Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    Hubungan Persepsi tentang Standar Operasional Prosedur dengan Kinerja Karyawan PT. Multi Terminal Indonesia (IPC) Surabaya

    No full text
    ABSTRAK   Soraya, Baits Yuni. 2017. Hubungan Persepsi tentang Standar Operasional Prosedur dengan Kinerja Karyawan PT. Multi Terminal Indonesia (IPC) Surabaya. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Psikologi, FPPsi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Fattah Hidayat, S.Psi, S.E, M.Psi, (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci: persepsi standar operasional prosedur, kinerja karyawan   Fenomena pasar bebas menyebabkan perusahaan harus berusaha untuk meningkatkan daya saing dengan perusahaan lain untuk menjaga eksistensinya. Optimalisasi tanggung jawab perusahaan dalam menghadapi tuntutan perkembangan zaman, mendorong perusahaan untuk mempertimbangkan secara matang kualitas sumber daya manusianya. SDM harus mengerti dengan baik aturan atau tata cara kerjanya seperti standar operasional prosedur kerja, Kesan positif ini dapat dapat mengoptimalisasikan kinerja karyawan sehingga tercapai tujuan perusahaan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskripstif korelasional. Subjek penelitian ini adalah semua karyawan PT. Multi Terminal Indonesia(IPC) Surabaya yang berada pada bagian Operasional- Marketing dan FinanceSupporting. Data dikumpulkan dengan skala persepsi tentang standar operasional prosedur , dan skala kinerja dengan model penskalaan Likert. Kedua skala tersebut memiliki validitas setiap aitem bernilai sig < 0.05 dan memiliki reliabilitas masing-masing 0.771 dan 0.749. Data analisis menggunakan analisis korelasi Product Moment dan model Kolmogrov-Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor tingkat persepsi karyawan terhadap standar operasional prosedur berada dalam kategori rendah sebanyak 52,5% dan tingkat kinerja berada dalam kategori rendah sebanyak 55,5%. Ada hubungan yang positif antara persepsi standar operasional prosedur dan kinerja (rxy = 0,435; p = 0,005 < 0,05), artinya karyawan yang memiliki persepsi standar operasional prosedur yang rendah diikuti dengan kinerja yang rendah pula karena ada berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan. Dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa persepsi Standar Operasional Prosedur Karyawan rendah dan Kinerja karyawan rendah, diharapkan dapat menjadi perhatian perusahaan. Saran untuk perusahaan agar mengevaluasi dan memberikan pelatihan pada karyawan agar supaya lebih memahami Standar Operasional Prosedur. Untuk karyawan disarankan agar mengikuti pelatihan yang dibuat oleh perusahaan agar dapat memperbaiki dan menambah pemahaman terhadap Standar Operasional Prosedur yang ada di perusahaan PT. Multi Terminal Indonesia (IPC) Surabaya. Diharapkan bagi penelitian selanjutnya dapat melanjutkan penelitian seperti memperluas area penelitian sehingga dapat memperoleh hasil yang lebih baik lagi.                 ABSTRACT   Soraya, Baits Yuni. 2017. The Corelation Between Perception To the Standard Operational Procedure With Employee Performance in the PT. Multi Terminal Indonesia(IPC) Surabaya. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Psikologi, FPPsi , Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Fattah Hidayat, S.Psi, S.E, M.Psi, (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi, M.Psi.   Keyword: perception standard operational procedure, employee performance.   Phenomenon of AEC (ASEAN Economic Comunity) has urged companies to give more effort to improve their competetiveness to show their existence. Optimizing corporate responsibility to face the demand of globalization has pushed the corporate to consider their human resource quality. Human Resource or employee should understand well their rules and working procedure. Positive impression can optimize employee performance, so the company’s goals can be achieved. This research uses correlation descriptive research design. The subject of this research is employees at PT. Multi Terminal Indonesia (IPC) Surabaya of Operational-Marketing division and Finance – Supporting Division. Data collection was conducted using perception of standard operational procedure scale and employee performance scale with Likert model. Both scales have the validity of each item with Sig < 0.05 and the reliability of each is 0,771 and 0,749. This research using corelational analysis Product Moment and Kolmogrov-Smirnov model. From correlation analysis result, it shows that scores of employee perception on standard operational procedure are in the low category with 55%, while employee performance is also in the low category with 52,5%. It means the hypothesis used in this research is accepted and the correlation is at the moderate category with coefficient (rxy = 0,435; p = 0,005 < 0,05) which means employees have low standard operating procedure perceptions is followed by low performance as well because there are various factors that can affect employee performance. By the result of the study which shows that the perception of Standar Operational Procedur is low while the Kinerja Karyawan is low too, it is expected to be the concern of the company. Advice for company to held a trainees to make employee know Standard Operational Procedure better. For employee to attend in company trainees to revise and enhance their understanding towards Standar Operasional Presedur in PT. Multi Terminal Indonesia (IPC) Surabaya. It is expected that future researchers can continue this study by expanding the subject of the study in order to gain better result

    Hubungan self-efficacy dengan minat enterprenuership pada mahasiswa fakultas teknik universitas negeri malang

    No full text
    ABSTRAK   Karisma, Rizki Anggun. 2017. Hubungan Self-efficacy dengan Minat Entrepreneurship Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M. Si., (II) Ninik Setyowati, S.Psi, M. Psi   Kata Kunci: self-efficacy, minat entrepreneurship, mahasiswa Fakultas Teknik universitas Negeri Malang   Mahasiswa memiliki minat entrepreneurship rendah karena lebih menyukai bekerja di perusahaan dari pada berwirausaha setelah berhasil menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Data menyebutkan bahwa sekitar 60,78% lulusan SLTA dan 83,18% lulusan perguruan tinggi masih berminat tinggi menjadi pekerja (Primus, 2014). Salah satu faktor minat entrepreneurship mahasiswa yaitu self-efficacy. Tujuan dari penelitian ini untuk: (1) mengetahui gambaran selfefficacy mahasiswa, (2) mengetahui gambaran minat entrepreneurship mahasiswa, (3) mengetahui hubungan self-efficacy dengan minat entreprenuership Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 2.228 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang dengan jumlah sampel uji coba 50 mahasiswa dan jumlah sampel 113 mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan jenis yang digunakan adalah insidental sampling. Instrumen yang digunakan skala self-efficacy dan skala minat entrepreneuship. Dengan reliabilitas 0,927, dan 0,892. Uji hipotesis menggunakan analisis product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang memiliki self-efficacy dalam kategori sedang 92%, dan minat entrepreneurship berada pada kategori sedang 85%. Terdapat hubungan positif antara self-efficacy dengan minat entrepreneurship, dengan hasil uji hipotesis rxy = 0,714, p = 0,000 < 0,05. Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini yaitu : diharapkan agar mahasiswa melatih keterampilan berwirausaha yang diperlukan untuk menciptakan bisnis, bagi universitas diharapkan mampu memberikan pendidikan kewirausahaan untuk menambah pengetahuan mengenai kewirausahaan sehingga akan mendorong mahasiswa menjadi wirausaha dan bagi peniliti lain diharapkan agar melakukan penelitian dengan variabel lainnya seperti locus of control dan need of acheievement.                           ABSTRACT   Karisma, Rizki Anggun. 2017. Correlation of Self-Efficacy and Entrepreneurship Interest for College Students at Facultyof, State University of Malang. Bachelor Thesis. Department of Psychology, Faculty of Psychology Education State University of Malang.Advisors: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M. Si., (II) Ninik Setyowati, S.Psi, M. Psi   Keywords: Self-Efficacy, Social Support, Entrepreneurship Interest, College Students at Faculty of Engineering, State University of Malang   Many students have a low interest in entrepreneurship. They prefer to work in the company rather than self-employed after successfully completing a college education. Data suggest as 60,78% of undergraduate and 83,18% bachelor still interested in office workers (Primus, 2014). From the preliminary data obtained, there is only 20% of students who have attended a seminar of business and entrepreneurship. Factors affecting student interest in entrepreneurship is selfefficacy and social support. The purpose of this study is (1) to describe the selfefficacy of students; (2) to know the description of students’ interests entrepreneurship; (3) to know the correlation of self-efficacy with interest entrepreneurship student. This research used quantitative study with descriptive and correlational. The population in this study is 4,349 students of the Faculty of Engineering, State University of Malang, 50 students for try out and 113 students for data collect.The sample in this study uses non probability sampling techniques with type accidental sampling. Instruments used is self-efficacy scale, and the scale of interest in entrepreneurship. With the reliability of 0,927, and 0,892. Hypothesis testing used is product moment. The research showed that the students of the Faculty of Engineering, State University of Malang had self-efficacy in medium category is 92% and medium and interest in entrepreneurship category medium is 85%. There is a positive correlation between self-efficacy with interest in entrepreneurship, with the results hypothesis testing of rxy = 0.714, p = 0.00

    EFEKTIVITAS TERAPI APPLIED BEHAVIOR ANALYSIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA EKSPRESIF PADA ANAK AUTISTIK

    No full text
    ABSTRAK Agustina, Sri Widya. 2017. Efektivitas Terapi Applied Behavior Analysis Untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Ekspresif Pada Anak Autistik. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si. (II) Aji Bagus Priyambodo S.Psi., M.Psi   Kata Kunci : Anak Autistik, Kemampuan Bahasa Ekspresif, Terapi Applied Behavior Analysis.   Anak merupakan bagian dari generasi muda sebagai salah satu sumber daya manusia yang merupakan potensi dan penerus cita-cita perjuangan bangsa. Namun sering kali anak dapat mengalami gangguan dalam proses perkembangannya salah satunya. Autistik adalah sebuah gangguan perkembangan sistem syaraf pusat yang ditemukan pada sejumlah anak ketika masa kanak-kanak hingga masa-masa sesudahnya yang membuat anak-anak tidak mampu menjalin hubungan sosial secara normal bahkan tidak mampu untuk menjalin komunikasi dua arah baik bahasa reseptif maupun ekspresif. Yang lebih terlihat yakni bahasa ekspresif anak autistik, hal ini terlihat ketika anak menginginkan sesuatu mereka langsung menarik tangan orang disekitarnya untuk menunjukkan sesuatu yang diinginkan. Terapi yang digunakan yaitu Applied Behavior Analysis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi Applied Behavior Analysis dalam meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif pada anak autistik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen one-grup pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan adalah instrumen pengumpulan data dan instrumen perlakuan yang dikembangkan sendiri oleh peneliti. Instrumen pengumpulan data berupa pedoman observasi kemampuan bahasa ekspresif dan instrumen perlakuan berupa panduan terapi Applied Behavior Analysis. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 7-9 tahun yang sedang melakukan terapi, dengan jumlah 3 subjek yang memiliki tingkat kemampuan bahasa ekspresif rendah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik analisis statistik paired-sample t-test. Hasil analisis perhitungan uji hipotesis diketahui nilai signifikansi sebesar 0.001. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian ini diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi Applied Bevaior Analysis efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif pada anak autistik. Bagi terapis A Plus sebaiknya pemberian terapi Applied Behavior Analysis dilaksanakan setiap hari, sehingga tidak dicampur adukkan dengan terapi yang lain. Bagi orang tua sebaiknya menerapkan terapi Applied Behavior Analysis di rumah dan memberikan imbalan yang konsisten antara di tempat terapi dan di rumah.

    PERBEDAAN TEKNIK PEER MIND MAPPING DENGAN INDIVIDUAL MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SDN KEDUNGBOTO PASURUAN

    No full text
    ABSTRAK   Nadhifah, A’yunin. 2017. Perbedaan Teknik Peer Mind Mapping Dengan Individual Mind Mapping Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Siswa Kelas V SDN Kedungboto Pasuruan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si (II) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi.   Kata Kunci: siswa kelas v, teknik peer mind mapping, pembelajaran ipa, prestasi belajar.   Pembelajaran IPA di kelas V SDN Kedungboto Kab. Pasuruan cenderung berpusat pada guru. Hasil pengamatan menunjukkan guru kurang melibatkan keaktifan siswa sehingga siswa hanya mendengarkan atau melihat serta mencatat apa yang perlu dicatat. Pembelajaran seperti itu mengakibatkan siswa merasa bosan dalam pembelajaran. Untuk itu, peneliti ingin meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V dengan memberikan teknik peer mind mapping. Peer Mind Mapping adalah sebuah strategi setiap siswa diajak untuk turun aktif dalam proses pembelajaran, dan menuntut saling ketergantungan yang positif terhadap kelompoknya, serta menggunakan catatan yang kreatif, efektif, dan secara harfiah akan memetakan pikiran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar dalam pembelajaran IPA siswa kelas V di SDN Kedungboto Pasuruan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimen, dengan desain pretest-postest control group design. Instrumen yang digunakan terbagi menjadi instrumen pengumpulan data dan instrumen perlakuan yang dikembangkan oleh peneliti sendiri. Instrumen penelitian berupa tes prestasi IPA berupa soal pilihan ganda, sedangkan instrumen perlakuan berupa panduan pelaksanaan teknik peer mind mapping untuk kelompok satu dan panduan pelaksanaan individual mind mapping untuk kelompok dual. Penelitian ini menggunakan 40 subjek Data yang diperoleh, dinalisis menggunakan uji independen sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,02

    Hubungan antara Sikap terhadap Perilaku Membeli K-Pop Goodies dengan Intensi Membeli pada Komunitas Penggemar Musik Pop Korea

    No full text
    ABSTRAK   Perkembangan Hallyu atau Korean wave di Indonesia turut mempengaruhi kegiatan konsumsi barang-barang produksi Korea maupun yang bernuansa Korea. Huang (dalam Kusbianto, 2013) menyatakan bahwa para penggemar budaya populer Korea rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli barang-barang yang ditemui dalam serial drama Korea maupun barang-barang yang dipergunakan oleh aktor, aktris, serta penyanyi idolanya sebagai upaya untuk merasa lebih dekat atau bahkan agar dapat berpenampilan seperti idolanya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) gambaran sikap terhadap perilaku membeli K-Pop goodies pada komunitas penggemar musik pop Korea; (2) gambaran intensi membeli K-Pop goodies pada komunitas penggemar musik pop Korea; (3) hubungan antara sikap dengan intensi membeli K-Pop goodies pada komunitas penggemar musik pop Korea. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional dengan sampel 51 orang anggota komunitas JYJFI yang ditentukan dengan teknik incidental sampling. Hasil uji validitas aitem skala sikap terhadap perilaku membeli K-Pop goodies memperoleh nilai validitas sebesar 0,253 sampai 0,690 dengan koefisien Alpha-Cronbach sebesar 0,876. Sedangkan untuk hasil uji validitas aitem skala intensi membeli K-Pop goodies diperoleh nilai validitas sebesar 0,790 sampai 0,857 dengan koefisien Alpha-Cronbach sebesar 0,908. Uji hipotesis yang digunakan yakni Koefisien Korelasi Spearman dengan signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sikap terhadap perilaku membeli K-Pop goodies berada pada taraf sedang (88,24%); (2) intensi untuk membeli K-Pop goodies juga berada pada taraf sedang (68,63%); (3) terdapat hubungan positif signifikan antara sikap terhadap perilaku membeli K-Pop goodies dengan intensi membeli K-Pop goodies (rxy = 0,468 dan p = 0,001 < 0,05) artinya semakin tinggi sikap terhadap perilaku membeli K-Pop goodies maka semakin tinggi pula intensi untuk membeli K-Pop goodies pada komunitas penggemar K-Pop. Hasil penelitian yang berada dalam kategori sedang ini sebaiknya dipertahankan oleh komunitas penggemar K-Pop. Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik pada pokok bahasan yang sama diharapkan untuk menambahkan variabel lain disamping sikap terhadap perilaku. sekaligus memperbanyak jumlah aitem serta subyek penelitian agar hasil yang diperoleh bisa lebih akurat

    Penelitian Studi Kasus Pengambilan Keputusan Berhenti Merokok pada Lanjut Usia di Malang

    No full text
    Pengambilan keputusan adalah proses mengidentifikasikan alternatif yang ada sehingga dapat dipilih yang paling sesuaidengan nilai dan tujuan individu untuk mendapatkan solusi dari masalah tertentu.Banyak orang yang mengetahui bahaya merokok, namun jumlah perokok setiap tahun tidak pernah berkurang. Perilaku merokok dapat di jumpai pada semua kalangan umur mulai dari anakanak, remaja, dewasa, bahkan lanjut usia.             Lanjut usia adalah bagian dari proses dimana seseorang mengalami penurunan kemampuan fisik, mental dan sosial secara bertahap.Kerentanan kondisi dan kebiasaan merokok lanjut usia terkadang membuat mereka merasa bimbang antara mulai mempertimbangkan berhenti menghisap rokok atau tetap melanjutkan kebiasaan merokok. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengungkapbagaimana proses pengambilan keputusan pada lanjut usia dan apa saja yang menjadi pertimbangan lanjut usia dalam proses membuat keputusan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan model penelitian studi kasus. Partisipan pada penelitian ini adalah tiga lanjut usia  yang telah berhenti merokok. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kualitatif jenis wawancara terarah dan observasi terstruktur. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik dan validasi data menggunakan triangulasi perspektif, validasi responden, dan triangulasi metode.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan bukanlah sesuatu yang bisa dirumuskan secara pasti, namun dipengaruhi oleh berbagai faktor. Proses pengambilan keputusan berhenti merokok pada lanjut usia melibatkan kejadian yang kuat, yang bisa membangkitkan kecemasan untuk berubah. Dalam prosesnya, akan muncul dilema antara keinginan yang ada dalam diri dan kondisi yang sedang dihadapi. Faktor-faktor internal dan kesadaran kesehatan juga berpengaruh pada proses pengambilan keputusan. Pada tahap pertimbangan alternatif, secara tidak sadar mulai mengembangkan modifikasi perilaku psikologi. Pengaruh dukungan sosial cukup besar dalam proses pengambilan keputusan berhenti merokok. Setelahnya, akan ada periode yang menyenangkan dimana keputusan telah diambil dapat diaplikasikan dalam hidup. Selama dapat konsisten dengan keputusannya, meskipun mendapatkan feedback negatif dari lingkungan sekitar, maka hal itu tidak akan berpengaruh pada diri pengambil keputusan

    Efektivitas Commitment Building Training dalam Meningkatkan Komitmen Organisasi pada Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Gerakan Mahasiswa Anti Napza Universitas Negeri Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Wahyudi. 2017. Efektivitas Commitment Building Training dalam Meningkatkan Komitmen Organisasi pada Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Gerakan Mahasiswa Anti Napza Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi. (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.Psi.   Kata Kunci: commitment building training, komitmen organisasi, unit kegiatan mahasiswa gerakan mahasiswa anti napza   Komitmen organisasi merupakan sikap yang dimiliki individu untuk tetap loyal terhadap organisasinya dan bersedia bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan yang diberikan dengan sebaik-baiknya.Komitmen organisasi terdiri dari tiga aspek yaitu affective commitment, continuance commitment, dan normative commitment. Anggota organisasi yang memiliki komitmen tinggi akan menciptakan pengaruh positif bagi organisasi itu sendiri salah satunya adalah tercapainya tujuan organisasi secara maksimal. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Gerakan Mahasiswa Anti Napza memiliki komitmen organisasi rendah di ketiga aspek komitmen organisasi. Upaya perbaikan komitmen organisasi dilakukan dengan pemberian commitment building training berdasarkan analisis kebutuhan yang dibutuhkan oleh pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Gerakan Mahasiswa Anti Napza. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran komitmen organisasi baik sebelum dan setelah adanya treatment dan untuk mengetahui efektivitas commitment building training dalam meningkatkan komitmen organisasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimen, dengan model one group pretest-posttest design. Analisis uji beda menggunakan analisis statistik parametrik paired sample t-test. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri dari 35 pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Gerakan Mahasiswa Anti Napza Universitas Negeri Malang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner komitment organisasi yang merupakan adaptasi dari Organization Commitment Questionnaire (OCQ) milik Allen & Meyer (1990). Treatmen dilakukan menggunakan modul panduan pelaksanaan Commitment Building Training untuk meningkatkan komitmen organisasi subyek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan commitment building training efektif untuk meningkatkan komitmen organisasi pada pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Gerakan Mahasiswa Anti Napza dengan nilai p=0,0002,0322 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah adanya treatment. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat digunakan oleh pengurus harian untuk meningkatkan komitmen organisasi pengurus terutama pada aspek komitmen continuance. Sedangkan bagi peneliti selanjutnya, modul commitment building training ini dapat digunakan penelitian di organisasi sosial (non profit), Organisasi keagamaan serta organisasi-organisasi profit.             ABSTRACT   Wahyudi. 2017. The Effectiveness of Commitment Building Training in Enhancing Organization Commitment of the Administrators of the Student Activity Unit of Anti-Napza Student Movement in State University of Malang. Thesis, Psychology, Faculty of Psychology Education, State University of Malang. Advisors: (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi. (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.Psi.   Keywords: commitment building training, organization commitment, student activity unit of anti-napza   Organization commitment is a trait embodied by an individual to remain loyal towards the organization and be able to complete and do well regarding the given job. Organization commitment consists of three aspects: affective commitment, continuance commitment, and normative commitment. A high-commitment member helps enhancing positive impacts towards the organization; for instance, the goal of the organization is successfully achieved. The commitment of the members of Student Activity Unit of Anti-Napza Student Movement in State University of Malang are still on the low level, in terms of the three aspects of organization commitment. The means of enhancing the level of organization commitment is by organizing Commitment Building Training based on the analysis of the administrators of Student Activity Unit of Anti-Napza Student Movement in State University of Malang. The aim of the study is to describe the subjects commitment organization before and after treatment and to find the effectiveness of Commitment Building Training in enhancing the level of organization commitment. The study employs quasi-experiment research with one group pretest-posttest design. The analysis used within the study is the parametric statistic, paired sample t-test. The sampling method used was purposive sampling, that is the subject of this study is 35 administrators of Student Activity Unit of Anti-Napza Student Movement in State University of Malang . The research instrument employed within the study is a questionnaire of organization commitment adapted from Organization Commitment Questionnaire (OCQ) by Allen & Mayer (1990). The treatment was held with the guidance of Commitment Building Training module in order to increase the organization commitment of the research subject. The result of the study shows that the use of Commitment Building Training turns out to be effective to enhancing the organization commitment towards the administrators of Student Activity Unit of Anti-Napza Student Movement in State University of Malang. The value of p=0,0002,0322 meaning that the difference  before and after the treatment was held by the researcher is significant. The result can also be applicable towards the daily-basis administrators of Student Activity Unit of Anti-Napza Student Movement in State University of Malang in the aspect of continuance commitment. Towards the next researchers, the module of Commitment Building Training is suitable for either non-profit organizations or profit organizations in general

    Efektifitas Pelatihan Berbasis Cognitive Behavior Modification Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Rendah Pada Remaja di Panti Asuhan di Kecamatan Blimbing Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK Prasojo, Sandhy A. 2017. Efektifitas Pelatihan Berbasis Cognitive Behavior Modification Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Pada Remaja yang Tinggal di Panti Asuhan di Kecamatan Blimbing Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat S.Psi., S.E., M.si., (II) Ninik Setiyowati S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: Percaya diri, Remaja, Pelatihan berbasis cognitive behavior modification, Eksperimen Kuasi, Non randomized pretest-Posttest control group design. Penelitian berlatar belakang dari pentingnya memiliki rasa percaya diri yang tinggi, karena percaya diri merupakan suatu proses pengembangan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelatihan berbasis cognitive behavior modification untuk meningkatkan percaya diri. Alat instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari skala kepercayaan diri dan modul pelatihan cognitive behavior modification. Skala percaya diri sebelum uji coba memiliki aitem sebanyak 60 butir. Setelah diuji cobakan kepada 60 responden, skala percaya diri memiliki validitas dengan daya deskriminasi antara 0,341 sampai dengan 0,685 dan nilai reliabilitas formula Mosier sebesar 0,925 sehingga menjadi 45 aitem yang layak digunakan. Adapun subyek penelitian melibatkan 18 remaja di 3 sampel panti asuhan yang ada di Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kriteria subyek penelitian diantaranya; berusia 16-19 tahun, pendidikan SMA/K / sederajat, dan bertempat tinggal di panti asuhan. Penelitian ini merupakan quasi experimental design dengan rancangan Non Randomized PreTest-PostTest Control Group Design. Kelompok Eksperimen mendapat perlakuan berupa pelatihan berbasis cognitive behavior modification yang sudah dinilai oleh Penguji Ahli dalam bidang tersebut. Sedangkan kelompok kontrol hanya diberi perlakuan plasebo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor lebih tinggi dari kelompok kontrol, namun tidak ada perbedaan yang bermakna tentang efektifitas antara pelatihan CBM dengan kegiatan plasebo dalam meningkatkan kepercayaan diri. Jadi dapat dikatakan bahwa pelatihan berbasis cognitive behavior modification dalam penelitian ini hanya efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri kategori rendah pada remaja di panti asuhan Kecamatan Blimbing Kota Malang

    HUBUNGAN ANTARA EMPLOYEE ENGAGEMENT DENGAN KOMITMEN ORGANISASI KARYAWAN COMMUNITY AMBASSADOR SAMPOERNA MILD 16 DI PT. SUNRISE KEMILAU INDONESIA

    No full text
    ABSTRAK   Sidiq, Fariz El. 2017. Hubungan Employee Engagement Dengan Komitmen Organisasi Karyawan Community ambassador di PT. Sunrise Kemilau Indonesia. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat , S.Psi, M.Si (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim , S.Psi, M.Psi.  Kata Kunci: employee engagement, komitmen organisasi, karyawan community ambassador PT. Sunrise Kemilau Indonesia.   Tujuan penelitian ini adalah mengetahui (1) Gambaran employee engagement karyawan community ambassador (2) Gambaran komitmen organisasi karyawan community ambassador (3) Hubungan employee engagement dan komitmen organisasi karyawan community ambassador PT. Sunrise Kemilau Indonesia.   Metode yang digunakan adalah deskriptif korelasional kuantitatif dengan menggunakan teknik total populasi. Responden dalam penelitian ini adalah 40 orang karyawan community ambassador PT. Sunrise Kemilau Indonesia. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala employee engagement dan skala komitmen organisasi dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,429 dan 0,954.              Hasil analisis deskriptif menunjukan karyawan memiliki employee engagement yang sedang (57,5%) dan memiliki komitmen organisasi yang sedang pula (60%). Peneliti melakukan uji asumsi yaitu melakukan uji normalitas dengan formula Kolmogorov-Smirnov dan melakukan uji linieritas. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh menyatakan bahwa pada skala employee engagement memiliki sig = 0,200 dan skala komitmen organisasi memiliki sig yang sama pula = 0,200 sehingga kedua data variabel tersebut dikatakan berdistribusi normal serta kedua variabel tersebut dikatakan linier dengan nilai sig = 0,436. Setelah uji asumsi sudah terpenuhi maka peneliti melakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji korelasi Product Moment dan diperoleh Rxy = 0,875, dengan sign = 0,000. Hal tersebut berarti ada hubungan positif yang cukup kuat antara employee engagement dan komitmen organisasi karyawan community ambassador PT. Sunrise Kemilau Indonesia.   Berdasarkan hasil penelitian saran yang diberikan kepada karyawan adalah lebih mempercayai dan mempunyai komunikasi yang baik terhadap seluruh elemen di dalam perusahaan. Saran yang diberikan kepada perusahaan untuk dapat memperhatikan employee engagement karyawan sehingga akan menimbulkan komitmen organisasi yang tinggi terhadap perusahaan dengan cara memberikan pelatihan kepada jajaran manajemen. Saran yang diberikan kepada peneliti selanjutnya diharapkan mencari populasi dan sampel yang lebih banyak lagi karena penelitian ini memiliki populasi dan sampel yang sedikit, dan peneliti bisa menambah variabel lain yang mempengaruhi komitmen organisasi seperti pengalaman individu dalam organisasi, karakter pekerjaan dan karakter organisasi. ABSTRACT Sidiq, Fariz El. 2017. The Correlation between Employee engagement and Organizational commitment on Employees Community Ambassador at PT. Sunrise Kemilau Indonesia. Undergraduated Thesis, faculty of Education Psychology, State university of Malang. Advisors: (I) Drs Fattah Hidayat , S.Psi, M.Si (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim , S.Psi, M.Psi.Keyword : employee engagement, organizational commitment, employees of community ambassador PT Sunrise Kemilau Indonesia. The purpose of this research is to know (1) description of employee engagement community ambassador (2) description of the commitment organizational community ambassador (3) Relationship between employee engagement and commitment employee organizational community ambassador PT Sunrise Kemilau Indonesia.  The method used is descriptive and correlational quantitative using the technique of the total population. The subject in this research is 40 employee community ambassador PT Sunrise Kemilau Indonesia. The research instrument used in this research using the scale of employee engagement and the scale of the commitment organizational with reliability coefficient of 0,429 and 0,954. The results of a descriptive analysis shows that the employees community ambassador PT. Sunrise Kemilau  Indonesia have average employee engagement (57.5%) and has organizationaly commitment average too (60%). Before performing the hypothesis test, researcher test the assumption that test with Kolmogorov-Smirnov formula and test linierity. Based on the analysis results obtained stated that on the scale of employee engagement have sig = 0,200 and the scale of the organizational commitment have the same sig also = 0,200 so that both the variable is normal distribution and both the variablesare said to be linear with sig value = 0,436. After the assumptions test has been met and the researcher do hypothesis test using Product Moment Correlation and obtained Rxy = 0,875, with the sign = 0,000. This means that there is a strong positive relationship between employee engagement and organizational commitment community ambassador PT Sunrise Kemilau Indonesia.  Based on the results of research suggest given to employee are expected employees to can increase employee engagement by trusting his superiors, trusting the surrounding friends and have good communication to all elements in the company. The suggest given to the company to be able to pay attention to employees employee engagement so that will lead to high organizational commitment to the company by providing training to the top of management. The suggestions given to the researchers are expected to find more populations and samples because the study has few populations and samples, and researchers can add other variables that affect organizational commitment such as individual experience in the organization, job character and organizational character

    Pengaruh Media Permainan Edukatif Teka-teki Silang Untuk Meningkatkan Retensi Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa SMA

    No full text
    ABSTRAK   Kisworo, Hubertus Dicky Bayu. 2017. Pengaruh Media Permainan Edukatif Teka-teki Silang Untuk Meningkatkan Retensi Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sudjiono, M.Si, (II) Aji Bagus Priyambodo, S.Psi., M.Psi.   Kata Kunci: Permainan Edukatif Teka-teki Silang, Retensi, Pembelajaran Bahasa Indonesa   Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media permainan edukatif teka-teki silang untuk meningkatkan retensi pembelajaran bahasa Indonesia siswa SMA. Penelitian dilakukan di SMAK Diponegoro Blitar. Subjek yang digunakan adalah siswa kelas X.Keseluruhan jumlah siswa kelas X SMAK Diponegoro sebanyak 143 orang yang kemudian diambil sampel dengan metode cluster sampling dan diperoleh bahwa sampel penelitian sejumlah 61 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes retensibahasa Indonesia dengan tingkat reliabilitas sebesar 0,877. Retensi siswa diukur berdasarkan nilai posttest masing-masing kelompok. Selisih nilai kedua kelompok menjadi acuan keberhasilan dalam penelitian ini. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif. Hasil analisis deskriptif pada kelompok eksperimen dari 34 siswa, menunjukkan bahwa 7 siswa (20%) pada kategori tinggi, 23 siswa (68%) pada kategori sedang, dan 4 siswa (12%) pada kategori rendah. Sedangkan,pada kelompok kontrol dari 27 siswa menunjukkan bahwa 6 siswa (22%) pada kategori tinggi, 17 siswa (63%) pada kategori sedang, dan 4 siswa (15%) pada kategori rendah. Hasil uji hipotesis menggunakan analisis komparatif independent sample t-testdiperoleh skor t sebesar 8,085 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Berdasarkan hasil analisis diperoleh tiga kesimpulan hipotesis yaitu; (1) retensi siswa rata-rata berada pada kategori sedang; (2) media permaian edukatif teka-teki silang dapat digunakan pada pembelajaran bahasa Indonesia; (3) permainan edukatif teka-teki silang berpengaruh untuk meningkatkan retensi pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan pengembangan pada media teka-teki silang dan tes retensi pembelajaran bahasa Indonesia

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇