SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
Self Organizing Map (SOM) untuk Diagnosis Penyakit Jantung Koroner
RINGKASANWahyuningrum, Putri Yula. 2019. Self Organizing Map (SOM) untuk Diagnosis Penyakit Jantung Koroner. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing. (I) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T. (II) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T., M.T., Ph.D. Kata Kunci: Self Organizing Map, Penyakit Jantung Koroner, diagnosis. Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penyebab PJK secara pasti belum diketahui, meskipun demikian secara umum diketahui berbagai faktor yang berperan penting terhadap timbulnya PJK yang disebut faktor resiko PJK. Dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhinya sehingga diagnosis awal merupakan hal yang sangat penting. Dalam melakukan diagnosis diperlukan klasifikasi untuk mengidentifikasi seseorang beresiko terkena PJK. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplentasikan metode jaringan syaraf tiruan Self Organizing Map (SOM) untuk klasifikasi PJK dan menguji tingkat akurasi PJK dengan metode SOM. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen, dengan tahapan meliputi pengumpulan data, pre-processing data, proses klasifikasi, validasi, dan evaluasi. Proses pengumpulan data diperoleh dari laboratorium RSI Sakinah Mojokerto sebanyak 200 data. Proses pre-processing data dilakukan dengan reducing of attributes dan normalisasi data. Pada proses klasifikasi data menggunakan metode SOM dengan metode validasi holdout cross validation. Pada proses evaluasi menggunakan confusion matrix dengan bantuan software rstudio versi 3.5.3 untuk menghitung nilai accuracy, precision, recall, dan error rate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat akurasi paling optimal pada perbandingan data training dan testing 4:1. Nilai pengukuran kinerja yang diperoleh adalah akurasi sebesar 62.5%, precission 60.33%, recall 63.33%, dan error rate 37.5% dengan parameter learning rate 0.05, minimal learning rate 0.01, maksimal iterasi 100. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan kinerja yang dihasilkan kurang maksimal dari peelitian sebelumnya karena perbedaan objek yang diteliti
ANALISIS PERBAIKAN DATA HILANG DENGAN IMPUTASI BERBASIS K-NEAREST NEIGHBOR
RINGKASANMurti, Della Murbarani Prawidya.2019. Analisis Perbaikan Data Hilang Dengan Imputasi Berbasis K-Nearest Neighbor. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Aji Prasetya Wibawa, S.T., M.M.T., Ph. D. Kata Kunci : missing data, imputasi, imputasi K-Nearest Neighbor, Klasifikasi Naive Bayes, Klasifikasi K-NNSalah satu permasalahan yang terjadi dalam data mining adalah adanya missing data. Missing data dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana terdapat nilai yang kosong atau suatu informasi yang tidak tersedia dalam suatu data. Terdapat beberapa teknik yang dapat dilakukan untuk mengatasi missing data salah satunya dengan mengestimasi nilai atau imputasi data. Imputasi merupakan metode yang digunakan untuk mengisi nilai yang hilang dengan nilai yang berdasarkan dari informasi pada suatu data set.Penanganan missing data dengan menggunakan metode K-NN sudah bukan hal yang baru karena metode ini merupakan metode yang sederhana dan fleksibel baik pada kontinu maupun data diskrit. Metode K-NN bekerja dengan memperkirakan nilai yang didapatkan dari tetangga terdekat menggunakan jarak Euclidian. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai yang hilang pada suatu data dengan beberapa simulasi missing data berdasarkan nilai yang diambil dari tetangga terdekat. Pengukuran kinerja metode K-NN dilakukan dengan mengklasifikasikan data imputasi menggunakan algoritma Naive Bayes dan K-NN dengan parameter k=5. Sementara evaluasi dilakukan berdasarkan selisih akurasi yang dihasilkan.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa metode K-NN dapat menangani missing data. Setiap algoritma klasifikasi menunjukkan akurasi hasil imputasi dengan parameter k yang berbeda. Parameter k terbaik hasil imputasi dengan algoritma Naive Bayes yakni pada k=5, sedangkan parameter k terbaik hasil imputasi dengan algoritma K-NN yakni pada k=1 dan k=3. Walaupun terdapat perbedaan, metode K-NN mampu digunakan sebagai imputasi dengan hasil yang mendekati akurasi data sebenarnya dengan beberapa kasus missing data yang diberikan serta pengujian pada algoritma yang berbeda
Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Broadcasting (Videografi) terhadap Pembentukan Skill Mata Pelajaran Produktif Bidang Multimedia di SMK Cendika Bangsa Malang
ABSTRAKSa’diyah, N.S. 2019. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Broadcasting (Videografi) terhadap Pembentukan Skill Mata Pelajaran Produktif Bidang Multimedia di SMK Cendika Bangsa Malang dengan Metode CIPP. Proposal Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom., (II) I Made Wirawan, S.T., S.S.T.,M.T.Kata Kunci: CIPP, Ekstrakurikuler, Videografi, Multimedia, SMK Cendika Bangsa Semakin berkembangnya dunia teknologi di ranah remaja semakin menuntut siswa untuk paham dan tau tentang berbagai peralatan multimedia, misalnya foto, video dan lain-lain Dengan adanya ekstrakurikuler broadcasting Videografi diharapkan mampu menambah wawasan atau skill siswa yang dirasa sangat kurang pada komponen kurikulum SMK jurusan Multimedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari evaluasi pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler broadcasting (videografi) terhadap pembentukan skill mata pelajaran produktif bidang Multimedia di SMK Cendika Bangsa Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu CIPP yang meliputi empat aspek yaitu context, input, process, dan product. Jenis dan data analisis pada penelitian menggunakan penelitian kualitatif dan menggunakan empat instrumen yaitu wawancara, observasi, studi dokumen dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: (1) tujuan dan latar belakang ekstrakurikuler sudah sesuai dengan Permendikbud tentang ekstrakurikuler di SMK dan sejauh ini berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan., (2) sarana dan prasarana yang disediakan oleh sekolah sudah mendukung kegiatan ekstrakurikuler, tata tertib yang ditetapkan oleh sekolah sudah dipatuhi oleh siswa meskipun masih ada beberapa siswa yang masih melanggar., (3) materi yang diberikan pada ekstrakurikuler broadcasting sudah sesuai dengan kurikulum dan pembina ekstrakurikuler sudah memenuhi standar kompetensi., (4) product yang dihasilkan oleh siswa sangat banyak meliputi iklan layanan masyarakat, iklan komersil, film dokumenter, iklan media cetak, media interaktif, dan lain-lain. Kegiatan ekstrakurikuler broadcasting tidak hanya menumbuhkan dan mengembangkan skill siswa, tetapi juga meningkatkan mindset tentang dunia kerja, sehingga siswa bisa mandiri
Sistem Ulangan Harian dengan Penentuan Tingkat Kesulitan Soal Menggunakan Algoritma Naïve Bayes Classifier
RINGKASANProses evaluasi pendidikan memiliki beberapa kendala yang menyebabkan guru kerepotan dalam mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami peserta didik dalam proses belajar. Hambatan-hambatan yang ditemui guru dalam proses evaluasi pendidikan adalah beban kerja guru yang cukup banyak selain dari tugas mengajar dan mendidik, juga terdapat tugas kedinasan yang diberikan pada guru tertentu dengan tugas yang berbeda-beda. Hambatan ini bisa menyebabkan tidak validnya evaluasi pendidikan dan mengganggu proses pembelajaran berikutnya.Sistem Ulangan Harian dibangun untuk membantu menyelesaikan hambatan-hambatan guru dalam proses evaluasi pendidikan dan menganalisis tingkat kesulitan instrumen tes ulangan. Pengembangan Sistem Ulangan Harian menggunakan model pengembangan waterfall. Untuk menganalisis tingkat kesulitan instrument tes ulangan dibutuhkan mekanisme klasifikasi. Berdasarkan waktu penelitian yang terbatas, dan dataset yang tidak banyak. Algoritma Naïve Bayes Classifier dipilih karena terkenal dengan hasil asumsinya yang kuat hanya dengan sedikit data latih.Hasil penelitian menunjukkan dalam pengujian algoritma dalam sistem menggunakan perhitungan Konfusi Matrik. Dataset yang digunakan dalam pengujian sebanyak 300 data, dengan 50 data uji, dan 250 data latih. Hasil pengujian akurasi sebesar 89.99%, pressicion sebesar 89.3%, dan recall sebesar 89.3%. Penerimaan sistem oleh pengguna dievaluasi menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Sebanyak 66 pengguna yang terdiri dari Kepala Program, Guru dan Siswa telah memberikan respon terhadap sistem melalui angket. Hasil perhitungan regresi pengaruh variabel Perceived Ease of Use (PEOU) terhadap Perceived Usefulness (PU) sebesar 90.6%, pengaruh Ease of Use (PEOU) dan Perceived Usefulness (PU) terhadap Attitude toward Using (ATU) sebesar 74.3%, pengaruh Perceived Usefulness (PU) dan Attitude toward Using (ATU) terhadap Behavioural Intention to Use (ITU) sebesar 79.7%, dan pengaruh Behavioural Intention to Use (ITU) terhadap Actual System Use (ASU) sebesar 79.3%. Artinya, sistem diterima oleh pengguna di SMKN 2 Singosari sesuai dengan indikator Technology Acceptance Model dan akurasi algoritma dalam klasifikasi tingkat kesulitan soal terbukti tinggi 
komparasi Algoritma Naive Bayes dan Random Forest untuk Klasifikasi Popularitas Artikel Berita Bahan Pembelajaran
RINGKASAN Rasyida, Khalida Izdihar. 2019. Komparasi Algoritma Naïve Bayes dan Random Forest Untuk Klasifikasi Popularitas Artikel Berita Bahan Pembelajaran. Skripsi, Program Studi S1 Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T., M.T., Ph.D. (II) Utomo Pujianto, S.Kom., M.Kom. Kata kunci- sumber belajar, artikel, TweenTribune, Naïve Bayes, Random ForestUsia anak-anak merupakan usia yang belum dapat memilih bahan bacaan yang baik untuk dirinya, sehingga perlu adanya pendampingan dari pihak yang lebih bijak dalam memilih bahan bacaan dengan kesesuaian beban baca dan isi yang disampaikan. Pemilihan beban bacaan yang tepat mempengaruhi perkembangan psikologi anak dan kualitas tersampaikan nya isi bacaan. Perkembangan pengguna internet yang mencapai 65% pada tahun 2005 – 2015 mempengaruhi semakin cepat dan pesat nya persebaran data artikel berita. Di mana hal ini mempengaruhi sulitnya pemantauan berita dan peristiwa penting yang terjadi. Data berita yang bersifat actual dan terbaru dapat digunakan sebagai bahan literature karena dapat merangsang pola piker anak untuk menanggapi peristiwa yang ada di sekitarnya. Namun hingga saat ini belum ada penelitian spesifik mengenai karakteristik penulisan berita yang diminati dengan bebanbaca yang sesuai, serta bisa digunakan sebagai bahan literatur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan teknik text mining naïve bayes dan random forest dalam mengklasifikasikan teks berdasarkan karakteristik penulisan yang diminati oleh pembaca yang dikelompokkan ke dalam kelas popularitas. Terdapat lima tahapan penelitian yang dilakukan. Tahapan pertama adalah data collection. Tahapan kedua adalah preprocessing yang di dalamnya terdapat empat proses yaitu menghitung jumlah kata, stemming, menghitung jumlah kata unik, dan menghitung umur artikel. Tahapan ketiga adalah selection and addition yang di dalamnya terdapat proses clustering menggunakan algoritma k-means clustering dengan dua skenario yang berbeda pada atribut inputan clustering. Tahapan keempat adalah klasifikasi menggunakan algoritma naïve bayes dan random forest. Tahapan terakhir adalah evaluasi dengan bantuan confusion matrix untuk mendapatkan algoritma dengan akurasi terbaik. Hasil dari penelitian ini diantaranya adalah algoritma naïve bayes menggunakan scenario pertama dengan akurasi sebesar 48.44%, recall 36.7%, dan presisi 46.7%. Algoritma random forest menggunakan scenario pertama dengan akurasi sebesar 92.37%, recall 92.4%, danpresisi 92.1%. Algoritma naïve bayes menggunakan scenario kedua dengan akurasi sebesar 97.31%, recall 33.3%, dan presisi 32.4%. Algoritma random forest menggunakan scenario kedua dengan akurasi sebesar 99.75%, recall 99.7%, dan presisi 98.7%. Berdasarkan paparan tersebut dapat disimpulkan bahwa algoritma dengan performa terbaik adalah algoritma random forest menggunakan skenari okedua. Dimana hal ini dapat dilihat dari hasil akurasi, recall, dan presisi yang relative seimbang dengan persentase diatas 90%
Perbandingan Algoritma naive Bayes dan C4.5 Untuk Prediksi Kelulusan Mahasiswa Dalam Ruang Belajar Virtual
Data mining dalam bidang pendidikan merupakan salah satu penelitian yang penting untuk dilakukan seiring dengan berkembangnya teknologi pendidikan. Salah satunya dalam perkembangan Ruang Belajar Virtual. Dengan semakin populernya pembelajaran tanpa bertatap muka, maka evaluasi nilai siswa juga ikut berubah. Penilaian atas perilaku siswa tentu tak bisa dilakukan karena pengajar dan siswa tidak langsung bertatap muka. Oleh karena itu data pendukung untuk menentukan perilaku dan ke-aktifan siswa dalam pembelajaran di Ruang Belajar Virtual diperlukan banyaknya data pendidikan dan atribut-atribut yang ada dapat mempengaruhi komputasi data mining pendidikan. Oleh karena itu perlu adanya pengolahan data sebelum melakukan komputasi data tersebut. Salah satu teknik penting dan sering digunakan dalam preprocessing data adalah K-means Clustering yang dipakai untuk mengubah data numerik menjadi kategorial. Selain itu terdapat juga teknik Outlier yang menghilangkan baris data yang dianggap terlalu melenceng dari kumpulan data, dan teknik Undersampling yang dipakai untuk menyeimbangkan data klasifikasi. Ada banyak algoritma klasifikasi untuk Data Mining Salah satunya adalah Algoritma Naïve Bayes. Naïve Bayes adalah algoritma klasifikasi yang sederhana dan dikenal melakukan komputasi cepat dalam jumlah data yang banyak. Ada lagi algoritma klasifikasi yang juga cepat, yaitu algoritma C4.5. Dari studi literatur yang ada, Naïve Bayes dan C4.5 memiliki tingkat akurasi yang relatif tinggi. Sehingga penelitian ini memutuskan untuk memakai dua algoritma tersebut, dan melakukan perbandingan manakah yang unggul dalam klasifikasi Ruang Belajar Virtual. Hasil dari pengujian data yang telah dilakukan menggunakan 10 folds cross validation menunjukan bahwa urutan preprocessing yang dilakukan pada dataset, mempengaruhi tingkat akurasi klasifikasi. Dilakukan 3 preprocessing data, dan diketahui langkah melakukan Undersampling mampu memberikan Akurasi yang lebih tinggi dengan masing-masing algoritma memiliki tingkat akurasi sebesar 71 persen
Interaksi Kemampuan Berpikir Kritis dengan Penerapan Model Deep Dialogue/Critical Thinking dibandingkan dengan POGIL Berbantuan Media Simulator EKTS Terhadap Hasil Belajar Instalasi Motor Listrik pada Siswa Kelas XI Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK Bra
ABSTRAK Feri, Kurniawan, 2019. Interaksi Kemampuan Berpikir Kritis dengan Penerapan Model Deep Dialogue/Critical Thinking dibandingkan dengan POGIL Berbantuan Media Simulator EKTS Terhadap Hasil Belajar Instalasi Motor Listrik pada Siswa Kelas XI Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK Brantas Karangkates, Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T. (II) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. Kata Kunci : Kemampuan Berpikir Kritis, Deep Dialogue/Critical thinking, POGIL, Hasil Belajar, Instalasi Motor Listrik Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMK Brantas Karangkates, pembelajaran instalasi motor listrik masih berpusat pada guru dengan metode ceramah dan kurang melibatkan siswa aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran menjadi monoton, pemahaman siswa terhadap materi sangat rendah, dan kemampuan berpikir kritis siswa menjadi tidak terasah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengungkap deskripsi hasil belajar Instalasi Motor Listrik ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif siswa akibat dari interaksi kemampuan berpikir kritis dengan penerapan model Dialogue/Critical thinking dan POGIL (2) mengungkap interaksi antara kemampuan berpikir kritis dengan penerapan model pembelajaran Deep Dialogue/Critical Thinking dan POGIL terhadap hasil belajar (3) mengungkap signifikansi perbedaanhasil belajar siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi dan kemampuan berpikir kritis rendah, (4) mengungkap salah satu perbedaan yang paling signifikan diantara keempat kelas eksperimen yang diberi perlakuan. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan penelitian true experiment. Desain penelitian ini menggunakan dua kelas yang kemudian diberikan tes kemampuan berpikir kritis dan dibagi menjadi 4 kelas berdasarkan tingkat kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah dengan varian model pembelajaran Deep Dialogue/Critical Thinking dan POGIL. Instrumen pengukuran berupa tes kemampuan berpikir kritis, tes kognitif dan lembar observasi psikomotorik dan afektif. Data yang diperoleh akan diuji dengan anova dua jalur, anova satu jalur, dan post hoc. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) terdapat interaksi antara kemampuan berpikir kritis dengan penerapan model terhadap hasil belajar ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif yang masing-masing nilai signifikansinya adalah 0,000, 0,030, dan 0,027; (2) terdapat perbedaan rata-rata hasil belajar ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif yang signifikan antara siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah yang masing-masing nilai signifikansinya 0,020, 0,022, dan 0,023; dan (3) Terdapat satu perbedaan yang paling signifikan dari keseluruhan kelas eksperimen yaitu antara kelas BK1DDCT dengan BK2POGIL pada rata-rata hasil belajar ranah kognitif yang nilai mean differencenya ±7,9701 dan antara kelas BK1POGIL dengan BK2POGIL pada rata-rata hasil belajar ranah psikomotorik dan afektif dengan nilai mean differencenya berturut-turut sebesar ±7,5433 dan ±5,32 Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa terdapat interaksi antara kemampuan berpikir kritis dengan penerapan model Deep Dialogue/Critical Thinking dan POGIL terhadap hasil belajar, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi dan rendah, dan terdapat satu perbedaan yang paling signifikan diantara keempat kelas yang diberi perlakuan dalam eksperimen.
Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik Menggunakan Model Pembelajaran Training Within Industry (TWI) Berbantuan Trainer Dibandingkan Dengan Discovery Learning Berbantuan Trainer Pada Siswa Kelas XI Keahlian Teknik Insta
ABSTRAKNi’amfi’antim, I. G. 2019. Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik Menggunakan Model Pembelajaran Training Within Industry (TWI) Berbantuan Trainer Dibandingkan Dengan Discovery Learning Berbantuan Trainer Pada Siswa Kelas XI Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik Di SMK Negeri 1 Kediri. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T., (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd.Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Instalasi Motor Listrik, Training Within Industry (TWI), Discovery Learning, Trainer.Dunia Pendidikan yang semakin maju seiring dengan perubahan zaman harus membawa perubahan agar siswa mampu bersaing di era global seperti sekarang dan memiliki pengetahuan serta keterampilan. Kemampuan berpikir kritis sangat penting dalam proses pembelajaran. Kemampuan berpikir kritis dapat meningkatkan hasil belajar kognitif sehingga keduanya saling berhubungan. Pemilihan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik, sifat, potensi yang dimiliki, dan tujuan yang ingin dicapai diharapkan dapat menjadi solusi segala permasalahan di dalam proses pembelajaran serta penentu keberhasilan daripada proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan model pembelajaran Training Within Industry dan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan trainer pada mata pelajaran Instalasi Motor Listrik siswa kelas XI TITL SMK N 1 Kediri. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan penerapan model pretest posttest control design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI program keahlian TITL SMK N 1 Kediri dengan jumlah siswa 68 orang. Uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-test dengan taraf signifikansi 5%. Instrumen pengukuran berupa tes kognitif berdasarkan pada indikator kemampuan berpikir kritis.Hasil Uji-t menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,029, maka 0,029 < 0,05 yang berati terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis instalasi motor listrik pada kelas eksperimen A dan B. Hasil penelitian dapat dilihat pada beberapa aspek berikut: (1) nilai rata-rata kelas eksperimen B (86) memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan kelas eksperimen A (83); dan (2) ketuntasan pembelajaran kelas eksperimen A (52,9) lebih tinggi dibandingkan kelas eksperimen B (47,0).Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran yang menggunakan model TWI berpengaruh lebih dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis instalasi motor listrik daripada menggunakan model Discovery Learning. Saran yang dianjurkan dalam penelitian ini adalah model Training Within Industry dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran instalasi motor listrik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa
Pengembangan Modul Administrasi Sistem Jaringan Bermuatan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan di SMK PGRI 1 Jombang
ABSTRAKMagfiroh, Lailatul. 2019. Pengembangan Modul Administrasi Sistem Jaringan Bermuatan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan di SMK PGRI 1 Jombang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd.,(2) Drs. Hari Putranto, M.Pd.Kata Kunci: modul, administrasi sistem jaringan, Problem based learning, sugiyono.Salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan penting di kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) adalah Administrasi Sistem Server. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMK PGRI 1 Jombang, terdapat masalah berupa hasil belajar siswa dalam pembelajaran Administrasi Sistem Jaringan masih terbilang rendah. Nilai yang menunjukkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Administrasi Sistem Jaringan juga belum seperti yang diharapkan. Nilai rata-rata ulangan tengah semester pada kelas XI TKJ 1 SMK PGRI 1 Jombang masih berada di bawah kriteria ketuntasan minimum (KKM). KKM pada mata pelajaran Administrasi Sistem Jaringan adalah 70. Terdapat 3 siswa dari 36 siswa di kelas XI TKJ 1 yang mempunyai nilai diatas KKM atau sebesar 8%. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan masih banyak siswa yang kesulitan memahami dan mengaplikasikan materi pelajaran. Selain itu rendahnya hasil belajar siswa juga disebabkan oleh kurangnya fasilitas belajar di sekolah berupa keterbatasan tersediannya media pembelajaran.Tujuan dari penelitian dan pengembangan modul administrasi sistem jaringan bermuatan problem based learning (PBL) untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI TKJ di SMK PGRI 1 Jombang yang layak/valid menurut kriteria media pembelajaran. Tahapan penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahapan sugiyono yang terdiri dari sepuluh tahapan: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan informasi,(3) desain produk, (4) validasi desain (5) Revisi desain, (6) Uji coba Produk (7) Revisi produk(8) Uji coba pemakaian produk (9) Revisi Produk, dan (10) produksi masal. Bahan ajar yang dikembangkan berupa modul cetak bermuatan problem based learning (PBL). Hasil analisis kelayakan bahan ajar menunjukan perolehan rata-rata presentase validasi ahli media sebesar 96,79% modul guru dan 96,15% modul siswa, ahli materi sebesar 95.00% modul guru dan 90.91% modul siswa, uji coba kelompok kecil sebesar 89,85%, dan uji coba lapangan sebesar 92,01%. Hasil analisis keaktifan dan hasil belajar siswa setelah menggunakan modul pembelajaran administrasi sistem jaringan mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu dari 78,42% menjadi 88.03% untuk keaktifan dan 59,42% menjadi 89.86% untuk hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan dinyatakan sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran administrasi sistem jaringan dan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa
Pengembangan Modul Administrasi Sistem Jaringan Bermuatan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan di SMK PGRI 1 Jombang
ABSTRAKMagfiroh, Lailatul. 2019. Pengembangan Modul Administrasi Sistem Jaringan Bermuatan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan di SMK PGRI 1 Jombang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd.,(2) Drs. Hari Putranto, M.Pd.Kata Kunci: modul, administrasi sistem jaringan, Problem based learning, sugiyono.Salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan penting di kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) adalah Administrasi Sistem Server. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMK PGRI 1 Jombang, terdapat masalah berupa hasil belajar siswa dalam pembelajaran Administrasi Sistem Jaringan masih terbilang rendah. Nilai yang menunjukkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Administrasi Sistem Jaringan juga belum seperti yang diharapkan. Nilai rata-rata ulangan tengah semester pada kelas XI TKJ 1 SMK PGRI 1 Jombang masih berada di bawah kriteria ketuntasan minimum (KKM). KKM pada mata pelajaran Administrasi Sistem Jaringan adalah 70. Terdapat 3 siswa dari 36 siswa di kelas XI TKJ 1 yang mempunyai nilai diatas KKM atau sebesar 8%. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan masih banyak siswa yang kesulitan memahami dan mengaplikasikan materi pelajaran. Selain itu rendahnya hasil belajar siswa juga disebabkan oleh kurangnya fasilitas belajar di sekolah berupa keterbatasan tersediannya media pembelajaran.Tujuan dari penelitian dan pengembangan modul administrasi sistem jaringan bermuatan problem based learning (PBL) untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI TKJ di SMK PGRI 1 Jombang yang layak/valid menurut kriteria media pembelajaran. Tahapan penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tahapan sugiyono yang terdiri dari sepuluh tahapan: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan informasi,(3) desain produk, (4) validasi desain (5) Revisi desain, (6) Uji coba Produk (7) Revisi produk(8) Uji coba pemakaian produk (9) Revisi Produk, dan (10) produksi masal. Bahan ajar yang dikembangkan berupa modul cetak bermuatan problem based learning (PBL). Hasil analisis kelayakan bahan ajar menunjukan perolehan rata-rata presentase validasi ahli media sebesar 96,79% modul guru dan 96,15% modul siswa, ahli materi sebesar 95.00% modul guru dan 90.91% modul siswa, uji coba kelompok kecil sebesar 89,85%, dan uji coba lapangan sebesar 92,01%. Hasil analisis keaktifan dan hasil belajar siswa setelah menggunakan modul pembelajaran administrasi sistem jaringan mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu dari 78,42% menjadi 88.03% untuk keaktifan dan 59,42% menjadi 89.86% untuk hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan, dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan dinyatakan sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran administrasi sistem jaringan dan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa