Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
KEPUASAN KONSUMEN SEBAGAI PREDIKTOR LOYALITAS MEREK PADA PENGGUNA SMARTPHONE SAMSUNG
ABSTRAK Berlisantica, Suwindy. 2017. Kepuasan Konsumen Sebagai Prediktor Loyalitas Merek Pada Pengguna Smartphone Samsung. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi, M.Si, (II) Ninik Setyowati, S.Psi, M.Si Kata kunci: kepuasan konsumen, loyalitas merek Berkembangnya pilihan dan produk smartphone memudahkan konsumen untuk memilih merek smartphone yang sesuai dengan kebutuhan. Persaingan antar vendor smartphone menjadi semakin ketat sehingga vendor smartphone membutuhkan konsumen yang loyal untuk bisa menjadi produsen yang sukses dalam memasarkan produknya. Loyalitas terhadap merek merupakan pilihan konsumen terhadap merek tertentu dibandingkan merek yang lain. Sedangkan kepuasan konsumen merupakan perasaan senang atau kecewa seseorang setelah membandingkan kinerja produk dan harapannya. Kepuasan konsumen mempengaruhi loyalitas merek. Penelitian ini bertujuan untuk (1)mengetahui hubungan antara kepuasan konsumen dengan loyalitas terhadap merek pada pengguna smartphone Samsung.(2) mengetahui apakah kepuasan konsumen merupakan prediktor loyalitas merek pada pengguna smartphone Samsung. Rancangan penelitian ini adalah korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa fakultas pendidikan psikologi Universitas Negeri Malang yang pernah menggunakan produk smartphone Samsung, dengan sampel sebanyak 40 orang responden. Pengambilan sampel menggunakan tehnik accidental sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan skala kepuasan konsumen dan skala loyalitas terhadap merek. Analisis data menggunakan tehnik analisis regresi linier berganda. Validitas aitem bergerak antara 0,308 – 0,752 dengan jumlah aitem 40, sedangkan reliabilitas instrumen adalah sebesar 0,900. Uji hipotesis yang digunakan yakni uji regresi dengan signifikasi p=0,00
Efektivitas Assertiveness Training dalam Meningkatkan Asertivitas Siswa SMP Kelas VIII.
ABSTRAK Indraswari, Dini Ayu. 2017. Efektivitas Assertiveness Training dalam Meningkatkan Asertivitas Siswa SMP Kelas VIII. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Ike Dwiastuti, S.Psi, M.Psi. Kata kunci: asertivitas, assertiveness training. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk meningkatkan asertivitas siswa khususnya pada remaja awal. Assertiveness training diterapkan sebagai suatu program untuk melatih asertivitas siswa dengan mempelajari strategi-strategi beradaptasi terhadap lingkungan dengan baik. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan asertivitas siswa. Penelitian menggunakan rancangan penelitian eksperimental dengan desain randomized Pretest-Postest Control Group Design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPK Cor Jesu Malang, 30 siswa untuk kelompok eksperimen dan 30 siswa untuk kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi instrumen pengumpulan data dan instrumen perlakuan yang dikembangkan oleh peneliti sendiri. Instrumen pengumpulan data berupa instrumen skala asertivitas yang berjumlah 27 aitem dengan indeks reliabilitas sebesar 0,729 dan instrumen perlakuan berupa modul Assertiveness Training. Teknik analisis yang digunakan adalah uji beda paired sample t-test dan independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,000 < 0,05 yang diartikan adanya perbedaan antara hasil pretest-posttest dan kedua kelompok. Selain itu,menggunakan penghitungan effect size untuk melihat besarnya keefektifan pendekatan dalam asertivitas siswa. Diperoleh hasil 0,93 dimana angka tersebut masuk dalam kategori efek besar. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa Assertiveness Training efektif dalam meningkatkan kemampuan asertivitas siswa. Saran yang diberikan kepada guru adalah : pendekatan Assertiveness Training efektif untuk meningkatkan kemampuan asertivitas siswa. Saran kepada peserta didik adalah melatih kemampuan asertivitas dengan memecahkan dan memikirkan masalahnya secara berkelompok. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah: 1) Memperhatikan kemampuan asertivitas siswa diluar pemberian treatmen, 2) menggunakan metode lain, 3) melakukan penelitian lanjutan dengan metode berbeda, subjek lebih luas, waktu yang lebih lama dan menambahkan jumlah intervensi. Kata kunci: asertivitas, assertiveness training
Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Intensi Perilaku Makan Sehat pada Mahasiswa Tahun Pertama Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Saputri, Maylinda Cristyliana. 2018. Hubungan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Intensi Perilaku Makan Sehat pada Mahasiswa Tahun Pertama Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Hetti Rahmawati, S.Psi., M.Si. (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si. Kata Kunci: intensi perilaku makan sehat, dukungan sosial teman sebaya, mahasiswa tahun pertama Mahasiswa tahun pertama merupakan kelompok usia remaja yang mengadopsi perilaku makan tidak sehat. Perilaku makan yang tidak sehat akan berdampak pada kesehatan jangka pendek dan jangka panjang, sehingga mahasiswa tahun pertama perlu melaksanakan perilaku makan yang lebih sehat. Intensi perilaku makan sehat didefinisikan sebagai suatu niat, keinginan, hasrat, atau perjuangan untuk melakukan tindakan pengaturan jumlah dan jenis makanan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan mempertahankan kesehatan. Dukungan sosial adalah salah satu faktor yang kemungkinan memiliki hubungan positif dengan intensi perilaku makan sehat, dan teman sebaya adalah salah satu sumber dukungan sosial. Dukungan sosial teman sebaya adalah persepsi individu bahwa dirinya mendapat berbagai dukungan yang bersumber dari teman dengan usia yang sama dan saling berinteraksi secara rutin dimana dukungan tersebut melibatkan aspek emosional, instrumental, informasional dan penilaian yang mampu memotivasi individu untuk melakukan tindakan yang bermanfaat bagi dirinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif dukungan sosial teman sebaya dengan intensi perilaku makan sehat pada mahasiswa tahun pertama Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa tahun pertama Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Sampel penelitian berjumlah 221 orang yang dipilih berdasarkan teknik sampling cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala intensi perilaku makan sehat terdiri dari 38 item dengan koefisien reliabilitas 0,929 dan skala dukungan sosial teman sebaya terdiri dari 58 item dengan koefisien reliabilitas 0,946. Analisis korelasi menggunakan Product moment Pearsondidapat koefisien korelasi sebesar 0,606 dengan
Kemandirian dan Internal Locus of Control sebagai Prediktor Resiliensi pada Remaja Panti Asuhan
ABSTRAK Ainiyah, Masfufatul. 2017. Kemandirian dan Internal Locus of Control sebagai Prediktor Resiliensi pada Remaja Panti Asuhan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Hetti Rahmawati, S.Psi., M.Si. (II) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: Kemandirian, Internal Locus of Control, Resiliensi, Remaja Panti Asuhan. Setiap orang pasti memiliki suatu kondisi yang tidak menyenangkan termasuk dengan remaja yang tinggal dipanti asuhan sehingga diperlukan kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan berusaha bangkit dari keadaan sulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah kemandirian dan internal locus of control secara signifikan dapat memprediksi resiliensi pada remaja panti asuhan. Penelitian ini menggunakan 84 responden yang diambil dengan teknik purpossive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen kemandirian dengan reliabilitas sebesar 0,888, instrumen internal locus of control dengan nilai reliabilitas sebesar 0, 882 dan instrumen resiliensi dengan nilai reliabilitas 0,897. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20,3% remaja memiliki resiliensi tinggi, 60,7% berada pada kategori sedang dan 19 % remaja memiliki resiliensi rendah. Selanjutnya kemandirian remaja 22,4% pada kategori tinggi, 60,7% kategori sedang, dan 17,9% berada pada kategori rendah. Sedangkan internal locus of control 23,8% remaja pada kategori tinggi, 57,1% kategori sedang, dan 19% internal locuf of control pada kategori rendah. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kemandirian dapat memprediksi resiliensi diperoleh jumlah sebesar 0,758, sedangkan internal locus of control dapat memprediksi resiliensi diperoleh jumlah sebesar 0,667 Serta kemandirian dan internal locus of control secara bersama-sama dapat memprediksi resiliensi pada remaja panti asuhan diperoleh jumlah sebesar 0,760 dimana semakin tinggi kemandirian dan internal locus of control maka semakin tinggi resiliensi yang dimiliki oleh remaja panti asuhan. Saran dari penelitian ini adalah untuk remaja panti asuhan diharapkan untuk tetap selalu berpikir positif terkait tinggal di panti asuhan dan dan bagi remaja yang memiliki resiliensi yang rendah diharapkan untuk meningkatkan lagi pikiran yang positif mengenai kemampuan yang dimiliki sehingga akan lebih mudah dalam mengatasi permasalahan yang terjadi pada dirinya. Bagi pengasuh panti diharapkan untuk tetap semangat dalam memberikan kasih sayang kepada anak dan remaja meskipun dengan jumlah mereka yang cukup besar, agar mereka tetap bersikap terbuka dalam setiap menghadapi masalah. dan saran bagi peneliti selanjutnya dapat lebih mencermati faktor-faktor lain seperti faktor resiko, dukungan keluarga, pola asuh, harga diri, bakat. Serta peneliti selanjutnya dapat menggunakan metode lainnya seperti penelitian eksperimen dan kualitatif, menambahkan variabel penelitian, menggunakan sampel yang lebih banyak, dan memperbaiki alat ukur yang digunakan sehingga informasi dapat tergali secara mendalam
RELIGIUSITAS SEBAGAI PREDIKTOR PARANORMAL BELIEF MAHASISWA INSTITUT AGAMA ISLAM IBRAHIMY DI SITUBONDO
RINGKASAN Ubaidillah, Fauzul Adim 2017. Religiusitas sebagai Prediktor Paranormal Belief Mahasiswa Institiut Agama Islam Ibrahimy di Situbondo. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Tutut Chusniyah, S.Psi, M.Si (II) Aji Bagus Priyambodo, S.Psi, M.Psi Kata Kunci : Religiusitas, Paranormal Belief, Mahasiswa Religiusitas dan paranormal belief merupakan suatu kepercayaan atau keyakinan adanya fenomena yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah. Dimensi religiusitas terdiri dari intrinsik dan ekstrinsik. Sedangkan, dimensi paranormal belief terdiri dari (1) Traditional Religious Belief (2) Psychokinesis (3) Witchcraft (4) Superstition (5)Spiritualism (6) Extraordinary Life Form (7)Precognition. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui gambaran religosity mahasiswa Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII) (2) untuk mengetahui gambaran paranomal belief mahasiswa Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII) (3) untuk mengetahui apakah religiusitas merupakan prediktor paranormal belief. Penelitian merupakan jenis penelitian deskriptif korelasional dengan menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Partisipan penelitian ini berjumlah 204 orang yang terdiri dari 102 orang laki-laki dan 102 orang perempuan dengan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah skala Religious Orientation Scale (ROS) yang memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,834 dan skala Paranormal Belief Scale (PBS) yang memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,837. Hasil dari penelitian adalah (1) Religiusitas dan Paranormal belief sebagian besar mahasiswa Institut Agama Islam berada pada klasifikasi sedang. (2) religiusitas memiliki pengaruh yang rendah (R Square = 0,053 atau 5,3%) namun signifikan terhadap paranormal belief (0,001 < 0,05). Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) Bagi masyarakat : Diharapkan agar tidak terlalu menjadikan sesuatu hal yang bersifat gaib sebagai landasan utama dalam bepikir dan mengambil keputusan. Selain itu, hendaknya masyarakat lebih selektif lagi dalam memilih sesuatu yang ingin dipercaya dan diyakini, terutama sesuatu hal yang bersifat gaib. (2) Untuk penelitian selanjutnya : diharapkan untuk peneliti selanjutnya mampu mengembangkan penelitian ini menjadi lebih variatif, terutama mengenai faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi paranormal belief. Peneliti selanjunya dapat mempertimbangkan variabel kognitif, kepribadian, orientasi kebahagiaan, sensation seeking, dan distrust in science sebagai faktor yang berpengaruh terhadap paranormal belief individu atau kelompok masyarakat. Selain itu, peneliti selanjutnya juga diharapkan memilih sampel penelitian yang lebih variatif dengan mempertimbangkan latar belakang agama, sosial, dan budaya.
PERMAINAN PERAN (ROLE PLAYING) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK TK KELOMPOK DI TK HARAPAN MAKMUR GRATI - PASURUAN
ABSTRAK Oktavia, Reytinta 2018. Permainan Peran (Role Playing) Untuk meniingkatkan kemampuan Kognitif Anak TK Kelompok A di TK Harapan Makmur Grati – Pasuruan. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M.Si. Kata Kunci: Kemampuan Kognitif, Role Playing Kemampuan Kognitif merupakan suatu aktivitas mental yang berhubungan dengan persepsi, pikiran, ingatan, serta pengolahan informasi yang memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan, memecahkan masalah, dan merencanakan masa depan/ semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu memperlajari, memperhatikan, mengamati, membayangkan, memperkirakan menilai dan memikirkan lingkungannya. Metode Role Playing adalah metode pembelajaran yang menekankan kenyataan, dimana para siswa diikut sertakan dalam permainan peranan di dalam mengenali dan menerapkan salah satu objek yang dipilih untuk digunakan/ dipraktekkan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini dengan penerapan bermain peran role playing bersama siswa kelompok A di TK Harapan Makmur, Grati – Pasuruan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah PTK meliputi 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelompok A Tk Harapan Makmur, berjumlah 14 siswa yang terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Tindakan penelitian dilaksanakan pada bulan September 2017. Instrumen yang digunakan adalah pedoman observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Role Playing dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelompok A di TK Harapan Makmur Grati – Pasuruan. Hal ini dilihat dari peningkatan hasil aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II. Perolehan rata-rata postes yang juga meningkat, dari jumlah keberhasilan anak sebelumnya (2 anak sangat mampu) mengalami peningkatan pada siklus I yaitu (4 anak sangat mampu) dan meningkat pada siklus II dengan jumlah (7 anak sangat mampu). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metodr Role Playing telah sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah direncanakan dan mengalami peningkatan secara bertahap. Disarankan agar guru tidak hanya menggunakan majalah sebagai media penyampaian materi, akan lebih baik apabila guru dapat melaksanakan pembelajaran melalui kegiatan permainan/aktivitas nyata. ABSTRACT Oktavia, Reytinta 2018. Role Playing For improving cognitive abillities of kindergarten kids Group A at Harapan Makmur kindergarten Grati-Pasuruan .Faculty of Education Psychology Malang State University . Supervisor: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M.Si. Keyword: cognitive abilities, role playing Cognitive Abilities are an mental activity who connects with perception,thoughts,and memory also information processing to let someone getting an knowledge, solving problem, dan planning fot thre future/ all psychological process that related with how individual study, pay attention, observe, imagine , estimate, rate, and think about own environment. Role Playing Method are learning method who emphasize reality, where all the student are involved in a role playing game to recognize and apply one of an object that has been used/ practiced. This research aim for: (1) Improving cognitive abiities for early age children applying role playing method with group A student at Harapan Makmur kindergarten, Grati - Pasuruan. Design that used at this research is Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK has step that include 2 cycle. Every cycle has four step that is planning, implementation , observing, and reflection . This research subject is group A Harapan Makmur kindergarten, 14 student total be composed 7 boys and 7 girls. This research implementation held on September 2017. Instrument that used is observation guidelines, interview, test, and documentation. Research result show that Role Playing method application can improve activity and learning result group A student of Harapan Makmur kindergarten Grati – Pasuruan. This result can be seen from enchancement activity result of student from cycle I to cycle II. Average acquisition of post also improve, from amount of succes of children before (2 student very capable) improving at cycle I (4 student very capable) and improving again at cycle II (7 student very capable. Based on this research result can be concluded that applying Role playing method are suited with learning plan who has been planned and have improvement step by step. Suggesting teacher not only using magazine as media for material delivery, it will be better if teacher can doing learning through game activities/real activities
Perbedaan Tingkat Kecemasan Menghadapi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Siswa Kelas XII MAN 1 Gresik Ditinjau Dari Keikutsertaan Bimbingan Belajar
ABSTRAK Rizal, Mohammad 2018. Perbedaan Tingkat Kecemasan Menghadapi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Siswa Kelas XII MAN 1 Gresik Ditinjau Dari Keikutsertaan Bimbingan Belajar. Skripsi Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Hetti Rahmawati, S.Psi, M.Si. (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi, M.Psi Kata kunci: Tingkat Kecemasan, SBMPTN, Keikutsertaan Bimbingan Belajar Siswa kelas XII yang akan menghadapi SBMPTN sering kali mengalami kesulitan untuk mengkondisikan diri dalam menyikapi permasalahan yang sedang dihadapinya. Seperti sulit berkonsentrasi, bingung, takut, pearasaan tegang, khawatir, keyakinan dan selalu gelisah. Hal tersebut tidak lepas dari kecemasan yang berlebihan. Sehingga para siswa menggantungkan harapannya dengan mengikuti bimbingan belajar dengan harapan dapat mencapai keberhasilan pendidikan dengan cara praktis, yakni lolos SBMPTN. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan jumlah populasi MAN 1 Gresik sebanyak 246 siswa. Namun yang dilibatkan sebanyak 126 siswa yang terbagi dalam dua kelompok yakni 63 siswa tidak mengikuti bimbingan belajar dan 63 siswa ikut serta bimbingan belajar. Dipilih menggunakan metode purposive sampling dan merupakan siswa kelas XII MAN 1 Gresik. Pengumpulan data menggunakan skala kecemasan menghadapi SBMPTN dengan reliabilitas tinggi. Hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan tingkat kecemasan sebagaimana yang diukur skala kecemasan menghadapi SBMPTN. Selanjutnya dari perhitungan t-test menunjukkan hasil yang significant p-value 0,000 t tabel yaitu 5,178 > 1,645 sehingga dapat dikatakan hipotesis H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada perbedaan tingkat kecemasan menghadapi SBMPTN ditinjau dari keikutsertaan bimbingan belajar. Hal ini diperoleh karena siswa yang mengikuti bimbingan belajar mendapatkan pengayaan materi dan proses pengulangan belajar yang berkelanjutan sehingga individu merasa lebih siap dan persepsi diri lebih mampu untuk menghadapi SBMPTN. Sedangkan untuk siswa yang tidak mengikuti bimbingan belajar hanya bergantung dengan materi pelajaran yang ada di sekolah sehingga membuat siswa lebih rentan merasa jenuh juga akan menekan emosinya maka akan memicu terjadinya kecemasan pada siswa tersebut. Implikasi yang diberikan untuk siswa ialah bahwa SBMPTN bukan merupakan hal yang perlu ditakuti, juga dalam proses belajar tidak hanya mengandalkan lembaga bimbingan belajar untuk mencapai keberhasilan pendidikan secara praktis. Selanjutnya lembaga bimbingan belajar diharapakan tidak serta merta hanya memberikan bantuan layanan belajar kepada peserta didik, akan tetapi lebih memperhatikan psikologis siswa itu sendiri untuk mengatasi masalah belajar yang dialaminya khususnya siswa yang hendak menghadapi SBMPTN. Bagi peniliti selanjutnya perlu dikembangkan penelitian pada variabel yang sama dengan karakteristik subjek penelitian yang lebih luas, seperti membandingkan antar sekolah yang lebih bervariasi. Juga lebih memperhatikan waktu dan kondisi siswa saat pengambilan data agar hasil data yang diperoleh dapat lebih optimal
NEED OF SEX PADA NARAPIDANA REMAJADI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS I LOWOKWARU MALANG
ABSTRAK Naufali, Lutfi. 2015. Need of Sex pada Narapidana Remaja di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Lowokwaru Malang. Skripsi. Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi, M.Si., (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M.Si Kata Kunci: need of sex, narapidana, remaja, lapas, pria Need of sex adalah kebutuhan yang mendasar bagi kehidupan manusia. Kemunculan kebutuhan ini dimulai saat manusia menginjak usia remaja, usia yang digolongkan sebagai fase genital oleh Freud. Sebuah tahapan dimana manusia mulai menyalurkan impuls seks pada objek luar seperti cinta, perkawinan (seks) dan keluarga (Alwisol, 1988). Tahap inilah yang menjadi tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana Need of Sex pada remaja di Lapas Klas I Lowokwaru Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis fenomenologi dan menggunakan tiga subyek remaja pria yang menjalani masa tahanan di Lapas Klas I Lowokwaru Malang dengan kasus pencurian dan perampokan, serta pemerkosaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja akan sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan yang buruk jika dasar pengetahuan, agama, nilai dan moral dari keluarganya dirasa kurang. Karena keluarga adalah lingkungan terkecil sekaligus lingkungan pertama, tempat subyek menyerap berbagai macam pemahaman yang akan mempengaruhi subyek dalam mengambil keputusan dalam hidupnya. Ditemukan juga bahwa, Need of Sex tidak dapat dihilangkan, namun masih dapat disubtitusi pada obyek insting yang lain tergantung pada situasi dan kondisi yang dialami subyek. Ketika subyek menjalani masa hukuman di dalam lapas, ketiga subyek mengaku berperilaku kurang lebih sama yaitu meredakan tegangan yang ada dengan cara masturbasi
PENGARUH SYUKUR TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA IBU DENGAN ANAK BERGANGGUAN SPEKTRUM AUTIS
ABSTRAK Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah syukur berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis pada ibu dengan anak bergangguan spektrum autis (GSA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan incidental sampling, dengan subjek penelitian sebanyak 30 orang. Instrumen penelitian ini adalah skala kesejahteraan psikologis dengan reliabilitas 0,946 dan skala syukur dengan reliabilitas 0,914. Analisis data yang digunkan untuk menguji hipotesis menggunakan teknik analisis Regresi Linier Sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa syukur berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis pada ibu dengan anak GSA di Malang sebesar 23,1%, (R Square 0,231, sig. 0,007 < 0,05). Hal ini berarti bahwa masih terdapat 76,9% faktor lain yang memengaruhi syukur. Kata kunci: kesejahteraan psikologis, syukur, dan ibu dengan anak GS
Hubungan Persepsi terhadap Pengelompokan Siswa Berdasarkan Kemampuan Akademik dengan Ketakutan akan Kegagalan pada Siswa Kelas Akademik Rendah di SMPN 15 Malang
RINGKASAN Sufiana, Aulia. 2018. Hubungan Persepsi terhadap Pengelompokan Siswa Berdasarkan Kemampuan Akademik dengan Ketakutan akan Kegagalan pada Siswa Kelas Akademik Rendah di SMPN 15 Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi. Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Sudjiono, M.Si, (II) Aji Bagus Priyambodo,S. Psi.,M.Psi Kata Kunci: Persepsi Terhadap Pengelompokan Siswa Berdasarkan Kemampuan Akademik, Ketakutan akan Kegagalan Ketakutan akan kegagalan adalah sesuatu yang dapat menghambat individu dalam pencapaian akademik, individu yang mengalami ketakutan akan kegagalan akan merasa tidak percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki sehingga mempengaruhi performasinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) bagaimana persepsi siswa kelas akademik rendah terhadap pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan akademik, (2) tingkat ketakutan akan kegagalan pada siswa kelas akademik rendah, (3) adakah korelasi antara persepsi terhadap pengelompokan peserta didik berdasarkan kemampuan akademik dengan ketakutan akan kegagalan pada siswa kelas akademik rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini berjumlah 80 siswa, dan pengambilan data subjek dilakukan dengan menggunakan teknik sampel total dengan menggunakan seluruh siswa kelas akademik rendah sebagai subjek penelitian. Terdapat dua instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu (1) skala persepsi terhadap pengelompokan peserta didik berdasarkan kemampuan akademik yang terdiri dari 40 aitem valid, dengan nilai reliabilitas sebesar 0.916 dan (b) skala ketakutan akan kegagalan yang terdiri dari 36 aitem valid, dengan nilai reliabilitas sebesar 0.911. Ada dua teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deksriptif dan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat persepsi terhadap pengelompokan peserta didik berdasarkan kemampuan akademik berada dalam kategori tinggi (positif) pada siswa kelas akademik rendah, (2) tingkat ketakutan akan kegagalan berada dalam kategori rendah pada siswa kelas akademik rendah, (3) ada hubungan negatif antara persepsi terhadap pengelompokan siswa dengan ketakutan akan kegagalan pada siswa kelas akademik rendah. Pada hasil analisis uji korelasi product moment menunjukkan nilai rxy = -0,589 dengan p = 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada hubungan negatif antara persepsi terhadap pengelompokkan peserta didik berdasarkan kemampuan akademik dengan ketakutan akan kegagalan pada siswa kelas akademik rendah. Saran yang diberikan adalah (a) bagi siswa diharapakan dapat meningkatkan kemampuan atau prestasi dalam bidang non-akademik sesuai dengan potensi yang dimiliki untuk menambah kepercayaan diri (b) bagi orang tua diharapkan menyadari bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda dan juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, (c) bagi guru, diharapkan lebih memperhatikan kelebihan atau potensi yang dimiliki siswa dan membantu siswa untuk meningkatkan potensi yang dimilikinya (d) bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk mengkaji lebih dalam penelitian yang serupa serta dengan sampel yang lebih besar untuk menghasilkan penelitian yang lebih baik