SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    Analisis Pengaruh Perubahan Pembebanan ListrikTerhadap Arus Eksitasi Generator Sinkron Tiga Fasa Pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel MIGAS

    No full text
    Listrik merupakan kebutuhan utama bagi seluruh masyarakat di dunia. Hampir disemua wilayah, masyarakat memerlukan listrik untuk menjalankan berbagai macam kebutuhan. Untuk memenuhi seluruh kebutuhan listrik tersebut maka diperlukan suatu sistem tenaga listrik yang handal agar pasokan listrik dapat terjaga dan terdistribusi secara merata pada seluruh wilayah yang membutuhkan. Pembangkit listrik tenaga diesel adalah salah satu pembangkit tenaga litrik yang sering digunakan di Indonesia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ada dua komponen utama pada PLTD, yaitu generator dan mesin diesel (prime mover). Generator merupakan salah satu mesin listrik yang berfungsi untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Mesin diesel adalah mesin yang digunakan untuk menggerakkan generator. Adapun Sistem eksitasi merupakan komponen yang digunakan untuk catu daya DC, sebagai penguatan generator sinkron sehingga generator yang dapat menghasilkan energi listrik dengan tegangan keluaran generator tergantung pada besarnya arus eksitasi. Tegangan terminal atau tegangan output generator sangat dipengaruhi oleh perubahan arus eksitasi. Pada penelitian ini, dilakukan dengan pengelompokkan beban maksimum dari data operasional yang diambil selama 30 hari mengguanakan Microsoft excel dengan menggunakan grafik hubungan dari variabel yang dianalisis. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan sebagai acuan awal adalah data operasional pada PLTD MIGAS dan data pendukung seperti data spesifikasi generator, mesin diesel, sistem eksitasi, thyristor rectifier, batteray charging dan AVR (Automatic Voltage Regulation). Dari hasil analisis ditemukan bahwa semakin meningkatnya beban, maka GGL induksi juga akan meningkat dan arus eksitasi juga meningkat di mana GGL induksi yang diperoleh pada saat kondisi beban daya aktif tertinggi 315,34 KW dan daya reaktif 195,41 KVAR dengan faktor daya 0,85, tegangan output 413,69 Volt, arus eksitasi 188,88 Amper dan arus beban 518,36 Amper, GGL induksi adalah 493,75 Volt. Nilai persentase fluktuasi tegangan pada generator sinkron PLTD MIGAS selama pengamatan mencapai antara angka-1,50 % sampai dengan angka-4,70%. Dalam sistem pasokan listrik, tegangan listrik rata-rata memiliki titik suplai yang bervariasi, yaitu sesuai dengan standar PLN +5% dan-10% dan standar ANSI C 84.1 dijinkan +4% dan- 10% dalam kondisi normal

    PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN ALM (AUTONOMOUS LEARNER MODEL) DIBANDINGKAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DMR (DISKURSUS MULTY REPRECENTACY) BERBANTUAN PROJECT MOTION MEDIA TERHADAP KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR PEKERJAAN DASAR ELEKTROMEKANIK SMKN 3 B

    No full text
    AbstrakTujuan dari penelitian ini yaitu untuk: (1) Mengetahui perbedaan pengaruh model pembelajaran ALM (Autonomous Learner Model) dan model pembelajaran DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) berbantuan Projected Motion Media terhadap keaktifan belajar Pekerjaan Dasar Elektromekanik pada siswa kelas X TIT SMKN 3 Boyolangu Tulungagung, (2) Mengetahui perbedaan pengaruh model pembelajaran ALM (Autonomous Learner Model) dan model pembelajaran DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) berbantuan Projected Motion Media terhadap keaktifan belajar Pekerjaan Dasar Elektromekanik pada siswa kelas X TIT SMKN 3 Boyolangu Tulungagung. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi Experimental dengan menggunakan Posttest Only design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TIT 1 dan X TIT 3. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Perolehan rata-rata nilai keaktifan belajar kelas X TIT 1 adalah 87,85, lebih tinggi daripada nilai keaktifan belajar kelas X TIT 3 yaitu 82,64, (2) Perolehan rata-rata nilai prestasi belajar kelas X TIT 1 adalah 85,87, lebih tinggi daripada nilai prestasi belajar kelas X TIT 3 yaitu 82,35. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan (1) Terdapat perbedaan pengaruh model pembelajaran ALM (Autonomous Learner Model) dan model pembelajaran DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) berbantuan Projected Motion Media terhadap keaktifan belajar Pekerjaan Dasar Elektromekanik pada siswa kelas X TIT SMKN 3 Boyolangu Tulungagung, (2) Terdapat perbedaan pengaruh model pembelajaran ALM (Autonomous Learner Model) dan model pembelajaran DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) berbantuan Projected Motion Media terhadap keaktifan belajar Pekerjaan Dasar Elektromekanik pada siswa kelas X TIT SMKN 3 Boyolangu Tulungagung.Kata Kunci: Autonomous Learner Model (ALM), Diskursus Multi Representacy (DMR), Project Motion Media, Keaktifan Belajar, Prestasi BelajarAbstractThe purpose of this research is to: (1) Knowing the differences in the effect Autonomous Learner Model (ALM) and DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) assisted by Projected Motion Media on the learning activity of Electromechanical Basic Work in class X TIT of SMK 3 Boyolangu Tulungagung, (2) Knowing the differences in the effect Autonomous Learner Model (ALM) and DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) assisted by Projected Motion Media on the learning achievement of Electromechanical Basic Work in class X TIT of SMK 3 Boyolangu Tulungagung. This research method uses the Quasi Experimental research method using Posttest Only design. The sample in this study were students of class X TIT 1 and X TIT 3. Result from this study indicate that: (1) The average learning activity value of class X TIT 1 is 87,85, than the learning activeness value of class X TIT 3 is 82.64, (2) The average learning achievement value of class X TIT 1 is 85,87, than the learning activeness value of class X TIT 3 is 82,35Based on these results it can be concluded, (1) There are differences in the influence of the effect Autonomous Learner Model (ALM) and DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) assisted by Projected Motion Media on the learning activity of Electromechanical Basic Work in class X TIT of SMK 3 Boyolangu Tulungagung,(2) There are differences in the influence of the effect Autonomous Learner Model (ALM) and DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) assisted by Projected Motion Media on the learning achievement of Electromechanical Basic Work in class X TIT of SMK 3 Boyolangu Tulungagung.Keywords: Autonomous Learner Model (ALM), Diskursus Multi Representacy (DMR), Project Motion Media, Activity, Learning Achievemen

    KONTRIBUSI ASPIRASI KARIER DAN INTERPERSONAL SKILL TERHADAP KEMATANGAN PERENCANAAN KARIER MAHASISWA S1 PTE 2014 JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAKAlbrianto, Seftian Dwi. 2019. Kontribusi Aspirasi Karier Dan Interpersonal Skill Terhadap Kematangan Perencanaan Karier MahasiswaS1 PTE 2014 Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yuni Rahmawati, S.T., M.T., (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd.Kata Kunci: Kontribusi,Aspirasi Karier, Interpersonal Skill, Kematangan Perencanaan Karier.Salah satu kunci sukses dalam berkarier dilakukan dengan perencanaan yang matang sehingga ketepatan memilih atau merencanakan karier menjadi titik penting dalam perjalanan hidup manusia.Kematangan perencanaan karier penting dimiliki mahasiswa S1 PTE dalam menjalani proses menata masa depannya. Beberapa cara yang dapat memengaruhi kematangan perencanaan karier adalah aspirasi karier daninterpersonal skill.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan aspirasi karier(X1), interpersonal skill(X2), dan kematangan perencanaan karier (Y), (2) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X1 dan Y, (3) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X2 dan Y, (4) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X1 dan X2 secara simultan dengan Y, (5) mengungkap bagaimana kontribusi aspirasi karier (X1) terhadap kematangan perencanaan karier (Y), dan(6) mengungkap bagaimana kontribusiinterpersonal skill(X2) terhadap kematangan perencanaan karier (Y).Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional. Sampel yang digunakan sebesar 86 mahasiswa dan menggunakan teknik sampelrandom sampling. Data yang diperoleh diuji dengan uji korelasi parsial dan regresi ganda untuk mengungkapkan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat baik secara parsial maupun secara simultan. Untuk mengukur variabel X1, X2 dan Y menggunakan instrumen penilaian berupa angket. Variabel Aspirasi Karier (X1), Interpersonal Skill (X2) dan Kematangan Perencanaan Karier (Y) memiliki tingkat reliabiltas secara berurutan adalah 0,750, 0,739 dan 0,733.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi parsial dan regresi ganda, analisis uji prasyarat, dan analisis sumbangan efektif-relatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) X1, X2dan Y dalam kategori cenderung sangat tinggi; (2) terdapat hasilanalisis korelasi parsial antara X1terhadap Y dengan nilaisignifikansi = 0,135, X2terhadap Y dengan nilai signifikansi = 0,065; (3) terdapat hasilanalisis regresi ganda antara X1 dan X2 secara simultan terhadap Ydengan nilaiR2 Square = 0,092 dan nilai F = 4,216;(4) terdapat kontribusi X1 sebanyak 3,87% terhadap Y dan kontribusi X2 sebanyak 5,36% terhadap Y.Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) hasil deskripsi pada tiap variabel dalam kategori sangat tinggi; (2) tidak terdapat hubungan positif dan signifikan secara parsial antara (X1) dengan (Y); (3) tidak terdapat hubungan positif dan signifikan secara parsial antara (X2) dengan (Y); (4) terdapat hubungan positif dan signifikan antara (X1) dan (X2) secara simultan dengan (Y);(5) variabel X1dan X2 berkontribusisebanyak 9,23% terhadap Y.Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti variabel lain yang dapat mengungkap faktor-faktor yang memengaruhi kematangan perencanaan karier dan fakta-fakta yang belum terungkap

    PERBEDAAN HASIL BELAJAR DASAR DESAIN GRAFIS DENGAN PENERAPAN ACCELERATED LEARNING DIBANDINGKAN ACTIVE LEARNING BERBANTUAN VIDEO TUTORIAL PADA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TKJ SMK ISLAM 1 BLITAR

    No full text
    Hasil belajar pada mata pelajaran Dasar Desain Grafis yang tergolong rendah memiliki keterkaitan dengan model pembelajaran yang digunakan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMK Islam 1 Blitar, proses pembelajaran pada mata pelajaran Dasar Desain Grafis masih menggunakan model konvensional sehingga siswa cenderung bosan dalam mengikuti pembelajaran dan menyebabkan hasil belajar yang diperoleh siswa menjadi rendah. Permasalahan tersebut melatar belakangi penelitian ini dengan membandingkan penerapan model pembelajaran Accelerated Learning (X1) dan Active Learning (X2) berbantuan video tutorial terhadap hasil belajar (Y). Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk: (1) mengetahui Y kognitif dasar desain grafis dengan model X1, (2) mengetahui Y kognitif dasar desain grafis dengan model X2, (3) mengetahui Y psikomotor dasar desain grafis dengan model X1, (4) mengetahui Y psikomotor dasar desain grafis dengan model X2, (5) mengetahui perbedaan Y kognitif dasar desain grafis dengan model X1 dibandingkan X2 berbantuan video tutorial, (6) mengetahui perbedaan Y psikomotor dasar desain grafis dengan model X1 dibandingkan X2 berbantuan video tutorial. Rancangan pada penelitian ini menggunakan Quasi Experiment serta desain penelitian Pretest-Posttest. Penelitian dilakukan pada siswa kelas X TKJ SMK Islam 1 Blitar sejumlah 47 siswa. Sampel adalah 40 siswa kelas X TKJ 2 sebagai kelas eksperimen A dengan penerapan X1 dan 37 siswa kelas X TKJ 3 sebagai kelas eskperimen B dengan penerapan X2. Instrumen pengukuran berupa tes pengetahuan (posttest) dan lembar pengamatan. Pengujian hipotesis menggunakan teknik Independent Sample t-Test, berbantuan SPSS 25 for Windows. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan Y setelah diberi perlakuan model X1 berbantuan video tutorial maupun X2 berbantuan video tutorial dengan nilai Y ranah kognitif sebesar 0.20 dan nilai Y ranah psikomotor sebesar 0.13

    Perbedaan Pemahaman Konsep Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik Karena Pengaruh Penerapan Model Guided Discovery Learning Dibandingkan Model Challenge Based Learning Berbantuan Software Simulasi EKTS Pada Siswa Kelas XI TITL SMK Brantas Karangkates

    No full text
    ABSTRAK Widiawati, Evi. 2019. Perbedaan Pemahaman Konsep Instalasi Motor Listrik Karena Pengaruh Penerapan Model Guided Discovery Learning Dibandingkan Model Challenge Based Learning Berbantuan Software Simulasi EKTS Pada Siswa Kelas XI TITL SMK Brantas Karangkates. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Yuni Rahmawati, S.T., M.T. (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd. Kata Kunci : Guided Discovery Learning, Challenge Based Learning, Pemahaman Konsep, Software Simulasi EKTS Pendidikan merupakan suatu hal penting dalam proses membangun peradaban suatu bangsa. Melalui pendidikan akan menghasilkan sumber daya manusia yang baik dan berkualitas. Kualitas pendidikan berkaitan dengan kualitas siswa, karena siswa akan menjadi tujuan keterlaksanaan dari pendidikan. Meningkatkan kualitas siswa, berarti mencakup pada peningkatan hasil belajar siswa disekolah. Jika siswa memiliki hasil belajar yang baik maka siswa memiliki kemampuan dalam pemahaman konsep materi dengan baik. Siswa mampu menerjemahkan, menjelaskan dengan menggunakan susunan kata sendiri dari sesuatu yang dibaca maupun didengar, memberikan contoh dari konsep pemahaman sendiri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk (1) Mendeskripsikan pemahaman konsep Instalasi Motor Listrik karena perlakuan model Guided Discovery berbantuan software simulasi EKTS pada siswa kelas XI TITL SMK Brantas Karangkates; (2) Mendeskripsikan pemahaman konsep Instalasi Motor Listrik karena perlakuan model Challenge Based Learning berbantuan software simulasi EKTS pada siswa kelas XI TITL SMK Brantas Karangkates; (3) Mengungkapkan signifikansi perbedaan pemahaman konsep Instalasi Motor Listrik pada kelas TITL 1 diberi perlakuan menggunakan model Guided Discovery berbantuan software simulasi EKTS dibandingankan kelas TITL 2 diberi perlakuan menggunakan model Challenge Based Learning berbantuan software simulasi EKTS pada siswa kelas XI TITL SMK Brantas Karangkates; (4) Mengetahui model pembelajaran yang lebih unggul dalam meningkatkan pemahaman konsep belajar mata pelajaran Instalasi Motor Listrik pada siswa kelas XI TITL SMK Brantas Karangkates. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan menggunakan metode eksperimen semu (Quasi Experimental Design) dengan desain penelitian Non-Equivalent Control Group Design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TITL SMK Brantas Karangkates. Instrumen pengukuran yang digunakan berupa soal pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa dan soal posttest untuk hasil pemahaman konsep siswa, aspek yang diukur adalah aspek ranah kognitif. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan metode CRI (Certainty of Response Index). Hasil analisis data dari pemahaman konsep siswa, untuk kelas eksperimen 1 memperoleh nilai tertinggi sebesar 96 dan nilai terendah 68 dengan rata-rata nilai 83,75 sedangkan kelas eksperimen 2 memperoleh nilai tertinggi sebesar 92 dan nilai terendah 64 dengan rata-rata nilai 79,73. Uji hipotesis dilakukan dengan teknik Independent Sample T-Test untuk hasil pemahaman konsep berbantuan software SPSS 21.0. Berdasarkan analisa diperoleh hasil terdapat perbedaan yang signifikan penerapan model Guided Discovery dan model Challenge Based Learning berbantuan software simulasi EKTS terhadap pemahaman konsep pada siswa, dengan nilai sig. 0,005

    PERBANDINGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN “SFAE” DENGAN “POE” YANG DIPADU STRATEGI KONFLIK KOGNITIF PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR DASAR LISTRIK DAN ELEKTRONIKA PADA SISWA SMK

    No full text
    AbstractThe purpose of this study was to determine the significance of differences in the average student learning outcomes due to the influence of Student Facilitator and Explaining (SFAE) combined cognitive conflict strategies compared to Predict Observe Explain (POE) combined cognitive conflict strategies in vocational students. The research design used was quasi experimental design. Different analysis was carried out by the Independent Sample t-Test technique. The analysis show that there are significant differences in student learning outcomes because of the influence of Student Facilitator and Explaining (SFAE) combined cognitive conflict strategies compared to Predict Observe Explain (POE) combined with cognitive conflict strategies. The significance of knowledge learning outcomes is 0.002. While the significance of attitudes and skills learning outcomes is 0,000. Learning outcomes with Student Facilitator and Explaining (SFAE) combined with cognitive conflict strategies were superior to Predict Observe Explain (POE) combined with cognitive conflict strategies.Keyword: Student Learning Outcomes, Basic Electricity and Electronics, Student Facilitator and Explaining (SFAE), Predict Observe Explain (POE), Cognitive Conflict Strategies.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi perbedaan rata-rata hasil belajar karena pengaruh Student Facilitator and Explaining (SFAE) dipadu strategi konflik kognitif dibandingkan Predict Observe Explain (POE) dipadu strategi konflik kognitif pada siswa SMK. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental design. Analisis perbedaan dilakukan dengan teknik Independent Sample t-Test. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat signifikansi perbedaan hasil belajar karena pengaruh Student Facilitator and Explaining (SFAE) dipadu strategi konflik kognitif dibandingkan Predict Observe Explain (POE) dipadu strategi konflik kognitif. Signifikansi pada hasil belajar pengetahuan sebesar 0.002. Sedangkan signifikansi pada hasil belajar sikap dan keterampilan sebesar 0,000. Hasil belajar dengan Student Facilitator and Explaining (SFAE) dipadu strategi konflik kognitif lebih unggul dibandingkan Predict Observe Explain (POE) dipadu strategi konflik kognitif. Kata Kunci: Hasil Belajar, Dasar Listrik dan Elektronika, Student Facilitator and Explaining (SFAE), Predict Observe Explain (POE), Strategi Konflik Kognitif

    Pengembangan Modul Pembelajaran Interaktif Pemrograman Dasar Bermuatan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Memahamkan Konsep Pemrograman pada Siswa Kelas X Program Keahlian TKJ di SMK Cendika Bangsa Kepanjen

    No full text
    ABSTRAKSaifuddin, Farikh. 2019. Pengembangan Modul Pembelajaran Interaktif Pemrograman Dasar Bermuatan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Memahamkan Konsep Pemrograman pada Siswa Kelas X Program Keahlian TKJ di SMK Cendika Bangsa Kepanjen. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Setiadi Cahyono Putro. M.Pd., M.T., (II) Drs. Wahyu Sakti Gunawan Irianto, M.Kom.Kata Kunci : Modul Ajar, Website, Problem Based Learning, Pemahaman KonsepPemrograman Dasar merupakan salah satu mata pelajaran yang termasuk dalam mata pelajaran wajib program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Hasil observasi awal dengan guru mata pelajaran Pemrograman Dasar mengungkap bahwa siswa sering mengalami kesulitan dalam memahami konsep pemrograman yang dijelaskan oleh guru. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk merancang, mengembangkan dan menguji kelayakan modul ajar untuk memahamkan konsep terhadap materi Pemrograman Dasar di semester ganjil.Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan RnD, yang mempunyai sepuluh langkah. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket dan tes pemahaman konsep. Uji validitas dan reliabilitas instrumen tes dibantu dengan program SPSS dan analisis pemahaman konsep menggunakan metode Certainty of Response Index (CRI). Validasi modul ajar dilakukan oleh ahli media dan ahli materi. Uji coba kelompok kecil dilaksanakan kepada 5 orang siswa dan uji coba lapangan kepada 13 orang siswa.Modul ajar yang dikembangkan berupa modul digital interaktif bermuatan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang diintegrasikan dengan website. Hasil analisis kelayakan modul ajar menunjukkan perolehan rata-rata persentase validasi aspek materi dan isi sebesar 92,14% validasi aspek media sebesar 93,00%, uji coba kelompok kecil sebesar 91,96%, dan uji coba lapangan sebesar 93,61%. Hasil analisis pemahaman konsep setelah menggunakan modul ajar ini yaitu rata-rata sebesar 88%.Modul ajar yang dikembangkan dapat memahamkan konsep siswa pada mata pelajaran Pemrograman Dasar di semester ganjil. Hal ini dibuktikan melalui hasil tes pemahaman konsep kepada siswa setelah menggunakan modul ajar Pemograman Dasar. Hasil identifikasi pemahaman konsep setelah menggunakan modul ajar ini siswa yang memperoleh nilai pada interval 75-85 sebanyak 3 siswa dengan persentase 23%. Sedangkan jumlah siswa yang memperoleh nilai pada interval 85-100 sebanyak 10 siswa dengan persentase 77%

    Klasifikasi Status Gizi Balita dengan Antropometri Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor

    No full text
    Salah satu indikator kesehatan anak adalah status gizi. Agar gizi balita dapat diketahui maka perlu dilakukan pemantauan status gizi. Pemantauan status gizi merupakan salah satu cara untuk mengetahui pertumbuhan balita, pemantauan status gizi tersebut dapat menggunakan perhitungan Antropometri. Perhitungan Antropometri adalah metode perhitungan status gizi yang dilakukan untuk mengetahui ukuran fisik dengan menggunakan alat ukur tertentu. Perhitungan Antropometri menggunakan 3 indeks penilaian yaitu berat badan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U), dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Berdasarkan hasil survey pada posyandu Kelurahan Jodipan diketahui bahwa posyandu di daerah tersebut masih belum memantau status gizi balita berdasarkan 3 indeks Antropometri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengelompokkan status gizi balita berdasarkan 3 indeks Antropometri dengan menggunakan metode atau algoritma k-nearest neighbor. Setelah dilakukan pengelompokkan maka hasil status gizi tersebut perlu diuji untuk mengetahui kinerja dari algoritma yang digunakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental adapun setiap tahapnya meliputi pengumpulan data, menerapkan model metode atau algortima yang digunakan, tahap pengujian dan tahap evaluasi agar kesesuaian antara hasil perhitungan Antropometri dengan hasil dari algoritma yang digunakan dapat diketahui.                Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa klasifikasi status gizi balita berdasarkan 3 indeks Antropometri menggunkan metode k-nearest neighbor memiliki akurasi yang berbeda, nilai k tertinggi pada indeks BB/U adalah k=1, k=3, k=5, k=7 dan k=9 akurasinya sebesar 89,23%. Akurasi terendah berada pada nilai k=15 yaitu sebesar 88,46%  lalu pada indeks BB/TB dapat diketahu performance nilai k pada indeks BB/TB yang tertinggi adalah k=1, dan k=15 akurasinya sebesar 74,23%. Akurasi terendah berada pada nilai k=3, k=5 dan k=7 yaitu sebesar 73,46%. Sedangkan pada indeks TB/U hasil dari performance nilai k pada 3 indeks Antropometri, maka dapat diketahui nilai k pada indeks TB/U memiliki hasil yang sama rata, akurasinya sebesar 73,46%. Hasil tersebut dievaluasi berdasarkan jumlah benar dan salah dari k-fold cross validation. Metode K-Nearest Neighbor dapat digunakan pada permasalahan klasifikasi status gizi balita berdasarkan 3 indeks Antropometri

    Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Mobile Pada Matakuliah Sistem Operasi Bermuatan Probing Prompting Untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Virnasari, Erissa. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Mobile Pada Matakuliah Sistem Operasi Bermuatan Probing Prompting Untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ir. Syaad Patmanthara S.Pd., M.Pd., (II) Dila Umnia Soraya S.Pd., M.Pd.   Kata kunci: Bahan Ajar, Sistem Operasi, Probing Prompting Era digital memberikan berbagai inovasi baru dalam seluruh aspek kehidupan, salah satunya adalah bidang pendidikan. Penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan hendaknya harus memperhatikan karakter dari peserta didik yang akan menggunakannya. Di era ini peserta didik cenderung menggunakan smartphone dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan kepada mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika 2016 diketahui bahwa sebesar 85% mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami materi Sistem Operasi. Hal ini dikarenakan bahan ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran masih menggunakan buku cetak sebagai sumber belajar dengan berbantuan media berupa powerpoint. Penggunaan bahan ajar tersebut membuat mahasiswa menjadi kurang tertarik dalam mempelajari materi karena konten dalam buku cetak berisfat monoton, dimana hanya tersedia teks dan gambar, sehingga bahan ajar berbasis mobile dapat menjadi salah satu alternatif bahan ajar pada matakuliah Sistem Operasi. Selain itu dalam proses pembelajaran Sistem Operasi saat ini menggunakan metode ceramah sehingga mahasiswa cenderung pasif. Berdasarkan permasalahan tersebut diperlukan sebuah variasi model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik matakuliah Sistem Operasi. Berdasarkan kajian diatas, bahan ajar yang dikembangkan menggunakan model pembelajaran probing prompting diharapkan dapat menjadi bahan ajar alternative dalam proses pembelajaran Sistem Operasi. Tujuan penelitian ini adalah merancang, mengembangankan, dan menguji kelayakan, aplikasi bahan ajar Sistem Operasi (Sisop) sebagai bahan ajar berbasis mobile pada matakuliah Sistem Operasi. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 langkah yang meliputi: (1) Analysis; (2) Design; (3) Development; (4) Implementation; (5) Evaluation. Uji kelayakan penelitian pengembangan dilakukan oleh Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang yang sedang atau telah menempuh matakulian Sistem Operasi. Berdasarkan uji validasi materi oleh ahli diperoleh persentase sebesar 91,67%, validasi media oleh ahli diperoleh persentase sebesar 90,22%. Berdasarkan data hasil validasi bahan ajar dinyatakan sangat valid untuk dilakukan uji coba.  Pada tahap uji coba diperoleh persentase responden one to one sebesar 85,07%, uji coba kelompok kecil sebesar 87,15% dan uji coba lapangan yang dilakukan oleh 30 mahasiswa sebesar 90,18%. Berdasarkan kriteria validitas, maka bahan ajar Sisop berbasis mobile bermuatan probing promting pada matakuliah Sistem Operasi termasuk dalam kategori sangat valid dan sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran

    Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran CBL Dipadu Metode Individual Terbimbing dan CBL Dipadu Metode Tutorial Kaitannya Terhadap Keaktifan dan Pemahaman Konsep Mata Pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika Siswa Kelas X TIPTL di SMKN 1 Kediri

    No full text
    ABSTRAKDianto, Nur. 2019. Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran CBL Dipadu Metode Individual Terbimbing dan CBL Dipadu Metode Tutorial Kaitannya Terhadap Keaktifan dan Pemahaman Konsep Mata Pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika Siswa Kelas X TIPTL di SMKN 1 Kediri. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Yuni Rahmawati, S.T., M.T. (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd. Kata Kunci : Perbandingan, Challenge Based Learning (CBL), Individual Terbimbing, Tutorial, Keaktifan, Pemahaman KonsepKeberadaan teknologi mempengaruhi pendidikan dimana, kegiatan berkomunikasi, kolaborasi dan belajar semakin dimudahkan di abad 21. Proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah perlu diperhatikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.hal ini gunan untuk mempersiapkan siswa agar dapat bekerja sesuai bidang keahliaannya dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk,(1) mendeskripsikan pemahaman konsep dan keaktifan belajar karena pengaruh penerapan model Challenge Based Learning dipadu metode tutorial;(2) mendeskripsikan pemahaman konsep dan keaktifan belajar karena pengaruh penerapan model Challenge Based Learning dipadu metode individual terbimbing;(3) mengetahui signifikansi perbedaan pemahaman konsep dan keaktifan belajar karena pengaruh penerapan model Challenge Based Learning dipadu metode individual terbimbing dan model Challenge Based Learning dipadu metode tutorial; dan (4) mengetahui perpaduan model dan metode yang lebih unggul. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu (Quasi Experimental Design) dengan desain penelitian Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X TIPTL SMKN 1 Kediri. Instrumen pengukuran berupa post-test untuk pemahaman konsep dan lembar observasi untuk keaktifan. Aspek yang diukur adalah aspek kognitif dan afektif. Uji hipotesis dilakukan dengan teknik Independent Sample T-Test untuk pemahamn konsep dan uji Man Whitnee U Test untuk keaktifan, berbantuan software SPSS. Berdasarkan Analisa diperoleh hasil terdapat perbedaan yang signifikan penerapan model Challenge Based Learning dipadu metode individual terbimbing dan tutorial terhadap keaktifan dan pemahaman konsep. Terdapat perbedaan keaktifan dengan sig. = 0,000 dan terdapat perbedaan pemahaman konsep dengan sig. = 0,010

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇