SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA PELAJARAN SIMULASI DAN KOMUNIKASI DIGITAL BERBASIS PROJECT BASED LEARNING (PjBL)UNTUK SISWA KELAS X SEMESTER 2PROGRAM KEAHLIAN TEI DI SMK NEGERI 1 BANDUNG TULUNGAGUNG
RINGKASANFarrizal, Kukuh, 2019. Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital Berbasis Project Based Learning (PjBL) untuk Siswa Kelas X Semester 2 Program Keahlian TEI di SMK Negeri 1 Bandung Tulungagung. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd. (2) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata Kunci: Bahan Ajar, Simulasi dan Komunikasi Digital, Modul CetakKriteria minimal lulusan SMK adalah kompeten dalam pengetahuan dan ketrampilan, standar kompetensi ini yang akan menjadi modal dasar bagi siswa ketika mereka lulus dari SMK. Untuk menunjang kompetensi tersebut, diperlukan kelengkapan kebutuhan yang cukup kompleks mulai dari kebutuhan sumber ilmu yaitu bahan ajar, guru yang handal, fasilitas yang memadai, dan kebutuhan yang lainnya.Bahan ajar adalah kebutuhan yang sangat mendukung tercapainya kompetensi siswa. Bahan ajar yang peneliti kembangkan berupa modul. Selain untuk siswa modul ini juga dibuat untuk guru sebagai bahan memberikan kompetensi dalam mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital. Sehingga kompetensi siswa yang diharapkan bisa terwujud dengan baik.Peneliti mengembangkan bahan ajar berupa modul cetak mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital kelas X Semester Genap dengan model pembelajaran Project Based Learning yang mengacu pada model pengembangan ADDIE. Urutan dalam mengembangkan bahan ajar dapat diasumsikan sebagai berikut:1). Melakukan analisis pembelajaran,2). Mendesain strategi dan kriteria uji produk materi pembelajaran,3). Mengembangkan bahan ajar.Hasil penelitian yang telah dilakukan kepada ahli dan uji coba siswa. Dari ahli media didapatkan nilai rata – rata 93,4%, sedangkan untuk ahli materi didapatkan nilai rata-rata 92,5%. Uji coba skala kecil diambil dari 8 siswa yang diambil secara acak, didapatkan nilai rata-rata 90,4%, kemudian dalam uji coba skala besar atau pemakaian dari yang terdiri dari 36 siswa didapatkan nilai rata-rata 89,2%. Secara keseluruhan bahan ajar ini dikatakan valid dan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran kelas X Semester Genap di SMK Negeri 1 Bandung Tulungagung. SUMMARYFarrizal, Kukuh, 2019. Print Teaching Module Development based on the Project Based Learning in Digital and Communication Simulation Subject for the Even Semester of 10th Grade Class at 1 Bandung Tulungagung Vocational High School. Undergraduate Thesis, Information and Technology Engineering Education, Electrical Engineering Department, Engineering Faculty, State University of Malang. Supervisors: (1) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd. (2) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Keywords: Teaching material, Digital and Communication Simulation, Print module.The minimum criterion of vocational high school graduates is to be competent in various knowledge and skills. This standard competence will be the basic competence for the students when they are graduated from the vocational school. To support the competence, complex necessary requirements are crucial starting from the source of knowledge, such as the teaching materials, expert teachers, adequate facilities, and other requirements.Teaching material is a requirement that really supports the students’ competency achievement. The teaching material developed here is a module and job sheet. Besides for the students, this module and job sheet is developed for the teachers as a material to provide the competency in digital simulation subject to achieve the students’ expected competence.The print module of digital simulation subject for the even semester of 10th grade class was developed by the project based learning model referring to the Dick and Carey’s development model. The teaching material development procedures can be presumed as in the following;(1) conducting the learning analysis,(2) formulating the learning purpose and developing the product testing criteria,(3) developing the learning material. Findings show that from the media expert 93,4% of average value was gained; from the material expert 92,5% of average value was gained; from the student testing result of the small scale of 8 students, which is randomly taken, 90,4% of average value was gained; and from the student testing result of the large scale of 36 students, 89,2% of average value was gained. Overall, it can be concluded that the teaching material is valid and feasible to be applied in the learning process of the even semester of 10th grade class at 1 Bandung Tulungagung Vocational High School
Hubungan antara Self Efficacy dan Kapabilitas Pengetahuan Keteknikan dengan Technical Skill pada Siswa SMK Kelas 12 Kompetensi Keahlian RPL di Kota Malang
ABSTRAKWardani, Andini Nurul. 2019. Hubungan antara self efficacy dan kapabilitas pengetahuan keteknikan dengan technical skill pada siswa SMK kelas XII kompetensi keahlian RPL di Kota Malang. Skripsi, Pendidikan Teknik Informatika (S1), Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T., pembimbing (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata Kunci: Self Efficacy, Kapabilitas Pengetahuan Keteknikan, Technical Skill.SMK merupakan lembaga pendidikan nasional untuk mempersiapkan siswa menjadi tenaga kerja yang siap bersaing dalam dunia kerja. Siswa harus memiliki dan menguasai technical skill yang dibutuhkan untuk bekerja pada industri. Technical skill didukung oleh beberapa aspek seperti self efficacy dan kapabilitas pengetahuan keteknikan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk(1) mendeskripsikan self efficacy (X1),(2) mendeskripsikan kapabilitas pengetahuan keteknikan (X2),(3) mendeskripsikan technical skill (Y) siswa kelas XII kompetensi keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di Kota Malang,(4) mengungkap signifikansi hubungan antara X1 dan Y,(5) mengungkap signifikansi hubungan antara X2 dan Y, dan(6) mengungkap signifikansi hubungan antara X1 dan X2 terhadap Y secara simultan.Metode penelitian yang digunakan yaitu ex post facto dengan rancangan penelitian kuantitatif korelasional. Sampel penelitian ini adalah siswa SMKN kelas XII Kompetensi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di Kota Malang sejumlah 119 responden. Untuk mengungkap adanya hubungan antara variabel X1 dengan Y maupun X2 dengan Y menggunakan analisis data korelasi parsial. Sedangkan untuk mengungkap hubungan X1 dan X2 secara simultan dengan Y menggunakan regresi ganda.Hasil penelitian diketahui:(1) kemampuan self efficacy pada kategori tinggi;(2) kapabilitas pengetahuan keteknikan pada kategori sedang;(3) technical skill dalam kategori sedang;(4) koefisien korelasi parsial X1 dengan Y sebesar 0,214 (sig.: 0,020 < 0,05);(5) koefisien korelasi parsial X2 dengan Y sebesar 0,322 (sig.: 0,000 < 0,05); dan(6) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X1dan X2 terhadap Y secara simultan.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu:(1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara self efficacy dengan technical skill;(2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara kapabilitas pengetahuan keteknikan dengan technical skill; (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara self efficacy dan kapabilitas pengetahuan keteknikan secara simultan dengan technical skill siswa kelas XII kompetensi keahlian RPL di Kota Malang
PengaruhPenerapanModel Pembelajaran PBLDibandingkan Model Pembelajaran Mind Mapping Berbantuan Motion Comic Pada Hasil BelajarPemprograman Dasar untuk Siswa Kelas X TKJ Di SMKN 11 Malang
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan Bapak Rizki Isfandi Wijaya selaku guru mata pelajaran pemprograman dasar pada jurusan teknik komputer dan jaringan, terdapat beberapa kendala yang ditemukan adalah pembelajaran yang ada masih bersifat konvensional. Artinya, kebanyakan siswa hanya duduk dan mendengarkan penjelasan dari guru, yang berakibat pada kurangnya rata-rata tingkat partisipasi belajar siswa sehingga hasil belajar siswa yang relatif rendah.Penelitian ini bertujuan untuk:(1) mengetahui perbedaan yang signifikan pada pengetahuan antara siswa yang diajar dengan PBL berbantuan Motion Comic dan Mind Mapping berbantuan Motion Comic,(2) mengetahui perbedaan yang signifikan padaketerampilan antara siswa yang diajar dengan PBL berbantuan Motion Comic dan Mind Mapping berbantuan Motion Comic. Pembelajaran menggunakan media Motion Comic berupa video tutorial yang digunakan sebagai alat bantu untuk penyampaian materi. Populasi dan sampel dalam penelitian adalah siswa SMK kelas X TKJ di SMKN 11 Malang yang terdiri dari dua kelas dengan jumlah siswa total sebanyak 58 siswa.Metode penelitian ini menggunakan Quasi Experiment dengan Pretest-Posttest Group Design. Kelas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kelas A yang menerapkan model PBL berbantuan Motion Comicdan Kelas B yang menerapkan model Mind Mapping berbantuan Motion Comic. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi keterampilan, dan soal posttest yang berupasoalesai dengan jumlah 10 soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuanhasil belajar siswa dengan nilai signifikansi Sig. (2-tailed) = 0,042. Namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan hasil belajar siswa sig. (2-tailed) = 0,536. Secara keseluruhan pada hasil belajar pengetahuan,dan keterampilan bahwa Kelas A yang menerapkan model PBL berbantuan Motion Comic memiliki rata-rata nilai lebih tinggi daripada Kelas B yang menerapkan model Mind Mapping berbantuan Motion Comic
HUBUNGAN ANTARA INTRAPERSONAL INTELLIGENCEDAN TINGKAT KEMANFAATAN KPL DENGAN KESIAPAN KOMPETENSI SOSIAL YANG BERMINAT MENJADI GURU PADA MAHASISWAPROGRAM STUDI S1 PTI UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAKSasmita, Ika. 2019. Hubungan antara Intrapersonal Intelligence dan Tingkat Kemanfaatan KPL dengan Kesiapan Kompetensi Sosial yang Berminat Menjadi Guru Pada Mahasiswa Program Studi S1 PTI Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd., (II) Dila Umnia Soraya, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: intrapersonal intelligence, kemanfaatan KPL, kompetensi sosialProgram Studi Pendidikan Teknik Informatika harus menghasilkan lulusan keguruan yang memiliki kecerdasan maupun kemampuan menjadi guru profesional. Salah satu kompetensi guru profesional yang penting dimiliki oleh lulusan Pendidikan Teknik Informatika yaitu kompetensi sosial. Kompetensi ini penting dimiliki dalam lingkungan masyarakat, lingkungan kampus maupun lingkungan sekolah. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kompetensi sosial mahasiswa antara lain intrapersonal intelligence dan Kajian Praktik Lapangan (KPL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi intrapersonal intelligence (X1), tingkat kemanfaatan KPL (X2), dan kesiapan kompetensi sosial (Y). Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intrapersonal intelligence dengan kesiapan kompetensi sosial (X1 dengan Y), tingkat kemanfaatan KPL dengan kesiapan kompetensi sosial (X2 dengan Y), serta untuk mengetahui hubungan antara intrapersonal intelligence dan tingkat kemanfaatan KPL dengan kesiapan kompetensi sosial (X1 dan X2 dengan Y). Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Program Studi S1 PTI Universitas Negeri Malang yang berminat menjadi guru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional serta bersifat Ex Post Facto. Sampel yang digunakan merupakan mahasiswa Program Studi S1 PTI Universitas Negeri Malang angkatan 2015 yang berminat menjadi guru dengan jumlah 57 mahasiswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket pada semua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) hubungan intrapersonal intelligence dan kesiapan kompetensi sosial dikategorikan kuat dengan koefisien korelasi sebesar 0,076,(2) hubungan tingkat kemanfaatan KPL dan kesiapan kompetensi sosial dikategorikan sangat kuat dengan koefisien korelasi sebesar 0,832,(3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara intrapersonal intelligence dan tingkat kemanfaatan KPL dengan kesiapan kompetensi sosial yang berminat menjadi guru pada Mahasiswa Program Studi S1 PTI Universitas Negeri Malang dengan koefisien korelasi sebesar 0,907 yang masuk dalam kategori sangat kuat. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu:(1) mahasiswa yang berminat menjadi guru memiliki intrapersonal intelligence dalam kategori tinggi;(2) mahasiswa yang berminat guru memiliki tingkat kemanfaatan KPL dalam kategori tinggi;(3) mahasiswa yang berminat menjadi guru memiliki kesiapan kompetensi sosial dalam kategori sangat tinggi;(4) terdapat hubungan positif dan signifikan antara intrapersonal intelligence dan kesiapan kompetensi sosial;(5) terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat kemanfaatan KPL dan kesiapan kompetensi sosial; (6) terdapat hubungan positif dan signifikan antara intrapersonal intelligence dan tingkat kemanfaatan KPL dengan kesiapan kompetensi sosial
Pengembangan Buku Referensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap pada Matakuliah Pembangkit Tenaga Listrik Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang
ABSTRAKDira, Aziz Prapta. 2019. Pengembangan Buku Referensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap pada Matakuliah Pembangkit Tenaga Listrik Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) A. N. Afandi, S. T., M.T., Ph.D. (2) Drs. Slamet Wibawanto M.T.Kata Kunci: Buku referensi, Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Pembangkit Tenaga Listrik. Salah satu jenis pembangkit yang banyak digunakan di Indonesia pada saat ini adalah PLTU. Selain dari total produksi listrik (dalam MW) PLTU yang besar, jumlah unit PLTU juga termasuk dalam kategori yang terbayak nomer tiga setelah PLTA. Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa materi mengenai PLTU sangat diperlukan dalam pembelajaran. Namun, berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, bahan ajar yang terkait PLTU masih sedikit. Sehingga diperlukan buku referensi Pembangkit Listrik Tenaga Uap untuk digunakan dalam proses pembelajaran pada mata kuliah Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah merancang, mengembangkan, dan menguji kelayakan buku referensi PLTU. Subjek penelitian adalah mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro angkat 2016 yang sudah menempuh mata kuliah Pembangkit Tenaga Listrik. Model yang digunakan pada penelitian dan pengembangan ini adalah model R&D milik Sugiyono yang mempunyai 10 tahap, diantaranya: (1) potensi dan masalah, (2) mengumpulkan informasi, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) perbaikan desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produk massal. Hasil dari pengembangan ini berupa buku referensi dan telah di validasi oleh validator serta di uji coba terhadap mahasiswa. Hasil validasi oleh validator memperoleh presentase sebesar 94% (sangat valid), hasil uji coba produk memperoleh prsentase 91% (sangat valid), dan pada uji coba pemakaian memperoleh presentase sebesar 91% (sangat valid). Berdasarkan hasil tersebut, buku referensi yang dibuat dinyata kan sangat valid dan layak digunakan untuk referensi pembelajaran pada mata kuliah Pembangkit Tenaga Listrik. ABSTRACTDira, Aziz Prapta. 2019. Development of a Reference Book for Steam Power Plants at the Electric Power Generation Course at the Department of Electrical Engineering, Malang State University. Advisors: (1) A. N. Afandi, S. T., M.T., Ph.D. (2) Drs. Slamet Wibawanto M.T.Keywords: Reference book, Steam Power Plant, Power Plant.One type of generator that is widely used in Indonesia at this time is the PLTU. In addition to the total electricity production (in MW) of the large PLTU, the number of PLTU units is also included in the category number three after the hydropower plant. Based on these data, it can be concluded that the material regarding the PLTU is needed in learning. However, based on the results of observations made at the Department of Electrical Engineering at the State University of Malang, there are few teaching materials related to the PLTU. So that a reference book is needed for the Steam Power Plant to be used in the learning process in the course of the Steam Power Plant.The purpose of this research and development is to design, develop, and test the feasibility of the PLTU reference book. The research subject was a 2016 lifted Bachelor of Electrical Engineering Education student who had taken a course in Electric Power Generation. The model used in this research and development is Sugiyono's R & D model which has 10 stages, including: (1) potential and problems, (2) gathering information, (3) product design, (4) design validation, (5) design improvements , (6) product trials, (7) product revisions, (8) usage trials, (9) product revisions, and (10) mass products.The results of this development are in the form of a reference book and have been validated by the validator and tested on students. The validation results by the validator get a percentage of 94% (very valid), the results of the product trial get a percentage of 91% (very valid), and the trial usage gets a percentage of 91% (very valid). Based on these results, the reference book made is stated to be very valid and worthy of being used for learning references in the Power Generation cour
PERBEDAAN PEMAHAMAN KONSEP PADA MATA PELAJARAN SISTEM KONTROL ELEKTROMEKANIK DAN ELEKTRONIK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTORIAL RIDDLE (PR) DAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA SIMULASI PADA SISWA KELAS XI TOI SMKN 1 SINGOSARI
ABSTRAKNisak, Amin Khoirun. 2019. Perbedaan Pemahaman Konsep Pada Mata Pelajaran Sistem Kontrol Elektromekanik dan Elektronik melalui Penerapan Model Pembelajaran Pictorial Riddle (PR) dan Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Simulasi Pada Siswa Kelas XI TOI SMKN 1 Singosari. Skripsi.S1 Pendidikan Teknik Elektro. Jurusan Teknik Elektro.Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Yuni Rahmawati, S.T. M.T., (2) Drs. Hari Putranto, M.Pd.Kata Kunci : Pemahaman konsep, Pictorial Riddle, Problem Based Learning, Media SimulasiModel pembelajaran merupakan bagian dari aspek penting dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Guru harus mempertimbangkan model pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran didalam kelas agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Selain itu, untuk menunjang keberhasilan pembelajaran juga diperlukan adanya media pembelajaran. Bersasarkan hal tersebut pada pembelajaran mata pelajaran Sistem Kontrol Elektromeknik dan Elektronik (SKEE) perlu adanya penerapan model pembelajaran dan media yang cocok agar hasil belajar siswa diperoleh dengan baik. Hasil belajar yang baik mencakup berbagai indikator, salah satunya adalah siswa memiliki kemampuan memahami konsep dengan baik. Pemahaman konsep merupakan aspek pembelajaran yang perlu diperhatikan karena siswa akan dapat menghadapi dan menyelesaikan suatu masalah jika siswa mampu memahami konsep dengan baik. Oleh karena itu model pembelajaran yang ditawarkan adalah Pictorial Riddle dan Problem Based Learning. Model-model tersebut dapat juga diiringi penggunaan media pembelajaran berbasis media simulasi.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen kuantitatif dengan tipe quasi experiment dan pola non equivalent group design yang menggunakan pretest posttest. Subyek penelitian yang digunakan ialah siswa kelas XI TOI 1 dan XI TOI 2 yang masing-masing kelas berjumlah 35 orang. Kelas XI TOI 1 sebagai kelas ekserimen 1 yang diberi perlakuan model Pictorial Riddle dan kelas XI TOI 2 kelas ekserimen 2 yang diberi perlakuan model Problem Based Learning. Hasil uji t diperoleh sebesar 0,012 dimana nilai tersebut lebih kecil dari 0,05. artinya terdapat perbedaan pemahaman konsep antara kelas eksperimen 1 yang diberi perlakuan model Pictorial Riddle dan kelas ekserimen 2 yang diberi perlakuan model Problem Based Learning. Hasil ini diperoleh dari aspek penilaian berupa tes dengan tingkat keyakinan jawaban siswa.Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman konsep pada kedua kelas eksperimen dengan diterapkannya model pembelajaran Pictorial Riddle berbantuan media simulasi dan Problem Based Learning berbantuan media simulasi pada mata pelajaran Sistem Kontrol Elektomekanik dan Elektronik dengan nilai signifikansi 0,012
Pengembangan Trainer Kontrol Sistem Pneumatik Menggunakan Mikrokontroler untuk Memberikan Pemahaman dalam Dinamika Sensor sebagai Counter Barang untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro dalam Matakuliah Workshop Otomasi Industri
ABSTRAKPrakoso, Ristanto Aji. 2019. Pengembangan Trainer Kontrol Sistem Pneumatik Menggunakan Mikrokontroler untuk Memberikan Pemahaman dalam Dinamika Sensor sebagai Counter Barang untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro dalam Matakuliah Workshop Otomasi Industri. Pembimbing (1) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T. (2) Drs. Hari Putranto, M.Pd.Kata Kunci : Modul, Microcontroller, Trainer, Sistem pneumatik.Sistem pneumatik adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan udara terkompresi untuk menghasilkan efek gerakan mekanis. Pada penerapannya sistem pneumatik digunakan sebagai sistem otomasi di berbagai industri. Pemakaian teknologi kontrol pneumatik murni saat ini sudah sangat jarang sehingga banyak industri yang mengubah teknologinya menggunakan perpaduan teknologi elektrik dengan pneumatik, perpaduan kedua teknologi ini disebut elektropneumatik. Sajian matakuliah Workshop Otomasi Industri ini wajib ditempuh oleh mahasiswa prodi Pendidikan Teknik Elektro. Dikembangkanlah Trainer Pneumatik berbasis Microcontroller ATmega16A-PU. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode Research and Development atau penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan ADDIE yang tahapannya sebagai berikut: (1) Analysis; (2) Design; (3) Development; (4) Implementation; (5) Evaluation. Data validasi yang digunakan pada pengembangan ini diambil dari angket yang terdiri dari tiga jenis angket yaitu untuk ahli materi, ahli media dan mahasiswa. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di laboratorium sistem kendali Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, melalui dosen pengampu matakuliah Workshop Otomasi Industri diketahui bahwa trainer pneumatik dapat dikembangkan sistem kontrolnya menggunakan Microcontroller ATmega16A-PU, hal ini dilakukan karena untuk memberikan pemahaman mahasiswa prodi Pendidikan Teknik Elektro dalam hal otomasi kendali. Dibutuhkan juga jobsheet praktikum untuk menunjang pembelajaran mahasiswa dan mahasiswa dapat memahami cara kerja trainer pneumatik yang dikontrol menggunakan Microcontroller ATmega16A-PU.Penelitian pengembangan yang dilakukan telah menghasilkan produk berupa trainer sistem pneumatik dengan kendali Mikrokontroler sebagai media pembelajaran. Penelitian pengembangan yang dilakukan telah menghasilkan produk berupa modul petunjuk penggunaan sebagai bahan, setelah dilakukan validasi dan uji coba, maka didapatkan hasil rata-rata yang menyatakan bahwa trainer dan modul sangat valid dan layak digunakan dalam pembelajaran praktikum pada matakuliah Workshop Otomasi Industri di Jurusan Teknik Elektro, dan Trainer dan modul telah teruji kelayakannya, hal ini dibuktikan dengan trainer dan modul yang sudah memenuhi semua aspek penilaian yang ada sehingga dapat dikatakan layak untuk digunakan dalam pembelajaran praktikum.ABSTRACTPrakoso, Ristanto Aji. 2019. Development of Pneumatic Control System Trainer using Microcontroller to Extends Comprehension about Sensor Dynamics as Object Counter for Students of Education of Electrical Engineering in Industrial Automation Workshop Subject. Supervisor (1) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T. (2) Drs. Hari Putranto, S.S.T, M.Pd.Keyword : Module, Development, Microcontroller, Trainer, Pneumatic SystemPneumatic system is a technology that utilizes compressed air to produce a mechanical motion effect. In its implementation, pneumatic systems used as automation systems in various industries. The using of pure pneumatic control technology is very rare. So that many industries changes its technology using a combination of electric technology with pneumatic which is the combination of these two technologies have been called as Electropneumatic. Industrial Automation Workshop is one of subjects that must be taken by students in Electrical Engineering Education program study. Those are become several consideration to develop a pneumatic Trainer based on ATmega16A-PU Microcontroller. This development research uses R&D methods (Research and Development) with ADDIE's development model with the following steps: (1) Analysis; (2) Design; (3) Development; (4) Implementation; and (5) Evaluation. The validation data used in this development is taken from the poll consisting of three types of poll for subjects expert, media experts and college students.Based on the results of the observation at the Laboratory of Control System of Electrical Engineering Department State University of Malang, through the lecturer in Industrial Automation Workshop’s subject was known that control system of pneumatic trainers can be developed with Microcontroller ATmega16A-PU. The purpose of this deal is to give students comprehension about automatic control. Practicum jobsheet’s also necessary to supports learning activity so that students can dealing with how pneumatic trainers work controlled by ATmega16A-PU Microcontroller.The development research carried out has a produce a product in the form of a pneumatic system trainer with Microcontroller as a learning media. The development research carries out has produce a product in the form of a user manual module as an ingredient. After validation and testing, the average results obtained indicate that the trainer and the module is very valid and feasible to use in practical learning at the Industrial Automation Workshop course in the Electrical Engineering Department, and the feasibility of the Trainer and module is proven by trainers and modules who have fulfilled all aspects of the assessment so that is is feasible to be used in learning practice
Quasi Z-Source Inverter Menggunakan Active Switched Impedance Bertingkat
RINGKASAN Prabowo, Rahmatullah Aji. 2019. Quasi Z-Source Inverter Menggunakan Active Switched Impedance Bertingkat. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Arif Nur Afandi, S.T., M.T., Ph.D. (II) Irham Fadlika, S.T., M.T.Kata Kunci: Z-Source Inverter, EBASZ-qZSI, Boost Factor, Voltage Gain, Riak Arus Induktor, Stress Tegangan Kapasitor, Stress Tegangan Dioda. 
Perbedaan Pemahaman Konsep Dasar Listrik dan Elektronika Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning dipadu Strategi Konflik Kognitif Dibandingkan Dengan Pendekatan Saintifik pada Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Beji Kabupaten Pasuruan. Skripsi.
RINGKASAN Pendidikan merupakan usaha sadar, terencana dan diupayakan untuk mendorong siswa aktif dalam mengembangkan potensi diri. Pengembangan potensi siswa dalam suatu proses pembelajaran harus melibatkan tiga komponen utama pendidikan, yaitu: peserta didik, pendidik, dan sumber belaja. Pendukung pembelajaran, yaitu: kondisi pembelajaran, metode pembelajaran, dan hasil pembelajaran. Sistem pembelajaran yang digunakan pada umumnya bersifat konvensional, yaitu: dominan menggunakan motode ceramah, sehingga siswa cenderung menjadi siswa yang pasif dan tidak mengeksplorasi dirinya sendiri.Uraian permasalahan dan kebutuhan diatas, melatarbelakangi peneliti untuk melalukan penelitian membandingkan model pembelajaran yang dipadu dengan strategi pendekatan guna mencapai keberhasilan pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah; 1) Mengetahu deskripsi pemahaman konsep model pembelajaran problem based learning dipadu pendekatan saintifik, 2) Mengetahu deskripsi pemahaman konsep model pembelajaran problem based learning dipadu strategi konflik kognitif dan 3) Mengetahu perbedaan pemahaman konsep model pembelajaran problem based learning dipadu pendekatan saintifik dibandingkan strategi konflik kognitif.Pada penelitian ini kelas eksperimen A mengguanakan model pembelajaran problem based learning dipadu pendekatan saintifik dan untuk kelas eksperimen B menggunakan model pembelajaran problem based learning dipadu strategi konflik kogntif. Rancangan penelitian ini menggunakan pretest dimana data ini digunakan sebagai awal pemahaman konsep siswa pada kondisi awal dan posttest digunakan sebagai hasil pemahaman konsep siswa setelah diberikan perlakuan atau ekeperimen.Hasil penelitian ini adalah Siswa kelas eksperimen A memperoleh hasil nilai posttest dengan persentase total paham konsep 74%. Siswa kelas eksperimen B memperoleh hasil nilai posttest dengan frekuensi lapangan dalam katagori sangat tinggi dan tingkat pemahaman konsep dengan persentase total paham konsep 84%. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen A dengan kelas B eksperimen terhadap pemahaman konsep siswa. Kelas eksperimen B lebih unggul dari pada model pembelajaran Problem Based Learning dipadu Pendekatan Saintifik dari hasil perbandingan nilai N gain score
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Blended Learning pada Matakuliah Telekomunikasi untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang
ABSTRAKUbaidillah, Syafiq. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Blended Learning pada Matakuliah Telekomunikasi untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Muladi, S.T., M.T., (2) I Made Wirawan, S.S.T., M.T. Kata kunci: Pengembangan , Bahan Ajar, Blended Learning, Telekomunikasi.Telekomunikasi merupakan Matakuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa S1 Pendidikan Teknik ElektroUniversitas Negeri Malang. Berdasarkan observasi awal di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, didapatkan informasi bahwa belum ada bahan ajar yang dibuat secara spesifik dan terstruktur untuk Matakuliah Telekomunikasi. Strategi perkuliahan yang diterapkan adalah strategi konvensional. Selain itu mahasiswa dan dosen sudah memiliki perangkat elektronik yang dapat mengakses internet. Seiring dengan perkembangan zaman yang telah masuk pada era revolusi industri 4.0, maka perlu dilakukan penyesuaian terhadap strategi dan materi pembelajaran dalam perkuliahan. Blended learning merupakan salah satu alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk diterapkan dalam perkuliahan saat ini. Sehingga dilakukanlah penelitian dan pengembangan bahan ajar berbasis blended learning pada Matakuliah Telekomunikasi.Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk merancang, mengembangkan, dan mengujicobakan bahan ajar berbasis blended learninguntuk Matakuliah Telekomunikasi di Universitas Negeri Malang. Bahan ajar berbasis blended learning dikembangkan menggunakan model penelitian dan pengembangan menurut Sadiman (2010:100). Langkah-langkah dalam model penelitian dan pengembangan menurut Sadiman terdiri dari delapan, yaitu:1) identifikasi kebutuhan,2) perumusan tujuan,3) perumusan butir-butir materi,4) perumusan alat pengukur keberhasilan,5) penulisan naskah,6) uji coba produk,7) revisi, dan8) produksi masal.Produk penelitian dan pengembangan dikembangkan dalam tiga bentuk bahan ajar, yaitu:1) modul ajar digital dalam format pdf,2) video ajar dalam format mp4, dan slide presentasi dalam format ppt.Produk divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Kedua ahli tersebut merupakan dosen Matakuliah Telekomunikasi di Universitas Negeri Malang. Uji coba dilakukan dengan menyajikan modul ajar dan video ajar pada weblearning Jurusan Teknik Elektro FT-UM. Sedangkan video ajar disajikan melalui layar proyektor di depan kelas.Uji coba produk diterapkan pada 56 mahasiswa yang dibagi pada uji coba kelompok kecil dan uji coba lapangan. Hasil dari validasi materi adalah 89,1% dan validasi media 89%. Sedangkan hasil uji kelompok kecil adalah 86,13% dan evaluasi lapangan adalah 88,15%. Berdasarkan hasil tersebut, bahan ajar berbasis blended learning telah layak dan dapat digunakan pada perkuliahan Telekomunikasi. ABSTRACTUbaidillah, Syafiq. 2019. Development of Learning Material Based on Blended Learning in Telecommunication Courses for Students of Electrical Engineering Education, Faculty of Engineering, State University of Malang. Undergraduate Thesis, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors: (1) Dr. Muladi, S.T., M.T., (2) I Made Wirawan, S.T.,S.S.T., M.T. Keywords:Development, Learning Material, Blended Learning,Telecommunication.Telecommunication is a compulsorysubjectfor undergraduate students of Electrical Engineering Education, Faculty of Engineering, State University of Malang. Based on the preliminary observation at the Department of Electrical Engineering, informarmations were obtainedthat there were no specific and structured learning material made for Telecommunication subjects. The course strategy applied is a conventional strategy. In a row of the 4.0 industrial revolution era, it is neccesary to adjust the strategies and learning materialsin courses. On the other hand, students and lecturers have had electronic devices that can acces internet. Blended learning is an alternative learning strategy that is effective to be implemented in currentlectures. Then, an research and development for learning materials based on blended learning is conducted in Telecommunication subject.The purpose of this research and development is to design, develop, and test the feasibility and expedience of learning materials for Telecommunication subject in State University of Malang. Learning material based on blended learning strategy is developed using research and development model according to Sadiman (2010:100). The steps of Sadiman’s research and development model consist of eight, namely :1) identification of needs,2) formulation of objectives,3) formulation of material items, 4) formulation of measurement instruments of succes,5) writing of manuscripts,6) products trial,7) revisions, and8) mass production.Reserach and development are developed in three forms of learning material, namely:1) digital teaching modules in pdf format,2) teaching videos in mp4 format, and3) presentation slides in ppt format. The products are validated by material and media experts. Both of them are Telecommunication lecturers in State University of Malang. The trial was conducted by presenting teaching modules and teaching videos on the weblearning of Department of Electrical Engineering, State University of Malang. Whereas presentation slide is served trough projector screen in front of class. Product trial was applied into 56 students divided into small group trial and field evaluation. The result of material validation is 89,1% and media validation is 89%. Whereas the result of small group trial is 86,13% and field evaluation is 88,15%. Based on the results, the material learning based on blended learning strategy has been feasible and can be used in Telecommunication courses