SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    Pengembangan Media Pembelajaran Digital Sistem Antena Berbasis REACT Pada Mata Pelajaran Penerapan Sistem Radio dan Televisi Kelas XI Teknik Audio Video Di SMK Negeri 2 Singosari

    No full text
     ABSTRAK Budiana,  Agus.  2019.  Pengembangan Media Pembelajaran Digital Sistem Antena Berbasis REACT Pada Mata Pelajaran Penerapan Sistem Radio dan Televisi Kelas XI Teknik Audio Video Di SMK Negeri 2 Singosari. Skripsi, Jurusan Teknik Eektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muladi, S.T., M.T., (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd. Kata Kunci: Media Pembelajaran, REACT, Sistem Antena, Sistem Radio dan Televisi Kelas XI SMK Negeri 2 Singosari. Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat menyampaikan atau menyalurkan pesan dari suatu sumber secara terencana, sehingga terjadi lingkungan belajar yang konfdusif di mana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif. Dari hasil observasi di SMKN Negeri 2 Singosari terdapat beberapa masalah pembelajaran, yaitu kurangnya bahan ajar yang relevan dengan kondisi SMK Negeri 2 Singosari dan belum tersedia media pembelajaran mandiri untuk siswa sehingga pembelajaran belum tercapai sesuai dengan tujuan pembelajaran. Solusi tepat terhadap permasalahan tersebut adalah mengembangkan media pembelajaran digital yang mengacu pada Kurikulum 2013 Revisi dengan model pembelajaran Relating, Experiencing, Appliying, Cooperating, Transfering (REACT). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media pembelajaran digital Sistem Antena berbasis REACT pada Mata Pelajaran Penerapan Sistem Radio dan Televisi Program Keahlian Teknik Audio Video untuk siswa Kelas XI Semester 1 di SMK Negeri 2 Singosari. Penelitian pengembangan media pembelajaran digital ini menggunakan prosedur penelitian pengembangan Brog and Gall yang disusun dengan modifikasi sepuluh langkah, yaitu: (1) studi pendahuluan yang meliputi studi pustaka dan pengamatan lapangan, (2) pengembangan yang meliputi perencanaan media, penyusunan draf produk, validasi produk dan revisi validasi produk, dan (3) uji coba yang meliputi uji coba kelompok kecil, revisi uji coba kelompok kecil, uji coba kelompok besar, dan revisi produk akhir. Peneitian ini menggunakan uji kelayakan (validasi) oleh tim ahli yang terdiri dari 2 ahli materi sistem antena dan 1 ahli media. Uji coba kelompok kecil melibatkan 10 siswa dan kelompok besar melibatkan 20 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa angket. Jenis data penelitian terdiri dari data kuantitatif berupa penilaian dari validator dan data kualitatif berupa komentar dan saran dari validator. Hasil uji coba menunjukkan bahwa media pembelajaran digital sistem antena mampu mengoptimalkan pembelajaran. Hasil validasi produk oleh ahli media dengan persentase sebesar 94,87%, validasi oleh ahli materi I dengan persentase sebesar 94,56%, validasi oleh ahli materi II dengan rata-rata persentase sebesar 93,48%, pada uji coba kelompok kecil yang melibatkan sepuluh siswa dengan rata-rata persentase sebesar 89,70%, pada uji coba kelompok besar dengan rata-rata persentase sebesar 86,36%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran digital ini layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran.   ABSTRACT Budiana,  Agus.  2019.  Development of Digital Learning Media Antenna System Based REACT on Radio and Television System for XI Grade Audio Video Engineering at Singosari State 2nd Vocational School. Thesis, Study Program of Electrical Education Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering,University of Malang. Supervisor: (I) Dr. Muladi, S.T., M.T., (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd. Keywords : Media of Learning, REACT, Antenna Systems, Radio and Television Systems for XI Grade of Singosari State 2nd Vocational School Learning media is anything that can convey or channel messages from a planned source, so that there is a confusive learning environment in which the recipient can carry out the learning process efficiently and effectively. From the results of observations at Singosari State 2nd Vocational School there were several learning problems, namely the lack of teaching materials relevant to the condition of Singosari State Vocational High School and there were no independent learning media available for students so that learning had not been achieved according to the learning objectives. The right solution to these problems is to develop digital learning media that refers to the 2013 Revised Curriculum with the learning model of Relating, Experiencing, Appliying, Cooperating, Transfering (REACT). This study aims to develop and test the feasibility of digital learning media REACT-based Antenna System in the Application of Radio and Television Systems Audio Video Engineering Program for XI Grade Audio Video Engineering at Singosari State 2nd Vocational School. Research on the development of digital learning media uses research procedures for the development of Brog and Gall which are compiled with ten-step modifications, namely: (1) preliminary studies which include literature studies and field observations, (2) development which includes media planning, product drafting, product validation and revisions to product validation, and (3) trials which included small group trials, revisions to small group trials, large group trials, and final product revisions. This research uses a feasibility test (validation) by a team of experts consisting of 2 antenna system material experts and 1 media expert. Small group trials involved 10 students and a large group involving 20 students. Data collection is done by using an instrument in the form of a questionnaire. The type of research data consists of quantitative data in the form of evaluations from validators and qualitative data in the form of comments and suggestions from the validator. The results of the trial show that digital learning media antenna systems are able to optimize learning. The results of product validation by media experts with a percentage of 94.87%, validation by material experts I with a percentage of 94.56%, validation by material experts II with a percentage of 93.48%, in a small group trial involving ten students with a percentage of 89.70%, in a large group trial with a percentage of 86.36%. So it can be concluded that the development of digital learning media is feasible to be used as a learning media.

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS PROYEK PADA MATA PELAJARAN PENERAPAN RANGKAIAN ELEKTRONIKA UNTUK SISWA SMK PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI

    No full text
    Berdasarkan hasil review pada beberapa Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang berhubungan dengan power supply, diketahui ada beberapa bahan ajar yang sesuai untuk mata pelajaran Penerapan Rangkaian Elektronika tetapi bahan ajar tersebut masih belum sesuai dengan silabus di program keahlian TEI di SMK dan belum menggunakan Project Based Learning. Misalnya pada buku pertama yang berjudul “Teknik Otomasi Industri” sudah terdapat beberapa materi yang menyangkut power supply tetapi materi tersebut belum mencakup keseluruhan tujuan dari silabus yang telah ada. Buku kedua yang berjudul “Teknik Pemeliharaan dan Perbaikan Sistem Elektronika” juga terdapat materi mengenai power supply yang isi dari materi tersebut lebih berkaiatan dengan materi arus kuat/listrik daripada ke elektronika serta bahasa dan pembahasaan yang diberikan terlalu sulit dipahami oleh siswa SMK. Dari kedua buku tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa buku yang ada belum mencakup/belum sesuai dengan silabus yang telah ada serta tedapat materi yang terlalu condong ke arus kuat.             Metode pengembangan yang akan digunakan dalam pengembangan buku ajar ini adalah model Pengembangan Sadiman terdiri dari 8 (delapan) langkah yaitu 1) Identifikasi kebutuhan; 2) Perumusan tujuan; 3) Perumusan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan; 4) Perumusan alat pengukur keberhasilan; 5) Penulisan naskah media; 6) Tes/uji coba. Subjek uji coba produk, Sadiman (2002: 176-178) menyarankan, untuk tahapan uji coba kelompok kecil dengan melibatkan minimal 10-20 orang yang mewakili populasi target. Sedangkan untuk ketentuan uji coba lapangan melibatkan kira-kira 30 orang yang dapat mewakili karakteristik yang telah ditentukan; 7) Revisi (jika Ya maka kembali ke langkah nomer tiga, jika Tidak maka lanjut ke langkah berikutnya); 8) Naskah siap produksi.       Buku ajar ini telah divalidasi oleh dua orang ahli serta telah diuji cobakan kepada siswa kelas XII di SMK Negeri 1 Blitar melalui uji kelayakan. Kelayakan bahan ajar diketahui berdasarkan hasil angket. Hasil angket dari reviewer ahli 1 mendapatkan skor 78,47 % (cukup valid), dari reviewer ahli 2 mendapatkan skor 95,83 % (sangat valid), uji coba perorangan mendapatkan skor 87,43% (sangat valid), hasil angket siswa pada uji coba kelompok kecil mendapatkan skor 88,85% (sangat valid), dan hasil angket siswa pada uji coba lapangan mendapatkan skor 87,71% (sangat valid). Berdasarkan skor tersebut, bahan ajar dinyatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah

    Analisis Kinerja Metode K-NN Sebagai Pengklasifikasi Jurnal Internasional

    No full text
    RINGKASANKurniawan, Ahmad Chandra. 2019. Analisis Kinerja Metode K-NN Sebagai Pengklasifikasi Jurnal Internasional. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Aji Prasetya Wibawa, S.T., M.M.T., Ph.D. (II) Harits Ar Rosyid, S.T., M.M.T., Ph.D.Kata kunci: K-Nearest Neighbor, Klasifikasi, SCImago Journal RankJurnal merupakan salah satu media yang digunakan untuk publikasi karya ilmiah berupa penelitian terbaru yang didukung dengan bukti yang kuat, relevan dan komperhensif untuk membuktikan valid tidaknya penelitian tersebut. Hasil penelitian yang telah terpublikasi pada suatu jurnal sering dijadikan rujukan dalam penelitian lain sebagai upaya pengembangan dari penelitian sebelumnya. Dalam merujuk suatu karya ilmiah, masyarakat dapat memanfaatkan situs-situs perankingan jurnal untuk menemukan jurnal dengan kualitas terbaik. SCImago Journal Rank (SJR) adalah salah satu situs perankingan jurnal bereputasi yang terintegrasi dengan database Scopus. Jurnal-jurnal pada SJR telah coba diklasifikasikan dengan beberapa metode namun hasil yang diperoleh masih belum optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan metode alternatif yang mampu mendekati sistem klasifikasi SJR.Metode klasifikasi yang digunakan pada penelitian ini adalah K-Nearest Neighbor (K-NN). K-NN dipilih karena dianggap sesuai dengan karakteristik data yang dimiliki. Variabel input yang memiliki tipe data numerik cocok dengan metode K-NN yang bekerja menggunakan jarak tetangga terdekat dari suatu data. Selain itu, K-NN tergolong metode klasifikasi yang paling sederhana namun sering menghasilkan kinerja yang kompetitif. Proses klasifikasi dilakukan sebanyak sembilan skenario dengan 2-fold hingga 10-fold cross validation. Setiap skenario memperoleh 25 hasil klasifikasi dengan 1 hingga 25 tetangga terdekat. Tujuannya untuk mendapatkan kinerja algoritma terbaik berdasarkan parameter tetangga terdekat dan jumlah fold yang digunakan.Berdasarkan hasil penelitian, performa klasifikasi terbaik diperoleh pada skenario klasifikasi kelima dengan 6-fold cross validation dan 16 tetangga terdekat. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai akurasi, precision, recall (sensitivity), specificity, dan f-score yang diperoleh merupakan yang tertinggi dibanding delapan skenario lainnya, yaitu secara berturut-turut sebesar 63.58%, 64.20%, 63.58%, 85.43%, dan 0.639. Sementara itu, nilai error rate yang diperoleh pada skenario klasifikasi kelima menunjukkan nilai terendah, yaitu sebesar 36.42%. Meskipun begitu, rata-rata performa terbaik yang dicapai dari seluruh skenario berdasarkan nilai akurasi hanya mencapai 63%. Hal tersebut memunculkan asumsi bahwa metode K-NN kurang mampu menghasilkan kinerja optimal yang mendekati sistem klasifikasi SJ

    Perbedaan Keaktifan dan Hasil belajar Animasi 2 Dimensi karena pengaruh penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) berbantuan video tutorial dibandingkan Probing prompting (PP) berbantuan video tutorial pada siswa SMK Negeri 1 Beji

    No full text
    ABSTRAK Huda, Miftachul. 2019. Perbedaan Keaktifan dan Hasil belajar Animasi 2 Dimensi karena pengaruh penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) berbantuan video tutorial dibandingkan Probing prompting (PP) berbantuan video tutorial pada siswa SMK Negeri 1 Beji Pasuruan. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T., (II) Harits Ar Rosyid, S.T., M.T., Ph.D.   Kata Kunci: Creative Problem Solving (CPS), Probing Prompting (PP), Keaktifan dan Hasil Belajar Penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) berbantuan video tutorial dengan model pembelajaran Probing Prompting (PP) berbantuan video tutorial dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran pada mata pelajaran animasi 2 dimensi. Penerapan model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dapat mempengaruhi keaktifan dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Animasi 2 Dimensi dikelas XI program keahlian Multimedia di SMK  Negeri 1 Beji Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain quasy experiment dengan pola Pretest-Posttest Control Group Desain karena dalam penelitian ini akan mencari pengaruh dari treatment yang telah diberikan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Multimedia 1 dan XI Multimedia 2 pada tahun ajaran 2018/2019. Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 74 siswa, masing-masing kelas terdiri dari 37 siswa. Uji Hipotesis yang digunakan adalah uji Independent Sample T-Test dengan nilai taraf signifikansi 0.05. Hasil uji hipotesis keaktifan dan hasil belajar pada penelitian ini menggunakan Independent Sample t-test. Nilai signifikansi yang diperoleh pada keaktifan belajar sebesar 0,013, nilai signifikansi yang diperoleh pada pengetahuan hasil belajar sebesar 0,000, dan nilai signifikansi yang diperoleh pada sikap dan keterampilan hasil belajar sebesar 0,044. Nilai signifikansi tersebut diartikan terdapat perbedaan yang signifikan dalam keaktifan dan hasil belajar Animasi 2 Dimensi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran CPS lebih berpengaruh dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar Animasi 2 Dimensi daripada dengan model pembelajaran PP. Saran yang dianjurkan dalam penelitian ini adalah model CPS dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran animasi 2 dimensi untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar

    Pengembangan Media PembelajaranSegitigaExposure BerbasisDesktop untukPembelajaranDesainGrafisPercetakanBermuatanCreative Problem SolvingpadaSiswaKelas XI Multimedia di SMK Negeri 10 Malang

    No full text
    Kata Kunci: Media Pembelajaran, SegitigaExposure, Desktop.Desain Grafis Percetakan adalah salah satu matapelajaran baru yang akan diterapkan pada SMK Negeri 10 Malang. Berdasarkanhasilobservasi yang dilakukan ditemukan bahwa pembelajaran masih berbasis pada guru. Media yang digunakan dalam proses pembelajaran masih berupa presentasi, PDF, dan penjelasan satu arah oleh guru. Keterbatasan alat juga menjadi penghambat siswa karena kurangnya waktu siswa untuk mengeksplorasi konsep segitiga exposure.Pengembangan media pembelajaran dirasa perlu agar dapat menjadi stimulus bagi siswa sebelum memegang kamera DSLR secara langsung.Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan pada penelitian pengembangan ini adalah model pengembangan ADDIE yang memiliki langkah-langkah sebagai berikut:(1) Analysis;(2) Design;(3) Development;(4) Implementation;dan(5) Evaluation. Uji kelayakan produk dilakukan oleh dua ahli (guru dan dosen) dan siswa kelas XI Multimedia di SMK Negeri 10 Malang. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli guru mendapat persentase sebesar 92,14% dan hasil validasi oleh ahli dosen mendapat persentase sebesar 94,28%. Berdasarkan uji coba kelompok kecil mendapatkan persentase sebesar 86,91% dan uji coba kelompok besar mendapatkan persentase sebesar 92,05%. Terdapat uji beda yang termasuk dalam tahap Implementation pada ADDIE. Hasil dari uji beda One Way ANOVA terdapat perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang menggunakan media pembelajaran dibandingkan yang tidak menggunakan media pembelajaran. Hasil data yang diperoleh dari serangkaian uji coba yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa keseluruhan produk media pembelajaran sangat valid dan sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran

    Pengaruh Keaktifan Berorganisasi dalam Membentuk Kemampuan Manajemen terhadap Soft Skill Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK Apriansyah, R. 2019. Pengaruh Keaktifan Berorganisasi dalam Membentuk Kemampuan Manajemen Terhadap Soft Skill Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Yuni Rahmawati, S.T., M.T. (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd.   Kata Kunci: Keaktifan Berorganisasi, Kemampuan Manajemen, Soft Skill Peranan mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan berorganisasi akan menumbuhkan kemampuan Soft Skill. Dalam mengikuti kegiatan berorganisasi mahasiswa harus mampu mengatur kemampuan manajemennya, agar dapat seimbang antara prestasi akademik dan prestasi non akademik.  Kemampuan manajemen tersebut meliputi manajemen waktu, manajemen energi, dan manajemen raga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pengaruh antara keaktifan berorganisasi mahasiswa (X) dalam membentuk kemampuan manajemen (Y) terhadap soft skill (Z) yang dimiliki mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan penelitian deskriptif korelasional. Metode penelitian yang digunakan adalah Analisis Jalur. Dalam metode analisis jalur terdapat 3 jenis variabel yakni, Keaktifan berorganisasi (variabel bebas), Kemampuan Manajemen (variabel mediasi), dan Soft Skill (variabel terikat). Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Teknik Elektro angkatan 2016 yang terdiri dari 119 mahasiswa. Data yang diperoleh diuji dengan menggunakan  bantuan Software SPSS 20 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Keaktifan berorganisasi (X) dalam kategori tinggi, kemampuan manajemen (Y) dalam kategori sedang , dan soft skill mahasiswa (Z)  dalam kategori tinggi. (2) hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa (a) terdapat signifikansi pengaruh keaktifan berorganisasi dalam membentuk kemampuan manajemen mahasiswa sebesar 0,000 dengan nilai pengaruh 13,2%; (b) terdapat signifikansi pengaruh keaktifan berorganisasi untuk mengetahui soft skill mahasiswa sebesar 0,000, memiliki sumbangan efektif dan sumbangan relatif sebesar 14,4% dan 31,71%; (c) terdapat signifikansi pengaruh kemampuan manajemen terhadap soft skill mahasiswa sebesar 0,000, memiliki sumbangan efektif dan sumbangan relatif sebesar 12,3% dan 27,1%; serta (d) terdapat pengaruh keaktifan berorganisasi dimoderasi kemampuan manajemen terhadap soft skill mahasiswa melalui sumbangan efektif dan sumbangan relatif sebesar 18,7% dan 41,19%. Dari hasil tersebut, dapat diketahui bahwa sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Berdasarkan hasil analisis data, pengujian hipotesis, dan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis penelitian dapat diterima

    Hubugan Mastery Goal Orientation dan Interpersonal Awareness terhadap Kemampuan Menyesuaikan Diri di Dunia Kerja pada Siswa Kompetensi Keahlian TITL SMK Kota Malang

    No full text
    Kata Kunci : Mastery Goal Orientation, Interpersonal Awareness, Kemampuan Menyesuaikan Diri di Dunia KerjaKemampuan menyesuaikan diri di dunia kerja merupakan kemampuan siswa untuk beradaptasi terhadap perubahan dari dunia sekolah ke dunia kerja serta menyelaraskan tuntutan yang ada dalam dirinya dengan tuntutan yang diharapkan oleh lingkungannya. Penelitian ini membahas beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan menyesuaikan diri di dunia kerja pada siswa kompetensi keahlian TITL SMK Kota Malang yaitu mastery goal orientation dan interpersonal awareness. Penelitian ini bertujuan untuk:(1) mendeskripsikan mastery goal orientation (X1), interpersonal awareness (X2), kemampuan menyesuaikan diri di dunia kerja (Y);(2) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X1 dan Y;(3) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X2 dan Y; dan(4) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X1 dan X2 secara simultan dengan Y.Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini meliputi siswa kompetensi keahlian TITL SMK Kota Malang yang telah melaksanakan Prakerin sebanyak tiga sekolah, berjumlah 129 siswa. Sampel penelitian sebanyak 129 siswa yang ditentukan dengan berpedoman pada sampling jenuh. Alat pengumpulan data berupa kuesioner yang sebelumnya telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Variabel , dan Y memiliki tingkat reliabiltas secara berurutan adalah 0,893, 0,865, dan 0,862. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi parsial dan regresi ganda, analisis uji prasyarat, dan analisis sumbangan efektif-relatif menggunakan bantuan SPSS.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa gambaran keseluruhan variabel  dengan katergori sangat tinggi sebanyak 87 responden (67,44%), tinggi sebanyak 42 responden (32,56%), sedang 0%, rendah 0%, dan sangat rendah 0%. Gambaran keseluruhan variabel  dengan katergori sangat tinggi sebanyak 83 responden (63,34%), tinggi sebanyak 43 responden (33,33%), sedang sebanyak 3 responden (2,33%), rendah 0%, dan sangat rendah 0%. Gambaran keseluruhan variabel Y dengan katergori sangat tinggi sebanyak 109 responden (84,50%), tinggi sebanyak 20 responden (15,50%), sedang 0%, rendah 0%, dan sangat rendah 0%. Kontribusinya terhadap kemampuan menyesuaikan diri di dunia kerja untuk sumbangan relatif  mastery goal orientation sebesar 65% dan sumbangan relatif interpersonal awareness sebesar 35%. Sumbangan efektif  mastery goal orientation sebesar 28,59% dan sumbangan efektif interpersonal awareness sebesar 15,11%.Kesimpulan hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu(1) X1, X2 dan Y dalam kategori sangat tinggi (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dan Y, X2 dan Y dan X1 dan X2 secara simultan dengan Y

    Pengembangan Media Video Pembelajaran DalamMateri Hydropower pada Matakuliah Dasar Konversi Energi Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    RINGKASANKarim, Mohammad Abdul. 2019. Pengembangan Media Video Pembelajaran Dalam Materi Hydropower pada Matakuliah Dasar Konversi Energi Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd., (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd. Kata Kunci: video, media pembelajaran, hydropowerVideo pembelajaran merupakan bahan ajar noncetak dalam format audio-visual berisi informasi pembelajaran yang membantu peserta didik untuk memahami materi. Salah satu media yang dapat digunakan untuk menunjang proses pembelajaran di dalam kelas adalah video pembelajaran. Video ini dapat menjadikan daya tarik tersendiri agar peserta didik mampu memahami materi dan terdapatnya beberapa materi yang diilustasikan dalam bentuk animasi akan mempermudah peserta didik untuk menelaah materi yang lebih interaktif. Matakuliah dasar konversi energi di jurusan Teknik Elektro mengharuskan peserta didik mengerti secara terperinci akan jenis dan karakter pembangkit listrik, namun masih terbatas oleh waktu dan biaya untuk meninjau secara langsung ke lapangan. Sarana prasarana yang ada pada Jurusan Teknik Elektro pun tidak memiliki pembangkit sendiri sebagai rujukan setiap saat jika diperlukan. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan video pembelajaran dalam materi hydropower dasar konversi energi listrik.Pengembangan media pembelajaran dengan basis video ini menggunakan model pengembangan oleh Sadiman. Tahapan dalam pembuatan video pembelajaran yang di adopsi dari model pengembangan oleh sadiman adalah:(1) identifikasi masalah(2) analisis kebutuhan(3) pengembangan materi(4)  penyusunan petunjuk pemanfaatan(5) produksi(6) validasi(7) revisi.Video pembelajaran yang telah selesai di produksi kemudian di ujicobakan kepada sampel populasi. Populasi ujicoba ini adalah Mahasisa Universitas Negeri Malang Program Studi Pendidikan Elektro. Selain itu video pembelajaran juga divalidasikan kepada para ahli Hasil ujicoba dan validasi ini berupa data kuantitatif berupa skoring dan data kualitatif berupa saran yang diberikan. Setelah video pembelajaran divalidasi kemudian direvisi agar dihaslikan vidoe pembelajarn yang tepat sesuai dengan kaidah materi yang harus terkait.Berdasarkan analisis validasi pengembangan media pembelajaran dari  video pembelajaran dalam materi hydropower dasar konversi energi listrik didapatkan hasil yang sangat layak dengan hasil para ahli 91,76%,  kelompok kecil 91,56%, kelompok besar 89,28%. Dengan presentase hasil validasi tersebut video pembelajaran  dalam materi hyropower sangat layak dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk menunjang pemahaman peserta didik. Video pembelajaran ini telah sangat layak dari aspek materi, tampilan, dan bahasannya. Video pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif  sumber belajar peserta didik. SUMMARYKarim, Mohammad Abdul. 2019. Reserch and Development media learning video Hydropower in material at a discussion of energy conversion course of study electrical engineering education State University of Malang. Thesis. Elekctrical Enginering Program, Technic Faculity, State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd., (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd. Keyword: video, learning media, hydropowerVideo learning is teaching materials non print in the format of an audio-visual contains information of learning which he assist those primary school students to understand the material .One of the media that can be used to encourage other parties to the learning process in the classroom is a video of learning .This video supposed to make a special attraction that participants primary school students capable of being comprehended course material and existence of some training materials that ilustration in the form of animation will ease to do school tuition so as to elucidate the material of which more interactive. Lecture energy conversion of basic in electrical engineering requires students will understand in detail type and character power plants, but still limited by time and money to review in directly involved in.Infrastructure of electrical engineering the have no own plant as a reference at any time if necessary. Research development this was intended to produce a video of learning in any material hydropower the base of the conversion of electrical energy.Learning media development with this video using the development model by Sadiman. Step in making instructional videos in the adoption of the model development by Sadiman is:(1) identification of problem(2) needs analysis(3) development of material(4) drafting instructions utilisation(5) production(6) validation(7) revision. The completed learning video produced later in the test to a sample of the population, namely students and experts  at  Electrical Education Courses,  University of Malang. In addition to it is a video learning whatsoever validation toward all who were familiar the results of the tests of and validation will be to provide quantitative data in the form of scoring and of qualitative data in the form of advice provided .After video of learning been validated later revised that there is very little result learning video who precise accordance with later be directed to the material of which should be associated. Based on the analysis of validation research media lessons learned from hydropower in any material video learning basic electric energy conversion or results it is very appropriate with the results of the experts 91,76 % , a small group 91,56 % , a large group of 89,28 % . The validation results with the percentage of instructional video in a very decent hyropower material and can be used as a learning medium to support the understanding of learners

    Pengembangan Trainer Sistem Pneumatik dengan Kendali PLC untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro dalam Matakuliah Workshop Otomasi Industri

    No full text
    ABSTRAK Yuntoro, Sandi Bagas. 2019. Pengembangan Trainer Sistem Pneumatik dengan Kendali PLC untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro dalam Matakuliah Workshop Otomasi Industri. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Wibawanto, M.T., (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd. Kata Kunci: Trainer, Modul, Workshop Otomasi Industri Workshop Otomasi Industri merupakan matakuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa program studi S1 Pendidikan Teknik Elektro. Pada kurikulum S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang tahun 2014 disebutkan bahwa workshop otomasi industri memiliki standar kompetensi yaitu mengidentifikasi kebutuhan, mendesain, dan menerapkan sistem otomasi industri (kendali proses) yang meliputi sistem kendali magnetik, on-off berbasis rangkaian digital, mikrokontroler, dan PLC (Programmable Logic Controller). Berdasarkan data hasil observasi dan wawancara, diketahui bahwa Laboratorium Sistem Kendali terdapat banyak trainer PLC, namun sebagian hanya berbentuk media pembelajaran yang kurang aplikatif, seperti contohnya pada trainer lift dan crane yang hanya memiliki output berupa lampu saja, sehingga kurang menggambarkan cara kerja alat seperti aslinya, oleh karena itu dibutuhkan trainer PLC yang lebih aplikatif untuk menunjang pembelajaran praktikum agar memudahkan mahasiswa belajar tentang sistem kendali di bidang otomasi industri. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Merancang dan membuat trainer sistem pneumatik dengan kendali PLC; (2) Merancang dan membuat modul petunjuk penggunaan trainer; dan (3) Menguji kelayakan trainer sistem pneumatik dengan kendali PLC dan modul petunjuk penggunaan; dan (4) Menghasilkan trainer dan modul yang sudah teruji. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan yang Sugiyono yang memiliki 10 langkah sebagai berikut: (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian; (9) revisi produk; dan (10) produksi massal Sampel penelitian ini meliputi mahasiswa S1 PTE 2016 yang sudah atau sedang menempuh matakuliah workshop otomasi industri dengan jumlah sampel 30 orang. Alat pengumpulan data berupa angket, teknik analisis data menggunakan perhitungan persentase. Berdasarkan analisis, diperoleh hasil persentase rata-rata dari ahli sebesar 98,35% untuk trainer dan 97,69% untuk modul, dari kelompok uji coba kelompok kecil didapatkan hasil 87,30% untuk trainer dan 85,54% untuk modul, sedangkan dari uji coba kelompok besar didapatkan hasil 89,56% untuk trainer dan 88,64% untuk modul, sehingga dapat disimpulkan bahwa trainer dan modul sangat valid yang berarti layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Penelitian pengembangan yang dilakukan telah menghasilkan produk berupa trainer sistem pneumatik dengan kendali PLC sebagai media pembelajaran, Penelitian pengembangan yang dilakukan telah menghasilkan produk berupa modul petunjuk penggunaan sebagai bahan, Setelah dilakukan validasi dan uji coba, maka didapatkan hasil rata-rata yang menyatakan bahwa trainer dan modul sangat valid dan layak digunakan dalam pembelajaran praktikum pada matakuliah Workshop Otomasi Industri di Jurusan Teknik Elektro, dan Trainer dan modul telah teruji kelayakannya, hal ini dibuktikan dengan trainer dan modul yang sudah memenuhi semua aspek penilaian yang ada sehingga dapat dikatakan layak untuk digunakan dalam pembelajaran praktikum.   ABSTRACT Yuntoro, Sandi Bagas. 2019. Development of Pneumatic system Trainers with PLC Control for Undergraduate degree of Electrical Engineering Education in the Industrial Automation Workshop Courses. Advisors: (I) Drs. Slamet Wibawanto, M.T., (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd. Keywords: Trainer, Module, Industrial Automation Workshop The Industrial Automation Workshop is a compulsory course for the undergraduate degree in Electrical Engineering Education. In the 2014 curriculum of Electrical Engineering Education, State University of Malang, it was stated that industrial automation workshops have competency standards, namely identifying needs, designing, and implementing industrial automation systems (process control) which include magnetic control systems, on-off digital circuit based, microcontrollers, and PLC (Programmable Logic Controller). Based on data from observations and interviews, it is known that the Control System Laboratory has many PLC trainers, but some are only in the form of less applicable learning media, for example in elevator trainers and cranes which only have lights in the form of lights, so they do not reflect the workings of the original Therefore, more applicable PLC trainers are needed to support practical learning so that students can easily learn about control systems in the field of industrial automation. This development research uses a development model that Sugiyono has 10 steps as follows: (1) potential and problems; (2) data collection; (3) product design; (4) design validation; (5) design revisions; (6) product testing; (7) product revisions; (8) trial use; (9) product revisions; and (10) mass production. The research sample includes 2016 for the Undergraduate degree in Electrical Engineering Education who have or are currently taking industrial automation workshops with a sample of 30 people. Data collection tools in the form of questionnaires, data analysis techniques using percentage calculations. Based on the analysis, the results of the average percentage of experts were 98.35% for trainers and 97.69% for the modules, from the small group trial group, 87.30% for trainers and 85.54% for modules, while from Large group trials obtained 89.56% results for trainers and 88.64% for modules, so it can be concluded that trainers and modules are very valid which means they are suitable for use in the learning process. The development research carried out has produced a product in the form of a pneumatic system trainer with PLC control as a learning media. The development research carried out has produced a product in the form of a user manual module as an ingredient. After validation and testing, the average results obtained indicate that the trainer and the module is very valid and feasible to use in practical learning at the Industrial Automation Workshop course in the Electrical Engineering Department, and the feasibility of the Trainer and module is proven by trainers and modules who have fulfilled all aspects of the assessment so that it is feasible to be used in learning practic

    Perbandingan Hasil Belajar Pemrograman Dasar Karena Penerapan Model Pembelajarn Discovery Learning Dibandingkan Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dengan Berbantuan Jobsheet Pada Siswa Kelas X Di SMKN 12 Malang

    No full text
    ABSTRAKSakinah, Aulia Roviqoh. 2019. Perbandingan Hasil Belajar Pemrograman Dasar Karena Penerapan Model Pembelajarn Discovery Learning Dibandingkan Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dengan Berbantuan Jobsheet Pada Siswa Kelas X Di SMKN 12 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. Syaad Patmanthara, M.Pd., (II) Dila Umnia Soraya, S.Pd., M.Pd.Kata Kunci: Discovery Learning, Problem Based Learning, Hasil Belajar, Pemrograman DasarPendidikan merupakan salah satu penentu keberhasilan pembangunan nasional. Dalam dunia keberadaan peran dan fungsi guru merupakansalah satu faktor yang sangat signifikan. Pemilihan model pembelajaran merupakan salah satu faktor terpenting dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi di SMKN 12 Malang, model pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah discovery learning. Namun model tersebut belum sepenuhnya diterapkan oleh guru karena terkedala di pertengahan proses pembelajaran siswa mulai tidak kondusif. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi pasif sehingga hasil belajar siswa rendah.Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen (eksperimen semu). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/i kelas XI SMKN 12 Malang tahun ajaran 2018/2019 yang terdiri dari 3 kelas yaitu kelas X MM 1, X MM 2, dan X MM 3. Dalam menentukan sampel, peneliti menggunakan teknik purposive sample yang diambil atas dasar saran dari guru pengampu mata pelajaran pemrograman dasar yang dianggap sama atau homogen, kemudian ditentukan 2 kelas sebagai sampel penelitian. Hasil belajar siswa kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 diperoleh dari nilai pengetahuan dan keterampilan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes untuk mendapatkan hasil belajar ranah pengetahuan dan lembar observasi untuk mendapatkan hasil belajar ranah keterampilan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelas eksperiemen memiliki rata-rata hasil belajar lebih tinggi daripada kelas kontrol yaitu 87.47 > 80,76. Hasil belajar ranah pengetahuan antara kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 menunjukkan perbedaan yang signifikan yaitu dengan nilai Sig(p) 0,03 < 0,05 sehingga Ho ditolak, sehingga terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2. Pada ranah ranah keterampilan antara kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 menunjukkan perbedaan yang signifikan yaitu dengan nilai Sig(p) 0,01 < 0,05 yang berarti Ho ditolak, sehingga terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇