Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
Pengembangan Multimedia Interaktif Bimbingan Karir untuk Meningkatkan Efikasi Diri Siswa SMP
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk multimedia interaktif bimbingan karir yang dapat meningkatkan efikasi diri pemilihan karir siswa SMP. Jumlah populasi sebanyak 225 orang siswa SMPK Cor Jesu Malang yang kemudian diambil sampel dengan menggunakan metode cluster random samping dan ditemukan sampel penelitian sejumlah 30 orang siswa. Instrumen yang digunakan ada dua yaitu berupa modul bimbingan karir bimbingan karir yang sudah divalidasi oleh 3 ahli serta skala efikasi diri dengan reliabilitas sebesar 0,848. Efikasi diri siswa ditentukan berdasarkan nilai pretest dan posttes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif komparatif menggunakan analisis komparatif paired sample t test. Berdasarkan uji yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa, multimedia interektif dapat meningkatkan efikasi diri pemilihan karir pada siswa SMP. Selain itu, menggunakan penghitungan effect size untuk melihat besarnya keefektifan multimedia interaktif bimbingan karir terhadap efikasi diri siswa. Diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa multimedia interaktif bimbingan karir memiliki efek sedang terhadap efikasi diri siswa. Sehingga multimedia interaktif bimbingan karir yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai alat penunjang bagi konselor sekolah maupun siswa. Selain itu, untuk penelitian dan pengembangan selanjutnya supaya memperlengkap multimedia interaktif dengan memberikan video tentang karir dan pengertian yang lebih rinci mengenai jurusan di sekolah lanjutan serta diharapkan dapat menggembangkan produk serupa untuk jenjeng pendidikan yang lebih tinggi.Kata kunci: multimedia interaktif, efikasi diri, bimbingan karir
HUBUNGAN ANTARA PROKRASTINASI AKADEMIK DENGAN PRESTASI AKADEMIKNMAHASISWAPROGRAM BIDIK MISI DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Rubiah, Siti. 2017. Hubungan antara Prokrastinasi Akademik dengan Prestasi Akademik Mahasiswa Program Bidik Misi di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si., (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi., M.PsiKata Kunci: prokrastinasi akademik, prestasi akademikProkrastinasi akademik adalah perbuatan untuk menunda mengerjakan tugas akademik yang dilakukan secara berulang dan sengaja tanpa mempermasalahkan alasan penundaan tersebut. Dalam hal ini, mahasiswa yang menunda mengerjakan tugas dan mengumpulkan tugas di menit-menit terakhir, terlambat saat menghadiri perkuliahan dan belajar hanya pada saat akan menghadapi ujian termasuk kedalam prokrastinasi akademik. Prestasi akademik merupakan tolak ukur kesuksesan mahasiswa setelah menyelesaikan ujian akademiknya. Penelitian ini dilaksakan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran prokrastinasi akademik, untuk mengetahui gambaran prestasi akademik, dan untuk mengetahui hubungan antara prokrastinasi akademik dengan prestasi akademik mahasiswa program bidik misi di Universitas Negeri Malang.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala prokrastinasi akademik untuk mengukur prokrastinasi akademik dengan reliabilitas 0,881 dan menggunakan nilai IPK untuk mengetahui prestasi akademik mahasiswa bidik misi. Sebelum dilakukan penelitian ini, peneliti terlebih dahulu melakukan uji coba terhadap instrumen yang akan digunakan untuk mengukur validitas dan reliabilitas. Hasil yang diperoleh dari uji coba instrumen ini terdapat 34 aitem valid dari 48 aitem yang disebar kepada 60 subjek dengan tingkat reliabilitas (rxx=0,881). Analisis uji korelasi dilakukan dengan menggunakan statistik parametrik product moment. Pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling. Penentuan sampel menggunakan sampling insidental didapatkan 80 orang subyek yang sesuai karakteristik dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara prokrastinasi akademik dengan prestasi akademik dikarenakan nilai signifikansi yang diperoleh lebih besar daripada 0,05 (p=0,073, sig>0,05)
Efektivitas Excellent Service Training dalam Meningkatkan Pelayanan Prima pada Karyawan di Jawa Timur Park 1 Kota Batu.
ABSTRAK Pelayanan prima merupakan pelayanan yang sangat baik atau pelayanan yang terbaik. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa karyawan Jawa Timur Park 1 memiliki pelayanan yang rendah pada keenam dimensi pelayanan prima. Upaya perbaikan pelayanan dilakukan dengan pemberian excellent service training berdasarkan analisis kebutuhan pada karyawan Jawa Timur Park 1. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran kinerja pelayanan baik sebelum dan setelah adanya treatment, dan untuk mengetahui efektivitas excellent service training dalam meningkatkan pelayanan prima. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi experiment dengan model nonrandomized pretest-posttest control group design. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Sampel tersebut dipilih berdasarkan karakteristik yang memiliki tingkat pelayanan prima rendah berjumlah 60 orang. Hasil sampling dibagi secara acak untuk ditempatkan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Treatment dilakukan dengan menggunakan modul panduan pelaksanaan Excellent Service Training. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik parametrik independent sample t-test. Hasil pengukuran pada penelitian ini menunjukkan bahwa, pada kelompok eksperimen memiliki rata-rata skor pre-test 15,60 dan rata-rata skor post-test 20,47. Dari hasil tersebut dapat dilihat terjadi peningkatan rata-rata skor. Sedangkan, pada kelompok kontrol dari rata-rata skor pre-test 16,80 mengalami peningkatan rata-rata skor post-test 20,43. Hasil perbandingan tingkat pelayanan prima antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menghasilkan nilai gain score yang menunjukkan probabilitas sebesar 0,00
PERILAKU AGRESI PADA ANGGOTA PERGURUAN SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT)
ABSTRAK Wulantyas, F. 2018. Perilaku Agresi Pada Anggota Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Fattah Hanurawan,M.Si., M.Ed, (II) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi Kata kunci : perilaku agresi, anggota PSHT, studi kasus Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui perilaku agresi pada anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate. Model yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, kuisoner kualitatif dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan model interaktif. Sedangkan pengecekan keabsahan temuan menggunakan validasi deskriptif. Penelitian dilaksanakan di kota Tuban dengan partisipan sebanyak 3 orang anggota perguruan silat Persaudaran Setia Hati Terate yang semua subjek berjenis kelamin laki – laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku agresi pada anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate adalah perilaku agresi fisik, agresi verbal dan agresi relasional. Perilaku agresi fisik yang dilakukan atas nama perguruan dan masalah pribadi bentuk dari perilaku agresi fisik adalah perkelahian dengan kelompok maupun orang lain. Agresi verbal dan relasional dilakukan dalam menghadapi permasalahan pribadi. Perilaku ini tidak dilakukan secara langsung melainkan melalui media sosial. Kecenderungan perilaku agresi yang ada pada anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate adalah perilaku agresi fisik. Faktor-faktor pendukung munculnya perilaku agresi karena pengaruh kelompok, kepribadian dan lingkungan. Penelitian ini diharapkan memberikan pengetahuan kepada anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate agar dapat memilih dan mengambil manfaat positif dalam sebuah kelompok. Bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian kembali tentang perilaku agresi pada anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate, sebaiknya peneliti selanjutnya lebih mendalam lagi dalam menggali informasi agar data yang diperoleh semakin kaya dan baik
PENGARUH SELF ESTEEM TERHADAP ORIENTASI MASA DEPAN BIDANG PEKERJAAN PADA SISWA KELAS X JURUSAN PERSIAPAN GRAFIKA SMK NEGERI 4 MALANG
ABSTRAK Fenanda, A. 2018. Pengaruh Self Esteem Terhadap Orientasi Masa Depan Bidang Pekerjaan Pada Siswa Kelas X Jurusan Persiapan Grafika SMKN 4 Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Nur Eva, S.Psi, M.Psi dan Pembimbing (II) Drs. Mohammad Bisri, M.Si. Kata Kunci : Self Esteem, Orientasi Masa Depan Bidang Pekerjaan, Remaja. Tugas perkembangan usia remaja salah satunya adalah mempersiapkan masa depannya atau yang biasa disebut orientasi masa depan. Dalam penelitian ini berfokus pada orientasi masa depan bidang pekerjaan. Salah satu faktor internal yang dapat mempengaruhi terbentuknya orientasi masa depan adalah self esteem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui gambaran dari self esteem pada siswa kelas X jurusan persiapan grafika SMKN 4 Malang (2) mengetahui gambaran orientasi masa depan bidang pekerjaan pada siswa kelas X jurusan persiapan grafika SMKN 4 Malang (3) mengetahui adanya pengaruh dan seberapa besar pengaruh self esteem terhadap orientasi masa depan bidang pekerjaan pada siswa kelas X jurusan persiapan grafika SMKN 4 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional sebab akibat atau kasuatif. Korelasi ini juga dapat disebut penelitian pengaruh. Studi dalam penelitian ini berada di SMK Negeri 4 Malang, sehingga sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X jurusan persiapan grafika SMK Negeri 4 Malang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster sampling. Uji coba instrumen dilakukan oleh 35 siswa kelas X dalam satu kelas. Instrumen yang digunakan adalah skala self esteem yang di adaptasi dari SLCS (Self Liking-Self Competence Scale) oleh Tafarodi & Swann sebanyak 20 aitem dan tersisa 15 aitem yang valid dengan rentang validitas 0,328 sampai 0,702 dan nilai reliabilitas sebesar 0,938. Skala orientasi masa depan bidang pekerjaan mengacu pada teori Nurmi dari total 92 aitem menjadi 27 aitem valid dengan rentang validitas 0,434 sampai 0,718 dan nilai reliabilitas sebesar 0,780. Subjek dalam penelitian ini sejumlah 58 siswa kelas X jurusan persiapan grafika SMKN 4 Malang. Pengambilan data di ambil dari 7 kelas yang masing-masing kelas di ambil 8 – 9 siswa secara random. Hasil penelitian ini didapat dengan menggunakan analisis simple linear regression pada uji hipotesisnya. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa adanya pengaruh self esteem terhadap orientasi masa depan bidang pekerjaan sebesar 0,298 (R² = 0,298) atau dapat disimpulkan memberi sumbangan efektif sebesar 29,8% dipengaruhi oleh self esteem dan 70,2% sisanya dipengaruhi oleh fakor-faktor lain di luar penelitian. Saran untuk siswa kelas X jurusan persiapan grafika SMK Negeri 4 Malang diharapkan untuk terus menggali kemampuan dan kompetensi yang dimiliki agar lebih mudah memilih pekerjaan sesuai dengan minat dan tujuan. Bagi orang tua siswa/wali murid diharapkan untuk memberi affection support dan guidance support bagi para siswa. Lalu saran untuk pihak sekolah diharapkan untuk membuat program bimbingan karir bagi anak didiknya
Pengaruh Kematangan Emosi Terhadap Penyesuaian Sosial Pada Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang
ABSTRAK Kristina, Anita . 2018. Pengaruh Kematangan Emosi Terhadap Penyesuaian Sosial Pada Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nur Eva, S.Psi., M.Psi. (II) Drs. Mohammad Bisri, M.Si. Kata Kunci: kematangan emosi, penyesuaian sosial Penyesuaian sosial merupakan kemampuan seorang individu untuk dapat menyesuaikan diri dengan bentuk tingkah laku yang telah disetujui oleh kelompok. Keberhasilan tersebut akan membantu seorang individu untuk dapat mengembangkan sikap sosial yang baik kepada orang lain maupun dalam kelompok tertentu. Sebagian individu memiliki keterbatasan dalam melakukan penyesuaian sosial yang baik. Hal tersebut dapat menimbulkan rasa frustasi pada dirinya. Salah satu faktor yang mempengaruhi penyesuaian sosial yaitu kematangan emosi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui gambaran kematangan emosi mahasiswa baru jurusan akuntansi Politeknik Negeri Malang, (2) untuk mengetahui gambaran penyesuaian sosial mahasiswa baru jurusan akuntansi Politeknik Negeri Malang, (3) untuk mengetahui pengaruh kematangan emosi terhadap penyesuaian sosial mahasiswa baru jurusan akuntansi Politeknik Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah mahasiswa baru jurusan akuntansi Politeknik Negeri Malang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental, dengan sampel sebanyak 56 subjek penelitian. Analisis data dari penelitian ini menggunakan teknik Simple Linear Regression. Hasil dari uji regresi, diketahui koefisien korelasi variabel kematangan emosi dengan penyesuaian sosial sebesar 0,653. Kemudian terdapat nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,427. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian sosial pada mahasiswa baru jurusan akuntansi Politeknik Negeri Malang masuk dalam kategori tinggi dan tingkat kematangan emosi mahasiswa baru jurusan akuntansi Politeknik Negeri Malang dinyatakan tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kematangan emosi terhadap penyesuaian sosial pada mahasiswa baru jurusan akuntansi Politeknik Negeri Malang. Saran yang diberikan dalam penelitian ini bagi subjek penelitian yakni diharapkan dapat mengontrol emosinya agar mencapai tingkatan kematangan emosi yang menuju tinggi dan tetap dapat mempertahankannya. Bagi pihak instansi diharapkan dapat membantu para mahasiswa baru untuk dapat mengontrol emosi dan menyesuaiankan diri di lingkungan sosial dengan baik. Bagi penelitian selanjutnya, diharapkan untuk memperluas ruang lingkup, misal dengan memperluas jumlah populasi dan menambah variabel-variabel lain seperti kesehatan dan kondisi jasmaniah, kondisi psikologis, lingkungan, serta budaya dan agama
Hubungan Self-Efficacy dan Motivasi Berprestasi dengan Tingkat Adversity Quotient Mahasiswa Jurusan Arsitektur Universitas Brawijaya Malang
RINGKASAN Adversity quotient merupakan aspek penting yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa. Mahasiwa dengan tingkat adversity quotient tinggi lebih mudah dalam mengahadapi berbagai hambatan dan tantangan selama perkuliahan sehingga dapat menumbuhkan semangat dan rasa opitimisme yang besar untuk mencapai tujuannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) self-efficacy mahasiswa; (2) motivasi berprestasi mahasiwa; (3) adversity quotient mahasiswa; dan (4) hubungan self-efficacy dan motivasi beprestasi dengan tingkat adversity quotient mahasiswa jurusan arsitektur Universitas Brawijaya Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa jurusan arsitektur Universitas Brawijaya Malang berjumlah 219 mahasiswa. Sampel penelitian berjumlah 54 mahasiswa dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Ada tiga instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: (a) skala self-efficacy dengan 44 aitem valid memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,939; (b) skala motivasi berprestasi dengan 42 aitem valid memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,931; (c) skala adversity quotient dengan 40 aitem valid memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,939. Hasil analisis deskriptif ditemukan bahwa: (a) self-efficacy mahasiswa jurusan arsitektur Universitas Brawijaya Malang berada dalam kategori tinggi; (b) motivasi berprestasi mahasiswa jurusan arsitektur Universitas Brawijaya Malang berada dalam kategori tinggi; (c) adversity quotient mahasiswa jurusan arsitektur Universitas Brawijaya Malang berada dalam kategori tinggi. Hasil uji hipotesis menggunakan regresi linier berganda diperoleh nilai signifikansi 0,000 yang artinya ada hubungan self-efficacy dan motivasi berprestasi dengan tingkat adversity quotient mahasiswa jurusan arsitektur Universitas Brawijaya Malang. Kesimpulan yang diperoleh: (1) ada hubungan self-efficacy dengan tingkat adversity quotient pada mahasiswa; (2) ada hubungan motivasi berprestasi dengan tingkat adversity quotient pada mahasiswa; (3) ada hubungan self-efficacy dan motivasi berprestasi dengan tingkat adversity quotient pada mahasiswa. Saran yang dapat diberikan adalah (1) mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan adversity quotient atau daya juang yang dimiliki; (2) dosen mampu memberikan strategi belajar yang dapat meningkatkan self-efficacy, motivasi berprestasi dan adversity quotient mahasiswa; (3) peneliti selanjutnya dapat menggunakan variabel lain atau variabel yang berbeda seperti, kreativitas, daya saing, dan produktivitas
PENGARUH KECERDASAN EMOSI DENGAN KINERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. SURYAJAYA ABADIPERKASA
RINGKASAN Taufiqurrahman, Agung. 2018. Pengaruh Kecerdasan Emosi dengan Kinerja Karyawan Bagian Produksi PT. Suryajaya Abadiperkasa. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Fattah Hidayat, S.Psi., M.Si, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si. Kata Kunci: kecerdasan emosi, kinerja karyawan Kinerja karyawan merupakan hasil kerja atau perilaku kerja karyawan dalam kurun periode tertentu, biasanya selama satu tahun. Kemudian hasil kinerja tersebut dapat dilihat dari kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas dan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Kecerdasan emosi seorang karyawan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kecerdasan emosi karyawan bagian produksi PT. Suryajaya Abadiperkasa, deskripsi kinerja karyawan bagian produksi PT. Suryajaya Abadiperkasa, dan untuk mengetahui adakah terdapat pengaruh antara kecerdasan emosi dan kinerja karyawan bagian produksi PT. Suryaja Abadiperkasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 50 orang dan sampel seluruh jumlah populasi dengan menggunakan Non Probability Sampling. Pengukuran kecerdasan emosi menggunakan skala yang dibuat sendiri oleh peneliti yang berdasarkan pada aspek yang dikemukakan oleh Goleman (2014) mengenai kecerdasan emosi. Sedangkan pengukuran kinerja karyawan menggunakan skala yang berdasarkan pada aspek yang dikemukakan oleh Mitchel (2001). Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara kecerdasan emosi dengan kinerja karyawan bagian produksi PT. Suryajaya Abadiperkasa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa angka koefisien regresi Beta sebesar 0,685 yang berarti setiap penambahan 1% tingkat kecerdasan emosi (X) maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,685. Nilai R square yang diperoleh sebesar 0,584 yang berarti bahwa 58,4% tingkat kinerja karyawan bagian produksi PT. Suryajaya Abadiperkasa dipengaruhi oleh kecerdasan emosi karyawan, sedangkan selebihnya yaitu berasal dari faktor lain. Nilai signifikansi dalam penelitian ini yaitu 0,000 < 0,005 yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara kecerdasan emosi dan kinerja karyawan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar karyawan bagian produksi PT. Suryajaya Abadiperkasa memiliki tingkat kecerdasan emosi yang tinggi dan sebagian besar karyawan bagian produksi PT. Suryaja Abadiperkasa memiliki tingkat kinerja yang tingi. Penelitian ini juga membuktikan bahwa ada pengaruh antara kecerdasan emosi dengan kinerja karyawan bagian produksi PT. Suryajaya Abadiperkasa. Diharapkan bagi penelitian selanjutnya dapat menambah variabel yang berhubungan dengan kinerja karyawan seperti motivasi, kepemimpinan dan lingkungan kerja
Efektivitas Bermain Menggunakan Media Tali-Temali Pramuka Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Permulaan Yang Rendah Pada Siswa TK B
RINGKASAN Ikhsan, Muhammad. 2018. Efektivitas Bermain Menggunakan Media Tali-Temali Pramuka Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Permulaan Yang Rendah Pada Siswa TK B. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M.Si. (II) Farah Farida Tantiani, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci : tali-temali pramuka, kemampuan menulis permulaan, siswa TK B Kemampuan menulis permulaan adalah kemampuan yang dipergunakan oleh siswa TK B untuk mengekspresikan hasil belajar yang telah dilakukannya melalui sebuah tulisan. Kemampuan ini memiliki peran yang penting terhadap keberlangsungan anak di masa pendidikannya. Walaupun pemerintah sudah melarang tes menulis untuk masuk sekolah dasar, masih banyak sekolah yang memberlakukannya sebagai cara seleksi calon siswa baru. Seleksi dilakukan karena jumlah peminat yang terlalu banyak. Tali-temali pramuka adalah sebuah kecakapan menggunakan jari-jari tangan dan kordinasi mata untuk membentuk sebuah ikatan, simpul dan anyaman. Melalui bermain menggunakan media tali-temali pramuka siswa akan meningkatkan kemampuan penunjang kemampuan menulis permulaannya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas bermain menggunakan media tali-temali pramuka untuk meningkatkan kemampuan menulis permulaan pada siswa TK B ABA 5 kota malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan desain one group pre-test post-test design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa TK B ABA 5 Kota Malang sebanyak 8 subjek berkemampuan rendah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tes Kemampuan Menulis Permulaan berjumlah 13 aitem dengan indeks reliabilitas 0,432. Hasil uji paired sample t-test menunjukan bahwa nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Terdapat peningkatan mean kemampuan menulis permulaan sebesar 22.40% antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan bermain menggunakan media tali-temali pramuka. Maka dapat disimpulkan bahwa bermain menggunakan media tali-temali pramuka efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis permulaan yang rendah pada siswa TK B. Kepada peneliti selanjutnya yang ingin meningkatkan kemampuan menulis permulaan dengan perlakuan serupa, jangan terlalu fokus pada kemampuan menulis permulaannya saja. Pastikan untuk meningkatkan faktor lain yang terkait untuk meningkatkan kemapuan tersebut. Dalam hal ini kemampuan meningkat karena ada peningkatan pada kemampuan lintas modal siswa. Siswa jadi dapat memegang pensil dengan luwes dan memiliki koordinasi mata yang lebih baik. Perlakuan ini bisa menjadi lebih efektif, tambahkan variasi dalam kegiatan bermain untuk mengurangi kejenuhan siswa
HUBUNGAN ANTARA KETIDAKAMANAN KERJA (JOB INSECURITY) DENGAN INTENSI TURNOVER PADA KARYAWAN KONTRAK PT. BEHAESTEX PANDAAN
ABSTRAK Ketidakamanan kerja didefinisikan sebagai ketidakberdayaan seseorang dalam mempertahankan kesinambungan yang diinginkan dalam kondisi kerja yang terancam termasuk dengan berbagai perubahan dalam organisasi. Dapat juga diartikan sebagai kondisi psikologis seseorang yang menunjukkan rasa bingung atau merasa tidak aman dikarenakan kondisi lingkungan yang berubah – ubah. Intensi turnover adalah kadar intensitas dari keinginan untuk keluar dari perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk ( 1 ) mengetahui ketidakamanan kerja pada karyawan kontrak; ( 2 ) mengetahui intensi turnover pada karyawan kontrak; ( 3 ) mengetahui apakah ada hubungan antara ketidakamanan kerja dengan intensi turnover pada karyawan yang berstatus kontrak Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif-korelasional, sedang dalam pengambilan subjek penelitian diambil dengan cara cluster random sampling, dalam penelitian ini berjumlah 30 orang karyawan dengan ciri-ciri : ( 1) bekerja di bagian pelaksana, ( 2 ) memiliki jam kerja minimal 8 jam, ( 3 ) usia minimal 20 tahun, ( 4 ) status kepegawaian kontrak. Penelitian ini menggunakan 2 instrumen yaitu skala ketidakamanan kerja dan skala intensi turnover yang dikembangkan oleh peneliti. Dengan menggunakan korelasi pearson didapatkan hasil uji validitas aitem ketidakamanan kerja, yaitu validitasnya antara 0,362 sampai 0.789 dan penghitungan relliabilitas dengan koefisien Alpha Cronbach 0,935 untuk skala ketidakamanan kerja dan 0,937 untuk skala intensi turnover. Dalam penelitian diperoleh hasil : ( 1 ) ketidakamanan kerjakaryawan berstatus kontrak berada dalam klasifikasi tinggi (47%) dan rendah (53%); ( 2 ) intensi turnover berada pada klasifikasi tinggi ( 43% ) dan rendah ( 57% ); ( 3 ) dengan menggunakan teknik korelasi pearson antara ketidakamanan kerja dengan intensi turnover sebesar rxy = 0,811 dengan signifikansi ( 0.000 < 0,005 ), hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara ketidakamanan kerja dengan intensi turnover pada karyawan kontrak PT Behaestex Pandaan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi : ( 1 ) karyawan kontrak untuk melakukan evaluasi diri dan mempertimbangkan segala keputusan yang akan diambil; ( 2 ) perusahaan untuk lebih memantau kondisi psikologis karyawan guna menyusun starategi untuk kesejahteraan karyawan; ( 3 ) peneliti selanjutnya untuk memberikan sumbangan treatment