Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
Efektivitas Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Keterbukaan Diri Pada Siswa SMP
ABSTRAK Amaliyah, Inka. 2017. Efektivitas Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Keterbukaan Diri Pada Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si., (II) Diantini Ida Viatrie, M.Psi. Kata kunci : konseling kelompok, keterbukaan diri Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui efektifitas konseling kelompok untuk meningkatkan keterbukaan diri pada siswa SMP. Pada penelitian ini digunakan rancangan quasi eksperiment dengan metode one group pretest postest design dengan memberikan perlakuan berupa konseling kelompok pada subjek yang telah diberikan Self Disclossure Quesstionaire. Subjek penelitian ini sebanyak 8 siswa yang diperoleh berdasarkan perolehan skor self disclosure questionaire yang telah diberikan dan dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,638 ≥ 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang berbunyi bahwa konseling kelompok efektif untuk meningkatkan keterbukaan diri pada siswa SMP ditolak. Konseling kelompok tidak efektif untuk meningkatkan keterbukaan diri pada siswa SMP. Proses pelaksanaan dan jenis keterbukaan yang dilakukan oleh siswa dibahas lebih lanjut dalam penelitian ini.
Hubungan antara Beban Kerja Mental dan Stres Kerja pada Pegawai PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur
ABSTRAK Adyanti, Cindra . 2018. Hubungan antara Beban Kerja Mental dan Stres Kerja pada Pegawai PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si, (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: beban kerja mental, stres kerja Beban kerja mental menjadi salah satu faktor yang dapat menimbulkan adanya stres di lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi beban kerja mental pada pegawai PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, deskripsi stres kerja pada pegawai PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur, dan apakah ada hubungan antara beban kerja mental dan stres kerja pada pegawai PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis, faktual, dan akurat terhadap populasi mengenai ada-tidaknya suatu hubungan dan derajat hubungan pada kedua variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah 219 orang dengan sampel sebesar 33 orang dengan menggunakan Proportionate Stratified Sampling. Pengukuran beban kerja mental menggunakan skala yang dibuat sendiri oleh peneliti dengan berlandaskan dimensi yang dikemukakan oleh Hart dan Staveland (1986) mengenai beban kerja mental. Pengukuran stres kerja menggunakan skala yang dibuat sendiri oleh peneliti dengan berlandaskan dimensi yang dikemukakan oleh NIOSH (1988). Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah korelasi Product Moment untuk mengetahui apakah ada hubungan antara beban kerja mental dan stres kerja, untuk mengetahui arah hubungan antara beban kerja mental dan stres kerja, serta derajat hubungan antara beban kerja mental dan stres kerja pada pegawai PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur. Syarat untuk menggunakan Product Moment yaitu jenis data yang digunakan merupakan data interval, melibatkan satu kelompok dalam penelitian, dan data berdistribusi normal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 61% dari sampel penelitian ini memiliki beban kerja mental yang tinggi serta sebanyak 58% dari sampel penelitian ini memiliki stres kerja yang tinggi. Hasil dari penghitungan korelasi Product Moment menunjukkan bahwa korelasi antara beban kerja mental dan stres kerja memiliki rxy sebesar 0,623 lebih besar dari rtabel (0,344) dengan daerah penolakan sebesar 5% (0,05) sehingga H0 ditolak. Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara beban kerja mental (X) dan stres kerja (Y) dan memiliki korelasi yang kuat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar pegawai PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur memiliki tingkat beban kerja mental yang tinggi serta sebagian besar pegawai PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur memiliki tingkat stres kerja yang tinggi. Penelitian ini juga memberikan informasi bahwa ada hubungan antara beban kerja mental dan stres kerja pada pegawai PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur
Hubungan Antara Citra Perusahaan dengan Loyalitas Pelanggan di PT Pos Indonesia (Persero) Kota Malang
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran citra perusahaan PT Pos Indonesia (Persero) Kota Malang (2) mengetahui gambaran loyalitas pelanggan PT Pos Indonesia (Persero) Kota Malang (3) mengetahui gambaran hubungan antara citra perusahaan dengan loyalitas pelanggan PT Pos Indonesia (Persero) Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif korelasional dengan subjek penelitian konsumen PT Pos Indonesia (Persero) Kota Malang adapun sampel diperoleh dengan metode accidental sampling yaitu konsumen yang pada saat itu juga datang ke PT Pos Indonesia (Persero) Kota Malang. Instrumen penelitian ini berupa skala citra perusahaan dan skala loyalitas pelanggan. Uji coba instrumen dilaksanakan di PT Pos Indonesia (Persero) Kota Malang. Validitas diukur menggunakan product moment. Reliabilitas diukur menggunakan formula Alpha Cronbach dengan hasil skala citra perusahaan yaitu 0.817 dan skala loyalitas pelanggan yaitu 0.891. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Pos Indonesia (Persero) Kota Malang (1) memiliki citra perusahaan yang rendah dari sebagian besar pelanggan (2) memiliki lebih dari setengah pelanggan berloyalitas rendah (3) ada hubungan antara citra perusahaan dengan loyalitas pelanggan dengan rxy = 0.429, p = 0.004 Ftabel = 4.08; (5) pengaruh citra perusahaan terhadap loyalitas pelanggan lemah dengan R2 = 0.184 atau 18.4%. Saran yang diberikan dari penelitian ini adalah (1) bagi perusahaan PT Pos Indonesia (Persero) Kota Malang, perusahaan yang memiliki citra perusahaan yang rendah diharapkan dapat meningkatkan citra tersebut dengan memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi citra perusahaan yaitu harga yang ditawarkan, reputasi citra perusahaan dimata pelanggan, jaminan atas pelayanan yang diperoleh pada tahap awal pelayanan, penampilan fasilitas fisik, dan komitmen organisasi. Dengan cara tersebut, juga dapat meningkatkan loyalitas pelanggannya yang rendah, dikarenakan citra perusahaan merupakan salah satu faktor yang secara langsung berhubungan dengan loyalitas pelanggan. Memperhatikan bahwa dalam penelitian ini konsumen yang menggunakan jasa PT Pos Indonesia (Persero) Kota Malang adalah sebagian besar laki-laki, maka untuk menarik perempuan dan anak-anak, PT Pos Indonesia (Persero) Kota Malang dapat membuat inovasi-inovasi baru yang berhubungan dengan perempuan dan anak-anak. (2) bagi peneliti selanjutnya jika ingin melakukan penelitian serupa, penelitian ini hanya berfokus pada citra perusahaan dengan loyalitas pelanggan PT Pos Indonesia (Persero) Kota Malang, oleh sebab itu perlu dikaji lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi loyalitas pelanggan antara lain nilai, kemudahan dan kenyamanan, kepuasan, layanan, dan jaminan. Dan jika menggunakan variabel yang sama, disarankan untuk menambah jumlah subjek penelitian agar hasil penelitian yang diperoleh dapat menjadi lebih akurat. Perbaikan instrumen dan teknik analisis perlu dilakukan untuk hasil pada penelitian selanjutnya lebih maksimal dan membangun raport dengan subjek. Selain itu, kriteria sebagai pelanggan harus jelas dan dipertimbangkan dalam pengambilan subjek penelitian
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN PERILAKU MENCARI PENGOBATAN PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) DI KOTA MALANG
ABSTRAK Unna, Nova Rida Nida. 2017. Hubungan efikasi diri dengan perilaku mencari pengobatan pada orang dengan HIV AIDS (ODHA) di Kota Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hetti Rahmawati, S.Psi., M.Si., (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: efikasi diri, perilaku mencari pengobatan, oramg dengan HIV AIDS (ODHA) Kota Malang. ODHA di Indonesia semakin tahun semakin meningkat jumlahnya, tidak terkecuali di Kota Malang. Laporan Kesehatan dari Departemen Kesehatan RI menyebutkan bahwa sampai tahun 2016 terdapat 78.292 orang terkena HIV/AIDS, dan sebanyak 21,16% ODHA tidak melakukan pengobatan. Berdasarkan teori dari MacKian. Faktor penting dalam dari perilaku mencari pengobatan untuk ODHA adalah faktor eksternal (ekonomi, dinamika gender, persaingan kerja) dan faktor interanal (efikasi diri, kepercayaan dan pengetahuan). Tujuan dari penelitian ini untuk: (1) mengetahui gambaran efikasi diri pada ODHA (2) mengetahui gambaran perilaku mencari pengobatan pada ODHA (3) mengetahui hubungan antara efikasi diri dan perilaku mencari pengobatan pada ODHA di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 97 orang dengan HIV/AIDS di Kota Malang dengan jumlah sampel uji coba 30 orang dan jumlah sampel 30 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik pusposive sampling. Instrumen yang digunakan skala efikasi diri dan skala perilaku mencari pengobatan. Dengan reliabilitas 0,924 dan 0,892. Uji hipotesis menggunakan analisis product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang dengan HIV AIDS (ODHA) di Kota Malang memiliki efikasi diri dalam kategori sedang 60% dan memiliki perilaku mencari pengobatan dalam kategori sedang 66,7%. Terdapat hubungan positif antara efikasi diri dan perilaku mencari pengobatan, dengan nilai rxy = 0,418, p = 0,000 < 0,05. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini yaitu: untuk ODHA di kota Malang dapat mencari informasi terkait HIV/AIDS agar dapat memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengatasi masalah atau mencari pengobatan terkait penyakitnya. Untuk Rumah Sakit Islam UNISMA dapat membantu ODHA di Kota Malang untuk mendapatkan pengobatan yang layak. Bagi VCT RS Islam UNISMA diharapkan dapat memberikan edukasi atau konseling terkait HIV/AIDS untuk para pelajar SMP dan SMA di Kota Malang agar terhindar dari penyakit tersebut. Untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan determinant model dalam model-model perilaku mencari pengobatan agar diperoleh hasil yang beragam mengenai perilaku mencari pengobatan serta dapat melakukan penelitian dengan memperluas subjek penelitian
Hubungan antara Sikap Kerja dengan Kesejahteraan di Tempat Kerja Karyawan PT. BPR Bhapertim Persada Pare
ABSTRAK Narecwari, S. K. 2017. Hubungan antara Sikap Kerja dengan Kesejahteraan di tempat kerja Karyawan PT. BPR Bhapertim Persada Pare. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si., (II) Gamma Rahmita U.H, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci : sikap kerja, kebabagiaan di tempat kerja, karyawan PT. BPR Bhapertim Persada Pare. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) gambaran sikap kerja karyawan PT. BPR Bhapertim Persada Pare (2) gambaran kesejahteraan di tempat kerja karyawan PT. BPR Bhapertim Persada Pare dan (3) hubungan antara sikap kerja dengan kesejahteraan di tempat kerja karyawan PT. BPR Bhapertim Persada Pare. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 karyawan PT.BPR Bhapertim Persada Pare yang diambil dengan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data menggunakan skala sikap kerja dan skala kesejahteraan di tempat kerja yang meliputi (1) skala sikap kerja sebanyak 24 aitem dengan tingkat reliabilitas sebesar 0,851 dan (2) skala kesejahteraan di tempat kerja sebanyak 38 aitem dengan tingkat reliabilitas sebesar 0,738. Analisis yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa 27 karyawan PT. BPR Bhapertim Persada Pare memiliki sikap kerja negatif (54%) dan memiliki tingkat kesejahteraan di tempat kerja yang rendah (54%). Terdapat hubungan antara sikap kerja dengan kesejahteraan di tempat kerja, dengan hasil uji hipotesis rxy = 0,329, p = 0,005 < 0,05 yang dianalisis menggunakan korelasi pearson product moment. Saran yang dapat diberikan agar mencapai sikap kerja positif dan meningkatkan kesejahteraan di tempat kerja karyawan PT. BPR Bhapertim Persada Pare yaitu (1) mengadakan kegiatan-kegiatan rutin yang bersifat sederhana untuk menguatkan kerekatan antar karyawan baik di lingkungan kerja maupun diluar lingkungan kerja (2) banyak melibatkan karyawan dalam kegiatan yang diladakan oleh tempat kerja (3) dan pimpinan diharapkan memberikan insentif pada karyawan atas pekerjaan yang sudah dilakukan
Penerimaan Orang Tua Etnis Jawa Pada Penderita Skizofrenia. Skripsi
ABSTRAK Barapinta, B.H. 2017. Penerimaan Orang Tua Etnis Jawa Pada Penderita Skizofrenia. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed. (2) Indah Y. Suhanti, S.Psi, M.Psi. Penderita skizofrenia terbesar di Indonesia terletak di bagian pulau Jawa, tepatnya pada Jawa timur dan Jawa tengah, masih berbanding lurus, di antara banyaknya jumlah penderita masih banyak yang dipasung, ini yang menggugah peneliti untuk meninjau lebih jauh, sebagian dari orang tua penderita yang mampu untuk memilih tidak memasung dan menerima keadaan anaknya yang menderita skizofrenia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap orang tua Etnis Jawa terhadap anaknya yang mengidap gangguan jiwa Skizofrenia, bagaimana bentuk dari penerimaan tersebut dan apa peranan budaya dalam mendorong munculnya penerimaan tersebut. Penelitian dilaksanakan dengan model studi kasus etnografi dengan alat pengumpul data wawancara mendalam. Data yang telah terkumpul divalidasi dengan triangulasi prespektif dan pengumpul data lain, berupa catatan lapangan. Partisipan penelitian berjumlah 3 orang yang merupakan orang tua Etnis Jawa dari penderita Skizofrenia. Hasil dari penelitian diketahui bahwa penerimaan orang tua etnis Jawa ditunjukkan dengan perilaku peduli, menyayangi, mendukung, merawat anak, dan bersedia untuk berdekatan secara fisik dengan anak. Dalam istilah Jawa perilaku tersebut muncul dalam 3 hal yaitu mengalah, sabar, dan mendidik. Penerimaan orang tua Etis Jawa pada penderita skizofrenia didasari oleh perasaan tanggung jawab untuk menuntaskan anak sampai mampu untuk bermasyarakat. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat dijadikan bahan ajar atau meningkatkan penerimaan orang tua etnis Jawa yang memiliki anak dengan gangguan jiwa skizofrenia Kata Kunci : Penerimaan, orang tua, Etnis Jawa, Skizofrenia Barapinta, B.H.H 2017. Penerimaan Orang Tua Etnis Jawa Pada Penderita Skizofrenia. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed. (2) Indah Y. Suhanti, S.Psi, M.Psi. Penderita skizofrenia terbesar di Indonesia terletak di bagian pulau Jawa, tepatnya pada Jawa timur dan Jawa tengah, masih berbanding lurus, di antara banyaknya jumlah penderita masih banyak yang dipasung, ini yang menggugah peneliti untuk meninjau lebih jauh, sebagian dari orang tua penderita yang mampu untuk memilih tidak memasung dan menerima keadaan anaknya yang menderita skizofrenia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap orang tua Etnis Jawa terhadap anaknya yang mengidap gangguan jiwa Skizofrenia, bagaimana bentuk dari penerimaan tersebut dan apa peranan budaya dalam mendorong munculnya penerimaan tersebut. Penelitian dilaksanakan dengan model studi kasus etnografi dengan alat pengumpul data wawancara mendalam. Data yang telah terkumpul divalidasi dengan triangulasi prespektif dan pengumpul data lain, berupa catatan lapangan. Partisipan penelitian berjumlah 3 orang yang merupakan orang tua Etnis Jawa dari penderita Skizofrenia. Hasil dari penelitian diketahui bahwa penerimaan orang tua etnis Jawa ditunjukkan dengan perilaku peduli, menyayangi, mendukung, merawat anak, dan bersedia untuk berdekatan secara fisik dengan anak. Dalam istilah Jawa perilaku tersebut muncul dalam 3 hal yaitu mengalah, sabar, dan mendidik. Penerimaan orang tua Etis Jawa pada penderita skizofrenia didasari oleh perasaan tanggung jawab untuk menuntaskan anak sampai mampu untuk bermasyarakat. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat dijadikan bahan ajar atau meningkatkan penerimaan orang tua etnis Jawa yang memiliki anak dengan gangguan jiwa skizofrenia Kata Kunci : Penerimaan, orang tua, Etnis Jawa, Skizofreni
HUBUNGAN ANONIMITAS DENGAN CYBERBULLYING PADA PENGGUNA MEDIA SOSIAL FACEBOOK
ABSTRAK Pengguna media sosial terutama Faceobok rentan menjadi pelaku maupun korban cyberbullying,dimana seseorang dapat melakukan agresi di media sosial. Salah satu faktor yang memengaruhi cyberbullying adalah anonimitas, dimana seseorang dengan mudah menyembunyikan identitasnya menjadi pengguna facebook. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui gambaran cyberbullying pada pengguna media sosial facebook, (2) mengetahui gambaran anonimitas pada pengguna media sosial facebook, (3) mengetahui hubungan antara cyberbullying dengan anonimitas pada pengguna media sosial facebook. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini memiliki kriteria (1) pengguna facebook, (2) memiliki akun anonim. Sampel penelitian adalah 100 orang pengguna media sosial facebook yang menggunakan akun anonim dengan kriteria yang sesuai dengan populasi, dengan menggunakan teknik insidental sampling. Uji coba instrumen dilakukan kepada 30 pengguna media sosial facebook yang menggunakan akun anonim. Instrumen yang digunakan adalah skala cyberbullying terdiri dari 14 aitem dan tersisa 13 aitem yang valid dengan rentang validitas 0.555 sampai dengan 0.800 dan mempunyai nilai reliabilitas sebesar 0.895. Skala anonimitas terdiri dari 6 aitem dan tersisa 4 aitem yang valid dengan rentang validitas 0.466 sampai dengan 0.665 dan mempunyai reliabilitas sebesar 0.631. analisis data untuk uji hipotesis menggunakan product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna media sosial facebook memiliki perilaku cyberbullying dan anonimitas dalam kategori rendah. Ada hubungan positif antara anonimitas dengan cyberbullying dibuktikan dengan nilai r = 0.202, p = 0.044 < 0.05, yang menunjukan bahwa semakin tinggi anonimitas maka semakin tinggi perilaku cyberbullying, dan sebaliknya semakin rendah anoimitas maka semakin rendah perilaku cyberbullying. Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan untuk dapat mengembangkan penelitian ini dikarenakan variabel anonimitas masih termasuk sebuah variabel yang baru untuk di teliti dan masih banyak variabel selain anonimitas yang dapat di hubungkan dengan variabel cyberbullying, misalnya dengan variabel locus of control, motivasi, empati dll. Saran bagi pengguna media sosial Facebook diharapkan agar dapat memahami dan dapat mengggunakan media tanpa batas ini dengan baik dan bijaksana. Untuk mengurangi agresi gunakan media sosial facebook dengan seperlunya memposting, me-repost, berkomentar dan mengirim pesan personal dengan baik dan benar
Perbedaan Strategi Coping Stres Ditinjau Dari Status Keanggotaan Organisasi Mahasiswa Fakultas Pendidikan Psikologi
ABSTRAK Mahasiswa adalah seseorang yang sedang dalam proses menimba ilmu ataupun belajar dan terdaftar sedang menjalani pendidikan pada perguruan tinggi. Dalam perguruan tinggi juga terdapat mahasiswa yang berorganisasi dan mahasiswa yang tidak berorganisasi. Mahasiswa yang berorganisasi maupun yang tidak berorganisasi di kampus pasti pernah menghadapi masalah dalam hidupnya. Serta penyelesaian masalah mahasiswa organisasi dan mahasiswa non organisasi pun akan berbeda. Perbedaan strategi coping stres berbeda karena adanya pengalaman yang berbeda dan lingkungan sosial yang mempengaruhi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan strategi coping stres ditinjau dari status keanggotaan organisasi yang terjadi pada mahasiswa di Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan komparatif, dengan populasi sebanyak 530 mahasiswa. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah subjek sebanyak 90 mahasiswa dengan kategori 45 mahasiswa organisasi dan 45 mahasiswa yang tidak ikut organisasi. Pengumpulan data menggunakan skala strategi coping stres dengan reliabilitas 0.856. Hasil Penelitian menunjukkan strategi coping stres dari 45 mahasiswa organisasi terdapat 28 mahasiswa (62,2%) yang cenderung menggunakan strategi coping stres problem focused coping dan 17 mahasiswa (37,8%) yang yang cenderung menggunakan strategi coping stres emotional focused coping. Selain itu strategi coping stres dari 45 mahasiswa non organisasi terdapat 29 mahasiswa (64,4%) yang yang cenderung menggunakan strategi coping stres emotional focused coping dan 16 mahasiswa (35,6%) yang cenderung menggunakan strategi coping stres problem focused coping. Kesimpulannya adalah strategi coping stres mahasiswa organisasi cenderung menggunakan problem focused coping dan mahasiswa non organisasi cenderung menggunakan strategi coping stres emotional focused coping. Hasil uji hipotesis menggunakan independent sample t-test dengan hasil nilai Fhitung sebesar 2,020 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa adanya perbedaan strategi coping stres yang signifikan antara mahasiswa organisasi dan mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi. Saran yang diberikan kepada mahasiswa diharapkan untuk selalu aktif dan terus menambah pengalaman karena dengan bertambahnya pengalaman maka akan semakin banyak perencanaan atau strategi yang dapat digunakan dalam penyelesaian masalah dan semakin tepat pula coping yang digunakan. Kemudian untuk peneliti selanjutnya hendaknya peneliti menggali lagi mengenai sejumlah faktor yang mempengaruhi strategi coping seperti jenis kelamin, usia, pengalaman, dukungan sosial, inteligensi dan tempramen
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS (ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESSMENT, DAN SATISFACTION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATAPELAJARAN SEJARAH INDONESIA KELAS X TKJ 1 DI SMK N 10 MALANG
ABSTRAK Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas X TKJ 1 SMK N 10 Malang pada mata pelajaran Sejarah Indonesia. Berdasarkan data awal hasil belajar peserta didik kelas X TKJ 1 ditemukan permasalahan terkait hasil belajar yang rendah pada matapelajaran Sejarah Indonesia. Hasil belajar peserta didik yang rendah tersebut disebabkan oleh beberapa faktor dalam kegiatan pembelajaran Sejarah Indonesia yang kurang efektif, seperti perhatian peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, partisipasi peserta didik yang cenderung pasif dan pemahaman peserta didik terhadap materi. Faktor-faktor tersebut menyebabkan hasil belajar peserta didik di kelas X TKJ 1 rendah. Penelitian tindakan kelas ini difokuskan pada peningkatan hasil belajar peserta didik kelas X TKJ 1 pada matapelajaran Sejarah Indonesia melalui penerapan model pembelajaran ARIAS. Penelitian tindakan kelas di kelas X TKJ 1 SMK N 10 Malang dilaksanakan 2 siklus yang masing-masing siklus dilaksanakan dengan 2 kali pertemuan. Data dalam penelitian tindakan kelas ini di peroleh melalui observasi, wawancara, nilai tes ulangan harian pada tiap siklus dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, display data dan conclusion data. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukan penerapan model pembelajaran ARIAS dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada matapelajaran Sejarah Indonesia di kelas X TKJ 1 SMK 10 Malang. Berdasarkan analisis hasil belajar peserta didik pada tes ulangan harian siklus I dan siklus II menunjukkan peningkatan pada nilai rata-rata kelas. Pada pra tindakan nilai rata- rata kelas X TKJ 1 adalah 57,88 dengan presentase ketuntasan belajar 9 %. Di sikllus I nilai rata-rata kelas X TKJ 1 meningkat menjadi 66,88 dengan presentase ketuntasan belajar peserta didik yang mendapat nilai ≥75 adalah 63% dan di siklus II nilai rata-rata kelas X TKJ 1 meningkatan kembali hingga 73,25 dengan presentase ketuntasan belajar peserta didik yang mendapat nilai ≥75 adalah 86 %. Dari data hasil belajar pada tiap siklus tersebut dapat dilihat adanya peningkatan yang terjadi, dimana presentase peningkatan pada siklus I adalah 54% dan pada siklus II adalah 23%. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan setelah penerapan model pembelajaran ARIAS. Meskipun demikian, peneliti menyarankan agar penerapan model pembelajaran ARIAS dikolaborasikan dengan media pembelajaran yang lebih menarik sehingga kegiatan pembelajaran akan berjalan lebih baik kedepanya. Selain itu, untuk penelitian selanjutnya dapat mengembangkan materi yang dihubungkan dengan model pembelajaran ARIAS
Penerapan Media Dakon Sejarah untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Sejarah di Kelas X IPA 2 MAN 2 Malang
ABSTRAK Hamid,Abdul. 2018. Penerapan Media Dakon Sejarah untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Sejarah di Kelas X IPA 2 MAN 2 Malang .Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed, (II) Aji Bagus Priyambodo, S.Psi, M.Psi. Kata kunci: media dakon sejarah, meningkatkan motivasi belajar siswa. Di masa kini pelajaran sejarah kurang mendapat perhatian yang baik di kalangan siswa. Hal ini terlihat dari rendahnya motivasi belajar siswa ketika mengikuti pelajaran sejarah. Rendahnya motivasi belajar tersebut juga terjadi pada kelas X IPA 2 MAN 2 Malang. Berdasarkan data dari observasi pada 17-20 April 2018 diperoleh fakta bahwa motivasi belajar siswa kelas X IPA 2 sangat rendah. Hal ini terlihat dari beberapa perilaku siswa yang ditunjukkan ketika mengikuti pembelajaran sejarah di kelas. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan untuk mengatasi masalah terkait pembelajaran yang ditemui di kelas. Berdasarkan permasalahan yang ada, maka penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan media Dakon Sejarah pada siswa kelas X IPA 2 MAN 2 Malang. Prosedur penelitian ini menggunakan model Kemmis & Taggart (dalamWiriaatmadja, 2014) yang terdiri dari empat fase yaitu, perencanaan, tindakan, observasi, danrefleksi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa metode yaitu wawancara, kuesioner, observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Data pada penelitian ini diperoleh dari proses identifikasi masalah, ketika proses tindakan berlangsung, dan setelah tindakan dilakukan. Sumber data diperoleh dari 25 siswa kelas X IPA 2 MAN 2 Malang, guru mata pelajaran sejarah, dan guru wali kelas. Proses analisis data dilakukan dengan teknik analisis data model interaktif menurut Miles & Huberman (dalamHerdiansyah, 2015) yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, display data, kemudian kesimpulan/verifikasi. Untuk menguji keabsahan datanya dilakukan triangulasi perspektif dan triangulasi teknik. Peningkatan motivasi belajar siswa dapat diketahui dengan terpenuhinya semua aspek motivasi belajar yang dikemukakan oleh Maslow dengan teori kebutuhan dasar yang harus terpenuhi dalam belajar dan pendapat yang dikemukakan Slavin (dalam Hanurawan, 2016) dengan motivasi internal dan motivasi eksternal dalam proses belajar. Pada saat penelitian tindakan dengan satu siklus (tiga kali pertemuan) dilakukan, beberapa indikator dari aspek motivasi belajar yang semula tidak terpenuhi menjadi terpenuhi. Kemudian peningkatan motivasi belajar siswa juga diperkuat engan data yang peneliti perolehs etelah tindakan dilakukan yaitu data hasil kuesioner dan hasil nilai belajar materi sejarah siswa antara sebelum dan sesudah tindakan yang mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan media Dakon Sejarah dalam pembelajaran sejarah dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X IPA 2 MAN 2 Malang. Hamid, Abdul. 2018. The application of Dakon History Media to Improve Students’ Learning Motivation in the History Literature of X IPA 2 MAN 2 Malang. Skripsi, the department of Psychology, the Faculty of Psychology and the University of Malang, Counselor: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M. Si, M. Ed, (II) AjiBagusPriyambodo, S. Psi, M. Psi. Keywords: The historical Dakon media, Improving the students’ motivation In this time, history lessons have received less attention among students. This can be seen from the low learning motivation of students when taking history lessons. The low motivation of the event also occurs in the X IPA 2 MAN 2 Malang class. Based on the observation data on April 17-20, 2018, there was a very low level of motivation for students in X IPA 2. This can be seen from some of the students' behaviors that are shown when following history learning in class