SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    HUBUNGAN SOCIAL SUPPORT DAN SELF REGULATION DENGAN KESIAPAN DALAM ASPEK SOSIAL SEBAGAI GURU PADA MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAKMuzayana, Evi Ayu Andriani. 2019. Hubungan Social Support dan Self Regulation dengan Kesiapan Dalam Aspek Sosial Sebagai Guru pada Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T., (II) Dr. Yuni Rahmawati, S. T.,  M. T Kata Kunci: Social Support, Self Regulation dan Kesiapan Dalam Aspek Sosial Sebagai Guru.Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) membutuhkan guru profesional untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan globalisasi. kesiapan dalam aspek sosial sebagai guru penting dimiliki mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro (PTE) sebagai seorang guru profesional. Kesiapan mahasiswa S1 PTE dapat diukur menggunakan faktor internal dengan variabel self regulation dan faktor eksternal dengan variabel social support pada mahasiswa calon guru.Penelitian ini bertujuan untuk:(1) mendiskripsikan social support (X1), self regulation (X2), dan kesiapan dalam aspek sosial sebagai guru (Y),(2) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X1 dan Y,(3) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X2 dan Y,(4) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X1 dan X2  secara simultan dengan Y.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa S1 PTE UM sejumlah 114 mahasiswa aktif angkatan 2014. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Data yang diperoleh diuji dengan uji korelasi parsial dan uji hipotesis untuk mengungkapkan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat baik secara parsial maupun secara simultan. Untuk mengukur variabel X1, X2  dan Y menggunakan instrumen penilaian berupa anget. Variabel X_1, X_(2  )dan Y memiliki tingkat reliabiltas secara berurutan adalah 0,740, 0,736 dan 0,725. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi parsial dan regresi ganda, analisis uji prasyarat, dan analisis sumbangan efektif-relatif menggunakan bantuan SPSS.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu(1) X1, X2, dan Y dalam kategori cenderung tinggi (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dan Y, X2 dan Y, dan X1 dan X2  secara simultan dengan Y. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aspek social support dan self regulation terdapat hubungan yang positif dengan kesiapan dalam aspek sosial sebagai guru pada mahasiswa S1 PTE. 

    Evaluasi Tingkat Keberhasilan Gerakan Literasi Membaca terhadap Kesiapan Belajar Siswa Kelas X Jurusan TKJ di SMK Negeri 5 Malang

    No full text
    ABSTRAKWijayanto, Agung. 2019. Evaluasi Tingkat Keberhasilan Gerakan Literasi Membaca terhadap Kesiapan Belajar Siswa Kelas X Jurusan TKJ di SMK Negeri 5 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T., Pembimbing (II) Drs. Wahyu SaktiG.I., M.Kom. Kata kunci: Evaluasi, Literasi Membaca, Kesiapan Belajar Keterampilan membaca berperan penting dalam proses siswa memperoleh ilmu pengetahuan. Praktik pendidikan yang dilaksanakan di sekolah selama ini juga memperlihatkan bahwa sekolah belum berfungsi sebagai organisasi pembelajaran yang menjadikan semua warganya sebagai pembelajar sepanjang hayat. Pengembangan sekolah sebagai organisasi pembelajaran, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sebagai upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah dan masyarakat, sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi penerapan gerakan literasi membaca di SMK Negeri 5 Malang menemui beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Berbagai aspek seperti lingkungan sekolah, sarana prasarana hingga penerapannya terhadap pembelajaran masih kurang berjalan dengan baik. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi pelaksanaa gerakan literasi membaca terhadap kesiapan belajar peserta didik sebelum melaksanakan kegiatan belajar di sekolah serta mengetahui faktor-faktor apa saja yang menghambat berjalannya pelaksanaan gerakan literasi membaca di SMK Negeri 5 Malang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik analisis regresi linear sederhana. Hubungan antar variabel yang ditunjukkan oleh masingmasing variabel sesuai dengan yang digambarkan pada diagram regresi linear sederhana, yakni: terdapat variabel bebas berupa pelaksanaan gerakan literasi membaca dan variabel terikat berupa kesiapan belajar peserta didik. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa faktor lingkungan, strategi literasi, sarana prasarana serta kondisi fisik peserta didik mempengaruhi proses pelaksanaan gerakan literasi membaca. Kedua, gerakan literasi membaca tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kesiapan belajar siswa kelas X TKJ di SMK Negeri 5 Malang dengan signifikansi sebesar 0,842. Ketiga, pelaksanaan gerakan literasi membaca kelas X TKJ di SMK Negeri 5 Malang dinyatakan berhasil dengan kategori tinggi dengan indikator kebutuhan sebesar 78,65% untuk akses internet dan 72,03% untuk sudut baca kelas. Indikator lingkungan sebesar 77,83% untuk kondisi lingkungan sekolah, 78,65% untuk kondisi ruang kelas dan 78,54% untuk penerapan K3LH. Indikator Stategi sebesar 70,89% untuk program membaca 15  menit dan 84,82% untuk pemanfaatan teknologi informasi.    ABSTRACTWijayanto, Agung. 2019. Evaluation of The Success Level of Reading Literacy Towards Student Learning Readiness in TKJ Department Grade X SMK Negeri 5 Malang. Thesis. Education of Informatics Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Supervisor (I) Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T., Supervisor (II) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom. Keyword: Evaluation, Reading Literacy, Learning Readiness Reading skills play an important role for student in the process of acquiring knowledge. Educational practice in school so far also shows that the school doesn’t yet function as a learning organization that makes all its members as lifelong learners. School development as learning organization, Ministry of Education and Culture develops Reading Literacy Movement as a comprehensive effort involving all school members and the community, as part of the education ecosystem. Based on the result of application of Reading Literacy interview and observation in SMK Negeri 5 Malang, there are some problems on its implementation. Various aspects such as the school environment, facilities and infrastructure and also their application for learning are still not running well. This research aims to find out how much the contribution of Reading Literacy implementation towards student learning readiness before implementing learning activities in school and to know what factors inhibit the implementation of Reading Literacy in SMK Negeri 5 Malang. Data analysis technique that is used in this research is simple linear regression. The relationships between variables that are shown by simple linear regression diagram are: there is independent variable in the form of Reading Literacy implementation and dependent variable in the form of student learning readiness. Based on the result of data analysis, there are some conclusions. First, descriptive analysis result shows that environment factor, literacy strategy, facilities and infrastructure, and also physical condition of student influence the process of Reading Literacy implementation. Second, Reading Literacy has no significant effect on student learning readiness in TKJ department grade X SMK Negeri 5 Malang. Third, the implementation of the Reading Literacy in class X TKJ in SMK Negeri 5 Malang was declared successful with a high category with indicators of need of 78.65% for internet access and 72.03% for classroom reading angles. Environmental indicators totaled 77.83% for school environment, 78.65% for classroom conditions and 78.54% for K3LH applications. The strategic indicator is 70.89% for the 15-minute reading program and 84.82% for the use of information technology

    Hubungan Etika Kerja dalam Praktikum dan Komitmen terhadap Tugas dengan Kesiapan Bekerja Setelah Lulus bagi Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Swasta di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAKSunarto, Faizathi. 2019. Hubungan Etika Kerja dalam Praktikum dan Komitmen terhadap Tugas dengan Kesiapan Bekerja Setelah Lulus bagi Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMK Swasta di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ir. Syaad Patmanthara, M.Pd., (2) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom.Kata Kunci : Etika kerja dalam praktikum, komitmen terhadap tugas, kesiapan kerja Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus bisa siap bekerja ditengah persaingan dunia kerja serta dengan banyaknya lapangan pekerjaan yang membutuhkan sumber daya manusia atau tenaga kerja yang berpengalaman dan memiliki skill khusus. Pemenuhan kebutuhan lulusan SMK yang dapat bersaing di dunia kerja, dapat diperhatikan melalui proses pembelajaran selama di sekolah. Pembelajaran di sekolah dapat dibagi menjadi dua yaitu pembelajaran akademis dan non-akademis. Pembelajaran akademis (hard skill) adalah pembelajaran berupa ilmu pengetahuan tertentu sesuai dengan bidang yang ditekuni. Pembelajaran non-akademis (soft skill) adalah pengembangan kepribadian, bakat, dan kemampuan di berbagai bidang diluar bidang akademis. Etika kerja dan komitmen adalah nilai-nilai soft skill yang harus dimiliki lulusan SMK sebagai pemenuhan kebutuhan soft skill di dunia kerja. Untuk masuk ke dalam dunia kerja tentunya harus memiliki suatu hal yang disebut dengan etika. Semua pekerjaan pasti terdapat suatu etika yang sangat penting untuk dititik beratkan. Tidak hanya etika, komitmen dalam bekerja termasuk dalam soft skill yang harus dimiliki lulusan SMK. Dengan komitmen tersebut, karyawan mampu menjadi lebih bertanggung jawab atas pekerjaannya. Hal tersebut dapat disebut juga dengan komitmen terhadap tugas.Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mendeskripsikan etika kerja dalam praktikum (X1), (2) mendeskripsikan komitmen terhadap tugas (X2), (3) mendeskripsikan kesiapan bekerja (Y), (4) mengungkapkan hubungan antara etika kerja dalam praktikum dengan kesiapan bekerja, (5) mengungkapkan hubungan antara komitmen terhadap tugas dengan kesiapan bekerja, (6) mengungkapkan hubungan antara etika kerja dalam praktikum dan komitmen terhadap tugas secara simultan terhadap kesiapan kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dan bersifat Ex Post FactoHasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat etika kerja dalam praktikum pada siswa masuk dalam kategori sangat tinggi (53%), (2) tingkat komitmen terhadap tugas pada siswa masuk dalam kategori tinggi (57%), (3) tingkat kesiapan kerja pada siswa masuk dalam kategori tinggi (51%), (4) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara etika kerja dalam praktikum terhadap kesiapan kerja siswa, (5) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara komitmen terhadap tugas dengan kesiapan kerja siswa,  (6) terdapat hubungan secara simultan antara antara etika kerja dalam praktikum dan komitmen terhadap tugas dengan kesiapan kerja siswa

    HUBUNGAN ANTARA KEBERMAKNAAN INTERAKSI BELAJAR MENGAJAR MATA KULIAH PRAKTIK PEMBELAJARAN MIKRO DAN KEMANFAATAN KAJIAN PRAKTIK LAPANGAN TERHADAP KESIAPAN MENGAJAR MAHASISWA ANGKATAN 2015 PRODI S1 PTE JURUSAN TE FT UM

    No full text
    ABSTRAKAwaliyah, Wia. 2019. Hubungan antara Kebermaknaan Interaksi Belajar Mengajar Mata Kuliah Praktik Pembelajaran Mikro dan Kemanfaatan Kajian Praktik Lapangan (KPL) terhadap Kesiapan Mengajar Mahasiswa angkatan 2015 Prodi S1 PTE Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hari Putranto, M.Pd. (2) Drs. Slamet Wibawanto, M.T.Kata Kunci : kebermaknaan interaksi belajar mengajar, Praktik Pembelajaran Mikro, kemanfaatan Kajian Praktik Lapangan, Kesiapan MengajarPendidikan merupakan cara yang ditempuh oleh semua orang dalam mengembangkan potensi diri dan kemampuannya. Kemampuan yang dimiliki seseorang dapat berupa kecerdasan intelektual, kekuatan mental, interaksi sosial, kreativitas diri dan kemandirian baik dalam pendidikan formal maupun informal. Salah satu pendidikan formal yang ada yaitu Universitas Negeri Malang. Universitas Negeri Malang merupakan salah satu lembaga pendidikan formal dengan latar belakang perguruan tinggi dibidang pendidikan keguruan. Mata kuliah Praktik Pembelajaran Mikro dan Kajian Praktik Lapangan merupakan mata kuliah wajib yang harus ditempuh sebagai bekal mahasiswa calon guru.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengungkap hubungan antara kebermaknaan interaksi belajar mengajar mata kuliah Praktik Pembelajaran Mikro terhadap kesiapan mengajar; (2) mengungkap hubungan antara kemanfaatan Kajian Praktik Lapangan (KPL) terhadap kesiapan mengajar; (3) mengungkap hubungan antara kebermaknaan interaksi belajar mengajar mata kuliah Praktik Pembelajaran Mikro dan kemanfaatan Kajian Praktik Lapangan (KPL) terhadap kesiapan mengajar mahasiswa angkatan 2015 prodi S1 PTE FT UM.Metode penelitian ini menggunakan metode kombinasi (mix methode) yaitu penelitian yang mengkombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif.  Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro angkatan 2015 sejumlah 119 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket terbuka dan angket tertutup. Analisis data pada tahap I (kualitatif) menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tahap II (kuantitatif) menggunakan teknik analisis deskriptif korelasional, analisis korelasi parsial dan regresi ganda, analisis uji prasyarat, analisis sumbangan efektif dan sumbangan relatif.Kesimpulan yang diperoleh yaitu :  (1) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X1 terhadap Y, X2 terhadap Y dan terdapat hubungan yang positif dan signifikan secara simultan antara X1 dan X2 terhadap Y

    Hubungan antara Kebermaknaan Interaksi Belajar Mengajar Mata Kuliah Praktik Pembelajaran Mikro dan Kemanfaatan Kajian Praktik Lapangan (KPL) terhadap Kesiapan Mengajar Mahasiswa angkatan 2015 Prodi S1 PTE Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas

    No full text
    ABSTRAKAwaliyah, Wia. 2019. Hubungan antara Kebermaknaan Interaksi Belajar Mengajar Mata Kuliah Praktik Pembelajaran Mikro dan Kemanfaatan Kajian Praktik Lapangan (KPL) terhadap Kesiapan Mengajar Mahasiswa angkatan 2015 Prodi S1 PTE Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Hari Putranto, M.Pd. (2) Drs. Slamet Wibawanto, M.T.Kata Kunci : kebermaknaan interaksi belajar mengajar, Praktik Pembelajaran Mikro, kemanfaatan Kajian Praktik Lapangan, Kesiapan MengajarPendidikan merupakan cara yang ditempuh oleh semua orang dalam mengembangkan potensi diri dan kemampuannya. Kemampuan yang dimiliki seseorang dapat berupa kecerdasan intelektual, kekuatan mental, interaksi sosial, kreativitas diri dan kemandirian baik dalam pendidikan formal maupun informal. Salah satu pendidikan formal yang ada yaitu Universitas Negeri Malang. Universitas Negeri Malang merupakan salah satu lembaga pendidikan formal dengan latar belakang perguruan tinggi dibidang pendidikan keguruan. Mata kuliah Praktik Pembelajaran Mikro dan Kajian Praktik Lapangan merupakan mata kuliah wajib yang harus ditempuh sebagai bekal mahasiswa calon guru.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengungkap hubungan antara kebermaknaan interaksi belajar mengajar mata kuliah Praktik Pembelajaran Mikro terhadap kesiapan mengajar; (2) mengungkap hubungan antara kemanfaatan Kajian Praktik Lapangan (KPL) terhadap kesiapan mengajar; (3) mengungkap hubungan antara kebermaknaan interaksi belajar mengajar mata kuliah Praktik Pembelajaran Mikro dan kemanfaatan Kajian Praktik Lapangan (KPL) terhadap kesiapan mengajar mahasiswa angkatan 2015 prodi S1 PTE FT UM.Metode penelitian ini menggunakan metode kombinasi (mix methode) yaitu penelitian yang mengkombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif.  Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro angkatan 2015 sejumlah 119 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket terbuka dan angket tertutup. Analisis data pada tahap I (kualitatif) menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tahap II (kuantitatif) menggunakan teknik analisis deskriptif korelasional, analisis korelasi parsial dan regresi ganda, analisis uji prasyarat, analisis sumbangan efektif dan sumbangan relatif.Kesimpulan yang diperoleh yaitu :(1) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X1 terhadap Y, X2 terhadap Y dan terdapat hubungan yang positif dan signifikan secara simultan antara X1 dan X2 terhadap Y

    Perbedaan Hasil Belajar Pemrograman Dasar Karena Penerapan Model PjBL Dipadu dengan Metode Drill Dibandingkan Penerapan Model Flipped Classroom Dipadu dengan Metode Gamification pada Siswa Kelas X RPL SMK Negeri 1 Kepanjen

    No full text
    Pemilihan model pada pembelajaran yang berpusat pada siswa menjadi hal yang berpengaruh pada hasil belajar siswa. Model yang dipilih harus disesuaikan dengan karakteristik siswa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. Khususnya pada mata pelajaran yang memiliki tingkat kesukaran yang cukup tinggi. Oleh karena itu, pemilihan model pembelajaran yang tepat dengan metode yang sesuai akan menghasilkan hasil belajar yang optimal. Penelitian ini bertujuan mengungkap signifikansi perbedaan hasil belajar pengetahuan dan keterampilan karena penerapan model PjBL dengan metode Drill dan penerapan model Flipped Classroom dengan metode Gamification. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental design menggunakan bentuk Non-Equivalent Control Group Design. Subjek yang digunakan adalah siswa kelas X RPL SMKN 1 Kepanjen tahun ajar 2018/2019. Sebanyak 56 orang siswa digunakan sebagai sampel penelitian yang terbagi ke dalam dua kelas yaitu kelas X RPL 1 dan X RPL 2. Instrumen yang digunakan terdiri atas instrumen perlakuan dan instrumen pengukuran. Instrumen pengukuran terdiri atas tes objektif dan rubrik penilaian portofolio. Kemudian , hipotesis diuji menggunakan uji t Independent Sample T-test dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata hasil belajar pengetahuan dan keterampilan antara kedua kelas eksperimen memiliki perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil uji t, hasil belajar pengetahuan memiliki signifikansi perbedaan sebesar 0,000, sedangkan hasil belajar keterampilan memiliki signifikansi perbedaan sebesar 0,003. Selain itu hasil penelitian juga menunjukkan beberapa temuan berikut: (1) rata-rata hasil belajar pengetahuan kelas X RPL 1 yaitu 63,57 lebih tinggi daripada kelas X RPL 2 yaitu 51,36; (2) rata-rata hasil belajar keterampilan kelas X RPL 1 yaitu 76 lebih tinggi daripada kelas X RPL 2 yaitu 69,1; dan (3) gain score hasil belajar pengetahuan kelas X RPL 1 sebesar 27,76 sehingga lebih besar daripada gain score hasil belajar pengetahuan kelas X RPL 2 sebesar 7,53. Perpaduan antara model Flipped Classroom dan metode Gamification memberikan hasil belajar pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik daripada perpaduan model PjBL dan metode Drill. Sehingga model Flipped Classroom yang dipadu dengan metode Gamification dapat menjadi salah satu referensi perpaduan model dan metode yang tepat untuk Pemrograman Dasar

    Pemetaan Animo Peserta Didik SMK Negeri Prodi Keahlian Teknik Komputer dan Informatika Se-Kota Malang Untuk Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi dengan Prodi yang Sebidang

    No full text
    Kata Kunci: Animo, Faktor Mempengaruhi AnimoLulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bisa melanjutkan ke perguruan tinggi tidak hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) saja.Peserta didik SMK dapat mengembangkan potensi di perguruan tinggi denganprodi yang sesuai dengan jurusan yang digeluti untuk menjadi teknisi yanghandaldibidangnya. Penelitian ini bertujuanuntukmengetahui seberapa besar animopeserta didik SMK prodi keahlian teknik komputer dan informatika untukmelanjutkan studi ke perguruan tinggi dengan prodi yang sebidang serta faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada peserta didik SMK Negeri prodi keahlian teknik komputer dan informatika kelas 12 tahun ajaran 2018/2019 Se-Kota Malang dengan jumlah sampel 559 peserta didik dan menggunakan analisis statistik deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah alat ukur angket dengan bentuk Skala Likert. Hasil analisis yang dilakukan berhasil mendapatkan: (1) 72,63% peserta didik ingin melanjutkan ke perguruan tinggi dan 27,37% memilih untuk tidak melanjutkan; (2) Kecenderungan animo peserta didik yang ingin melanjutkan perguruan tinggi berada pada kategori tinggi yaitu 56,40%; (3) Persentase skor faktor yang mempengaruhi yaitu, faktor dari dalam diri sendiri 82,29% berada pada kategori sangat tinggi, faktor lingkungan keluarga 79,67% berada pada kategori tinggi, dan faktor lingkungan sekolah 74,23% berada pada kategori tinggi; (4) Kemudian sebanyak 70,93% peserta didik memilih prodi yang sebidang. Penelitian ini berhasil mengungkap: (1) Kecenderungan animo berada pada kategori tinggi; (2) presentase skor faktor dalam diri sendiri lebih besar;(3) sebagian besar memilih prodi yang sebidang dan prodi teknik informatika paling banyak diminati

    Perbandingan Algoritma Naïve Bayes Dan Decision Tree C4.5 Untuk Klasifikasi Readmisi Pasien Diabetes Menggunakan Pengukuran HbA1c

    No full text
    ABSTRAKLuki, Asa. 2019. Perbandingan Algoritma Naïve Bayes Dan Decision Tree C4.5 Untuk Klasifikasi Readmisi Pasien Diabetes Menggunakan Pengukuran HbA1c. Draft Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Harits Ar Rosyid, S.T., M.T., Ph.D., Pembimbing: (II) Utomo Pujianto, S.Kom., M.Kom.Kata kunci : Diabetes, Naïve Bayes, Decision Tree C4.5, KlasifikasiDiabetes merupakan penyakit gangguan metabolik akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Pemeriksaan HbA1c (glycated hemoglobin) sangat penting untuk mengetahui kondisi pasien diabetes. Pemeriksaan HbA1c bertujuan untuk mengukur kadar glukosa rata-rata pasien selama 2-3 bulan ke belakang. Tes ini akan mengukur kadar gula darah yang terikat pada hemoglobin, yaitu protein yang berfungsi membawa oksigen dalam darah. Readmisi Rumah Sakit (Hospital Readmission) merupakan suatu tindakan atau kejadian seorang pasien dirawat kembali yang sebelumnya telah mendapatkan layanan rawat inap dirumah sakit. Proses readmisi dikaitkan dengan perhitungan kualitas penanganan pasien di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kinerja Algoritma Naïve Bayes dan Decision Tree C4.5 dalam mengklasifikasi readmisi pasien diabetes berdasarkan pasien yang melakukan pemeriksaan HbA1c saja. Penelitian ini juga membandingkan kinerja beberapa metode preprocessing dalam melakukan permodelan hasil klasifikasi nantinya. Terdapat delapan skenario dalam membandingkan tahapan preprocessing dan metode algoritma sekaligus. Perbandingan preprocessing yang dilakukan antara lain dengan membandingkan kinerja Synthetic Minority Over-Sampling Technique (SMOTE) dengan metode feature selection. Hasil penelitian ini berupa hasil kinerja terbaik untuk klasfikasi readmisi rumah sakit dari beberapa skenario ujicoba yang telah dilakukan. Metode algoritma C4.5 menunjukan hasil evaluation metrics terbaik dalam mengklasifikasikan readmisi pasien diabetes dengan skenario yang mengkombinasikan metode preprocessing SMOTE dan feature selection, hasil perhitungannya antara lain akurasi sebesar 82.74%, precision 87.1% dan recall 82,7%. Pada skenario yang sama algoritma Naïve Bayes mendapatkan nilai akurasi sebesar 79.39%, precision 79,50%, dan recall 79,40%

    Pengembangan Modul Pembelajaran Matakuliah Statistik Pendidikan di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAKArdhiana, Hardika Layla. 2019. Pengembangan Modul Pembelajaran Matakuliah Statistik Pendidikan di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(1) Prof. Dr. Tri Atmadji S., M.Pd.; (2) Arif Nur Afandi, S.T., M.T. Ph.D.Kata Kunci: Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, Modul Pembelajaran, Statistik PendidikanBerdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan kepada dosen pengampu matakuliah statistik pendidikan didapatkan hasil bahwa bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran adalah buku-buku tentang statistik yang ada di perpustakaan. Selain itu dari hasil wawancara didapatkan hasil bahwa belum ada modul pembelajaran matakuliah statistik pendidikan yang dirancang khusus untuk kebutuhan sendiri (Universitas Negeri Malang), sehingga perlu ada modul yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Pengembangan modul pembelajaran sangat diperlukan untuk menunjang kegiatan pembelajaran di dalam kelas karena dengan adanya modul memungkinkan peserta didik dapat belajar secara mandiri. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) merancang modul pembelajaran matakuliah statistik pendidikan bagi dosen dan juga mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, (2) menghasilkan modul pembelajaran matakuliah statistik pendidikan bagi dosen dan juga mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, (3) menguji kelayakan modul pembelajaran matakuliah statistik pendidikan bagi dosen dan juga mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang.Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Sugiyono (2012:409) yang dimodifikasi. Langkah-langkahnya adalah: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain,          (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk. Pengambilan data validasi pada pengembangan ini yaitu dengan kuisioner atau angket dan wawancara.Hasil data kuantitatif uji coba modul adalah sebagai berikut (1) validasi ahli media sebesar 94,44%, (2) uji coba produk sebesar 82,70%, dan (3) uji coba pemakaian sebesar 92,25%, sedangkan kesimpulan dari hasil data kualitatif dinyatakan bahwa produk pengembangan sudah bagus dan layak digunakan untuk bahan ajar.ABSTRACTArdhiana, Hardika Layla. 2019. Development of Learning Modules for Educational Statistics Course at Department of Electrical Engineering, Universitas Negeri Malang. Thesis, Bachelor Program of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Supervisor: (1) Prof. Dr. Tri Atmadji S., M.Pd.; (2) Arif Nur Afandi, S.T., M.T. Ph.D.Keywords: Department of Electrical Engineering, State University of Malang, Learning Module, Educational Statistics.Based on the results of interviews that have been conducted to the lecturers in the education statistics, the results show that the teaching materials used in learning are books about statistics in the library. In addition, from the results of the interview, it was found that there was no learning module for educational statistics specifically designed for their own needs (State University of Malang), so there needed to be a module that suited the needs of students. Development of learning modules is very necessary to support learning activities in the classroom because the existence of modules allows students to learn independently.The objectives of this study are: (1) designing learning modules for educational statistics for lecturers and students of the Department of Electrical Engineering, State University of Malang, (2) producing learning modules for educational statistics for lecturers and students of the Electrical Engineering Department of State University of Malang, (3) test the feasibility of the learning module for educational statistics for lecturers and also students of the Department of Electrical Engineering, State University of Malang.The development model used is the modified model of Sugiyono (2012: 409). The steps are: (1) potential and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, (5) design revision, (6) product testing, (7) product revision, (8) usage testing, (9) product revision. Data collecting of the validation was done using questionnaire and interview.The results of quantitative data testing of module (1) validation of media expert was 94.44%, (2) validation of product testing was 82.70%, and (3) validation of usage testing was 92.25%, while the conclusions from the results of qualitative data stated that the development product was good and feasible to be used for teaching materials

    Pengembangan Bahan Ajar Berupa Modul Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Mekatronika di SMK

    No full text
    ABSTRAKSafitri, Anis. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Berupa Modul Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Mekatronika di SMK. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T. (II) Drs. Slamet Wibawanto, M.T.Kata Kunci : Bahan Ajar, Modul, K3.Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, pada kegiatan belajar mengajar pada program keahlian Teknik Mekatronika di SMK Negeri 4 Malang masih ada beberapa kekurangan yang ditemukan diantaranya : (1) belum adanya modul ajar tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja; (2) Pada saat praktikum siswa tidak mengaplikasikan prinsip-prinsip dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja; (3) Kesadaran akan pentingnya pengaplikasian Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang masih sangat kurang. Materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada mata pelajaran Kerja Bengkel dan Gambar Teknik perlu dioptimalkan proses pembelajarannya, agar para siswa memiliki pemahaman yang kuat dan mendasari pemahaman dan pengaplikasian materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada tingkat universitas atau dunia kerja serta meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja pada saat praktik. Berdasarkan permasalahan yang diuraikan diatas, peneliti akan melakukan pengembangan Bahan Ajar berupa Modul Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk siswa kelas X Program Keahlian Teknik Mekatronika di SMK pada mata pelajaran Kerja Bengkel dan Gambar Teknik.Model pengembangan yang digunakan pada penelitian pengembangan ini adalah model pengembangan Sugiyono dengan langkah-langkah pengembangan yakni: (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian; (9) revisi produk; (10) produk akhir.Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah bahan ajar berupa modul K3 yang terdiri dari modul guru dan modul siswa. Pengembangan modul ini mengacu pada aspek kelayakan isi, aspek kelayakan bahasa, aspek kelayakan penyajian, dan aspek kelayakan grafika.Pada saat validasi produk oleh ahli, modul mendapatkan nilai sebesar 83,82 % dari ahli 1, kemudian dari ahli 2 mendapatkan nilai 96,32%. Sedangkan pada saat uji coba produk skala kecil, modul mendapatkan nilai 91,11% , dan pada saat uji coba pemakaian skala besar, modul mendapatkan nilai 94,66%. Berdasarkan persentase tersebut, maka produk yang dikembangkan dinyatakan sangat valid dan dapat digunakan dalam pembelajaran di SMK

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇