitian ini dengan mengunnakan uji hipotesis regresi sederhana yang diperoleh nilai sign = 0.002. Hal tersebut berarti ada pengaruh kohesivitas kelompok terhadap komitmen organisasi pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas periode 2017 di Universitas Negeri Malang. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar para pengurus untuk dapat meningkatkan kohesivitas kelompok dan komitmen organisasi yang sudah dimiliki oleh pengurus dengan cara terus aktif dalam mengadakan kegiatan-kegiatan rutin yang bersifat sederhana agar kerekatan antar pengurus semakin kuat sehingga akan memunculkan perasaan setiap individu berat untuk meninggalkan organisasi. ABSTRACT Torukie, Rivaldo Virnanda. 2017. The Influence of Group Cohesiveness to Organizational Commitment On Executive Board Faculty Student Member of thePeriod 2017 State University of Malang. Undergraduated Thesis, Faculty of Educational Psychology, State University of Malang. Supervisor: (I) Drs. Fattah Hidayat, S. Psi., M.Si, (II) Gamma Rahmita U.H, S.Psi., M.Psi. Keyword : group cohesiveness, organizational commitment, student executive board of faculty state university of malang. The purpose of this research is to know (1) Description group cohesiveness of Student Executive Board of Faculty of period 2017 Universitas Negeri Malang (2) Description commitment organizational Student Executive Board of Faculty of period 2017 Universitas Negeri Malang (3) The influence of group cohesiveness to organizational commitment On the Executive Board of Faculty Students Member of the period 2017 State University of Malang. The method used in this research by using descriptive and correlational quantitative. Research subjects taken from the Executive Board of Students Faculty Period 2017 State University of Malang, amounting to 50 administrators by using simple random sampling technique. The research instrument used in data collection is by group cohesiveness scale and organizational commitment scale. The validity of group cohesiveness scale obtained 58 valid aitem statement with level of reliability 0,948 at Alpha Cronbach. Test the validity of organizational commitment using Pearson Product Moment correlation obtained 63 valid aitem with reliability level 0.958 on Alpha Cronbach. The result of descriptive analysis shows that the Executive Board of Faculty Student Executive Board of 2017 has moderate group cohesiveness (76%) and has organization commitment which is (64%). In this research shows that the data is normally distributed, the data form a linear line, the two data free of heteroscedasticity as a regression test requirement. Test the hypothesis of this research by using a simple regression hypothesis test obtained sign = 0.002. It means there is influence of group cohesiveness to organizational commitment of Executive Board of Faculty Student Faculty period 2017 at State University of Malang. Based on the results of research suggested that the board to be able to improve group cohesiveness and organizational commitment that has been owned by the board by way of continuously active in conducting routine activities that are simple so that the closeness between the board increase so that will bring the feeling of each individual attachment to leave the organization
Hubungan Big Five Personality dan Psychological Capital dengan Intensi Berwirausaha pada Mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Kusumawati, Erni. 2017. Hubungan Big Five Personality dan Psychological Capital dengan Intensi Berwirausaha pada Mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.E, S.Psi, M.Si, (II) Ninik Setiyowati, S.Psi., M.Psi Kata Kunci: big five personality, psychological capital, dan intensi berwirausaha Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan big five personality dan psychological capital dengan intensi berwirausaha pada mahasiswa Jurusan Adminstrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Penelitian ini mengunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan metode deskripsi dan korelasional. Sampel yang diambil adalah mahasiswa Jurusan Adminstrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang sebanyak 136 mahasiswa dengan teknik proportionate stratified random sampling. Penelitian ini memiliki variabel terdiri dari big five personality, psychological capital, dan intensi berwirausaha. Intrumen yang digunakan adalah skala big five personality dengan reliabilitas (α=0,810) dan 28 aitem, skala psychological capital dengan reliabilitas (α=0,929) dan 45 aitem, dan skala intensi berwirausaha dengan reliabilitas (α=0,904) dan 39 aitem. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan big five personality dan psychological capital dengan intensi berwirausaha pada mahasiswa Jurusan Adminstrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang dengan nilai r =0,593 (p=0,000 < 0.05). Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah: 1) Bagi mahasiswa Jurusan Adminstrasi Pendidikan: mampu memanfaatkan peluang dengan baik, kreatif dan mandiri dalam mengelola sumber daya yang ada serta perlu meningkatkan pengetahuan kewirausahaan melalui pelatihan-pelatihan atau seminar yang dapat mematangkan niat dalam berwirausaha. 2) Bagi Universitas Negeri Malang: diharapkan dapat memberi fasilitas yang mewadahi untuk berwirausah seperti modal, praktek, pelatihan-pelatihan kewirausahaan, dan area untuk mengenalkan produk maupun bisnis. 3) Bagi peneliti selanjutnya: perlu dikaji lebih dalam mengenai faktor-faktor lainnya yang dapat memunculkan perilaku intensi berwirausaha seperti lingkungan keluarga, usia, pendidikan, dan jenis kelamin. ABSTRACT Kusumawati, Erni. 2017. The Correlation between Big Five Personality and Psychological Capital with Entrepreneurship intention in College Students at Department of Education Administration Universitas Negeri Malang. Thesis, Department of Psychology, Faculty of Psychology, State University of Malang. Counselor: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.E, S.Psi, M.Si, (II) NinikSetiyowati, S.Psi.,M.Psi. Key Word: big five personality, psychological capital, and entrepreneurship intention This research aim to find out the correlation between big five personality and psychological capital with entrepreneurship intention in college students at Department of Education Administration Universitas Negeri Malang. This research use quantitative research design with descriptive and correlational method. Samples taken are students of Department of Education Administration of State University of Malang as much as 136 students with proportionate stratified random sampling technique.This research has variables consisting of big five personality, psychological capital, and intent entrepreneurship. The instruments use are big five personality scales with reliability (α = 0.810) and 28 items, psychological capital scale with reliability (α = 0,929) and 45 items, and entrepreneurship intentional scale with reliability (α = 0,904) and 39 items. The results of this research indicate that there is a significant relationship big five personality and psychological capital with the entrepreneurship intention in college students at Department of Education Administration Universitas Negeri Malang with the value of r = 0,593 (p = 0,00
Efektifitas Pelatihan Psychological capital Untuk Meningkatkan Sikap Optimis Pada Pengusaha UMKM
ABSTRAK Putri, Annisa Hindriana. 2017. Efektifitas Pelatihan Psychological capital Untuk Meningkatkan Sikap Optimis Pada Pengusaha UMKM Dalam Melakukan Ekspor. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci : Pelatihan Psychological capital, Sikap Optimis, Pengusaha UMKM Sikap optimis perlu dimiliki seorang pengusaha dalam mencapai kesuksesan berbisnis. Bridge (2010) memaparkan bahwa agar menjadi pengusaha sukses diperlukan karakteristik seperti: memiliki pandangan optimis, melihat peluang dengan tepat, menyukai tantangan, memiliki daya tahan tinggi dalam menghadapi tantangan, dan selalu mengupayakan yang terbaik dalam usahanya untuk mencapai kesuksesan. Salah satu peluang yang ada adalah dengan melakukan ekspor. Namun pada kenyataan di lapangan, masih banyak pengusaha UMKM yang mengalami pesimis ekspor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pelatihan psychological capital untuk meningkatkan sikap optimis pada pengusaha UMKM dalam melakukan ekspor. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen quasi, dengan model one group pretest-posttest design. Analisis uji beda menggunakan analisis paired sample t-test. Penelitian ini mengambil populasi seluruh pengusaha UMKM yang belum melakukan ekspor sebanyak 68 pengusaha, dengan sampel sebanyak 35 pengusaha. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner sikap optimis yang dikembangkan peneliti mengikuti teori optimisme Seligman (2005). Perlakuan dilakukan menggunakan Modul Pelatihan Psychological capital mengikuti micro-intervention Luthans (2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pelatihan Psychological capital efektif untuk meningkatkan sikap optimis dengan nilai p = 0.000 2.03224 yang artinya terdapat perbedaan sikap optimis antara sebelum dan setelah mendapatkan pelatihan. ABSTRACT Putri, Annisa Hindriana. 2017. Effectiveness of Psychological capital Training To Improve Optimistic Attitudes On UMKM Enterepreneurs in Exporting. Thesis. Department Of Psychology, Faculty Of Educational Psychology, State University Of Malang. Advisor: (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.Psi. Keyword : Psychological capital Training, Optimistic Attitude, UMKM Entrepreneur An Optimistic attitude needs to be owned by an entrepreneurs to achieve a business success. Presented by Bridge (2010) that to be a successful entrepreneur requires characteristic such as: having an optimistic view, seeing opportunity appropriately, like challenges, having high endurance in facing challenges, and always striving with the best effort to achieves success. One of the opportunities is to start an export. However, reality in the field shows that there are still UMKM entrepreneur who experiencing a pessimistic attitude to start an export.. This study aim at knowing the effectiveness of psychological capital training to improve the optimistic attitude of UMKM entrepreneurs so they are not reluctant to exporting. This study use quasi-experimental research design with one group pretest-posttest design model. The analysis of the different test was done with statistical analysis parametric formula paired sample t-test. Independent variable is psychological capital and the dependent variable is an optimistic attitude.This research took the entire population of UMKM entrepreneurs who does not have an exporting experiences as many as 68 entrepreneurs, with a sample of 35 entrepreneur. This research use an attitude optimistic instrument developed by researcher following Seligman’s optimism theory (2005). The treatment given was performed using the psychological capital training modul following micro-intervention Luthans (2006). The results showed that the use of psychological capital training was effective to improve an optimistic attitude with p = 0.000 2.03224 which means there is a differences between before and after giving treatment
Perbedaan Kepedulian terhadap Orang Lain Ditinjau dari Jenis Kelamin pada Remaja SMA Islam Swasta Kabupaten Malang yang Memiliki Masalah Perilaku
ABSTRAK Larasati, Astri Ayu. 2017. Perbedaan Kepedulian terhadap Orang Lain Ditinjau dari Jenis Kelamin pada Remaja SMA Islam Swasta Kabupaten Malang yang Memiliki Masalah Perilaku. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si, (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci: kepedulian terhadap orang lain, jenis kelamin. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kepedulian terhadap orang lain yang rendah pada remaja yang memiliki masalah perilaku di lingkungan pedesaan. Penelitian sebelumnya sudah pernah menunjukkan perbandingan kepedulian terhadap orang lain pada anak usia 4 – 7 tahun yang memiliki masalah perilaku. Sementara itu, penelitian serupa belum pernah dilakukan pada remaja. Bertujuan untuk memperoleh (1) deskripsi kepedulian terhadap orang lain remaja SMA Islam Swasta perempuan yang memiliki masalah perilaku di Kabupaten Malang, (2) deskripsi kepedulian terhadap orang lain remaja SMA Islam Swasta laki-laki yang memiliki masalah perilaku di Kabupaten Malang, dan (3) deskripsi perbedaan kepedulian terhadap orang lain remaja SMA Islam Swasta berdasarkan jenis kelamin yang memiliki masalah perilaku (usia 11 sampai 20 tahun). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan uji perbedaan. Populasi dalam penelitian ini adalah 92 siswi dan 156 siswa dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah masing-masing 60 siswa dan siswi SMA Islam Swasta di Kabupaten Malang dengan teknik random sederhana. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala Likert. Uji hipotesis menggunakan analisis independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sebagian besar remaja SMA Islam Swasta perempuan yang memiliki masalah perilaku di Kabupaten Malang memiliki kepedulian terhadap orang lain sedang, (2) kepedulian terhadap orang lain remaja SMA Islam Swasta laki-laki di Kabupaten Malang yang memiliki masalah perilaku termasuk dalam taraf sedang, (3) terdapat perbedaan kepedulian terhadap orang lain pada remaja SMA Islam Swasta berdasarkan jenis kelamin. Tingkat kepedulian terhadap orang lain perempuan lebih tinggi daripada laki-laki. Saran untuk penelitian ini adalah pertama, subjek diminta untuk meningkatkan kepedulian terhadap orang lain dengan cara lebih peka terhadap orang lain dan peduli tanpa harus selalu mengikuti mood. Kedua, peneliti selanjutnya diharapkan bisa mengembangkan metode dan subjek penelitian. Ketiga, sekolah lebih membantu pengembangan kepedulian terhadap orang lain remaja yang memiliki masalah perilaku dengan memasukkannya ke matapelajaran, membuat outbond, dan mengadakan character building. Keempat, psikologi sosial dapat memasangkan kepedulian terhadap orang lain dengan life goals dan civic orientation
Perbedaan Peningkatan Resiliensi Siswa SMP yang Berisiko Bullying Berbasis Program Prevensi Klinis
ABSTRAK Hapsari, Bunga Wahyu. 2017. Perbedaan Peningkatan Resiliensi Siswa SMP yang beresiko Bullying Berbasis Program Prevensi Klinis. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si, (II) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: prevensi klinis, resiliensi, siswa SMP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Perbedaan Peningkatan Resiliensi Siswa SMP yang beresiko Bullying Berbasis Program Prevensi Klinis. Penelitian ini telah diuji coba pada siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri di Malang pada tanggal 31-2 juni 2017 dengan skala resiliensi 44 aitem. Instrumen penelitian yang digunakan dalam pengambilan data yaitu dengan skala resiliensi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan sampel penelitian siswa SMP yang memiliki resiliensi rendah berjumlah 30 siswa menggunakan teknik random sampling. Uji validitas skala resiliensi diperoleh pernyataan 29 aitem valid dengan tingkat reliabilitas 0,882 pada Alpha Cronbach. Resiliensi siswa ditentukan berdasarkan nilai pretest dan posttest. Selisih nilai yang menjadi acuan keberhasilan dalam penelitian ini. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif. Hasil uji hipotesis menggunakan analisis independent sample t-test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,01, artinya ada Perbedaan Peningkatan Resiliensi Siswa SMP yang beresiko Bullying Berbasis Program Prevensi Klinis. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa ada Perbedaan Peningkatan Resiliensi Siswa SMP yang beresiko Bullying Berbasis Program Prevensi Klinis. Program ini melatih siswa agar memiliki resiliensi yang lebih baik. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mempertimbangkan waktu sesuai dengan kurikulum yang berlaku di sekolah. Guru diharapkan dapat menerapkan program prevensi klinis pada jam Bimbingan Konseling. ABSTRACT Hapsari, Bunga Wahyu. 2017. The Differences in Increased Junior High School student Resilience at Risk of Bullying Based on Clinical Prevention Programs. Undergraduated Thesis, Faculty of Educational Psychology, State University of Malang. Supervisor: (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si, (II) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi. Keywords: Clinical Prevention, Resilience, Junior High School Student . The purpose of this study was to determine the Differences in Increased Junior High School student Resilience at Risk of Bullying Based on Clinical Prevention Programs. This study has been tested on public junior high school student in malang on 31-2 june 2017 with 44 aitem resilience’s scale. The instrument used in data collection is resilience’s scale. The method used is quantitative experiment with a sample 30 student of student had low resilience used random sampling method. resilience’s scale validity test obtained ststements 29 valid aitem with level reliability 0,882 at alpha Cronbach. Student’s resilience is determined based on the value pretest and posttest. The difference is that the reference value in the success of this study. The analysis is comparative descriptive analysis. The results of hypothesis testing using independent sample t-test gain score obtained significance value of 0.01, meaning that there is a differences in increased junior high school student resilience at risk of bullying based on clinical prevention programs. Based on the analysis we conclude that there is a differences in increased junior high school student resilience at risk of bullying based on clinical prevention programs. This program trains students to have better resilience. Future studies are expected can consider the time according to the curriculum applicable in school. Teachers are expected to apply this clinical prevention program in counseling hours.
Hubungan Job Embeddedness dengan Turnover Intention Pada Karyawan Pizza Hut Ciliwung Malang
ABSTRAK Penelitian ini didasari oleh adanya fakta di lapangan bahwa keterikatan karyawan dilihat dari beberapa aspek yaitu jaringan yang dimiliki oleh karyawan, kecocokan karyawan terhadap organisasi dan kerugian yang dialami ketika meninggalkan perusahaan. Keterikatan karyawan terhadap perusahaannya berdampak terhadap berhentinya karyawan dari perusahaan. Semakin tinggi job embeddedness yang dimiliki karyawan, maka semakin rendah intensi keluar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan job embeddedness terhadap turnover intention pada karyawan Pizza Hut Ciliwung Malang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh karyawan Pizza Hut Ciliwung dengan jumlah sampel 40 karyawan. Teknik sampling yang digunakan adalah sample populasi. Menggunakan instrumen penelitian berupa skala job embeddedness dan skala turnover intention dengan reliabilitas 0,934 dan 0,925, reliabilitas tersebut diperoleh dari jumlah aitem valid sebesar 42 aitem untuk skala job embeddedness dan 30 aitem untuk skala turnover intention.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan Pizza Hut Ciliwung Malang memiliki job embeddedness tinggi, karyawan Pizza Hut ciliwung memilikiturnover intention sedang serta terdapat hubungan antara job embeddedness karyawan terhadapturnover intention dengan angka korelasi sebesar -0,549, signifikansi 0,000 dan
Konsep Diri pada Wanita Usia Dewasa Menengah yang Belum Menikah
Basuki, Cyntia Yulianda. 2017. Konsep Diri Pada Wanita Usia Dewasa Menengah yang Belum Menikah. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Nur Eva, S.Psi., M.Psi (II) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi.Kata Kunci : konsep diri, wanita usia dewasa menengah, belum menikah. Tugas perkembangan seorang dewasa adalah menjalin relasi intim dengan orang lain, yang mengarah pada sebuah pernikahan. Jika seseorang gagal mengembangkan relasi intim di masa awal, maka kemungkinan ia akan mengalami isolasi dan mencari letak kesalahannya yang sering kali mengarah pada depresi dan sikap tidak mempercayai orang lain. Dalam masyarakat, perempuan usia dewasa madya yang belum menikah akan mendapat sorotan yang negatif dan penilaian sosial yang tidak menyenangkan. Masyarakat adalah salah satu tempat saling berinteraksi untuk membentuk konsep diri. Gambaran yang di miliki seseorang tentang dirinya, yang dibentuk melalui pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari interaksi dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep diri pada wanita dewasa menengah yang belum menikah.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini adalah tiga orang wanita dewasa menengah dan berstatus belum menikah di Malang, Sioarjo, dan Pasuruan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis tematik, sedangkan pengecekan keabsahan temuan menggunakan metode triangulasi sumber.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan tiga dimensi konsep diri, wanita dewasa tengah yang belum menikah memiliki konsep diri yang positif, dikarenakan mampu mengetahui dirinya sendiri dengan baik, mempunyai pengharapan untuk dirinya di masa mendatang, dan mampu menilai dirinya sendiri dengan baik. Selain itu, juga didukung dengan didikan yang baik dari orang tua sedari kecil, betahnya mereka dengan pekerjaaannya sehari-hari, kasih sayang keluarga, serta adanya dukungan dan perhatian dari teman-teman terdekat yang rutin bertemu satu sama lain. Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya melanjutkan penelitian mengenai konsep diri melalui metode kuantitatif agar mendapatkan hasil yang berbeda. Selain itu juga di sarankan menggunakan variabel lain seperti stigma sosial, citra diri, dan kecemasan pada wanita usia dewasa menengah yang belum menikah. Bagi wanita dewasa menengah yang belum menikah, hendaknya lebih menggali hal-hal positif dari diri sendiri dan untuk tidak terlalu fokus mencemaskan hal-hal di masa mendatang.
Persepsi tentang cinta pada mahasiswa aktivis dakwah kampus
Persepsi merupakan sejenis aktivitas pengelolaan informasi yang menghubungkan seseorang dengan lingkungan untuk di pahami. Cinta merupakan hubungan yang melibatkan perasaan mendalam di antara kedua belah pihak yang saling berinteraksi.Cinta menjadi salah satu tugas utama dalam perkembangan masa dewasa awal, dimana individu mulai mengembangkan suatu hubungan dengan individu lain yang paling dipercayai dalam hidupnya.Masa dewasa awal merupakan tahapan awal menumbuhkan keintiman yang disertai dengan cinta.Cinta hadir dalam setiap pengalaman individu, salah satunya mahasiswa aktivis dakwah. Sebagai mahasiswa dengan latar belakang aktivis dakwah kampus yang berorientasi dalam mengemban amanah, menjaga batasan-batasan dengan lawan jenis, menjaga nilai-nilai keislaman, dan mensyiarkan agama islam, tidak luput dalam memahami perjalanancinta.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengungkap dengan mendeskripsikan secara mendalam mengenai persepsi tentang cinta pada mahasiswa aktivis dakwah kampus.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan model penelitian fenomenologi. Partisipan pada penelitian ini adalah empat mahasiswa aktivis dakwah kampus di lembaga dakwah Universitas Negeri Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara jenis wawancara terpimpin, observasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik dan validasi data menggunakan triangulasi sumber dan member checking.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi tentang cinta pada mahasiswa aktivis dakwah kampus adalah perasaan yang mendalam terhadap orang lain yang dilandasi dengan komitmen dalam ikatan penikahan karena Allah. Berikut saran yang dapat diberikanmahasiswa aktivis dawkah kampus dapat mengerkspresikan cintanya dengan cara menjalin hubungan dengan berta’aruf dan juga lansgung membangun hubungan cinta dalam ikatan pernikahan
Hubungan Konsep Diri dengan Kecenderungan Pembelian Impulsif Produk Fashion Mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Hanggraheni, Charolina. 2017. Hubungan Konsep Diri danKecenderungan Pembelian Impulsif Produk Fashion Mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M. Si., (II) Ninik Setyowati, S.Psi, M. Psi Kata Kunci: konsep diri, pembelian impulsif produk fashion, mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui gambaran konsep diri mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (2) mengetahui gambaran pembelian impulsif produk fashion mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (3) mengetahui hubungan antara konsep diri dengan pembelian impulsif terhadap produk fashion pada mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dankorelasional. Populasi penelitian ini sejumlah 3259 mahasiswi Fakultas EkonomiUniversitas Negeri Malang dan sampel yang diambil sejumlah 108 mahasiswiFakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dengan teknik sampling insidental.Instrumen penelitian ini berupa skala konsep diri dan pembelian impulsif. Dari hasil validitas didapatkan 38 aitem valid pada skala konsep diri dengan reliabilitas 0,915. Sedangkan pada skala pembelian impulsif produk fashion didapatkan 48 aitem valid dengan reliabilitas 0,887. Uji hipotetis menggunakan analisis pearson product moment. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat konsep diri pada subjek penelitian sebagian besar pada tingkatan rendah dan memiliki kecenderungan impulsif rendah. Hasil uji hipotetis diperoleh nilai rxy = -0,206 (p 0,032 < 0,05). Maka dapat disimpulkan ada hubungan konsep diri dengan kecenderungan pembelian impulsif produk fashion pada mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dengan arah hubungan negatif. Saran bagi peneliti selanjutnya, bisa dilakukan tindak lanjut dengan mengembangkan alat ukur, penambahan variabel yang berkaitan dengan konsep diri maupun pembelian impulsif dan penambahan populasi penelitian dimana dilakukan pengembangan pada jenjang atau kelompok lain sehingga mampu digeneralisasikan. ABSTRACK Hanggraheni, Charolina. 2017. The Correlation between Self Concept and Impulsive Buying Tendency of Fashion Product in Student Female Faculty of Economy Universitas Negeri Malang. Bachelor Thesis. Department of Psychology, Faculty of Psychology Education State University of Malang.Advisors: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M. Si., (II) Ninik Setyowati, S.Psi, M. Psi Keywords:self-concept, impulsive buying fashion product,student femalefaculty of economy universitas negeri malang The purpose of this research is to know (1) description of self-concept of female students of Faculty of Economics, State University of Malang (2) description the impulsive purchasing picture of fashion product of female students of Faculty of Economics, State University of Malang (3) to know the relation between self concept and impulsive buying to fashion product to female students economy Universitas Negeri Malang. This research is a quantitative research with descriptive and correlational method. The population of this study were 3259 female students Faculty of economy Universitas Negeri Malang and sample taken by 108 female students faculty of economy Universitas Negeri Malang with incidental sampling technique. The instrument of this research is self-concept scale and impulsive buying. From the validity result obtained 38 valid aitem on self concept scale with reliability 0,915. While on the impulse purchase scale of fashion product got 48 valid aitem with reliability 0,887. Hypothetical test using pearson product moment analysis. The results of the research showed that the level of self-concept on the subject of research is mostly at low level and has a low impulse tendency. Hypothetical test results obtained rxy value = -0.206 (p 0.03
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI MASA DEPAN PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI
Semester akhir adalah masa-masa di mana mahasiswa sudah menyelesaikan semua teori yang disediakan dan lebih memfokuskan diri untuk penyusunan skripsi. Pada saat itulah muncul perasaan cemas yang disebabkan oleh tekanan dari sekitarnya untuk segera menyelesaikan studinya, oleh karena itu diperlukan konsep diri yang cukup baik untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui gambaran konsep diri mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi, (2) untuk mengetahui kecemasan menghadapi masa depan pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi (3) untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan kecemasan menghadapi masa depan pada mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi.Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan korelasional. Subjek penelitian merupakan mahasiswa semester akhir yang sedang mengerjakan skripsi berjumlah 110 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu incidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan untuk pengambilan data yaitu dengan Skala Konsep Diri dan Skala Kecemasan Menghadapi Masa Depan.Validitas SkalaKonsep Diri dihitung menggunakan korelasi product moment dari Pearson sehingga diperoleh 35 pernyataan valid dari56 pernyataan yang diuji cobakan dengan tingkat reliabilitas 0,908 pada Alpha Cronbach. Uji validitas Skala Kecemasan Menghadapi Masa Depan diperoleh pernyataan valid sebanyak 32 pernyataan dari 44 pernyataan dengan tingkat reliabilitas 0,918 pada Alpha Cronbach. Uji hipotesis menggunakanteknik analisis korelasiPearson Product Moment dengan bantuan SPSS 20.0 for Windows. Nilai korelasi yang diperoleh antara variabel konsep diri dengan variabel kecemasan menghadapi masa depan sebesar -0,688 dengan signifikansi 0,000 (sig