Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP INTENSI TURNOVER KARYAWAN DEPARTEMEN AIR JET LOOM PT. BEHAESTEX CABANG PASURUAN
Putra, Reza Permana. 2017. Pengaruh Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi terhadap Intensi Turnover Karyawan Departemen Air Jet Loom PT. BEHAESTEX Cabang Pasuruan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si, (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci : kepuasan kerja, komitmen organisasi, intensi turnover Tujuan penelitian ini didasari oleh adanya fakta-fakta yang ditemukan di lapangan, yaitu setiap bulan selalu ada karyawan yang mengundurkan diri dari perusahaan, walaupun melanggar perjanjian kontrak yang telah disepakati. Padahal perusahaan ini selalu mentargetkan untuk kenaikan jumlah produksi setiap tahunnya, tetapi rencana tersebut selalu gagal karena tingginya tingkat turnover pada karyawan operator produksi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ppengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap intensi turnover karyawan PT. BEHAESTEX Cabang Pasuruan Bagian Departemen Air Jet Loom. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan regresional. Populasi sebanyak 400 karyawan dan diambil 55 karyawan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala kepuasan kerja sebanyak 33 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,949, skala komitmen organisasi sebanyak 24 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,919, dan skala intensi turnover sebanyak 23 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,853. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan yang memiliki kepuasan kerja tinggi 60%, dan yang memiliki kepuasan kerja rendah 40%. Karyawan yang memiliki komitmen organisasi tinggi 52,7%, dan yang memiliki komitmen organisasi rendah 47,3%. Karyawan yang memiliki intensi turnover rendah 56,4% dan yang memiliki intensi turnover tinggi 43,6%. Terdapat pengaruh negatif antara kepuasan kerja terhadap intensi turnover dengan nilai B -0,336. Tidak ada pengaruh antara komitmen organisasi terhadap intensi turnover dengan nilai B -0,182. Terdapat pengaruh secara simultan antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap intensi turnover dengan angka koefisien determinasi 0,514. Saran yang bisa diberikan terkait hasil penelitian ini adalah 1) bagi perusahaan penelitian ini dapat digunakan rujukan untuk meningkatkan lagi tingkat kepuasan kerja dan komitmen organisasi karyawan dengan cara memperhatikan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja dan komitmen organisasi, 2) bagi karyawan untuk semakin komunikatif terhadap atasan mengenai permasalahan pada pekerjaan 3) bagi peneliti selanjutnya untuk menambah variabel penelitian yaitu stress kerja, dan budaya organisasi, agar pembahasan menjadi lebih kompleks dan memperluas cakupan subjeknya ke setiap departemen sehingga hasilnya dapat digeneralisasi dengan baik
HUBUNGAN INTENSITAS MENONTON DRAMA KOREA (K-DRAMA) DAN KECENDERUNGAN GANGGUAN DISMORFIK TUBUH PADA PEREMPUAN DEWASA AWAL
ABSTRAK Rianawati, Ika Fajar. 2017. Hubungan Intensitas Menonton Drama Korea Dengan Kecenderungan Gangguan Dismorfik Tubuh pada Perempuan Dewasa Awal. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Nur Eva, S.Psi., M.Psi. (II) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: intensitas menonton, drama Korea, gangguan dismorfik tubuh, perempuan dewasa awal Intensitas menonton drama Korea adalah tindakan atau keadaan seseorang yang menikmati tayangan drama Korea dalam ukuran waktu tertentu dan menggambarkan seberapa sering serta memusatkan perhatiannya terhadap tayangan drama. Terdapat beberapa motif seseorang menonton drama Korea, yaitu motif informasi, motif identitas personal dan psikologi, motif integrasi, dan motif hiburan. gangguan dismorfik tubuh adalah gangguan dimana penderitanya mempersepsi tubuh dengan ide-ide bahwa dirinya memiliki kekurangan dalam penampilan sehingga kekurangan itu membuatnya merasa tidak menarik dan menyebabkan gangguan dalam fungsi kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) gambaran ntensitas menonton drama Korea pada perempuan dewasa awal, (2) gambaran kecenderungan gangguan dismorfik tubuh pada perempuan dewasa awal, dan (3) melihat apakah ada hubungan antara intensitas menonton drama Korea dengan kecenderungan gangguan dismorfik tubuh pada perempuan dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi Universitas Negeri Malang. Sampel penelitian ini berjumlah 60 orang yang diperoleh dengan sampel . Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala intensitas menonton drama Korea yang berjumlah 21 aitem dan skala kecenderungan gangguan dismorfik tubuh dengan menggunakan teknik analisis Product moment Pearson dengan koefisien korelasi sebesar 0,870 dan
Hubungan antara Self-Regulated Learning dengan Prokrastinasi Akademik dalam Penyusunn Skripsi pada Mahasiswa Angkatan Tahun 2010 Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Primadhani, Yeni. 2017. Hubungan antara Self-Regulated Learning dengan Prokrastinasi Akademik dalam Penyusunn Skripsi pada Mahasiswa Angkatan Tahun 2010 Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si. (II) Ike Dwiatuti, M.Psi Kata Kunci: self-regulated learning, prokrastinasi akademik Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self-regulated learning dengan prokrastinasi akademik dalam penyusunan skripsi pada mahasiswa angkatan tahun 2010Universitas Negeri Malang karena melihat banyaknya mahasiswa angkatan tahun 2010 yang sampai tahun 2017 yang masih belum selesai masa studinya yaitu sebanyak 292 mahasiswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan teknik analisis product momentpearson. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 73 diperoleh dengan teknik purposive sampling. Data penelitian diambil dengan menggunakan skala self-regulated learningdan skala prokrastinasi akademik.Skala self-regulated learning terdiri dari 39 aitem, mempunyai koefisien validitas aitem antara 0,373 sampai dengan 0,825 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,746. Adapun skala prokrastinasi akademik terdiri dari 44 aitem. Skala prokrastinasi akademik mempunyaikoefisien validitas aitem antara 0,334 sampai dengan 0,811 dan koefisienreliabilitas sebesar 0,748.Uji hipotesis diperoleh nilai korelasi antara variabel self-regulated learning dengan variabel prokrastinasi akademik sebesar rxy = -357 dengan signifikansi 0,002( p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) self-regulated learning mahasiswa angkatan tahun 2010 Universitas Negeri Malangyang berada dalam kategori rendah sejumlah 16,44%, kategori sedang sejumlah 61,64%, dan yang berada dalam kategori tinggi sejumlah 21,92%, (2) prokrastinasi akademik dalam penyusunan skripsi pada mahasiswa angkatan tahun 2010 Universitas Negeri Malang yang berada dalam kategori rendah sejumlah 21,92%, kategori sedang sejumlah 58,90%, dan yang berada dalam kategori tinggi sejumlah 19,18% ,(3) self-regulated learning dengan prokrastinasi akademik memiliki hubungan negatif. Semakin tinggi self-regulated learning maka semakin rendah prokrastinasi akademik dan semakin rendah self-regulated learning maka semakin rendah prokrastinasi akademik. Saran dari penelitian ini yaitu 1) Bagi mahasiswa, digunakan sebagai bahan evaluasi diri, mahasiswa sebaiknya menetapkan tujuan yang akan dicapai, meningkatkan kemampuan utnuk membagi waktu yang dapat menurunkan perilaku prokrastinasi akademik, 2) Bagi Universitas, diharapkan untuk mengembangkan self-regulated learning mahasiswa, misalkan memfasilitasi mahasiswa dengan diadakan sosialisasi mengenai time-management untuk menurunkan perilaku prokrastinasi akademik, 3) Bagi Peneliti, disarankan melakukan penelitian dengan memperluas kancah penelitian dengan karakteristik subjek yang berbeda dan atau dengan metode penelitian yang berbeda
Perbedaan Resiliensi ditinjau dari Jenis Kelamin pada Remaja dengan Orang Tua yang Bercerai
ABSTRAK Mahardika, Audhina Kusumaning. 2017. Perbedaan Resiliensi ditinjau dari Jenis Kelamin pada Remaja dengan Orang Tua yang Bercerai. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si (II) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: resiliensi, jenis kelamin, remaja dengan orang tua yang bercerai Resiliensi dapat diartikan sebagai kemampuan individu dalam memaknai situasi sulit maupun mengganggu dalam hidupnya secara positif dan mampu mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap masalah yang terjadi dalam hidupnya. Resiliensi terdiri dari tujuh aspek yaitu regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, empati, analisis kausal, efikasi diri, dan reaching out. Resiliensi menggambarkan bagaimana individu menghadapi permasalahannya secara sehat. Pada penelitian Rinaldi (2012) laki-laki memiliki kemampuan resiliensi yang lebih tinggi daripada perempuan. Demo & Acock (dalam Swastika, 2013) menyatakan bahwa remaja yang mengalami perceraian orang tua cenderung lebih matang, sehingga tidak jarang juga remaja yang semakin lebih berprestasi dan tangguh setelah menghadapi perceraian orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan resiliensi antara remaja laki-laki dan remaja perempuan yang orang tuanya bercerai. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif deskriptif. Analisis uji beda menggunakan analisis statistik non-parametrik Mann Whitney U-Test. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri dari 30 remaja laki-laki yang orang tuanya bercerai dan 30 remaja perempuan yang orang tuanya bercerai. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala resiliensi yang diadaptasi dari tujuh aspek resiliensi yang dikemukakan oleh Reivich dan Shatte (2002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor resiliensi antara remaja laki-laki dan remaja perempuan yang orang tuanya bercerai nilai signifikansi p=0,04
Spiritual Leadership Pada Suku Waerebo Di Manggarai Nusa Tengggara Timur(NTT).
ABSTRAK Riberu, Reginaldis Ursula.2017. Spiritual Leadership Pada Suku Waerebo Di Manggarai Nusa Tengggara Timur. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini S.Psi.,M.Psi., (II) Ninik Setiyowati S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: Spiritual Leadership, Suku Waerebo, Etnografi Suku Waerebo adalah kampung adat tradisional yang terletak di dataran tinggi Manggarai yang adat istiadatnya masih bertahan. Masyarakat Suku Waerebo memiliki tujuan yaitu mempertahankan adat istiadat, hal ini terlihat jelas dari bagaimana ketua adat dan masyarakat Waerebo berperilaku untuk memotivasi diri sendiri dan orang lain secara intrinsik, sehingga memiliki rasa pertahanan spiritual melalui panggilan tugas dan keanggotaan, memiliki makna dalam hidup, merasa dimengerti dan dihargai, serta merasa mengalami kehidupan yang berarti.Maka dari itu peneliti tertarik untuk meneliti spiritual leadershippada Suku Waerebo di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Untuk mengecek keabsahandata, dilakukan dengan verifikasi subjek dan triangulasi data. Kegiatan analisisdilakukan dengan beberapa tahapan meliputi: 1) analisis domain; 2) analisistaksonomi; 3) analisis komponensial; dan 4) analisi tematik. Berdasarkan hasil analisis tersebut ditemukan spiritual leadership suku Waerebo sebagai berikut: 1)gambaran atau karakteristik yang ingin dicapai dimasa yang akan datang di Waerebo adalah mempertahankan dan melestarikan budaya Waerebo, yang merupakan warisan leluhur (empo Maro). 2) dalam menjalankan tugasnya, memiliki rasa percaya dan kesediaan melakukan apapun untuk Waerebo. 3)mose onemai Waerebo kut Waerebo(hidup dari Waerebo untuk Waerebo), pedoman bagi mereka dalam menjalankan kehidupan di Waerebo. 4) bagi mereka jabatan sebagai ketua adat dan kepala dusun merupakan amanah dan tanggungjawab yang besar dari empo Maroyang harus dijaga. 5) selalu mendapat dukungan dari masyarakat dalam usaha untuk melestarikan dan mempertahankan adat istiadat suku Waerebo
Hubungan Konsep Diri dengan Resiliensi pada Penyandang Tuna Daksa Dewasa
ABSTRAK Andikarini, Retno Dyah. 2017. Hubungan Konsep Diri dengan Resiliensi pada Penyandang Tuna Daksa Dewasa. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Drs. Fattah Hidayat S.Psi, M.Si., (II) Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci: konsep diri, resiliensi, penyandang tuna daksa, dewasa. Resiliensi dibutuhkan oleh penyandang tuna daksa dewasa untuk bangkit dari tekanan dan keterpurukan yang dialami akibat kondisi tubuh yang kurang mendukung dalam melaksanakan tugas perkembangan. Konsep diri mendukung kemampuan resiliensi pada individu tuna daksa dewasa. Tujuan penelititan ini adalah (1) untuk mengetahui gambaran konsep diri pada penyandang tuna daksa dewasa (2) untuk mengetahui gambaran resiliensi pada penyandang tuna daksa dewasa (3) untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan resiliensi pada penyandang tuna daksa dewasa. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dan korelasional. Penelitian ini dilaksanakan dengan partisipan penyandang tuna daksa usia dewasa dengan jumlah populasi sebesar 150 orang penyandang tuna daksa dewasa usia 18 tahun keatas. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling insidental didapatkan 55 orang subjek yang sesuai karakteristik dalam penelitian. Instrumen penelitian berupa skala konsep diri dan skala resiliensi. Uji coba penelitian dilaksanakan dengan 30 partisipan dengan jumlah aitem skala konsep diri sebanyak 40 dan skala resiliensi sebanyak 56. Validitas yang diperoleh dari skala konsep diri nilai r berkisar 0,030 sampai 0,870, terdapat 11 aitem tidak valid. Validitas skala resiliensi nilai r berkisar antara 0,056 sampai 0,783, terdapat 12 aitem tidak valid. Hasil reliabilitas skala konsep diri sebesar 0,938 dan reliabilitas skala resiliensi 0,951 yang menunjukkan bahwa kedua skala reliabel dan dapat digunakan dalam penelitian. Analisis yang digunakan ialah korelasi product moment. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (I) sebagian besar penyandang tuna daksa dewasa memiliki konsep diri yang positif (II) sebagian besar penyandang tuna daksa dewasa memiliki resiliensi tinggi (III) ada hubungan yang positif antara konsep diri dengan resiliensi pada penyandang tuna daksa dewasa dengan nilai r = 0,826 dan nilai p = 0,000 < 0,05. Saran yang diberikan dari penelitian ini (1) bagi penyandang tunadaksa dewasa diharapkan mengikuti kegiatan masyarakat yang menyediakan alat bantu mobilisasi dan memperhatikan kesehatan tubuh (2) bagi pemerintah meningkatkan kualitas dan kuantitas pelatihan keterampilan bagi penyandang tuna daksa dan menyediakan petugas kesehatan yang pro aktif (3) bagi peneliti selanjutnya menambah variabel penelitian pada penelitian tentang penyandang tuna daksa.
Efektivitas Sosiodrama "Ria" terhadap Penurunan Perilaku Agresi Anak TK Madinah Malang
Anak usia dini berusia 3-5 tahun merupakan masa golden age. Pada usia ini, anak berusaha mengendalikan perilaku. Namun, sering ditemui anak melakukan agresi tanpa rasa bersalah dan apabila diabaikan akan mengalami peningkatan hingga dewasa. Cara menurunkan perilaku agresi pada anak dengan mengenalkan model non-agresi dan mengubah pola pikir melalui sosiodrama.Desain penelitian adalah pretest-posttest control group design. Subjek berjumlah 16 pada kelompok eksperimen dan kontrol dengan skor perilaku agresi berkategori sedang dan tinggi. Pengambilan data melalui observasi menggunakan uji validasi formula Aiken’s V dengan hasil berkategori sedang dan tinggi. Reliabilitas observasi menggunakan interrater reliability dengan nilai > 0,6 berarti data antar observer sama. Intervensi mengacu pada panduan sosiodrama oleh Ria dengan menggunakan uji validasi ahli. Teknik analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test, Independent Sample T-test, dan R Square untuk mengetahui prosentase penurunan sosiodrama terhadap perilaku agresi. Hasil uji hipotesis Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok eksperimen adalah 0,000, pada kelompok kontrol adalah 0,028. Hasil uji hipotesis Independent Sample T-test adalah 0,000 (p value< 0,05), dan R2 adalah 86%. Berdasarkan hasil tersebut, maka pada kelompok eksperimen yang diberikan sosiodrama dan kelompok kontrol yang tidak diberikan sosiodrama terjadi perbedaan dan memiliki prosentase penurunan yang cukup besar. Konsep-konsep yang didapatkan anak dalam sosiodrama yaitu secara fisik berupa modelling dan secara non fisik berupa pengubahan pola pikir terbukti dapat menurunkan perilaku agresi. Saran yang diberikan bagi anak adalah sebaiknya anak sebagai subjek dapat bertanya apabila belum mengerti, bagi guru sebaiknya guru dapat menjalin hubungan lebih baik, bagi peneliti selanjutnya dapat menambahkan jumlah validasi ahli dan observer
Hubungan Antara Kesadaran Hidup Sehat dan Kontrol Diri pada Siswa SMP Islam yang Merokok di Kabupaten Blitar
ABSTRAK Dyaningrum, Yuliana Elwien. 2017. Hubungan Antara Kesadaran Hidup Sehat dan Kontrol Diri pada Siswa SMP yang Merokok di Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si Psikolog, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si. Kata Kunci: kesadaran hidup sehat, kontrol diri, siswa SMP yang merokok. Siswa SMP yang merokok harus memiliki kemampuan mengontrol diri agar dapat diterima sebagai individu baru dalam masyarakat. Disamping itu, siswa SMP yang merokok harus memiliki kesadaran hidup sehat agar mampu menjalani hidup yang lebih baik dengan cara hidup sehat. Tujuan penelitian ini adalah: (1) bagaimana kesadaran hidup sehat pada siswa SMP yang merokok di Kabupaten Blitar, (2) untuk mengetahui bagaimana kontrol diri pada siswa SMP yang merokok di Kabupaten Blitar dan (3) untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kesadaran hidup sehat dan kontrol diri pada siswa SMP yang merokok di Kabupaten Blitar. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif korelasional. Subjek penelitian, siswa MTs Miftahun Najah, MTs Sunan Gunung Jati dan SMP Islam Asssalam Jambewangi Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar. Jumlah subjek penelitian 51 orang dengan kriteria: 1) siswa kelas 7-9; 2) merokok selama 2 bulan-4 tahun; 3) minimal dalam sehari merokok 1 batang. Instrumen menggunakan skala kesadaran hidup sehat dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,846 dan skala kontrol diri dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,862. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat kesadaran hidup sehat dan kontrol diri pada siswa SMP yang merokok di Kabupaten Blitar berada pada tingkat sedang dan rendah dengan masing-masing persentase sebesar 39% dan 36%, (2) diperoleh koefisien korelasi kesadaran hidup sehat dan kontrol diri sebesar 0,594 dengan nilai signifikansi 0,000 p < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kesadaran hidup sehat dan kontrol diri pada siswa SMP yang merokok di Kabupaten Blitar. Saran untuk: 1) siswa yaitu bila siswa kesulitan untuk berhenti merokok dari dalam diri, dapat meminta bantuan teman, guru orang tua atau orang-orang yang ada di sekitarnya untuk mengingatkan mengenai bahaya rokok bagi kesehatan; 2) guru sekolah yaitu memperketat peraturan mengenai siswa yang merokok; 3) orangtua yaitu tidak merokok didepan anak karena akan ditiru oleh anak; 4) pemerintah yaitu melakukan sosialisasi kesehatan mengenai bahaya rokok, 5) peneliti selanjutnya yaitu subjek lebih banyak dan bukan hanya pada sekolah swasta, pada sekolah negeri juga untuk pembanding, apakah ada perbedaan siswa yang merokok di SMP negeri dengan SMP swasta. ABSTRACT Dyaningrum, Yuliana Elwien. 2017. The Correlation Between Awareness of Healthy Life and Self-Control on Students Islamic Junior School Smoker in Blitar Regency. Thesis, Department of Psychology, Faculty of Psychology Education, State University of Malang. Counselor: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si Psychologist, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si. Keywords: awareness of healthy life, self-control, junior high school students smoker. Students Islamic Junior high school smoker should have the ability to control themselves to be accepted as new individuals in society. In addition, students Islamic junior high school smoker should have a healthy awareness of life in order to be able to live a better life with a healthy way of living. The purpose of this research is: (1) to know how the awareness of healthy life in students Islamic junior high school smoker in Blitar regency, (2) to know how the self control in students Islamic junior high school smoker in Blitar regency and (3) to know a relationship the correlation between awareness of healthy life and self-control on Students Islamic Junior School Smoker in Blitar Regency. The research design used in this research is descriptive and correlational analysis. Research subjects, students MTs Miftahun Najah, MTs Sunan Gunung Jati and SMP Islam Asssalam Jambewangi Selopuro District Blitar regency. With 51 subjects under criteria of: 1) students grade 7-9; 2) smoking for 2 months - 4 years; 3) a minimum of one day smoking. The instrument uses awareness of healthy life scale with coefficient reliability of 0.846 and a self-control scale with coefficient reliability of 0.862. The results showed that (1) the level of awareness of healthy life and self-control in students Islamic junior high school smoker in Blitar regency is at a medium and low level with each each percentage of 39% and 36%, (2) obtained coefficient correlation awareness of healthy life and self control of 0,594 with significance value 0.000
Efektivitas Sosiodrama "Ria" terhadap Penurunan Perilaku Agresi Anak TK Madinah Malang
ABSTRAK Anggraini, Ria. 2017. Efektivitas Sosiodrama “Ria” terhadap Penurunan Perilaku Agresi Anak TK Madinah Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Hetti Rahmawati, S.Psi.,M.Si. (2) Drs. Mohammad Bisri, M. Si. Kata Kunci : anak usia dini, perilaku agresi, metode sosiodrama Anak usia dini berusia 3-5 tahun merupakan masa golden age. Pada usia ini, anak berusaha mengendalikan perilaku. Namun, sering ditemui anak melakukan agresi tanpa rasa bersalah dan apabila diabaikan akan mengalami peningkatan hingga dewasa. Cara menurunkan perilaku agresi pada anak dengan mengenalkan model non-agresi dan mengubah pola pikir melalui sosiodrama. Desain penelitian adalah pretest-posttest control group design. Subjek berjumlah 16 pada kelompok eksperimen dan kontrol dengan skor perilaku agresi berkategori sedang dan tinggi. Pengambilan data melalui observasi menggunakan uji validasi formula Aiken’s V dengan hasil berkategori sedang dan tinggi. Reliabilitas observasi menggunakan interrater reliability dengan nilai > 0,6 berarti data antar observer sama. Intervensi mengacu pada panduan sosiodrama oleh Ria dengan menggunakan uji validasi ahli. Teknik analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test, Independent Sample T-test, dan R Square untuk mengetahui prosentase penurunan sosiodrama terhadap perilaku agresi. Hasil uji hipotesis Wilcoxon Signed Rank Test pada kelompok eksperimen adalah 0,000, pada kelompok kontrol adalah 0,028. Hasil uji hipotesis Independent Sample T-test adalah 0,000 (p value 0,6 which is mean that the data between observer is about the same. According to Sociodrama guide by Ria, the treatment validated by experts. Technique for analyzing the data using Wilcoxon Signed Rank Test, Independent Sample T-test, and R-Square to get reduction percentage of aggression. Hypothesis test by Wilcoxon Signed Rank Test on the experimental group are 0,000, and on the control group are 0,028. Based on hypothesis test of Independet Sampe T-test obtained that significance value p 0,000 (p value< 0,05) and R2 is 86%. Base on that results, there is a significant reduction different between experimental and control group. Concepts that student learned such modelling and change how students think are proven to reduce aggression. Suggestion for student is that student as subject can ask anything when not understand yet, for teachers is maintenance good communications, and for the next researchers can add more subject to test.
Komunikasi dan Tahap Perkembangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam Penanggulangan Bencana Daerah
Abstrak Adanya bencana alam yang mengancam keselamatan manusia mengharuskan BPBD kabupaten malangharus bekerja keras memberikan penanganan, salah satunya meningkatkan komunikasi dan kesepakatan pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan komunikasi horisontal dan tahap perkembangan yang dilakukan BPBD kabupaten malang. Prosedur yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara dan diuji keabsahannya menggunakan teknik triangulasi perspektif.Hasil penelitian yaitu komunikasi horisontal dilakukan semua partisipan dengan bertukar informasi tugas, saling mendukung, dan menjalin hubungan,kesepakatan yang terbentuk melalui tahapan perkembangan kelompok yaitu tahap forming antar anggotasudah saling menjalin pertemanan, pada tahap storming tidak menimbulkanperselisihan, tahap normingberupa keterbukaan komunikasi, tahap performing menimbulkan suasana nyaman dan saling menguntungkan.