Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
    783 research outputs found

    Health Belief Model (HBM) pada Pasien Tuberculosis (TB)

    No full text
    ABSTRAK Rahmadini, Shabrina. 2018. Health Belief Model (HBM) pada Pasien Tuberculosis (TB). Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Dr. Tutut Chusniyah, M.Si., (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi.Kata kunci: Health Belief Model, TuberculosisTuberculosis (TB) adalah penyakit yang menyebabkan kematian dan bahkan menempati urutan 10 teratas sebagai penyakit paling mematikan menurut World Health Organization (WHO). Jawa Timur menempati urutan kedua dalam jumlah terbanyak penemuan kasus TB. Penggunaan Health Belief Model (HBM) mampu menilai keyakinan kesehatan seorang penderita tuberculosis. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana health belief model (HBM) pada pasien tuberculosis, yaitu dengan cara mengetahui bagaimana keyakinan terhadap kerentanan, keparahan, manfaat dan hambatan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian kualitatif generik. Subjek pada penelitian ini adalah lima pasien tuberculosis di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kualitatif, observasi dan dokumen. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data serta verifikasi dan pengecekan keabsahan data menggunakan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas serta konfirmabilitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita TB memiliki keyakinan yang baik dalam hal keparahan, kerentanan, manfaat dan halangan penyakit TB. Penderita mendapatkan cukup informasi mengenai penyakit TB melalui petugas kesehatan. Penderita tidak menghentikan pengobatan meskipun mengalami efek samping pengobatan. Penderita merasa mendapatkan lebih banyak manfaat dengan menuntaskan pengobatan. Penderita mendapatkan dukungan baik sosial maupun ekonomi. Disarankan untuk penderita TB agar bersikap kooperatif terhadap pengobatan demi mencapai kesembuhan. Serta bagi petugas kesehatan untuk dapat terus membimbing pasien TB dengan baik. Sedangkan bagi peneliti lainnya dapat mengembangkan model penelitian yang lebih praktisional. Saat ini beberapa dari partisipan telah selesai menjalani pengobatan. Fakta tersebut mengikuti hasil baik yang didapatkan setelah peneliti menilai HBM penderita TB. Dengan HBM yang baik, maka sikap dan perilaku kesehatan dapat diprediksi

    Hubungan Status Sosial Ekonomi Dan Subjective Well Being Ibu Penderita Skizofrenia

    No full text
    RINGKASAN Farida. 2018. Hubungan Status Sosial Ekonomi Dan Subjective Well Being Ibu Penderita Skizofrenia. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Nur Eva.,M.Psi (II) Diantini Ida Viatrie., S.Psi.,M.Si.   Kata Kunci: Status Sosial Ekonomi,Subjective Well Being, Skizofrenia.   Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat adanya hubungan status sosial ekonomi dan subjective well being Ibu penderita skizofrenia. Status sosial ekonomi adalah kedudukan atau tempat seseorang dalam masyarakatnya dilihat dari tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan jenis pekerjaan. Sedangkan subjective well being adalah evaluasi individu mengenai kualitas hidupnya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif deskriptif dengan model korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu yang memiliki anak skizofrenia yang dirawat di Poli Kesehatan Jiwa RSJ. Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang. Teknik pengambilan sampel mengunakan purposive sampling. Terdapat dua instrumen yang digunakan, yakni kuesioner status sosial ekonomi dan skala subjective well being. Analisis data mengunakan deskriptif dan analisis korelasional. Berdasarkan hasil analisis deskriptif didapatkan kesimpulan bahwa 24 subjek memiliki status sosial ekonomi rendah, dan 22 subjek memiliki subjective well being yang rendah. Selain itu terdapat 16 subjek yang memiliki status sosial ekonomi yang tinggi dan 18 subjek memiliki subjective well being tinggi. Hasil analisis korelasional menunjukkan bahwa terdapat nilai korelasi sebesar 0,314 menujukkan adanya korelasi antara variabel status sosial ekonomi dan subjective well being. Maka, disimpulkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara Status Sosial Ekonomi Dan Subjective Well Being Pada Ibu Penderita Skizofrenia.  

    PERBEDAAN MOTIVASI BERMAIN GAME ONLINE DITINJAU DARI JENIS KELAMIN PADA REMAJA DI KOMUNITAS GARUDA E-SPORTS

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini dilandasi dengan isu game online banyak menyita perhatianremaja di Indonesia. Berdasarkan data Kominfotahun 2016, pemain game online di Indonesia lebih dari 13 juta orang. Jumlah ini terus meningkat setiap tahun. Dengan semakin mudahnya mengakses game online membuat remaja memilih bentuk rekreasi yang lebih baru dan mudah untuk dilakukan. Motivasi bermain game online pada setiap individu berbeda. Motivasi bermain game online mununjukkan dorongan atau pun alasan yang membuat remaja untuk bermain game online. Laki-laki bermain game online karena menyukai tantangan, sementara perempuan untuk mencari teman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara empiris perbedaan motivasi bermain game online antara remaja laki-laki dan perempuan di Komunitas Garuda E-Sport. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif komparatif. Populasi dari penelitian ini adalah anggota dari Komunitas Garuda E-Sport dengan jumlah sampel 87orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Menggunakan instrumen penelitian berupa skala Motivasi Game Online dengan reliabilitas 0,932, reliabilitas tersebut diperoleh dari jumlah aitem valid sebesar 29 aitem untuk skala Motivasi Bermain Game Online. Pengambilan data dilakukan dengan cara penyebaran instrument skala motivasi bermain game online menggunakan Google Drive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam motivasi bermain game online  antara remaja laki-laki dan perempuan dalam Komunitas Garuda E-Sport. Angka perbedaan didapatkan sebesar0,978. Hasil yang diperoleh lebih besar dari 0,05  (p>0,05), maka disimpulkan bahwa H0 diterima. Saran yang diberikan dari penelitian ini pada anggota komunitas Garuda E-Sports adalah diharapkan individu bermain game online hanya untuk menghabiskan waktu luang saja dan tetap mengutamakan tugas utama dalam kehidupan sehari-hari. Untuk penelitian selanjutnya dapat mengembangkan alat ukur untuk motivasi bermain game online dengan variabel dan sampel yang lebih beragam

    penerapan

    No full text
    RINGKASAN

    Hubungan Konformitas dengan Keterikatan Kerja Pegawai Desa Kecamatan Turen

    No full text
    ABSTRAK   Yahya, Thoriq. 2018. Hubungan Konformitas dengan Keterikatan Kerja Pada Pegawai Desa di Kecamatan Turen. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Fattah Hidayat, S.Psi, M.Si, (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi, M.Psi.   Kata kunci: konformitas, keterikatan kerja, pegawai desa Pegawai desa di Kecamatan Turen kerap tidak ada di lokasi kerja pada saat jam kerja sedang berlangsung. Ketiadaan pegawai desa di tempat kerja ini berdampak pada masyarakat desa dan organisasi itu sendiri. Hal ini terjadi karena tingkat keterikatan kerja yang terdapat pada pegawai desa berhubungan dengan konformitas yang dilakukan oleh pegawai desa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan keterikatan kerja yang terjadi pada pegawai desa di Kecamatan Turen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan dekripsi dan korelational, dengan populasi sebanyak 159 pegawai desa. Subjek penelitian dipilih menggunakan metode cluster sampling dengan jumlah subjek sebanyak 45 pegawai desa di Kecamatan Turen. Pengumpulan data menggunakan skala konformitas dengan reliabilitas 0,768 dan skala keterikatan kerja dengan reliabilitas 0,781. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebanyak 53%  pegawai desa di Kecamatan Turen memiliki tingkat konformitas yang tinggi dan 51 % pegawai desa di Kecamatan Turen memiliki tingkat keterikatan kerja yang tinggi. Hasil uji korelasi konformitas dengan keterikatan kerja pada pegawai desa di Kecamatan Turen menunjukan signifikansi sebesar 0,05 (

    Algoritma Branch and Bound untuk Travelling Salesman Problem with Interval Data

    No full text
    ABSTRAK   Travelling Salesman Problem with interval datamerupakan suatu permasalahan pencarian sikel Hamilton dengan bobot minimum dimana graph yang digunakan untuk merepresentasikan permasalahan mempunyai bobot yang berupa suatu interval  dengan  untuk semua  anggota himpunan titik pada Graph.  Algoritma Branch and Bound adalah salah satu algoritma yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan Travelling Salesman Problem dengan data interval. Dalam algoritma ini juga dibutuhkan algoritma tambahan seperti Nearest Neighbour Heuristic dan Cheapest Insertion Heuristic. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji ulang penyelesaian Travelling Salesman Problem dengan data interval data dengan menggunakan Algoritma Branch and Bound serta mengkaji dan menganalisis penggunaan algoritma tambahan, yaitu Neighbour Heuristic dan Cheapest Insertion Heuristic untuk mencaritour terpendek di Skenario  yang melewati semua titik di Skenario  dan kembali ke titik awal dimana Skenario  didefinisikan dengan skenario yang semua bobot sisinya merupakanbatas atas dari interval  dan tour terpendek di Skenario  yang melewati semua titik di Skenario  dan kembali ke titik awal dimana Skenario  didefinisikan dengan skenario yang semua bobot sisi yang dilarangnya merupakan batas bawah dari interval , dan bobot sisi lainnya adalah batas atas. dalam Algoritma Branch and Bound. Dalam perbandingan penggunaannya dapat diketahui bahwa penggunaan NearestNeighbour Heuristic dalam Algoritma Branch and Bound menghasilkan hasil yang lebih minimum dibandingkan Cheapest Insertion Heuristic

    Pengaruh Permainan Tradisional Adang-adangan dalam Meningkatkan Perilaku Prososial Anak Usia 5-6 Tahun

    No full text
    ABSTRAK   Usia 5-6 tahun anak sudah dapat bereaksi terhadap kesusahan yang dihadapi teman. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan perilaku prososial anak setelah diberikan permainan tradisional adang-adangan di TK Aisyiyah Bustanul Athfhal 24. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian eksperimen quasi dengan menggunakan desain penelitian one group pretest - postest design. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 16 siswa yang memiliki rentang usia 5-6 tahun berada dikelompok B1. Instrumen dalam penelitian ini adalah dalam penelitian ini berupa panduan observasi perilaku prososial. Teknik analisis data menggunakan jenis nonparametrik dengan uji beda wilcoxon sign rank test , kemudian effect size untuk melihat seberapa besar pengaruh permainan tradisional adang-adangan. Hasil yang diperoleh dari rata-rata perilaku sebelum 6,50 dan rata-rata perilaku sesudah 9,56. Dan effect size diperoleh angka sebesar 0,975 dengan presentase sebesar 97%. Angka tersebut masuk dalam kategori efek besar. Hasil uji beda dengan wilxocon sing rank test menunjukkan Zhitung 3,526 dengan (p-value)= 0,000 < 0,05,berdasarkan uji beda statistika ada perbedaan peningkatan perilaku sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Sehingga dapat disimpulkan berdasarkan persentase effect size 97% dan Zhitung sebesar 3,526 dengan p-value 0,000 < 0,05 maka ada perbedaan perilaku prososial anak sebelum dan sesudah diberi perlakuan, dan permainan tradisional adang-adangan berpengaruh dalam meningkatkan perilaku prososial anak usia 5-6 tahun . Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada peneliti selanjutnya, 1) Penambahan subjek perlu dilakukan agar bisa menggunakan teknik statistik parametrik. 2) Ketersediaan tempat dan fasilitas perlu diperhatikan agar proses eksperimen bisa berjalan dengan maksimal. Dan untuk guru 1) Agar guru menggunakan metode permainan tradisional untuk meningkatkan perilaku prososial anak

    HUBUNGAN ANTARA RESOLUSI KONFLIK DAN KESIAPAN MENIKAH PADA USIA DEWASA MUDA DI KABUPATEN PASURUAN

    No full text
    ABSTRAK   Anita, Wahyu. 2018. Hubungan Antara Resolusi Konflik dan Kesiapan Menikah Pada Usia Dewasa Muda di Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hetti Rahmawati, S.Psi., M.Si, Pembimbing (II) Drs. H. Mohammad Bisri, M.Si.   Kata Kunci: resolusi konflik, kesiapan menikah, usia dewasa muda Tugas perkembangan pada usia dewasa muda salah satunya adalah membina rumah tangga atau menjalin sebuah pernikahan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesiapan menikah adalah resolusi konflik. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara resolusi konflik dan kesiapan menikah pada usia dewasa muda di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 orang usia dewasa muda di wilayah Kabupaten Pasuruan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala resolusi konflik dan skala kesiapan menikah, dengan reliabilitas 0,854 dan 0,908. Uji hipotesis dilakukan dengan analisis product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia dewasa muda di Kabupaten Pasuruan memiliki kesiapan menikah dalam kategori sedang 75% dan mendapat resolusi konflik dalam kategori sedang 71,7%. Terdapat hubungan positif antara resolusi konflik dan kesiapan menikah, dengan nilai rxy= 0,314, p-value = 0,015 ( p < 0,05 ). Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah bagi subjek peneltian, diharapkan dapat mengikuti bimbingan pranikah untuk mencapai pernikahan yang sukses dan bahagia dan juga diharapkan dapat memaksimalkan layanan bimbingan pranikah yang telah disediakan oleh lembaga-lembaga penyelenggara layanan bimbingan pranikah. Bagi Instansi terkait pernikahan diharapkan lebih mengutamakan layanan bimbingan pranikah karena untuk mengurangi tingkat perceraian yang disebabkan oleh kurangnya kesiapan menikah. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk memperluas subjek penelitian karena dalam penelitian ini terbatas pada usia 20-30 tahun dan hanya pada wilayah kabupaten Pasuruan, untuk selanjutnya sebaiknya peneliti lebih memperluas wilayah pengambilan data sehingga dapat mewakili lebih banyak populasi

    Hubungan antara Konsep Diri dengan Loyalitas Konsumen Iphone pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politi Universitas Brawijaya

    No full text
    RINGKASANSalah satu dari berbagai jenis dan merek yang banyak disukai pada era globalisasi ini adalah merek Apple.Apple menciptakan beberapa produk yang terdiri dari iPhone, Mac, Ipad dan Iwatch. Sesuai kebutuhan masa kini Apple berhasil menciptakan produk yang mampu menarik perhatian remaja bahkan usia dewasa. iPhone adalah jajaran smartphone yang dirancang dan dipasarkan oleh Apple Inc. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran konsep diri, gambaran loyalitas konsumen, serta apakah terdapat hubungan antara konsep diri dengan loyalitas konsumen iPhone pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya​Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan korelasional dengan sampel penelitian Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya​yang berjumlah 100 menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan untuk pengambilan data yaitu dengan Skala Konsep Diri dan Skala Loyalitas Konsumen. Uji validitas skala konsep diri diperoleh pernyataan 19 aitem valid tingkat reliabilitas 0, 856 pada Alpha Cronbach. Validitas loyalitas konsumenmenggunakan korelasi Pearson Product Moment diperoleh 39 aitem valid dengan tingkat reliabilitas 0,959pada Alpha Cronbach.​Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan teknik analisis korelasi Pearson Product Moment (1) sebagian besar memiliki konsep diri tinggi; (2) sebagian besarmemiliki loyalitas konsumen tinggi; (3) ada hubungan positif antara konsep diri dan loyalitas konsumen dengan rxy= 0,200 p=0,046 (p&lt;0,05). ​Berdasarkan fakta-fakta empirik diatas maka diputuskan Ho ditolak.&nbsp;​Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) Bagi mahasiswa menambah kesadaran tentang konsep diri. (2) Bagi perusahaan Apple untuk terus menjaga mutu dan kualitas iPhone. Konsep diri yang tinggi akan membuat konsumen ingin membentuk diri sebaik mungkin sehingga apabila mutu dari iPhone dapat terjaga dan lebih baik akan menambah loyalitas konsumen terhadap iPhone (3)Bagi peneliti yang ingin melanjutkan atau melakukan penelitian kembali mengenai konsep diri terhadap loyalitas konsumen disarankan untuk lebih memperluas populasi penelitiandan juga menambahkan varianel brand love, brand imag dan brand trust

    HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DAN PARENTING SELF-EFFICACY PADA ORANG TUA ANAK DENGAN AUTISM SPECTRUM DISORDER DI KOTA BLITAR

    No full text
    Kata Kunci: dukungan sosial, parenting self-efficacy, orang tua anak dengan autism spectrum disorder, kota Blitar   Orangtua yang memiliki anak dengan autism spectrum disorder harus dapat melakukan pengasuhan yang sesuai untuk mengoptimalkan perkembangan anak. Pengasuhan yang sesuai didasari dengan memiliki parenting self-efficacy yang baik. Salah satu faktor yang mempengaruhi parenting self-efficacy adalah dukungan sosial. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan parenting self-efficacy pada orang tua anak dengan autism spectrum disorder di Kota Blitar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 70 orang tua anak dengan autism spectrum disorder di kota Blitar. Sampel penelitian ini sebanyak 35 orang dan diambil dengan menggunakan teknik sampel random. Instrumen yang digunakan adalah skala dukungan sosial dan skala parenting self-efficacy, dengan reliabilitas 0,846 dan 0,896. Uji hipotesis dilakukan dengan analisis product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua anak dengan autism spectrum disorder di  Kota Blitar yang memiliki parenting self-efficacy dalam kategori sedang 68,6% dan mendapat dukungan sosial dalam kategori tinggi 82,9%. Terdapat hubungan positif antara dukungan sosial dan parenting self-efficacy, dengan nilai rxy= 0,391, p-value = 0,20 ( p < 0,05 ). Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah bagi orang tua, khususnya bagi ayah, diharapkan dapat memanfaatkan dukungan sosial yang telah diberikan pihak-pihak terkait secara maksimal, sehingga dapat memiliki keyakinan diri lebih baik dalam melakukan pengasuhan terhadap anak dengan autism spectrum disorder. Bagi Pusat Layanan Autis Kota Blitar diharapkan dapat melakukan pendekatan mendalam melalui program-program khusus, seperti konseling individu dan seminar parenting untuk orang tua dengan tujuan membantu orang tua dalam menyelesaikan masalah-masalah pengasuhan anak dengan autism spectrum disorder. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian dengan memperhitungkan faktor-faktor lain seperti faktor ekonomi, gender, usia, atau faktor pekerjaan pada orang tua anak dengan autism spectrum disorder, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai parenting self-efficacy orang tua anak dengan autism spectrum disorder.

    0

    full texts

    783

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇