SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    Pengembangan Media Pembelajaran pada Mata Kuliah Pengolahan Citra dengan Studi Kasus Robot Soccer di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    Mata kuliahPengolahan Citra (NINF627) merupakanmatakuliahwajib yang harusditempuhmahasiswa program studiTeknikInformatika di JurusanTeknikElektroUniversitas Negeri Malang.Hasildarideskripsikompetensidapatdiambilkesimpulanbahwaterdapatsatuhal di standarkompetensi yang tidakjabarkanpadadeskripsikompetensi, yaituimplementasi.Robot socceradalahsalahsatujenis robot yang dipergunakanolehJurusanTeknikElektroUniversitasNegeri Malang dalamajangperlombaanKontes Robot Indonesia (KRI). Padapenelitiandanpengembanganini, trainer humanoid soccerdikembangkantanpamenggunakanhardware Pixy cam, akantetapimenggunakan webcam yangharganyalebihmurahdibandingkandengan Pixy cam, selainitu webcam sudahmenyatusecaraon-boarddengan laptop. Produk ini dikembangkan menggunakan model pengembangan ADDIE. Prosedurmodel pengembangan ADDIE adalah sebagaiberikut: (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasidan(5) evaluasi.Produk yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan ini berupa media pembelajaran dan jobsheet. Produk dikembangkan melalui tahap uji validasi dan uji kelayakan.Subjek ujivalidasiterdiridaridua orang ahli sekaligus dosen pengampu mata kuliah Pengolahan Citra, setiap validator menilai media pembelajaran dan jobsheet.Sedangkansubjekujikelayakan terdiridarimahasiswa yang telahmenempuhmatakuliahPengolahan Citra (NINF627). Uji kelayakan dilakukan dalam dua tahap, yaitu: uij kelayakan kelompok kecil dan uji kelayakan kelompok besar. Jenis data yang diambilberupakualitatifberupa saran sertatanggapandankuantitatifberupaangket. Ujivalidasi media pembelajaranmendapatkanpersentase 92,59% dan 99,07%, sedangkanujivalidasijobsheetmendapatkanpersentase 93,75% dan 95,83%, hasilpersentasetersebuttergolong valid (dapatdigunakantanparevisi). Ujikelayakankelompokkecilmendapatkanpersentase 82,24%, sedangkanujikelayakankelompokbesarmendapatkanpersentase 87,10%. Dari semuahasilujidapatdisimpulkanbahwaprodukini valid danlayakdigunakandalam proses pembelajaran

    Diagnosa Demam Pada Pasien dengan Menggunakan Algoritma Naive Bayes.

    No full text
       Kesalahan diagnosa terhadap penyakit dengan kemiripan gejala akan menyebabkan kondisi pasien semakin memburuk dikarenakan penanganan yang salah. Orang awam sering melakukan diagnosa sendiri dan beranggapan bahwa penanganannya sama dengan penyakit lainnya. Contoh penyakit yang memiliki kemiripan gejala adalah Demam Berdarah Dengue dan Deman Tifus. Demam Berdarah Dengue, penyakit demam yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti sedangkan Deman Tifus, penyakit demam yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. Kedua penyakit ini memiliki kemiripan gejala, sehingga diperlukan proses klasifikasi untuk membantu mengidentifikasi gejala. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma Naive Bayes untuk mendiagnosa gejala demam pada pasien dan mengetahui kinerja hasil klasifikasi algoritma Naive Bayes dalam mendiagnosa gejala demam pada pasien. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi: (1) pengumpulan data yang diperoleh dari Puskesmas Gapura dalam periode 2017 berupa dataset pasien yang meliputi tentang gejala-gejala yang diakibatkan oleh penyakit DBD dan DT, (2) preprocessing data dilakukan untuk membantu merubah data mentah menjadi data yang berkualitas dengan transformasi data, (3) implementasi algoritma Naive Bayes dilakukan untuk pegujian data dalam memprediksi class penyakit dan validasi untuk membangun model prediktif dengan data baru untuk mengevaluasi kenerja dari model prediksi dan (4) evaluasi performa algoritma Naive Bayes untuk menghitung nilai accuracy, recall, precision, dan error rate dengan confusion matrix menggunakan bantuan software RapidMiner Studio versi 9.0.2. Hasil klasifikasi pada penelitian ini dengan menggunakan algoritma Naive Bayes diperoleh rata-rata dari nilai accuracy sebesar 94.00%, nilai recall sebesar 84.75%, nilai precision sebesar 95.36% dan nilai error rate sebesar 6.00%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bawah algoritma Naive Bayes dapat diterapkan dalam mendiagnosa gejala demam pada pasien, dengan tingkatan accuarcy yang tinggi

    Metode AHP-TOPSIS dalam Menentukan Kelayakan Calon Penerima Bantuan Siswa Miskin di SMKN 1 Pungging Mojokerto

    No full text
    AHP-TOPSIS merupakan kombinasi antara dua metode Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution (TOPSIS). Integrasi dua metode tersebut digunakan untuk menyelesaikan masalah penentuan calon penerima BSM yang terdapat kendala dalam pengambilan keputusan secara manual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja AHP dan TOPSIS dalam menentukan calon penerima BSM pada siswa SMKN 1 Pungging. Dengan menggunakan metode dalam membantu proses seleksi calon penerima BSM, maka mampu memberikan rekomendasi calon penerima BSM secara tepat sesuai dengan kriteria yang ditentukan dan proses seleksi menjadi lebih efisien. Tahapan pada penelitian ini yaitu mengidentifikasi masalah pada data yang dimiliki, menentukan tujuan penelitian yang dilakukan, menganalisa teori mengenai metode yang mampu menyelesaikan masalah tersebut, merancang metode yang akan digunakan dalam menyelesaikan masalah sehingga dapat memperoleh hasil penelitian. Kinerja metode AHP-TOPSIS diukur menggunakan analisis sensitivitas yang bertujuan untuk mengetahui konsistensi metode yang digunakan dalam penyelesaian masalah. Hasil sensitivitas yang diperoleh yaitu memiliki perubahan sebesar 5% dengan 8 kali pengujian pada 50 data uji dan hasil ranking baru yang dihasilkan tidak berubah secara signifikan. Sistem yang dibuat memiliki tingkat kesesuaian ranking terhadap hasil rekomendasi pihak sekolah sebesar 84%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem dapat bekerja dengan baik dalam membantu proses seleksi dan dapat menghasilkan rekomendasi calon penerima BSM secara tepat dan efisien dalam segi waktu dibandingkan proses seleksi manual

    Pengembangan Buku Ajar Manajemen Energi Bermuatan Critical Thinking Skills Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAKAhmadi, Bagas Sadewa. 2019. Pengembangan Buku Ajar Manajemen Energi Bermuatan Critical Thinking Skills Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi. S1 Pendidikan Teknik Elektro. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Arif Nur Afandi, S.T., M. T., Ph.D., (II) Dr. Yuni Rahmawati, S.T., M.T.Kata Kunci: Buku ajar, Manajemen Energi, Critical Thinking Skills, Problem Based Learning.Proses pembelajaran di universitas mempunyai beberapa tujuan seperti peningkatan kemampuan pedagogik mahasiswa. Kemampuan ini mempengaruhi beberapa hal seperti kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu perlu dikembangkan buku ajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning yang selaras dengan peningkatan kemampuan berpikir kritis, terutama untuk mata kuliah Manajemen Energi. Manajemen Energi merupakan salah satu program matakuliah yang ada pada jurusan Teknik Elektro yang didalamnya mempelajari tentang pengaturan segala aspek pengolahan energi. Tujuan dari pembuatan penelitian ini yaitu untuk mempermudah mahasiswa dalam memperoleh materi dalam proses pembelajaran.Tujuan dari penelitian ini adalah merancang, mengembangkan, dan menguji kelayakan buku ajar Manajemen Energi untuk S1 Teknik Elektro jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan dalam pengembangan ini adalah model ADDIE dengan 5 tahapan yaitu: (1) Analysis (analisis), (2) Design (desain), (3) Development (pengembangan), (4) Implementation (implementase),dan (5) Evaluation (evaluasi).Hasil dari pengembangan buku ajar yang terdiri dari, teks, gambar, peta konsep, rangkuman, tes formatif, daftar pustaka, dan glosarium telah divalidasi oleh dosen Teknik Elektro Universitas Negeri Malang yang menguasai dibidang manajemen energi dan diujicobakan kepada mahasiswa S1 Teknik Elektro angkatan 2015. Validasi buku ajar menggunakan teknik penyebaran angket. Hasil penyebaran angket yang telah dilakukan pada buku ajar dinyatakan valid, sehingga layak digunakan sebagai sumber rujukan pembelajaran Manajemen Energi. Hal ini didukung melalui hasil persentase validasi oleh kedua validator sebesar 91% dan 76,28%, hasil validasi uji coba kelompok kecil sebesar 85,83%, dan hasil validasi uji coba kelompok besar yaitu 81,18%. Dari persentase tersebut dapat dikatakan bahwa produk buku ajar bisa digunakan atau layak jika digunakan sebagai reverensi belajar atau sebagai bahan ajar Manajemen Energi

    Pengembangan Bahan Ajar E-learning pada Mata Kuliah Elektronika Digital dengan Model Pembelajaran Challenge Based Learning (CBL) untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAKWijaya, Bagas Andi. 2019. Pengembangan Bahan Ajar E-learning pada Mata Kuliah Elektronika Digital dengan Model Pembelajaran Challenge Based Learning (CBL) untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T. (2) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.Kata Kunci: Bahan ajar, Challenge Based Learning, E-learning, Elektronika Digital.Bahan ajar adalah suatu materi yang disusun secara sistematis yang digunakan untuk membantu pengajar dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran sehingga memudahkan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Challenge based learning adalah model pembelajaran yang berorientasi pada tantangan. E-learning adalah pembelajaran yang memanfaatkan jaringan internet sehingga tercipta sebuah ruang belajar online yang menghubungkan antara dosen dan mahasiswa untuk mengatasi keterbatasan dalam hal waktu, ruang, kondisi, dan keadaan saat pembelajaran di kampus. Mata kuliah Elektronika Digital merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang.Tujuan dari penelitian pengembangan adalah: (1) mendiskripsikan bahan ajar e-learning mata kuliah elektronika digital bermuatan challenge based learning untuk mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro; (2) mengembangkan bahan ajar e-learning mata kuliah elektronika digital bermuatan challenge based learning untuk mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro; (3) menguji kelayakan bahan ajar e-learning mata kuliah elektronika digital bermuata challenge based learning untuk mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro.Dalam penelitian ini menggunakan model penelitian berbentuk model ADDIE yang terdapat lima tahap yakni : (1) Analysis, dalam tahap ini targer pembelajaran nya ditentukan; (2) Design, menentukan strategi pembelajaran yang sesuai; (3) Development, desain yang dilakukan pada tahap sebelumnya ditindak lanjuti dalam tahap pengembanganl (4) Implementation, berarti pelaksanaan atau penerapan dari beberapa tahap sebelumnya; (5) Evaluation, bertujuan untuk mengetahui keberhasilan dari suatu rencana pembelajaran.Bahan ajar ini telah divalidasi oleh ahli materi dan ahli media serta diuji cobakan kepada mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Kelayakan bahan ajar diketahui berdasarkan hasil angket. Hasil angket oleh ahli materi sebagai uji kelayakan materi memperoleh persentase sebesar 85% (sangat valid), ahli media sebagai uji kelayakan media memperoleh persentase sebesar 96,21% (sangat valid), uji coba sekala kecil memperoleh persentase sebesar 90,75% (sangat valid), dan uji coba lapangan memperoleh persentase sebesar 88,56 (sangat valid). Berdasarkan skor tersebut, bahan ajar dinyatakan sangat valid dan layak digunakan dalam pembelajaran.ABSTRACTWijaya, Bagas Andi. 2019. Development of E-learning Teaching Materials in Digital Electronics Courses with Challenge Based Learning (CBL) Learning Model for S1 Students Electrical Engineering Education , Majoring in Electrical Engineering, State University of Malang. Skripsi, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Supervisor: (1) Dr. H. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T. (2) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.Keywords: Teaching materials, Problem Solving, E-learning, Basic and Electrical MeasurementsTeaching material is a systematically compiled material that is used to assist teachers in carrying out learning activities so as to facilitate students in the learning process. Challenge based learning is a challenge-oriented learning model. E-learning is learning that utilizes internet networks so as to create an online learning space that connects lecturers and students to overcome limitations in terms of time, space, conditions, and conditions during learning on campus. The Digital Electronics course is one of the compulsory subjects that must be taken by S1 Electrical Engineering Education students at the State University of Malang.The objectives of the development research are: (1) to describe e-learning teaching materials with digital challenge-based learning subjects for S1 Electrical Engineering Education students; (2) developing e-learning teaching materials with digital challenge-based learning subjects for S1 Electrical Engineering Education students; (3) examine the feasibility of e-learning teaching materials in digital electronics courses using challenge based learning for S1 Electrical Engineering Education students.In this study using a research model in the form of the ADDIE model which has five stages, namely: (1) Analysis, in this stage the target of learning is determined; (2) Design, determine the appropriate learning strategy; (3) Development, the design carried out in the previous stage is followed up in the development stage (4) Implementation, meaning the implementation or implementation of the previous stages; (5) Evaluation, aims to determine the success of a learning plan.This teaching material has been validated by material experts and media experts and tested on S1 Electrical Engineering Education Department of Electrical Engineering Faculty of Engineering, State University of Malang. The feasibility of teaching materials is known based on the results of the questionnaire. The results of the questionnaire by material experts as a material feasibility test obtained a percentage of 85% (very valid), media experts as a media feasibility test obtained a percentage of 96.21% (very valid), small scale trials obtained a percentage of 90.75% (very valid), and the field trial obtained a percentage of 88.56 (very valid). Based on these scores, teaching materials are stated to be very valid and suitable for use in learning

    Klasifikasi Perawatan Gangguan Kesehatan Mental Karyawan dengan Algoritma K-Nearest Neighbor

    No full text
    Masalah kesehatan mental semakin menjadi hal yang berpengaruh di tempat kerja. Masalah tersebut akan mempengaruhi produktivitas karyawan sehingga berdampak pada ekonomi perusahaan. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, perusahaan perlu mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan kesehatan mental karyawan. Maka dari itu diperlukannya sebuah metode klasifikasi untuk mengetahui karyawan yang menginginkan perawatan gangguan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan feature selection menggunakan chi square terhadap kinerja algoritma K-Nearest Neighbor (KNN) dalam melakukan klasifikasi. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian meliputi: (1) proses pengumpulan data yang diperoleh dari Open Sourcing Mental Illnes (OSMI), (2) proses preprocessing data yang dilakukan adalah data cleaning, feature selection, data transformation, (3) proses implementasi algoritma KNN dalam melakukan klasifikasi data, dan (4) proses evaluasi untuk mengetahui hasil kinerja algoritma menggunakan confussion matrix yang akan menghasilkan nilai precision, recall, accuracy. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengklasifikasian menggunakan algoritma KNN diperoleh hasil akurasi 87,27%, precision 84,21%, dan recall 96,97%. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan kinerja yang dihasilkan lebih efektif dari penelitian sebelumnya. Kenaikan akurasi sebesar 2,27% ini dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan oleh Shruti Appiah dalam melakukan klasifikasi mengggunakan Naïve Bayes dan SVM menghasilkan akurasi sebesar 66%. Dapat disimpulkan bahwa data perawatan kesehatan mental dapat diterapkan untuk klasifikasi menggunakan KNN menghasilkan tingkat akurasi yang tinggi

    EVALUASI PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI KEAHLIAN (UKK) PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK INSTALAS TENAGA LISTRIK (TITL) di SMKN 6 MALANG

    No full text
    ABSTRAK Tujuan dari didirikan SMK yaitu untuk mencetak peserta didik yang ahli dalam pekerjaan sesuai dengan bidangnya. Sehingga tujuan mendasar dari berdirinya SMK sebagai fasilitator pendidikan yang mengasah peserta didik dan meneruskan lulusannya untuk bekerja atau berwirausaha mandiri yang sesuai dengan bidang yang mereka tekuni. Tolak ukur aspek yang dapat dijadikan acuan untuk memenuhi kebutuhan industri.dunia usaha adalah melalui aspek evaluasi atau parameter kompetensi. Aspek evaluasi tersebut berupa uji kompetensi keahlian. Uji kompetensi keahlian merupakan penilaian yang memiliki standarisasi pencapaian kompetensi siswa. Untuk pelaksaan uji kompetensi keahlian berlangsung di beberapa daerah masih ada permasalahan diantaranya asesor, ketersediaan peralatan praktik, dan keterbataasan biaya untuk pelaksanaan uji kompetensi keahlian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi pelaksanaan uji kompetensi keahlian (UKK) program keahlian teknik pemesinan SMK N 6 Malang yang meliputi: (1) Evaluasi Konteks; (2) Evaluasi Masukan yang terdiri dari (a) Kelayakan Peralatan Utama, (b) Kelayakan Peralatan Pendukung, (c) Kelayakan Tempat/Ruang, (d) Kelayakan Asesor Internal, (e) Kelayakan Asesor Eksternal, (f) Kesiapan Siswa, dan (g) Kesiapan Panitia; (3) Evaluasi Proses; dan (4) Evaluasi Hasil/Produk. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif evaluatif, dan dilaksanakan setelah pelaksanaan uji kompetensi keahlian teknik pemesinan SMK N 6 Malang. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru, asesor, siswa dan panitia pelaksana. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, angket (kuesioner) dan wawancara, selanjutnya pengolahan data penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Kata Kunci: Evaluasi, Pelaksanaan, Uji Kompetensi Keahlian, Teknik Instalasi Tenaga Listrik ABSTRACT  The aim of established vocational high schools is to produce students who are experts in their work according to their fields. So that the basic purpose of the establishment of vocational schools as educational facilitators who hone students and continue their graduates to work or independent entrepreneurship in accordance with the field they pursue.Benchmark aspects that can be used as a reference to meet the needs of industry. The business world is through aspects of assessment or competency parameters. This aspect of evaluation includes a competency test of expertise. Competencies Student Competencies. For the implementation of the expertise competency test in some areas there are still questionable assessors, approval of practical equipment, and transparency of costs for the implementation of the expertise competency test.This study aims to determine the evaluation of the implementation of the expertise competency test (UKK) machining technical expertise program in SMK N 6 Malang which includes: (1) Context Evaluation; (2) Evaluation of Input consisting of (a) Feasibility of Main Equipment, (b) Feasibility of Supporting Equipment, (c) Feasibility of Place / Space, (d) Feasibility of Internal Assessors, (e) Feasibility of External Assessors, (f) Readiness of Students, and (g) Committee Readiness; (3) Process Evaluation; and (4) Results / Product Evaluation.This research was an evaluative descriptive study, and was carried out after the implementation of the competency test of machining technical expertise in SMK N 6 Malang. Sources of data in this study were teachers, assessors, students and the organizing committee. Methods of data collection using observation, documentation, questionnaires (questionnaires) and interviews, then the processing of research data is done in quantitative descriptive. Keywords: Evaluation, Implementation, Expertise Competency Test, Electric Power Installation Technique&nbsp

    PENGEMBANGAN TRAINER ATS (AUTOMATIC TRANSFER SWITCH) GENSET (GENERATOR SET) DENGAN MENGGUNAKAN PLC DAN HMI PADA MATA PELAJARAN INTRUMENTASI DAN KONTROL PEMBANGKIT SISWA KELAS XII JURUSAN PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DI SMK PGRI 3 MALANG

    No full text
    RINGKASAN Sari, Rizky Asilia Puspita. 2019. Pengembangan Trainer ATS (Automatic Transfer Switch) Genset (Generator Set) Dengan Menggunakan PLC Dan HMI Pada Mata Pelajaran Intrumentasi Dan Kontrol Pembangkit Siswa Kelas XII Jurusan Pembangkit Tenaga Listrik Di SMK PGRI 3 Malang. Pembimbing (I) Drs. Slamet Wibawanto, M. T., (II) Drs. Hari Putranto, M. Pd. Kata Kunci:  Trainer, Jobsheet, ATS (Automatic Transfer Switch)Kemajuan teknologi mempunyai dampak yang sangat signifikan dalam berbagai bidang sehingga banyak mempengaruhi sistem kerja suatu peralatan sebuah perusahaan dengan tujuan menghasilkan suatu peralatan atau benda. Peralatan yang dimaksud adalah PLC (Programable Logic Control) yang digunakan untuk mengendalikan suatu simulator dengan dikombinasikan dengan sistem monitoring HMI (Human Machine Interface) yang merupakan perangkat lunak untuk monitoring dan mengontrol suatu sistem dari berbagai tempat melalui perangkat komputer.Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan dengan guru pengampu mata pelajaran Instrumentasi dan Kontrol Pembangkit menyatakan bahwa hasil belajar peserta didik pada aspek keterampilan masih belum sesuai dengan target pembelajaran. Hal ini dikarenakan belum ada media penunjang pembelajaran siswa terutama. Untuk itu dilakukan pengembangan trainer ini untuk meningkatkan keterampilan peserta didik.Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Merancang dan membuat trainer ATS (Automatic Transfer Switch) genset (generator set); (2) Merancang dan membuat jobsheet ATS (Automatic Transfer Switch) genset (generator set); (3) Menguji kelayakan trainer dan jobsheet ATS (Automatic Transfer Switch) genset (generator set). Penelitian pengembangan ini menggunakan model penelitian Sugiyono yang memiliki 10 tahapan penelitian yaitu : (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validai desain; (5) revisi desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian; (9) revisi produk; (10) produksi masal.Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XII jurusan Pembangkit Tenaga Listrik dengan jumlah sampel 10 siswa kelas XII PBA untuk uji coba produk dan uji coba pemakaian pada 30 siswa kelas XII PBB. Alat pengumpulan data berupa angket dan teknik analisis data dengan menggunakan perhitungan persentase. Berdasarkan analisis, diperoleh hasil persentase rata-rata dari ahli sebesar 91,8% dari uji coba dalam kelompok kecil didapatkan hasil 92,2% sedangkan dari uji coba pemakaian dalam kelompok besar diperoleh hasil 98,8% sehingga dapat disimpulkan bahwa trainer, manual book, dan jobsheet sangat valid yang berarti layak digunakan dalam proses pembelajaran. Peneliltian pengembangan yang telah dilakukan menghasilkan produk trainer ATS (Automatic Tranfer Switch) Genset (Generator Set) sebagai media pembelajaran, penelitian pengembangan yang dilakukan telah, menghasilkan produk berupa manual book dan jobsheet. Setelah dilakukan validasi dan uji coba, maka didapatkan hasil rata-rata yang menyatakan bahwa trainer, manual book, dan jobsheet sangat valid serta teruji kelayakanya sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran Intrumentasi dan Kontrol Pembangkit kelas XII SMK PGRI 3 Malang, hal ini dibuktikan dengan trainer, manual book, dan jobsheet sudah memenuhi semua aspek penilaian yang ada sehingga dikatakan layak untuk digunakan dalam pembelajaran. &nbsp

    Penerapan Metode Support Vector Machine untuk Klasifikasi Artikel Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar

    No full text
    RINGKASAN Irawan, Ninon Oktaviani. 2019. Penerapan Metode Support Vector Machine untuk Klasifikasi Artikel Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing. (I) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T., M.T., Ph.D. (II) Utomo Pujianto, S.Kom., M.Kom. Keywords: Klasifikasi teks, Support Vector Machine (SVM), sampling, Synthetic Minority Over-Sampling (SMOTE) Meningkatnya kebutuhkan akan artikel jurnal seharusnya didukung dengan hasil pencarian artikel jurnal yang relevan. Pada umumnya pencarian menggunakan kata-kata yang kurang spesifik akan menyebabkan hasil pencarian artikel jurnal yang tidak relevan dan lama. Sehingga penyajian dengan kategori topik tertentu diperlukan dalam mengelompokkan artikel jurnal. Salah satunya pencarian artikel jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang terkait mata pelajaran tertentu diharapkan dapat memberikan hasil yang relevan dan cepat. Dari masalah tersebut, dengan memberikan label atau kategori berdasarkan kelompok mata pelajaran akan sangat membantu dalam pencarian artikel. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SKKMP) yang tercantum dalam UU Nomor 23 Tahun 2006 dapat digunakan dalam mengkategorikan artikel jurnal PGSD. Sehingga diperlukan suatu metode untuk mengklasifikasikan artikel jurnal secara otomatis dan efisien. Metode yang sesuai untuk menyelesaikan masalah ini yaitu metode klasifikasi teks. Salah satu metode untuk melakukan klasifikasi dokumen yang popular yaitu Support Vector Machine (SVM). Masalah dalam klasifikasi yang sering dihadapi yaitu kelas data yang tidak seimbang. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan metode Synthetic Minority Over-Sampling Technique (SMOTE). Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini akan membandingkan metode SVM tanpa menggunakan SMOTE dan SVM dengan menggunakan SMOTE untuk mengklasifikasi artikel jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Perbandingan kedua metode bertujuan untuk mengetahui metode dengan kinerja yang lebih baik. Metode pengujian yang digunakan pada penelitian ini menghasilkan tiga output berupa precision, recall, dan accuracy. Hasil dari perbandingan pada penelitian ini membuktikan bahwa SMOTE mampu meningkatkan accuracy dari Support Vector Machine. Metode Support Vector Machine dengan SMOTE memiliki nilai accuracy sebesar 92,81%. Sedangkan metode Support Vector Machine tanpa SMOTE memiliki nilai accuracy sebesar 80,56%

    Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Student Facilitator and Explaining Dengan Pembelajaran Konvensional Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Komputer Dan Jaringan Dasar Siswa Kelas X Program Keahlian Multimedia di SMKN 2 Singosari

    No full text
    ABSTRAKRusdianto, Darma. 2019. Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Student Facilitator and Explaining Dengan Pembelajaran Konvensional Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Komputer Dan Jaringan Dasar Siswa Kelas X Program Keahlian Multimedia di SMKN 2 Singosari. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika,Fakultas Teknik,Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Dr. HarySuswanto, M.T (II) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom Kata Kunci: HasilBelajar, Student Facilitator and Explaining, Pembelajaran Konvensional, Komputer dan Jaringan Dasar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran konvensional dan model SFAE pada mata pelajaran Komputer dan jaringan dasar terhadap hasil belajar siswa. Rancangan penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu Quasi Experimental dengan desain penelitiannya adalah Nonequivalent Control Design dimana pada desain ini kelompok kelas eksperimen dan kontrol tidak dipilih secara random. Pendekatan yang digunakan untuk menganalisis data adalah pendekatan kuantitatif karena penelitian ini menggunakan data yaitu berupa angka dari hasil belajar peserta didik yang meliputi nilai pretestposttest. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas X MM di SMK Negeri 2 Singosari tahun ajaran 2017/2018 yang terdiri dari 64 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) terdapat peningkatan hasil belajar ranah pengetahuan karena penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dan penerapan model pembelajaran Konvensional, (2) terdapat peningkatan hasil belajar ranah keterampilan karena penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dan penerapan model pembelajaran Konvensional, (3) terdapat perbedaan hasil belajar ranah pengetahuan antara penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran Konvensional dengan signifikasi sebesar 0,017<0,05, dan (4) terdapat perbedaan hasil belajar ranah keterampilan antara penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dibandingkan dengan penerapan model pembelajaran Konvensional dengan signifikasi sebesar 0,027<0,05. &nbsp

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇