Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
Pengembangan Panduan Bimbingan dengan Teknik Menulis Ekspresif untuk Meningkatkan Resiliensi Siswa SMP
ABSTRAK Masa remaja adalah salah satu masa ketika individu akan dihadapkan dengan persoalan. Ketika individu dihadapkan dengan persoalan, ada yang mampu untuk melewati dan ada pula yang tidak mampu untuk melewatinya. Untuk dapat menghadapi persoalannya, individu sangat membutuhkan resiliensi. Resiliensi akan membantu individu dalam menghadapi dan mengatasai situasi yang tidak nyaman baginya. Meningkatkan resiliensi individu dapat dilakukan dengan menggunakan teknik tertentu. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan resiliensi adalah menulis ekspresif. Menulis Ekspresif merupakan teknik menuliskan perasaan dan pikiran tentang emosi dan pengalaman individu. Penerapan teknik tidak terlepas dari media yang mendukung, yang dapat digunakan dalam pemberian layanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk buku panduan untuk konselor yang dapat membantu dalam memberikan layanan bimbingan dengan teknik menulis ekspresif untuk meningkatkan resiliensi siswa dalam menghadapi masalah, yang berterima secara teoritis dan praktis dari segi ketepatan, kegunaan, kemudahan, kemenarikan. Langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini diadaptasi dari 10 langkah dalam metode penelitian dan pengembangan Borg and Gall. Adapun langkah-langkah dan prosedur yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini yaitu (1) Tahap persiapan, (2) Tahap pelaksanaan, dan (3) Tahap validasi. Hasil penelitian menunjukan penilaian yang dilakukan oleh ahli materi dan media menunjukan klasifikasi vailiditas sangat tinggi dengan indeks uji ahli sebesar 1 dan 0,99; penilaian calon pengguna produk menunjukan nilai indeks uji ahli sebesar 0,96 dengan klasifikasi validitas tinggi. Hasil analisa tersebut menunjukkan bahwa produk buku panduan bimbingan dengan teknik menulis ekspresif untuk meningkatkan resiliensi siswa SMP, telah memenuhi kriteria keberterimaan. Disimpulkan bahwa pengembangan panduan bimbingan dengan teknik menulis ekspresif layak untuk digunakan konselor. Saran penelitian untuk konselor sebagai pengguna produk benar-benar mempelajari dan memahami panduannya sebelum menggunakan atau mengaplikasikan kepada siswa. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat dapat melakukan uji coba produk yang telah dikembangkan pada kelompok operasional untuk mengetahui efektivitasny
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transaksional terhadap Kepasan Kerja Guru di Yayasan Pondok Pesantren Ptri As Sholchah Pasuruan
RINGKASAN Andari, Mulux P. N. 2018. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transaksional terhadap Kepuasan Kerja Guru di Yayasan Pondok Pesantren Putri As Sholchah Pasuruan. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., SE., M.Si. (II) Indah Yasminum Suhanti, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan Transaksional, Kepuasan Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) gambaran gaya kepemimpinan transaksional pada pimpinan di Yayasan Pondok Pesantren Putri As Sholchah Pasuruan, (2) gambaran tingkat kepuasan kerja guru di Yayasan Pondok Pesantren Putri As Sholchah, serta (3) melihat apakah ada pengaruh gaya kepemimpinan transaksional terhadap kepuasan kerja guru di Yayasan Pondok Pesantren Putri As Sholchah Pasuruan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan menggunakan analisis uji regresi linier sederhana. Subjek penelitian adalah guru yang telah mengabdi dalam yayasan minimal 1 tahun. Sampel yang diambil berjumlah 60 guru dengan menggunakan teknik sample jenuh. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan skala gaya kepemimpinan transaksional dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,978 dan skala kepuasan kerja dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,921. Hasil penelitian ini adalah (1) gambaran gaya kepemimpinan transaksional di Yayasan Pondok Pesantren Putri As Sholchah Pasuruan dalam kategori rendah, (2) gambaran tingkat kepuasan kerja guru di Yayasan Pondok Pesantren Putri As Sholchah dalam kategori rendah serta (3) terdapat pengaruh signifikan gaya kepemimpinan transaksional terhadap kepuasan kerja guru di Yayasan Pondok Pesantren Putri As Sholchah Pasuruan. Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa nilai koefisien berdasarkan nilai R square sebesar 0,18. Hal ini menunjukkan bahwa 18,3% kepuasan kerja guru di Yayasan Pondok Pesantren Putri As Sholchah Pasuruan dipengaruhi oleh variabel gaya kepemimpinan transaksional. Nilai Beta pada gaya kepemimpinan transaksional terhadap kepuasan kerja sebesar 0,428. Hal ini berarti gaya kemimpinan transaksional memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja guru di Yayasan Pondok Pesantren Putri As Sholchah Pasuruan. Saran yang diberikan kepada guru dan pimpinan yayasan adalah untuk meningkatkan hubungan interaksi positif antara keduanya baik saat berada dalam yayasan maupun di luar lingkungan yayasan agar tercipta sinergi positif sehingga tujuan utama yayasan tercapai serta kepuasan kerja guru meningkat. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas populasi penelitian, mampu menggunakan variabel seperti komitmen organisasi, stress kerja, koflik kerja dan variabel – variabel yang lain sebagai alat pengukur, serta menggunakan metode penelitian kualitatif sebagai penelitian guna memperoleh data yang lebih mendalam
HUBUNGAN SIKAP TERHADAP KESELAMATAN KESEHATAN KERJA DAN STRES KERJA DI PT.PLN (PERSERO)TRANS-JBTB AREA PELAKSANA PEMELIHARAAN PROBOLINGGO
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Gambaran stres kerja yang dialami karyawan di PT.PLN (Persero) Trans-JBTB APP (2) gambaran sikap keselamatan dan kesehatan kerja karyawan di PT. PLN (Persero) Trans-JBTB APP (3) Adakah hubungan antara sikap keselamatan kesehatan kerja dengan stres kerja karyawan di PT.PLN (Persero) Trans-JBTB APP Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif dan korelasional. Subjek penelitian diambil dari karyawan PT.PLN (Persero) Trans-JBTB APP yang berjumlah 42 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling . Instrumen penelitian yang digunakan dalam pengambilan data menggunakan skala sikap keselamatan kesehatan kerja dan skala stres kerja.Skala sikap terhadap keselamatan kesehatan kerja berjumlah 36 aitem memiliki realibilitas α 0,996 , sedangkan skala stres kerja dengan jumlah aitem 29 memiliki realibilitas α 0,910 diuji dengan metode realibilitas Alpha-Cronbach. Analisis data dilakukan dengan menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan dengan hasil analisis data menunjukkan nilai korelasi (r) sebesar -,0,445 dengan taraf signifikansi 0,003 (
Efektivitas Pelatihan Kohesivitas Untuk Meningkatkan Komitmen Organisasi Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Ikatan Pecinta Retorika Indonesia Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Lestari, Fifit . 2018. Efektivitas Pelatihan Kohesivitas Untuk Meningkatkan Komitmen Organisasi Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Ikatan Pecinta Retorika Indonesia Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Diyah Sulistiyorini, S. Psi., M. Psi (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M. Psi. Kata Kunci: Pelatihan kohesivitas, Komitmen Organisasi. Tujuan penelitian ini adalah: a) mengetahui tingkat komitmen organisasi pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Ikatan Pecinta Retorika Indonesia sebelum diberikan pelatihan kohesivitas. b) mengetahui tingkat komitmen organisasi pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Ikatan Pecinta Retorika Indonesia sesudah diberikan pelatihan kohesivitas. c) mengetahui perbedaan komitmen organisasi pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Ikatan Pecinta Retorika Indonesia sebelum dan sesudah diberikan pelatihan kohesivitas. d) mengetahui tingkat efektivitas pelatihan kohesivitas dalam meningkatkan komitmen organisasi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Quasi eksperiment dengan model one group pretest- posttest design. Analisis uji beda menggunakan analisis paired sample t- test dan uji efektivitas menggunakan uji effect size cohen’s d. Populasi yang digunakan adalah seluruh pengurus unit kegiatan mahasiswa ikatan pecinta retorika indonesia yang berjumlah 151 orang dengan sampel sebanyak 42 orang. Teknik sampling yang digunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala komitmen organisasi yang merupakan adaptasi dari organization commitment questionnaire (OCQ) milik Allen & Mayer (1990). Perlakuan penelitian dilakukan menggunakan modul pelatihan kohesivitas yang dikembangkan oleh peneliti berdasarkan komponen kohesivitas forsyth (2010). Hasil analisis menunjukkan bahwa: a) Berdasarkan kategori skor Z sebelum diberikan pelatihan kohesivitas pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Ikatan Pecinta Retorika Indonesia memiliki komitmen organisasi pada tingkat tinggi sebesar 0%, cukup 69% dan rendah 31%. b) Berdasarkan kategori skor Z sesudah diberikan pelatihan kohesivitas pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Ikatan Pecinta Retorika Indonesia memiliki komitmen organisasi pada tingkat tinggi sebesar 74%, cukup 26% dan rendah 0%. c) analisis menggunakan paired sample t-test menunjukkan pelatihan kohesivitas efektif untuk meningkatkan komitmen organisasi pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Ikatan Pecinta Retorika Indonesia dengan nilai p = 0, 000 < 0, 05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. d) berdasarkan analisis effect size cohen’s d menunjukkan bahwa pelatihan kohesivitas memiliki nilai efektivitas sebesar 2,29 yang artinya pelatihan kohesivitas efektif dalam meningkatkan komitmen organisasi. Unit Kegiatan Mahasiswa Ikatan Pecinta Retorika Indonesia disarankan memiliki satu program kerja internal yang bertujuan untuk melakukan sharing mengenai permasalahan dan target di kepengurusan serta mengakrabkan pengurus agar saling nyaman satu sama lain. penelitian selanjutnya diharapkan menambah metode pelatihan yang lebih inovatif
Perbedaan Strategi Resolusi Konflik Interpersonal pada Individu yang Melakukan Konversi Agama Ditinjau Berdasarkan Jenis Kelamin.
ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh konflik interpersonal yang muncul ketika seseorang memutuskan untuk berpindah agama baik dengan keluarga atau orang-orang di lingkungan sosial. Setidaknya ada lima konflik interpersonal yang dialami individu yang melakukan konversi agama seperti: sikap tidak peduli, sindiran, perkataan kasar dan ejekan. Untuk itu, diperlukan strategi resolusi konflik dalam menyelesaikannya. Terdapat lima strategi resolusi konflik: dominasi, integrasi, kompetisi, menghindar dan obligasi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan gambaran strategi resolusi konflik pada laki-laki yang melakukan konversi agama, (2) menjelaskan strategi resolusi konflik pada perempuan yang melakukan konversi agama, (3) menjelaskan perbedaan strategi resolusi konflik pada laki-laki dan perempuan yang melakukan konversi agama. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif dan komparasi. Populasi dalam penelitian ini adalah orang-orang yang melakukan konversi agama. Sampel yang digunakan masing-masing sejumlah 30 orang laki-laki dan 30 orang perempuan dengan teknik sampling insidental. Instrumen penelitian ini adalah ROCI II (Rahim Organizational Conflict Inventory) yang terdiri atas 24 pernyataan dalam bentuk skala Likert. Uji hipotesis menggunakan analisis independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pada kelompok laki-laki sebagian besar memiliki strategi integrasi yang cenderung tinggi, strategi dominasi, kompromi dan menghindar yang cenderung yang rendah dan strategi obligasi yang standar, (2) pada kelompok perempuan sebagian besar memiliki strategi resolusi konflik dominasi dan kompromi yang cenderung tinggi dan strategi resolusi konflik integrasi, menghindar dan obligasi standar, (3) tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada strategi resolusi konflik dominasi, integrasi, kompromi, menghindar dan obligasi antara laki-laki dan perempuan. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah agar mencari determinan yang berbeda dari strategi resolusi konflik, seperti peran gender. Peran gender mewakili karakteristik maskulin dan feminin dan memiliki kemampuan untuk menunjukkan bagaimana individu berperilaku dalam keadaan tertentu
HUBUNGAN SIKAP TERHADAP KEBIJAKAN SUMBER DAYA MANUSIA (HUMAN RESOURCE POLICY) DAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN IJEN VIEW HOTEL & RESORT BONDOWOSO
ABSTRAK Abadi, Bahtera. 2018. Hubungan Sikap terhadap Kebijakan Sumber Daya Manusia (Human Resource Policy) dan Kepuasan Kerja Karyawan Ijen View Hotel & Resort Bondowoso. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Fattah Hanurawan, M.Si., M.Ed (2) Gamma Rahmita Ureka H., S.Psi., M.Psi. Kata kunci: sikap, kebijakan sumber daya manusia, kepuasan kerja Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan sikap terhadap kebijakan sumber daya manusia (human resource policy) dan kepuasan kerja, serta untuk mengetahui hubungan positif sikap terhadap kebijakan sumber daya manusia (human resource policy) dan kepuasan kerja karyawan pada karyawan Ijen View Hotel & Resort Bondowoso. Penelitian ini terdiri dari variable independen yaitu sikap terhadap kebijakan sumber daya manusia (human resource policy) dan variable dependen yaitu kepuasan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Tiga puluh satu orang karyawan menjadi sampel penelitian. Skala penelitian menggunakan metode rating model Likert. Sikap terhadap kebijakan sumber daya manusia (human resource policy) diukur menggunakan skala sikap terhadap kebijakan sumber daya manusia (human resource policy yang dibuat sendiri oleh peneliti dengan reliabilitas skala sebesar 0,930. Kepuasan kerja dukur menggunakan skala kepuasan kerja yang dibuat sendiri oleh peneliti dengan reliabilitas skala sebesar 0,944. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karyawan cenderung memiliki sikap terhadap kebijakan sumber daya manusia yang positif yaitu sebesar 41,9% dan karyawan memiliki kepuasan kerja yang tidak puas yaitu sebesar 35,48%. Kedua variabel memiliki hubungan yang positif dengan nilai korelasi sebesar 0,613 dan signifikansi 0,000
strategi coping stress mahasiswa salah jurusan di tiga perguruan tinggi negeri kota malang
Syamsiah, Nur Ary. 2018. Strategi Coping Stress pada Mahasiswa Salah Jurusan di Tiga Perguruan Tinggi Negeri Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dr. Nur Eva, M.Psi (2) Diantini Ida Viatrie, S.Psi.,M.Si Kata Kunci : coping stress, mahasiswa, salah jurusan Coping stress merupakan suatu upaya individu untuk mengelola situasi yang membebani, memperluas usaha untuk memecahkan masalah hidup, dan berusaha untuk mengurangi dan mengatasi stress. Kemampuan setiap individu dalam memilih strategi coping dan menggunakannya untuk mengurangi tekanan adalah berbeda. Perbedaan juga terdapat dalam hal pemahaman mengenai bagaimana dan kapan harus memakai strategi coping yang diperlukan. Mahasiswa salah jurusan merupakan mahasiswa yang pada saat masuk pada Perguruan Tinggi tidak sesuai dengan minatnya. Beberapa mahasiswa yang salah jurusan merasakan emosi negatif seperti tertekan , marah, kecewa, dan rendah diri. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkap dengan mendeskripsikan secara mendalam mengenai strategi coping stress mahasiswa salah jurusan di Tiga Perguruan Tinggi Negeri. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan model penelitian fenomenologi. Partisipan pada penelitian ini yaitu empat mahasiswa dari beberapa kampus yang ada di Tiga Perguruan Tinggi Negeri, terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara jenis wawancara terpimpin, observasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik dan validasi data menggunakan triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi coping stress mahasiswa salah jurusan di Tiga Perguruan Tinggi Negeri menggunakan emotion focused coping dengan disertai task oriented, dimana subyek melakukan denial namun tetap fokus pada penyelesaian masalah
Faktor-Faktor Penyebab Munculnya Perilaku Agresi Pada Siswa Usia Kanak-Kanak Akhir di SDN Karang Besuki 1 Kota Malang
ABSTRAK RINGKASAN Faizannisa, Firda. 2017. Faktor-Faktor Penyebab Munculnya Perilaku Agresi Pada Siswa Usia Kanak-Kanak Akhir Di SDN Karang Besuki 1 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang: (I) Nur Eva, S.Psi., M.Psi (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi Kata Kunci: perilaku agresi, usia kanak-kanak akhir Masa kanak-kanak akhir (usia 6-12 tahun) adalah periode ketika anak- anak dianggap mulai dapat bertanggung jawab atas perilakunya sendiri, dalam hubungannya dengan orang tua mereka, teman sebaya, dan orang lain.mengatakan bahwa pada usia kanak-kanak akhir, anak-anak mulai dapat belajar mengendalikan dan menahan emosi negatif mereka. Anak-anak belajar tentang apa yang membuat mereka marah, sedih, dan takut, serta bagaimana orang lain bereaksi dalam menunjukkan emosi ini, dan anak belajar mengadaptasikan emosi mereka dengan perilaku mereka dengan emosi tersebut. Namun, tidak semua anak-anak di usia kanak-kanak akhir mampu dengan baik memahami perasaan orang lain ketika bersosialisasi, salah satunya adalah siswa yang bermasalah di sekolah seperti berperilaku agresif, hal ini menandakan bahwa anak belum mampu memahami perasaan orang lain dan mengendalikan emosi negatif mereka. Perilaku agresi adalah tindakan yang secara sengaja dilakukan untuk menyakiti orang lain secara fisik (misalnya memukul, mendorong, atau berkelahi) ataupun psikologis (misalnya mempermalukan, menghina, atau mengucilkan orang lain. Fokus dalam penelitian ini adalah mengetahui serta mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan perilaku agresi pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berupa studi kasus dalam bentuk pengambilan data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi pada partisipan yaitu keempat siswa berperilaku agresi, yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran perilaku partisipan secara alamiah dan mendalam terkait faktor-faktor penyebab munculnya perilaku agresi pada setiap partisipan, serta peneliti akan memperkuat data dari wawancara informan lain yaitu guru wali kelas partisipan yang digunakan peneliti untuk membuktikan keabsahan data dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa empat dari lima faktor penyebab munculnya perilaku agresi yaitu: faktor naluri agresi dari dalam diri individu, faktor mengamati, faktor dorongan dari dalam diri individu (drive), serta faktor kognisi dan motivasi adalah faktor-faktor yang memicu munculnya perilaku agresi fisik maupun verbal pada keempat partisipan karena adanya stimulus dari lingkungan luar diri partisipan yang bersifat menganggu dan mengancam yang menyebabkan partisipan berperilaku agresi dengan tujuan melindungi diri dan meluapkan perasaan marah. Hanya terdapat satu perilaku agresi partisipan yang muncul tanpa adanya stimulus yaitu disebabkan oleh faktor bermain permainan elektronik dan menonton film dengan genre kekerasan yang mendorong partisipan untuk berperilaku agresi, perilaku agresi tersebut muncul karena partisipan ingin meniru adegan tokoh kekerasan dari film dan game pada kehidupan nyata mereka dengan alasan agar terlihat keren. Kata Kunci: perilaku agresi, usia kanak-kanak akhi
Pengaruh Assertive Training dalam meningkatkan Expressing Anger pada Pegawai Griya Bebek dan Ayam Goreng Nelongso Cabang Dieng, Malang
ABSTRAK Rahayu, 2017. Pengaruh Assertive Training dalam meningkatkan Expressing Anger pada Pegawai Griya Bebek dan Ayam Goreng Nelongso Cabang Dieng, Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi. (II) Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Ps Kata Kunci: Assertive training, Expressing Anger. Emosi marah merupakan salah satu emosi yang berperan penting pada terbentuknya perilaku yang memiliki intensitas dan durasi berbeda tiap kali muncul dan merupakan sinyal bagi individu bahwa terdapat sesuatu hal yang salah dalam hubungan di lingkungan individu tersebut, atau dapat pula pada diri sendiri. Aspek aspek dalam mengekspresikan marah meliputi (1) anger expression in, pengungkapan emosi marah yang cenderung ditekan kedalam dirinya, (2) anger expression out, berkaitan dengan ketidakmampuan individu mengekspresikan emosinya dalam bentuk tindakan agresif dan merusak (3) anger control, yang merupakan kemampuan individu untuk bisa mengontrol atau bisa melihat sisi positif dari permasalahan yang dihadapi dan berusaha konsisten menjaga sikap yang positif walau menghadapi situasi yang buruk. Pelatihan asertif merupakan program yang diharapkan dapat memberikan rangsangan kepada seseorang untuk dapat mengekspresikan pikiran, perasaan, keinginan dan kebutuhannya dengan penuh percaya diri hingga dapat berhubungan baik dengan lingkungan sosialnya tanpa melanggar hak – hak orang lain dan terbuka tanpa mengecilkan atau mengesampingkan arti orang lain. Aspek aspek dalam pelatihan asertif adalah pengungkapan perasaan – perasaan positif, afirmasi diri, dan mengungkapkan perasaan – perasaan negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan asertif sebagai sarana dalam meningkatkan Expressing Anger. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi eksperimen, dengan model one group pretest-posttest design. Analisis uji beda menggunakan analisis statistik parametrik paired sample t-test. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri dari 32 Pegawai Griya Bebek dan Ayam goreng Nelongso Cabang Dieng, Malang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala Expressing Anger yang peneliti buat berdasarkan teori Engel & Spielberger (2009). Treatmen dilakukan menggunakan modul panduan pelaksanaan Assertive Training. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Assertive training berpengaruh untuk meningkatkan Expressing Anger Pegawai Griya Bebek dan Ayam Goreng Nelongso Cabang Dieng, Malang dengan nilai p=0,0002,0322 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah adanya treatment. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat digunakan oleh organisasi – organisasi lain. Sedangkan bagi peneliti selanjutnya, modul assertive training ini dapat digunakan penelitian di organisasi maupun non-organisasi
Hubungan antara Dukungan Kelompok Sebaya dengan Resiliensi pada Remaja yang Hamil di Luar Nikah
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dengan resiliensi remaja yang hamil di luar nikah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan menggunakan korelasi pearson. Subjek yang digunakan adalah 15 remaja yang hamil di luar nikah yang tersebar di kota Malang. Subjek diambil dengan teknik sampling jenuh, maka diambil 15 remaja.2 instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala resiliensi dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,945 dan skala peer group support dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,959. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai nilai koefisien korelasi sebesar 0,682 dengan nilai signifikansi sebesar 0,005 ,hal ini berarti ada hubungan positif antara peer support dengan resiliensi pada remaja yang hamil di luar nikah. Tanda koefisien korelasi dari hasil analisis data ini bersifat positif, jadi menunjukkan adanya ara hhubungan yang berbanding lurus. Artinya semakin tinggi peer group suport akan diikuti dengan semakin tingginya kemampuan resiliensi pada remaja yang hamil di luarnikah. Saran yang diberikan kepada remaja yang memiliki teman sebaya hamil di luar nikah adalah: 1)sebaiknya meningkatkan kepedulian pada teman sebaya yang hamil di luar nikah, 2) sebaiknya menyadari pentingnya dukungan sosial bagi teman yang hamil di luar nikah untuk meningkatkan resiliensinya. Saran yang diberikan kepada 15 remaja yang hamil di luar nikah adalah: 1)Meningkatkan resiliensi pada diri sendiri,memaksimalkan apa yang dimiliki,2) menyadarkan bahwa masih ada harapan untuk melewati kehidupan selanjutnya, Saran yang diberikan kepada peneliti selanjutnya adalah: 1) diharapkan menggunakan subjek penelitian yang lebih banyak karena penelitian ini terbatas hanya pada 15 subjek, 2) menambahkan metode lain yang mendukung penelitian ini, seperti wawancaramendalam terhadap orangtua dan anak, sehingga informasi yang diperoleh dapat lebih bervariasi daripada kuesioner yang jawabannya telah tersedia