SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    Hubungan Antara Self Efficacy dengan Kemampuan Berfikir Metakognitif pada Mahasiswa S1 PTE Jurusan Teknik Elektro FT UM

    No full text
    RINGKASAN   Romadhan, Budi Suci. 2020. Hubungan Antara Self Efficacy dengan Kemampuan Berfikir Metakognitif pada Mahasiswa S1 PTE Jurusan Teknik Elektro FT UM. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Setiadi Cahyono Putro. M.pd., M.T., Pembimbing (II) Drs. Hari Putranto. M.pd.   Kata Kunci : Self Efficacy, Kemampuan Berfikir Metakognitif. Metakognitif merupakan kemampuan mahasiswa untuk mengontrol bermacam-macam aktivitas kognitif. Mahasiswa yang memiliki metakognitif yang tinggi dapat memperluas cara berfikir dan mengembangkan kemampuan kognitif selama proses pembelajaran. Namun pada kenyataannya masih ada beberapa mahasiswa S1 PTE yang memiliki kemampuan berfikir metakognitif rendah. Diindikasikan bahwa mahasiswa S1 PTE yang memiliki kemampuan berfikir metakognitif rendah tidak dapat mengembangkan kemampuan kognitif yang dimiliki karena mahasiswa tidak menyadari akan potensi yang ada dalam dirinya sehingga membuat tidak mengetahui akan kemampuan yang dimiliki. Untuk meningkat kemampuan berfikir metakognitif, maka mahasiswa S1 PTE menumbuhkan keyakian dalam diri sendiri akan kemampuan yang dimiliki. Keyakinan tersebut didapat dari self efficacy yang tinggi, dengan self efficacy yang tinggi mahasiswa S1 PTE dapat mengimplementasikan dan mengembangkan kemampuan-kemampuan kognitif yang dimiliki. Peran self efficacy dalam kehidupan mahasiswa S1 PTE adalah membantu untuk menggunakan potensi dirinya secara optimal di dalam proses perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendiskripsikan self efficacy yang dimiliki mahasiswa S1 PTE (X); (2) Mendiskripsikan kemampuan berfikir metakognitif yang dimiliki mahasiswa S1 PTE (Y); (3) Mengungkap hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan kemampuan berfikir metakognitif pada mahasiswa S1 PTE di Jurusan Teknik Elektro FT UM. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa S1 PTE Jurusan Teknik Elektro FT UM dengan total populasi sebanya 71 mahasiswa. Untuk mengukur variabel X dan variabel Y menggunakan kuisioner tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi menggunakan aplikasi IMB SPSS Statistics 23. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Variabel X dan Y dalam berkategori tinggi, (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X dengan Y dengan nilai rhitung > rtabel yaitu 0,293 > 0,2718 dan nilai signifikansi 0,013 < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah  (1) Variabel X dan Y berkategori tinggi, (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X dengan Y

    Hubungan Prestasi Kajian Praktik Lapangan (KPL), Praktik Pembelajaran Mikro, Pengalaman Praktik Industri, Dan Kesiapan Mengajar Mahasiswa PTI Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    Kata Kunci : prestasi kajian praktik lapangan, praktik pembelajaran mikro, pengalaman praktik industri, kesiapan mengajar.Calon tenaga pendidik harus memiliki kompetensi atau kemampuan dalam mengajar peserta didiknya dengan. Salah satu cara untuk melatih diri agar siap dalam mengajar adalah mengikuti praktik pembelajaran mikro. Faktor lain yang juga bepengaruh dalam kesiapan mengajar adalah pengalaman seseorang yang didapat setelah melakukan praktik industri. Berkaitan dengan hal tersebut maka dilakukan penelitian terkait tujuan untuk mengetahui:(1) hubungan antara prestasi kajian praktik lapangan dan kesiapan mengajar;(2) hubungan antara praktik pembelajaran mikro dan kesiapan mengajar;(3) hubungan pengalaman praktik industri dan kesiapan mengajar;(4) hubungan dari prestasi kajian praktik lapangan, praktik pembelajaran mikro, pengalaman praktik industri dan kesiapan mengajar.Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa dan mahasiswi PTI angkatan tahun 2014 yang berjumlah 190 orang. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk pengambilan sampel dan untuk menentukan jumlah sampel digunakan tabel yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael, sehingga mendapatkan hasil untuk jumlah sampel sebanyak 105 orang. Pengumpulan data dilakukan  dengan menyebar kuisioner. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:(1) sebanyak 32%  mahasiswa mendapatkan nilai dalam kategori tinggi pada variabel prestasi KPL,(2) sebanyak 33% mahasiswa hasil praktik pembelajaran mikro masuk dalam kategori tinggi,(3) sebanyak 35% mahasiswa mendapat skor tinggi dalam angket pengalaman praktik industri, dan(4) sebanyak 40% mahasiswa mendapat skor tinggi dalam angket kesiapan mengajar.Kesimpulan dari penelitian ini adalah(1) terdapat hubungan antara prestasi kajian praktik lapangan dan kesiapan mengajar;(2) terdapat hubungan antara praktik pembelajaran mikro dan kesiapan mengajar;(3) terdapat hubungan antara pengalaman praktik industri dan kesiapan mengajar; (4) terdapat hubungan antara prestasi kajian praktik lapangan, praktik pembelajaran mikro, pengalaman praktik industri dan kesiapan mengajar

    Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Mobile Pada Mata Pelajaran Teknologi Jaringan Berbasis Luas (WAN) Bermuatan Creative Problem Solving Untuk Menumbuhkan Learning Activity Pada Siswa Kelas XI TKJ di SMKN 3 Malang

    No full text
    ABSTRAKSari, Eva Kumala. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Mobile Pada Mata Pelajaran Teknologi Jaringan Berbasis Luas (WAN) Bermuatan Creative Problem Solving Untuk Menumbuhkan Learning Activity Pada Siswa Kelas XI TKJ di SMKN 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ir. Syaad Patmanthara, M. Pd., Pembimbing (II) Dila Umnia Soraya, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: Bahan Ajar, Creative Problem Solving, Learning Activity.Pembelajaran yang dilakukan SMK merupakan pembelajaran yang menekankan pada keterampilan siswa. Hal tersebut dikarenakan siswa SMK disiapkan untuk menghadapi dunia kerja. Keaktifan belajar (learning activity) pada siswa dalam pembelajaran dapat memberikan pengetahuan yang lebih mendalam dan materi yang diberikan guru akan mudah diterima oleh siswa. Dari hasil observasi di lapangan sebanyak 70% siswa mengalami kesulitan memahami materi dari modul berupa pdf, sedangkan sebanyak 78% siswa lebih menyukai belajar menggunakan bahan ajar elektronik berupa smartphone daripada menggunakan modul pdf. Oleh karena itu, pengembangan bahan ajar diperlukan untuk menghadapi tantangan pada kurikulum 2013 revisi 2018 yang digunakan di sekolah sehingga menumbuhkan keaktifan belajar (learning activity). Bahan ajar yang dikembangkan menggunakan model pembelajaran creative problem solving. Model pembelajaran creative problem solving dipilih karena model pembelajaran tersebut menyajikan pertanyaan berbasis masalah agar siswa berpikir kreatif untuk mencari pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini adalah merancang, mengembangankan, menguji kelayakan, dan mengimplementasikan bahan ajar TJBL sebagai bahan ajar berbasis mobile pada mata pelajaran Teknologi Jaringan Berbasis Luas.Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 langkah yang meliputi:(1) Analysis;(2) Design;(3) Development;(4) Implementation; dan(5) Evaluation. Uji kelayakan pada penelitian dan pengembangan dilakukan oleh siswa kelas XI TKJ yang sedang menempuh mata pelajaran Teknologi Jaringan Berbasis Luas di SMKN 3 Malang. Berdasarkan uji validasi materi oleh ahli diperoleh persentase sebesar 88,10%, validasi media oleh ahli diperoleh persentase sebesar 88,64%. Berdasarkan data hasil validasi bahan ajar dinyatakan sangat valid untuk dilakukan uji coba.  Pada tahap uji coba diperoleh persentase responden persorangan sebesar 85,71%, uji coba kelompok kecil sebesar 86,67% dan uji coba kelompok besar sebesar 89,33%. Sedangkan untuk hasil keaktifan belajar siswa mendapat 86,43% termasuk dalam kategori tinggi. Berdasarkan kriteria validitas, maka bahan ajar TJBL berbasis mobile bermuatan creative problem solving pada mata pelajaran Teknologi Jaringan Berbasis Luas termasuk dalam kategori sangat valid sehingga layak digunakan bagi siswa dalam proses pembelajaran.

    Pengembangan Modul Pembangkit Listrik Tenaga Surya pada Matakuliah Pembangkit Tenaga Listrik Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAKHerdianto. 2019. Pengembangan Modul Pembangkit Listrik Tenaga Surya pada Matakuliah Pembangkit Tenaga Listrik Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) &nbsp;A. N. Afandi, S.T.,M.T.,Ph.D. (2) Drs. Slamet Wibawanto, M.T.Kata Kunci: Modul, Pembangkit Listrik Tenaga Surya, Model Pengembangan ADDIEUniversitas Negeri Malang merupakan salah satu lembaga Pendidikan yang turut andil dalam visi, misi, dan tujuannya dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik. Salah satu tujuan dari Universitas Negeri Malang pada poin ketiga adalah menghasilkan karya ilmiah dan karya kreatif yang unggul dan menjadi rujukan dalam ilmu kependidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, ilmu sosial budaya, seni, dan/atau olahraga. Sehingga dalam penelitian ini akan dibuat suatu karya berupa bahan ajar digital Pembangkit Listrik Tenaga Surya pada matakuliah Pembangkit Tenaga Listrik Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Berdasarkan observasi pada dosen pengampu dan mahasiswa yang sedang menempuh matakuliah Pembangkit Tenaga Listrik, diketahui bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran yaitu berupa slide presentasi.Penelitian ini bertujuan untuk membangun dan mengetahui validitas pengembangan modul matakuliah Pembangkit Tenaga Listrik materi Pembangkit Listrik Tenaga Surya.Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze Design Develpoment Implementation Evaluate). Prosedur pengembangan ADDIE meliputi lima langkah, yaitu: melakukan tahapan analisis, pendesainan produk, pengembangan produk, implementasi produk, dan evaluasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan lembar angket untuk menguji kelayakan modul yang telah dikembangkan. Hasil dari pengembangan ini berupa modul yang telah divalidasi oleh ahli serta telah diuji cobakan kepada mahasiswa. Kevalidan modul diketahui berdasarkan hasil angket. Hasil uji validasi modul oleh ahli memperoleh persentase sebesar 84,28% (sangat valid), hasil uji coba kelompok kecil memperoleh persentase sebesar 89,17% (sangat valid), dan hasil uji coba lapangan memperoleh persentase sebesar 88,89% (sangat valid). Berdasarkan skor tersebut, modul dinyatakan sangat valid dan sangat layak digunakan dalam pembelajaran.ABSTRACTHerdianto. 2019. Development of Module for Solar Power Plants at Electric Power Generation Courses at the Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Thesis, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Supervisors: (I) &nbsp;A. N. Afandi, S.T.,M.T.,Ph.D . (II) Drs. Slamet Wibawanto, M.T.Keywords:&nbsp;Module, Solar Power Plants, ADDIE Development ModelMalang State University is one of the Educational institutions that contributes to the vision, mission, and purpose in realizing better education. One of the objectives of the State University of Malang in the third point is to produce superior scientific work and creative work and become a reference in education, science, technology, social culture, art, and / or sports. So that in this study a work will be made in the form of digital teaching materials for the Solar Power Plant at the Electrical Engineering Education Power Station in the State University of Malang. Based on observations on lecturers and students who are taking the Power Generation course, it is known that the teaching materials used in the learning are in the form of presentation slides.The purpose of this research is to develop and determine the validity of the development of module in the subject of the Power Plant material solar power plant.This research uses the ADDIE development model (Analyze Design Develpoment Implementation Evaluate). The ADDIE development procedure includes five steps, namely: performing the stages of analysis, product design, product development, product implementation, and evaluation. This type of research is quantitative research using a questionnaire sheet to test the feasibility of module that has been developed. The results of this development consist of modules that have been validated by experts and have been approved to try for students. The validity of module is known based on the results of the questionnaire. The module validation test results by experts obtained a percentage of 84.28% (very valid), the results of small group trials obtained a percentage of 89.17% (very valid), and the results of field trials obtained a percentage of 88.89% (very valid). Based on these scores, the module is stated to be very valid and very feasible to use in learning

    Klasifikasi Kualitas Biji Kedelai Berdasarkan Pengolahan Citra Fitur Tekstur Menggunakan Metode Decision Tree C4.5

    No full text
    RINGKASAN&nbsp;Fauziyyah, Mahdiyyatul. 2019. Klasifikasi Kualitas Biji Kedelai Berdasarkan Pengolahan Citra Fitur Tekstur Menggunakan Metode Decision Tree C4.5. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom., (II) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T., M.T., Ph.D.&nbsp;Kata Kunci : Decision Tree C4.5, GLCM, &nbsp;Kedelai, Pengolahan CitraKedelai merupakan salah satu komoditas pangan yang banyak digunakan di Indonesia, seperti untuk pembuatan tempe, tahu dan susu. Akan tetapi, jumlah kebutuhan kedelai di Indonesia tidak seimbang dengan jumlah produksi kedelai yang dihasilkan oleh petani, kondisi tersebut menyebabkan Indonesia harus mengimpor kedelai sekitar 2 juta ton setiap tahunnya. Pemilihan kualitas benih kedelai tentunya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kedelai dan hasil panennya. Biji kedelai yang baik adalah biji yang berwarna kuning kecokelatan yang merata, berbentuk bulat utuh, tidak keriput atau pecah, kulit biji tidak terkelupas dan tidak ada bercak. Sedangkan biji yang buruk memiliki kondisi fisik yaitu warna biji tidak merata, keriput atau pecah, kulit ari terkelupas serta terinfeksi jamur atau penyakit. &nbsp;Pada penelitian ini akan dilakukan automasi pemilihan biji kedelai menggunakan sistem komputer. Identifikasi kualitas biji kedelai dilakukan dengan mengolah citra digital biji kedelai menggunakan fitur tekstur untuk mengetahui kondisi fisiknya. Pada ekstraksi fitur tekstur digunakan metode Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) dan fitur tekstur yang digunakan adalah energi, homogenitas dan entropi. Metode klasifikasi yang digunakan adalah metode Decision Tree C4.5 yang akan diklasifikasikan ke dalam 2 kelas yaitu biji baik dan biji buruk. Pengujian dengan k-fold cross validation dilakukan sebanyak 10 kali dan didapatkan didapatkan nilai akurasi dari metode Decision Tree C4.5 adalah 91%, presisi sebesar 0,927 atau 92,7% dan recall sebesar 0,89 atau 89%. Sehingga dari hasil evaluasi tersebut, algoritma Decision Tree C4.5 memiliki performa baik dalam melakukan klasifikasi terhadap biji kedelai

    HUBUNGAN SOCIAL SUPPORT DAN SELF REGULATION DENGAN KESIAPAN DALAM ASPEK SOSIAL SEBAGAI GURU PADA MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRACTMuzayana, Evi Ayu Andriani. 2019. The Relationship of Social Support and Self Regulations with Readiness in Social Aspects as Teachers for Students S1 Electrical Engineering Education Faculty of Engineering, State University of Malang. Thesis, Education of Electrical Engineering, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (I) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T., (II) Dr. Yuni Rahmawati, S. T.,  M. TVocational High School (SMK) need professional teachers to prepare students to face the challenges of globalization. Readiness in social aspects as teacher have to owned by S1 Electrical Engineering (PTE) students. Readiness of S1 PTE students can be measured using internal factors with the variables of self regulation and external factors with social support variables.This study aims to:(1) describe social support (X1), self regulation (X2), and readiness in the social aspect as a teacher (Y),(2) reveal the significance and relationships of X1 and Y,(3) reveal significance and relationships X2 and Y,(4) express the significance and relationship of X1 and X2 simultaneously with Y.The research method used in this study uses a quantitative approach with a descriptive correlational research design. The sample of this study was the S1 PTE UM students with 114 active students in 2014. The sampling technique used was purposive sampling. The data obtained were tested by partial correlation test and hypothesis test to reveal the relationship between independent variables and dependent variables both partially and simultaneously. To measure the variables X1, X2 and Y use an assessment instrument in the form. Variables X_1, X_ (2) and Y have successive levels of reliability which are 0.740, 0.736 and 0.725. The data analysis technique used was partial correlation and multiple regression analysis, prerequisite test analysis, and relative-effective contribution analysis using SPSS assistance.The results obtained from this study are(1) X1, X2, and Y in the category of high tendencies (2) there is a positive and significant relationship between X1 and Y, X2 and Y, and X1 and X2 simultaneously with Y. This research can be concluded that the social support and self regulation aspects have a positive relationship with readiness in the social aspect as a teacher in PTE S1 student

    Pengembangan Trainer Kontrol Water Supply Pump Berbasis Supervisory Control And Data Acquisition Pada Mata Pelajaran Instrumentasi Dan Kontrol Pembangkit Siswa Kelas X Jurusan Pembangkit Tenaga Listrik Di Smk Pgr 3 Malang

    No full text
    ABSTRAKZainuri, Much. 2019. Pengembangan Trainer Kontrol Water Supply Pump Berbasis Supervisory Control And Data Acquisition Pada Mata Pelajaran Instrumentasi Dan Kontrol Pembangkit Siswa Kelas X Jurusan Pembangkit Tenaga Listrik Di Smk Pgr 3 Malang. Pembimbing : (I) Dr. Yuni Rahmawati, S.T., M.T., (II) A.N. Afandi, S.T., M.T., Ph.D.Kata kunci&nbsp;:Trainer Water Supply Pump, SCADA, Media PembelajaranMutu pendidikan dapat mempengaruhi kualitas dari peserta didik yang dihasilkan. Pentingnya untuk meningkatan mutu pendidikan sehingga peserta didik yang dihasilkan meningkat pula. Menurut asyhar salah satu cara untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan penggunaan media pembelajaran.Mata pelajaran Instrumentasi dan Kontrol Pembangkit yang memuat pengoperasian SCADA pada Pembangkit Listrik bertujuan untuk melatih peserta didik merancang dan mengoperasiakan sistem SCADA yang ada di Pembangkit Listrik. Salah satu pengoperasian SCADA di Pembangkit Listrik pada WTP (Water Treatment Plant) yaitu pada Water Supply Pump untuk mengontrol pompa air. Media pembelajaran SCADA yang dikemas dalam prototype trainer Water Supply Pump Berbasis Supervisory Control And Data Acquisition untuk mendukung pembelajaran SCADA. Bertujuan untuk lebih memahamkan cara mendesain sistem SCADA, membuat program SCADA, mengkomunikasikan, dan mengoperasikannya.Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Sugiyono. Tahapan-tahapan dari model pengembangan Sugiyono adalah: (a) potensi dan masalah, (b) pengumpulan data, (c) desain produk, (d) validasi desain, (e) revisi desain, (f) uji coba produk, (g) revisi produk, (h) uji coba pemakaian, (i) revisi produk, dan (j) produksi masal.Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa tingkat kelayakan trainer kontrol water supply pump memiliki presentase sebesar 91,9% dari 3 (tiga) validator ahli yang artinya produk layak digunakan dengan sedikit revisi, 83,72% dari uji coba kelompok kecil oleh 10 (sepuluh) siswa kelas X PBB yang artinya produk layak digunakan tanpa revisi, 90,53% dari uji coba kelompok besar oleh 30 (tiga puluh) siswa kelas X PBA yang artinya produk sangat layak digunakan tanpa ada revisi.Kesimpulan dari penelitian dan pengembangan ini adalah produk layak digunakan dalam proses pembelajaran. Produk dapat membantu kegiatan pembelajaran praktukum sehingga siswa kelas X Jurusan Pembangkit Tenaga Listrik lebih memahami pengoperasian scada pada unit pembangkit listrik

    Pengembangan E-book pada Mata Pelajaran Desain Grafis Percetakan Kelas XI di Jurusan Multimedia SMKN 5 Malang

    No full text
    ABSTRAKNugroho, Hario Muttaqin Yuda. 2018. Pengembangan E-book pada Mata Pelajaran Desain Grafis Percetakan Kelas XI di Jurusan Multimedia SMKN 5 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Hary Suswanto, S.T., M.T. (II) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T. Kata Kunci:&nbsp;e-book, desain grafis percetakan. Pengembangan ini didasari oleh media pembelajaran yang digunakan saat ini dinilai masih kurang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kebanyakan peserta didik masih belum memahami pembelajaran yang diterapkan dengan menggunakan e-book yang ada saat ini dikarenakan media yang ada masih belum mencakup semua materi yang dibutuhkan dengan baik. Pengembangan ini digunakan pada mata pelajaran Desain Grafis Percetakan pada kelas XI di SMKN 5 Malang. Tujuan dari pengembangan ini adalah: (1)&nbsp;untuk mengembangkan e-book sebagai penunjang kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran Desan Grafis Percetakan kelas XI Multimedia di SMK Negeri 5 Malang, (2)&nbsp;untuk meningkatkan penguasaan atau pemahaman peserta didik mengenai materi Desain Grafis Percetakan melalui e-book yang dikembangkan, dan (3)&nbsp;untuk meningkatkan &nbsp;efisiensi media yang dikembangkan pada mata pelajaran Desain Grafis Percetakan semester genap. Metode penelitian yang digunakan adalah True Eksperimental dengan model pretest-posttest control group design dalam desainnya. Analisis data menggunakan model pengembangan e-book mengadobsi model 4D. Terdapat empat tahapan penting dalam model 4D, yaitu: (1)&nbsp;Define, (2)&nbsp;Design, (3)&nbsp;Development, dan (4) Disseminate. &nbsp;Validasi media pembelajaran berupa e-book dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, uji skala kecil dan uji skala luas. Hasil rata-rata persentase validasi ahli media dan ahli materi sebesar 91,5%, rata-rata persentase validasi media uji skala kecil sebesar 87,75%, dan rata-rata persentase validasi uji skala luas sebesar 86,42%. Berdasarkan validasi yang diperoleh, rata-rata persentase keseluruhan validasi media pembelajaran yang dikembangkan adalah 88,55%. Pada hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pre test dan post test dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 46,67% dan nilai rata-rata post test sebesar 88,09%. Hal ini menunjukkan bahwa e-book yang dikembangkan telah efisien untuk digunakn dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran Desain Grafis Percetakan

    Pengembangan Game Edukasi Adventure Berbasis Android dengan Self-Directed Learning sebagai Penunjang Media Pembelajaran pada Mata Pelajaran Dasar Desain Grafis di SMK

    No full text
    ABSTRAK Dhewi, Andri Inoviyan. 2019. Pengembangan Game Edukasi Adventure Berbasis Android dengan Self-Directed Learning sebagai Penunjang Media Pembelajaran pada Mata Pelajaran Dasar Desain Grafis di SMK. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbinng: (I) Dr. Ir. Syaad Patmanthara, M.Pd., (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata Kunci : Penelitian dan pengembangan, Game Edukasi, Android, Dasar Desain Grafis Perkembangan teknologi informasi mengalami kemajuan diberbagai bidang. Kemajuan teknologi seperti smartphone dapat dimanfaatkan dalam menunjang pembelajaran di dunia pendidikan. Salah satunya sebagai media pembelajaran. Berdasarkan observasi awal dilakukan kepada siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kompetensi keahlian multimedia diperoleh hasil bahwa siswa mengaku bosan dan kesulitan dengan penyampaian materi menggunakan media papan tulis dan slide powerpoint, disisi lain siswa gemar bermain game. Berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan sebuah inovasi media pembelajaran yang dapat menyajikan materi yang lebih menarik. Lebih dari media berupa papan tulis maupun slide powerpoint yang hanya menyajikan teks dan gambar. Sejalan dengan kegemaran mayoritas siswa yaitu bermain game, maka hal tersebut menjadi alasan peneliti dalam melakukan penelitian pengembangan game edukasi untuk siswa SMK kelas X mata pelajaran dasar desain grafis. Tujuan penelitian ini adalah merancang, mengembangkan, dan menguji kelayakan, aplikasi game edukasi berbasis android pada mata pelajaran dasar desain grafis. Penelitian dan pengembangan yang akan dilakukan dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 langkah yang meliputi: (1) Analysis; (2) Design; (3) Development; (4) Implementation; (5) Evaluation. Uji kelayakan dilakukan siswa SMK N 7 Malang kelas X jurusan multimedia yang sedang atau telah menempuh mata pelajaran dasar desain grafis. Berdasarkan validasi yang dilakukan oleh para ahli yaitu dosen yang berkompeten dalam bidang Multimedia dan guru mata pelajaran dasar desain grafis serta uji coba produk dilakukan kepada siswa kelas X SMKN 7 Malang, diperoleh data dari ahli media sebesar 89,81% dan dari 2 ahli materi dengan rata-rata presentase sebesar 91,40%. Berdasarkan data hasil validasi game edukasi dinyatakan sangat valid untuk dilakukan uji coba. Pada tahap uji coba produk dilakukan uji perseorangan dilakukan oleh 2 siswa diperoleh sebesar 88,13%, uji coba kelompok kecil yang dilakukan oleh 10 siswa diperoleh sebesar 89,63%, uji coba lapangan yang dilakukan oleh 30 siswa diperoleh sebesar 90,04%. Berdasarkan kriteria validitas, maka game edukasi berbasis android dengan self-directed learning pada mata pelajaran dasar desain grafis kelas X SMK termasuk dalam kategori sangat valid dan sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

    Pengembangan Media Pembelajaran Digital Sistem Distribusi Energi Listrik Berbasis Pemahaman Konsep Pada Pembelajaran Energi Baru dan Terbarukan Bagi Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro di Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Putra, David Anggara. 2019. Pengembangan Media Pembelajaran Digital Sistem Distribusi Energi Listrik Berbasis Pemahaman Konsep Pada Pembelajaran Energi Baru dan Terbarukan Bagi Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro di Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Distribusi, Pemahaman Konsep, Energi Baru dan Terbarukan Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah: (1) Merancang dan membuat media pembelajaran digital sistem distribusi energi listrik berbasis pemahaman konsep pada pembelajaran energi baru terbarukan di TE UM; (2) Merancang dan membuat simulasi sistem distribusi energi listrik berbasis pemahaman konsep pada pembelajaran energi baru terbarukan di TE UM; (3) Menguji kelayakan media pembelajaran digital sistem distribusi energi listrik berbasis pemahaman konsep pada pembelajaran energi baru terbarukan di TE UM. Pengembangan ini menggunakan model penelitian ADDIE dengan 5 (lima) tahap penelitian dan pengembangan. Uji kelayakan bahan ajar dilakukan oleh 2 (dua) dosen ahli Teknik Elektro, mahasiswa S1 TE angkatan 2015 dan mahasiswa S1 TE angkatan 2016 untuk megevaluasi kelayakan media pembelajaran digital dan simulasi menggunakan instrumen berupa angket. Uji coba kelayakan bahan ajar dilakukan oleh 2 (dua) dosen ahli Teknik Elektro, 10 (sepuluh) mahasiswa S1 TE 2015 konsentrasi arus kuat dan mahasiswa S1 TE 2016 konsentrasi arus kuat untuk menguji kelayakan materi dan media dengan menggunakan instrument berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan media pembelajaran digital energi baru dan terbarukan tentang sistem distribusi tenaga listrik pembangkit energi baru dan terbarukan memperoleh persentase sebesar 83,4% dari 2 (dua) dosen ahli yang artinya produk layak digunakan dengan sedikit revisi, 86% dari 10 (sepuluh) mahasiswa S1 TE 2015 konsentrasi arus kuat yang artinya produk sangat layak untuk digunakan, sedangkan dari mahasiswa S1 TE 2016 konsentrasi arus kuat memperoleh 88% yang artinya produk sangat layak digunakan tanpa ada revisi lagi. Kesimpulan dari penelitian dan pengembangan ini terbukti bahwa media pembelajaran digital energi baru dan terbarukan sangat layak digunakan. Media pembelajaran digital juga mampu memberikan pemahaman tentang konsep sistem distribusi tenaga listrik pembangkit energi baru dan terbarukan kepada mahasiswa S1 TE

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇