SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
Pengembangan Modul Pembelajaran Fuzzy pada Mata Kuliah Sistem Cerdas untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Anggraeni, Dyah Rosita. 2017. Pengembangan Modul Pembelajaran Fuzzy pada Mata Kuliah Sistem Cerdas untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T. (2) Dr. Eng Anik Nur Handayani, S.T., M.T. Kata Kunci: Pengembangan, modul pembelajaran, fuzzy logic, sistem cerdasMata kuliah Sistem Cerdas (PTEL 667) merupakan mata kuliah wajib untuk mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang. Standar kompetensi yang harus dikuasai dalam mata kuliah tersebut adalah mahasiswa dapat menegaskan pengertian tentang konsep sistem cerdas dan mengimplementasikannya dalam bidang teknik elektronika. Salah satu pokok bahasan yang dipelajari dalam mata kuliah tersebut adalah teknik penyelesaian masalah reasoning menggunakan logika fuzzy. Berdasarkan hasil observasi pada mahasiswa dan wawancara terhadap dosen pengampu mata kuliah Sistem Cerdas, diketahui bahwa modul pembelajaran untuk materi logika fuzzy masih belum ada yang sesuai dengan silabus yang digunakan. Selain hal tersebut, waktu untuk mata kuliah Sistem Cerdas hanya 2 JS. Hal ini berpengaruh pada kemampuan mahasiswa dalam memahami materi tersebut. Sesuai dengan latar belakang tersebut, dikembangkan modul pembelajaran Fuzzy untuk membantu mahasiswa dalam memahani materi fuzzy.Penelitian pengembangan ini mengadaptasi model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap pengembangan, yaitu: (1) Analyze, (2) Design, (3) Develop, (4) Implement, dan (5) Evaluate. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan melalui validasi dan uji coba menggunakan instrumen angket. Validasi produk dilakukan kepada ahli materi dan ahli media, sedangkan uji coba dilakukan pada mahasiswa yang sudah dan sedang menempuh mata kuliah Sistem Cerdas. Uji coba dilakukan dalam dua tahap yaitu uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar.Hasil dari penelitian ini adalah media pembelajaran dalam bentuk modul untuk pegangan dosen dan mahasiswa. Persentase kelayakan yang didapatkan dari validasi ahli materi untuk modul pegangan mahasiswa 91.00% dan modul pegangan dosen 93.00%, validasi ahli media 91.00%. Sedangkan untuk hasil uji coba didapatkan persentase hasil uji coba kelompok kecil 93.36% dan kelompok besar 89.47%. Berdasarkaan data hasil validasi dan uji coba tersebut, dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan secara keseluruhan layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran Sistem Cerdas di Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Mobile Web Pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar untuk Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan(TKJ) SMKIslam 1 Blitar
ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Islam 1 Blitar, diketahui bahwa sebanyak 65% siswa belum mencapai nilai KKM dalam ulangan harian Pemrograman Dasar. Jika siswa harus belajar mandiri dengan mengerjakan soal mengenai identifikasi, memecahkan masalah program pada modul yang dimiliki, siswa tidak akan mengetahui letak kesalahan dalam pengerjaannya, ditambah lagi banyak siswa yang tidak memiliki laptop dan PC. Disisi lain sebanyak 95% siswa telah memiliki smartphone, sehingga dapat dikembangkan suatu media pembelajaran yang interaktif untuk mata pelajaran Pemrograman Dasar.Pengembangan ini menggunakan model penelitian dan pengembangan ADDIE yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan. Ahli materi dan ahli media sebagai validator dan siswa uji coba pengguna. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket. Analisa data menggunakan teknik persentase oleh Akbar dan Sriwiyana (2010). Hasil validasi dan uji coba media pembelajaran dinyatakan sangat valid dengan rincian data sebagai berikut: (1) hasil validasi ahli materi 1 mendapatkan persentase 86,2 %, (2) hasil validasi ahli materi 2 mendapatkan persentase 87,9%, (3) validasi ahli media mendapatkan persentase 95,2%, (4) uji coba kelompok kecil mendapatkan persentase 88,2%, dan (5) uji coba lapangan mendapatkan 85,5%
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Mobile pada Mata Kuliah Analisis Desain Sistem Informasi (ADSI) Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Teknologi informasi (smartphone) dimanfaatkan maha-siswa hanya sebagai media komunikasi tidak dalam proses pembelajaran, penyalahgunaan smartphone dalam kegiatan pembelajaran akan berimbas pada tingkat penguasaan materi dan skill yang diharapkan dalam proses pembelajaran. Hal ini terjadi juga di Universitas Negeri Malang, terutama dalam perkuliahan analisis desain sistem informasi program studi Pendidikan Teknik Informatika. Atas dasar ini, perlu dikembangkan media pembelajaran berbasis mobile yang didasarkan pada penerapan teori belajar.Untuk menghasilkan produk pengembangan dan penelitian, dilakukan uji coba oleh para ahli dan mahasiswa.Subjek yang dipilih dalam pengembangan ini mahasiswa pendidikan teknik informatika angkatan 2014 tahun ajaran 2016/2017.Kesimpulan akhir dari pengembangan ini adalah media pembelajaran memiliki kelayakan pada aspek-aspek tampilan menarik, tujuan pembelajaran, bahan ajar, rangkuman dan soal latihan/evaluasi
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Mobile Pada Matapelajaran Jaringan Dasar Program Keahlian TKJ SMK
ABSTRAK Pembelajaran kovensional sering mengakibatkan siswa menjadi bosan.Berdasarkan hasil observasi bahwa penyampaian materi matapelajaran Jaringan Dasar yang dilakukan masih menggunakan media konvensional seperti power point, pdf, buku dan sumber internet yang belum diketahui tingkat kevalidannya. Hal ini berdampak pada hasil belajar yang kurang maksimal. Sehingga dibutuhkan mediapembelajaran inovatif dan kreatif yang dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran penggunaan media pembelajaran, menghasilkan media pembelajaran, dan menguji tingkat kelayakan media pembelajaran Jaringan Dasar. Metode pengembangan yang digunakan dalam mengembangkan media pembelajaran ini adalah model 4D. Model 4D memiliki tahapan antara lain: (1)define; (2)design; (3)develop;dan (4)disseminate. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ SMK. Teknik pengumpulan data menggunakan angket.Pengujian kelayakan dilakukan dengan uji review dari ahli materi dan ahli media, uji coba skala terbatas danuji coba skala luas. Pengembangan ini menghasilkan sebuah media pembelajaran berbasis mobilematapelajaran Jaringan Dasar dengan nama Media JarDas.apk. Berdasarkan analisis data diperoleh dari uji coba diperoleh persentase validitas rata - rata Media JarDas 89,04%. Nilai ini tergolong kategori sangat layak.Sehingga dapat disimpulkan bahwa Media JarDas dapat digunakan sebagai media pembelajaran mandiri maupun sebagai media suplemen pembelajaran di kelas dan di luar kelas
Pengembangan Sumber Belajar Pemprograman Web dengan Pendekatan Peta Konsep Secara Interaktif untuk Siswa Kelas X Jurusan TKJ di SMK Negeri 1 Sampang
ABSTRAK Reza, Amali. 2017. Pengembangan Sumber Belajar Pemprograman Web dengan Pendekatan Peta Konsep Secara Interaktif untuk Siswa Kelas X Jurusan TKJ di SMK Negeri 1 Sampang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Setiadi Cahyono P., M.Pd., M.T (II) Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T Kata Kunci: Pengembangan Sumber Belajar, Pemrograman Web, Pendekatan Peta Konsep. Belajar pemrograman web tidak hanya menghafal dan mengingat kode. Tetapi dibutuhkan pemahaman akan suatu kode program dan kreatifitas siswa. Berdasarkan wawancara, Bapak Mukadar selaku guru di SMK menyatakan bahwa pemahaman siswa terhadap materi pemrograman web lemah, sementara untuk membangun sebuah website diperlukan pemahaman terhadap kode-kode yang akan gunakan. Untuk mempermudah pemahaman siswa salah satunya melalui pengembangan sumber belajar yang menarik dan dapat memicu motivasi untuk lebih giat belajar. Tujuan dari pengembangan ini: (1) merancang dan membuat sumber belajar interaktif dengan pendekatan peta konsep; (2) merancang dan membuat media pembelajaran; (3) menguji kelayakan produk. Sumber belajar dikembangkan menggunakan model prosedur penelitian dan pengembangan ADDIE, adapun prosedurnya yaitu: (1) Analysis kebutuhan; (2) Design, pada tahap ini dilakukan merumuskan tujuan pembelajaran dan menyusun desain produk; (3) Development atau pengembangan produk dibuat berdasar desain yang telah dibuat sebelumnya; (4) Implementation, produk yang sudah dibuat diimplementasikan di dalam kelas; (5) Evaluation, tujuan dari tahap evaluasi adalah menilai kualitas produk, baik sebelum dan sesudah implementasi untuk menentukan tingkat kelayakan roduk. Produk yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan sumber belajar ini ialah buku digital. Buku digital digunakan sebagai sumber belajar bagi guru dan siswa. Materi yang dibahas dalam buku mencakup tiga topik bahasan yaitu: (1) Style halaman web, memiliki lima bahasan; (2) Teknik pemrograman halaman web, memiliki enam bahasan; (3) Pengolahan input user, memiliki tiga bahasan. Penyusunan materi dalam buku digital menggunakan strategi peta konsep. Strategi peta konsep digunakan untuk membantu siswa mengorganisasikan konsep pelajaran yang sedang dipelajarinya berdasarkan topik bahasan dengan bahasannya. Berdasarkan hasil analisis data lembar validasi ahli secara keseluruhan sumber belajar yang dibuat masuk dalam katagori sangat layak dari sisi media dan sisi materi. Sedangkan hasil uji coba, hasil responden dan hasil implementasi oleh siswa dianalisis setiap aspeknya. Dari hasil analisis data yang diperoleh rata-rata setiap aspek masuk dalam katagori sangat layak. Sehingga produk yang dikembangkan dapat digunakan tanpa perlu direvisi.
K-MEANS UNTUK KLASTERING DAN KLASIFIKASI TINGKAT KESUKARAN SOAL
ABSTRAK Ma’Arief, Hildan, 2017, Klasifikasi melalui Pengklasteran untuk Prediksi Kesukaran Soal. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Aji Prasetya Wibawa, S.T., M.M.T., Ph.d. (II) Utomo Pujianto, S.Kom., M.Kom. Kata Kunci : Klasifikasi, Pengklasteran, Evaluasi Soal, K-Means Tingkat kesukaran dimaksudkan untuk mengelompokkan bobot soal ke dalam golongan mudah, sedang atau sukar. Tingkat kesukaran soal biasanya dinyatakan dalam bentuk indeks. Indeks kesukaran pada umumnya berkisar antara 0,00 – 1,00. Dari pengelompokan tingkat kesukaran soal tersebut dapat dilakukan pembuatan paket soal. Algoritme k-means akan dibandingkan dengan analisis kesukaran soal. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil algoritme k-means dengan metode analisis kesukaran soal untuk menghitung akurasi kesukaran soal. Metode pengembangan sistem adalah metode waterfall. Alur kerja dari metode waterfall meliputi komunikasi, perencanaan, pemodelan, konstruksi dan penyerahan sistem. Perangkat lunak untuk perancangan dan implementasi program menggunakan xampp sebagai webserver, PHP MySQL sebagai database dan Dreamweaver CS6 sebagai editor penulisan script PHP, Jquery dan HTML. Algoritme k-means dihasilkan dari hasil perhitungan klasifikasi dan klastering yang selanjutnya dibandingkan dengan metode analisis kesukaran soal. Hasil dari penelitian ini adalah perbandingan algoritme k-means dengan Metode Analisis Kesukaran Soal (MAKS). Diharapkan sistem ini dapat dijadikan alternatif bagi guru mengategorikan soal dan mempermudah guru dalam memberikan tes/latihan soal kepada siswa. Algoritme k-means mempunyai akurasi > 80 % jika dibandingkan dengan Metode Analisis Kesukaran Soal (MAKS). Sehingga algoritme k-means dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam menganalisis tingkat kesukaran soal
Presensi Kehadiran Siswa Menggunakan Aplikasi Presensi Siswa Digital Berbasis Android dan Website
ABSTRAK Darmansyah, Mochammad Arif. 2017. Presensi Kehadiran Siswa Menggunakan Aplikasi Presensi Siswa Digital Berbasis Android dan Website. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Didik Dwi Prasetya S.T., M.T, (II) M. Zainal ArifinS.Si., M.Kom. Kata Kunci: Android, NFC, Presensi. Di sekolah, guru memeriksa kehadiran siswa dengan memanggil satu per satu siswa yang hadir. Data yang diperoleh diolah oleh pegawai administrasi untuk dimasukkan ke jurnal yang kemudian dibuat laporan perkembangan siswa. Kondisi seperti itu sangat merepotkan, karena harus melalui tahap pengolahan data yang berlapis. Oleh karenanya, dibutuhkan sebuah solusi agar pekerjaan tersebut menjadi ringan dan cepat. Solusi yang paling mudah adalah tersedianya alat bantu presensi digital yang dapat menangkap data kehadiran siswa dan mengolahnya menjadi laporan untuk dijadikan pertimbangan oleh kepala sekolah dan guru. Dari permasalahan seperti itulah timbul sebuah ide untuk membuat sebuah program perangkat lunak yang dapat membantu setiap kegiatan yang berhubungan dengan kehadiran siswa. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini merujuk pada model pengembangan waterfall yang terdiri dari 5 tahap pengembangan yaitu: (1) Requirement Analysis; (2) System Design; (3) Implementation; (4) Integration & Testing; (5) Operation & Maintenance. Aplikasi ini dibuat berbasis web dan android dengan Bahasa pemrograman HTML, PHP, Java Script, Java, untuk antar muka menggunakan CSS, dan database yang digunakan adalah MySQL. Teknik pengujian yang digunakan adalah blackbox, yakni untuk menguji fungsionalitas dan usabilitas aplikasi. Hasil pengembangan aplikasi ini telah diuji oleh ahli rekayasa perangkat lunak serta memperoleh hasil 100%. Sementara hasil uji coba lapangan dilakukan oleh guru selaku administrator di sekolah memperoleh hasil uji sebesar 100%. Hasil tersebut diperoleh dari angket tertutup dengan teknik pengujian blackbox Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa aplikasi presensi siswa digital yang dikembangkan layak digunakan
Evaluasi Penggunaan Modul Praktik Mata Pelajaran Pemrograman Web Dinamis dengan Model Pembelajaran PAIKEM Kelas XI RPL SMK Negeri 8 Malang
ABSTRAK Ihdina, Rona Salwa. 2017. Evaluasi Penggunaan Modul Praktik Mata Pelajaran Pemrograman Web Dinamis dengan Model Pembelajaran PAIKEM Kelas XI RPL SMK Negeri 8 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom., (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T.,M.Kom. Kata kunci: Analisis Jalur, Model Pembelajaran PAIKEM, Modul Hasil pengamatan selama melaksanakan Kuliah Pengalaman Lapangan (KPL) di SMK Negeri 8 Malang, menyimpulkan bahwa belum efektifnya modul praktik yang digunakan oleh siswa. Hal ini menyebabkan siswa menjadi kurang terarah saat melaksanakan praktik. Modul praktik yang diberikan oleh guru berupa modul PDF, dan dipadu dengan model pembelajaran PAIKEM. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui beberapa hal, yang mencakup seberapa besar kontribusi penerapan model pembelajaran, dan kontribusi modul praktik yang digunakan siswa terhadap hasil belajar siswa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan analisis jalur (path analysis). Hubungan antar variabel yang ditunjukkan oleh masing-masing variabel sesuai dengan yang digambarkan pada diagram path, yakni: terdapat variabel bebas berupa penerapan model pembelajaran, variabel intervening berupa penggunaan modul praktik, dan variabel terikat berupa hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut: yang pertama, penerapan model pembelajaran PAIKEM tidak memiliki kontribusi secara langsung yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Pada hasil penelitian melalui analisis angket, siswa masih kurang merasakan pembelajaran yang “menyenangkan”, sehingga belajar di kelas menjadi dirasa kurang nyaman, dan memahami materi menjadi tidak maksimal. Hasil yang kedua menyatakan penggunaan modul praktik tidak memiliki kontribusi secara langsung yang signifikan terhadap hasil belajar siswa. Pada hasil penelitian melalui analisis angket, penggunaan modul praktik kurang maksimal karena kurangnya ilustrasi materi atau contoh sehari-hari yang dapat membantu pemahaman siswa. Hasil yang ketiga menyatakan penerapan model pembelajaran memiliki kontribusi secara langsung yang signifikan terhadap penggunaan modul praktik. Hal tersebut membuktikan bahwa modul praktik telah dimanfaatkan dengan baik bersamaan dengan penerapan skenario pembelajaran PAIKEM. Hasil yang terakhir menyatakan penerapan model pembelajaran tidak berkontribusi yang signifikan terhadap hasil belajar siswa melalui penggunaan modul praktik. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, yaitu hasil belajar siswa dipengaruhi media pembelajaran selain modul yang digunakan, seperti modul online yang diakses secara mandiri, maupun dari berbagai sumber lainnya, dan penerapan model pembelajaran yang kurang maksimal bagi siswa
Pengembangan Modul Matapelajaran Pemrograman Dasar Untuk Kelas X Semester Genap Program Keahlian Teknik Komputer Dan Informatika Di SMKN 1 Boyolangu
ABSTRAK Wisudawati, Angga Rini. 2017. Pengembangan Modul Matapelajaran Pemrograman Dasar Untuk Kelas X Semester Genap Program Keahlian Teknik Komputer Dan Informatika Di SMKN 1 Boyolangu. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I) Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T., (II) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T.Kata kunci: pengembangan, modul, pemrograman dasarBerdasarkan observasi yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Boyolangu, kurikulum yang dilaksanakan saat ini adalah Kurikulum 2013. Siswa belajar dari penjelasan guru dan buku penunjang yaitu BSE (Buku Sekolah Elektronik). Kelemahan dari BSE adalah materi yang terkadang tidak sesuai dengan silabus. Hal ini membuat guru harus menentukan sumber belajar yang tepat bagi siswa. Di SMK Negeri 1 Boyolangu, guru matapelajaran Pemrograman Dasar merujuk pada buku yang berjudul "Algoritma dan Pemrograman" karangan Rinaldi Munir. Selain keterbatasan sumber materi yang diterima oleh siswa, kesulitan lain yang dialami siswa disebabkan karena penggunaan buku ajar yang belum mampu mengoptimalkan kemampuan belajar mandiri siswa. Berdasarkan uraian tersebut, maka dilakukan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan modul matapelajaran pemrograman dasar semester genap kelas X di SMK Negeri 1 Boyolangu.Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada model ADDIE yang telah dimodifikasi sehingga menghasilkan sebuah model pengembangan yang lebih sederhana untuk penelitian pemula. Model ini terdiri atas lima langkah, yaitu: 1) Analyze (analisis), 2) Design (perancangan), 3) Development (pengembangan), 4) Implementation (implementasi), dan 5) Evaluation (evaluasi). Tahap validasi ahli materi dan media diperoleh melalui angket kelayakan modul, sedangkan tahap uji coba diperoleh melalui angket tanggapan siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data hasil pengembangan dan implementasi diperoleh validitas sebesar 77,93% dari ahli media dan 87,37% dari ahli materi. Kemudian dari hasil uji skala kecil diperoleh validitas sebesar 65,75% dan dari hasi uji skala luas diperoleh validitas 76,50%, sehingga diperoleh persentase rata-rata sebesar 76,88% yang berarti tingkat kelayakannya adalah valid atau layak. Modul pembelajaran yang dikembangkan dapat digunakan jika kelayakannya berada pada interval 75,1-100% (Layak dan tidak perlu revisi). Berdasarkan data tersebut maka dapat disimpulkan modul matapelajaran pemrograman dasar yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria valid dan layak digunakan pada proses pembelajaran di SMK Negeri 1 Boyolangu, Tulungagung
Pengembangan Bahan Ajar Teknik Digital Topik Flip-flop dan Aplikasinya untuk Memori pada Matakuliah Elektronika Digital Lanjut di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Elektronika Digital merupakan bagian dari ilmu elektronika yang mempelajari tentang pemrosesan sinyal digital. Matakuliah Elektronika Digital Lanjut (NEKA411) merupakan matakuliah wajib bagi mahasiswa Program Studi D3 Teknik Elektronika. Media pembelajaran pada Matakuliah Elektronika Lanjut sudah tersedia trainer dan jobsheet, namun berdasarkan observasi dan wawancara diperoleh informasi, media pembelajaran yang tersedia belum membahas kompetensi tentang memori ROM dan penerapan memori dalam rangkaian digital. Sehingga diperlukan pengembangan bahan ajar yang sesuai dengan silabus katalog Jurusan Teknik Elektro pada Matakuliah Elektronika Digital Lanjut. Penelitian pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk merancang, membuat dan menguji bahan ajar berupa media trainer, modul ajar dan jobsheet yang berisi pokok bahasan flip-flop dan aplikasinya untuk memori pada Matakuliah Elektronika Digital Lanjut. Model pengembangan ADDIE memiliki lima tahap dan masing-masing tahapan terdapat langkah-langkah pengembangan, yaitu (1) Tahap analisis kebutuhan; (2) Tahap desain bahan ajar; (3) Tahap pengembangan bahan ajar; (4) Tahap implementasi bahan ajar; dan (5) Tahap evaluasi. Proses evaluasi pada metode pengembangan ini terdiri dari evaluasi formatif dan evaluasi suamatif. Evaluasi formatif dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas produk berdasarkan saran bagi produk dari subjek validasi dan subjek uji coba. Evaluasi sumatif dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh data berupa nilai dan manfaat, namun pada pengembangan ini tidak dilakukan tahap implementasi sehingga tidak dilakukan evaluasi sumatif. Bahan ajar yang dihasilkan berupa media trainer Flip-flop dan Aplikasinya untuk Memori, serta modul ajar dan jobsheet Elektronika Digital Lanjut. Data yang diperoleh berupa data kualitatif berupa hasil wawancara sebagai data awal dan saran dari subjek validasi serta subjek uji coba, sedangkan data kuantitatif yang diperoleh dari hasil skor yang kemudian diterjemahkan kriteria kevalidannya. Dari pengambilan data diperoleh sebagai berikut: (1) Ahli media menyatakan produk ini telah valid dan layak digunakan dengan persentase 94,56%; (2) Ahli materi menyatakan produk ini telah valid dan dapat digunakan namun perlu revisi kecil dengan persentase 84,39%; (3) Uji kelompok kecil menyatakan produk telah valid dan layak digunakan namun perlu revisi kecil dengan persentase 83,02%; dan (4) Uji Lapangan menyatakan produk telah valid dan layak digunakan dengan persentase 88,13%. Sehingga didapatkan produk yang telah layak yaitu trainer Flip-flop dan aplikasinya untuk memori, dan modul ajar serta jobsheet Elektronika Digital Lanjut sebagai pendukung praktikum di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang