Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
Hubungan antara Kategori Umur, Tingkat Pendidikan dan Status Pekerjaan Ibu dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Wilayah Kerja Puskesmas Arjowinangun Kota Malang.
RINGKASAN Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dapat menentukan kelangsungan hidupnya dikemudian hari dan dapat meningkatkan angka mortalitas dan morbiditas pada bayi. Data kejadian BBLR di Kota Malang tahun 2014-2016 mengalami peningkatan, tahun 2014 terdapat sebanyak 34 bayi meningkat menjadi 39 bayi tahun 2015 dan meningkat lagi sebanyak 62 bayi tahun 2016. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan judul “Hubungan antara Kategori Umur, Tingkat Pendidikan dan Status Pekerjaan Ibu dengan Kejadian Bayi BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Arjowinangun Kota Malang”. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan kategori umur, tingkat pendidikan, status pekerjaan ibu dengan kejadian bayi BBLR. Penelitian ini menggunakan metode korelasional untuk mengetahui hubungan antara kategori umur, tingkat pendidikan, dan status pekerjaan ibu dengan kejadian bayi BBLR di wilayah kerja Puskesmas Arjowinangun Kota Malang. Subjek dalam penelitian ini yaitu sebanyak 54 dengan menggunakan instrumen penelitian bentuk dokumentasi. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada hubungan yang signifikan antara kategori umur dengan kejadian bayi BBLR yang memiliki nilai hitung 5,65 > tabel 3,841, (2) ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kejadian bayi BBLR yang memiliki nilai hitung 8,19 > tabel 5,991, (3) tidak ada hubungan yang signifikan antara status pekerjaan ibu dengan kejadian bayi (BBLR) yang memiliki nilai hitung 2,18 tabel 3,841, (2) ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kejadian bayi BBLR yang memiliki nilai hitung 8,19 > tabel 5,991, (3) tidak ada hubungan yang signifikan antara status pekerjaan ibu dengan kejadian bayi (BBLR) yang memiliki nilai hitung 2,1
Persepsi Keadilan Kompensasi Sebagai Prediktor Komitmen Organisasi Pada Karyawan PT Gasulindo Lumajang
RINGKASAN Rismala, Risa. 2018. Persepsi Keadilan Kompensasi Sebagai Prediktor Komitmen Organisasi Pada Karyawan PT Gasulindo Lumajang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed, (II) Drs. Moh. Bisri M.Si. Kata Kunci: Persepsi Keadilan Kompensasi, Komiten Organisasi Komitmen organisasi merupakan kemauan dan kesediaan karyawan untuk tetap mempertahankan keanggotaannya serta menyesuaikan diri dengan kepentingan dan tujuan organisasi. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi komitmen organisasi karyawan adalah persepsi keadilan kompensasi. Persepsi keadilan kompensasi merupakan pembentukan gambaran dan pemahaman seorang karyawan mengenai keadilan kompensasi yang diberikan perusahaan terhadap dirinya sebagai imbalan atau balas jasa dari perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang: 1) persepsi keadilan kompensasi pada karyawan PT Gasulindo Lumajang 2) komitmen organisasi pada karyawan PT Gasulindo Lumajang 3) persepsi keadilan kompensasi sebagai prediktor komitmen organisasi pada karyawan PT Gasulindo Lumajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan prediktif. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 30 karyawan karyawan PT Gasulindo Lumajang menggunakan metode sampel nonprobability dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala persepsi keadilan kompensasi sebanyak 33 aitem dengan reliabilitas 0,926 dan skala komitmen organisasi sebanyak 29 aitem dengan reliabilitas 0,930. Uji hipotesis menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan memiliki tingkat persepsi keadilan kompensasi yang rendah yaitu sebesar 66% dan tingkat komitmen organisasi yang rendah yaitu sebesar 53%. Persepsi keadilan kompensasi merupakan prediktor komitmen organisasi dengan angka regresi sebesar R= 0,506 dengan signifikansi 0,004 (
Pengaruh Bibliotherapy terhadap Kesejahteraan Psikologis Remaja Tunadaksa YPAC Malang
RINGKASANIslamiyati, Novilia Nur. 2018. Pengaruh Bibliotherapy terhadap Kesejahteraan Psikologis Remaja Tunadaksa YPAC Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Weni Utami, M.Si(2) Pravissi Shanti, S.Psi, M.Psi.Kata Kunci: bibliotherapy, kesejahteraan psikologis, remaja tunadaksaKesejahteraan psikologis remaja tunadaksa merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Pada masa ini remaja mulai membangun indetitasnya sebagai individu yang produktif di lingkungannya, membuat tujuan dalam pendidikan atau pekerjaan, mengembangkan kapasitas untuk hubungan dengan lawan jenis, dan menerima tanggung jawab sosial. Namun, hal tersebut merupakan tantangan bagi remaja tunadaksa, karena harus menghadapi berbagai permasalahan menyangkut kondisi kecatatan fisik yang dimilikinya, dan keadaannya tentu akan berbeda dengan kondisi remaja normal pada umumnya.Jumlah keterbatasan fisik atau kecacatan dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologisremaja tunadaksa, semakin banyak hambatan yang dimiliki maka akan semakin rendah kesejahteraan psikologisyang dimiliki.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bibliotherapy terhadap kesejahteraan psikologisremaja tunadaksa.Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre-experimental designs dengan model one-group pretest-posttest design. Jumlah subjek yang digunakan adalah 3 subjek siswa YPAC Kota Malang. Instrumen yang digunakan berupa skala psychological well-being sejumlah 31 aitem menggunakan tryout terpakai dan memiliki indeks reliabilitas 0,908. Selain itu juga digunakan panduan bibliotherapy sebagai acuan dalam menerapkan teknik biblliotherapy.Hasil penelitian dengan analisis uji beda non- parametrik wilcoxon signed ranks test menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) adalah 0,102 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh bibliotherapy terhadap kesejahteraan psikologis remaja tunadaksa
Hubungan antara Perceived Organizational Support dan Psychological Well Being pada Pegawai Negeri Sipil di Pemerintah Kota Batu
ABSTRAK Amortinanda, Skolastika Audita. 2017. Hubungan antara Perceived Organizational Support dan Psychological Well Being pada Pegawai Negeri Sipil di Pemerintah Kota Batu. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.E, S.Psi, M.Si, (II) Ninik Setyowati, S.Psi., M.Psi Kata Kunci: perceived organizational support, psychological well being Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perceived organizational support,dan gambaran psychological well being, serta hubungan antara perceived organizational support terhadap psychological well being Pegawai Negeri Sipil, yang dilatarbelakangi oleh masalah penerapan sistem good governance di PemerintahKota Batu. Dengan adanya penerapan kebijakan baru, menuntut para pegawai untuk melakukan perubahan budaya dan pola perilaku kerja. Akan tetapi ketidakmampuan dalam mengikuti perubahan tersebut dapat menyebabkan pegawai tidak mampu mencapai psychological well being. Untuk dapat mencapai psychological well being, dukungan sosial sangatlah dibutuhkan oleh pegawai, salah satunya dukungan organisasi. Perceived organizational support dapat membantu pegawai untuk merasa mendapat dukungan baik secara nyata maupun psikologis, dan memberikan peramalan akan well being seseorang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Sampel yang digunakan adalah 163 Pegawai Negeri Sipil yang ada di Kantor Among Tani, Pemerintah Kota Batu dengan teknik incidental sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa skala perceived organizational support berdasarkan teori Eisenberger dengan reliabilitas (α=0,928), serta 35 aitem dengan nilai validitas yang bergerak dari 0,250 hingga 0,755, dan skala psychological well being berdasarkan teori Ryff dengan reliabilitas (α=0,939) serta 53 aitem dengan nilai validitas yang bergerak dari 0,154 hingga 0,840. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji hipotesis dengan teknik korelasi Pearson product-moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perceived organizational support dan psychological well being pada Pegawai Negeri Sipil di Pemerintah Kota Batu dengan nilai r=0,582 (p=0,000 < 0,05). Hubungan ini bersifat positif. Artinya semakin tinggi perceived organizational support maka akan semakin tinggi psychological well being yang dimiliki pegawai, dan sebaliknya. Saran yang diberikan pada penelitian ini adalah 1) Bagi Pegawai Negeri Sipi l, dapat meningkatkan kepercayaan kepada organisasi, meningkatkan interaksi positif dengan rekan kerja dan atasan, serta mampu mengembangkan potensi secara optimal dan terbuka terhadap pengalaman dan perubahan pada organisasi, 2) Bagi Pemerintahan, khususnya Pemerintah Kota Batu di Kantor Among Tani dapat melakukan pelatihan dan pengembangan secara berkala, serta melakukan penilaian kerja dan melakukan kenaikan pangkat/ jabatan secara objektif, dan 3) Bagi peneliti selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam pada variabel lain yang dapat meningkatkan psychological well bein
Hubungan Penilaian Sosial dengan Penerimaan Sosial Tokoh Agama terhadap Gay di Kota Malang.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya hubungan penilaian sosial dengan penerimaan sosial tokoh agama terhadap gay di kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dan deskriptif dengan model korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tokoh agama yang tinggal di kota Malang dengan sampel sebanyak 32 orang tokoh agama dari 6 agama. Teknik pengambilan sampel menggunakan jenis non-probability sampling. Terdapat dua instrumen yang digunakan, yakni skala penilaian sosial dan penerimaan sosial. Analisis data mengunakan teknik analisis deskriptif dan analisis korelasional. Berdasarkan hasil analisis deskriptif terdapat 19 subjek yang memiliki penilaian sosial yang negatif terhadap gay dan 13 subjek memiliki penilaian sosial positif. Selain itu terdapat 12 subjek yang memiliki tingkat penerimaan sosial yang tinggi dan 20 subjek memiliki penerimaan sosial yang rendah. Hasil analisis korelasional menunjukkan bahwa terdapat nilai korelasi sebesar 0,408 yang berarti ada korelasi yang cukup kuat di antara variabel penilaian sosial dan variabel penerimaan sosial. Maka, disimpulkan ada hubungan yang positif antara penilaian sosial dengan penerimaan sosial tokoh agama terhadap gay di kota Malang. Saran dari penelitian ini diharapkan tokoh agama dapat membuka diri terhadap fenomena gay. Kata kunci : penilaian sosial, penerimaan sosial, tokoh agama, gay.
Dialektika Konflik Remaja Yang Hamil Di Luar Nikah.
ABSTRAK Kata Kunci : Dialektika, Konflik, Remaja Hamil Diluar Nikah Proses dialektika yang terjadi pada remaja yang mengalami kehamilan diluar nikah. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui bagaimana dialektika yang dialami remaja hamil diluar nikah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, model penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Dalam melakukan penelitian, alat pengumpul data yang sudah ada pada metode kualitatif adalah wawancara semi terstruktur. Sedangkan pengecekan keabsahan temuan menggunakan teknik member check. Hasil penelitian menunjukkan semua partisipan mengalami proses berpikir yang tidak mudah untuk menentukan sikap yang harus mereka lakukan. Dan proses yang paling besar ada pada diri remaja itu sendiri, dimana remaja mengalami konflik dalam dirinya sebelum memutuskan untuk mengambil sebuah keputusan. Remaja melakukan proses dialektika dalam dirinya yang berkaitan dengan hubungan sosialnya seperti orang tua, teman, dan pasangan. Penelitian ini diharapkan mampu untuk memberikan masukan kepada para orang tua untuk lebih membangun kelekatan dengan anak. Tidak memberikan tekanan pada anak agar anak tidak merasa takut. Bagi teman agar memberikan dukungan dan selalu menemani apapun keadaan temannya. Bagi pasangan agar bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan dan memberikan dukungan kepada pasangannya. Bagi psikolog agar dapat melihat proses dialektika yang terjadi pada remaja hamil diluar nikah. Tujuannya agar dapat mengambil penanganan yang tepat yang memang dibutuhkan remaja
Perbedaan Civic Engagement pada Peserta dan Non Peserta KKN Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Rachma, Doa. 2017. Perbedaan Civic Engagement pada Peserta dan Non Peserta KKN Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si., (II) Gamma Rahmita U.H., S.Psi., M.Psi. Kata kunci: civic engagement, peserta dan non peserta KKN. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan gambaran civic engagement pada mahasiswa peserta KKN, (2) menjelaskan gambaran civic engagement pada mahasiswa peserta non KKN, (3) menjelaskan perbedaan civic engagement pada peserta dan non peserta KKN mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial yang berjumlah 683 orang. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik insidental sampling menggunakan15% dari populasi sehingga sampel penelitian berjumlah 103 orang yang terdiri dari 59 mahasiswa KKN dan 44 mahasiswa non KKN. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala civic engagement. Analisis deskriptif menggunakan pengkategorian berdasarkan pada nilai T, sedangkan uji hipotesis menggunakan teknik Independent T Test dan Anova. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) civic engagement pada mahasiswa KKN dalam kategori tinggi (T = 77,231; T > 50) pada aspek aktivitas warga negara, aspek aktivitas pemilu dan aspek suara politik; (2) civic engagement pada mahasiswa non KKN dalam kategori tinggi (T = 52,239; T > 50) pada aspek aktivitas warga negara, aspek aktivitas pemilu dan aspek suara politik; (3) tidak ada perbedaan civic engagement pada mahasiswa KKN dan non KKN Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (F = 2,828; P > 0,05). Jadi P > 0,05 maka Ho diterima. Tidak ada perbedaan perbedaan civic engagement pada mahasiswa KKN dan non KKN disebabkan setiap mahasiswa memperoleh pendidikan kewarganegaraan yang sama, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial merupakan mahasiswa yang mempelajari ilmu-limu sosial dalam perkuliahan sehingga mengakibatkan civic engagement pada mahasiswa peserta KKN maupun mahasiswa yang non peserta KKN tinggi, program-program KKN yang dilaksanakan di tempat KKN tidak relevan dengan konsep civic engagement sehingga program KKN tidak efektif berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat. Bagi penelitian selanjutnya disarankan melibatkan subjek dengan karakteristik yang berbeda, mahasiswa yang lebih beragam tidak hanya dari Fakultas Ilmu Sosial tetapi juga dari fakultas lain, misalnya MIPA, Sastra, Teknik dan sebagainya. Penelitian selanjutnya juga disarankan menggunakan variabel lain untuk menjelaskan keterlibatan warga negara, seperti kompetensi, kepemimpinan, multikultural, komunitas sosial dan kesejahteraan.
Pengaruh Metode Pembelajaran Peer Tutoring Untuk MeningkatkanKecerdasan Interpersonal Pada Tutor Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Wlingi.
ABSTRAK Sari, Paramita. 2017. Pengaruh Metode Pembelajaran Peer Tutoring Untuk MeningkatkanKecerdasan Interpersonal Pada Tutor Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Wlingi.Skripsi,Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (1) Dra. Sri Weni Utami, M.Si, Psikolog. (II) Ike Dwiastuti, S.Psi.,M.Psi. Kata kunci: kecerdasan interpersonal, metode pembelajaran peer tutoring . Siswa kelas VII SMP, pada umumnya berusia 12-14 tahun. Pada usia tersebut, siswa memasuki masa perkembangan remaja. Masa remaja merupakan masa dimana seseorang lebih banyak menghabiskan waktu untuk teman-temannya, sehingga teman-teman mempengaruhi beberapa aspek perkembangan lebih banyak daripada saat kanak-kanak. Namun, siswa SMP belum optimal dalam mengembangkan kemampuan interpersonal. Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk memahami dan bekerja sama dengan orang lain. Agar siswa dapat meningkatkan kecerdasan tersebut, dapat dilatih melalui penerapan metode pembelajaran, salah satunya adalah peer tutoring. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh metode pembelajaran Peer Tutoring untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal pada tutor siswa kelas VII.Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen one group pretest post-test, subjek dalam penelitian ini berjumlah 6, dengan karakteristik diantaranya siswa SMPN 1 Wlingi kelas VII, laki-laki dan perempuan, berusia 12 sampai 13 tahun, memiliki kemampuan mata pelajaran IPS yang tinggi dan sangat tinggi, kecerdasan interpersonal yang rendah dan sangat rendah, dan berperan sebagai tutor.Subjek diberikan tes menggunakan skala kecerdasan interpersonal berjumlah 48 butir pertanyaan, lalu menerapkan treatment melalui peer tutoringberdasarkan buku panduan, kemudian diberikan tes kecerdasan interpersonal kembali untuk mengetahui perubahan kecerdasan interpersonal antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Melalui uji paired sample t-test, bertujuan untuk mengetahui perbedaan sebelum dengan sesudah pemberian treatment. Uji ini mendapatkan hasil bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000, maka lebih kecil dari ketetapan 0,05 dan diperoleh juga bahwa nilai t hitung sebesar 13,217 dan t tabel sebesar 2,093. Maka 13,217 > 2,093. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan sebelum dengan sesudah pemberian treatment berupa peningkatan skor kecerdasan interpersonal. Dapat disimpulkan, bahwa metode pembelajaran peer tutoring berpengaruh dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal siswa. Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya penerapan peer tutoring diterapkan pada jam sekolah agar menghindari adanya variabel bebas dalam hasil penelitian
Efektivitas Role Playing Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini Tk Dharma Wanita Persatuan Mangliawan Kabupaten Malang
Abstrak Subiyantini, Devi. 2017. Efektivitas Role playingUntuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak Usia DiniTk Dharma Wanita Persatuan Mangliawan Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Moh. Irtadji, M.Si, (II) Ike Dwiastuti, S.Psi, M.Psi. Kata kunci: keterampilan sosial, role playing. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas role playing untuk meningkatkanketerampilan sosial siswa khususnya pada anak usia dini. Role playingditerapkan sebagai suatu program untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa dengan bermain aktif yang menyenangkan, dengan metode role playing anak diberi kesempatan untuk mengeksplorasi apa yang ada di lingkungan sekitar anak. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan sosial siswa. Penelitian menggunakan rancangan penelitian eksperimental dengan desain randomized Pretest-Postest Control Group Design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa TK kelompok B, 20 siswa untuk kelompok eksperimen dan 20 siswa untuk kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi instrumen pengumpulan data dan instrumen perlakuan yang dikembangkan oleh peneliti sendiri. Instrumen pengumpulan data berupa instrumen observasiketerampilan sosial yang berjumlah 16 aitem dengan instrumen perlakuan berupa paketRole Playing. Teknik analisis yang digunakan adalah uji beda non-parametrik Mann Withney U. Hasil penelitian menunjukan nilai Sig. (2-tailed) adalah0,002 < 0,05 yang diartikan adanya perbedaan antara hasil pretest-posttest dan kedua kelompok. Selain itu,menggunakan penghitungan effect size untuk melihat besarnya keefektifan pendekatan dalam keterampilan sosial siswa. Diperoleh hasil 0,773 dimana angka tersebut masuk dalam kategori efek sedang.Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa paketrole playingefektif dalam meningkatkan keterampilan sosial anak usia dini
Health Belief Model (HBM) pada Pasien Tuberculosis (TB)
ABSTRAK Rahmadini, Shabrina. 2018. Health Belief Model (HBM) pada Pasien Tuberculosis (TB). Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Dr. Tutut Chusniyah, M.Si., (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi.Kata kunci: Health Belief Model, TuberculosisTuberculosis (TB) adalah penyakit yang menyebabkan kematian dan bahkan menempati urutan 10 teratas sebagai penyakit paling mematikan menurut World Health Organization (WHO). Jawa Timur menempati urutan kedua dalam jumlah terbanyak penemuan kasus TB. Penggunaan Health Belief Model (HBM) mampu menilai keyakinan kesehatan seorang penderita tuberculosis. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana health belief model (HBM) pada pasien tuberculosis, yaitu dengan cara mengetahui bagaimana keyakinan terhadap kerentanan, keparahan, manfaat dan hambatan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian kualitatif generik. Subjek pada penelitian ini adalah lima pasien tuberculosis di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kualitatif, observasi dan dokumen. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data serta verifikasi dan pengecekan keabsahan data menggunakan kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas serta konfirmabilitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita TB memiliki keyakinan yang baik dalam hal keparahan, kerentanan, manfaat dan halangan penyakit TB. Penderita mendapatkan cukup informasi mengenai penyakit TB melalui petugas kesehatan. Penderita tidak menghentikan pengobatan meskipun mengalami efek samping pengobatan. Penderita merasa mendapatkan lebih banyak manfaat dengan menuntaskan pengobatan. Penderita mendapatkan dukungan baik sosial maupun ekonomi. Disarankan untuk penderita TB agar bersikap kooperatif terhadap pengobatan demi mencapai kesembuhan. Serta bagi petugas kesehatan untuk dapat terus membimbing pasien TB dengan baik. Sedangkan bagi peneliti lainnya dapat mengembangkan model penelitian yang lebih praktisional. Saat ini beberapa dari partisipan telah selesai menjalani pengobatan. Fakta tersebut mengikuti hasil baik yang didapatkan setelah peneliti menilai HBM penderita TB. Dengan HBM yang baik, maka sikap dan perilaku kesehatan dapat diprediksi