SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
Perbedaan Hasil Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan Model pembelajaran Inkuiri Terbimbingpada Mata Pelajaran Perakitan Komputer Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Bondowoso
ABSTRAK Fithri, Violita Eka. 2016. Perbedaan Hasil Belajar Menggunakan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan Model pembelajaran Inkuiri Terbimbingpada Mata Pelajaran Perakitan Komputer Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Bondowoso.Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd, (II) M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom. Kata Kunci: Hasil Belajar,Project Based Learning, Inkuiri Terbimbing Dalam penelitian ini terdapat beberapa permasalahan yang terjadi. Permasalahan tersebut antara lain, siswa cenderung mengalami kesulitan dalam hal pemahaman materi, nilai hasil belajar yang diperoleh siswa selama ini masih rendah jauh dibawah KKM, dan selama proses kegiatan pembelajaran guru tidak dapat menarik minat siswa terhadap pelajaran tersebut sehingga berdampak pada aktifitas siswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini diakukan untuk memperoleh gambaran tentang peningkatan hasil belajar siswa dan untuk membandingkan perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Pada penelitian ini rancangan penelitiannya bertipe Nonequivalent Control Group yaitu pada rancangan ini kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X jurusan TKJ SMKN 1 Bondowoso tahun ajaran 2015/2016 dan sampelnya adalah 67 siswa yang terbagi dalam 2 kelas yaitu kelas X TKJ-1 dan X TKJ-2. Kelas yang dalam proses pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) merupakan kelas eksperimen (TKJ-1) dan kelas yang menggunakan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing merupakan kelas kontrol (TKJ-2). Kedua kelas tersebut diberi soal pretest dan postest dengan soal yang sama pada tiap pertemuan. Adanya perbedaan antara hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning (kelas eksperimen) dan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing(kelas control). Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar siswa yang diperoleh, hasil belajar kelas eksperimen pertemuan pertama adalah 76,2 dan pertemuan dua adalah 80,7, sedangkan hasil belajar kelas kontrol pertemuan pertama adalah 74,1 dan pertemuan kedua adalah 74,4. Dari rata-rata nilai hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas kontrol
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif pada Mata Pelajaran Keamanan Jaringan di SMK
ABSTRAK Ardiansyah, Muh. Rizqi, 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif pada Mata Pelajaran Keamanan Jaringan di SMK. Skripsi, Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T. (2) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, Keamanan Jaringan Keamanan Jaringan merupakan salah satu mata pelajaran pada program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK dimana penjelasan akan mudah dipahami dari praktek secara langsung dibandingkan teori saja, tetapi tidak semua materi bisa dipelajari dengan cara praktek, salah satunya yaitu pada topik bahasan kemungkinan ancaman dan serangan terhadap keamanan jaringan yang berisi mengenai jenis-jenis ancaman dan serangan pada keamanan jaringan. Sehingga diperlukan visualiasi yang jelas dalam menampilkan tampilan materi tersebut. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, dalam penyampaian materi guru menyampaikan topik bahasan tersebut dengan menampilkannya dalam bentuk presentasi Power Point dan juga menjelaskan secara langsung dengan metode ceramah. Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa cenderung kurang termotivasi dan malas pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, hal ini dapat dilihat dari tingkah laku siswa yang berbicara sendiri dan tidak memperhatikan pada saat guru menjelaskan di depan kelas. Berdasarkan masalah tersebut, maka diperlukan media pembelajaran yang dapat menampilkan visualisasi yang dapat mudah dipelajari dan dimengerti oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran interaktif keamanan jaringan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap pengembangan yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Subjek uji coba bahan ajar adalah siswa SMK Kelas XI program keahlian TKJ di SMK Negeri 10 Malang. Media pembelajaran interaktif yang sudah dikembangkan divalidasi oleh ahli materi dan ahli media, serta di uji coba kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh hasil validasi dengan persentase sebesar 85,93% oleh ahli materi 1, 95,31% oleh ahli materi 2, dan 92,04% oleh ahli media. Pada hasil uji coba kelompok kecil diperoleh persentase sebesar 84,94% dan hasil uji coba kelompok besar sebesar 90,11%. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli media, uji kelompok kecil, dan uji kelompok besar didapatkan skor persentase rata-rata sebesar 89,66%. Sehingga dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif pada mata pelajaran keamanan jaringan di SMK ini sangat layak dan dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran
HUBUNGAN LOCUS OF CONTROL INTERNAL DAN PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) TERHADAP KEMAMPUAN PEDAGOGICAL UNTUK MENJADI GURU PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Habso, Nurul Muizzillah A. 2017. Hubungan Locus of Control Internal dan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dengan Kemampuan Pedagogical untuk Menjadi Guru pada Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Setiadi Cahyono.P., M.Pd., M. T. (II) Drs. Wahyu Sakti G. I., M.Kom. Kata kunci : Locus of Control Internal, TPACK, Kemampuan Pedagogical untuk Menjadi Guru Guru tidak hanya diharapkan dapat mendidik dan mengajar saja tapi juga mampu membimbing, mengarahkan serta memberi motivasi kepada peserta didiknya seperti halnya tanggung jawab dan tugas dari guru tersebut. Hal ini disebutkan dalam Undang-Undang No 14 Tahun 2005, bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama yaitu mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) seberapa tinggi locus of control internal yang dimiliki oleh mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang; (2) seberapa tinggi technological pedagogical content knowledge (TPACK) yang dimiliki oleh mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang; (3) seberapa tinggi kemampuan pedagogical untuk menjadi guru mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang; (4) adakah hubungan yang signifikan antara locus of control internal dengan kemampuan pedagogical untuk menjadi guru pada mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang; (5) adakah hubungan yang signifikan antara technological pedagogical content knowledge (TPACK) dengan kemampuan pedagogical untuk menjadi guru pada mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang; dan (6) adakah signifikasi hubungan antara locus of control internal dan technological pedagogical content knowledge (TPACK) secara simultan dengan kemampuan pedagogical untuk menjadi guru pada mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional untuk mengetahui hubungan dari tiga variabel, yang terdiri dari dua variabel bebas (eksogen) dan satu variabel terikat (endogen). Variabel bebasnya adalah locus of control internal (X1), dan technological pedagogical content knowledge (X2), sedangkan variabel endogennya adalah kemampuan pedagogical untuk menjadi guru (Y). Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Kegiatan analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif, uji prasyarat analisis, dan uji hipotesis. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa S1 PTE sejumlah 135 responden. Teknik pengumpulan data mengunakan angket dan dokumentasi. Hasil data angket yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas dengan dokumentasi yang didapatkan dari nilai matakuliah kependidikan. Teknik analisis data menggunakan regresi linear dan regresi ganda. Dari hasil penelitian didapat persamaan regresi Y=14.524+0.070 X1 + 0.058 X2 dengan signifikansi sebesar 0.000 yang artinya terdapat efek positif dan signifikan antara X1, X2 terhadap Y secara simultan.
Penerapan Penilaian Portofolio Pembelajaran Guru SMKN 12 Malang di Kelas X Teknik Rekayasa Perangkat Lunak pada Mata Pelajaran Pemrograman Web. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Karimah, Isyatul. 2017. Penerapan Penilaian Portofolio Pembelajaran Guru SMKN 12 Malang di Kelas X Teknik Rekayasa Perangkat Lunak pada Mata Pelajaran Pemrograman Web. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Wahyu Sakti Gunawan Irianto, M.Kom, Pembimbing (II) I Made Wirawan, S.T, S.S.T, M.T Kata Kunci: portofolio, pembelajaran, guru, Pemrograman Web Pergantian kurikulum mempengaruhi proses kegiatan belajar mengajar guru dengan siswa, sehingga diperlukan dokumentasi kegiatan belajar mengajar. Tujuannya adalah untuk menerapkan penilaian portofolio dan untuk mendapatkan dokumentasi pembelajaran mulai dari perencanaan (plan), pelaksanaan (do), dan evaluasi (see) yang menganut prinsip Lesson Study serta untuk mendapatkan hasil belajar siswa dan mengetahui cara mengimplementasikan kompetensi guru. Metode yang digunakan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif model studi kasus untuk menyelidiki dan mendeskripsikan data secara naratif, natural, intensif, dan rinci. Alasan memilih metode ini karena bisa membahas dan mendeskripsikan data secara rinci serta kajian yang mendalam, sehingga mendapatkan rincian informasi dan gambaran hasil penelitian yang lengkap secara natural. Data diteliti dengan jenis penelitian grounded theory untuk mendapatkan kejenuhan data, melalui teknik penjaringan data snowball sampling dan mencari keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil yang diperoleh selama penelitian bahwa guru merencanakan pembelajaran dengan merancang RPP dari memahami silabus mata pelajaran Pemrograman Web merencanakan media pembelajaran. Melaksanakan pembelajaran di kelas/laboratorium, mengevaluasi pembelajaran di akhir pembelajaran melalui tugas, UTS, dan UAS untuk mendapatkan hasil belajar siswa. Mendapatkan gambaran pengimplementasian kompetensi guru diantaranya: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat proses kegiatan belajar mengajar yang harus disiapkan dan dilaksanakan, mengetahui hasil belajar siswa melalui ujian dan tatap muka, serta gambaran pengimplementasian kompetensi guru
Penerapan Pembelajaran POGIL (Process Oriented Guided Learning) Pada Mata Pelajaran Pemrograman Web Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dan Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa Kelas X RPL SMKN 12 Malang
Sari, Dila Fipta Wahyulis. 2017. Penerapan Pembelajaran POGIL (Process Oriented Guided Learning) Pada Mata Pelajaran Pemrograman Web Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis dan Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa Kelas X RPL SMKN 12 Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Penguji: Drs. Suwasono, M.T. Pembimbing (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd. (II) I Made Wirawan, S.T., M.T. Kata Kunci : POGIL, Berpikir Kritis, Pemahaman Konsep Berdasarkan hasil kolaborasi bersama guru mata pelajaran pemrograman web di SMKN 12 Malang permasalahan yang dihadapi adalah sebagian besar siswa masih kurang disiplin mengumpulkan tugas jika tidak ditegur guru dan siswa kelas X RPL 1 cenderung kurang aktif dan memiliki tingkat kemampuan berpikir kritis yang rendah. Ketika pengerjaan sebagian siswa hanya diam menunggu pekerjaan siswa lain. Perlu adanya pengembangan model pembelajaran yang melibatkan siswa aktif. Sehingga peneliti memiliki alternatif pengembangan model pembelajaran POGIL sebagai model pembelajaran yang akan dilakukan di kelas X RPL 1 SMKN 12 Malang. Pada model pembelajaran POGIL, siswa dituntut aktif dalam berdiskusi maupun individu, serta siswa dituntut untuk menguasai bahan pembelajaran. Selain itu, siswa dapat mengeksplor pemahaman konsep mereka dengan teman mereka. Pembelajaran tidak hanya menekankan pada kerjasama kelompok, namun pemahaman konsep dan berpikir kritis terhadap pemecahan masalah juga dipelajari dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Model penelitian yang digunakan adalah model spiral dari Kemmis- Mc Taggart (dalam Arikunto, 2013:87) berupa perangkat-perangkat atau untaian-untaian dengan satu perangkat terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi yang selanjutnya mungkin diikuti dengan siklus spiral berikutnya. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi. Subyek penelitian ini adalah seluruh kelas X RPL 1 tahun ajaran 2016/2017. Dalam data ini data yang diperoleh berupa berpikir kritis, pemahaman konsep dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran POGIL dapat meningkatkan berpikir kritis dan kemampuan pemahaman konsep serta hasil belajar siswa. Presentase pemahaman konsep siklus I sejumlah 83,5% pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 90,5%. Presentase berpikir kritis siklus I sejumlah 82,1 pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 90,2%. Hasil belajar ranah kognitif dari siklus I yaitu 78,1% menjadi 89,3 pada siklus II. Untuk hasil belajar ranah afektif dari siklus I yaitu 85,8% menjadi 91,0% pada siklus II. Sedangkan hasil belajar ranah psikomotorik dari siklus I yaitu 88,7%menjadi 93,2% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran POGIL pada mata pelajaran pemrograman web dapat meningkatkan berpikir kritis dan kemampuan pemahaman konsep serta hasil belajar siswa kelas X SMKN 12 Malang
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Kerja (Work Based Learning) dengan Menggunakan Modul Praktikum pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa Kelas X RPL 1 di SMKN 1 Banyuwangi.
ABSTRAK Andriani, Nur Eka. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Kerja (Work Based Learning) dengan Menggunakan Modul Praktikum pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa Kelas X RPL 1 di SMKN 1 Banyuwangi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd., (II) M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom Kata kunci : Model, Pembelajaran Berbasis Kerja, Kompetensi Berdasarkan hasil observasi dan kolaborasi mengajar pada kelas X RPL 1 di SMK Negeri 1 Banyuwangi diperoleh informasi bahwa dalam proses belajar mengajar terutama pada saat praktikum masih menggunakan metode pembelajaran konvensional sehingga praktikum berjalan kurang baik, yang mengakibatkan nilai peserta didik 70% masih dibawah KKM. Proses pembelajaran praktikum juga tidak terdapat acuan yaitu modul praktikum sehingga pada saat praktikum proses pembelajaran mengikuti instruksi dari guru padahal proses pembelajaran praktikum sangat berpengaruh pada kualitas kompetensi peserta didik. Salah satu model pembelajaran yang sesuai digunakan sebagai alternatif dalam membelajarkan materi Pemrograman Dasar adalah model pembelajaran khususnya praktikum yang berpusat kepada peserta didik. Pembelajaran berbasis kerja merupakan model pembelajaran berbentuk praktikum yang menekankan peningkatan kompetensi peserta didik yang akan berpengaruh pada kualitas kerjanya kelak. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart terdiri dari rencana, tindakan, observasi dan refleksi. Sampel penelitian ini adalah kelas X RPL 1 (33 peserta didik) dengan mata pelajaran Pemrograman Dasar. Dari perolehan data yang didapatkan, bahwa kompetensi ranah kognitif pada siklus I sebesar 30,3% dan pada siklus 2 meningkat menjadi 81,8%. Pada kompetensi ranah psikomotorik siklus I didapatkan sebesar 42,4% kemudian pada siklus II meningkat menjadi 100%. Pada kompetensi ranah afektif siklus I sebesar 60,6% kemudian pada siklus II meningkat menjadi 97%. Dengan keterlaksanaan penerapan model pembelajaran sebesar 90,7%. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kompetensi peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran berbasis kerja
Sistem Pendukung Keputusan Rekomendasi Praktek Kerja Industri (Prakerin) Menggunakan Metode Decision Tree di SMK Negeri 8 Malang.
ABSTRAK Hermawan, Reza Dwi. Sistem Pendukung Keputusan Rekomendasi Praktek Kerja Industri (Prakerin) Menggunakan Metode Decision Tree di SMK Negeri 8 Malang. Skripsi, Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom., (II) Dr. Eng. Anik Nur Handayani, S.T., M.T. Kata Kunci: Sistem Pendukung Keputusan, Decision Tree, Praktek Kerja Industri, Waterfall Sistem Pendukung Keputusan merupakan suatu sistem interaktif dimana sistem memiliki tujuan untuk menyediakan informasi, membimbing dan memberikan prediksi serta mengarahkan pengguna agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan baik. SMK Negeri 8 belum memiliki sistem yang mampu memberikan bantuan dalam pengambilan keputusan rekomendasi prakerin untuk siswanya. Tujuan dari pengembangan sistem pendukung keputusan ini adalah membantu siswa, ketua pokja praktek kerja industri di SMK Negeri 8 Malang dalam memberikan rekomendasi kategori lokasi prakerin yang tepat pada siswa-siswinya dalam pelaksanaan kegiatan prakerin. Model pengembangan yang digunakan di dalam pengembangan sistem pendukung keputusan ini adalah pengembangan waterfall. Model pengembangan ini dilakukan melalui 5 tahapan yaitu (1) Analisa dan Definisi Kebutuhan, (2) Perancangan Sistem dan Perangkat Lunak, (3) Implementasi dan Pengujian Unit, (4) Integrasi dan Pengujian Sistem, dan (5) Operasi dan Pemeliharaan. Metode pengujian yang digunakan adalah blackbox, yaitu dengan menguji fungsionalitas dari sistem yang dikembangkan. Berdasarkan hasil pengujian fungsionalitas oleh ahli sistem informasi, siswa, administrator, dan ketua pokja, mendapatkan persentase sebesar 100% untuk aspek fungsionalitas pada sistem. Sedangkan, klasifikasi yang dihasilkan dengan menggunakan metode decision tree menghasilkan persentase 89,23% pada pengujian data latih. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem pendukung keputusan rekomendasi prakerin siswa telah layak dan dapat digunakan di SMK Negeri 8 Malang dan rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi acuan pihak sekolah dalam menentukan kategori lokasi prakerin siswa yang seuai. Diharapkan dengan pengembangan sistem pendukung keputusan rekomendasi praktek kerja industri ini dapat bermanfaat bagi siswa dan pihak sekolah dalam hal ini administrator dan ketua pokja praktek kerja industri di SMK Negeri 8 Malang.
Hubungan antara Kompetensi Keahlian dan Kesesuaian Praktik Kerja Industri terhadap Kesiapan Memasuki Dunia Kerja pada Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Listrik di SMK Kabupaten Sidoarjo
ABSTRAK Widyasari, Winda Cahyaning. 2017. Hubungan Antara Kompetensi Keahlian dan Kesesuaian Praktik Kerja Industri Terhadap Kesiapan Memasuki Dunia Kerja Pada Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Listrik di SMK Kabupaten Sidoarjo. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Tri Atmadji S, M.Pd Kata Kunci: SMK, kompetensi keahlian, praktik industri, kesiapan kerjaSekolah Menengah Kejuruan (SMK) berorientasi untuk memasuki dunia industri. Peserta didik dibekali dengan berbagai macam kompetensi keahlian. Peserta didik tidak hanya belajar didalam sekolah, tetapi peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga diberikan kesempatan untuk mengenal industri secara langsung lewat program magang di industri atau yang sering disebut dengan Prakerin. Hal ini bertujuan agar kompetensi keahlian peserta didik yang diberikan sesuai dengan kurikulum yang digunakan dan juga sesuai dengan kebutuhan perusahaan atau industri. Penelitian ini merupakan penilitian deskriptif kuantitatif yang sifatnya korelasional. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui seberapa tinggi kompetensi keahlian, kesesuaian praktik kerja industri dan kesiapan memasuki dunia kerja pada peserta didik kelas XII program keahlian Teknik Listrik di SMK Kabupaten Sidoarjo. (2) Untuk mengetahui adakah hubungan yang signifikan antara kompetensi keahlian dengan kesiapan memasuki dunia kerja pada peserta didik kelas XII program keahlian Teknik Listrik di SMK Kabupaten Sidoarjo. (3) Untuk mengetahui adakah hubungan yang signifikan antara kesesuaian praktik industri dengan kesiapan memasuki dunia kerja pada peserta didik kelas XII program keahlian Teknik Listrik di SMK Kabupaten Sidoarjo.Populasi dari penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XII program keahlian Teknik Listrik di SMK Kabupaten Sidoarjo yang berjumlah 353 siswa. Sedangkan sampel yang diambil sebanyak 164 siswa. Variabel yang akan diteliti ada tiga yaitu kompetensi keahlian dan kesesuaian praktik kerja industri sebagai variabel bebas, sedangkan variabel kesiapan memasuki dunia kerja sebagai variabel terikat. Pengujian prasyarat analisis meliputi uji normalitas, uji linieritas, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi parsial untuk hipotesis pertama dan kedua serta uji regresi linier berganda untuk hipotesis ketiga. Hasil penelitian ini adalah (1) Terjadi hubungan yang signifikan antara kompetensi keahlian dengan kesiapan memasuki dunia kerja pada siswa kelas XII program keahlian Teknik Listrik di SMK Kabupaten Sidoarjo. (2) Terjadi hubungan yang signifikan antara kesesuaian praktik kerja industri dengan kesiapan memasuki dunia kerja pada siswa kelas XII program kahlian Teknik Listrik di SMK Kabupaten Sidoarjo. (3) Terjadi hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi keahlian dan kesesuaian praktik kerja industri terhadap kesiapan memasuki dunia kerja pada siswa kelas XII program keahlian Teknik Listrik di SMK Kabupaten Sidoarjo
Pengembangan Trainer Sistem Kendali Jarak Jauh Berbasis Internet of Things (IoT) Pada Mata Kuliah Sistem Kendali Jarak Jauh di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Wibowo, Fauzy Satrio. 2017. Pengembangan Trainer Sistem Kendali Jarak Jauh Berbasis Internet of Things (IoT) Pada Mata Kuliah Sistem Kendali Jarak Jauh di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Muladi, S.T., M.T. (2) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata kunci: Internet of Things (IoT), Sistem Kendali Jarak Jauh, Pengembangan Trainer Mata kuliah Sistem Kendali Jarak Jauh (NTEL 679) merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa S1 Teknik Elektro dengan Konsentrasi Elektronika. Salah satu materi yang harus dikuasai oleh mahasiswa adalah Internet of Things. Berdasarkan observasi dan wawancara yang telah dilakukan bersama Koordinator Laboratorium Teknik Elektro dan Ketua Bidang Keahlian (KBK) Sistem kontrol, perlu adanya trainer sistem kendali jarak pada Jurusan Teknik Elektro. Mata kuliah ini tergolong baru karena dilaksanakan pertama kali pada tahun ajaran 2016/2017, sehingga masih belum banyak media bantu pembelajaran pada mata kuliah tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu dikembangkan media trainer untuk membantu pembelajaran Sistem Kendali Jarak Jauh. Trainer ini dikembangkan menggunakan metode Sugiyono yang memiliki sepuluh tahap yaitu potensi masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi lanjutan produk, uji coba pemakaian, revisi produk akhir, dan final produk. Tingkat validitas produk akan dinilai oleh ahli materi dan ahli media, sedangkan tingkat kelayakan pada subjek uji coba akan dilakukan melalui uji kelompok kecil dan kelompok besar. Hasil dari pengembangan telah dinyatakan valid 95,83% oleh ahli materi dan telah dinyatakan valid 97,12% oleh ahli media. Pada pengujian terhadap subjek uji coba, media telah dinyatakan layak 91% oleh kelompok kecil dan telah dinyatakan layak 93% oleh kelompok besar. Berdasarkan nilai persentase tersebut, maka media yang dikembangkan dapat digunakan di mata kuliah Sistem Kendali Jarak Jauh, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang. ABSTRACT Wibowo, Fauzy Satrio. 2017. Developing Trainer of Remote Control System Based on Internet of Things for Remote Control Subject in Department of Electrical Engineering, Universitas Negeri Malang. Thesis, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Malang. Advisors: (1) Dr. Muladi, S.T., M.T. (2) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Keywords: Developing Trainer, Internet of Things, Remote Control System A Remote Control System Subject (NTEL 679) is a compulsory subject for undergraduate student of Electrical Engineering Program, Universitas Negeri Malang. In this subject, students have to study about the implementation of Internet of Things application. According to the interview with Electronics Competency Group Leader of Control System and the Head of Electrical Engineering Laboratorium, the results show that the learning module for Remote Control System Subject is still not available at the Electrical Engineering Program. Since, this subject is started for the first time at 2016/2017 academic year. Based on the problem explained, the aim of this research is to prepare the learning module for Remote Control Subject (NTEL 679). This research adapts the development model of Sugiyono method, which consists of 10 development stages, i.e., potential and problem, gathering informations, design product, validate the design, revision of design, product testing, revision of product, testing produk usage, final revision of product, and final product. The results of this research are trainer kit, jobsheets, and a manual book of Remote Control System Subject. These products were validated by material and media experts. The validation result from material expert was 95.83%, while the validation result from media expert was 97.12%. Furthermore, the feasibility of the products were collected from small and large groups. Here, the feasibility of small group implementation showed that the result was 91%, while that of large group was 93%. Considering the validation and feasilibity results, it can be concluded that the developed products were valid and feasible to be applied for Remote Control System Subject in Department of Electrical Engineering, Universitas Negeri Malang
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif Untuk Siswa Kelas XI SMK Pada Matapelajaran Instalasi Penerangan Listrik
ABSTRAK Media pembelajaran dapat diartikan sebagai manusia, materi ataukejadian yang membangunkondisi yang membuatsiswamampumemperolehpengetahuan, keterampilanatausikap.Media digunakan dalam proses pembelajaran agar pembelajaran bisa lebih terfokus dan materi bisa tersampaikan dengan baik kepada siswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan Waka Kurikulum SMKN 6 Malang, bapak Agung Priyadi dan Kepala Jurusan Ketenagalistrikan, Bapak Sugianto. Pembelajaran telah berlangsung dengan lancar, tetapi terdapat beberapa permasalahan yang membuat hasil pembelajaran kurang optimal. Permasalahan yang ditemukan seperti: (1) Adanya materi pembelajaran yang kurang lengkap atau tidak disajikan oleh guru; (2) Kurangnya ketersediaan alat-alat atau media pembelajaran yang ada di kelas teori; dan (3) Perlunya pengalaman belajar berupa video tutorial kepada siswa sebelum melakukan praktikum. Dari permasalahan-permasalaha tersebut, peneliti bermaksud mengembangkan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada matapelajaran Instalasi Penerangan Listrik.Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Terdapat 5 langkah dalam model pengembangan ini yaitu: (1) Analysis, (2) Design, (3) Develop, (4) Implement, (5) Evaluate. Hasil penelitian ini adalah media pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada matapelajaran Instalasi Penerangan Listrik. Media pembelajaran ini memiliki ekstensi “.exe” sehingga mudah dalam pengoperasiannya. Untuk mengukur kelayakan media pembelajaran ini dilakukan uji validitas dan uji produk. Hasil dari analisa uji kelayakan berupa data dengan persentase uji validasi ahli media 84,2%, uji validasi ahli materi 88,33%, ujicoba perorangan 85,42%, ujicoba kelompok kecil 81,79% dan ujicoba kelompok besar 82,74%. Dari hasil tersebut, media pembelajaran sudah memenuhi kriteria sangat layak dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran