SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika Kelas X TITL SMK Negeri 6 Malang

    No full text
    Hasil observasi yang dilakukan di SMK Negeri 6 Malang pada mata pelajaran dasar listrik dan elektronika kelas X TITL SMK Negeri 6 Malang diketahui guru masih menggunakan model pembelajaran yang terpusat pada guru. Pada model pembelajaran tersebut guru memberikan materi dengan cara ceramah dan siswa mencatat apa yang disampaikan oleh guru. Namun siswa yang mendengarkan dan mencatat apa yang telah disampaikan guru hanya beberapa siswa saja yang duduk di depan, sedangkan siswa lain atau siswa yang duduk dibelakang cenderung tidur dan bermain gadget. Hal tersebut merupakan salah satu faktor yang menyebabkan nilai akhir siswa masih banyak yang berada di bawah KKM, yaitu 71 pada mata pelajaran dasar listrik dan elektronika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining pada mata pelajaran dasar listrik dan elektronika kompetensi dasar memahami hukum-hukum dan fenomena rangkaian kemagnitan kelas X TITL SMK Negeri 6 Malang; (2) penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFE) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran dasar listrik dan elektronika kompetensi dasar memahami hukum-hukum dan fenomena rangkaian kemagnitan kelas X TITL SMK Negeri 6 Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Listrik 1 TITL SMK Negeri 6 Malang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan wawancara, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian ini menunjukan penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining meningkatkan hasil belajar siswa. Persentase keberhasilan ranah afektif siswa pada siklus I mencapai 77,91% dengan kriteria baik dan meningkat menjadi 78,86% pada siklus II dengan kriteria baik. Persentase keberhasilan hasil belajar siswa ranah kognitif siklus I mengalami peningkatan dari 71,71% dengan kriteria cukup menjadi 82% dengan kriteria baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Listrik 1 TITL SMK Negeri 6 Malang pada mata pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika dengan kompetensi dasar memahami hukum-hukum dan fenomena rangkaian kemagnitan

    Pengembangan Modul Administrasi Sistem Jaringan Bermuatan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan di SMK PGRI 1 Jombang

    No full text
    ABSTRAKMagfiroh, Lailatul. 2019. Pengembangan Modul Administrasi Sistem Jaringan Bermuatan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan di SMK PGRI 1 Jombang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd.,(2) Drs. Hari Putranto, M.Pd.Kata Kunci: modul, administrasi sistem jaringan, Problem based learning, sugiyono.Salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan penting di kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) adalah Administrasi Sistem Server. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMK PGRI 1 Jombang, terdapat masalah berupa hasil belajar siswa dalam pembelajaran Administrasi Sistem Jaringan masih terbilang rendah. Nilai yang menunjukkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Administrasi Sistem Jaringan juga belum  seperti yang diharapkan. Nilai rata-rata ulangan tengah semester pada kelas XI TKJ 1 SMK PGRI 1 Jombang masih berada di bawah kriteria ketuntasan minimum (KKM).  KKM pada mata pelajaran Administrasi Sistem Jaringan adalah 70. Terdapat 3 siswa dari 36 siswa di kelas XI TKJ 1 yang mempunyai nilai diatas KKM atau sebesar 8%. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan masih banyak siswa yang kesulitan  memahami dan mengaplikasikan materi pelajaran. Selain itu rendahnya hasil belajar siswa juga disebabkan oleh kurangnya fasilitas belajar di sekolah berupa keterbatasan tersediannya media pembelajaran.Tujuan dari penelitian dan pengembangan modul administrasi sistem jaringan bermuatan problem based learning (PBL) untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI TKJ di SMK PGRI 1 Jombang yang layak/valid menurut kriteria media pembelajaran. Tahapan penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahapan sugiyono yang terdiri dari sepuluh tahapan: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan informasi,(3) desain produk, (4) validasi desain (5) Revisi desain, (6) Uji coba Produk (7) Revisi produk(8) Uji coba pemakaian produk (9) Revisi Produk, dan (10) produksi masal. Bahan ajar yang dikembangkan berupa modul cetak bermuatan problem based learning (PBL). Hasil analisis kelayakan bahan ajar menunjukan perolehan rata-rata presentase validasi ahli media sebesar 96,79% modul guru dan 96,15% modul siswa, ahli materi sebesar 95.00% modul guru dan 90.91% modul siswa, uji coba kelompok kecil sebesar 89,85%, dan uji coba lapangan sebesar 92,01%. Hasil analisis keaktifan dan hasil belajar siswa setelah menggunakan modul pembelajaran administrasi sistem jaringan mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu dari 78,42% menjadi 88.03% untuk keaktifan dan 59,42% menjadi 89.86% untuk hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan dinyatakan sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran administrasi sistem jaringan dan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa

    Kajian Pelaksanaan Kuliah Workshop Instalasi Tenaga Listrik Di Tinjau Dari Kepuasan Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Universitas Negeri Malang.

    No full text
    Kenyataan yang terjadi dalam dunia pendidikan saat ini adalah setelah mahasiswa diterima pada jurusannya masing-masing mereka bisa mendapatkan pelayanan fasilitas jasa pendidikan yang seharusnya bisa membantu mereka dalam proses perkuliahan Workshop Instalasi Tenaga Listrik yang masih terkendala akan belum maksimalnya pelaksanaan kuliah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan kuliah Workshop Instalasi Tenaga Listrik yang diberikan pihak lembaga, karena sudah seharusnya hal tersebut menjadi pekerjaan bagi perguruan tinggi untuk memperbaiki kekurangan yang terdapat didalamnya sehingga dapat mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa setelah menempuh matakuliah tersebut. Hasil penelitian yang dilakukan ini adalah berupa angket keterlaksanaan kuliah dan kepuasan mahasiswa. Apabila keterlaksanaan baik atau tinggi maka tingkat kepuasan mahasiswa sebagai konsumen pendidikan akan semakin tinggi juga. Penelitian ini menggunakan skala linkert dengan empat pilihan jawaban kemudian data dianalisis menggunakan kriteria acuan penilaian, hasil dari analisis tersebut akan ditampilkan dengan menggunakan diagram untuk menampilkan jumlah ataupun presentase secara visual atau gambar. Berdasarakan data yang diperoleh menunjukkan bahwa, tingkat keterlaksanaan kuliah Workshop Instalasi Tenaga Listrik Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang adalah “sangat baik” dengan nilai sebesar 95,24%, “baik” 4,76%, “tidak baik” 0.00%, dan “sangat tidak baik” 0,00%. Pada kepuasan diperoleh data, tingkat kepuasan aspek berwujud (tangiables) “sangat puas” dengan nilai sebesar 87,30%, “puas” 12,70%, “tidak puas” 0.00%, dan “sangat tidak puas” 0,00%, tingkat kepuasan aspek kehandalan (reliability) adalah “sangat puas” dengan nilai sebesar 96,83%, “puas” 3,17%, “tidak puas” 0.00%, dan “sangat tidak puas” 0,00%, tingkat kepuasan ketanggapan (responsivences) adalah “sangat puas” dengan nilai sebesar 88,89%, “puas” 11,11%, “tidak puas” 0.00%, dan “sangat tidak puas” 0,00%, tingkat kepuasan aspek jaminan (assurance)  adalah “sangat puas” dengan nilai sebesar 82,54%, “puas” 17,46%, “tidak puas” 0.00%, dan “sangat tidak puas” 0,00%, bahwa tingkat kepuasan aspek empati (empathy) adalah “sangat puas” dengan nilai sebesar 46,03%, “puas” 53,97%, “tidak puas” 0.00%, dan “sangat tidak puas” 0,00%

    Hubungan Literasi Pekerja Teknisi dan Persepsi Siswa Terhadap Dunia Kerja dengan Pemahaman Karir Pada Siswa Kelas XI Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK di Kota Blitar

    No full text
    ABSTRAKTri Lastono Deliv, 2019. Hubungan Literasi Pekerja Teknisi dan Persepsi Siswa Terhadap Dunia Kerja Dengan Pemahaman Karir Pada Siswa SMK Kelas XI Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik Di Kota Blitar. Skripsi, Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Hari Putranto, M.Pd., (II) Dyah Lestari. S.T., M.Eng. Kata Kunci : Literasi Pekerja Teknisi, Persepsi Siswa, Pemahaman Karier.  Penentuan Karir dari suatu lembaga pendidikan merupakan poin penting yang perlu dipertimbangkan, dikarenakan ketika terdapat kesalahan dalam pemilihan karir maka akan berdampak pada pekerjaan kedapannya. Saat ini banyak lulusan SMK yang tidak bekerja sesuai dengan bidangnya. Salah satu penyebabnya ialah karena siswa melakukan kesalahan saat menentukan memilihan karir. Sehingga antara pembelajaran yang telah dilakukan saat sekolah dengan bidang dunia kerja yang digeluti tidak selaras. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menetahui (1)  hubungan positif dan signifikan antara literasi pekerja teknisi dengan pemahaman karir (2) hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa terhadap dunia kerja dengan pemahaman karir (3) hubungan secara simultan antara literasi pekerja teknisi dan persepsi siswa terhadap dunia kerja dengan pemahaman karir pada siswa SMK kelas XI Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik Di Kota Blitar.  Penelitian ini mengunakan metode Ex Post Facto. Analisis yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Variabel penelitian dalam penelitian ini ialah literasi pekerja teknisi (X1), persepsi terhadap dunia kerja (X2) dan pemahaman karir (Y). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner atau angket. Populasi dalam penelitian ini ialah siswa SMK kelas XI program keahlian Teknik Industri Tenaga Listrik di Kota Blitar pada sekolah SMKN 1 Blitar, SMK Islam 1 Blitar dan SMK Katolik Santo Yusup Blitar dengan jumlah siswa sebanyak 269 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi pekerja teknisi pada siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK  di Kota Blitar mayoritas dalam kategori “tinggi” dengan persentase 72%. Sedangkan pada variabel Persepsi Siswa Terhadap Dunia Kerja mayoritas dalam kategori “ sangat tinggi” dengan jumlah presentase 48,6% dan dalam variabel pemahaman karir mayoritas dalam kategori “tinggi” dengan presentase 68%. Kesimpulan yang dapat diperoleh ialah terdapat hubungan positif dan signifikan antara literasi pekerja teknisi dengan pemahaman karir. Sedangkan pada persepsi siswa terhadap dunia kerja dengan pemahaman karir juga terdapat hubungan yang positif dan sigifikan. Terdapat hubungan secara simultan antara literasi pekerja teknisi dan persepsi siwa terhadap dunia kerja dengan pemahaman kari

    Klasifikasi Situs Web dengan Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor untuk Mendeteksi Phishing

    No full text
    RINGKASANShobah, M Annurus, Klasifikasi Situs Web dengan Menggunakan Metode K- Nearest Neighbor untuk Mendeteksi Phishing. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Eng. Siti Sendari, S.T., M.T., (II) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T.Kata Kunci: K-nearest Neighbor, Klasifikasi, PhishingPerkembangan ilmu teknologi dan pengetahuan memberikan kemudahan kepada manusia dalam berbagai bidang dalam kehidupan sehari-harinya, salah satunya adalah perkembangan teknologi informasi. Berkembangnya teknologi informasi juga menimbulkan dampak negatif, yaitu tindak kriminal yang dilakukan dengan alat teknologi komputasi digital dan menggunakan jaringan internet, atau yang biasa disebut Cybercrime. Salah satu kejahatan siber yang marak terjadi sekarang adalah kejahatan phishing.Kejahatan phishing adalah bentuk ancaman online yang didefinisikan sebagai seni meniru situs web resmi instansi atau perusahaan tertentu yang bertujuan untuk memperoleh data penting pengguna, seperti nama pengguna, sandi, nomor identitas dan lain-lain. Menurut data statistik dari koalisi Anti- Phishing Working Group (APWG) dalam buku laporannya telah mendapatkan laporan sekitar 190.942 kasus untuk situs web phishing dan 296.208 kasus untuk e-mail phishing. Serangan phishing tidak hanya menimbulkan kerugian finansial saja, tindakan phishing menyebabkan masalah serius terhadap hilangnya data rahasia pengguna, dan menyebabkan nama perusahaan tercemar.Klasifikasi situs web perlu untuk dilakukan, karena dengan pengklasifikasian situs web akan membantu mencegah terjadinya tindak kejahatan phishing. Metode klasifikasi K-Nearest Neighbor (KNN) adalah algoritma klasifikasi dengan prinsip mencari kemiripan data paling dekat dengan data lain, dimana dievaluasi dari nilai k tetangga terdekat pada data latih. Variabel yang digunakan dalam klasifikasi situs web ini yaitu: SFH, PopUpWindows, SSLfinal_State, Request_URL, URL_of_Anchor, Web_Traffic, URL_Length, Age_of_Domain, Having_IP_Address. Variabel tersebut akan diolah untuk mengklasifikasikan situs web dalam menentukan keasliannya pada kelas “Phishing, Suspicious/Mencurigakan, dan Legit/Asli”. Penelitian ini diharapkan dapat membantu mengurangi kejahatan siber khususnya mencegah kejahatan pencurian informasi penting pengguna di internet. Metode k-fold cross validation digunakan untuk memvalidasi klasifikasi KNN. Hasil penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa akurasi terbaik klasifikasi KNN terdapat pada nilai k= 4 dengan tingkat akurasi sebesar 88,03%

    PENGEMBANGAN TRAINER MOTOR LISTRIK 3 FASA MATA PELAJARAN SISTEM PENGENDALI ELEKTRONIK RANGKAIAN SIMULTAN DAN RANGKAIAN INTERLOCK PADA SISWA ELEKTRONIKA INDUSTRI SMKN 1 KEPANJEN

    No full text
    Abstract Pemilihan beban bacaan yang tepat mempengaruhi perkembangan psikologi anak dan kualitas tersampaikannya isi bacaan. Perkembangan pengguna internet yang mencapai 65% pada tahun 2005 – 2015 mempengaruhi kecepatan persebaran data artikel berita. Data berita yang bersifat actual dapat digunakan sebagai bahan literatur karena dapat merangsang pola pikir anak untuk menanggapi peristiwa yang ada di sekitarnya. Namun hingga saat ini belum ada penelitian spesifik mengenai karakteristik penulisan berita yang diminati oleh pembaca dengan beban baca yang sesuai. Pengujian kemampuan teknik text mining Naïve Bayes dan Random Forest perlu dilakukan sebagai salah satu solusi masalah tersebut. Pengujian dilakukan dengan mengklasifikasikan artikel berita berdasarkan karakteristik panjang kata, jumlah kata unik, dan lexile level kedalam kelas popularitas yang sudah ditentukan. Hasil dari pengujian yang menggunakan dua scenario clustering menunjukkan algoritma Random Forest memiliki performa terbaik. Persentase akurasi terbaik didapatan dari uji algoritma menggunakan sekenario kedua dengan akurasi 99.75%, rata-rata recall 99.7% dan presisi 98.7%.Keywords: Komparasi, Naïve Bayes, Random Forest, Classification; Popularitas Artikel; Literasi &nbsp

    Hubungan Persepsi tentang Pembelajaran di Sekolah, Kompetensi Profesional dan Kompetensi Pedagogik dengan Kesiapan Menjadi Guru SMK Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan pada Mahasiswa PTE UM

    No full text
    ABSTRACTSari, Dyah Ayu Puspita. 2019. The Perception Relationship of Learning in School, Professional Competence and Pedagogical Competence with Readiness Become a Vocational High School Teacher in The Electricity Engineering Expertise Program at student of PTE UM. Thesis, Education of Electrical Engineering, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisor: (I) Dr. H. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T. (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd. Keywords: Perception of Learning in School, Professional Competence and Pedagogical Competence to Readiness become a Vocational High School Teacher in the Electricity Engineering Expertise Program.One of the study programs at Malang State University is a Bachelor of Electrical Engineering Education Study Program with the competency in the field of electro expertise. The S1 Electrical Engineering Education competency in the field of electro expertise is prepared to become a candidate for the vocational teacher of the Engineering Expertise Program through mastery in the fields of engineering and education. This study aims to:(1) Describe(a) student perceptions of learning in school (X1),(b) professional competence (X2),(c) pedagogical competence (X3), and(d) readiness to become a vocational teacher in the Electricity Engineering Expertise Program (Y);(2) reveal the significance and relationship X1 and Y;(3) reveal the significance and relationship X2 and Y;(4) reveal the significance and relationship X3 and Y; and(5) reveal the significance and relationship X1, X2 and X3 simultaneously with Y.The research used quantitative with a descriptive correlational design. The population of this research are college students of S1 PTE with the competency in the field of Electrical Engineering with 92 respondents. Sampling technique used was saturated samples with instruments in the form of questionnaires. Data analysis used descriptive statistical analysis, normality test, linearity test, multicollinearity, heterosensity test, and autocorrelation test. The results of the study show that:(1) the levels of X1, X2, X3 and Y are in the high category;(2) X1 had a significant positive effect on Y;(3) X2 had a significant positive effect on Y;(4) X3 had a significant positive effect on Y, and(5) X1, X2 and X3 simultaneously had a significant positive effect on Y.Conclusions:(1) the level(a) of the X1 variable in the high category with the conformation indicator in the highest order;(b) variable X2 in the high category with indicators developing PKB with reflective actions at the highest order;(c) X3 variables in very high categories with learning outcomes evaluation indicators in the highest order;(d) Y variable in the high category with indicators of readiness to manage learning in the highest order;(2) X1 has a significant positive effect on Y;(3) X2 has a significant positive effect on Y;(4) X3 has a significant positive effect on Y, and (5) X1, X2 and X3 simultaneously have a significant positive effect on Y

    Pengembangan Trainer Sistem Pneumatik dengan Kendali PLC untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro dalam Matakuliah Workshop Otomasi Industri

    No full text
    ABSTRAKBerdasarkan data hasil observasi dan wawancara, diketahui bahwa Laboratorium Sistem Kendali terdapat banyak trainer PLC, namun sebagian hanya berbentuk media pembelajaran yang kurang aplikatif, seperti contohnya pada trainer lift dan crane yang hanya memiliki output berupa lampu saja, sehingga kurang menggambarkan cara kerja alat seperti aslinya, oleh karena itu dibutuhkan trainer PLC yang lebih aplikatif untuk menunjang pembelajaran praktikum agar memudahkan mahasiswa belajar tentang sistem kendali di bidang otomasi industri. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Merancang dan membuat trainer sistem pneumatik dengan kendali PLC;  (2) Merancang dan membuat modul petunjuk penggunaan trainer; dan (3) Menguji kelayakan trainer sistem pneumatik dengan kendali PLC dan modul petunjuk penggunaan; dan (4) Menghasilkan trainer dan modul yang sudah teruji. Penelitian ini menggunakan model pengembangan yang Sugiyono yang memiliki 10 langkah sebagai berikut: (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain;(5) revisi desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian; (9) revisi produk; dan (10) produksi massal Penelitian pengembangan yang dilakukan telah menghasilkan produk  berupa trainer sistem pneumatik dengan kendali PLC sebagai media pembelajaran, Penelitian pengembangan yang dilakukan telah menghasilkan produk berupa modul petunjuk penggunaan sebagai bahan, Setelah dilakukan validasi dan uji coba, maka didapatkan hasil rata-rata yang menyatakan bahwa trainer dan modul sangat valid dan layak digunakan dalam pembelajaran praktikum pada matakuliah Workshop Otomasi Industri di Jurusan Teknik Elektro, dan Trainer dan modul telah teruji kelayakannya, hal ini dibuktikan dengan trainer dan modul yang sudah memenuhi semua aspek penilaian yang ada sehingga dapat dikatakan layak untuk digunakan dalam pembelajaran praktikumKata Kunci: Trainer, Modul, Workshop Otomasi Industr

    Pengembangan Trainer Human Joint Detection Untuk Matakuliah Pengolahan Citra S1 Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAKSetiyawan, S. Joni. 2019. Pengembangan Trainer Human Joint Detection Untuk Matakuliah Pengolahan Citra S1 Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eng. Anik Nur Handayani, S.T., M.T. (II) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T., M.T., Ph.D.Kata Kunci: Human Joint, Trainer, Pengolahan CitraPengolahan citra digital merupakan suatu proses dan analisis untuk memanipulasi citra dengan berbantuan komputer yang bertujuan untuk mengolah citra. Pengolahan Citra merupakan materi dari matakuliah Pengolahan Citra yang termuat dalam katalog program S1 Teknik Elektro di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Pelaksanaan pembelajaran pengolahan citra yang dilakukan selama ini masih secara konvesional, tanpa adanya kegiatan praktikum. Pembelajaran yang masih secara konvesional menyebabkan tujuan dari standar kompetensi matakuliah pengolahan citra berupa merancang dan menganalisis proses pengolahan citra digital menggunakan bagasa pemrogramn belum dapat tercapai.Pengembangan ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan sebuah media pembelajaran untuk mahasiswa Program Studi S1 Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Media pembelajaran yang dikembangkan berupa trainer human joint detection dengan bantuan pemrograman Matlab, jobsheet dan manual book. Metode pengembangan yang digunakan pada penelitian pengembangan adalah ADDIE. Model Pengembangan ADDIE terdiri dari lima tahap yaitu (1) analisis (analysis), (2) desain (design), (3) pengembangan (development), (4) implementasi (implementation), dan (5) evaluasi (Evaluation). Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan teknik kusioner kepada tiga kelompok responden yaitu validator materi, validator media dan mahasiswa. Instrument yang digunakan dalam  mengumpulkan data berupa angket.Hasil Pengembangan yang telah dilakukan dengan melakukan uji coba kelayakan terhadap trainer human joint detection melalui tiga tahap, yaitu validasi ahli, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar. Hasil rata-rata persentase untuk uji validasi ahli sebesar 91,25%. Hasil rata-rata persentase ahli materi, yaitu sebesar 92,5%. Hasil uji coba kelompok kecil didapatkan sebesar, yaitu 80,2%. Hasil uji coba kelompok besar didapatkan rata-rata persentase sebesar 88,07%. Berdasarkan nilai validasi ahli, uji coba kelompok kecil dan besar, dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembagkan mendapat nilai rata-rata diatas 80% dan dinyatakan valid dan layak

    EVALUASI PROSES PENYUSUNAN SOAL PADA UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) DENGAN MENGGUNAKAN DISCREPANCY EVALUATION MODEL (DEM) UNTUK PROGRAM KEAHLIAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK DI SMK PGRI 3 KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAKPanggalih, Abel Dimas Restu. 2019. Evaluasi Proses Penyusunan Soal pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dengan Menggunakan Discrepancy Evaluation Model untuk Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak SMK PGRI 3 Kota Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom., (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T. Kata Kunci : DEM, SMK PGRI 3, kisi-kisi, Kesenjangan, proses penyusunan  soal USBNDalam dunia pendidikan dikenal istilah Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) merupakan ujian akhir dari satuan pendidikan yang berstandar nasional. Untuk Ujian Sekolah Berstandar Nasional. Penyusunan soal USBN berdasarkan kisi-kisi yang ditetapkan BSNP, 20% - 25% soal USBN berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan 75% - 80% soal disusun oleh pendidik yang selanjutnya dikonsolidasikan di KKG/MGMP, maka soal USBN diharapkan memenuhi syarat instrumen yang baik sehingga memberikan informasi yang valid dan objektif dan instrumen penilaian yang berkualitas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesenjangan pada proses penyusunan soal pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dengan menggunakan Discrepancy Evaluation Model (DEM) untuk Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMK PGRI 3 Kota Malang. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode discrepancy evaluation model (DEM). Jenis dan data analisis penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Model evaluasi digunakan ialah model discrepancy yang meliputi empat aspek: (1) desain, (2) instalasi, (3) proses, dan (4) hasil. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara, dan analisis dokumen. Terdapat 4 aktivitas dalam analisis data kualitatif dalam penelitian ini yaitu,  pengumpulan data, reduksi data, penggambaran kesimpulan, dan menampilkan data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: (1) tidak adanya kesenjangan terhadap desain kerena sudah terpenuhi oleh pihak SMK PGRI 3 Malang, (2) berdasarkan kisi-kisi instrumen soal yang diberikan oleh MGMP sebagai pedoman guru terdapat 6 soal yang tidak sesuai dengan kisi-kisi yang telah diberikan oleh MGMP bahwa adanya kesenjangan terhadap implementasi indikator penyusunan tes (pilahan ganda), (3) adanya kesenjangan  terhadap proses indikator waktu pelaksanaan, (4) nilai USBN sekolah berada pada kategori tidak memuaskan sebanyak 49 perserta didik dinyatakan tidak lulusABSTRACTPanggalih, Abel Dimas Restu. 2019. Evaluasi Proses Penyusunan Soal pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dengan Menggunakan Discrepancy Evaluation Model untuk Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak SMK PGRI 3 Kota Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom., (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T. Keywords: DEM, SMK PGRI 3, grid, Gap, the process of compiling the USBN problem.In the world of education the term National Standardized School Examination (USBN) is the final test of a national standard education unit. For National Standardized School Exams. Preparation of USBN questions based on the grid set by BSNP, 20% - 25% of USBN questions came from the Ministry of Education and Culture, and 75% - 80% of questions were prepared by educators which were subsequently consolidated in the KKG / MGMP, the USBN question was expected to meet instrument requirements which is good so as to provide valid and objective information and quality assessment instruments.This study aims to determine the gaps in the process of formulating questions on National Standardized School Exams (USBN) using the Discrepancy Evaluation Model (DEM) for Software Engineering Expertise Programs at SMK PGRI 3 Malang City. The method in this study uses the discrepancy evaluation model (DEM) method. The type and data analysis of this study are included in qualitative research. The evaluation model used is the discrepancy model which includes four aspects: (1) design, (2) installation, (3) process, and (4) results. The instruments used in this research are interview guidelines, and document analysis. There are 4 activities in qualitative data analysis in this study, namely, data collection, data reduction, drawing conclusions, and displaying data. The results of this study indicate: (1) the absence of gaps in the design because it has been fulfilled by the SMK PGRI 3 Malang, (2) based on the grid of question instruments given by the MGMP as teacher guidelines there are 6 questions that are not in accordance with the grid that has been given by the MGMP that there are gaps in the implementation of test preparation indicators (multiple choices), (3) there are gaps in the implementation time indicator process, (4) school USBN values ​are in the unsatisfactory category as many as 49 students fail

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇