SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    Pengembangan Trainer System Kontrol Elektromekanik dan Elektronik Kelas XI Semester 1 Program Keahlian Teknik Otomasi Industri di Sekolah Menengah Kejuruan.

    No full text
    ABSTRAK   Santoso, Bagus Fitri. 2016. Pengembangan Trainer System Kontrol Elektromekanik dan Elektronik Kelas XI Semester 1 Program Keahlian Teknik Otomasi Industri di Sekolah Menengah Kejuruan. Pembimbing: (I) Arif Nur Afandi, S.T., M.T., MIAEng, MIEEE, PhD, (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd.   Kata Kunci: kontrol elektromekanik, kontrol elektronik, sistem kontrol, trainer sistem kontrol Proses pembelajaran bertujuan agar peserta didik mampu menguasai materi baik secara konsep (teori) maupun secara aplikatif (praktik). Aplikatif merupakan penerapan konsep secara nyata. Proses penerapan konsep memerlukan bantuan media atau peralatan pendidikan untuk menunjang proses pembelajaran sesuai  dengan tujuannya. Trainer  merupakan suatu set peralatan di laboratorium yang digunakan sebagai media pembelajaran yang merupakan gabungan antara model kerja dan mock-up.  Trainer  ditujukan untuk  menunjang pembelajaran peserta didik dalam menerapkan pengetahuan/konsep yang diperolehnya pada benda nyata. Peralatan ini dapat digunakan untuk mencapai kompetensi dasar, karena bisa dipakai latihan dalam memahami pekerjaan seperti yang terjadi di industri. Pada pengembangan ini mengunakan model pengembangan ADDIE dengan tahap: (1) Analysis atau analisa kebutuhan, (2) Design atau perencanaan, (3) Development atau pengembangan, (4) Implementation atau implementasi, dan (5) Evaluation atau evaluasi. Hasil dari penelitian dan pengembangan ini di uji kelayakannya oleh ahli setelah dinyatakan valid   selanjutnya  di implementasikan kepada subjek uji coba untuk diuji kelayakan berdasarkan penilaian oleh pengguna dalam pembelajaran.  Hasil pengembangan berupa: (1)  Trainer sistem kontrol elektromekanik dan elektronik, dan (2) manual book trainer.  Adapun hasil pengujian produk yang oleh ahli dan subjek ujicoba dimana hasilnya dinyatakan sangat layak dengan keseluruhan persentase validitas sebesar 90%, untuk trainer dan sebesar 89%, untuk manual book

    Pengembangan Media Pembelajaran E-Learning Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Simulasi Digital Kelas X Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 12 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Hermansyah, Anggar Nur. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran E-Learning Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Simulasi Digital Kelas X Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 12 Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T., (2) I Made Wirawan, S.T., S.S.T., M.T.   Kata Kunci : E-Learning, Media Pembelajaran, Simulasi Digital, Project Based Learning (PjBL), Minat Belajar Peningkatan mutu pendidikan diharapkan melalui suatu proses pembelajaran yang berinteraksi (timbal balik) antara guru dan siswa untuk memasuki lapangan pekerjaan. Kegiatan pembelajaran umumnya bersifat teaching center atau masih mengandalkan guru sebagai sumber informasi dan tutor dalam kegiatan pembelajaran. Siswa merasa kesulitan memahami materi pelajaran yang tidak dapat dilihat secara kasat mata, sehingga perlu adanya media pembelajaran yang dapat mem-visualisasi materi tersebut agar siswa dapat mudah memahaminya. Dengan begitu perlunya media pembelajaran yang mendukung, salah satunya merupakan media pembelajaran e-learning.Karakteristik model pembelajaran Project Based Learning yaitu proses pembelajaran yang berorientasi proyek. Dengan adanya media pembelajaran e-learning diharapkan dapat membantu mengatasi masalah pada kegiatan pembelajaran mata pelajaran simulasi digital. Model yang dipilih dalam mengembangkan media pembelajaran e-learning ini adalah model penelitian ADDIE. Alasan memilih model ini karena model ini sistematik dan sederhana. Sehingga sangat sesuai untuk mengembangkan media pembelajaran mata pelajaran simulasi digital. Tahapan yang dilakukan pada model penelitian ADDIE adalah (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, dan (5) Evaluation.   Berdasarkan hasil validasi ahli materi dan ahli media diperoleh data akhir hasil validasi oleh ahli media diperoleh persentase 91%, hasil validasi oleh ahli materi diperoleh persentase 90%. Hasil uji coba kepada siswa kelompok kecil diperoleh persentase 87% dan untuk uji coba kepada siswa kelompok besar diperoleh persentase 89%. Hasil rata-rata yang diperoleh dari hasil uji ahli materi, ahli media, dan subjek coba adalah sebesar 89%, sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran e-learning  ini sangat valid dan sangat layak digunakan, media pembelajaran e-learning dapat dijadikan media untuk menigkatkan minat belajar siswa dilihat dari 61 siswa dari 70 siswa menyatakan minat tinggi dan minat sangat tinggi dengan persentase 87%

    Pengembangan Modul Ajar Rancang Bangun Jaringan Pada Kelas XII TKJ

    No full text
    ABSTRAK   Basuki, Fentaria Hari. 2013. Pengembangan Modul Ajar Rancang Bangun Jaringan Pada Kelas XII TKJ. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muladi, S.T., M.T., (II) M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom.   Kata kunci : modul ajar, rancang bangun jaringan, TKJ, kurikulum 2013 Bahan ajar memegang peran penting dalam proses pembelajaran. Tanpa bahan ajar yang memadai, keefektifan proses pembelajaran akan terhambat. Maka, kebutuhan terhadap bahan ajar sangatlah tinggi. Salah satu bahan ajar yang unggul untuk digunakan dalam proses pembelajaran adalah modul. Keunggulan modul adalah bentuknya yang ringkas dan mudah dipelajari. Dari hasil observasi, didapati bahwa di lapangan, ketersediaan modul yang mumpuni masih terbatas, terutama modul yang disediakan untuk menunjang kurikulum 2013. Dalam penelitian ini, dikembangkan modul untuk mata pelajaran produktif TKJ kelas XII, yaitu untuk mata pelajaran ‘rancang bangun jaringan'. Model pengembangan yang digunakan dalam proses pengembangan modul ini adalah model pengembangan Sugiyono dengan langkah-langkah pengembangan sebagai berikut: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) ujicoba produk, (7) revisi produk, (8) ujicoba pemakaian, (9) revisi produk, (10) produksi masal. Jenis data yang diperoleh dari validasi dan uji coba produk berupa data kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan pada hasil validasi dan uji coba, diperoleh persentase dari setiap subyek sebagai berikut: (1) validasi ahli media, diperoleh persentase sebesar 91,6 %, (2) validasi ahli materi, diperoleh persentase sebesar 91,18 %, (3) uji coba pada kelompok kecil diperoleh persentase sebesar 84,17 % dan (4) uji coba lapangan diperoleh persentase sebesar 84,6 %. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba tersebut, dapat disimpulkan bahwa produk sudah layak dan dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Akan tetapi, perlu diingat bahwa modul yang dikembangkan masih sebatas diuji cobakan dan belum diterapkan pada pembelajaran. Untuk mengetahui efektivitas produk secara nyata, perlu dilakukan penerapan pada pembelajaran di kelas

    Perbedaan Kompetensi Belajar Sistem Operasi Dasar Dengan Menerapkan Model Numbered Head Together (NHT) Dan Think Pair Share (TPS) Pada Siswa Kelas X Multimedia Di SMK Negeri 10 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Kompetensi belajar merupakan kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswasetelah menerima pengalaman belajarnya. Kemampuan-kemampuan tersebutmencangkup aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan. Hasil belajar dapat dilihatmelalui kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akanmenunjukkan tingkat kemampuan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.Tujuannyaadalah (1) mendeskripsikan tingkat kompetensi belajar sistem operasi dasar kompetensidasar proses booting pada sistem operasi closed source dengan menggunakan modelNumbered Head Together (NHT) pada siswa kelas X Multimedia di SMK Negeri 10Malang, (2) mendeskripsikan tingkat kompetensi belajar sistem operasi dasar kompetensidasar proses booting pada sistem operasi closed source dengan menggunakan modelThink Pair Share (TPS) pada siswa kelas X Multimedia di SMK Negeri 10 Malang dan(3) menguji tingkat perbedaan kompetensi belajar sistem operasi kompetensi dasar prosesbooting pada sistem operasi closed source dasar dengan menggunakan model NumberedHead Together (NHT) dan Model Think Pair Share (TPS) pada siswa kelas X Multimediadi SMK Negeri 10 Malang. Hasil belajar siswa dapat dinyatakan dengan diperoleh nilai dari tes yang diberikanoleh guru. Penilaian yang dilakukan dapat berupa tes tulis, tes wawancara, dan tespraktikum.Penelitian ini penting untuk dilakukan karena akan mengkaji tentang (1)penerapan pembelajaran terpadu model Numbered Head Together dan Think Pair Shareada mata pelajaran Sistem Opreasi Dasar,(2) meningkatkan partisipasi siswa dalam prosespembelajaran menggunakan model dan (3) strategi guru ketika siswa kesulitan belajar.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metodeeksperimen dan rancangan pretest- posttest control groub design Variabel bebas dalampenelitian ini adalah model NHT dan model TPS, variabel terikat ranah pengetahuan danranah keterampilan. Sampel penelitian terdiri dari 60 siswa. Analisis data dilalukan secarauji asusmsi, uji kedua sama rata dan uji hipotesis. Hasil analisis pada penelitian ini kompetensi belajar siswa dengan menggunakan modeltermasuk baik. Hipotesis menunjukkan bahwa : (1) ada perbedaan yang signifikan padakompetensi belajar ranah pengetahuan menggunakan model Numbered Head Together(NHT) dan Think Pair Share (TPS) kelas X Multimedia di SMK Negeri 10 Malang dan(2) tidak ada perbedaan yang signifikan pada kompetensi belajar ranah pengetahuanmenggunakan model Numbered Head Together (NHT) dan Think Pair Share (TPS) kelasX Multimedia di SMK Negeri 10 Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan: (1) Guru produktif padasistem operasi dasar jurusan Multimedia SMK Negeri 10 Malang dapat menerapkanmodel pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dan Think Pair Share (TPS)karena telah terbukti keberhasilannya dalam peningkatan kompetensi belajar ranahpengetahuan dan keterampilan dan (2) Guru produktif pada sistem operasi dasar jurusanMultimedia SMK Negeri 10 Malang dapat menerapkan model pembelajaran NumberedHead Together (NHT) dan Think Pair Share (TPS) pada pembelajaran bidang studi yanglain agar kompetensi belajar siswa dapat meningkatkan karena telah terbukti dan sesuaiketetapan kurikulum 2013 untuk menerapkan model pembelajaran berbasis saintifik

    UJI BEDA KOMPETENSI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN SISTEM OPERASI JARINGAN MELALUI PENERAPAN MODEL PBL BERBANTUAN VIDEO DAN BERBANTUAN POWERPOINT PADA KELAS XI TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN DI SMKN 10 MALANG

    No full text
    Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah sekolah kejuruan yang memiliki tujuan utama untuk mempersiapkan peserta didiknya untuk mendapat bekerja pada bidang tertentu (Sisdiknas UU No.20 Tahun 2013). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kompetensi belajar siswa pada mata pelajaran sistem operasi jaringan menggunakan model PBL berbantuan video dan powerpoint. Kompetensi belajar yang diukur adalah kompetensi belajar ranah pengetahuan dan keterampilan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dirancang sebagai penelitian PBL video dengan bentuk PBL video. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 10 Malang dengan kelas XI TKJ3 sebagai kelas PBL video dan X TKJ 2 sebagai kelas PBL PPT. Instrumen pada penelitian ini adalah soal pre test, post test dan keterampilan. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian soal pre-test, post-Test dan keterampilan. Analisis data dengan menggunakan analisis data deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar pada kelas PBL video lebih tinggi dibandingkan kelas PBL PPT. Dengan rata-rata kenaikan sebesar 29,17 pada kelas PBL video dan 18,19 pada kelas PBL PPT. Selain itu dapat dilihat dari rata-rata nilai keterampilan sebesar 90,42 untuk kelas PBL video dan 80,28 untuk kelas PBL PPT. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan model PBL berbantuan video lebih efektif meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan pembelajaran konvensional

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA SMK KELAS X TKJ PADA MATAPELAJARAN PEMROGRAMAN DASAR SMK CENDIKA BANGSA KEPANJEN

    No full text
    Kata Kunci :­ Quantum teaching, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Siswa, Pemrograman Dasar Berdasarkan hasil pengamatan secara langsung yang dilakukan oleh peneliti di kelas X TKJ di semester ganjil tahun akademik 2016/2017  SMK Cendika Bangsa Kepanjen ditemukan permasalahan antara lain : guru belum maksimal menguasai konsep pembelajaran sehingga pembelajaran belum tersampaikan secara optimal kepada siswa , siswa memiliki motivasi belajar yang rendah, gampang menyerah, kurang aktif bertanya, bergerak untuk mengerjakan tugas dan nilai dibawah KKM pada mata pelajaran pemrograman dasar.  Maka dari itu , peneliti melakukan tindak lanjut dengan melakukan penelitian tindakan kelas dengan memilih model pembelajaran Quantum Teaching berdasarkan diskusi dan kajian penelitian terdahulu untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi dan hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan, sikap dan keterampilan dengan menerapkan model pembelajaran Quantum Teaching di kelas X TKJ SMK Cendika Bangsa Kepanjen.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dengan jumlah subjek ujicoba sebanyak 17 siswa kelas X TKJ SMK Cendika Bangsa Kepanjen tahun ajaran 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan terdiri dari 4 tahapan yaitu : perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai motivasi pada siklus I dengan rata-rata nilai 70,22 ,  siklus II 89,34 , dan siklus III 92,77. Hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan siklus I dengan rata-rata nilai 62,94 , siklus II 75,88 , dan siklus III 80,35, ranah sikap siklus I dengan rata-rata nilai 66,46 , siklus II 78,82 , dan siklus III 85,09 serta  pada ranah keterampilan siklus I dengan rata-rata nilai 62,05 , siklus II 70 , dan siklus III 80. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X TKJ SMK Cendika Bangsa Kepanjen

    Hubungan antara Kenyamanan Belajar dan Ketersediaan Sumber Belajar dengan Kemandirian Belajar pada Siswa SMK Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik di Kabupaten Tulungagung

    No full text
    ABSTRAK Bela, Haya Mei Fatma. 2017. Hubungan antara Kenyamanan Belajar dan Ketersediaan Sumber Belajar dengan Kemandirian Belajar pada Siswa SMK Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik di Kabupaten Tulungagung. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Setiadi C.P., M.Pd, M.T (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.Kata Kunci: Kenyamanan Belajar, Ketersediaan Sumber Belajar, Kemandirian Belajar.Berdasarkan pengamatan dan interaksi dengan siswa Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) SMK di Kabupaten Tulungagung, kondisi dalam bengkel ruangan pembelajaran dirasakan kurang nyaman. Kenyamanan belajar merupakan aspek penting untuk mendukung suasana belajar  yang kondudif. Ketersediaan sumber belajar dapat mempengaruhi kemandirian belajar, karena sumber belajar merupakan suatu keharusan yang diperlukan untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Kenyamanan dan sumber belajar yang ada mampu meningkatkan efektifitas, efisiensi dan kemandirian siswa dalam proses belajar.Tujuan penelitian adalah: (1) mendeskripsikan tingkat kemandirian belajar (Y); (2) mendeskripsikan tingkat kenyamanan belajar (X1); (3) mendeskripsikan tingkat ketersediaan sumber belajar (X2); (4) mengetahui signifikansi hubungan antara X1 dengan Y; (5) mengetahui signifikansi hubungan antara X2 dengan Y; (6) mengetahui signifikansi hubungan secara simultan antara X1 dan X2 dengan Y pada siswa SMK Jurusan TITL di Kabupaten Tulungagung.Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan deskriptif korelasional metode Ex Post Facto. Responden penelitian adalah siswa SMK kelas X Jurusan TITL di Kabupaten Tulungagung. Pengumpulan data masing-masing variabel menggunakan kuesioner. Nilai reliabilitas variabel X1 sebesar 0,933, variabel X2 sebesar 0,957, dan varibel Y sebesar 0,911. Untuk mengungkap hubungan X1 dengan Y dan hubungan X2 dengan Y menggunakan analisis korelasi parsial. Sedangkan untuk mengungkap hubungan X1 dan X2 secara simultan dengan Y menggunakan analisis regresi linear ganda.Hasil penelitian: (1) Y dikategorikan baik sebesar 71,98%; (2) X1 dikategorikan nyaman sebesar 68,15%; (3) X2 dikategorikan lengkap sebesar 67,52%; (4) ada hubungan positif dan signifikan antara X1 dengan Y; (5) ada hubungan positif dan signifikan antara X2 dengan Y; (6) ada hubungan positif dan signifikan antara X1 dan X2 secara simultan dengan Y. Sumbangan relatif  X1 sebesar 82,30% dan sumbangan relatif X2 sebesar 17,70%. Sedangkan sumbangan efektif X1 sebesar 30,85% dan sumbangan efektif X2 sebesar 6,64%. Kesimpulan penelitian adalah: (1) ada hubungan positif dan signifikan antara kenyamanan belajar dengan kemandirian belajar; (2) ada hubungan positif dan signifikan antara ketersediaan sumber belajar dengan kemandirian belajar; (3) ada hubungan positif dan signifikan antara kenyamanan belajar dan ketersediaan sumber belajar secara simultan dengan kemandirian belajar

    Hubungan antara Prestasi Praktik Kerja Industri dan Motivasi Belajar Terhadap Tingkat Penguasaan Kompetensi Keahlian Siswa SMK Kelas XII Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK     Azizah, Fitrotul. 2017. Hubungan antara Prestasi Praktik Kerja Industri dan Motivasi Belajar Terhadap Tingkat Penguasaan Kompetensi Keahlian Siswa SMK Kelas XII Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan di Kota Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Tri Atmadji S, M.Pd. (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.   Kata Kunci: Prestasi praktik kerja industri, motivasi belajar, kompetensi keahlian               Berdasarkan observasi dengan siswa SMK kelas XII Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan di Kota Malang, prakerin dirasakan sangat penting untuk membentuk lulusan yang berkompetensi serta berpengalaman dalam bidangnya. Praktik kerja industri juga bertujuan sebagai sarana pendekatan antara sekolah dengan pihak industri. Motivasi belajar dapat mempengaruhi uji kompetensi keahlian, karena motivasi belajar merupakan suatu keharusan yang diperlukan untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Prestasi prakerin dan motivasi belajar yang ada mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam penguasaan kompetensi keahlian.             Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan tingkat penguasaan kompetensi keahlian (Y); (2) mendeskripsikan tingkat prestasi praktik kerja industri (X1); (3) mendeskripsikan tingkat motivasi belajar (X2); (4) mengetahui signifikansi hubungan antara X1 dengan Y; (5) mengetahui signifikansi hubungan antara X2 dengan Y; (6) mengetahui signifikansi hubungan secara simultan antara X1 dan X2 dengan Y siswa SMK Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan di Kota Malang.             Penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Responden penelitian siswa SMK kelas XII Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan di Kota Malang. Pengumpulan data masing-masing variabel menggunakan dokumentasi untuk variabel prakerin dan variabel kompetensi keahlian, kuisioner untuk variabel motivasi belajar. Hasil penelitian: (1) prestasi praktik kerja industri (X1) dikategorikan cukup sebesar 73,58%; (2) motivasi belajar (X2) dikategorikan tinggi sebesar 79,66%; (3) tingkat penguasaan kompetensi keahlian (Y) dikategorikan cukup sebesar 47,45%; (4) ada hubungan positif dan signifikan antara X1 dengan Y; (5) ada pengaruh positif dan signifikan antara X2 dengan Y; (6) ada hubungan positif dan signifikan antara X1 dan X2 secara simultan dengan Y. Sumbangan relatif X1 sebesar 82,30% dan sumbangan relatif X2 sebesar 17,70%. Sedangkan sumbangan efektif X1 sebesar 30,85% dan sumbangan efektif X2 sebesar 6,64%.             Kesimpulan: Ada hubungan positif dan signifikan antara prestasi praktik kerja industri dan motivasi belajar terhadap tingkat penguasaan kompetensi keahlian siswa SMK kelas XII Program Keahlian Ketenagalistrikan di Kota Malang

    Pengembangan Bahan Ajar Administrasi Server Interaktif Bernuansa Problem Solving untuk Menumbuhkan Keaktifan Belajar pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Pogalan Trenggalek

    No full text
    ABSTRAK   Prasmana, Indra Bagus. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Administrasi Server Interaktif Bernuansa Problem Solving untuk Menumbuhkan Keaktifan Belajar pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Pogalan Trenggalek. Skripsi, Jurusan S1 Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Setiadi C.P., M.Pd., M.T. (II) Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T.   Kata Kunci: pengembangan, administrasi server, bahan ajar interaktif, problem solving, keaktifan belajar.   Media bahan ajar merupakan salah satu poin penting dalam kegiatan pembelajaran. Pada SMK Negeri 1 Pogalan Trenggalek diindikasikan masih menggunakan buku cetak, LKS, dan modul. Permasalahan tersebut berdampak pada keaktifan, ketrampilan, dan pengetahuan siswa pada mata pelajaran administrasi server kurang maksimal, dengan demikian siswa kurang terlatih untuk berperan aktif, sehingga kompetensi yang dimiliki peserta didik belum bisa tercapai. Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar interaktif bernuansa problem solving yang dapat mendukung kegiatan pembelajaran pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Pogalan Trenggalek. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah model pengembangan oleh (ADDIE). Tahap pengembangannya meliputi, (1) Analisys (analisis); (2) Design (perancangan); (3) Development (pengembangan); (4) Implementation (implementasi); dan (5) Evaluation(Evaluasi). Berdasarkan hasil validasi yang melibatkan ahli media dan ahli materi, bahwa media ini telah valid dengan skor rata-rata yang didapat sebesar 3,65 untuk validasi oleh ahli media, dan 3,28 untuk validasi oleh ahli materi, sehingga media ini dapat dinyatakan layak untuk digunakan. Sedangkan Hasil uji coba kelompok kecil terhadap 3 responden menghasilkan skor rata-rata sebesar 3,15. Sedangkan hasil uji coba kelompok besar terhadap 29 responden, diperoleh skor rata-rata sebesar 3,23, untuk hasil uji coba responden ke 3 sekolah, diperoleh uji responden pertama mendapat skor rata-rata sebesar 3,15, uji responden kedua mendapat skor rata-rata sebesar 3,27, dan uji responden ketiga mendapat skor rata-rata sebesar 3,43, sedangkan untuk uji coba observasi keaktifan yang dilakukan oleh 3 observer diperoleh hasil kriteria tertinggi yaitu mendapatkan skor 3 dan 4 dari setiap kriteria angket ukur keaktifan, sehingga media bahan ajar interaktif  yang dikembangkan mampu menumbuhkan keaktifan belajar siswa, Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media bahan ajar interaktif ini dinyatakan layak untuk digunakan

    Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan Animasi untuk Mata Kuliah Sistem Operasi Pokok Bahasan Penjadwalan Proses

    No full text
    ABSTRAK   Animasi atau bisa disebut gambar bergerak sekarang ini sudah menjadi teknologi yang semakin dikenal oleh banyak orang. Perkembangan animasi sendiri mengalami kemajuan yang begitu pesat. Dalam dunia pendidikan animasi juga tidak kalah berkembang dengan tumbuhnya media pembelajaran elektronik dari berbagai pengembang perangkat lunak. Berdasarkan hasil wawancara dengan mahasiswa program studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang, didapatkan hasil bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kesulitan dalam pokok bahasan Penjadwalan Proses. Oleh karena itu dibutuhkan media pembelajaran yang menarik dan efektif sehingga mahasiswa mampu memahami materi-materi dengan baik. Tujuan pengembangan ini adalah untuk menyempurnakan media pembelajaran yang sudah ada sehingga tercipta sebuah perangkat lunak berbasis desktop dengan materi yang mudah dipahami dan layak digunakan sebagai media pembelajaran. Model pengembangan perangkat lunak yang digunakan adalah model pengembangan dari Arif Sadiman. Model pengembangan ini memiliki tahapan antara lain: (1) identifikasi kebutuhan; (2) perumusan tujuan; (3) perumusan butir-butir materi; (4) perumusan pengukur keberhasilan; (5) penulisan naskah media; (6) tes/uji coba; (7) revisi; dan (8) naskah siap produksi. Pengujian dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan mahasiswa program studi S1 Pendidikan Teknik Informatika. Hasil dari data yang diperoleh dianalisis dan ditentukan kelayakannya mengacu pada persentase dari tabel kriteria kelayakan oleh Arikunto. Produk yang dikembangkan akan dikatakan berhasil dan bisa dimanfaatkan apabila mencapai kriteria cukup valid (60% - 79%). Hasil penilaian angket validasi ahli media dan ahli materi berturut-turut memperoleh persentase skor sebesar 86,76%, 86,11%,  dan responden uji coba lapangan mendapatkan persentase skor sebesar 87,29%. Berdasarkan hasil angket validasi tersebut dapat dikatakan bahwa Media Pembelajaran Menggunakan Animasi untuk Mata Kuliah Sistem Operasi Pokok Bahasan Penjadwalan Proses ini termasuk kriteria layak dan dapat digunakan sebagai salah satu media pembelajaran Pendidikan Teknik Informatika

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇