SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    Pengembangan Expert System Sebagai Alat Bantu Pengambilan Keputusan Perbaikan dan Perawatan Komputer Bagi Teknisi dan Laboran Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    AbstrakPengembangan Expert System sebagai Alat Bantu Pengambilan Keputusan Perbaikan dan Perawatan Komputer Bagi Teknisi dan Laboran Teknik Elektro UM Kata Kunci : Expert System, perbaikan komputer, decision making Perbaikan dan perawatan komputer yang saat ini digunakan oleh laboran TE FT UM masih konvensional, dimana para laboran harus menentukan diagnose permasalahan komputer yang terbatas pada pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya secara umum. Sehingga laboran membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan diagnosa yang tepat. Berdasarkan permasalahan kurang optimalnya kinerja perbaikan yang dilakukan oleh laboran, maka dengan adanya expert system akan membantu teknisi atau laboran dalam mendiagnosis permasalahan pada komputer. Perbaikan dan perawatan komputer berbasis pada expert system bertujuan untuk membuat perencanaan, mengembangkan, serta mendapatkan hasil uji aplikasi untuk menentukan jenis kerusakan pada komputer. Dengan expert system ini, maka bisa terjadi migrasi dari sistem tutorial konvensional, yaitu proses trial and error. Dengan expert system akan didapatkan alternatif dalam penyelesaian kerusakan komputer, karena sistem ini mendukung aktivitas pemecahan yang dimaksud dalam hal ini pada pembuatan keputusan (decision making) dan sebagai asisten yang pandai dari seorang pakar.Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode R&D, dimana hasil akhir dari penelitian ini yaitu berupa software sistem pakar untuk laboran atau teknisi guna mendiagnosis kerusakan hardware pada komputer. Pengembangan sistem dalam penelitian ini menggunakan waterfall yang didalamnya terdapat certainty factor dan forward chaining.Proses pengujian sistem berdasarkan representasi prosentase hasil diagnosa dengan penggunaan proses perhitungan Certainty Factor (CF) yang cocok dipakai pada expert system untuk mengukur sesuatu apakah pasti atau tidak pasti dalam mendiagnosis kerusakan komputer. Sedangkan hasil pengujian equivalence partitioning, disimpulkan bahwa dari 6 orang responden didapatkan rata-rata nilai sebesar 45,2% dengan kategori ‘sangat baik’, 54,8% pada kategori ‘baik’. Sementara dari uji validasi pakar didapatkan prosentase 100% dari 2 orang pakar perawatan dan perbaikan komputer. Hal ini menunjukkan bahwa sistem secara garis besar sudah berjalan sesuai dengan rancangan prototype-nya. yang berarti semuafitur pada sistem dapat dijalankan

    IMPLEMENTASI K-NEAREST NEIGHBOR UNTUK PENGKLASIFIKASIAN BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS COSTARICENSIS) BERDASARKAN FITUR WARNA

    No full text
    ABSTRAKM.Fajar Bina Nugroho. 2018. implementasi k-nearest neighbor untuk pengklasifikasian buah naga merah(hylocereus costaricensis)berdasarkan fitur warna.Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom (II) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T., M.T., Ph.D.Kata Kunci :Buah Naga Merah,K -Nearest Neighbor  (KNN),Identifikasi Kematangan, Pengolahan Citra.Identifikasi kematangan buah naga merah dikalangan masyarakat dengan menggunakan cara konvesional menimbulkan beberapa permasalahan diantaranyahasil akurasi kematangan yang kurang akurat. Hal ini disebabkan adanya sifat subyektif dalam pemilihan atau menentukan kematangan buah naga merah. Penelitian ini diterapkan pada hylocereus costaricensis (buah naga merah) dengan melakukan identifikasi warna dan bentuk berdasarkan data citra digital dari buah naga merah. Buah naga yang belum matang memiliki isi daging buah yang lunak dan hambar, sehingga dapat merugikan masyarakat yang mengkonsumsinya dan yang melakukan pendistribusian buah ke berbagai daerah.Penelitian ini menggunakan algoritma K - Nearest Neighbor  (KNN) yang akan diterapkan didalam sistem informasi dengan objek penelitian yaitu data citra digital buah naga merah di desa buah naga purwoharjo, Banyuwangi. Didalam penelitian dilakukan pengambilan data citra digital dari masing masing tingkat kematangan yang berbeda yaitu tingkat kematangan 30%, 55%, 75% dan 95%. Masing - masing sampel citra digitalakan diklasifikasiberdasarkan tingkat kematanganbuah naga yang telah ditentukan.Uji coba ini akan dilakukan dengan mencari akurasi klasifikasi dari setiap jumlah data yang dibagi menjadi datatraining dan data testing. Kemudian menentukan rata – ratajarak dari semua uji coba berdasarkan klasifikasi yang telah dilakukan di dalam data testing sehingga dapat digunakan titik acuan pada penelitian tersebut untuk mengidentifikasi sebuah kematangan buah naga hylocereus costaricensis

    Pengembangan Sumber Belajar Interaktif Administrasi Sistem Jaringan Bermuatan Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Pada Siswa Kelas XI di SMK Negeri 6 Malang

    No full text
    Kata Kunci : Sumber Belajar Interaktif, Administrasi Sistem Jaringan, Problem Based Learning, Pengembangan ADDIEBerdasarkan hasil observasi dan wawancara kepada guru pengajar mata pelajaran Administrasi Sistem Jaringan di SMK Negeri 6 Malang, diketahui bahwa proses belajar di kelas selama ini dirasa masih kurang optimal dikarenakan terbatasnya sumber belajar yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Dampak dari terbatasnya sumber belajar yang digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar dapat mempengaruhi beberapa hal diantaranya, dalam ruang lingkup prestasi pemahaman konsep siswa pada matapelajaran Administrasi Sistem Jaringan dirasa masih kurang ,dengan kurangnya pemahaman konsep tersebut maka nilai siswa menjadi kurang maksimal, selanjutnya dalam ruang lingkup pembelajaranya itu pembaruan materi maupun sumber belajar yang sudah ada.Tujuan utama pengembangan ini adalah mengembangkan sumber belajar interaktif yang dapat digunakan siswa dengan mudah dan dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa pada matapelajaran Administrasi Sistem Jaringan bermuatan Problem Based Learning. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa kelax XI TKJ 3 dan XI TKJ 4.Untuk mengumpulkan data peningkatan pemahaman konsep diambil melalui nilai pretest dan posttest berupa 10 soalesai.Sumber belajar yang telah dikembangkan telah melalui uji coba kelayakan.Analisis data yang dilakukan, didapat persetnase hasil akhir hasil uji oleh ahli materi sebesar 90.4% dan 92.3%, validasi oleh ahli media sebesar 90% dan 87.5%, hasil uji coba kelompok kecil sebesar 78.5% dan hasil uji coba kelompok besar sebesar 783% dan 81.9%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest pada kelas  XI TKJ 3 adalah 48 dan XI TKJ 4 59. Selanjutnya setelah kedua kelas mengikuti pembelajaran dengan menggunakan sumber belajar interaktif bermuatan Problem Based Learning dan diberikan soal pretest untuk mengukur pemahaman konsep siswa setelah menggunakan sumber belajar interaktif bermuatan Problem Based Learning, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest pada kelas  XI TKJ 3 adalah 77 dan XI TKJ 4 adalah 76. Dari ujicoba yang dilakukan pada dua kelas tersebut menunjukkan bahwa pemahaman konsep meningkat setelah mengikuti pembelajaran menggunakan sumber belajar interaktif bermuatan Problem Based Learning yang telahdi kembangkan

    ANALISIS KONTINGENSI SALURAN TRANSMISI TERHADAP SISTEM KELISTRIKAN 150 kV MALANG RAYA

    No full text
    Kontingensi didefinisikan sebagai suatu keadaan yang tidak diharapkan yang terjadi dalam durasi singkat pada sistem tenaga listrik. Adanya kontingensi dapat menyebabkan lepasnya salah satu elemen tenaga listrik seperti lepasnya saluran transmisi pada sistem. Jika dibiarkan kontingensi dapat mengakibatkan suatu sistem dalam keadaan berbahaya dengan kontingensi bertingkat dan terjadi blackout pada sistem. Kajian ini membahas mengenai kontingensi berupa lepasnya saluran transmisi 150 kV pada sistem kelistrikan Malang Raya. Tujuan peneltian ini adalah menganalisis bagaimana dampak yang ditimbulkan dari kontingensi terdadap sistem kelistrikan Malang Raya. Analisis kontingensi mempermudah operator mengetahui saluran yang terlepas dari sistem dan berpotensi membahayakan sistem. Simulasi kontingensi saluran akan dilakukan menggunakan software untuk mengetahui nilai aliran daya pada sistem. Metode aliran daya AC dengan metode Newton Rapson digunakan pada simulasi ini. Kontingensi saluran transmisi akan dilakukan dengan beberapa skenario. Dimana hasil dari setiap skenario akan diurutkan berdasarkan ranking kontingensi menggunakan metode Performance Index. Demikian hasil ranking kontingensi dapat digunakan untuk menganalisis keadaan sistem setelah adanya kontingensi dan merencanakan tahap selanjutnya untuk meminimalisir lepasnya saluran transmisi dan antisipasi di lain waktu. Berdasarkan hasil yang didapatkan pada kondisi normal sebelum kontingensi Sistem Kelistrikan 150 kV Malang Raya mendapatkan supplai terbesar diperoleh pada power grid infinite sebesar 133,213 MW. Generator wlingi beroperasi sebesar 32% dan generator sutami beroperasi sebesar 30%. Tegangan sistem pada kondisi sebelum kontingensi mengalami rata-rata penurunan tegangan sebesar 1% dari tegangan nominal sistem. Hasil perhitungan Performance Index pada setiap skenario kontingensi 1 sampai 8 pada sistem kelistrikan 150 kV Malang Raya dengan ranking pertama bernilai 1,614188. Ranking pertama tersebut menyebabkan bus G.Wlingi

    Perbedaan Kemandirian dan Hasil Belajar Komputer dan Jaringan Dasar Karena Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran PBL Dibandingkan Problem Solving yang Dipadukan “POE” pada Siswa TKJ SMK Islam 1 Blitar

    No full text
    ABSTRAK Masruroini, Muhammad Danial. 2019. Perbedaan Kemandirian dan Hasil Belajar Komputer dan Jaringan Dasar Karena Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran PBL Dibandingkan Problem Solving yang Dipadukan “POE” pada Siswa TKJ SMK Islam 1 Blitar. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T., (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata Kunci: hasil belajar, kemandirian belajar, PBL, POE, problem solving Rendahnya tingkat hasil belajar komputer dan jaringan dasar mempunyai kaitan erat dengan aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru. Observasi yang telah dilakukan di SMK Islam 1 Blitar mengungkap beberapa faktor mengenai penyebab siswa belum memiliki hasil belajar yang baik. Model pembelajaran sebelumnya yang diterapkan oleh guru lebih banyak menuntut siswa untuk menyelesaikan kompetensi keterampilan mereka, melalui aktivitas praktikum. Guru memberikan instruksi kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas praktik, tetapi guru tidak begitu intensif dalam memberikan bimbingan. Sebagai solusi dari permasalahan tersebut, perlu dilakukan penerapan variasi model pembelajaran bersifat konstruktivistik. Model pembelajaran yang memungkinkan meningkatkan kemandirian belajar siswa. Sehingga siswa bisa membangun sendiri pengetahuan yang ia miliki. Permasalahan tersebut yang menjadi latar belakang penelitian untuk membandingkan penerapan model pembelajaran PBL yang dipadukan POE (X1) dibandingkan dengan model pembelajaran problem solving yang dipadukan POE (X2). Meneliti pengaruhnya terhadap kemandirian belajar (Y1) dan hasil belajar (Y2) komputer dan jaringan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan tingkat Y1 karena pengaruh X1 dan X2; (2) mendeskripsikan tingkat Y2 karena pengaruh X1 dan X2; (3) mengungkapkan signifikansi perbedaan Y1 antara penerapan X1 dan X2; serta (4) mengungkapkan signifikansi perbedaan Y2 antara penerapan X1 dan X2. Rancangan pada penelitian ini menggunakan quasi experiment serta desain penelitian pretest-posttest. Penelitian dilakukan pada siswa kelas X TKJ SMK Islam 1 Blitar sejumlah 67 siswa. Sampel adalah 35 siswa kelas X TKJ 2 sebagai kelas eksperimen A dengan penerapan X1 dan 32 siswa kelas X TKJ 3 sebagai kelas eskperimen B dengan penerapan X2. Instrumen pengukuran berupa lembar observasi kemandirian belajar, soal posttest hasil belajar pengetahuan dan lembar observasi hasil belajar keterampilan. Pengujian terdapat atau tidaknya perbedaan menggunakan uji-t teknik Independent Sample t-Test, dibantu software SPSS 25 for Windows. Hasil analisis deskriptif menunjukkan Y1 untuk kelas yang diajar dengan X1 memiliki kategori sangat tinggi dan Y1 untuk kelas yang diajar dengan X2 memiliki kategori tinggi. Hasil analisis Y2 untuk kelas yang diajar dengan X1 dan X2 memiliki kategori sangat tinggi. Hasil uji hipotesis menggunakan uji-t, menunjukkan nilai signifikansi perbedaan kemandirian belajar kelas yang diajar menggunakan X1 dan X2 sebesar 0,012, hasil belajar pengetahuan sebesar 0,045 dan hasil belajar keterampilan sebesar 0,008. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar siswa model problem-based learning dengan model problem solving menunjukkan kategori sangat tinggi dan tinggi. Kemudian hasil belajar siswa diberikan model problem-based learning dan problem solving menunjukkan kategori sangat tinggi. Serta terdapat perbedaan kemandirian belajar dan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diberi perlakuan model pembelajaran problem-based learning yang dipadukan POE dengan model problem solving yang dipadukan POE

    Hubungan Self Concept dan Adversity Quotient Terhadap Kemandirian Memilih Karir Setelah Lulus Bagi Siswa Kelas XII SMK Negeri di Kota Probolinggo

    No full text
    ABSTRAKDaroini, Hasanatut. 2019. Hubungan Self Concept dan Adversity Quotient Terhadap Kemandirian Memilih Karir Setelah Lulus Bagi Siswa Kelas XII SMK Negeri di Kota Probolinggo. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom.(II) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T.Kata Kunci: self concept, adversity quotient, kemandirian memilih karirSekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah lembaga pendidikan formal tingkat menengah dengan kekhususan mempersiapkan lulusannya untuk siap bekerja. Namun dalam realitanya banyak siswa yang tidak mampu mandiri menentukan karirnya karena siswa belum mehamami dirinya sendiri atau sering disebut dengan self concept untuk memilih karir sesuai dengan kemampuan agar sesuai dengan harapannya. Selain self concept yang harus dimiliki siswa untuk kemandirian memilih karir adalah adversity quotient. Adversity quotient merupakan kemampuan individu dalam menghadapi kesulitan dengan kerangka kerja konseptual yang tersusun. Adversity quotient dapat mempengaruhi tingkat motivasi berprestasi seorang siswa, sehingga dapat dikatakan siswa yang mempunyai adversity quotient tinggi akan memahami dirinya sendiri dengan baik.Metode penelitian yang digunakan yaitu ex post facto dengan rancangan  deskriptif korelasional dan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XII SMK Negeri di Kota Probolinggo dengan jumlah populasi sebanyak 214 siswa. Didapatkan jumlah sampel sebanyak 143 siswa dengan menggunakan teknik probability sampling. Untuk mengukur variabel X1, variabel X2 dan Y menggunakan instrumen penelitian berupa angket tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi parsial dan regresi ganda. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian yaitu: (1) kemandirian memilih karir setelah lulus berada dalam katagori tinggi sebesar 77,62%, (2) self concept berada dalam kategori tinggi sebesar 72,03%, (3) adversity quotient berada dalam kategori cukup sebesar 58,74%, (4) kategori kemandirian memilih karir setelah lulus bagi siswa SMKN 1 > SMKN 4 > SMKN 2, (5) kategori self concept SMKN 4 > SMKN 1 > SMKN 2, (6) kategori adversity quotient SMKN 1 > SMKN4  > SMKN 2, (7) ada hubungan positif dan signifikan antara X1 dengan Y, (5) ada hubungan positif dan signifikan antara X2 dengan Y, dan (6) ada hubungan positif dan signifikan antara X1 dan X2 dengan Y.Kesimpulan penelitian ini yaitu: (1) ada hubungan positif dan signifikan antara self concept dengan kemandirian memilih karir setelah lulus bagi siswa kelas XII SMK Negeri di Kota Probolinggo; (2) ada hubungan positif dan signifikan antara adversity quotient dengan kemandirian memilih karir setelah lulus bagi siswa kelas XII SMK Negeri di Kota Probolinggo;  (3) ada hubungan positif dan signifikan antara self concept dan adversity quotient dengan kemandirian memilih karir setelah lulus bagi siswa kelas XII SMK Negeri di Kota Probolinggo

    Pengembangan Modul Ajar Pemodelan Perangkat Lunak Bermuatan Project Based Learning Pada Siswa SMK Kelas XI Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak Di SMK Negeri 8 Malang

    No full text
    ABSTRAKFirdianto, Nadhira Eka Putri. 2018. Pengembangan Modul Ajar Pemodelan Perangkat Lunak Bermuatan Project Based Learning Pada Siswa SMK Kelas XI Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak Di SMK Negeri 8 Malang. Skripsi, Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd (II) Dila Umnia Soraya, S.Pd., M.Pd.Kata Kunci: Project Based Learning, Pemodelan Perangkat Lunak, Modul AjarPenelitian Tugas Akhir Skripsi ini bertujuan untuk: 1) Merancang modul cetak Pemodelan Perangkat Lunak program keahlian Rekayasa Perangkat Lunak SMK Kelas XI sesuai dengan standar kompetensi pada Kurikulum 2013, 2) Mengembangkan produk yaitu suatu modul pembelajaran pemodelan perangkat lunak berbasis project based learning bagi siswa kelas XI RPL di SMK Negeri 8 Malang, 3) Menguji kelayakan modul cetak Pemodelan Perangkat Lunak yang digunakan dalam proses pembelajaran Pemodelan Perangkat Lunak di SMK Negeri 8 Malang.Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D) dengan mengacu pada model pengembangan Sugiyono yang meliputi: 1) Potensi dan masalah, 2) Pengumpulan data, 3) Desain Produk, 4) Validasi desain, 5) Revisi Desain, 6) Uji coba produk,7) Revisi produk, 8) Uji coba pemakaian, 9) Revisi Produk, 10) Produksi masal. Akan tetapi tahap produksi masal tidak dilakukan karena penelitian hanya dilakukan pada lingkup satu sekolah saja. Subjek penelitian ini meliputi satu dosen sebagai ahli media, satu guru mata pelajaran sebagai ahli materi, serta siswa kelas XI RPL SMK Negeri 8 Malang. Objek yang diteliti pada penelitian ini adalah modul pembelajaran pemodelan perangkat lunak. Instrumen yang digunakan dalam menilai kelayakan modul berbentuk kuesioner atau angket. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif.Penelitian pengembangan ini menghasilkan : 1) Produk berupa modul cetak  pemodelan perangkat lunak bagi siswa kelas XI RPL di SMK Negeri 8 Malang. 2) Penelitian pengembangan ini menghasilkan tingkat kelayakan modul pembelajaran yang dinilai berdasarkan ahli materi, ahli media, dan respon siswa. Dari ahli materi didapatkan nilai rata–rata 88,05%, sedangkan untuk ahli media didapatkan nilai rata-rata 91,67%. Uji coba skala kecil diambil dari 8 siswa yang diambil secara acak, didapatkan nilai rata-rata 86,90%, kemudian dalam uji coba skala besar atau pemakaian yang terdiri dari 33 siswa didapatkan nilai rata-rata 89,00%. Secara keseluruhan bahan ajar ini dikatakan sangat valid dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran kelas XI RPL Semester Ganjil di SMK Negeri 8 Malang

    Pengaruh Penerapan Blended Learning Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar Pemrograman Berorientasi Objek Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Nege

    No full text
    Kata Kunci: Model Pembelajaran Blended Learning, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Model pembelajaran blended learning merupakan salah satu model pembelajaran yang menjadikan proses pembelajaran lebih efektif dan efisien. Blended learning menggabungkan pembelajaran online tanpa mengesampingkan pembelajaran tatap muka. Di dalam era perkembangan teknologi saat ini sangat memungkinkan untuk diterapkannya model pembelajaran blended learning. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran blended learning terhadap motivasi belajar dan hasil belajar. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dalam bentuk eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan desain Nonrandomized Pretest-Posttest Control Group Design. Objek penelitian ini adalah peserta didik program studi S1 Pendidikan Teknik Informatika angkatan 2017 di Universitas Negeri Malang. Subjek penelitian yang digunakan adalah peserta didik program studi S1 Pendidikan Teknik Informatika angkatan 2017 kelas C sebagai kelas eksperimen diberikan perlakuan model pembelajaran blended learning dan peserta didik program studi S1 Pendidikan Teknik Informatika angkatan 2017 kelas B sebagai kelas kontrol diberikan perlakuan model pembelajaran konvensional. Teknik analisis data menggunakan uji-t menggunakan independent-sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan model pembelajaran Blended Learning berpengaruh terhadap motivasi belajar peserta didik. Hal ini didukung dengan rata-rata skor motivasi belajar kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol dan nilai sign motivasi belajar sebesar 0,002 < 0,05. (2) Penerapan model pembelajaran Blended Learning berpengaruh terhadap hasil belajar. Hal ini didukung dengan hasil belajar kelas eksperimen lebih baik dari pada kelas kontrol dan nilai sign hasil belajar sebesar 0,000 < 0,05. Saran yang dianjurkan oleh peneliti adalah (1) Penelitian ini hanya menerapkan Model Pembelajaran Blended Learning pada saat kondisi Dosen hadir dikelas, maka untuk penelitian selanjutnya dapat menerapkan Model Pembelajaran Blended Learning pada saat kondisi Dosen tidak hadir dikelas. (2) Untuk mengukur hasil belajar mahasiswa tidak hanya dilihat dari ranah kognitif tetapi juga bisa dilihat dari ranah afektif dan psikomotor

    Perbedaan Hasil Belajar Sistem Kontrol Terprogram Melalui Penerapan Model Pembelajaran SCCS dan Model PBL BerbantuanCx-Programmer SiswaKelas XI TOI SMKN 1 Singosari

    No full text
    ABSTRAKFebriani,Afnia Dwi.2018.Perbedaan Hasil Belajar Sistem Kontrol Terprogram Melalui Penerapan Model Pembelajaran SCCS dan Model PBL BerbantuanCx-Programmer SiswaKelas XI TOI SMKN 1 Singosari. Skripsi. S1 PendidikanTeknikElektro. JurusanTeknikElektro. FakultasTeknik. UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (1) Drs. SlametWibawanto.,M.T, (2) Dyah Lestari,S.T.,M.Eng.Kata Kunci :HasilBelajar,Model pembelajaran, Student Created Case Studies, Problem Based Learning,Cx-Programmer, SistemKontrolTerprogram.Model pembelajaranberfungsidenganbaikketika model pembelajarantersebutdapatmempermudahsiswadalammenguasaimateripelajaran, sertamemberikansuasanabelajar yang dapatmembangkitkansemangatsiswa. Di SMKN 1 SingosaripembelajaranpadamatapelajaranSistemKontrolTerprogramdilakukansecaraberkelompok, akantetapipembelajarantersebuttidakterlaksanadenganbaikkarenapembelajaran yang dilakukancenderungtidaksesuailangkah-langkahnya. Pembelajaransecaraberkelompokdikelasmenyebabkansebagiansiswasaja yang aktifnamunsiswa yang lain kurangbegituantusiasmengikutikegiatanpembelajaran. Pembelajaransecaraberkelompok yang diterapkandikelastersebutmenyebabkanaktivitasbelajarrendah. Aktivitaspembelajaran yang rendahtersebutmengakibatkan tingkatpemahamansiswaterhadapmatericukuprendahdansekitar 70 % hasilbelajarsiswa di kelas XI TOI di SMKN 1 Singosarimasihbanyak yang belummencapaiKKM.Tujuanpenelitianiniyaituuntukmengetahuiperbedaanhasilbelajarpadaranahsikap, pengetahuandanketerampilanpadamatapelajaranSistemKontrolTerprogrammelaluipenerapan model pembelajaranStudent Created Case Studies dan model Problem Based Learning berbantuanCx-Programmer.Populasi yang digunakanpadapenelitianiniadalahseluruhsiswakelas XI TOI SMKN 1 Singosari.Teknik sampling yang digunakanyaitu sampling jenuhdimanakeseluruhanpopulasidigunakanuntukpenelitian. Padapenelitianinikelas XI TOI 1 digunakansebagaikelaseksperimendankelas XI TOI 2 digunakansebagaikelaskontrol.PenelitianinimerupakanpenelitianQuasyEksperimental Design, padapenelitianinikelompokkontroltidakdapatdigunakansepenuhnyauntukmengontrol. Desain yang digunakandalamrancanganpenelitianiniadalahNonequivalent Control Group Design desaininihampirsamadenganpretest-posttest control group design akantetapikelompokeksperimenmaupunkelompokkontroltidakdipilihsecara random.Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwaterdapatperbedaanhasilbelajardalamranahsikap, pengetahuandanketerampilan yang signifikanantarasiswa yang diajarmelaluipenerapan model pembelajaranStudent Created Case Studies dan model Problem Based Learning berbantuanCx-Programmer padamatapelajaranSistemKontrolTerprogram di SMKN 1 Singosari

    Perbedaan Hasil Belajar Karena Penerapan Model CPS dibandingkan CBL Berbantuan Simulasi Pada Siswa SMK

    No full text
    ABSTRAKStrategi pembelajaran dapat dilakukan dengan memilih model pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pemilihan model pembelajaran harus sesuai dengan keadaan dan karakteristik siswanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1)&nbsp;deskripsi hasil belajar pengetahuan IML karena pengaruh penerapan model CPS berbantuan simulasi; (2)&nbsp;deskripsi hasil belajar keterampilan IML karena pengaruh penerapan model CPS berbantuan simulasi; (3)&nbsp;deskripsi hasil belajar pengetahuan IML karena pengaruh penerapan model CBL berbantuan simulasi; (4)&nbsp;deskripsi hasil belajar keterampilan IML karena pengaruh penerapan model CBL berbantuan simulasi; (5)&nbsp;mengetahui perbedaan hasil belajar pengetahuan IML yang signifikan antara kelas yang menerapkan model CPS berbantuan simulasi dengan kelas yang menerapkan model CBL berbantuan simulasi; dan (6) mengetahui perbedaan hasil belajar keterampilan IML yang signifikan antara kelas yang menerapkan model CPS berbantuan simulasi dengan kelas yang menerapkan model CBL berbantuan simulasi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi experimental design dengan desain non equivalent control group design. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh yaitu teknik penentu sampel bila semua anggota populasi dijadikan sampel. Sampel penelitian ini adalah siswa SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi program keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik kelas XI TITL A dan XI TITL B. Penerapan perlakuan pada kelas A dan kelas B adalah sama mengenai materi ajar, waktu, tujuan pembelajaran, dan media yang digunakan. Perbedaan hanya pada penerapan model yang digunakan. Kelas A menggunakan model CPS berbantuan simulasi dan kelas B menggunakan model CBL berbantuan simulasi. Penerapan perlakuan penelitian pada kedua kelas akan dibandingkan dan dicari tingkat perbedaan signifikansinya menggunakan uji hipotesis yaitu uji-t.Kata Kunci: hasil belajar, keaktifan belajar, Creative Problem Solving, Challenge Based Learning, simulasiLearning strategies can be done by selecting a learning model that is expected to improve student learning outcomes. Selection of learning models should be appropriate to the circumstances and characteristics of the students. This research aims to determine: (1)&nbsp;a description of the learning outcomes for the effect of applying the knowledge IML CPS-aided simulation models; (2)&nbsp;a description of the learning outcomes for the effect of applying IML skills CPS-aided simulation models; (3)&nbsp;a description of the learning outcomes for the effect of applying the knowledge IML CBL-aided simulation models; (4)&nbsp;a description of the learning outcomes for the effect of applying IML skills CBL-aided simulation models; (5)&nbsp;determine differences in learning outcomes IML significant knowledge between classes that implement the model CPS-aided simulation with classes that implement CBL-aided simulation models; and (6) determine differences in learning outcomes IML significant skills between classes that implement the model CPS-aided simulation with classes that implement CBL-aided simulation models. This research design was quasi-experimental research design to the design of non-equivalent control group design. Sampling technique used is saturated sampling technique is a technique determinant of the sample when all members of the population sampled. Samples were students of SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi membership program Power Installation Engineering TITL A class XI and XI TITL B. Application of the treatment on the class A and class B are the same regarding teaching materials, time, learning objectives, and the media used. The only difference in the application of the model used. A class using CPS-aided simulation models and class B using CBL-aided simulation models. Implementation of the second-class treatment in the study will be compared and searched the degree of difference significance test the hypothesis that the t-test..Keyword: learning result, activity studied, Creative Problem Solving,Challenge Based Learning, simulatio

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇