Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
Penerimaan Batasan Kehidupan Berdasarkan Teks Sirah Nabawiyah
ABSTRAK Penerimaan batasan kehidupan atau istilah umumnya kematian adalah kemampuan dalam menerima kematian dengan sikap yang positif. Baik kematian yang datang kepada dirinya sendiri maupun orang lain yang dia cintai. Dalam pandangan Erikson, seringnya manusia mengalami keputusasaan dalam menghadapi kematian. Sehingga diperlukan cara baru dalam memandang kematian agar bisa diterima oleh orang-orang yang menghadapinya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mencari makna positif dari kematian, serta unsur-unsur kepribadian dan dinamikanya yang bisa membuat individu bisa menerima kematian dengan sikap yang Positif. Penelitian ini menggunakan rancangan dasar penelitian kualitatif fenomenologi hermeneutik, dengan jenis hermeneutik gadamerian. Data penelitian diperoleh dari dokumentasi teks Sirah Nabawiyah yang mengandung muatan-muatan penerimaan kematian yang diperoleh di salah satu toko buku di Kota Malang. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah instrument manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahannya dilakukan triangulasi. Kegiatan analisis dilakukan dengan teknik part-whole. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, makna penerimaan batasan kehidupan adalah menerima kematian dengan sikap positif yang didasari oleh harapan akan kebahagiaan di surga, keselamatan orang yang dicintai, tegaknya agama yang diperjuangkan, dan keridhoan Ilahi. Hal ini bisa terwujud karena adanya kesetiaan, cinta dan kepedulian terhadap agama, Rasul dan Tuhan, serta mengertinya diri terhadap jati diri murni, Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah, sebaiknya perawat psikologis pasien tahap terminal bisa menggunakan hasil penelitian ini untuk membimbing pasien maupun orang sekitarnya agar bisa menerima kematian dengan baik. Peneliti yang berkeinginan menggunakan penelitan ini hendaknya menggunakan subyek yang lebih variatif ideologinya, sumber data yang lebih banyak dan kajian teori yang lebih mendalam
KONSEP DIRI REMAJA DENGAN GANGGUAN SKIZOFRENIA PASCA RAWAT INAP (STUDI KASUS DI GRIYA CINTA KASIH JOMBANG)
ABSTRAK Kata Kunci: konsep diri, remaja, skizofrenia, pasca rawat inap, studi kasus, Griya Cinta Kasih Griya Cinta Kasih (GCK) adalah salah satu yayasan yang berada di Jombang dan memiliki pasien paling banyak dari penampungan lain di kota Jombang. Setiap tahun meningkat angka pendaftar pasien di GCK. Pada Tahun 2017 ada 325 pasien, adanya penurunan karena seleksi ketat bagi calon pasien diantaranya 31 pasien remaja. Berkaitan dengan hal itu maka perlu adanya pembahasan mengenai konsep diri remaja pasca rawat inap di Griya Cinta Kasih. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan konsep diri yang dimiliki remaja setelah menjalani rawat inap sebagaimana remaja merupakan tolak ukur kesuksesan masa depan negara. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Data penelitian yang berupa transkrip wawancara, lembar observasi, and dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan cek list, reduksi, dan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penulisan transkrip, kategorisasi, dan identifikasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh simpulan hasil sebagai berikut. Konsep diri remaja gangguan skizofrenia pasca rawat inap pada Griya Cinta Kasih adalah positif, berdasarkan aspek Psikologis, sosial, fisiologis, spiritual, dan etika dalam diri. Saran penelitian ditujukan kepada orang tua dalam mengasuh dan mengarahkan kehidupan anak agar memiliki pandangan dan tujuan kehidupan yang mengarah dalam hal positif
Pengaruh Employee Engagement terhadap Turnover Intention pada Karyawan Departemen Weaving Air Jet Loom di PT Behaestex Cab. Pandaan
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui deskripsi employee engagement pada karyawan departemen Weaving Air Jet Loom di PT Behaestex Cab. Pandaan, (2) mengetahui deskripsi turnover intention pada karyawan departemen Weaving Air Jet Loom di PT Behaestex Cab. Pandaan, (3) mengetahui pengaruh employee engagement terhadap turnover intention pada karyawan departemen Weaving Air Jet Loom di PT Behaestex Cab. Pandaan. Penelitian ini didasari oleh adanya fakta yang berada dilapangan yaitu 15% karyawan meninggalkan perusahaan dalam kategori tinggi. Faktor yang mempengaruhi keinginan seorang karyawan berhenti bekerja salah satunya ialah keterikatan karyawan terhadap organisasi. Karyawan yang memiliki keterikatan terhadap perusahaan dapat meminimalisir pengeluaran investasi pelatihan dan pengembangan karyawan dan dapat mempengaruhi peningkatan profit pada perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan analisis regresi. Populasi dari penelitian ini adalah karyawan Departemen Weaving Air Jet Loom di PT Behaestex Cab. Pandaan dengan jumlah sampel 30 karyawan. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Menggunakan instrumen penelitian berupa skala employee engagement dan turnover intention dengan reliabilitas 0,942 dan 0,966, reliabilitas tersebut diperoleh dari jumlah aitem valid sebesar 47 aitem untuk skala employee engagement dan 43 aitem untuk skala turnover intention. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan Departemen Weaving Air Jet Loom di PT Behaestex Cab. Pandaan memiliki employee engagement sedang, dan memiliki turnover intention sedang. Employee engagement berpengaruh negatif terhadap turnover intention pada karyawan Departemen Weaving Air Jet Loom di PT Behaestex Cab. Pandaan, artinya jika employee engagement tinggi maka turnover intention rendah. Angka korelasi sebesar 0,637 dan tingkat keberpengaruhan sebesar 40,5%, dan signifikansi 0,000 dan
HUBUNGAN HARDINESS DENGAN PRESTASI KERJA KARYAWAN DI PTPN X PG MODJOPANGGOONG TULUNGAGUNG
ABSTRAK Santri, Muhammad . 2018. Hubungan Hardiness Dengan Prestasi Kerja Karyawan di PTPN X PG Modjo panggoong Tulungagung.Skripsi, JurusanPsikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Fattah Hidayat, M.Si., Gamma Rahmita Ureka Hakim, M.Psi, Kata Kunci: hardiness, prestasi kerja, karyawan di PTPN X PG Modjo panggoong Tulungagung Sumber daya manusia dalam organisasi memainkan peran yang sangat penting sebab keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan tidak dapat dilepaskan dari peran karyawan. Bagi perusahaan kinerja seorang karyawan sangatlah penting, kinerja karyawan harus memiliki standart yang maksimal. Seorang karyawan dapat dikatakan bekerja secara maksimal jika mampu menyelesaikan tugas wajibnya dengan tepat waktu, baik dan benar. Seorang karyawan dapat dikatakan bekerja secara tidak maksimal jika tugas wajibnya tidak dapat selesai dengan tepat waktu dan baik.Prestasi kerja yang menurun ditemukan pada karyawan perusahaan PTPN X PG Modjo panggoong Tulungagung. Data penurunan prestasi kerja dalam kurun waktu 2015-2016 adalah sebagai berikut: pada divisi keuangansebesar 5,8% dari 84,97 menjadi 79,97, pada divisi Teknik sebesar 6,2% dari 79,97menjadi 74,97, pada divisi pengolahan sebesar 14,4% dari 80,03 menjadi 69,22, pada divivi pemasaran sebesar 14,7% dari 85,03 menjadi 72,47. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: hubungan hardiness dengan prestasi kerja pada karyawan PTPN X PG Modjopanggoong Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan korelasional. Jumlah populasi karyawan yang terlibat dalam penelitian ini adalah sebanyak 166 karyawan. Denganjumlah subjek penelitian sebanyak 42 karyawan atau 25% dari jumlah populasi. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling, dengan pertimbangan karakteristik populasi homogen. Menggunakan instrument penelitian berupa skalalikert hardiness dan penilaian prestasi kerja. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karyawan memiliki hardiness yang rendah 54,76 % dan karyawan memiliki prestasi kerja yang rendah sebesar 64,28%. Terdapat hubungan antara hardiness dengan prestasi kerja pada karyawan PTPN X PG Modjo panggoong Tulungagung dengan angka korelasi sebesar r =0,457, signifikasi 0,002 dan
SIKAP TERHADAP UANG DAN KONTROL DIRI SEBAGAI PREDIKTOR PERILAKU MANAJEMEN KEUANGAN PADA MAHASISWA RANTAU UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Perilaku konsumtif mahasiswa terjadi karena mahasiswa cenderung ingin mendapat pengakuan oleh lingkungan sekitarnya, Kebutuhan mahasiswa untuk diterima dan menjadi sama dengan orang lain mendorong mereka untuk mengikuti mode yang sedang popular. Sebagian besar mahasiswa belum memiliki penghasilan sendiri dan masih bergantung pada uang saku yang dikirimkan atau diberikan oleh orang tua. Ketika mahasiswa memiliki Perilaku konsumtif yang tidak terkontrol maka berdampak pada perilaku manajemen keuangannya. masalah mengelola keuangan ini lebih sering terjadi pada mahasiswa rantau dibandingkan dengan mahasiswa non rantau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Sikap terhadap uang mahasiswa rantau di Universitas Negeri Malang (2) Kontrol diri mahasiswa rantau di Universitas Negeri Malang (3) Perilaku manajemen keuangan mahasiswa rantau di Universitas Negeri Malang dan (4) Sikap terhadap uang dan kontrol diri sebagai prediktor perilaku manajemen keuangan mahasiswa rantau di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dan kausalitas. Pengambilan data penelitian menggunakan skala sikap terhadap uang, kontrol diri dan perilaku manajemen keuangan. Populasi penelitian adalah mahasiswa rantau di Universitas Negeri Malang yang mempunyai karakteristik (a) mahasiswa rantau (tidak berdomisili asli malang) (b) berusia 18- 23 tahun (c) berstatus sebagai mahasiswa aktif (d) mendapatkan uang saku sebesar Rp 1.000.000 atau lebih dalam sebulan. Sampel dalam penelitian berjumlah 127 orang dengan menggunakan teknik sampling accidental sampling. validitas skala perilaku manajemen keuangan berkisar 0,312 - 0,800, skala sikap terhadap uang berkisar 0,312 - 0,654, skala kontrol diri berkisar 0,312 - 0,697. sedangkan reliabilitas sikap terhadap uang yaitu 0.829, reliabilitas skala kontrol diri 0.890 dan reliabilitas skala perilaku manajemen keuangan 0,867. Hasil penelitian (1) sikap terhadap uang mahasiswa rantau di Universitas Negeri Malang berada di kategori rendah. (2) kontrol diri mahasiswa rantau di Universitas Negeri Malang berada di kategori rendah. (3) perilaku manajemen keuangan mahasiswa rantau di Universitas Negeri Malang berada di kategori rendah. Hasil uji hipotesis menunjukan sikap terhadap uang dan kontrol diri merupakan prediktor perilaku manajemen keuangan mahasiswa rantau Universitas Negeri Malang saran yang dapat diberikan adalah (1) mahasiswa rantau dapat merencanakan dengan baik pemasukan dan pengeluaran yang akan dilakukan (2) peneliti selanjutnya menggunakan variabel lain seperti kepribadian, pengaruh kelompok, dan pengasuhan (3) peneliti selanjutnya meneliti menggunakan metode kualitatif atau eksperimen
Aktualisasi Diri Komika Berkebutuhan Khusus
ABSTRAK Setiap individu lahir dengan potensi, bakat, dan talenta yang lebih pada suatu hal dibanding lainnya. Keinginan untuk mencapai puncak dari potensi masing-masing menjadi sebuah dorongan yang disebut dengan kecenderungan aktualisasi. Tahun 2011, stand-up comedy mulai menjadi pengisi industri hiburan di Indonesia, berbagai kalangan mulai mencoba mendalami profesi sebagai komika, salah satu diantaranya adalah orang berkebutuhan khusus. Stand-up comedy menjadi salah satu jalan yang bisa dipilih orang berkebutuhan khusus untuk memanfaatkan potensi yang mungkin dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep aktualisasi diri pada komika berkebutuhan khusus dan bagaimana subjek mencapai karakteristiknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan menghasilkan transkrip wawancara dan didukung sumber data sekunder berupa dokumen pendukung. Instrumen pengumpul data yang digunakan adalah instrumen manusia yaitu peneliti sendiri. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis tematik. Untuk memastikan keabsahan data, digunakan metode triangulasi perspektif. Dari temuan penelitian dan pembahasan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Konsep aktualisasi diri bagi komika berkebutuhan khusus adalah pengaktualisasian yang menonjol pada aspek penerimaan diri, kreativitas, dan humor dengan penyesuaian pada aspek kemandirian dan kultural. Proses subjek dalam pencapaian kriteria individu yang mengaktualisasi terdiri dari fase penerimaan yang di dalamnya subjek mempertanyakan kondisi fisiknya, merasa rendah diri, kemudian dengan bantuan dari keluarga dan persepsi realistis terhadap kondisi yang dimiliki, subjek mulai menerima diri. Penerimaan diri membuat subjek mulai bisa mengembangkan potensi dirinya dan mulai mencapai aktualisasi diri. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk menambahkan instrumen penelitian lain terkait aktualisasi diri seperti POI (Personal Orientation Inventory) agar mendapatkan dimensi penelitian yang lebih luas dan mendapatkan lebih banyak temuan
PENGARUH KEHADIRAN ORANG LAIN TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL PADA SISWA TK DI MALANG
ABSTRAK Penelitian terdahulu menunjukkan terdapat masalah rendahnya keterampilan sosial pada anak-anak TK di Malang. Hal ini memberi peluang untuk diteliti penyebabnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kehadiran orang lain terhadap perilaku prososial pada anak-anak TK.Untuk menguji hipotesis tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Eksperimen ini dilakukan pada 2 TK di Malang dengan mengambil sampel sejumlah 61 subjek anak yang berada pada tingkat B, kemudian dibagi secara random ke dalam 3 kelompok.Metode pengukuran perilaku dilakukan menggunakan pengamatan dan pencatatan.Hasil eksperimen ini menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan kemunculan perilaku prososial berdasarkan perbedaan jumlah kehadiran orang lain dengan hasil p = 0.065 (p > 0.05) juga tidak ada perbedaan signifikan kecepatan respons perilaku prososial berdasarkan jumlah kehadiran orang lain dengan hasil p = 0.300 (p > 0.05). Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh kehadiran orang lain terhadap perilaku prososial pada siswa TK di Malang. Berdasarkan perspektif teoretis, perilaku prososial dipengaruhi oleh sosial budaya setempat. Dalam masa perkembangan, anak mempelajari norma dan nilai dari lingkungan masyarakat tentang tindakan menolong. Penelitian ini dilakukan di sekolah yang menekankan pengajaran menolong dan budaya gotong-royong. Penanaman nilai-nilai ini dibawa menjadi karakteristik personal yang dapat memainkan peran yang lebih signifikan dalam menentukan seseorang untuk menolong dibandingkan karakteristik situasi seperti kehadiran orang lain
Analisis Tematik Bentuk-Bentuk Perundungan Siber di Media Sosial Pada Orang Berprestasi
ABSTRAK Perundungan siber merupakan perilaku agresif yang dilakukan dengan sengaja oleh seseorang atau kelompok dengan menggunakan bentuk kontak komunikasi secara elektronik, dilakukan berulang - ulang dan setiap saat untuk menyerang korban yang tidak mampu menghindar. Perundungan siber memiliki beberapa bentuk, yaitu (1) Pertengkaransiber, (2) Pelecehan (3) Fitnah (4) Akunpalsu, (5) Tipudaya (6) Pengucilan, (7) Penguntitan Siber. Masalah perundungan siber dapat terjadi pada siapa saja termasuk orang - orang berprestasi. Orang berprestasi adalah individu yang membedakan diri mereka dari orang lain dengan keinginan mereka untuk tampil pada tingkat yang lebih tinggi dari pada teman sebayanya. Sehingga orang-orang yang berprestasi dan diakui di kompetisi tertentu dapat dikatakan lebih layak mendapatkan pujian dan penghargaan dibandingkan komentar perundungan. Komentar yang akan dianalisis berasal dari respon masyarakat bermuatan perundungan terhadap orang berprestasi. Partisipan pada penelitian kali ini merupakan komentar perundungan siber pada orang berprestasi terdiri dari komentar perundungan pada Tim Bali di akun Facebook, komentar perundungan pada Masbro di Instagram dan komentar perundunga npada Bray di Twitter serta di Youtube. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bentuk-bentuk perundungan siber di komentar media social Instagram, Facebook, Youtube dan Twitter pada orang berprestasi. Sehingga penjelasan mengenai bentuk-bentuk perundungan siber dapat menjadi salah satu data awal yang digunakan untuk membantu memberikan intervensi pada pelaku perundungan siber serta upaya pengurangan perundungan siber pada orang berprestasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian kualitatif adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan kemungkinan peristiwa serta pengalaman. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik yaitu metode untuk mengidentifikasi dan menganalisis pola dalam data kualitatif. Analisis tematik merupakan metode untuk mengidentifikasi dan menganalisis pola dalam data kualitatif. Dari hasil yang ditemukan terdapat bentuk perundungan siber di media social pada orang berprestasi. Bentuk-bentuk perundungan siber tersebut adalah pelecehan, pertengkaran siber, fitnah dan pengucilan. Sedangkan 3 bentuk-bentuk perundungan siber di media sosial pada orang berprestasi seperti akun palsu, tipu daya dan penguntitan siber tidak ditemukan dalam penelitian ini
Hubungan Keterikatan Karyawan Dan Intensi Berhenti Dari Pekerjaan Pada Karyawan SMP Az Zahro Malang
RINGKASAN Nurmukni. 2018. Hubungan Keterikatan Karyawan Dan Intensi Berhenti Dari Pekerjaan Pada Karyawan SMP Az Zahro Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed, (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.Psi Kata Kunci: Keterikatan Karyawan, Intensi Berhenti Dari Pekerjaan Intensi berhenti dari pekerjaan adalah keinginan karyawan atau individu untuk keluar dari suatu organisasi, baik secara sukarela atau tidak dengan tujuan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi dibandingkan pekerjaan sebelumnya. Tingginya tingkat berhenti dari pekerjaan membawa kerugian bagi perusahaan. Salah satu kunci penggerak intensi berhenti dari pekerjaan adalah keterikatan karyawan terhadap organisasinya. Keterikatan karyawan merupakan rasa keterikatan secara emosional yang dirasakan oleh karyawan dengan pekerjaannya dan perusahan tempat ia bekerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang: (1) keterikatan karyawan SMP Plus Az Zahro Malang, (2) intensi berhenti dari pekerjaan karyawan SMP Plus Az Zahro Malang, (3) hubungan antara antara keterikatan karyawan dan intensi berhenti dari pekerjaan pada karyawan SMP Plus Az Zahro Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 30 karyawan karyawan SMP Plus Az Zahro Malang. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel pada penelitian ini adalah sampel populasi atau sampel jenuh. Instrumen yang digunakan adalah skala intensi berhenti dari pekerjaan sebanyak 33 aitem dengan reliabilitas 0.916 dan skala keterikatan karyawan sebanyak 29 aitem dengan reliabilitas 0.907. Uji hipotesis menggunakan teknik analisis statistik korelasi formula product moment pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sebagian besar karyawan SMP Plus Az Zahro Malang memiliki intensi untuk berhenti dari pekerjaan yang tinggi, (2) Sebagian besar karyawan SMP Plus Az Zahro Malang memiliki keterikatan karyawan yang rendah terhadap organisasinya, (3) Terdapat hubungan negatif antara keterikatan karyawan dan intensi untuk berhenti dari pekerjaan pada karyawan SMP Plus Az Zahro Malang (r = -0.507, p < 0,05) Saran yang diberikan dari penelitian ini adalah (1) bagi organisasi bisa membentuk kegiatan dalam periode waktu setahun mapun sebulan sekali misalnya adanya penghargaan untuk karyawan yang berprestasi untuk meningkatkan semangat karyawan dalam bekerja, adanya acara sharing antar karyawan dan organisasi untuk mendekatkan karyawan dengan organisasinya sehingga karyawan merasa menjadi bagian penting dari organisasinya (2) Karyawan disarankan bekerja dengan menumbuhkan rasa memiliki dan pengabdian terhadap pekerjaannya sehingga karyawan dapat bekerja dengan memaknai pekerjaannya
Hubungan Kecerdasan Emosi dan Perilaku Koping Pada Siswa Kelas X di SMAK Santa Maria Malang
ABSTRAK Para pendidik saat ini seringkali berfokus dalam melatih kemampuan intelegensi yang dimiliki oleh siswanya tanpa mempertimbangkan aspek-aspek lain yang dapat mempengaruhi perkembangan siswanya. Pelatihan dalam mengasah kecerdasan intelegensi saja tidaklah cukup untuk membentuk kepribadian siswa agar memahami diri dan lingkungannya secara tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubunganan antara kecerdasan emosi dan perilaku koping siswa kelas X di SMAK Santa Maria Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian sebanyak 153 orang siswa kelas X di SMAK Santa Maria Malang dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Instrumen yang digunakan berupa skala kecerdasan emosi dan skala perilaku koping dengan reliabilitas 0,903 dan 0,863. Analisis data secara deskriptif menggunakan teknik presentase dan analisis korelasi menggunakan teknik product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara kecerdasan emosi dan perilaku koping pada siswa kelas X di SMAK Santa Maria Malang sebesar r=0,585dengan p=0,00