SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    Pengembangan Buku Ajar Mata Pelajaran Pemrograman Dasar untuk Siswa Kelas X Paket Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 11 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Buku ajar adalah buku teks yang digunakan sebagai rujukan standar pada mata pelajaran tertentu. Keberadaannya menjadi penting bagi suatu instansi pen­didikan baik yang berlisensi swasta maupun milik pemerintah. Pentingnya keberadaan buku ajar dalam menunjang proses pembelajaran menjadi faktor utama dibuatnya buku ajar pada mata pelajaran Pemrograman Dasar. Berdasarkan ob­servasi yang telah dilakukan di SMK Negeri 11 Malang, faktor yang mendorong peneliti untuk mengembangkan buku ajar adalah kurangnya sumber belajar berupa buku ajar yang memadai sebagai penunjang keterlaksanaan pembelajaran. Peneliti­an dan pengembangan ini bertujuan untuk menyediakan suatu buku ajar cetak mata pelajaran Pemrograman Dasar yang terdiri dari buku pegangan siswa dan buku pegangan guru. Materi yang dikembangkan dalam buku ajar ini adalah sebagai berikut: (1) algoritma pemrograman, (2) algoritma percabangan, dan (3) algoritma perulangan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dari Sugiyono (2011). Alasan digunakan model pengembangan Sugiyono karena langkah-langkah dalam model pengembangan Sugiyono sesuai dengan tujuan dihasilkannya produk buku ajar yaitu untuk menguji kelayakan buku ajar yang dihasilkan dalam proses pembelajaran di kelas. Langkah-langkah pengembangan menurut Sugiyono (2008:297) terdiri dari 10 langkah, yakni: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi masal. Dalam penelitian dan pengembangan ini, instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah berupa instrumen angket (kuesioner) yang digunakan sebagai alat ukur untuk mengetahui apakah buku ajar memerlukan revisi atau layak digunakan, serta diharapkan adanya umpan balik berupa saran dan masukan untuk proses perbaikan buku ajar. Produk yang dihasilkan adalah bahan ajar berupa buku ajar yang sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar mata pelajaran Pemrograman Dasar untuk kelas X SMK Paket Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan yang sesuai dengan kurikulum 2013. Buku ajar yang dikembangkan layak untuk digunakan. Hal ini didukung dengan hasil uji coba perseorangan yang dilakukan oleh 2 orang reviewer yang mendapatkan persentase 80%, lalu pada uji coba kecil yang dilakukan kepada 10 siswa mendapatkan persentase 77%, dan pada uji coba lapangan pada 50 siswa mendapatkan persentase 86%. Setelah melalui revisi dan hasil uji coba tersebut buku ajar Pemrograman Dasar ini dapat digunakan untuk pembelajaran mata pelajaran Pemrograman Dasar kelas X pada semester 1 di SMK Negeri 11 Malang

    Pengembangan Modul Ajar pada Mata Pelajaran Jaringan Dasar Kelas X Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan Semester 1 SMK Sore Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK   Pelajaran Jaringan Dasar merupakan mata pelajaran pada kelas X program keahlian teknik komputer dan jaringan di SMK Sore Tulungagung yang berpedoman dengan kurikulum 2013. Berdasarkan hasil dari wawancara dengan guru serta observasi, selama ini bahan ajar yang digunakan belum sesuai dengan kurikulum 2013. Selama ini sumber materi masih terpecah-pecah dari berbagai sumber, baik dari buku, lembar kerja siswa (LKS) maupun internet. Pada proses pembelajaran beberapa siswa hanya menunggu intruksi dari guru, hal ini menyebabkan kurangnya ketertarikan minat siswa dalam mata pelajaran Jaringan Dasar, kurang memahami materi yang diajarkan, dan selalu tergantung pada guru. Sehingga dibutuhkan pengembangan modul ajar mata pelajaran Jaringan Dasar. Model penelitian pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan prosedural yaitu model pengembangan Sugiyono, karena model pengembangan ini memiliki tahapan-tahapan, yaitu : (1) Potensi dan masalah; (2) Pengumpulan data; (3) Desain produk; (4) Validasi desain; (5) revisi desain; (6) ujicoba produk; (7) revisi produk; (8) Ujicoba pemakaian; (9) revisi produk; (10) produk masal.  Materi produk yang dikembangkan terdiri dari 5 unit kegiatan yang sesuai dengan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2013. Pada tahapan uji coba produk perolehan persentase sebesar 74.125% dari total 10 siswa sebagai responden. Pada tahapan uji coba pemakaian, diperoleh hasil persentase sebesar 84.91% dari total 30 siswa sebagai responden. Dari hasil tersebut, dapat diketahui bahwa bahan ajar yang dikembangkan layak digunakan untuk kegiatan pembelajaran

    Perbedaan Hasil Belajar Pemrograman Dasar karena Faktor Kemampuan Logika dan Penerapan Model Pembelajaran Conceptual Map dibanding Mind Map pada Siswa RPL Kelas X SMK N 5 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Retnaningtiyas, Mega, Ayulia. 2017. Perbedaan Hasil Belajar Pemrograman Dasar karena Faktor Kemampuan Logika dan Penerapan Model Pembelajaran Conceptual Map dibanding Mind Map pada Siswa RPL Kelas X SMK N 5 Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd, M.T, (II) Drs. Puger Honggowiyono, M.T   Kata Kunci : hasil belajar, kemampuan logika, model pembelajaran, conceptual map, mind map, pemrograman dasar Permasalahan belajar yang sering dihadapi siswa pada mata pelajaran Pemrograman Dasar, diantaranya faktor kemampuan logika sebagai penunjang daya nalar dan model pembelajaran yang diterapkan sebagai faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan hasil belajar Pemrograman Dasar yang menggunakan model pembelajaran Conceptual Map dan Mind Map; (2) mengetahui perbedaan hasil belajar ditinjau dari faktor kemampuan logika dan penggunaan variasi model pembelajaran; (3) mengetahui interaksi antara faktor kemampuan logika dan penggunaan variasi model pembelajaran; (4) dan mengetahui hasil belajar mana saja yang berbeda dan signifikan antar kelompok-kelompok eksperimen pada mata pelajaran Pemrograman Dasar kelas X di SMK Negeri 5 Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah modifikasi rancangan True Eksperimen yaitu desain faktorial 2x2. Subjek penelitiannya kelas X siswa RPL SMK N 5 Malang. Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelas yang dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat kemampuan logikanya. Uji hipotesis dilakukan dengan ANOVA dua jalur untuk mengetahui perbedaan dan interaksi hasil belajar Pemrograman Dasar, selanjutnya dilakukan uji Post Hoc Comparison untuk mengetahui kelompok hasil belajar yang berbeda dan signifikan. Hasil penelitian yang diperoleh: (1) deskripsi nilai seluruh kelompok eksperimen sebagian besar berada pada kategori sedang dengan tiap interval yang berbeda; (2) ada perbedaan hasil belajar Pemrograman Dasar dengan kemampuan logika dilihat dari nilai signifikansi 0,008 0,05; (4) terdapat perbedaan beberapa kelompok yg signifikan yaitu Conceptual Map kemampuan logika tinggi (C1) dan Conceptual Map kemampuan logika rendah (C2) dengan signifikansi 0,017 < 0,05, Conceptual Map kemampuan logika tinggi (C1) dan Mind Map kemampuan logika tinggi (M1) dengan signifikansi 0,14 < 0,05, dan Conceptual Map kemampuan logika tinggi (C1) dan Mind Map kemampuan logika rendah (M2) dengan signifikansi 0,002 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan dari penelitian ini, yaitu: (1) seluruh kelompok eksperimen rata-rata berada pada kategori sedang dengan interval masing-masing; (2) terdapat perbedaan hasil belajar karena faktor kemampuan logika dan penarapan variasi model pembelajaran; (3) tidak terdapat interaksi antara tingkat kemampuan logika dan model pembelajaran; (4) terdapat perbedaan kelompok signifikan yaitu kelompok Conceptual Map kemampuan logika tinggi (C1) dan Conceptual Map kemampuan logika rendah (C2), Conceptual Map kemampuan logika tinggi (C1) dan Mind Map kemampuan logika tinggi (M1), dan Conceptual Map kemampuan logika tinggi (C1) dan Mind Map kemampuan logika rendah (M2)

    Prototype Rumah Pintar Berbasis Mikrokontroler dengan Kendali via Bluetooth untuk Pengembangan Media Pembelajaran Mapel Teknik Kontrol Program Keahlian Mekatronika SMKN 8 Malang

    No full text
    ABSTRAK Prayoga, Sulung A. 2016. Prototype Rumah Pintar Berbasis Mikrokontroler dengan Kendali via Bluetooth untuk Pengembangan Media Pembelajaran.Mapel Teknik Kontrol Program Keahlian Mekatronika SMKN 8 Malang.Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Dyah Lestari, S.T,M.Eng. (2) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata kunci: Prototype,Pengembangan, Rumah Pintar, Mikrokontroler, Bluetooth, Teknik Kontrol, Mekatronika Kurikulum 2013 Program Keahlian Mekatronika terdapat mata pelajaran  Teknik Kontrol. Teknik Kontrol adalah sebuah mata pelajaran yang mempelajari tentang sistem pengontrolan/pengendalian perangkat elektronik maupun mekanis. Media pembelajaran merupakan alat bantu pembelajaran yang dapat menguatkan konsep dasar pada teori dan keahlian siswa. Seorang pendidik perlu mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses pembelajaran.Berdasarkan hasil kegiatan observasi dan wawancara yang telah dilakukan,mata pelajaran Teknik Kontrol merupakan salah satu mata pelajaran penting dalam.Program Keahlian Mekatronika SMKN 8 Malang. Namun dalam proses pembelajarannya, pemahaman dan ketrampilan siswa akan mata pelajaran tersebut dinilai masih sangat minim. Laboratorium Mekatronika SMKN 8 Malang kekurangan media ajar untuk mendukung kegiatan praktikum Teknik Kontrol,sehingga akan lebih efektif, jika ada media ajar yang dapat digunakan sebagai instrumen alternatif yang dapat membantu pemahaman dan keterampilan siswa tentang Teknik Kontrol khususnya KD pengendalian elektronik berbantuan mikrokontroler. Dengan adanya trainer ini diharapkan siswa akan tertarik untuk belajar dan mendapatkan nilai yang lebih baik dalam pelajaran Model pengembangan media ajar ini menggunakan model pengembangan Sugiyono yang terdiri dari: (1) Potensi dan Masalah: (2) Pengumpulan data; (3) Desain Produk; (4) Validasi Desain; (5) Revisi Desain; (6) Uji Coba Produk; (7) Revisi Produk; (8) Uji Coba Pemakaian Produk; (9) Revisi Produk; (10) Produksi Akhir. Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah media ajar prototype rumah pintar berbasis mikrokontroler dengan kendali via bluetooth yang terdiri dari 4 (empat) bagian yaitu: (1) trainer (2) APK android (3) modul praktikum (4) manual book. Hasil validasi media ajar dari ahli materi I sebesar 92,86%, ahli materi II sebesar 94,05%, dan ahli media sebesar 88,89% yang dinyatakan valid. Hasil uji coba produk sebesar 92,02% dan hasil uji coba pemakaian sebesar 91,83% menunjukkan bahwa media ajar layak digunakan pada proses pembelajaran

    Pengembangan Bahan Ajar pemrograman Berorientasi Objek pada Matakuliah Mikrokontroler Untuk Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    Pemrograman untuk mikrokontroler banyak mengalami perkembangan yang akhir-akhir ini mulai dipakai beberapa praktisi pemrograman mikro seperti arduino. Untuk bahasa pemrograman yang digunakan dalam Arduino adalah pemrograman berorientasi objek. Tapi kemudahan-kemudahan yang ditawarkan library-library Arduino baru bisa dirasakan setelah kita memiliki board Arduino karena library-library tersebut dikonfigurasi secara khusus supaya bekerja pada board-board Arduino. Adapun beberapa alasan yang menganggap matakuliah tersebut perlu di kembangkan di antaranya: (1) belum terdapat modul untuk praktikum pemrograman berorientasi objek yang menarik; (2) masih sebatas menggunkan class tidak disertakan pembuatan class dan fungsi dari class tersebut; (3) ketika ingin memodifikasi program yang telah lama seringkali mahasiswa akan mengalami kesulitan. Model pengembangan bahan ajar ini adalah model yang telah dimodifikasi dari model pengembangan Sugiyono yang disesuaikan dengan kondisi pengalaman lapangan. Adapun langkah-langkah penelitian media bahan ajar yang digunakan adalah sebagai berikut: (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain dan materi; (5) revisi desain; (6) uji coba produk (kelompok kecil); (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian (kelompok besar); (9) revisi produk; (10) produk akhir dan laporan. Berdasarkan pada hasil uji coba, diperoleh presentase dari tiap-tiap subyek coba sebagai berikut: (1) dari ahli materi diperoleh presentase sebesar 90,28%. (2) dari ahli media diperoleh presentase sebesar 92,31%, (3) dari uji coba kelompok besar diperoleh presentase sebesar 90%. sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar pemrograman berorientasi objek sebagai media pembelajaran pada Matakuliah Praktikum Mikrokontroler Di Universitas Negeri Malang ini dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai bahan ajar.

    Pengembangan Modul Ajar Mata Pelajaran Pemrograman Web Statis Tingkat Dasar Berbasis Project Based Learning (PjBL) untuk Siswa Kelas XI Semester 1 Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMK Negeri 1 Tapen Kabupaten Bondowoso

    No full text
    ABSTRAK Dharmawan, Vishal Rahmat. 2016. Pengembangan Modul Ajar Mata Pelajaran Pemrograman Web Statis Tingkat Dasar Berbasis Project Based Learning (PjBL) untuk Siswa Kelas XI Semester 1 Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMK Negeri 1 Tapen Kabupaten Bondowoso. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd. (II) Didik Dwi Prasetya, S.T., M.T. Kata Kunci: pengembangan, modul, project based learning, pemrograman web statis tingkat dasar Prestasi belajar merupakan sesuatu yang dibutuhkan seseorang untuk mengetahui kemampuan setelah melakukan kegiatan belajar. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar peserta didik di bidang akademik seperti bahan ajar yang hanya berupa Lembar Kerja Siswa (LKS), PowerPoint, dan Internet yang digunakan guru di SMK Negeri 1 Tapen Kabupaten Bondowoso menjadi masalah utama yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan Modul Ajar Pemrograman Dasar Web Statis Tingkat Dasar Berbasis Project Based Learning (PjBL) Kelas XI Semester 1 Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMK Negeri 1 Tapen Kabupaten Bondowoso; dan menguji kelayakan modul ajar tersebut. Modul yang dikembangkan terdiri dari modul guru dan modul siswa. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE. Langkah-langkah model pengembangan ADDIE terdiri dari lima langkah pengembangan yaitu: (1) Analysis (Analisis); (2) Design (Perancangan); (3) Development (Pengembangan); (4) Implement (Implementasi); dan (5) Evaluation (Evaluasi). Produk yang dikembangkan akan diuji melalui tahap uji validasi dan uji coba pengguna dengan menggunakan angket. Hasil validasi oleh ahli materi 1 diperoleh persentase sebesar 90,98%. Hasil validasi oleh ahli materi 2 diperoleh persentase sebesar 88,89%. Hasil validasi oleh ahli media diperoleh persentase sebesar 89,72%. Hasil uji coba kelompok kecil diperoleh persentase sebesar 87,73%. Hasil uji coba kelompok besar diperoleh persentase sebesar 90,11%. Hasil secara keseluruhan dari pengembangan Modul Ajar Pemrograman Dasar Web Statis Tingkat Dasar Berbasis Project Based Learning (PjBL) Kelas XI Semester 1 Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMK Negeri 1 Tapen Kabupaten Bondowoso diperoleh persentase sebesar 89,49%. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa modul yang dikembangkan layak digunakan pada proses pembelajaran.

    Pengaruh Penerapan Trainer Sepeda Penghasil Listrik Portable pada Pembelajaran Renewable Energy terhadap Hasil Belajar Siswa di SMKN 8 Malang

    No full text
    Trainer dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Unsur metode dan alat merupakan unsur yang tidak dapat dilepaskan dari unsur lain yang berfungsi sebagai cara atau teknik untuk menyampaikan bahan pelajaran agar dapat mencapai tujuan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Trainer Sepeda Penghasil Listrik Portable pada Pembelajaran Renewable Energy terhadap Hasil Belajar Siswa di SMKN 8 Malang. Alat peraga adalah suatu alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga dengan tujuan membantu guru agar proses belajar mengajar siswa lebih efektif dan efisien (Sudjana, 2002: 59 ). Trainer merupakan salah satu komponen penentu efektivitas belajar. Trainer  mengubah materi ajar yang abstrak menjadi kongkrit dan realistik. Penyediaan perangkat  trainer merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan siswa dalam belajar. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan pada peningkatan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan SPSS 16.0  for windows, didapatkan nilai thitung = 2,33> ttabel (0.05) =1,99. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian diterima, sehingga terdapat pengaruh Penerapan Trainer Sepeda Penghasil Listrik pada Pembelajaran Renewable Energy terhadap Hasil Belajar Siswa di SMKN 8 Malang pada pokok bahasan Energi Alternatif. Jadi dapat dikatakan peningkatan motivasi berbanding lurus terhadap prestasi belajar siswa. Artinya ketika siswa memiliki motivasi yang baik dalam belajar, kemungkinan besar prestasi akan meningkat. Mengingat metode pembelajaran menggunakan trainer dapat meningkatkan hasil belajar dan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran Renewable Energy pada pokok bahasan Energi Alternatif, maka disarankan kepada guru agar menerapkan metode pembelajaran ini pada materi yang lain

    Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Pada Mata Pelajaran Pemrograman Web Bagi Siswa SMK Program Keahlian RPL Kelas X

    No full text
    Choiriyawati, I. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Pada Mata Pelajaran Pemrograman Web Bagi Siswa SMK Program Keahlian RPL Kelas X. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd., (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T.,M.Kom. Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran, pemrograman web Media pembelajaran interaktif merupakan aplikasi yang menggabungkan beberapa media (teks, suara dan gambar) dan dilengkapi dengan menu navigasi yang dapat dikontrol oleh pengguna dengan tujuan untuk menyampaikan informasi atau pesan serta merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan pengguna untuk belajar sehingga terjadi proses pembelajaran yang terkendali dan sesuai dengan tujuan bidang keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMK Negeri 11 Malang, menyatakan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan dengan cara guru menjelaskan materi dan siswa mencatat poin penting materi, kemudian siswa diminta untuk menyelesaikan suatu study kasus dan mempresentasikan hasil pekerjaan mereka. Selain itu, implementasi study kasus diterapkan melalui media komputer dengan cara praktik langsung. Namun tidak semua siswa dapat menerima materi yang diajarkan dan praktik yang dilakukan secara langsung pada saat pembelajaran berlangsung. Hal tersebut berakibat tidak semua siswa memahami materi yang diajarkan dikelas. Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan media pembelajaran ini adalah model R & D menurut Sugiyono, terdapat langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai hasil yang diharapkan adapun tahap – tahapannya adalah : 1) Potensi dan Masalah, 2) Pengumpulan Data, 3) Desain Produk, 4) Validasi Desain, 5) Uji Coba Pemakaian, 6) Revisi produk, 7) Uji Coba Produk, 8) Revisi Desain, 9) Revisi Produk, 10) Produksi Massal. Subjek uji coba dalam pengembangan yaitu ahli media, ahli materi dan siswa SMK Negeri 11 Malang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa kuisioner rating scale dan dihitung menggunakan rumus menurut Akbar. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data maka didapat presentase validitas 85,3% dari ahli media, 86,8% dari ahli materi, 83,4% dari hasil uji coba kelompok kecil dan 85,1% dari hasil uji coba kelompok besar. Didapatkan  rata-rata uji validasi sebesar 86% dan rata-rata uji coba media sebesar 84.2% dengan total rata-rata keseluruhan 85.1% yang berarti layak dari batas minimal presentase sebesar 85%. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran pemrogrman web valid dan layak digunakan sebagai media bantu dalam pembelajaran di kelas maupun digunakan secara individu

    ANALISIS KEMAMPUAN KOMPETENSI JUNIOR PROGRAMMING MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA DI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Syaviri, Ananda Putri. 2016. Analisis Kemampuan Kompetensi JuniorProgramming Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika di JurusanTeknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program StudiPendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, FakultasTeknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. HakkunElmunsyah, S.T., M.T (II) Muhammad Jauharul Fuady, S.T., M.T   Kata kunci : Analisis Kemampuan, Junior Programming, Uji Kompetensi. SSebagai calon pendidik, mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika jugamerupakan calon praktisi program. Sebagai calon praktisi program, mahasiswaPendidikan Teknik Informatika dituntut untuk memilikikemampuan standar yangharus dikuasai berdasarkan pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.Dalam uji kompetensi bidang Komunikasi dan Informatika, tingkatan terendah darikompetensi bidang informatika adalah tingkat atau klusterJunior Programming.Untuk itu mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika dituntut untuk menguasaikompetensi dasar tersebut agar dapat dikatakan kompeten dan layak menjadipraktisi program di masa mendatang.Pada klusterJunior Programmingterdapat tujuh (7) unit kompetensiyangharus dikuasai. Agar mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika Jurusan TeknikElektro Universitas Negeri Malang dapat membuat program dengan layak dan baiksesuai dengan SKKNI, maka mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika haruslulus atau tuntas matakuliah yang berkaitan langsung dengan unit kompetensi yangdiujikan pada klusterJunior Programming. Matakuliah minimal yang harusdikuasai adalah Dasar Pemrograman Komputer dan Algoritma Struktur Data.Standar kompetensi yang ada pada matakuliah merujuk pada standar kompetensinasional.Unit kompetensi SKKNI untuk klusterJunior Programmingberjumlahtujuh (7) unit, namun dalam penelitian ini difokuskan pada enam (6) unit sajadikarenakan visi dan misi dari program studi Pendidikan Teknik Informatika yangbertujuan menghasilkan lulusan dengan level sarjana pendidikan di bidangpendidikan Teknik Informatika. Lulusan Pendidikan Teknik Informatika tidak100% harus menguasai keahlian Teknik Informatika seperti lulusan TeknikInformatika murni serta keenam unit tersebut sudah mewakili kompetensi yangdiujikan tercermin dalam matakuliah Algoritma Struktur Data dan DasarPemrograman Komputer.Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata kemampuan kompetensiJuniorProgrammingmahasiswa S1 PTI 2013-2015 sebesar55.174. Hal ini membuktikanbahwa masih kurangnya kompetensi kemampuan mahasiswa dalamJuniorProgrammingyang tercermin dalam matakuliah Algoritma Struktur Data dan DasarPemrograman Komputer. Kurva inkonsisten pada hasil uji coba kelompok kecil danKurva distribusi normal pada hasil uji coba kelompok besar. Sub kompetensi yangdigunakan sebagai alat ukur instrument uji coba berjumlah 26 sub kompetensi dan78 indikator. Instrumen yang digunakan yaitu instrument tes dan instrument angketdinyatakan dapat digunakan sebagai alat ukur kompetensi mahasiswa dengan nilaireabilitas sebesar 0.757 dan 0.748 dengan kategori sangat tinggi

    Evaluasi Sarana Prasarana dan Pengelolaan Laboratorium Dasar Teknik Elektronik Program Keahlian Teknik Elektronika Industri di SMK Negeri 2 Singosari

    No full text
    ABSTRAK   Ahsan, Mizanul. 2017. Evaluasi Sarana Prasarana dan Pengelolaan LaboratoriumDasar Teknik Elektronik Program Keahlian Teknik Elektronika Industri diSMK Negeri 2 Singosari. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Prihanto, S.ST. M.Pd. (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T.   Kata Kunci: Evaluasi, Sarana prasarana, Laboratorium, CIPP. Teknik Elektronika Industri merupakan salah satu program keahlian di SMK Negeri 2 untuk mempersiapkan para peserta didik menjadi teknisi pada bidang elektronika dan instrumen dalam dunia usaha atau dunia industri. Tersedianya sarana dan prasarana laboratorium merupakan hal terpenting dalam suatu instansi pendidikan untuk menunjang sebuah kegiatan pembelajaran. Sehingga diperlukan suatu evaluasi diri (self-evaluation) untuk mengukur kemampuan diri dari Sekolah Menengah Kejuruan dalam menghadapi perkembangan dunia usaha/dunia industri, khususnya dalam aspek sarana prasarana. Penelitian ini merupakan jenis penelitian evaluasi (evaluation research) dengan model evaluasi konteks, input, proses, dan produk (CIPP), komponen konteks mencakup tujuan program keahlian, evaluasi pada komponen input yaitu sumber daya manusia dan sarana prasarana Laboratorium Dasar Teknik Elektronik, evaluasi proses dilakukan pada penerapan dan manajemen Laboratorium, sedangkan pada komponen produk dilakukan untuk mengetahui pengaruh sarana prasarana yang tersedia di Laboratorium dengan motivasi belajar peserta didik. Pendekatan pada penelitian evaluasi ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memperoleh data konteks dan proses. Sedangkan pendekatan kuantitatif dilakukan untuk pengumpulan data input dan produk. Pengambilan data dilakukan dengan cara (1) wawancara, (2) observasi, (3) dokumentasi, dan (4) angket. Pada pengujian angket digunakan dengan validitas dan realibilitas. Analisis data kualitatif dilakukan melaui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan analisis data kuantitatif dilakukan dengan statistik deksriptif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) konteks Program Keahlian Teknik Elektronika Industri SMK Negeri 2 Singosari sesuai dengan kebutuhan sarana prasarana dan pengelolaan Laboratorium; (2) input tenaga Laboratorium dalam kategori “Sangat Baik”; (3) input sarana dan prasarana pada Laboratorium dalam kondisi “Baik”; (4) proses pengelolaan sarana dan prasarana di Laboratorium telah sesuai dengan prosedur; (5) produk kepuasan peserta didik terhadap sarana prasarana dan pengelolaan Laboratorium Dasar Teknik Elektronik Program Keahlian Teknik Elektronika Industri SMK Negeri 2 Singosari adalah dalam kondisi “Baik”

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇