SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
Perbedaan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Problem Based Learning dan Direct Instruction pada Matapelajaran Jaringan Dasar Kelas X di SMK Negeri 6 Malang
ABSTRAK Andani, Agnes. 2017. Perbedaan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Problem Based Learning dan Direct Instruction pada Matapelajaran Jaringan Dasar Kelas X di SMK Negeri 6 Malang. Skripsi, Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T. (II) Dr. Hary Suswanto, M.T. Kata kunci: Problem Based Learning, Direct Instruction, Motivasi, Hasil Belajar, Jaringan Dasar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SMK Negeri 6 Malang pada kelas X matapelajaran Jaringan Dasar adalah sebagai berikut: (1) Pembelajaran Jaringan Dasar diajarkan menggunakan model pembelajaran kovensional (Direct Instruction), (2) Hasil belajar siswa masih tergolong rendah kurang dari 75 KKM yang ditetapkan oleh sekolah, (3) Kurangnya pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Hal ini disebabkan guru belum menggunakan model pembelajaran yang tepat dan membuat proses pembelajaran cukup membosankan, (4) menurunya motivasi belajar. Untuk itu agar dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar dan tercapainya tujuan pembelajaran dalam matapelajaran Jaringan Dasar, perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui adanya perbedaan yang signifikan berupa hasil belajar pretest dan posttest pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning, (2) mengetahui adanya perbedaan yang signifikan berupa hasil belajar posttest pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran Direct Instruction, (3) mengetahui adanya perbedaan yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dan model pembelajaran Direct Instruction. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Uji-t dan uji Anava. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan hasil pretest dan posttest yang signifikan pada model pembelajaran Problem Based Learning yang dibuktikan dengan nilai rata-rata pretest 61,00 dan posttest 86,64 dengan nilai sig < 0,05 yaitu 0,000. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya pengaruh model pembelajaran Direct Instruction yang dibuktikan dengan nilai rata-rata pretest 57,55 dan nilai rata-rata posttest 73,47. Hal ini dibuktikan dengan nilai sig < 0,05, yaitu 0,000. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning efisien dan efektif untuk diterapkan pada matapelajaran Jaringan Dasar di SMK Negeri 6 Malang
Studi Manajemen Laboratorium Teknik Elektronika di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Dahana, Arga. 2017. Studi Manajemen Laboratorium Teknik Elektronika di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Tri Atmadji Sutikno. M.Pd., (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T, M.Pd. Kata Kunci: Studi, Manajemen Laboratorium, Teknik Elektronika. Studi manajemen laboratorium merupakan kegiatan yang sesuai dengan SNI ISO/IEC 17025:2008 nomor 4.10 yang menyatakan bahwa, laboratorium harus meningkatkan efektivitas sistem manajemen secara berkelanjutan melalui penggunaan kebijakan mutu, sasaran mutu, hasil audit, analisis data, tindakan perbaikan dan pencegahan serta kaji ulang manajemen. Salah satu unsur dalam manajemen laboratorium menurut PERMENPAN 2010 Nomor 003 Bab IV Pasal 6 yaitu pengelolaan laboratorium yang meliputi perancangan kegiatan laboratorium, pengoperasian peralatan dan penggunaan bahan, pemeliharaan/perawatan peralatan dan bahan, pengevaluasian sistem kerja laboratorium, dan pengembangan kegiatan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahui kelayakan tata ruang dan infrastruktur di laboratorium Teknik Elektronika Universitas Negeri Malang; (2) Untuk mengetahui tata cara pemeliharaan di laboratorium Teknik Elektronika Universitas Negeri Malang; (3) Untuk mengetahui tata cara pengadaan peralatan dan bahan praktik di laboratorium Teknik Elektronika Universitas Negeri Malang;(4) Untuk mengetahui mekanisme peminjaman dan pengembalian peralatan dan bahan praktik di laboratorium Teknik Elektronika Universitas Negeri Malang; dan (5) Untuk mengetahui tata tertib dan K3 di laboratorium Teknik Elektronika Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang terfokus pada satu lokasi yaitu Laboratorium Elektronika Universitas Negeri Malang. Laboratorium elektronika meliputi: (1) laboratorium mikroprosesor, (2) laboratorium digital, (3) laboratorium elektronika, (4) laboratorium PKDSE, (5) laboratorium sistem kendali, dan (6) laboratorium robotik. Teknik pengumpulan data berupa angket dan observasi. Populasi yang digunakan oleh peneliti adalah Mahasiswa angkatan 2015 dan 2016 jurusan Teknik Elektro dan Pendidikan Teknik Elektro, kepala laboratorium, koordinator laboratorium, dan laboran. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan: (1) Kelayakan tata ruang dan infrastruktur (44,5%) optimal, (2) Tata cara pemeliharaan laboratorium (59,34%) optimal, (3) Tata cara pengadaan peralatan dan bahan (48,9%) optimal, (4) Mekanisme peminjaman dan pengembalian peralatan dan bahan praktik (64,84%) kurang optimal, (5) Tata tertib dan K3 laboratorium (46,70%) optimal. Abstract Dahana, Arga. 2017. Study of Electronics Engineering Laboratory Management at Faculty of Engineering State University of Malang. Research, Departement of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisor: (I) Dr. Tri Atmadji Sutikno. M.Pd., (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T, M.Pd. Keywords: Study, laboratory management, electronics engineering. Study of laboratory management is an activity in accordance with SNI ISO/IEC 17025:2008 number 4.10 which states that, laboratory should improve the effectiveness of management system in a suistainable manner through the use of quality policy, quality objectives, audit results, data analysis, corrective and preventive measures and management review. One element in laboratory management by PERMENPAN 2010 number 003 chapter IV section 6 is management laboratory covering the design of laboratory activities, the operation of equipment and material use, maintenance/treatment of equipment and materials, the evaluation of laboratory work systems, and the development of laboratory activities. The research aims to: (1) to know the appropriateness of layout and infrastructure in the laboratory of Electronics Engineering State University of Malang, (2) to know the maintenance procedures in the laboratory of Electronics Engineering State University of Malang, (3) to know the procedure of equipment and materials practice procurement in the laboratory of Electronics Engineering State University of Malang, (4) to know the mechanism of borrowing and returning equipment and materials practice procurement in the laboratory of Electronics Engineering State University of Malang, (5) to know the regulation and K3 (occupational health and safety) in the laboratory of Electronics Engineering State University of Malang. This research uses descriptive research type with quantitative approach which focused on one location that is Electronics Laboratory State University of Malang. Electronics laboratory include: (1) microprocessor laboratories, (2) digital laboratories, (3) electronics laboratories, (4) PKDSE laboratories, (5) control system laboratories, and (6) robotic laboratories. Data collection techniques are questionnaire and observation. The population used by researcher are college students of class degree 2015 and 2016 majoring in Electrical Engineering and Electrical Engineering Education, head of laboratory, laboratory coordinator, and laboran. Based on the result of the research, it can be concluded: (1) the appropriateness of layout and infrastructure (44,5%) optimal, (2) the maintenance procedures in the laboratory (59,34%) optimal, (3) the procedure of procurement of equipment and materials practice (48,9%) optimal, (4) the mechanism of borrowing and returning equipment and materials practice (64,84%) less optimal, and (5) the discipline and health and safety work in the laboratory (46,70%) optimal
HUBUNGAN SOCIAL SUPPORT DAN SELF-REGULATION TERHADAP PERSEPSI KARIR KEGURUAN MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Purnomo, Sigit. 2017. Hubungan Social Support dan Self-Regulation Terhadap Persepsi Karir Keguruan Mahasiwa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd., (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata kunci: Persepsi Karir Keguruan, Social Support, Self-RegulationPersepsi karir keguruan merupakan hasil dari rangkaian proses yang berlangsung lama berdasarkan pengalaman, pengamatan, kebiasaan, pola pikir dan perasaan bagi seseorang. Terbentuknya persepsi dipengaruhi adanya stimulus dari luar individu berupa social support dari orang-orang terdekat yang mampu memberikan kenyamanan dan rasa percaya diri untuk merencanakan karir. Dan juga adanya stimulus dari dalam individu berupa self-regulation yang ketat untuk melakukan kontrol terhadap pikiran, perasaan, keinginan, dan kinerja untuk mencapai suatu tujuan dan cita-cita. Adanya social support dan self-regulation diharapkan mampu membentuk persepsi yang positif terhadap karir keguruan.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan persepsi karir keguruan mahasiswa; (2) mendeskripsikan social support mahasiswa; (3) mendeskripsikan self-regulation mahasiswa; (4) mengetahui signifikansi hubungan antara social support dengan persepsi karir keguruan mahasiswa; (5) mengetahui signifikansi hubungan antara self-regulation dengan persepsi karir keguruan mahasiswa; dan (6) mengetahui signifikansi hubungan secara simultan antara social support dan self-regulation dengan persepsi karir keguruan mahasiswa.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian ex-postfacto dengan jenis causal comparative. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika Angkatan 2014 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang dengan jumlah sampel sebanyak 135 mahasiswa. Untuk mengukur social support, self-regulation dan persepsi karir keguruan menggunakan angket tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi parsial dan regresi ganda. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS IBM SPSS Statistic v22. Hasil dari penelitian yaitu: (1) persepsi karir keguruan berada dalam katagori sangat tinggi yaitu 82,34%; (2) social support berada dalam kategori tinggi yaitu 78,30%; (3) self-regulation berada dalam kategori tinggi yaitu 75,34%; (4) ada hubungan positif dan signifikan antara social support dengan persepsi karir keguruan; (5) ada hubungan positif dan signifikan antara self-regulation dengan persepsi karir keguruan; dan (6) ada hubungan positif dan signifikan antara social support dan self-regulation dengan persepsi karir keguruan. Selain itu, dapat diketahui bahwa sumbangan yang diberikan variabel social support terhadap persepsi karir keguruan dengan sebesar 8,73522%, dan variabel self-regulation sebesar 14,66478%, serta sisanya sebesar 76,6% dipengaruhi faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL INTERAKTIF BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK SEBAGAI BAHAN AJAR MATERI JARINGAN DASAR PADA SISWA KELAS X MULTIMEDIA SMK NEGERI 1 TUBAN.
ABSTRAK Kata Kunci :Modul Digital, Mobile, Jaringan Dasar, SaintifikJaringan Dasar adalah salah satu mata pelajaran wajib dasar program keahlian Teknik Komputer dan Informatika (TKI). Pada SMK Negeri 1 Tuban modul yang digunakan masih berupa modul dari pusat yang hanya mendukung teks dan gambar, sehingga mengharuskan siswa mencari sendiri materi tambahan dari sumber lain seperti internet. Dengan demikian modul yang dipakai kurang menarik dan monoton. Di kelas X Multimedia SMK Negeri 1 Tuban persentase, bahwa siswa menyatakan kesulitan dalam mempelajari materi Jaringan Dasar dari modul yang disediakan adalah 65%. Kuesioner yang telah disebarkan kepada siswa kelas X-MM SMKN 1 Tuban juga menyatakan, bahwa semua siswa X-MM SMKN 1 Tuban telah menggunakan smartphone dan 91% siswa menggunakan smartphone dengan Operating System Android.Berdasarkan permasalahan yang terjadi, maka dikembangkan suatu modul yang tidak hanya berisi teks dan gambar saja, namun juga memanfaatkan multimedi lain seperti audio, video dan kuis yang interaktif dengan memanfaatkan smartphonebersistem operasi Android, sehingga mampu menarik perhatian peserta didik untuk secara aktif mempelajari materi Jaringan Dasar. Modul digital interaktif tersebut mampu membantu guru dan siswa untuk lebih mudah mempelajari materi jaringan dasar. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Tuban. Modul digital interaktif ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan alternatif siswa sebagai sumber belajar dan memudahkan siswa dalam mempelajari materi Jaringan Dasar.Model pengembangan modul digital interaktif ini mengadaptasi model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu: (1) analisis kebutuhan media pembelajaran, (2) desain modul digital interaktif, (3) pengembangan modul digital interaktif, (4) implementasi modul digital interaktif, (5) evaluasi. Dalam pengujian sistem menggunakan metode pengujian Black-Box. Metode ini akan meningkatkan kualitas dan validitas semua fungsi perangkat lunak sesuai dengan kebutuhan fungsionalitas yang telah didefinisikan. Perolelahan skor persentase dari empat tahap uji coba yang telah dilakukan diantaranya: (1) 99% untuk uji ahli materi, (2) 98% untuk uji ahli media, (3) 89% untuk uji perorangan, (4) 88% untuk kelompok kecil, dan (5) 92% untuk uji kelompok besar. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan, bahwa modul digital interaktif jaringan dasar yang telah dikembangkan dinyatakan valid dan layak untuk diterapkan sebagai alternatif media penyampaian materi pembelajaran kepada siswa.
Hubungan Perilaku Praktikum dan Relevansi Tempat Prakerin dengan Kesiapan Kerja pada Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK se - Kabupaten Tulungagung
ABSTRAK Firazza, Frengky Irdian. 2017. Hubungan Perilaku Praktikum dan Relevansi Tempat Prakerin dengan Kesiapan Kerja pada Program Keahlian Teknik Istalasi Tenaga Listrik Di SMK se-Kabupaten Tulungagung. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Setiadi C.P, M. Pd., MT, (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T. Kata Kunci: Perilaku Praktikum, Relevansi Tempat Prakerin, Kesiapan KerjaTujuan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah mencetak lulusan yang siap bekerja terampil. Perilaku Praktikum menggambarkan adanya tindakan yang nantinya kebiasaan perilaku tersebut akan diimplementasikan secara langsung pada dunia kerja. Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) merupakan fasilitas sekolah yang membantu peserta didik untuk menambah wawasan dan pengalaman pada dunia kerja.Tujuan penelitian ini untuk: (1) mengetahui kesiapan kerja siswa program keahlian TITL di SMK, (2) mengetahui tingkat perilaku praktikum pada siswa program keahlian TITL di SMK, (3) mengetahui tingkat relevansi tempat prakerin pada siswa program keahlian TITL SMK, (4) mengetahui signifikansi hubungan antara (X1) dengan Y pada program keahlian TITL, (5) mengetahui signifikansi hubungan antara X2 dengan (Y) pada program keahlian TITL, dan (6) mengetahui signifikansi hubungan secara simultan antara (X1) dan (X2) dengan (Y) pada program keahlian TITL di SMK se- Kabupaten Tulungagung.Penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional menggunakan metode Ex Post Facto. Responden penelitian siswa SMK kelas XI Jurusan TITL di Kabupaten Tulungagung. Pengumpulan data masing-masing variabel menggunakan kuesioner. Nilai reliabilitas kuesioner variabel X1 sebesar 0,737, variabel X2 sebesar 0,891, dan varibel Y sebesar 0,903. Untuk mengungkap hubungan X1 dengan Y dan hubungan X2 dengan Y menggunakan analisis korelasi parsial. Sedangkan untuk mengungkap hubungan X1 dan X2 secara simultan dengan Y menggunakan analisis regresi linear ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan positif dan signifikansi antara (X1) dan (Y), dengan koefisien korelasi rx1y = 0,479; (2) terdapat hubungan positif dan signifikansi antara (X2) dan (Y), dengan koefisien korelasi rx2y = 0,268; (3) terdapat hubungan positif dan signifikansi antara (X1) dan (X2) secara simultan dengan (Y), dengan nilai r = 0,604 dan nilai F = 39,362. Sumbangan efektif variabel (X1) = 47,81% dan (X2) = 52,19%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) terdapat hubungan positif dan signifikansi antara (X1) dengan (Y); (2) terdapat hubungan positif dan signifikansi antara (X2) dengan (Y); (3) terdapat hubungan positif dan signifikansi antara (X1) dan (X2) secara simultan dengan Y
Pengembangan Modul Ajar Cetak Mata Pelajaran Memahami Dasar dan Pengukuran Komponen Elektronika (MDPKE) Bermuatan Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Siswa Kelas X Program Keahlian TITL di SMKN 2 Kota Probolinggo
ABSTRAK Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) merupakan salah satu program keahlian yang terdapat di SMKN 2 Kota Probolinggo. Pada Kelas X mata pelajaran dasar program keahlian yang harus dikuasai salah satunya yaitu Dasar Pengukuran Listrik (DPL). Dasar Pengukuran Listrik dibagi menjadi beberapa sub bahasan materi, salah satunya yaitu Memahami Dasar dan Pengukuran Komponen Elektronika (MDPKE).Dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran MDPKE, pembelajaran masih berpusat pada guru. Sehingga kurang efektif untuk pembelajaran pada Kurikulum 2013. Namun pada mata pelajaran MDPKE masih ada kendala dalam proses pembelajaran yaitu kurangnya sumber belajar, sedangkan potensi di sekolah alat dan bahan untuk praktikum tersedia. Hal ini merupakan media untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam bidang kelistrikan. Oleh karena itu, perlu disusun bahan ajar mata pelajaran MDPKE berdasarkan Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik bermuatan Contextual Teaching and Learning untuk siswa Kelas X Program Keahlian TITL di SMKN 2 Kota Probolinggo yang dapat membantu siswa dalam belajar mandiri.Model pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan Sadiman. Langkah-langkah pokok penelitian pengembangan yang akan menghasilkan produk, yaitu: (1) menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) merumuskan tujuan instruksional pembelajaran, (3) merumuskan butir-butir materi, (4) menyusun instrumen penilaian; (5) menulis naskah media; (6) validasi ahli dan revisi; (7) uji coba dan revisi; (8) produk ahir. Produk divalidasi oleh ahli materi, ahli media dan diuji coba kepada siswa. Hasil validasi dan uji coba tersebut meliputi: 1) Ahli materi I, menyatakan materi modul MDPKE valid dan layak digunakan sebagai bahan ajar, 2) Ahli materi II, menyatakan materi modul MDPKE valid dan layak digunakan sebagai bahan ajar, 3) Ahli media, menyatakan media dalam modul MDPKE valid dan layak digunakan sebagai bahan ajar, dan 4) Hasil uji coba kepada siswa dalam kelas besar menunjukkan bahwa modul MDPKE yang divalidasi sudah valid dan layak digunakan dalam kelas besar
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Web dengan Model Drill and Practice pada Mata Pelajaran Pemrograman Web Kelas X Program Keahlian Multimedia SMK Negeri 11 Malang
ABSTRAK Kata Kunci: Pengembangan, Media Berbasis Web, Pemrograman Web, Drill and PracticeMata Pelajaran Pemrograman Web merupakan mata pelajaran yang wajib diampu oleh siswa SMK khususnya pada Program Keahlian Multimedia.Permasalahan yang diperoleh dari kegiatan observasi di SMKN 11 Malang adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap Mata Pelajaran Pemrograman Web khususnya kelas X Program Keahlian Multimedia.Model Pembelajaran yang digunakan oleh guru pengajar adalah metode ceramah dari guru kepada siswa. Metode ceramah merupakan salah satu bentuk dari metode pembelajaran Konvensional. Pada saat praktikum berlangsung, guru menggunakan ceramah untuk menjelaskan materi pokok pembelajaran, setelah itu memberikan instruksi kepada siswa untuk mengerjakan soal latihan praktikum. Melalui Pengamatan pada saat praktikum terdapat 82% siswa menyatakan kurang paham terhadap Mata Pelajaran Pemrograman Web dikarenakan latihan praktikum sangat sulit untuk dipahami oleh siswa.Berdasarkan masalah yang tertera diatas, maka dikembangkan Media Pembelajaran berupa bahan ajar berbasis webdengan konten latihan bertahap di dalamnya, yang dirancang sesuai dengan Model Pembelajaran Drill and Practice.Melalui latihan tersebut akan menanamkan kebiasaan siswa dalam menyelesaikan masalah yang lebih kompleks, sehingga dengan latihan bertahap, diharapkan siswa dengan tingkat pemahaman rendah juga dapat memahami materi pokok dengan baik. Bahan ajar berbasis website dikembangkan dengan menggunakan Model Pengembangan Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate (ADDIE), yang dikembangkan oleh Dick and Carrey (1996). Hasil yang diperoleh dari pengembangan dan penelitian bahan ajar berbasis web ini adalah, Ahli Media diperoleh persetase sebanyak 86%,Ahli Materi diperoleh persetase sebanyak 82.5%, Uji Coba Kelompok Kecil sebanyak 88.9%, Uji Coba Kelompok Besar sebanyak 88.9%. dengan demikian berdasarkan kriteria yang ditetapkan, jika rentangan persentase rata-rata sebesar 70.01%-100% seperti , maka seluruh uji coba dinyatakan valid dan dapat di terapkan pada Pembelajaran Pemrograman Web Kelas X Program Keahlian Multimedi
Pengembangan Trainer Sistem Komunikasi Robot Humanoid Soccer Sebagai Media Pembelajaran Pada Matakuliah Robotika II di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Anam, Khoirul. 2017. Pengembangan Trainer Sistem Komunikasi Robot Humanoid Soccer Sebagai Media Pembelajaran Pada Matakuliah Robotika II di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Eng.Siti Sendari, S.T.,M.T. (2) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata Kunci: Trainer, Robot HumanoidSoccer, Komunikasi Robot, Robotika II. Matakuliah Robotika II merupakan matakuliah yang baru diterapkan pada tahun 2017 untuk Program Studi S1 Teknik Elektro. Berdasarkan dari hasil wawancara, dinyatakan bahwa pengembangan untuk media pembelajaran pada matakuliah Robotika perlu dilakukan, khususnya persiapan untuk matakuliah Robotika II. Tujuan dari mata kuliah Robotika II adalah: membekali mahasiswa dengan berbagai kemampuan dalam merancang dan membuat sistem robot dengan derajat kebebasan (DOF) tinggi melalui pemahaman akan konsep dari sub-sistem penyusunnya. Berdasarkan dari tujuan dari matakuliah Robotika II, maka Robot Humanoid Soccer merupakan salah satu robot yang mempunyai derajat kebebasan (Degree Of Freedom) tinggi. Berdasarkan hasil observasi pengembangan terkait komunikasi pada robot humanoid soccer masih belum dilakukan. Pengembangan trainer komunikasi pada robot humanoid soccer perlu dilakukan karena mengingat pentingnya komunikasi tersebut untuk sistem kendali robot. Berdasarkan permasalahan yang dipaparkan pada latar belakang diatas, solusi yang dapat dilakukan untuk menambah dan memperkaya media pembelajaran Matakuliah Robotika II adalah dengan mengembangkan media pembelajarannya. Prosedur penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah menggunakan model pengembangan Sugiyono. Langkah-langkah dalam pengembangan, yaitu: Potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, produksi masal. Untuk menilai seberapa valid produk yang dikembangkan maka, produk akan dinilai oleh ahli materi dan ahli media. Sedangkan untuk uji kelayakan produk dilakukan oleh mahasiswa program studi S1 Teknik Elektro 2014 keahlian sistem kendali. Uji kelayakan dibagi menjadi uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Dari hasil pengembangan dinyatakan bahwa produk dinyatakan valid oleh ahli materi dengan nilai 95.83%, kemudian produk juga dinyatakan valid oleh ahli media dengan hasil nilai 96.88%. Pada pengujian terhadap subjek uji coba, media telah dinyatakan layak 91.96% pada uji coba produk dan telah dinyatakan layak 90.60% pada uji pemakaian. Berdasarkan nilai persentase tersebut, maka media yang dikembangkan dapat digunakan di mata kuliah Robotika II, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang. ABSTRACT Anam, Khoirul. 2017. Development of Communication System Trainer on Humanoid Soccer Robot as Learning Media for Robotics II Course at the Department of Electrical Engineeringof Malang State University. Thesis, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Counselor: (1) Dr. Eng. SitiSendari, S.T., M.T. (2) HeruWahyuHerwanto, S.T., M.Kom. Keywords: Trainer, Humanoid Soccer Robot, Robot Communications, Robotics II. The robotics II is a new course applied in 2017 for Electrical Engineering undergraduate(S1) Program. Based on the results of interviews, it is stated that the development of learning media in the Robotics course needs to be done, especially to prepare the Robotics II course. The objective of Robotics II course is to train students with various capabilities in designing and creating robotic systems. It is robotic system with high degrees of freedom (DOF) through understanding the concepts of their sub-systems. Based on the objectives of the Robotics II course, the Robot Humanoid Soccer is one of the robots that have high DOF. Here, thelecturing media of communication on humanoid robot have not beenavailable. It is needed, because of the importance of the robot control system implementation. Based on the problems which occured,the solution is develop the learning media for Robotics II course. This research is adopt the Sugiyono development method, which consists of steps: potency and problem, data collection, product design, validation design, revision design, product test, product revision, usage test, product revision, mass production. The productswere assessed by material and media experts. Here, the product feasibility test has been observed to student of S1 Electrical Engineering 2014 program of control system expertise. The feasibility test is divided into products test and usage test. The development results show that the product was declared valid by the material expert with the value of 95.83%, then the product is also declared valid by the media expert with the value of 96.88%. Furthermore, the feasibility result from product test was 91.96%, while the result from usage test was 90.60%. Based on these results from feasibility test, the learning media was consiclered as feasible to be applied for the course of Robotics II, at the Department of Electrical Engineering, State University of Malang
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) dan Group Investigation (GI) Berbantuan Media Belajar Mobile Learning Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Pemrograman Web Kelas X MM di SMK Negeri 10 Malang
ABSTRAK Andini Putri L, Rizka. 2017. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) dan Group Investigation (GI) Berbantuan Media Belajar Mobile Learning Terhadap Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Pemrograman Web Kelas X MM di SMK Negeri 10 Malang . Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd., (II) M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom. Kata kunci: Model Pembelajaran, Problem Based Instruction, Group Investigation, Mobile Learning, Hasil Belajar Proses pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas belajar yang dilakukan oleh dua orang atau lebih sehingga terjadi suatu interaksi yang saling memberikan umpan balik. Untuk melakukan proses pembelajaran, guru harus aktif dan cerdas dalam pemilihan model pembelajaran di dalam kelas. Pemilihan model pembelajaran yang sesuai akan berdampak pada hasil belajar siswa. Model pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas belajar siswa harus melibatkan siswa secara aktif ikut andil dalam proses pembelajaran, diantaranya adalah penerapan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) dan model pembelajaran Group Investigation (GI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang menerapkan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) dan Group Investigation (GI). Penelitian ini, menerapkan model pembelajaran yang dilakukan pada siswa kelas X jurusan Multimedia di SMKN 10 Malang pada mata pelajaran Pemrograman Web dengan berbantuan media belajar berbasis mobile learning. Bentuk penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah Quasi Experimental Research atau penelitian semu dengan menggunakan metode penelitian antara lain uji coba instrumen, uji prasyarat analisis, dan uji hipotesis. Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini antara lain adalah hasil nilai rata-rata ranah kognitif siswa kelas PBI dan kelas GI mempunyai daya beda sebesar 6,11 dengan perolehan nilai kelas PBI lebih tinggi dibandingkan dengan kelas GI. Hasil nilai rata-rata ranah afektif siswa mempunyai daya beda sebesar 7,2 dengan perolehan nilai kelas GI lebih tinggi dibandingkan dengan kelas PBI. Hasil nilai rata-rata ranah psikomotorik siswa kelas PBI dan kelas GI mempunyai daya beda sebesar 0,22 dengan perolehan nilai antara kelas PBI dan kelas GI hampir sama. Hasil hipotesis dari penerapan kedua model pembelajaran PBI dan GI menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar ranah kognitif siswa yang signifikan antara kelas yang menerapkan model pembelajaran PBI dan GI dengan perbedaan nilai 80,37 dan 74,26
PengembanganBahan Ajar Algoritma dan Struktur Data (PTIN610) Berbasis Competitive Programming
ABSTRAK Umam, Iswanul. 2017. PengembanganBahan Ajar Algoritma dan Struktur Data (PTIN610) Berbasis Competitive Programming. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik ElektroFakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing (1) Aji Prasetya Wibawa, S.T., M.M.T., Ph.D. (2) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. Kata Kunci: pengembangan, bahan ajar, modul, algoritma dan struktur data, competitive programming. Pembelajaran mata kuliah Algoritma dan Struktur Data membutuhkan kemampuan berfikir logis untuk memecahkan masalah pemrograman. Berdasarkan angket kuisioner yang telahdiisi 62 mahasiswa Teknik ElektroUniversitasNegeri Malang, diketahui 56.5% mahasiswa mengalami kesulitan menyusun logika programdanlogika memecahkanmasalah. Hal ini berdampak pada waktu yang dibutuhkan menyelesaikan masalah tersebut. Competitive programming adalah menyelesaikan secepat mungkin permasalahan pemrogramanyang telah didefinisikan dengan menulis program komputer. Prosedur pemecahan masalah tersebut yaitu: (1) quick identify problem type; (2) do algorithm analysis; dan (3) implementasi yang memperhatikanalokasiwaktu setiap tahap. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar Algoritma dan Struktur Data berbasis competitive programming yang valid dan melakukan uji kelayakan bahan ajar tersebut. Jenis penelitian ini adalah research and development (R&D). Model R&D yang digunakan adalah Borg & Gall. Borg & Gall memiliki 10 tahapan penelitian yaitu: (1) penelitian dan pengumpulan informasi; (2) perencanaan; (3) pengembangan bentuk awal produk; (4) uji lapangan awal; (5) revisi produk utama; (6) uji lapangan utama; (7) revisi produk operasional; (8) uji lapangan operasional; (9) revisi produk akhir; (10) diseminasi dan implementasi. Subjek coba dalam penelitian ini adalah dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Analisis validitas dan kelayakan bahan ajar menggunakan kriteria yang telah ditentukan oleh Akbar. Hasilpengembangan dihasilkan bahan ajar berupa modulAlgoritmadanStruktur Data berbasiscompetitive programming.Modul memperoleh persentase validitas sebesar 95%,memperoleh persentase kelayakan sebesar 88,9% dan 87,6% hasil dari uji lapangan utama danuji lapangan operasional. Berdasarkan hasil uji coba diketahui bahan ajaryang dikembangkan mendapat kriteria validitas dengan kategori “sangat valid”, artinya dapat digunakan tanpa revisi. Bahan ajar juga mendapat kriteria kelayakan dengan kategori “sangat layak”, artinya dapat digunakan tanpa revisi. ABSTRACT Umam, Iswanul. 2017.Development of Teaching Material For Algorithm and Data Structure Course Based On Competitive Programming.Skripsi, S1 Informatics Engineering Education, Department of Electrical EngineeringFaculty of EngineeringState University of Malang, Preceptor (1) Aji Prasetya Wibawa, S.T., M.M.T., Ph.D. (2) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. Keywords: teaching materials, modules, algorithms and data structures, competitive programming. Studying algorithms and data structures requires logical thinking to solve a programming problem. Based questionnaire are filled by 62 students Department of Electrical Engineering State University of Malang, 56,5% students get difficulties in compose program logic and problem solving skill.This problemhave an impact on the length of time to solving the problem.Competitive programming is solve as quickly as possible well-known computer science problems that has defined by writing a computer program.Procedures in problem solving are: (1) quick identify problem type; (2) do algorithm analysis; (3) implementation which have time allocation for each steps. The purpose of this research is produces teaching material based on competitive programming for the course Algorithm and Data Structure are valid and testing the feasibility of the teaching material. The type of this research is a research and development (R&D), R&D method used in the research is Borg & Gall. Borg & Gall has 10 phases: (1) research and information collecting; (2) planning; (3) development preliminary form of product; (4) preliminary field testing; (5) main product revision; (6) main field testing; (7) operational product revision; (8) operational field testing; (9) final product revision; (10) dissemination and implementaion. Subject test in this research are lectures and students Department Electrical Engineering Faculty of Engineering State University of Malang. Types of data used in this research are qualitative data and quantitative data. Analysis of the validity and the feasibility of teaching material using criteria that have been determined by Akbar. The result of development produces teaching material type of module Algorithm and Data Structure base on competitive programming. Module obtained percentage validity 95%, obtained percentage feasibility 88.9%and 87.6% result from main field testing and operational field testing. Based on result of testing phases knownteaching material got validity criteria with category “very valid”, meaning that product can be use without revision. The product also got feasibility with category “vary feasible”, meaning that product can be use without revision