Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
Hubungan antara keterampilan sosial dan penyesuaian diri pada mahasiswa baru perantauan di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya.
ABSTRAK Indraswari, Dini Ayu. 2017. Efektivitas Assertiveness Training dalam Meningkatkan Asertivitas Siswa SMP Kelas VIII. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Ike Dwiastuti, S.Psi, M.Psi. Kata kunci: asertivitas, assertiveness training. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk meningkatkan asertivitas siswa khususnya pada remaja awal. Assertiveness training diterapkan sebagai suatu program untuk melatih asertivitas siswa dengan mempelajari strategi-strategi beradaptasi terhadap lingkungan dengan baik. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan asertivitas siswa. Penelitian menggunakan rancangan penelitian eksperimental dengan desain randomized Pretest-Postest Control Group Design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPK Cor Jesu Malang, 30 siswa untuk kelompok eksperimen dan 30 siswa untuk kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi instrumen pengumpulan data dan instrumen perlakuan yang dikembangkan oleh peneliti sendiri. Instrumen pengumpulan data berupa instrumen skala asertivitas yang berjumlah 27 aitem dengan indeks reliabilitas sebesar 0,729 dan instrumen perlakuan berupa modul Assertiveness Training. Teknik analisis yang digunakan adalah uji beda paired sample t-test dan independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,000 < 0,05 yang diartikan adanya perbedaan antara hasil pretest-posttest dan kedua kelompok. Selain itu,menggunakan penghitungan effect size untuk melihat besarnya keefektifan pendekatan dalam asertivitas siswa. Diperoleh hasil 0,93 dimana angka tersebut masuk dalam kategori efek besar. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa Assertiveness Training efektif dalam meningkatkan kemampuan asertivitas siswa. Saran yang diberikan kepada guru adalah : pendekatan Assertiveness Training efektif untuk meningkatkan kemampuan asertivitas siswa. Saran kepada peserta didik adalah melatih kemampuan asertivitas dengan memecahkan dan memikirkan masalahnya secara berkelompok. Saran untuk peneliti selanjutnya adalah: 1) Memperhatikan kemampuan asertivitas siswa diluar pemberian treatmen, 2) menggunakan metode lain, 3) melakukan penelitian lanjutan dengan metode berbeda, subjek lebih luas, waktu yang lebih lama dan menambahkan jumlah intervensi. Kata kunci: asertivitas, assertiveness training.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP PENYESUAIAN SOSIAL SISWA PROGRAM OLIMPIADE MTSN 1 MALANG
ABSTRAK Penyesuaian sosial merupakan kemampuan yang dimiliki individu untuk bereaksi secara efektif dalam kehidupan, situasi dan relasi sosial sehingga kriteria dalam kehidupan sosial dapat terpenuhi. Untuk mencapai penyesuaian sosial yang baik, siswa membutuhkan dukungan dari lingkungan, baik berupa dorongan semangat, perhatian, penghargaan, bantuan dan kasih sayang. Dari wawancara yang dilakukan dengan subjek penelitian, maka ditemukan bahwa siswa program olimpiade memiliki permasalahan terkait penyesuaian sosial yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) gambaran dukungan sosial siswa program olimpiade MTSN 1 Malang (2) gambaran penyesuaian sosial siswa program olimpiade MTSN 1 Malang (3) gambaran pengaruh dukungan sosial terhadap penyesuaian sosial siswa program olimpiade MTSN 1 Malang. Penelitian ini dilakukan di MTSN 1 Malang dengan jenis penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan analisis statistik regresi sederhana. Subjek yang dijadikan sampel penelitian diambil dari siswa program olimpiade yang berjumlah 30 orang menggunakan teknik purposive dan incidental sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala dukungan sosial dan penyesuaian sosial dengan menggunakan model penskalaan Likert. Uji validitas skala dukungan sosial dan penyesuaian sosial menggunakan korelasi pearson product moment yang masing-masing memperoleh 45 aitem valid dan 40 aitem valid. Uji reliabilitas menggunakan alpha cronbach yang memperoleh tingkat reliabilitas skala dukungan sosial 0,923 dan skala penyesuaian sosial 0,912. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sebagian besar siswa program olimpiade MTSN 1 Malang memiliki dukungan sosial yang rendah, (2) sebagian besar siswa program olimpiade MTSN 1 Malang memiliki penyesuaian sosial yang rendah, (3) ada pengaruh yang signifikan dukungan sosial terhadap penyesuaian sosial pada siswa program olimpiade MTSN 1 Malang (F(1,28) = 24,742 , R2= 0,469,
PENGARUH SELF ESTEEM TERHADAP ORIENTASI MASA DEPAN BIDANG PEKERJAAN PADA SISWA KELAS X JURUSAN PERSIAPAN GRAFIKA SMK NEGERI 4 MALANG
ABSTRAK Fenanda, A. 2018. Pengaruh Self Esteem Terhadap Orientasi Masa Depan Bidang Pekerjaan Pada Siswa Kelas X Jurusan Persiapan Grafika SMKN 4 Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Nur Eva, S.Psi, M.Psi dan Pembimbing (II) Drs. Mohammad Bisri, M.Si. Kata Kunci : Self Esteem, Orientasi Masa Depan Bidang Pekerjaan, Remaja. Tugas perkembangan usia remaja salah satunya adalah mempersiapkan masa depannya atau yang biasa disebut orientasi masa depan. Dalam penelitian ini berfokus pada orientasi masa depan bidang pekerjaan. Salah satu faktor internal yang dapat mempengaruhi terbentuknya orientasi masa depan adalah self esteem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui gambaran dari self esteem pada siswa kelas X jurusan persiapan grafika SMKN 4 Malang (2) mengetahui gambaran orientasi masa depan bidang pekerjaan pada siswa kelas X jurusan persiapan grafika SMKN 4 Malang (3) mengetahui adanya pengaruh dan seberapa besar pengaruh self esteem terhadap orientasi masa depan bidang pekerjaan pada siswa kelas X jurusan persiapan grafika SMKN 4 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional sebab akibat atau kasuatif. Korelasi ini juga dapat disebut penelitian pengaruh. Studi dalam penelitian ini berada di SMK Negeri 4 Malang, sehingga sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X jurusan persiapan grafika SMK Negeri 4 Malang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sampling. Uji coba instrumen dilakukan oleh 35 siswa kelas X dalam satu kelas. Instrumen yang digunakan adalah skala self esteem yang di adaptasi dari SLCS (Self Liking-Self Competence Scale) oleh Tafarodi & Swann sebanyak 20 aitem dan tersisa 15 aitem yang valid dengan rentang validitas 0,328 sampai 0,702 dan nilai reliabilitas sebesar 0,938. Skala orientasi masa depan bidang pekerjaan mengacu pada teori Nurmi dari total 92 aitem menjadi 27 aitem valid dengan rentang validitas 0,434 sampai 0,718 dan nilai reliabilitas sebesar 0,780. Subjek dalam penelitian ini sejumlah 58 siswa kelas X jurusan persiapan grafika SMKN 4 Malang. Pengambilan data di ambil dari 7 kelas yang masing-masing kelas di ambil 8 – 9 siswa secara random. Hasil penelitian ini didapat dengan menggunakan analisis simple linear regression pada uji hipotesisnya. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa adanya pengaruh self esteem terhadap orientasi masa depan bidang pekerjaan sebesar 0,298 (R² = 0,298) atau dapat disimpulkan memberi sumbangan efektif sebesar 29,8% dipengaruhi oleh self esteem dan 70,2% sisanya dipengaruhi oleh fakor-faktor lain di luar penelitian. Saran untuk siswa kelas X jurusan persiapan grafika SMK Negeri 4 Malang diharapkan untuk terus menggali kemampuan dan kompetensi yang dimiliki agar lebih mudah memilih pekerjaan sesuai dengan minat dan tujuan. Bagi orang tua siswa/wali murid diharapkan untuk memberi affection support dan guidance support bagi para siswa. Lalu saran untuk pihak sekolah diharapkan untuk membuat program bimbingan karir bagi anak didiknya
Penerapan Media Dakon Sejarah untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Sejarah di Kelas X IPA 2 MAN 2 Malang
ABSTRAK Hamid,Abdul. 2018. Penerapan Media Dakon Sejarah untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran Sejarah di Kelas X IPA 2 MAN 2 Malang .Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed, (II) Aji Bagus Priyambodo, S.Psi, M.Psi. Kata kunci: media dakon sejarah, meningkatkan motivasi belajar siswa. Di masa kini pelajaran sejarah kurang mendapat perhatian yang baik di kalangan siswa. Hal ini terlihat dari rendahnya motivasi belajar siswa ketika mengikuti pelajaran sejarah. Rendahnya motivasi belajar tersebut juga terjadi pada kelas X IPA 2 MAN 2 Malang. Berdasarkan data dari observasi pada 17-20 April 2018 diperoleh fakta bahwa motivasi belajar siswa kelas X IPA 2 sangat rendah. Hal ini terlihat dari beberapa perilaku siswa yang ditunjukkan ketika mengikuti pembelajaran sejarah di kelas. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan untuk mengatasi masalah terkait pembelajaran yang ditemui di kelas. Berdasarkan permasalahan yang ada, maka penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan media Dakon Sejarah pada siswa kelas X IPA 2 MAN 2 Malang. Prosedur penelitian ini menggunakan model Kemmis & Taggart (dalamWiriaatmadja, 2014) yang terdiri dari empat fase yaitu, perencanaan, tindakan, observasi, danrefleksi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa metode yaitu wawancara, kuesioner, observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Data pada penelitian ini diperoleh dari proses identifikasi masalah, ketika proses tindakan berlangsung, dan setelah tindakan dilakukan. Sumber data diperoleh dari 25 siswa kelas X IPA 2 MAN 2 Malang, guru mata pelajaran sejarah, dan guru wali kelas. Proses analisis data dilakukan dengan teknik analisis data model interaktif menurut Miles & Huberman (dalamHerdiansyah, 2015) yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, display data, kemudian kesimpulan/verifikasi. Untuk menguji keabsahan datanya dilakukan triangulasi perspektif dan triangulasi teknik. Peningkatan motivasi belajar siswa dapat diketahui dengan terpenuhinya semua aspek motivasi belajar yang dikemukakan oleh Maslow dengan teori kebutuhan dasar yang harus terpenuhi dalam belajar dan pendapat yang dikemukakan Slavin (dalam Hanurawan, 2016) dengan motivasi internal dan motivasi eksternal dalam proses belajar. Pada saat penelitian tindakan dengan satu siklus (tiga kali pertemuan) dilakukan, beberapa indikator dari aspek motivasi belajar yang semula tidak terpenuhi menjadi terpenuhi. Kemudian peningkatan motivasi belajar siswa juga diperkuat engan data yang peneliti perolehs etelah tindakan dilakukan yaitu data hasil kuesioner dan hasil nilai belajar materi sejarah siswa antara sebelum dan sesudah tindakan yang mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan media Dakon Sejarah dalam pembelajaran sejarah dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X IPA 2 MAN 2 Malang. Hamid, Abdul. 2018. The application of Dakon History Media to Improve Students’ Learning Motivation in the History Literature of X IPA 2 MAN 2 Malang. Skripsi, the department of Psychology, the Faculty of Psychology and the University of Malang, Counselor: (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M. Si, M. Ed, (II) AjiBagusPriyambodo, S. Psi, M. Psi. Keywords: The historical Dakon media, Improving the students’ motivation In this time, history lessons have received less attention among students. This can be seen from the low learning motivation of students when taking history lessons. The low motivation of the event also occurs in the X IPA 2 MAN 2 Malang class. Based on the observation data on April 17-20, 2018, there was a very low level of motivation for students in X IPA 2. This can be seen from some of the students' behaviors that are shown when following history learning in class
Perbedaan Kecemasan Menghadapi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Ditinjau dari Keikutsertaan dalam Bimbingan Belajar
ABSTRAK Kecemasan menghadapi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) adalah kekhawatiran berlebihan dan berlangsung lama terhadap sesuatu yang buruk sehingga membuat individu sulit berkonsentrasi saat belajar atau saat mengerjakan ujian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecemasan peserta dalam menghadapi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) ditinjau dari keikutsertaan dalam bimbingan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitaif dengan rancangan deskriptif komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta SBMPTN dengan jumlah 100 orang. Subjek pada penelitian ini berjumlah 30 oarng yang diperoleh dengan teknik incidental sampling, teknik tersebut termasuk dalam jenis non-probability sampling. Pengambilan data penelitian ini menggunakan uji coba terpakai di mana data yang diperoleh digunakan untuk data uji coba dan menguji hipotesis penelitian. Instrumen yang digunakan adalah skala kecemasan menghadapi SBMPTN sebanyak 61 aitem valid dengan reliabilitas 0,914. Teknik analisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil perhitungan menunjukkan signifikansi 0,031 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan kecemasan peserta dalam menghadapi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) ditinjau dari keikutsertaan dalam bimbingan belajar. Peserta SBMPTN yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu peserta SBMPTN yang mengikuti bimbingan belajar dan peserta SBMPTN yang tidak mengikuti bimbingan belajar memiliki tingkat kecemasan yang berbeda. Kecemasan peserta SBMPTN yang tidak mengikuti bimbingan belajar lebih tinggi dari pada peserta SBMPTN yang mengikuti bimbingan belajar. Bagi peserta SBMPTN yang tidak mengikuti bimbingan belajar disarankan untuk menambah waktu belajar atau mengikuti program bimbingan belajar dan bagi peserta SBMPTN yang telah mengikuti program bimbingan belajar agar dapat mempertahankan diri sehingga tidak mengalami pengingkatan kecemasan
Fanatisme sebagai Prediktor Imitasi pada Mahasiswa Penggemar Artis Korean Pop di Universitas Negeri Malang
RINGKASAN Audina, Sofia Kun. 2018. Fanatisme sebagai Prediktor Imitasi pada Mahasiswa Penggemar Korean Pop di Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hetti Rahmawati, S.Psi., M.Si., (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: fanatisme, perilaku imitasi, penggemar Korean Pop Maraknya fenomena budaya dari Korea Selatan yang terjadi di Indonesia beberapa tahun terakhir ini menyebabkan mempengaruhi kehidupan masyarakat. Salah satu budaya atau fenomena yang terjadi adalah Korean Pop. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana fanatisme dan imitasi pada mahasiswa penggemar Korean Pop di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi fanatisme pada mahasiswa penggemar Korean Pop, mengetahui deskripsi imitasi pada mahasiswa penggemar Korean Pop, serta untuk mengetahui fanatisme sebagai prediktor imitasi pada mahasiswa penggemar Korean Pop di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan prediktif. Responden yang terlibat dengan dalam penelitian ini berjumlah 130 mahasiswa Universitas Negeri Malang yang merupakan penggemar dari Korean Pop. Pengukuran skala fanatisme dan imitasi dilakukan dengan menggunakan skala yang disusun oleh peneliti berdasarkan teori Goddard (2010), dan teori Gerungan (2010). Dalam menguji hipotesis dalam penelitian ini, dilakukan dengan teknik analisis regresi linier sederhana untuk memprediksi dua variabel yaitu antara fanatisme dan imitasi pada mahasiswa penggemar Korean Pop di Universitas Negeri Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 90 orang atau 69,2% memiliki fanatisme dalam kategori sedang dan terdapat 87 orang atau 66,9% dari sampel penelitian termasuk dalam kategori sedang pada perilaku imitasi. Hasil perhitungan diketahui terdapat hubungan positif yang signifikan antara fanatisme dengan imitasi dengan nilai determinasi 0,692 dan R square 0,479. Hal ini menunjukkan adanya fanatisme berkontribusi memunculkan imitasi pada mahasiswa penggemar Korean Pop di Universitas Negeri Malang. Hal ini menunjukkan adanya fanatisme berkontribusi memunculkan imitasi pada mahasiswa penggemar Korean Pop di Universitas Negeri Malang. Hasil dari penelitian (1) fanatisme mahasiswa Universitas Negeri Malang pada artis Korean Pop berada di kategori sedang, (2) imitasi mahasiswa Universitas Negeri Malang pada artis Korean Pop berada di kategori sedang, (3) fanatisme berkontribusi memunculkan perilaku imitasi terhadap artis Korean Pop pada mahasiswa Universitas Negeri Malang
Hubungan Status Sosial Ekonomi Dan Subjective Well Being Ibu Penderita Skizofrenia
RINGKASAN Farida. 2018. Hubungan Status Sosial Ekonomi Dan Subjective Well Being Ibu Penderita Skizofrenia. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Nur Eva.,M.Psi (II) Diantini Ida Viatrie., S.Psi.,M.Si. Kata Kunci: Status Sosial Ekonomi,Subjective Well Being, Skizofrenia. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat adanya hubungan status sosial ekonomi dan subjective well being Ibu penderita skizofrenia. Status sosial ekonomi adalah kedudukan atau tempat seseorang dalam masyarakatnya dilihat dari tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan jenis pekerjaan. Sedangkan subjective well being adalah evaluasi individu mengenai kualitas hidupnya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif deskriptif dengan model korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu yang memiliki anak skizofrenia yang dirawat di Poli Kesehatan Jiwa RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Teknik pengambilan sampel mengunakan purposive sampling. Terdapat dua instrumen yang digunakan, yakni kuesioner status sosial ekonomi dan skala subjective well being. Analisis data mengunakan deskriptif dan analisis korelasional. Berdasarkan hasil analisis deskriptif didapatkan kesimpulan bahwa 24 subjek memiliki status sosial ekonomi rendah, dan 22 subjek memiliki subjective well being yang rendah. Selain itu terdapat 16 subjek yang memiliki status sosial ekonomi yang tinggi dan 18 subjek memiliki subjective well being tinggi. Hasil analisis korelasional menunjukkan bahwa terdapat nilai korelasi sebesar 0,314 menujukkan adanya korelasi antara variabel status sosial ekonomi dan subjective well being. Maka, disimpulkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara Status Sosial Ekonomi Dan Subjective Well Being Pada Ibu Penderita Skizofrenia.
PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA REHABILITAN PSIKOTIK DI UPT REHABILITASI SOSIAL BINA LARAS PASURUAN
ABSTRAK Prameswari, Anggun. 2018. Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan pada Rehabilitan Psikotik di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Pasuruan. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hetti Rahmawati, S.Psi., M.Si, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si. Kata kunci : relaksasi otot progresif, kecemasan rehabilitan psikotik Rehabilitan psikotik adalah individu yang mengalami gangguan jiwa yang ditandai dengan ketidakmampuan dalam menilai kenyataan namun sedang dalam masa pemulihan dalam pusat rehabilitasi. Rehabilitan psikotik mengalami perilaku menarik diri, terisolasi, sulit tidur, gangguan pada otot dan kecemasan. Relaksasi adalah upaya untuk menghilangkan suatu tekanan sehingga tubuh merasakan kenyamanan. Relaksasi otot progresif merupakan usaha yang dilakukan untuk mencapai keadaan rileks dengan cara mengurangi atau menghilangkan kontraksi otot untuk mencapai keadaan yang tenang dan nyaman. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen dengan desain pre-test post-test with control group design. Instrumen perlakuan berupa modul relaksasi otot progresif dan instrumen pengukuran berupa skala kecemasan yang telah dimodifikasi dari HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) . Subjek berasal dari keseluruhan populasi rehabilitan psikotik sebanyak 120 rehabilitan dan digunakan random sampling pada rehabilitan di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Pasuruan, subjek dalam penelitian ini sebanyak 30 orang yang dibagi secara acak sebagai kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, kemudian dilakukan pengumpulan data menggunakan skala kecemasan. Skala kecemasan terdiri dari 54 aitem yang telah tervalidasi menggunakan validitas konstruk korelasi aitem total dan reliabilitas Cronbach’s Alpha dengan rentang nilai korelasi antara 0,363 – 0,789 sedangkan reliabilitas sebesar 0,956.. Dalam uji asumsi analisis dilakukan dengan menggunakan uji normalitas Kolmogrov-Smirnov pada hasil skor kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Didapatkan hasil pada kelompok eksperimen p value sebesar 0,200 dan kelompok kontrol sebesar 0,122 lebih dari 0,05 yang berarti data tersebut berdistribusi normal. Dalam melakukan uji homogenitas didapatkan hasil 0,851 yang berarti varian yang digunakan bersifat homogen.. Uji regresi linier sederhana dilakukan untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent didapatkan hasil nilai R sebesar 0,491 yang menunjukan pengaruh kedua variabel penelitian berada pada kategori cukup, dengan nilai R square yang menunjukan pengaruh kontirbusi variabel independent sebesar 24.2% pada variabel dependent. Uji nilai signifikansi emnggunakan Anova menunjukan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,006 yang berarti ada pengaruh signifikan relaksasi otot progresif terhadap penurunan tingkat kecemasan pada rehabilitan psikotik di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Pasuruan
Religiusitas Sebagai Prediktor Pemaafan pada Perempuan Korban Kekerasan Perempuan di Kabupaten Jember
ABSTRAK Kata Kunci: pemaafan, perempuan koraban kekerasan, religiusitas. Stress, benci, marah, rasa dendam merupakan salah satu dampak dari tidak pemaaf. Pemaafan pada perempuan korban kekerasan disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya religiusitas. Penelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui tingkat religiusitas (2) Mengetahui tingkat pemaafan (3) Religiusitas merupakan prediktor pemaafan pada perempuan korban kekerasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif kausalitas. Populasi penelitian berjumlah 58 orang dengan sampel sebanyak 30 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan karakteristik yaitu tinggal di Kabupaten Jember, pelaku kekerasan yaitu orang terdekat, dilukai secara fisik. Istrumen yang digunakan berupa skala religiusitas dan skala pemaafan. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan analisis regresi sederhana yang digunakan untuk mengetahui apakah religiusitas sebagai prediktor pemaafan atau tidak pada perempuan korban kekerasan. Hasil analisis diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: (1) Sebagian besar religiusitas pada perempuan korban kekerasan di Kabupaten Jember berada pada ketegori rendah; (2) Sebagian besar pemaafan pada perempuan korban kekerasan di Kabupaten Jember berada pada kategori rendah (3) Religiusitas merupakan prediktor pemaafan pada perempuan korban kekerasan di Kabupaten Jember, (R = 379, R square 0,158%, sig. 0,030 < 0,05). Hasil penelitian ini disarankan agar paara perempuan korban kekerasan menambah wawasan yang berhubungan dengan religiusitas, karena religiusitas memberikan pengaruh pada pemaafan seseorang. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan untuk mengkaji lebih lanjut apakah variabel lain seperti empati, kemarahan, kedekatan hubungan dengan transgressor, reaksi transgressor ataupun permintaan maaf juga menjadi prediktor pemaafan perempuan korban kekerasan
Hubungan Antara Konsep Diri Dan Gaya Hidup Hedonisme Pada Konsumen Mahasiswa Di Warunk Upnormal Surabaya.
RINGKASAN Sa’diyah, Sitti Halimatus. 2018. Hubungan Antara Konsep Diri Dan Gaya Hidup Hedonisme Pada Konsumen Mahasiswa Di Warunk Upnormal Surabaya. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed, (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.Psi Kata Kunci: Konsep Diri, Gaya Hidup Hedonisme, Konsumen Mahasiswa Gaya hidup hedonisme adalah pola hidup seseorang yang aktivitasnya mencari kesenangan hidup, bagaimana cara sesorang tersebut menggunakan uangnya, dan memanfaatkan waktu yang dimilikinya. Salah satu faktor yang mempengaruhi gaya hidup hedonisme adalah konsep diri. Konsep diri merupakan bagaimana cara seseorang memandang dirinya sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang: (1) konsep diri konsumen mahasiswa di Warunk Upnormal Surabaya, (2) gaya hidup hedonisme konsumen mahasiswa di Warunk Upnormal Surabaya (3) hubungan antara konsep diri dan gaya hidup hedonisme konsumen mahasiswa di Warunk Upnormal Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 30 konsumen mahasiswa di Warunk Upnormal Surabaya dengan menggunakan teknik incidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala konsep diri sebanyak 27 aitem dengan reliabilitas 0,875 dan skala gaya hidup hedonisme sebanyak 30 aitem dengan reliabilitas 0,917. Uji hipotesis menggunakan teknik analisis statistik korelasi Formula Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sebagian besar konsumen mahasiswa di Warunk Upnormal Surabaya memiliki konsep diri yang rendah, (2) Sebagian besar konsumen mahasiswa di Warunk Upnormal Surabaya memiliki gaya hidup hedonisme yang tinggi, (3) Terdapat hubungan negatif antara konsep diri dan gaya hidup hedonisme pada konsumen mahasiswa di Warunk Upnormal Surabaya. Saran yang diberikan dari penelitian ini adalah (1) Untuk konsumen mahasiswa yang memiliki konsep diri rendah diharapkan dapat meningkatkan dan mempertahankan konsep dirinya agar tidak terpengaruh oleh faktor-faktor eksternal (lingkungan) sehingga tidak memiliki gaya hidup hedonisme (2) Untuk perusahaan diharapkan mampu mempertahankan kualitas pelayanan yang baik terhadap konsumen dan selalu menjaga kebersihan Warunk Upnormal (3) Peneliti Selanjutnya disarankan untuk dapat mengembangkan penelitian dengan melihat variabel lain yang dapat mempengaruhi gaya hidup hedonisme. Sehingga dapat menghasilkan penelitian yang lebih baik lagi