SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    Perbandingan Hasil Belajar Mata Pelajaran Jaringan Nirkabel karena Penerapan Model Problem Based Learning dengan Pemanfaatan E-Learning Dibandingkan dengan Model Problem Based Learning dengan Media Power Point pada Siswa Kelas XII TKJ di SMKN 8 Malang

    No full text
    ABSTRAKWahyuli, Zulaita Pri. 2019. Perbandingan Hasil Belajar Mata Pelajaran Jaringan Nirkabel karena Penerapan Model Problem Based Learning dengan Pemanfaatan E-Learning Dibandingkan dengan Model Problem Based Learning dengan Media Power Point pada Siswa Kelas XII TKJ di SMK Negeri 8 Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Kata Kunci : Problem Based Learning, E-Learning, Power Point, Hasil BelajarPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar mata pelajaran Jaringan Nirkabel karena model problem based learning dengan pemanfaatan media e-learning dibandingkan dengan model problem based learning dengan media power point pada siswa kelas XII TKJ di SMK Negeri 8 Malang. Hasil belajar yang dimaksud dilihat dari ranah pengetahuan.Metode dalam penelitian ini menggunakan metode komparatif, serta jenis penelitiannya adalah termasuk dalam penelitian kuantitatif dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 64 siswa pada kelas XII TKJ SMK Negeri 8 Malang. Penilaian yang digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa dilakukan pre test dan post test dan kemudian hasil belajar dihitung dengan penghitungan nilai gain score untuk mengetahui peningkatan nilai pada pre test ke post test. Selanjutnya nilai post test diuji untuk mengetahui perbedaan hasil belajar.Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Hasil belajar menggunakan model belajar problem based learning dengan pemanfaatan media e-learning  mempunyai nilai rata-rata sebesar 84.92,(2) Hasil belajar menggunakan model belajar problem based learning dengan pemanfaatan media power point  mempunyai nilai rata-rata sebesar 84.47, (3) Terdapat peningkatan yang tinggi hasil belajar model belajar problem based learning dengan pemanfaatan media e-learning sebesar 0,726, (4) Terdapat peningkatan yang tinggi hasil belajar model belajar problem based learning dengan pemanfaatan media power point sebesar 0,752, (5) Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar dengan pemanfaatan media e-learning dibandingkan dengan media power point

    Hubungan Literasi Sosial dan Konsep Diri dengan Kesiapan secara Sosial Sebagai Guru pada Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Angkatan 2015 Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    Guru merupakan komponen utama dalam meningkatkan mutu pendidikan. Guru mempunyai tanggung jawab yang besar, karena langsung berinteraksi dengan peserta didik dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Guru tidak hanya dituntut untuk menguasai materi, namun juga diharuskan mampu menyampaikan materi dengan baik. Guru juga diharuskan mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan rekan kerja,staff sekolah,wali murid bahkan masyarakat sekitar. Kesiapan secara social sebagai guru perlu dimiliki mahasiswa calon guru agar mereka mempunyai bekal dan siap untuk terjun langsung di dunia pendidikan. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kesiapan secara social sebagai guru antara lain: (1) kondisi mental, (3) kondisi emosional dan (3) kondisi pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi Literasi Sosial (X1), Konsep Diri (X2), dan Kesiapan secara Sosial sebagai Guru (Y). Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengungkap hubungan Literasi Sosial dan Konsep Diri dengan Kesiapan secara Sosial sebagai Guru baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan yaitu ex post facto dengan rancangan deskriptif korelasional dan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan yaitu 111 mahasiswa S1 PTI angkatan 2015 yang sudah memenuhi kriteria sampel. Intrumen penelitian untuk mengukur variabel X1, X2, dan Y menggunakan angket. Nilai reliabilitas instrumen pengukuran X1 sebesar 0,735, variabel X2 sebesar 0,721, dan variabel Y sebesar 0,749. Data yang diperoleh diuji dengan analisis deksriptif korelasional dan analisis regresi linear ganda. Hasil penelitian: (1) Y dikategorikan sangat tinggi sebesar 50,45%; (2) X1 dikategorikan tinggi sebesar 76,58%; (3) X2 dikategorikan tinggi sebesar 74,77%; (4) ada hubungan positif dan signifikan antara X1 dan Y; (5) ada hubungan positif dan signifikan antara X2 dan Y; (6) ada hubungan positif dan signifikan antara X1 dan X2 secara simultan dengan Y. Kesimpulan penelitian ini yaitu: (1) ada hubungan positif dan signifikan antara Literasi Sosial dengan Kesiapan secara Sosial sebagai Guru; (2) ada hubungan positif dan signifikan antara Konsep Diri dengan Kesiapan secara Sosial sebagai Guru; (3) ada hubungan positif dan signifikan antara Literasi sosial dan Konsep Diri dengan Kesiapan secara Sosial sebagai Guru.

    METODE K-NEAREST NEIGHBOR UNTUK PREDIKSI PENERIMAAN SNMPTN BERDASARKAN NILAI RAPOR

    No full text
    RINGKASANMaulana, Aris. 2019. Metode K-Nearest Neighbor Untuk Prediksi Penerimaan SNMPTN Berdasarkan Nilai Rapor. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Utomo Pujianto, S.Kom., M.Kom., Pembimbing: (II) Harits Ar Rosyid, S.T., M.T., Ph.D. Kata kunci : Nilai Rapor, K-Nearest Neighbor, SMOTE, Klasifikasi, SNMPTN Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) merupakan salah satu jalur seleksi penerimaan mahasiswa untuk memasuki Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Dikarenakan SNMPTN memiliki kuota penerimaan sebesar 20%, jadi dengan memprediksi jalur tersebut nantinya akan membantu siswa dalam menentukan keputusan ketika ingin mendaftar SNMPTN. Penelitian ini menguji kinerja salah satu algortima data mining dalam hal memprediksi diterima atau tidaknya seorang siswa dalam SNMPTN.  Metode K-Nearest Neighbor merupakan metode yang baik dalam training data dengan tingkat noise yang tinggi serta K-Nearest Neighbor juga efektif dalam training data yang besar dan baik digunakan ketika atribut yang digunakan bertipe numerik. Dengan menggunakan metode K-Nearest Neighbor dalam implementasinya diharapkan dapat memprediksi kesempatan diterima di PTN yang diinginkan. Dataset yang digunakan berasal dari nilai rapot alumni SMAN 1 Pakong, SMAN 8 Kediri dan SMAN 1 Pamekasan dengan menggunakan input ratarata dari semester 1 sampai semester 5, mata pelajaran wajib dan jurusan. Dataset yang digunakan memiliki masalah imbalance class sehingga membutuhkan tahap preprocessing, dengan menggunakan metode SMOTE yang digunakan untuk menyelesaikan masalah imbalance class.  Penelitian ini menghasilkan keluaran yang akan berupa keterangan apakah siswa memiliki kesempatan diterima SNMPTN atau tidak. K-Nearest Neighbor dengan SMOTE memiliki performa terbaik ketika K = 3 yang memiliki nilia akurasi 80,08%, precision 74,42%, recall 91,68% dan error rate 19,91%

    Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran SFAE dengan POE yang Dipadu Strategi Konflik Kognitif Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Dasar Listrik dan Elektronika Siswa Kelas X TITL di SMK Negeri 1 Blitar

    No full text
    ABSTRAKPutri, Ardhia Pramesi. 2019. Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran SFAE dengan POE yang Dipadu Strategi Konflik Kognitif Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Dasar Listrik dan Elektronika Siswa Kelas X TITL di SMK Negeri 1 Blitar. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T., (2) Drs. Hari Putranto, M.Pd.Kata Kunci : Hasil Belajar, Dasar Listrik dan Elektronika, Student Facilitator and Explaining (SFAE), Predict Observe Explain (POE), Strategi Konflik Kognitif. Hasil belajar merupakan ketercapaian siswa dalam belajar terhadap suatu materi yang diajarkan. Dasar Listrik dan Elektronika merupakan mata pelajaran yang membahas mengenai dasar-dasar materi elektro dan kelistrikan yang di dalamnya membahas tentang konsep-konsep awal. Ketercapaian hasil belajar sangat dipengaruhi oleh proses pembelajaran, salah satunya yaitu penggunaan model dan strategi pembelajaran. Pemilihan model pembelajaran yang sesuai akan mampu memberikan pengaruh terhadap kegiatan pembelajaran serta hasil belajar siswa. Melalui model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) dan Predict Observe Explain (POE) masing-masing dipadu dipadu strategi konflik kognitif, siswa dibimbing belajar sendiri sesama teman, serta menyimpulkan mengenai konsep materi yang benar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimental design (eksperimen semu) dengan pola Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TITL 1 berjumlah 35 siswa diberi perlakuan model  Student Facilitator and Explaining (SFAE) dipadu strategi konflik kognitif dan kelas X TITL 3 berjumlah 36 siswa diberi perlakuan model Predict Observe Explain (POE) dipadu strategi konflik kognitif. Hasil Uji-t pada penelitian ini menunjukkan bahwa pada uji hipotesis mengenai perbedaan hasil belajar pengetahuan memiliki nilai signifikansi 0,002, dan pada uji hipotesis mengenai perbedaan hasil belajar sikap dan keterampilan memiliki nilai signifikansi 0,000. Kedua hasil uji hipotesis tersebut memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 yang artinya bahwa terdapat perbedaan hasil belajar pengetahuan siswa pada kelas eksperimen 1 dan eksperimen 2, dan terdapat perbedaan hasil belajar sikap dan keterampilan siswa pada kelas eksperimen 1 dan eksperimen 2. Hasil penelitian juga dapat dilihat pada beberapa aspek berikut: (1) nilai rata-rata kelas eksperimen 1 memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan kelas eksperimen 2, dan (2) pembelajaran kelas eksperimen 1 memiliki ketuntasan pembelajaran lebih tinggi dibandingkan kelas eksperimen 2.Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran yang menggunakan model SFAE dipadu strategi konflik kognitif berpengaruh lebih dalam meningkatkan hasil belajar siswa daripada dengan model POE dipadu strategi konflik kognitif. Saran yang dianjurkan dalam penelitian ini adalah model SFAE dipadu strategi konflik kognitif dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran Dasar Listrik dan Elektronika untuk meningkatkan hasil belajar siswa. ABSTRACTPutri, Ardhia Pramesi. 2019. The Comparison of the Application of SFAE Learning Model and  POE Learning Models Combined with Cognitive Conflict Strategies for Students Learning Outcomes of the Basic Electricity and Electronics Subject at X Grades Students of TITL SMK 1 Blitar. Thesis. S1 Electrical Engineering Education. Electrical Engineering Department. Faculty of Engineering. State University of Malang. Supervisors (1) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T., (2) Drs. Hari Putranto, M.Pd.Kata Kunci : Students learning outcomes, Basic Electricity and Electronics, Student Facilitator and Explaining (SFAE), Predict Observe Explain (POE), Cognitive Conflict Strategies. Learning outcomes is one of students' achievement in learning about a material that has been taught. Basic Electricity and Electronics is a subject that discusses about the basics of electro and electrical fundamentals in which the initial concepts are discussed. The achievement of learning outcomes is extremely influenced by the learning process, one of which is the using of models and learning strategies. The selection of the appropriate learning models will be able to influence the learning activities and student learning outcomes. Through the Student Facilitator and Explaining learning model (SFAE) and Predict Observe Explain (POE) learning models which each of these combined with cognitive conflict strategy, students are guided by their own learning among friends, and conclude about the correct material concepts.This research is a quantitative research with a quasi experimental design with a Nonequivalent Control Group Design type. Research subjects belongs to students of X TITL 1 Class which amount of 35 students treated by Student Facilitator and Explaining (SFAE) models combined with cognitive conflict strategies and X TITL 3 Class which amount of 36 students treated by Predict Observe Explain (POE) models combined with cognitive conflict strategies.The results of t-test in this research indicates that the hypothesis test regarding the differences in learning outcomes of knowledge has a significance value of 0.002, then the hypothesis test regarding the differences in attitudes and skills learning outcomes has a significance value of 0,000. Both of the hypothesis test results have a significance value of less than 0.05 which means that there are differences of student learning outcomes in the first experiment class and the second, then there are differences of students's attitudes and skills learning outcomes in first experiment class and the other one. The results can be seen in the following aspects: (1) the average value of the experimental class 1 has a higher value than the experimental class 2, and (2) the experimental 1st class learning has a higher learning completeness than the experimental 2nd class.The conclusion of this study is that learning using the SFAE model combined with cognitive conflict strategies has more influence for increasing student learning outcomes than the POE model combined with cognitive conflict strategies. The suggestion recommended in this study is that the SFAE model combined with cognitive conflict strategies can be used as an alternative in Basic Electric and Electronics learning to enhance students learning outcomes

    Pengembangan Modul Digital EPUB Mata Pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika Bermuatan Critical Thinking and Problem Solving untuk Memberi Pemahaman Konsep Siswa Kelas X TOI SMK Negeri 1 Kediri

    No full text
    Modul digital merupakan penyajian modul dalam format elektronik. EPUB(electronic publication) merupakan sebuah publikasi yang terdiri dari teks,gambar, video, animasi maupun suara dan dipublikasikan dalam bentuk digital yang  dapat dibaca diberbagai perangkat elektronik seperti komputer,laptop, dan smartphone.Modul digital EPUB yang akan dikembangkan merupakan materi pada mata pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika (DLE) Semester Gasal. Berdasarkan observasi pada guru pengampu Mata Pelajaran DLE kelas X TOI SMK Negeri 1 Kediri terdapat beberapa masalah dalam pembelajaran. Pertama, pembelajaran menggunakan buku cetak lama yang isinya belum sesuai standar Kurikulum 2013. Kedua, dalam proses pembelajaran guru menggunakan slide presentasi yang berfungsi sebagai media sekaligus sumber belajar. Ketiga, belum ada bahan ajar digital yang digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran di kelas dan kegiatan belajar mandiri siswa. Permasalahan tersebut perlu diatasi salah satunya denganpengembangan bahan ajar berupa modul digital. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah merancang, mengembangkan, menguji kelayakan dan memberi pemahaman konsep modul digital EPUB pada Mata Pelajaran DLE bermuatan critical thinking and problem solving untuk siswa kelas X TOI SMKN 1 Kediri.Modul digital EPUB dikembangkan menggunakan model peenelitian dan pengembangan menurut Sugiyono. Terdapat sepuluh langkah dalam pengembangannya. Sepuluh langkah model Sugiyono adalah:(1) potensi dan masalah,(2) pengumpulan data,(3) desain produk yang berisi menentukan materi pokok dan membuat struktur menu modul digital,(4)validasi desain dilakukan kepada tiga ahli,(5)perbaikan desain,(6) uji coba produk dilakukan kepada 10 siswa,(7) perbaikan produk,(8) uji coba pemakaian dilakukan melalui uji pemahaman konsep kepada pada 24 siswa,(9) perbaikan produk,(10) produksi masal. Produk yang dihasilkannberupa modul digital dengan ekstensi .epub. Produk telah divalidasi oleh tiga ahli dan diuji coba. Uji coba produk pada 10 siswa kelas X TOI dan uji coba pemakaian pada 24 siswa kelas X TOI. Hasil validasi ahli sebesar 91,74%. Hasil uji coba produk sebesar 90,56%, uji coba pemakaian sebesar 90,68%, dan nilai uji pemahaman konsep sebesar 88,7. Berdasarkan hasil tersebut maka modul layak dan dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran DLE untukmemberi pemahaman konsep pada siswa kelas X TOI

    Pengembangan Trainer R efrigerator Freezer s ebagai Alat B antu Pembelajaran u ntuk Menumbuhkan Keaktifan dan Pemahaman Konsep pada Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Pradikta, Ramadhan Yorri Indra. 2019. Pengembangan Trainer Refrigerator Freezer sebagai Alat Bantu Pembelajaran untuk Menumbuhkan Keaktifan dan Pemahaman Konsep pada Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. Pembimbing (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd.   Kata kunci : trainer, refrigerator freezer,perawatan dan perbaikan Matakuliah Perawatan dan Perbaikan (PTEL656) merupakan matakuliah wajib yang harus ditempuh mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro (PTE), Universitas Negeri Malang (UM). Standar kompetensi pada mata kuliah ini yaitu mengidientifikasi konstruksi dan prinsip kerja peralatan listrik, dan terampil melaksanakan pemeliharaan & perbaikan, serta pengujian, perangkat listrik rumah tangga maupun industri. Deskripsi kompetensinya: (1) Menggunakan prinsip-prinsip perawatan dan perbaikan perangkat instalasi (Panel, Distribusi, dan Insta lasi), (2) Menggunakan prinsip-prinsip perawatan dan perbaikan mesin-mesin listrik trafo, (3) Menggunakan prinsip-prinsip perawatan dan perbaikan peralatan rumah tangga: Perangkat berputar, perangkat pemanas, dan perangkat pendingin. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, pembelajaran pada mata kuliah Perawatan dan Perbaikan (PTEL656) memerlukan trainer sebagai alat praktik perawatan perbaikan. Melalui trainer tersebut harapannya kesenjangan kompetensi mahasiswa dapat teratasi. Kompetensi yang dimaksud yaitu pada poin deskripsi kompetensi ketiga: menggunakan prinsip-prinsip perawatan dan perbaikan peralatan rumah tangga: perangkat pendingin. Oleh karena hal tersebut peneliti mengembangkan Trainer Refrigerator Freezer (perangkat pendingin). Model penelitian pengembangan dalam penelitian ini yaitu model pengembangan menurut Sugiyono. Dalam model pengembangan Sugiyono terdapat uji validasi produk oleh Ahli 1, Ahli 2, serta subjek uji coba yaitu mahasiswa PTE yang telah menempuh mata kuliah Perawatan dan Perbaikan. Instrumen penilaian kelayakan yang digunakan berupa angket berskala Likert dengan skor 1-4. Perolehan skor tersebut diolah menggunakan rumus analisis deskriptif kuantitatif dengan hasil akhir berupa persentase validitas (kelayakan). Selain uji keayakan, dilaksanakan pula uji keaktifan dan pemahaman konsep mahasiswa. Uji keaktifan diukur melalui instrumen observasi, sedangkan uji pemahaman konsep melalui instrumen berupa soal post test. Berdasarkan pengujian yang dilaksanakan, didapatkan simpulan yaitu produk yang dikembangkan dalam penelitian ini Sangat Layak digunakan, hal ini ditunjukkan dengan persentase hasil validasi dari Ahli 1 sebesar 94,7%, Ahli 2 sebesar 94,7%, subjek uji kelompok kecil sebesar 85,95 % dan oleh subjek uji kelompok besar sebesar 93,32 %. Untuk hasil uji keaktifan didapatkan simpulan yaitu mahasiswa Sangat Aktif berdasarkan perolehan skor keaktifan sebesar 85,5 yang didapatkan dari observer. Untuk uji pemahaman konsep, didapatkan simpulan yaitu nilai rata-rata mahasiswa sebesar 80,5 yang berarti bahwa mahasiswa memiliki pemahaman konsep yang Baik setelah melaksanakan pembelajaran menggunakan produk yang dikembangka

    Hubungan Antara Interpersonal Communication Skills dan Persepsi Terhadap Matakuliah Keguruan dengan Pedagogical Capability Sebagai Bekal Menjadi Guru pada Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika TE FT UM.

    No full text
    ABSTRAKNuha, H.N. 2019. Hubungan Antara Interpersonal Communication Skills dan Persepsi Terhadap Matakuliah Keguruan dengan Pedagogical Capability Sebagai Bekal Menjadi Guru pada Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika TE FT UM. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Setiadi Cahyono Putro., M.Pd., M.T., (II) Drs. Dwo Prihanto, S.S.T., M.Pd. Kata Kunci: Interpersonal communication skills, persepsi terhadap matakuliah keguruan, dan pedagogical capability.Pedagogical capability merupakan salah satu dari empat kompetensi utama yang harus dimiliki oleh guru. Mahasiswa S1 S1 Pendidikan Teknik Informatika (PTI) sebagai calon guru, tentunya harus mempersiapkan dengan matang pedagogical capability sebagai bekal menjadi guru. Berdasarkan faktor yang mempengaruhi pedagogical capability sebagai bekal menjadi guru yakni: interpersonal communication skills dan persepsi terhadap matakuliah keguruan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk(1) mendeskripsikan interpersonal communication skills (X1), persepsi terhadap matakuliah keguruan (X2), dan pedagogical capability sebagai bekal menjadi guru (Y),(2) mengungkap signifikansi hubungan antara X1 dan Y,(3) mengungkap signifikansi hubungan antara X2 dan Y, dan(4) mengungkap signifikansi hubungan antara X1 dan X2 secara simultan dengan Y. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional serta bersifat ex post facto. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proposive sampling sehingga memperoleh sampel 128 mahasiswa S1 PTI dengan prasyarat mahasiswa tersebut telah mengikuti kegiatan Kajian Praktek Lapangan (KPL). Teknik pengambilan data dengan instrumen atau angket untuk variabel X1 dan X2 yang memperoleh nilai reliabilitas 0,874 dan 0,866. Sedangkan untuk variabel Y menggunakan daftar nilai akhir matakuliah keguruan. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi parsial dan regresi ganda, analisis uji prasyarat, dan analisis sumbangan prediktor dengan bantuan SPSS. Hasil analisis yang diperoleh dari penelitian ini yaitu variabel X1, X2, dan Y berada pada kategori tinggi. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X1 dan Y, X2, dan Y, serta X1 dan X2 secara simultan terhadap Y

    Firdaus Susanti, Hidayatul. 2018. Hubungan antara occupational skill dan entrepreneurial literacy terhadap minat entrepreneurship di bidang TKI siswa SMK di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAKFirdaus Susanti, Hidayatul. 2018. Hubungan antara occupational skill dan entrepreneurial literacy terhadap minat entrepreneurship di bidang TKI siswa SMK di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Wahyu Sakti., G.I., M.Kom., Pembimbing (II) Triyanna Widiyaningtyas., S.T., M.T. Kata kunci: Occupational Skill, Entrepreneurial Literacy , Minat Entrepreneurship di bidang TKI.Minat entrepreneurship di bidang TKI SMK di Kota Malang merupakan ketertarikan siswa terhadap kewirusahaan di bidang Multimedia khususnya desain grafis. Minat dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni ketertarikan, kebiasaan dan pengalaman yang dimiliki seorang siswa dari pembelajaran maupun kegiatan yang diselenggarakan pihak sekolah. Hasil pembelajaran yaitu keterampilan sesuai kompetensi keahlian. Penelitian ini bertujuan:(1) mendiskripsikan occupational skill (X1), entrepreneurial literacy (X2) terhadap minat entrepreneurship (Y),(2) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X1 dan Y,(3) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X2 dan Y,(4) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X1 dan X2 secara simultan dengan Y.Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan deskripsi korelasional serta merupakan penelitian expost facto. Sampel dari penelitian ini adalah siswa Multimedia kelas XI SMK di Kota Malang sebanyak 99 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah proporsional random sampling. Data yang didapatkan diolah melalui SPSS dengan uji korelasi parsial dan uji hipotesis untuk mengungkapkan hubungan antar variabel bebas dan variabel terikat secara parsial dan secara simultan. Variabel X1 diukur dengan dokumentasi nilai, sedangkan variabel X2 dan Y diukur dengan dokumentasi angket. Variabel  X2 dan Y memiliki tingat realibilitas secara berurutan 0,910 dan 0,800. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis uji prasyarat, korelasi parsial dan analisis regresi ganda, dan analisis sumbangan efektif dan sumbangan relatif menggunakan bantuan SPSS.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini  yaitu(1) X1 dalam kategori cenderung sedang,(2) X2 dalam kategori cenderung tinggi, dan(3) terdapat hubungan signifikan antara X1 dan Y, X2 dan Y, dan X1,X2 secara simultan terhadap Y. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara X1, X2 secara simultan terhadap Y dan  sumbangan relatif X1 terhadap Y sebesar 21,7 % dan X2 terhadap Y sebesar 78,3%. Sumbangan efektif X1 terhadap Y sebesar 5,6 %, X2 terhadap Y sebesar 20,1%

    Pengembangan Media Pembelajaran Pada Matakuliah Perencanaan PembelajaranDengan Menggunakan Peta Konsep Untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang

    No full text
    Kata Kunci :Pengembangan, Media, Perencanaan Pembelajaran, Peta KonsepPerencanaan Pembelajaran adalah salah satu matakuliah pada program studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang. Pada Matakuliah ini terdapat 2 sks yang harus ditempuh oleh mahasiswa. Dalam proses pembelajarannya yang digunakan selama ini adalah dengan memberi penugasan pada mahasiswa untuk mencari sendiri referensi buku yang mendukung materi Matakuliah Perencanaan Pembelajaran. Hasil observasi yang dilakukan peneliti adalah sebagian besar mahasiswa mengalami kesulitan belajar karena kurangnya referensi sumber belajar untuk mahasiswa. Selaras dengan berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, maka perluadanya media pembelajaran dengan menggunakan peta konsep yang mencakup materi lebih menarik dan mudah dipahami sehingga mahasiswa dapat menguasai materiPerencanaanPembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Media Pembelajaran pada Matakuliah Perencanaan Pembelajaran dengan menggunakan Peta Konsep, serta untuk menguji kevalidan media yang dikembangkan. Model yang digunakan pada penelitian ini adalah model pengembangan Sadiman. Langkah-langkah dari model pengembangan Sadiman yaitu,(1) Identifikasi kebutuhan,(2) Perumusan tujuan,(3) Perumusan materi,(4) Perumusan alat ukur keberhasilan,(5) Penulisan Naskah media,(6) Uji coba,(7) Naskah siap diproduksi.Penguji validasi pada pengembangan media ini adalah ahli materi, ahli media dan mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang yang sudah menempuh Matakuliah Pernecanaan Pembelajaran. Instrumen untuk pengumpulan data menggunakan angket rating scale dan dihitung dengan menggunakan rumus Akbar. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data maka didapatkan presentase validitas ahli materi sebesar 90% yang tergolong sangat valid, presentase validitas ahli media sebesar 87,50% yang tergolong sangat valid, presentase hasil uji coba kelompok kecil sebesar 84,05% yang tergolong cukup valid, dan presentase hasil uji coba kelompok besar 85,88% yang tergolong sangat valid. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Media Pembelajaran Matakuliah Perencanaan Pembelajaranlayak digunakan

    Evaluasi Instalasi Listrik PT. Emina Cheese Indonesia

    No full text
    Instalasi listrik merupakan rangkaian listrik yang menghubungkan sumber tenaga listrik dengan peralatan listrik dengan kondisi sambungan yang harus berkualitas baik. Kualitas instalasi listrik ini bergantung pada perencanaan, pelaksanaan dan penerapan yang sesuai dengan standart peraturan yang berlaku, yaitu yang tertulis dalam Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL 2011), SNI, Permenkes No. 70 Tahun 2016 dan sumber lainnya. Penyesuaian instalasi listrik terhadap peraturan yang berlaku ini bertujuan agar instalasi listrik yang terpasang aman untuk manusia dan peralatan listrik serta mampu menyalurkan energi listrik dengan baik untuk konsumen. PT. Emina Cheese Indonesia merupakan salah satu industri makanan yang mulai beroperasi awal tahun 2018. Karena merupakan pabrik baru maka,  faktor keandalan, keamanan dan keselamatan dalam pemasangan instalasi listrik penting untuk disesuaikan dengan peraturan yang ada agar konstruksi instalasi yang dipasang berhasil sehingga memerlukan evaluasi terhadap instalasi listrik yang terpasang, meliputi pembebanan kabel pada sambungan penerangan, AC dan EF, kesesuaian MCB yang digunakan untuk mengamankan sambungan serta kuat penerangan dalam pabrik yang terpasang. Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan didapatkan hasil berupa terdapat beberapa kekurangan pada instalasi listrik yang terpasang, yaitu kurang sesuainya MCB yang digunakan untuk mengamankan sambungan, beberapa ruangan yang memiliki tingkat pencahayaan yang kurang atau lebih dari peraturan yang diperbolehkan. Sedangkan untuk pembebanan kabel, hasil evaluasinya yaitu sudah sesuai dengan PUIL 2011

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇