Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    PERSEPSI KELOMPOK MAYORITAS TERHADAP KELOMPOK MINORITAS AGAMA LAIN PADA PERGURUAN TINGGI ISLAM DI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Hafizhuddin, Charry. 2018. Persepsi Kelompok Mayoritas terhadap Minoritas Agama Lain pada Perguruan Tinggi Islam di Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi. Fakultas Pendidikan Psikologi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed. (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.Psi   Kata kunci: persepsi, multikultural, kelompok agama, mahasiswa Perguruan Tinggi Islam. Indonesia adalah negara multikultural yang memiliki banyak perbedaan di antaranya, seperti suku, agama, ras, budaya. Dalam perbedaan tersebut sering terjadi gesekan dan perbedaan pendapat di antara satu kelompok dengan lainnya. Banyaknya permasalahan yang terjadi di Indonesia yang mengatas namakan Agama. Terdapat salah satu Perguruan Tinggi Islam di Malang memiliki visi, misi, dan tujuan agar menjadi manusia yang bertoleransi di negara yang multikultural. Berdasar rasional itu, peneliti bertujuan mendeskripsikan secara kualitatif persepsi mahasiswa agama mayoritas di Perguruan Tinggi Islam dalam melihat kelompok minoritas agama lain. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan jenis fenomenologi. Prosedur penelitian menggunakan metode wawancara mendalam, kuesioner kualitatif, catatan lapangan. Subjek pada penelitian ini ada 5 mahasiswa yang diperoleh melalui snowball sampling. Penelitian dilakukan di salah satu Perguruan Tinggi Islam di Malang. Teknik analisis yang dilakukan adalah teknik analisis fenomenologi. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui cek partisipan dan validitas metode. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa Perguruan Tinggi Islam memiliki persepsi positif dari aspek kognitif dan afektif, namun memiliki batasan pada aspek konatif. Perguruan Tinggi Islam memahami keberadaan kelompok minoritas agama lain dengan segenap karakterisiknya. Mahasiswa Perguruan Tinggi Islam memiliki persepsi yang signifikan terhadap pentingnya keberadaan kelompok minoritas. Mahasiswa Perguruan Tinggi Islam memilki persepsi bahwa hubungan antara kelompok mayoritas dan minoritas berlangsung baik di lingkungan Perguruan Tinggi Islam, mesikipun masih ragu dalam menerima makanan dan bertemu dengan orang baru yang berasal dari anggota kelompok minoritas. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan 1) Pemerintahan menerapkan pendidikan multikultural kepada semua lembaga pendidikan. 2) Perguruan Tinggi tetap mengoptimalkan pendidikan multikultural dan mengajarkan tentang toleransi. 3) Mahasiswa tetap mengerti bahwa kelompok mayoritas dan minoritas tetap berada pada derajat yang sama. 4) Bagi peneliti selanjutnya melakukan penelitian pada kelompok yang lebih melekat pada ajaran agama yang radikal, juga meneliti pada bidang suku di Indonesia

    Aktualisasi Diri Komika Berkebutuhan Khusus

    No full text
    ABSTRAK   Rajibullah, Ahmad. 2018. Aktualisasi Diri Komika Berkebutuhan Khusus. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed. (II) Gamma R. U. Hakim, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci: aktualisasi diri, komika, stand-up comedy, kebutuhan khusus Setiap individu lahir dengan potensi, bakat, dan talenta yang lebih pada suatu hal dibanding lainnya. Keinginan untuk mencapai puncak dari potensi masing-masing menjadi sebuah dorongan yang disebut dengan kecenderungan aktualisasi. Tahun 2011, stand-up comedy mulai menjadi pengisi industri hiburan di Indonesia, berbagai kalangan mulai mencoba mendalami profesi sebagai komika, salah satu diantaranya adalah orang berkebutuhan khusus. Stand-up comedy menjadi salah satu jalan yang bisa dipilih orang berkebutuhan khusus untuk memanfaatkan potensi yang mungkin dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep aktualisasi diri pada komika berkebutuhan khusus dan bagaimana subjek mencapai karakteristiknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan menghasilkan transkrip wawancara dan didukung sumber data sekunder berupa dokumen pendukung. Instrumen pengumpul data yang digunakan adalah instrumen manusia yaitu peneliti sendiri.Teknik analisis yang digunakan adalah analisis tematik. Untuk memastikan keabsahan data, digunakan metode triangulasi perspektif. Dari temuan penelitian dan pembahasan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Konsep aktualisasi diri bagi komika berkebutuhan khusus adalah pengaktualisasian yang menonjol pada aspek penerimaan diri, kreativitas, dan humor dengan penyesuaian pada aspek kemandirian dan kultural. Proses subjek dalam pencapaian kriteria individu yang mengaktualisasi terdiri dari fase penerimaan yang di dalamnya subjek mempertanyakan kondisi fisiknya, merasa rendah diri, kemudian dengan bantuan dari keluarga dan persepsi realistis terhadap kondisi yang dimiliki, subjek mulai menerima diri. Penerimaan diri membuat subjek mulai bisa mengembangkan potensi dirinya dan mulai mencapai aktualisasi diri. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk menambahkan instrumen penelitian lain terkait aktualisasi diri seperti POI (Personal Orientation Inventory) agar mendapatkan dimensi penelitian yang lebih luas dan mendapatkan lebih banyak temuan

    HUBUNGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA PENGURUS DAN ANGGOTA ORANG MUDA KATHOLIK GEREJA RATU ROSARI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Mistika, Gisela Rosa. 2018. Hubungan Psychological Well Being Dengan Komitmen Organisasi pada Pengurus dan Anggota Orang Muda Katholik Gereja Ratu Rosari Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.E, S.Psi, M.Si, (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.Psi   Kata Kunci: psychological well being, komitmen organisasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran komitmen organisasi, gambaran psychological well being, serta hubungan antara psychological well being terhadap komitmen organisasi pada Orang Muda Katholik (OMK) di Gereja Ratu Rosari Malang. Komitmen memiliki peranan penting dalam kinerja seseorang dalam sebuah organisasi. Seseorang yang memiliki komitmen organisasi yang tinggi akan memiliki tanggungjawab terhadap kewajiban dalam memajukan organisasi. Akan tetapi tidak semua anggota organisasi memiliki komitmen organisasi. Salah satu unsur yang memiliki peranan dalam mempengaruhi tinggi rendahnya komitmen organisasi adalah komitmen afektif, yaitu psychological well being. Seseorang yang dapat memenuhi kebutuhan secara psikologis atau merasa well-being akan merasa nyaman dan kompeten dalam menjalankan peran di organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional untuk menguji hubungan antara psychological well being dengan komitmen organisasi. Sampel yang digunakan adalah 66 orang, yang terdiri dari pengurus dan anggota OMK Gereja Ratu Rosari Malang, dengan teknik simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa skala psychological well being berdasarkan teori Ryff dengan reliabilitas (α=0,953), serta 67 aitem dengan nilai validitas yang bergerak dari 0,018 hingga 0,798, dan skala komitmen organisasi berdasarkan teori Allen dan Mayer dengan reliabilitas (α=0,833), serta 23 aitem dengan nilai validitas yang bergerak dari 0,062 hingga 0,707. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji hipotesis dengan teknik korelasi Pearson product-moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara psychological well being dengan komitmen organisasi pada pengurus dan anggota OMK Gereja Ratu Rosari Malang dengan nilai r=0,691 (p=0,000 < 0,05). Hubungan ini bersifat positif, yang artinya semakin tinggi psychological well being maka akan semakin tinggi komitmen organisasi yang dimiliki pengurus dan anggota organisasi. Saran yang diberikan pada penelitian ini adalah 1) Bagi organisasi, khususnya OMK Gereja Ratu  Rosari Malang dapat melakukan program rekreasi bersama untuk mempererat hubungan antar individu, menyampaikan tujuan dan nilai organisasi, menemukan kondisi kerja kondusif dan cara pemecahan masalah yang efektif, 2) Bagi peneliti selanjutnya dapat memperluas kancah penelitian terkait karakteristik subjek dan metode penelitian, sehingga mampu mengungkap wacana baru dan generalisasi yang lebih luas mengenai komitmen organisasi.

    Hubungan Sikap Berpartisipasi Politik dan Perilaku Partisipasi Politik Pada Mahasiswa Psikologi dalam Pemilu Raya UM

    No full text
    ABSTRAK   Partipasi politik merupakan tolak ukur baik buruknya sistem demokrasi. Bukan hanya dalam lingkup kenegaraan saja, melainkan juga dalam lingkup kampus khususnya bagi Organisasi Pemerintahan Mahasiswa. Salah satu kegiatan yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk berpartisipasi politik adalah Pemilu Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap berpartisipasi politik mahasiswa psikologi dalam Pemilu Raya UM, mengetahui perilaku partisipasi politik mahasiswa psikologi dalam Pemilu Raya UM dan apakah terdapat hubungan antara sikap berpartisipasi politik dan partisipasi politik pada mahasiswa psikologi dalam Pemilu Raya UM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 677 dan diambil sampel sebanyak 233 mahasiswa Psikologi UM. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan proportianate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala sikap berpartisipasi politik dan skala perilaku partisipasi politik yang telah melalui uji validitas kontruk dengan teknik product momen dan reliabilitas dengan pendekatan konsistensi internal dengan menggunakan rumus Formula Alpha dari Cronbach. Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment.Hasil dari penelitian ini adalah (1) secara umum mahasiswa psikologi mempunyai sikap positif berpartisipasi politik, (2) sebagian besar mahasiswa psikologi mempunyai tingkat partisipasi yang rendah, (3) terdapat hubungan yang positif antara sikap dan partisipasi politik pada mahasiswa psikologi dengan taraf signifikansi 0,000 dan koefisien korelasi sebesar 0,675 yang menunjukkan terdapat hubungan yang kuat antara sikap dan partisipasi politik pada Mahasiswa Psikologi dalam Pemilu Raya Saran yang dapat diberikan peneliti kepada KPU Fakultas Pendidikan Psikologi yaitu lebih mensosialisasikan kegiatan terkait dengan Pemilu Raya dengan cara mendatangi kelas demi kelas agar informasi tentang kegiatan Pemilu Raya lebih menyebar. Kepada Organisasi Pemerintahan Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi disarankan disarankan untuk dapat lebih menggerakkan mahasiswa psikologi agar aktif berpartisipasi dalam politik dengan cara mengemas program kerja yang dilaksanakan dengan semenarik mungkin. Kepada Mahasiswa Psikologi disarankan untuk lebih aktif dalam serangkaian kegiatan Pemilu Raya UM dan diluar Pemilu Raya sebagai bentuk kontsrol sosial. Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk dapat mengembangkan penelitian ini dengan melihat variabel lain yang mungkin dapat mempengaruhi hubungan sikap dan perilaku partisipasi politik pada mahasiswa Psikologi seperti nilai-nilai, norma-norma dan keanggotaan kelompok

    Hubungan antara Stres Kerja dengan Komitmen Organisasi pada Karyawan Bank BRI Cabang Malang Martadinata

    No full text
    ABSTRAK   Ardianti, Vivi. 2018. Hubungan antara Stres Kerja dengan Komitmen Organisasi pada Karyawan Bank BRI Cabang Malang Martadinata. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si. (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi.   Kata Kunci: stres kerja, komitmen organisasi Tujuan penelitian ini adalah : (1) mengetahui gambaran stres kerja pada karyawan Bank BRI Cabang malang Martadinata (2) mengetahui gambaran komitmen organisasi pada karyawan Bank BRI Cabang Malang Martadinata (3) mengetahui hubungan stres kerja dengan komitmen organisasi pada karyawan Bank BRI Cabang Malang Martadinata. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan korelasional dengan populasi karyawan Bank BRI Cabang Malang Martadinata adapun sampel diperoleh dengan metode accidental sampling dengan memberikan kuesioner kepada supervisor penunjang operasional. Instrumen penelitian ini berupa skala stres kerja dan skala komitmen organisasi. Validitas pada skala stres kerja dan komitmen organisasi diukur menggunakan product moment. Reliabilitas diukur dengan menggunakan formula Cronbach Alpha dengan hasil skala stres kerja 0,887, dan skala komitmen organisasi 0,907. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) stres kerja pada karyawan Bank BRI Cabang Malang Martadinata tergolong tinggi (65%), (2) komitmen organisasi pada karyawan Bank BRI Cabang Malang Martadinata tergolong rendah (56%) dan (3) ada hubungan negatif antara stres kerja dengan komitmen organisasi (rxy = -0,381, p = 0,003 < 0,05). Saran yang diberikan dari penelitian ini adalah (1) bagi organisasi atau perusahaan untuk mengurangi stres kerja pada karyawan dan meningkatkan komitmen organisasi karyawan hendaknya organisasi mengadakan pelatihan-pelatihan agar tercipta hubungan yang baik antar sesama anggota maupun anggota dengan organisasi serta melakukan aktifitas bersama di luar ruangan (2) bagi peneliti selanjutnya Jika ingin melakukan penelitian serupa, penelitian ini hanya berfokus pada komitmen organisasi dengan stres kerja. Maka perlu dikaji lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi stres kerja; beban kerja, masa jabatan, lingkungan. Jika menggunakan variabel yang sama, disarankan untuk memperluas populasi penelitian agar hasil penelitian yang diperoleh menjadi lebih variatif dan lebih akurat. Perbaikan instrumen dan teknik analisis juga perlu dilakukan agar hasil yang didapat pada penelitian selanjutnya lebih maksimal

    Efektivitas Pelatihan Komunikasi Organisasi dalam Meningkatkan Komitmen Organisasi pada Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Gerakan Pramuka Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci: pelatihan komunikasi organisasi, komitmen organisasi, Unit Kegiatan Mahasiswa Gerakan Pramuka Komitmen organisasi adalah kesediaan anggota untuk meyakini dan menunjukkan nilai-nilai yang ada pada organisasi dalam dirinya dengan kemauan yang kuat untuk memberikan sesuatu yang dapat mencapai tujuan organisasi maupun mengenai keberadaan dimana anggota organisasi terikat oleh tindakan dan keyakinan untuk mempertahankan aktivitasnya di organisasi. Komitmen organisasi terdiri dari tiga aspek yaitu affective commitment, continuance commitment, dan normative commitment. Komitmen organisasi yang rendah dialami oleh pengurus UKM Pramuka Universitas Negeri Malang. Upaya perbaikan komitmen organisasi dilakukan dengan pemberian pelatihan komunikasi organisasi berdasarkan analisis kebutuhan yang dibutuhkan oleh pengurus UKM Pramuka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran komitmen organisasi baik sebelum dan setelah adanya treatment dan untuk mengetahui efektivitas pelatihan komunikasi organisasi dalam meningkatkan komitmen organisasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimen, dengan model one group pretest-posttest design. Analisis uji beda menggunakan analisis statistik parametrik paired sample t-test. Uji Normalitas menggunakan Pendekatan One Sample Kolmogorov-Smirnov (KS-Z). Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri dari 30 pengurus UKM Pramuka. Instrumen penelitian menggunakan teori Organization Commitment Questionnaire (OCQ) milik Allen & Meyer (1990). Treatmen dilakukan menggunakan modul panduan pelaksanaan pelatihan komunikasi organisasi untuk meningkatkan komitmen organisasi subyek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pelatihan komunikasi organisasi efektif untuk meningkatkan komitmen organisasi pada pengurus UKM Pramuka dengan nilai p=0,00

    Hubungan Efikasi Diri dan Kecemasan Akademik pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Pendidikan Psikologi UM

    No full text
    RINGKASAN Qardhafi, Romie Mukti. 2018. Hubungan Efikasi Diri Dan Kecemasan Akademik Pada  Mahasiswa Tingkat Akhir Di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang.Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hetti Rahmawati, M.Si, (2) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi, Kata kunci: Efikasi diri, Kecemasan Akademik, Mahasiswa tingkah akhir Kecemasan merupakan mekanisme pertahanan diri yang berguna untuk mengantisipasi atau memberikan tanda akan datangnya sebuah ancaman. Kecemasan adalah  lumrah dialami oleh setiap manusia terutama dalam jenjang pendidikan, atau yang biasa disebut dengan kecemasan akademik. Kecemasan akademik dalam setiap jenjang memiliki penyebab yang berbeda-beda namun seringkali berhubungan dengan kelulusan, salah satu contoh pada tingkat pendidikan tinggi yang dialami mahasiswa adalah skripsi. Kecemasan akademik muncul dikarenakan adanya persepsi kognitif yang cenderung negatif sehinggaa akan cenderung memandang dan menilai dirinya tidak mampu dimana hal tersebut mempunyai kaitan erat dengan efikasi diri. Efikasi diri dipercaya memiliki fungsi sebagai kontrol terhadap munculnya rasa cemas. Semakin tinggi tingkat efikasi diri seseorang maka tingkat kecemasan yang muncul akan semakin rendah, begitu pula sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui gambaran efikasi diri pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Pendidikan Psikologi (2) Untuk mengetahui gambaran kecemasan akademik pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Pendidikan Psikologi (3) Untuk mengetahui hubungan efikasi diri dan kecemasan akademik pada mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Pendidikan Psikologi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Teknik yang digunakan adalah simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang.. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala efikasi diridan skala kecemasan akademik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efikasi diri dan keceemasan akademik mahasiswa tingkat akhir Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang (1) sebagaian besar mahasiswa memiliki tingkat efikasi diri yang rendah (57%), (2) sebagian  besar mahasiswa memiliki tingkat kecemasan akademik yang tinggi (69%), (3) efikasi diri merupakan prediktor efikasi diri pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang, diketahui pula bahwa terdapat hubungan negatif dengan signifikansi 0,000 (r = -0,984) antara efikasi diri dan kecemasan akademik mahasiswa tingkat akhir Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Sehingga, penelitian ini menunjukkan bahwa semakin rendah efikasi diri, maka semakin tinggi kecemasan akademik yang dialami mahasiswa tingkat akhir Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, saran dari peneliti pada mahasiswa tingkat akhir fakultas pendidikan psikologi Universitas Negeri Malang adalah meningkatkan tingkat efikasi diri dengan cara melakukan modifikasi terhadap 4 faktor munculnya efikasi diri sehingga diharapkan tingkat kecemasan yang muncul dapat direduksi. Selain itu, mahasiswa diharapkan berusaha berpikir jernih, positif dan tenang ketika menghadapi masalah apapun.  

    Hubungan antara Persepsi Beban Kerja dengan Work-Study Conflict pada Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang Bekerja

    No full text
    RINGKASAN Dania, Elma. 2018. Hubungan antara Persepsi Beban Kerja dengan Work-Study Conflict pada Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang Bekerja. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si. (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.Psi.   Kata Kunci: Persepsi Beban Kerja, Work-Study Conflict, Mahasiswa Universitas Negeri Malang yang bekerja Work-Study Conflict merupakan bentuk konflik peran ganda yang dirasakan individu ketika menggabungkan peran sebagai pelajar sekaligus pekerja dalam waktu yang bersamaan sehingga konflik dalam satu peran tersebut mempengaruhi peran yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi beban kerja mahasiswa Universitas Negeri Malang yang bekerja, mengetahui work-study conflict mahasiswa Universitas Negeri Malang yang bekerja, dan apakah ada ada hubungan antara persepsi beban kerja dengan work-study conflict mahasiswa Universitas Negeri Malang yang bekerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa Universitas Negeri Malang yang bekerja, sehingga dapat dikatakan sebagai populasi tak terhingga. Kemudian diambil sampel sebanyak 107 mahasiswa Universitas Negeri Malang yang bekerja dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala persepsi beban kerja dan skala work-study conflict yang telah melalui uji validitas konstruk dan uji reliabilitas. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil dari penelitian ini menunjukkan (1) mahasiswa Universitas Negeri Malang yang bekerja sebagian besar memiliki persepsi beban kerja yang tinggi, (2) mahasiswa Universitas Negeri Malang sebagian besar memiliki work-study conflict yang tinggi, dan (3) ada hubungan antara persepsi beban kerja dengan work-study conflict mahasiswa Universitas Negeri Malang yang bekerja dengan koefisien korelasi sebesar 0,589 dan taraf signifikansi 0,000. Koefisien determinasi sebesar 0,347 menunjukkan bahwa persepsi beban kerja memberikan kontribusi efektif sebesar 34,7% terhadap work-study conflict. Untuk penelitian selanjutnya disarankan agar dapat mengembangkan penelitian ini dengan melihat variabel yang diduga dapat mempengaruhi work-study conflict yaitu jam kerja, tuntutan pekerjaan, ketidakpuasan kerja, dan sumber daya pekerjaan yang dapat berupa dukungan organisasional

    Efektivitas Commitment Building Training dalam Meningkatkan Komitmen Organisasi pada Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Gerakan Mahasiswa Anti Napza Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Wahyudi. 2017. Efektivitas Commitment Building Training dalam Meningkatkan Komitmen Organisasi pada Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Gerakan Mahasiswa Anti Napza Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi. (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.Psi.   Kata Kunci: commitment building training, komitmen organisasi, unit kegiatan mahasiswa gerakan mahasiswa anti napza   Komitmen organisasi merupakan sikap yang dimiliki individu untuk tetap loyal terhadap organisasinya dan bersedia bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan yang diberikan dengan sebaik-baiknya.Komitmen organisasi terdiri dari tiga aspek yaitu affective commitment, continuance commitment, dan normative commitment. Anggota organisasi yang memiliki komitmen tinggi akan menciptakan pengaruh positif bagi organisasi itu sendiri salah satunya adalah tercapainya tujuan organisasi secara maksimal. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Gerakan Mahasiswa Anti Napza memiliki komitmen organisasi rendah di ketiga aspek komitmen organisasi. Upaya perbaikan komitmen organisasi dilakukan dengan pemberian commitment building training berdasarkan analisis kebutuhan yang dibutuhkan oleh pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Gerakan Mahasiswa Anti Napza. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran komitmen organisasi baik sebelum dan setelah adanya treatment dan untuk mengetahui efektivitas commitment building training dalam meningkatkan komitmen organisasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimen, dengan model one group pretest-posttest design. Analisis uji beda menggunakan analisis statistik parametrik paired sample t-test. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri dari 35 pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Gerakan Mahasiswa Anti Napza Universitas Negeri Malang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner komitment organisasi yang merupakan adaptasi dari Organization Commitment Questionnaire (OCQ) milik Allen & Meyer (1990). Treatmen dilakukan menggunakan modul panduan pelaksanaan Commitment Building Training untuk meningkatkan komitmen organisasi subyek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan commitment building training efektif untuk meningkatkan komitmen organisasi pada pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Gerakan Mahasiswa Anti Napza dengan nilai p=0,0002,0322 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah adanya treatment. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat digunakan oleh pengurus harian untuk meningkatkan komitmen organisasi pengurus terutama pada aspek komitmen continuance. Sedangkan bagi peneliti selanjutnya, modul commitment building training ini dapat digunakan penelitian di organisasi sosial (non profit), Organisasi keagamaan serta organisasi-organisasi profit.   ABSTRACT   Wahyudi. 2017. The Effectiveness of Commitment Building Training in Enhancing Organization Commitment of the Administrators of the Student Activity Unit of Anti-Napza Student Movement in State University of Malang. Thesis, Psychology, Faculty of Psychology Education, State University of Malang. Advisors: (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi. (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.Psi.   Keywords: commitment building training, organization commitment, student activity unit of anti-napza   Organization commitment is a trait embodied by an individual to remain loyal towards the organization and be able to complete and do well regarding the given job. Organization commitment consists of three aspects: affective commitment, continuance commitment, and normative commitment. A high-commitment member helps enhancing positive impacts towards the organization; for instance, the goal of the organization is successfully achieved. The commitment of the members of Student Activity Unit of Anti-Napza Student Movement in State University of Malang are still on the low level, in terms of the three aspects of organization commitment. The means of enhancing the level of organization commitment is by organizing Commitment Building Training based on the analysis of the administrators of Student Activity Unit of Anti-Napza Student Movement in State University of Malang. The aim of the study is to describe the subjects commitment organization before and after treatment and to find the effectiveness of Commitment Building Training in enhancing the level of organization commitment. The study employs quasi-experiment research with one group pretest-posttest design. The analysis used within the study is the parametric statistic, paired sample t-test. The sampling method used was purposive sampling, that is the subject of this study is 35 administrators of Student Activity Unit of Anti-Napza Student Movement in State University of Malang . The research instrument employed within the study is a questionnaire of organization commitment adapted from Organization Commitment Questionnaire (OCQ) by Allen & Mayer (1990). The treatment was held with the guidance of Commitment Building Training module in order to increase the organization commitment of the research subject. The result of the study shows that the use of Commitment Building Training turns out to be effective to enhancing the organization commitment towards the administrators of Student Activity Unit of Anti-Napza Student Movement in State University of Malang. The value of p=0,0002,0322 meaning that the difference  before and after the treatment was held by the researcher is significant. The result can also be applicable towards the daily-basis administrators of Student Activity Unit of Anti-Napza Student Movement in State University of Malang in the aspect of continuance commitment. Towards the next researchers, the module of Commitment Building Training is suitable for either non-profit organizations or profit organizations in general

    Hubungan antara Motivasi Berprestasi dan Prokrastinasi Akademik dalam Menghafal Al-Qur’an pada Santri di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Madrasatul Qur’an Jombang.

    No full text
    ABSTRAK   Solikah, Mayatu. 2017. Hubungan antara Motivasi Berprestasi dan Prokrastinasi Akademik dalam Menghafal Al-Qur’an pada Santri di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Madrasatul Qur’an Jombang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)  Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si., (II) Aji Bagus Priyambodo, M.Psi.   Kata kunci : motivasi berprestasi, prokrastinasi akademik, menghafal Al-Qur’an, santri.   Menghafal Al-Qur’an merupakan salah satu misi di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Madrasatul Qur’an Jombang. Santri diwajibkan menghafal Al-Qur’an minimal 10 juz dalam kurun waktu 3 tahun. Selain di madrasah, setiap santri juga mengikuti kegiatan di unit tahfidz lingkungan pesantren Madrasatul Qur’an. Setiap hari santri diwajibkan untuk menghafal hingga 3 halaman, namun kebanyakan dari mereka melakukan penundaan dalam menghafal Al-Qur’an atau yang sering disebut dengan prokrastinasi akademik. Salah satu faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik adalah faktor internal yakni kondisi fisik dan kondisi psikologis individu. Faktor kondisi psikologi salah satunya motivasi berprestasi yakni dorongan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengatasi hambatan dalam mencapai tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dan prokrastinasi akademik dalam menghafal Al-Qur’an pada santri di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Madrasatul Qur’an Jombang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriprif korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian skala prokrastinasi dan skala motivasi berprestasi pada subjek. Dalam penelitian ini subjek yang dilibatkan sebanyak 63 santri. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji hipotesis dengan korelasi product moment dari Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar santri MTs Madrasatul Qur’an memiliki : 1) motivasi berprestasi yang tergolong sedang, 2) prokrastinasi akademik santri tergolong sedang dan 3) ada hubungan yang negatif dan signifikan antara motivasi berprestasi dan prokrastinasi akademik dalam menghafal Al-Qur’an pada santri di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Madrasatul Qur’an Jombang dengan memperoleh koefisien korelasi sebesar –0,832 dan signifikansi (sig) p= 0,00

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇