Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP SELF REGULATED LEARNING REMAJA PONDOK PESANTREN SURYA BUANA MALANG
ABSTRAK Pratiwi, Noventia Sekar. 2017. Pengaruh Motivasi Berprestasi terhadap Self Regulated Learning Remaja Pondok Pesantren Surya Buana Malang . Pembimbing: (I) Dr. Sudjiono, S.Pd., M.Si, (II) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh motivasi berprestasi terhadap self regulated learning remaja Pondok Pesantren Surya Buana Malang. 65 santri dengan kategori remaja dalam Pondok Pesantren Surya Buana Malang sebanyak 39 putra dan 26 putri. Santri digunakan sebagai sampel penelitian dengan teknik sampling jenuh. Ada dua instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (a) Skala Motivasi Berprestasi dengan skor validitas terendah 0,258 dan skor validitas tertingginya 0,670 sedangkan tingkat reliabilitas 0,892 dan (b) Skala Self Regulated Learning dengan skor validitas terendah 0,256 dan skor validitas tertinggi 0,729 sedangkan tingkat reliabilitas 0,878. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif regresi sederhana. Hasil analisis deskriptif dari 65 subjek yang diteliti menunjukkan bahwa 36 (55,38%) memiliki motivasi berprestasi rendah, serta 33 (50,76%) memiliki self regulated learning rendah. Hasil uji hipotesis dengan menggunakan regresi sederhana diperoleh signifikansi sebesar 0,000 dengan koefisien regresi positif (p< 0,05). Artinya bahwa ada pengaruh positif motivasi berprestasi terhadap self regulated learning. Berdasarkan hasil analisis diperoleh tiga kesimpulan yaitu (1) motivasi berprestasi remaja pondok pesantren Surya Buana Malang dalam kategori rendah, (2) self regulated learning remaja pondok pesantren Surya Buana Malang dalam kategori rendah, (3) ada pengaruh motivasi berprestasi terhadap self regulated learning remaja pondok pesantren Surya Buana Malang Artinya, semakin tinggi motivasi berprestasi maka semakin tinggi pula self regulated learning, begitupun sebaliknya. Berdasarkan kesimpulan tersebut disarankan (a) bagi santri pondok pesantren: menuliskan target jangka panjang santri, antar santri saling memberikan semangat, membentuk kelompok belajar bersama santri lain. (b) bagi peneliti selanjutnya: diharapkan untuk melihat variabel lain yang memungkinkan mempengaruhi motivasi berprestasi maupun self regulated learning. Kata Kunci: motivasi berprestasi, self regulated learning, remaja pondok pesantren
Hubungan self-efficacy dengan minat enterprenuership pada mahasiswa fakultas teknik universitas negeri malang
Indonesi
Hubungan antara Hardiness dengan Psychological Well-Being pada Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Fakultas Periode 2017 di Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Pattimala, Deril Fatma. 2017. Hubungan Antara Hardiness Dengan Psychological Well-Being Pada Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Fakultas Periode 2017 Di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si. (II) Ninik Setiyowati, S.Psi., M.Psi Kata Kunci: hardiness, psychological well-being, pengurus badan eksekutif mahasiswa seluruh fakultas periode 2017 Tujuan penelitian ini adalah untuk informasi tentang: (1) deskripsi hardiness pada pengurus Badan Ekekutif Mahasiswa seluruh Fakultas Universitas Negeri Malang, (2) deskripsi psychological well-being pengurus Badan Ekekutif Mahasiswa seluruh Fakultas Universitas Negeri Malang, (3) melihat apakah ada hubungan antara hardiness dengan psychological well-being pengurus Badan Ekekutif Mahasiswa seluruh Fakultas periode 2017 di Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan teknik pearson product moment. Uji coba instrumen penelitian dilakukan pada mahasiswa Fakultas Negeri Malang yang sesuai dengan karakteristik sampel sejumlah 42 orang. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 50 diperoleh dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala hardiness sebanyak 49 aitem dengan reliabilitas 0,976 dan skala psychological well-being sebanyak 61 aitem dengan reliabilitas sebesar 0,953. Uji hipotesis menggunakan teknik analisis korelasi Pearson Product Moment. Nilai korelasi yang diperoleh antara variabel hardiness dengan variabel psychological well-being sebesar Rxy = 0,677 dengan signifikansi 0,000( p 0,05 dan psychological well being diperoleh nilai p 0,631 > 0,05 Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hardiness pengurus badan eksekutif mahasiswa seluruh fakultas periode 2017 di universitas negeri malang berada dalam kategori tinggi, (2) psychological well-being pengurus badan eksekutif mahasiswa seluruh fakultas periode 2017 di universitas negeri malang berada dalam kategori tinggi ,(3) hardiness memiliki hubungan positif dengan psychological well-being. Saran yang diberikan terkait hasil penelitian ini adalah 1) bagi pengurus badan eksekutif mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan atau mempertahankan kepribadian tahan banting (hardiness) serta dapat mempertimbangkan manfaat yang didapat dalam mengikuti organisasi. 2) bagi peneliti selanjutnya untuk lebih memperluas penelitian dengan menambah sampel penelitian, menggali karakteristik subjek berbeda, menambah variabel yang dapat mempengaruhi psychological well being misalnya dukungan sosial, religiusitas, dan variabel kepribadian lainnya.
Perbedaan Depresi Postpartum pada Ibu Primipara dan Ibu Multipara
ABSTRAK Bilqis, Laila Mufarikhatul. 2017. Perbedaan Depresi Postpartum pada Ibu Primipara dan Ibu Multipara. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, (II) Aji Bagus Priyambodo, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci : depresi postpartum, primipara, multipara. Depresi postpartum merupakan kondisi psikologis setelah melahirkan yang ditandai dengan suasana hati yang berubah-ubah, kehilangan nafsu makan, menderita masalah tidur, dan munculnya perasaan sedih yang terjadi pada 10 hari pertama sampai 6 bulan. Hal ini dapat berlangsung hingga beberapa tahun bila tidak diatasi. Ibu primipara adalah wanita yang melahirkan anak pertama yang dapat bertahan hidup sedangkan ibu multipara adalah wanita yang melahirkan dua anak atau lebih yang bertahan hidup. Primipara dan multipara memiliki perbedaan dalam respon psikologis terhadap kehamilan dan persalinannya. Pada multipara peristiwa kelahiran, perubahan fisik, perubahan hormon, dan perawatan bayi adalah suatu pengalaman yang seharusnya sudah dapat diadaptasi, sedangkan pada primipara merupakan pengalaman pertama yang dianggap begitu menegangkan (Marshall, 2004). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan depresi postpartum pada ibu primipara dan multipara. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif komparatif. Analisis uji beda menggunakan analisis statistik non-parametrik Mann Whitney U-Test. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Subjek penelitian dalam penelitian ini yaitu 35 ibu primipara dan 35 ibu multipara. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala depresi yang diadaptasi dari The Beck Depression Inventory milik Aaron T.Beck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor depresi postpartum antara ibu primipara dan ibu multipara memiliki nilai signifikansi p=0,00
Perbedaan Konformitas Pedagang Etnis Madura dengan Pedagang Etnis Jawa di Pasar Besar Malang
ABSTRAK Gunawan, Dian Ihwan. 2017 Perbedaan Konformitas Pedagang Etnis Madura dengan Pedagang Etnis Jawa di Pasar Besar Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed, (II) Pravissi Shanti, S.Psi, M.Psi. Kata Kunci: Konformitas, Etnis Jawa, Etnis Madura Konformitas pedagang etnis Jawa dan etnis Madura di Pasar Besar Malang adalah masyarakat yang patuh dan memiliki kesesuaian dengan nilai-nilai serta norma kelompok dengan latar belakang etnis Madura dan etnis Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi konformitas pedagang etnis Madura dan etnis Jawa di Pasar Besar Malang, serta untuk mengetahui apakah ada perbedaan konformitas pedagang etnis Madura dan pedagang etnis Jawa di Pasar Besar Malang.Instrument yang digunakan adalah skala konformitas dengan reliabilitas sebesar 0,983. Sampel penelitian terdiri dari 35 pedagang etnis Madura dan 35 pedagang etnis Jawa. Hasil deskriptif menunjukkan konformitas pedagang etnis Madura berada pada kategorisasi tinggi. Sedangkan pedagang etnis Jawa berada pada kategori rendah. Hasil uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test diperoleh T-hitung sebesar 7,738 dan koefisien probabilitasnya 0,000 sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan konformitas pedagang etnis Madura dan etnis Jawa. Sedangkan perbandingan mean pedagang etnis Madura yaitu 100,69 dan mean pedagang etnis Jawa yaitu 92,89, artinya pedagang etnis Madura memiliki konformitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan pedagang etnis Jawa.Kesimpulan penelitian sebagai berikut: (1) konformitas pedagang etnis Madura di Pasar Besar Malang berada dalam kategori tinggi. (2) konnformitas pedagang etnis Jawa di Pasar Besar Malang berada dalam kategori rendah. (3) ada perbedaan konformitas pedagang etnis Madura dan pedagang etnis Jawa di Pasar Besar Malang.Saran yang dapat diberikan adalah hendaknya subjek melakukan pertimbangan dalam aktivitas sosialnya sehingga dari perilaku dan sikap yang ditampilkan tidak melawan arus dari norma yang berlaku pada etnis lain. hal ini diharapkan agar terciptanya suasana kompetisi yang baik. Perlu adanya penambahan dan pengembangan teori mengenai karakteristik konformitas yang lebih khusus misalnya terhadap pedagang etnis laki-laki atau perempuan. Berkaitan dengan dengan kasus yang berhubungan dengan konformitas, perlu dipertimbangkan adanya pemberian perlakuan melihat adanya perbedaan perilaku untuk menyesuaikan diri dengan norma dan nilai yang ada pada masing-masing etnis. ABSTRACTGunawan, Dian Ihwan. 2017. The Difference of Conformity Maduranesse Merchant and Javanesse Merchant at Pasar Besar Malang. Thesis. Psychology Department, Faculty of Psychology Education. Universitas Negeri Malang. Advisor: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed, (II) Pravissi Shanti, S.Psi, M.Psi. Keyword: Conformity, Javanesse Tribe. Maduranesse TribeThe conformities of Javanesse and Maduranesse merchant in Pasar Besar Malang are society which obedient and have conformity with the values and norms with Javanesse and Maduranesse tribe background. The purpose of this research is to determine the description about conformites of Javanesse and Maduranesse tribe in Pasar Besar Malang and to know whether has difference conformity between Javanesse and Maduranesse tribe traders in Pasar Besar Malang.The instruments are used is a conformity scale with realibility of 0,983. This sample consists of 35 Maduranesse tribe traders and 35 Javenese tribe traders. The descriptive result indicates that the conformity of Maduranesse tribe traders are in high categories. While Javenese tribe traders are in low category. Hypotesist result using Independent Sample T-Test obtained T-count of 7,738 and its probility coefisein of 0,000. So, it can be conclude that there is diffrence of Maduranesse tribe and Javanesse tribe traders conformities. While the mean comparison of Maduranesse tribe traders is 100,69 and the mean of Javanesse tribe traders is 92,89, it means that Maduranesse tribe traders have a higher conformity compared with Javanesse tribe traders.The conclusion of this research is: (1) the conformity of Maduranesse tribe traders in Pasar Besar in high category. (2) the conformity of Javanesse tribe traders in Pasar Besar in low category. (3) there is a differences conformity between Javanesse and Maduranesse tribe traders in Pasar Besar Malang. The suggestion which can be given is the subjek should consider in social activities so that behaviour and attitudes are not against with the norms towards another tribes. It is expected to create a good buying and selling. it is neceessary add and develop theories about the special characteristic between men or women tribe traders. Related with conformity, there should be consideration in giving treatment to see the difference in behaviour so that it can be addapt with norms and values which exists in another tribes
HUBUNGAN SIKAP TERHADAP PENANGANAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN KOMITMEN KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI DI PT. ANEKA TIRTA SUKOINDO
ABSTRAK Penelitian ini didasari oleh adanya fakta di lapangan, dengan adanya beberapa kecelakaan kerja, tidak semua karyawan merasa setuju penaganan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penanganan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tersebut berdampak pada komitmen karyawan yang ikut menurun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap karyawan terhadap penanganan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan komitmen karyawan di PT. Aneka Tirta Sukoindo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian sebanyak 63. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling populasi. Menggunakan instrumen penelitian berupa skala sikap karyawan terhadap penanganan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan skala komitmen karyawan dengan reliabilitas 0,831 dan 0,892. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan memiliki sikap terhadap penanganan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tinggi 53,97% dan karyawan memiliki komitmen yang tinggi 52,38%. Terdapat hubungan positif signifikan antara sikap karyawan terhadap jaminan kesehatan dengan kepuasan kerja dengan angka kolerasi sebesar 0,501, signifikansi 0, 000 dan p
Hubungan Antara Dukungan Sosial Keluarga Dengan Ketakutan Akan Sukses Pada Wanita Bali Bekerja Di Kantor Bupati Badung
ABSTRAK Noverianti, Bella Civia. 2017. Hubungan antara Dukungan Sosial Keluarga dengan Ketakutan Akan Sukses pada Wanita Bali Bekerja di Kantor Bupati Badung. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si., (II) Ninik Setiyowati, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci : dukungan sosial keluarga, ketakutan akan sukses, wanita Bali bekerja Wanita bekerja suku Bali memiliki fear of success karena faktor sosial budaya dalam lingkungannya. Bekerja pada wanita Bali bukanlah hal yang tabu, namun memiliki risiko tinggi karena wanita Bali mempunyai kewajiban yang cukup banyak dan padat. Salah satu faktor lainnya yang memengaruhi fear of success adalah dukungan sosial, terutama dukungan sosial keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui gambaran dukungan sosial keluarga wanita bekerja suku Bali, (2) mengetahui gambaran fear of success wanita bekerja suku Bali, (3) mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan fear of success pada wanita Bali bekerja di Kantor Bupati Badung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini memiliki kriteria (1) wanita bekerja, (2) bersuku Bali, (3) sudah menikah ataupun berkeluarga. Studi dalam penelitian ini berada di Kantor Bupati Badung, sehingga sampel dalam penelitian ini adalah wanita bekerja di Kantor Bupati Badung dengan kriteria yang sesuai dengan populasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Skala dukungan sosial keluarga sebanyak 56 aitem valid dengan rentang validitas 0.327 sampai 0.781 dan reliabilitas sebesar 0.959. Untuk skala fear of success sebanyak 22 aitem valid dengan rentang validitas antara 0.296 sampai 0.908 dan reliabilitas sebesar 0.973. Subjek dalam penelitian ini berupa sejumlah 90 individu wanita Bali bekerja Kantor Bupati Badung. Hasil penelitian ini didapat dengan menggunakan analisis product moment pada uji hipotesisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita bekerja suku Bali di Kantor Bupati Badung memiliki dukungan sosial dalam kategori tinggi. Wanita bekerja suku Bali di Kantor Bupati Badung juga memiliki fear of success dalam kategori tinggi. Terdapat hubungan negatif antara dukungan sosial keluarga dengan fear of success,dimana ketika salah satu variabel bernilai tinggi dan variabel satunya bernilai rendah dibuktikan dengan hasil uji hipotesis Rxy = -0.250, p = 0.018 < 0.05. Saran untuk wanita Bali bekerja adalah untuk lebih bisa mengenali kapasitas dalam dirinya agar bisa mengatur diri dalam bekerja namun tidak meninggalkan kewajibannya sebagai seorang wanita Bali dan juga untuk lebih percaya diri dan tenang ketika sedang menghadapi suatu konflik. Kepada perusahaan diharapkan untuk bisa mengatur porsi pekerjaan antara karyawan wanita dan karyawan laki-laki serta untuk tidak membuat perbandingan yang dapat menimbulkan kesenjangan antara karyawan wanita dan laki-laki. ABSTRACT Noverianti, B. C. 2017. Correlation between Family Social Supportwith Fear of Success forBalinese’s Working Woman Badung’s Regent Office. Undergraduate Bachelor. Department of Psychology, Faculty of Psychology Education, State University of Malang.Advisors: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si., (II) Ninik Setiyowati, S.Psi., M.Psi. Keywords : family social support, fear of success, Balinese working woman. Balinese working woman has a fear of success because of socio-cultural factors in the environment. Working on Balinese women is not a taboo, but it has a high risk because Balinese women have a lot of duty. One of the other factors that affect fear of success is social support, especially family social support. The purpose of this research is to (1) know the description of family social support Balinese working women, (2) know the description of fear of success Balinese working women, and (3) determine the correlation between family social support with fear of success for Balinese’s Working Woman Badung’s Regent Office. This research is a quantitative research with correlational descriptive method. The population in this research has criteria (1) working woman, (2) Balinese tribe, and (3) married. The study in this research is in Badung’s Regent Office. So, the sample in this research is Balinese working women at Badung’s Regent Office with criterion appropriate with population. The sampling technique in this research using purposive sampling technique. The instrument used is a family social support scale that has 56 valid items with validity ranges between 0.327 to 0.781 and has a reliability value of 0.959. For fear of success scale of a 22 items of them are valid with validity ranges between 0.296 to 0.908 and has a reliability of 0.973. Subjects in this research are 90 individual Balinese working women at Badung’s Regent Office. The results of this research obtained by using product moment analysis on the hypothesis test. The results showed that Balinese working women at Badung’s Regent Office have family social support in high category. Balinese working women at Badung’s Regent Office also have a fear of success in high category. There is a negative relationship between family social support with fear of success, whereby when one of variables of high-value and the other one variables at low-value proved by result of hypothesis test of Rxy = -0.250, p = 0.016 < 0.05. The advice for Balinese working women is to better recognize her inner capacity to be able to manage herself but not leave her obligations as a Balinese women and also to be more confident and cald down while facing a conflict. To the company is ecpected to be able to manage the portion of work between female employees and male employees and not to make comparisons that can lead to gaps between female and male employees
Pengaruh Kepadatan Di Kelas Terhadap Prestasi Belajar Tematik K13 Pada Siswa Kelas V SDN I Pagentan
ABSTRAK Ananta, Devi, Eka,. 2017. Pengaruh Kepadatan Di Kelas Terhadap Prestasi Belajar Tematik K13 Pada Siswa Kelas V SDN I Pagentan. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof.Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed, (2) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci :Kepadatan Kelas, Prestasi Belajar, Sekolah Dasar Prestasi belajar merupakan indikator keberhasilan dalam proses pendidikan. Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar baik itu faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor eksternal adalah kepadatan kelas. Kepadatan mengacu pada variabel kondisi fisik, yaitu jumlah orang pada suatu unit area. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin menguji pengaruh kepadatan di kelas terhadap prestasi belajar matematika pada siswa kelas V SD. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen ini menggunakan jenis randomized two group design posttest only. Populasi penelitian adalah siswa kelas V berjumlah 60 siswa yang terbagi dalam 2 kelompok. Analisis data menggunakan uji beda yaitu uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji t sebesar 3,364 > 1,697 dengan nilai signifikansi 0,00
Perbedaan Kesejahteraan Psikologis Ditinjau dari Status Karyawan Departemen Kamtib PT. Pupuk Kalimantan Timur
ABSTRAK Setiap manusia memiliki konsep ideal dalam kehidupannya, salah satunya adalah kesejahteraan. Karyawan yang bekerja di dalam perusahaan pasti menginginkan adanya kesejahteraan, maka karyawan akan menjadi tenang dan dapat terpenuhi kebutuhan hidupnya. Kesejahteraan tidak hanya kesejahteraan fisik namun juga kesejahteraan psikologis. Seringkali kasus kesejahteraan psikologis karyawan dialami pada karyawan tidak tetap atau karyawan kontrak daripada karyawan tetap. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk mengungkap perbedaan kesejahteraan psikologis ditinjau dari status karyawan Departemen Kamtib PT. Pupuk Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dan komparasi. Populasi penelitian adalah karyawan tetap dan karyawan tidak tetap di Departemen Kamtib PT. Pupuk Kalimantan Timur. Sampel penelitian dipilih dengan metode purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut: (1) karyawantetap dan tidak tetap yang bekerja di Departemen Kamtib PKT, (2) karyawan tetap dantidak tetap Departemen Kamtib PKT yang telah bekerja selama 2 tahun dari pertamabekerja, (3) karyawan tidak tetap Departemen Kamtib PKT yang maksimal mempunyaimasa kerja 3 tahun. Dari purposive sampling diperoleh 80 karyawan, yang terdiri dari 40 karyawan tetap dan 40 karyawan tidak tetap. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu skala kesejahteraan psikologis yang dirancang peneliti berdasarkan konsep dasar kesejahteraan psikologis Ryff. Hasil uji hipotesis menggunakan analisis komparatif independent sample ttest diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, artinya adanya perbedaan kesejahteraan psikologis ditinjau dari status karyawan Departemen Kamtib PT. Pupuk Kalimantan Timur. Dari hasil komparatif terlihat mean menunjukkan adanya perbedaan kesejahteraan psikologis antara karyawan tetap dengan karyawan tidak tetap. Pada karyawan tetap mendapatkan mean 229,10 sedangkan karyawan tidak tetap mendapatkan mean 190,00. Jadi mean karyawan tidak tetap lebih rendah daripada mean karyawan tetap. Saran: Berdasarkan penelitian, terdapat 15% karyawan tidak tetap dankaryawan tetap yang mempunyai kesejahteraan psikologis rendah sehingga diharapkankaryawan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan psikologisnya dengan membiasakanmenggunakan locus of control internal, berfikir positif, dan meningkatkan interaksi sosial dengan rekan kerja. Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan ruang lingkup penelitian. Perusahaan bekerja sama dengan pihak lain untuk memberikan pelatihan yang khususnya karyawan tidak tetap sehingga karyawan tidak tetap dapat terlibat dalam kegiatan pengembangan diri
Hubungan Antara Persepsi Penyakit (Illness Perception) dengan Distres Psikologis Pada Penderita Kanker di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan
ABSTRAK Hilmayani, Ika Nur. 2017. Hubungan Antara Persepsi Penyakit (Illness Perception) dengan Distres Psikologis Pada Penderita Kanker di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi. Kata kunci: Illness Perception, distres psikologis, kanker Persepsi penyakit merupakan bagaimana individu peduli dan sadar atas penyakit yang dideritanya. Distres psikologis merupakan suatu tekanan psikologis yang tidak menyenangkan dan memunculkan gangguan psikologis berupa simtom depresi dan kecemasan. Persepsi seseorang dapat mempengaruhi munculnya distress psikologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) persepsi penyakit pada penderita kanker, (2) distres psikologis pada penderita kanker, (3) hubungan antara persepsi penyakit (illness perception) dengan distres psikologis pada penderita kanker. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan desktiptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu orang yang menderita kanker di kota Banjarmasin dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 orang. Instrumen dalam penelitian ini berupa skala persepsi penyakit dari Moss-Mories dan skala distres psikologis dari Zigmond dan Snaith. Analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan pengkategorian berdasarkan skor T. dan untuk uji hipotesis menggunakan teknik analisis korelasi produk moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar penderita kanker di Banjarmasin (1) memiliki persepsi penyakit yang tinggi sebesar 54% dari jumlah sampel (2) memiliki tingkat distress psikologis yang rendah sebesar 62% dari jumlah sampel (3) terdapat hubungan yang positif antara persepsi penyakit dengan distres psikologis pada penderita kanker dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,663 yang artinya jika semakin tinggi persepsi penyakitnya maka distress psikologis yang dialami oleh penderita kanker akan semakin tinggi. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah (1) untuk lembaga kesehatan: diharapkan dapat meningkatkan kegiatan penyuluhan pada masyarakat tentang kanker pada daerah terpencil, (2) untuk dokter dan perawat: dapat memberikan penangan secara psikologis pada penderita kanker, (3) untuk keluarga: dapat mempertahankan dukungan keluarga yang diberikan pada penderita kanker (4) bagi masyarakat: diharapkan dapat memberikan dukungan sosial yang baik pada penderita kanker. (5) bagi peneliti selanjutnya: dapat mempertimbangkan keberagaman data demografis subjek dan menggunakan variasi variabel yang lebih beragam