SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    Penerapan Model Project Based Learning (PjBL pada Pemrograman Dasar Turbo Pascal untuk Meningkatkan Aktifitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas X Bidang Multimedia di SMK Negeri 1Trenggalek

    No full text
    ABSTRAK Ristanti, Andry Ardian. 2016.Penerapan Model Project Based Learning (PjBL pada Pemrograman Dasar Turbo Pascal untuk Meningkatkan Aktifitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas X Bidang Multimedia di SMK Negeri 1Trenggalek. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmantara, M.Pd., (II)  Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata Kunci :PjBL, Aktifitas, Hasil Belajar, Turbo PascalPjBL atau Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan  model pembelajaran  yang memberikan  kesempatan  kepada guru untuk mengelola pembelajaran di kelas dengan melibatkan  kerja proyek. Melalui pembelajaran kerja proyek, kreativitas dan  motivasi siswa akan  meningkat. Penerapan model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) diharapkan  mampu  meningkatkan  aktifitas dan hasil belajar siswa. Melalui  pembelajaran berbasis proyek siswa dilatih untuk mampu  mengkonstruk pengetahuan dan keterampilannya secara personal. Selain itu, pada pelaksanaan  pembelajaran berbasis proyek yang menggunakan model kolaboratif akan mendorong siswa untuk lebih aktif berinteraksi dan bekerja sama. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa kelas X Multimedia pada mata pelajaran Pemrograman Dasar (Turbo Pascal) di SMK Negeri 1 Trenggalek. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang mereflaksikan aspek-aspek kegiatan pembelajaran.Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus sesuai dengan alokasi waktu dan materi pelajaran, model penelitian tindakan kelas yang digunakan mengacu pada rancangan penelitian tindakan kelas Kemmis dan McTaggart dimana setiap siklus terdiri dari empat langkah yang terdiri atas: (a) planning (perencanaan), (b) acting (tindakan), (c) observing (pengobservasian), dan reflekting (perefleksian). Hasil dari perefleksian ini, akan digunakan untuk memperbaiki perencanaan (revice plan) berikutnya.Hasil penelitian dengan penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) menunjukkan bahwa aktifitas dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan pada siklus I aktifitas belajar siswa persentasenya sebesar 74,23% pada siklus II menjadi 87,83%. Sehingga antara siklus I dan Siklus II mengalami peningkatan sebesar 13,6%. Untuk hasil belajar ranah kognitif pada siklus I sebesar 82,85%, pada siklus II menjadi 100%. Sehingga antara siklus I dan siklus II mengalami peningkatan sebesar 17,15%. Pada ranah afektif siklus I persentase ketuntasan mencapai 85,57%, siklus II mencapai 94,28%. Sehingga nilai afektif antara siklus I dan siklus II meningkat sebesar 5,71%. Dan pada ranah psikomotorik persentase ketuntasan siklus I mencapai74,28%, siklus II mencapai 97,14%. Sehingga nilai psikomotorik antara siklus I dan siklus II meningkat sebesar 22,86%. ABSTRACT Ristanti, Andry Ardian. 2016. Implementation of Project Based Learning (PjBL) Model in Turbo Pascal Basic Programming to Increase the Activity and Study Result at First Grade of Multimedia Class SMK Negeri 1 Trenggalek. Thesis. Electrical Engineering Major, Informatics Education Study, Faculty of Engineering, Learning University of Malang. Advisor: (I) Dr. Ir. H. SyaadPatmantara, M.Pd., (II)  Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Keywords :PjBL, Activity, Study Result, Turbo PascalProject Based Learning or PjBL is a learning model which gives teacher chance to manage learning activity in the class by involving project work, in order to increase students’ activity and motivation. The implementation of PjBL were expected to be able to increase students’activity and study result. Also, it can drill the students to construct their knowledge dan skills personally. Moreover, collaborative method which is contained in PjBL process will be able to interract and cooperate each other more actively. The aims of this research to increase students’ activity and study result in basic programming subject (Turbo Pascal) at first grade of Multimedia class SMK Negeri 1 Trenggalek. The research design using classroom action research which has a role to evaluate learning activity aspects. The research was implemented within 2 cycles which is adjusted by time allocation and subject matter. Furthermore, the type of research model is classroom action research which refers to Kemmis and McTaggart design model which consist of four steps, e.g. (a) planning, (b) acting, (c) observing, and (d) reflecting. The result of reflection step would be used to evaluate for the next revice plan. The result showed that the activity and study result has increased. It was proved through the percentage of each cycles. First cycle (I) students’ learning activity the number 74,23% and second cycle became 87,83%. So that, the increase among first and second cycle showed around 13,6%. Then for the cognitive study result, first cycle reached 82,85% and second cycle became 100%. The increase among first and second cycle showed around 17,15%.After that for the affective study result, first cycle reached 85,57% and second cycle reached 94,28%.The increase of affective result among first and second cycle showed around 5,71%.The last is the psychomotor study result, first cycle reached 74,28% and second cycle reached 97.14%. So that, the increase of psychomotor result among first and second cycle showed around 22,71%

    Pengembangan Bahan Ajar Modul Interaktif Pada Mata Pelajaran Simulasi Digital Kelas X Jurusan Teknik Komputer Dan Jaringan SMK Negeri 1 Pasuruan

    No full text
    Langening Tyas, Dyah Ayu. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Modul Interaktif Pada Mata Pelajaran Simulasi Digital Kelas X Jurusan Teknik Komputer Dan Jaringan SMK Negeri 1 Pasuruan. Skripsi. Pendidikan Teknik Informatika. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T., (II) Didik Dwi Prasetya, S.T., M.T. Kata Kunci: pengembangan, bahan ajar, modul interaktif, simulasi digital Mata pelajaran Simulasi Digital adalah mata pelajaran pengganti KKPI dalam penerapan Kurikulum 2013. Berdasarkan hasil observasi di SMK Negeri 1 Pasuruan program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, ketertarikan siswa untuk mempelajari Simulasi Digital masih sangat rendah. Dibuktikan dengan persentase siswa yang mampu memenuhi standart kelulusan minimum hanya sebesar 5%. Hal ini disebabkan karena bahan ajar yang saat ini digunakan kurang menarik dalam mempelajari Simulasi Digital sebab siswa hanya dapat mencatat penjelasan guru dari slide presentasi. Tujuan dari pengembangan bahan ajar ini adalah untuk menyediakan bahan ajar Simulasi Digital yang menarik minat siswa berupa modul digital interaktif yang memuat konten teks, gambar, animasi, dan video serta dilengkapi dengan evaluasi untuk mendukung proses pembelajaran. Model pengembangan bahan ajar yang digunakan yaitu model penelitian dan pengembangan modul Pustekkom Depdiknas (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Departemen Pendidikan Nasional). Model pengembangan Pustekkom Depdiknas terdiri dari 7 tahapan, yaitu: (1) Bedah Kurikulum, (2) Identifikasi Media, (3) Pengembangan Naskah, (4) Produksi, (5) Penyempurnaan, (6) Uji Coba, (7) Revisi. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket untuk validator dan subjek uji coba serta pre test dan post test. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan, didapatkan persentase hasil akhir validasi oleh ahli materi sebesar 98% dan ahli media 98%. Hasil uji coba kelompok kecil sebesar 91,2% dan hasil uji coba kelompok besar sebesar 92,5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil pengembangan modul interaktif Simulasi Digital secara keseluruhan dinyatakan sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Selain itu, pada uji coba kelompok kecil memiliki rata-rata nilai pre test sebesar 45,6 dan rata-rata nilai post test 93,9. Sedangkan uji coba kelompok besar memiliki rata-rata nilai pre test sebesar 50,7 dan rata-rata nilai post test sebesar 97,1%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa modul interaktif Simulasi Digital yang dikembangkan ini dapat menarik minat belajar siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Teknik Komputer dan Jaringan dalam pembelajaran Simulasi Digital

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS EPUB PADA MATA PELAJARAN PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBYEK UNTUK SISWA KELAS XII DI SMK NEGERI 6 MALANG

    No full text
    ABSTRAK Salah satu cara agar tujuan pembelajaran tercapai adalah dengan memfasilitasi keragaman gaya belajar siswa antara lain Visual, Auditorial, Read/Write, dan Kinestetik. Keragaman ini dapat diatasi salah satunya dengan memanfaatkan multimedia dalam media pembelajaran. Namun, bahan ajar yang saat ini digunakan pada mata pelajaran PBO kelas XII di SMKN 6 Malang belum mengakomodasi berbagai tipe belajar siswa. Berdasarkan angket yang disebar secara acak pada 50 siswa kelas XII yang mengikuti mata pelajaran PBO, 92% siswa membutuhkan bahan ajar digital. Berdasarkan uraian di atas, dibutuhkan media pembelajaran yang dapat menyajikan materi yang dapat memvisualisasikan materi dan mengakomodasi berbagai tipe balajar siswa. Penelitian pengembangan ini mengacu pada metode penelitian pengembangan Terdapat sepuluh langkah dalam metode Research and Development ini antara lain: (1) Potensi dan Masalah; (2) Pengumpulan Data; (3) Desain Produk; (4) Validasi Desain; (5) Revisi Desain; (6) Ujicoba Produk; (7) Revisi Produk; (8) Ujicoba Pemakaian; (9) Revisi Produk; (10) Produksi Massal. Dalam pengembangan ini, hasil uji coba yang didapatkan dari tiga kelompok responden antara lain: (1) Ahli media menyatakan produk ini layak digunakan dengan persentase 92%; (2) Ahli materi menyatakan produk ini layak digunakan dengan persentase 85.1%; (3) 8 siswa responden pada uji coba skala kecil dan 23 siswa responden pada uji skala besar menyatakan media ini layak digunakan dengan persentase masing-masing 85.1% dan 91.4%

    Pengembangan Media Pembelajaran Pada Materi Menjelaskan Persyaratan Dan Identifikasi Spesifikasi Perangkat Wide Area Network (WAN) Menggunakan Model Pendekatan CTL (Contectual Teaching And Learning) Di SMK PGRI Turen

    No full text
    ABSTRAKIndrawan S, Wahyoe. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Pada Materi Menjelaskan Persyaratan Dan Identifikasi Spesifikasi Perangkat Wide Area Network (WAN) Menggunakan Model Pendekatan CTL (Contectual Teaching And Learning) Di SMK PGRI Turen. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,  Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. (2) I Made Wirawan, S.T., S.S.T., M.T.Kata  Kunci:  Pengembangan,  Media,  Perangkat WAN, CTL ,  Adobe Flash.Salah satu perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di dunia pendidikan adalah adanya pembelajaran yang ditunjang dengan menggunakan bantuan komputer atau sering disebut dengan nama pembelajaran dengan bantuan komputer (Computer-Assisted Instruction – CAI, atau Computer-Assisted Learning CAL) dilihat dari situasi belajar dimana komputer digunakan untuk tujuan menyajikan isi pembelajaran. CAI bisa berbentuk tutorial, drills and practice¸simulasi dan permainan. Tujuan penelitian pengembangan media pembelajaran ini adalah untuk memudahkan dan memotivasi siswa agar bisa belajar mandiri tanpa harus menunggu materi dari guru, karena media pembelajaran ini memilki fitur yang menarik.Model pengembangan media pembelajaran yang digunakan pada penelitian ini adalah model yang diadaptasi dan dimodifikasi dari Sugiyono (2008:298). yang terdiri dari 10 tahap yaitu : (1) mengidentifikasi kebutuhan, (2) pengumpulan data, (3) rancangan desain produk, (4) desain produk, (5) validasi desain, (6) revisi desain, (7) membuat produk, (8) validasi produk, (9) revisi produk, (10) uji lapangan. Pengembangan media pembelajaran ini divalidasikan kepada ahli materi, ahli media dan responden yaitu siswa. Hasil validasi media pembelajaran yang dikembangkan ini menyatakan bahwa media pembelajaran valid dan dapat diterapkan di SMK PGRI Turen. Hal ini dibuktikan dengan hasil validasi dari ahli media, ahli materi dan responden dengan menggunakan instrumen angket. Hasil analisis data angket dari ahli media mendapatkan persentase 78,95% yang berarti media pembelajaran ini valid, dari ahli materi mendapatkan persentase 92,5% yang berarti media pembelajaran ini dikatakan valid dan dari uji coba lapangan mendapat persentase 93,33 % yang berarti media pembelajaran ini dikatakan valid

    Fuzzy Logic Controller untuk Pengendalian Sudut Elevasi dan Azimut pada Sel Surya Penjejak Matahari

    No full text
    Sinar matahari adalah sumber daya alam yang dapat diperbaharui. Keuntungan dari energi cahaya matahari adalah, energi ini dapat diperoleh setiap hari secara bebas. Energi ini dapat diolah menjadi tenaga listrik, dengan sebuah perangkat, yaitu sel surya. Titik optimal penyerapan energi matahari adalah, posisi matahari berada tegak lurus dengan panel surya. Jika kondisi ini tidak terpenuhi, hal ini menyebabkan energi yang diserap tidak optimal. Sehingga dibutuhkan perangkat penjejak matahari. Pada penelitian sebelumnya, sensor berbasis cahaya matahari yang digunakan untuk mengikuti arah matahari masih memiliki kelemahan, yaitu: intensitas cahaya pada wilayah tropis sangat tinggi yang menyebabkan nilai antar sensor sama, dan hanya bekerja dalam salah satu kondisi saja, yaitu pada saat cerah/mendung saja. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah: (1) Membuat sistem penjejak sinar matahari; (2) Merancang sensor dan kendali yang mampu menentukan posisi pergerakan sinar matahari; (3) Membandingkan hasil pergerakan posisi panel surya dengan Fuzzy Logic Controller dan non Fuzzy Logic Controller; (4) Membandingkan hasil pengisian aki dengan dengan Fuzzy Logic Controller and non Fuzzy Logic Controller. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian pengembangan ini adalah model pengembangan Systems Development Life Cycle (SDLC) yang telah disesuaikan dengan objek penelitian. Langkah-langkahnya adalah: (1) planning, (2) analysis, (3) design, (4) implementation, (5) maintenance. Penelitian ini menghasilkan sebuah prototype penjejak matahari. Hasil dari prototipe penjejak matahari yang menggunakan Fuzzy Logic Controller memiliki keunggulan dari non Fuzzy Logic Controler yaitu: tegangan dan arus pengisian yang diterima oleh panel surya lebih stabil sehingga menyebabkan pengisian lebih cepat 1 jam, dan hasil range kesalahan (errror) ketepatan posisi sudut menjadi lebih kecil. Sehingga, range kesalahan sudut elevasi berkurang sebesar 45,78% dan sudut azimut berkurang sebesar 73,32%.

    Pengembangan Sistem Informasi Berbasis Web Laporan Hasil Belajar Siswa Dengan Standar K-13 di Sekolah Menengah Kejuruan

    No full text
    ABSTRAK Soebagio, Sandi Permana, A.Md. 2015. Pengembangan Sistem Informasi Berbasis Web Laporan Hasil Belajar Siswa Dengan Standar K-13 di Sekolah Menengah Kejuruan, Jurusan Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T.. Pembimbing: (II) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom. Kata Kunci     : Sistem Informasi, Kurikulum 2013, Fuzzy Sugeno,TOPSIS Kurikulum 2013 yang sudah diimplementasikan di Sekolah Menengah Kejuruan ini, memiliki keistimewaan dalam penilaian. Kurikulum 2013 lebih menekankan pada penilaian proses baik pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Inilah yang banyak membuat guru kesulitan dalam penilaian Kurikulum 2013, Tidak hanya nilai dari hasil  Ulangan Harian (UH), Ujian Tengah Semester (UTS), dan juga Ujian Akhir Semester (UAS), guru wajib membuat nilai sikap dan keterampilan yang nantinya akan ditulis pada rapor sebagai laporan hasil belajar siswa pengelolaan data secara manual, mempunyai banyak kelemahan, selain membutuhkan waktu yang lama, keakuratannya juga kurang dapat diterima, karena kemungkinan kesalahan sangat besar. Dengan dukungan teknologi informasi yang ada sekarang ini, pekerjaan pengelolaan data dengan cara manual dapat digantikan dengan suatu sistem informasi dengan menggunakan komputer. Selain lebih cepat dan mudah, pengelolaan data juga menjadi lebih akurat. Pemanfaatan intranet dapat membantu pihak sekolah untuk mengembangkan sistem informasi berbasiskan websitetentang pengolahan nilai, sehingga dapat meringankan beban guru dan dapat mempermudah peserta didik dalam memonitor nilai yang telah didapatkan. Penggunaan kecerdasan buatan dapat menjadi salah satu cara dalam menyelesaikan pengembangan Sistem Informasi Penilaian Siswa Berdasarkan Kurikulum 2013 Berbasis Web di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 11 Malang untuk memperoleh penyajian data dan hasil perhitungan lebih mudah serta akurat dengan menggunakan logika fuzzy sugeno untuk menghasilkan keluaran kalimat yang nantinya tertulis di rapot yang tertulis setiap kompetensi dasar dan TOPSIS untuk memberi peringkat secara akurat setiap siswa yang terdaftar nilainya di sistem tersebut.             KATA PENGANTAR   Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan skripsi dengan judulPengembangan Sistem Informasi Laporan Hasil Belajar Siswa Berdasarkan Kurikulum 2013 di Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Web. Terselesaikannya laporan skripsi ini tidak luput dengan adanya kendala yang dilalui oleh kami. Untuk itu, dengan penghormatan setinggi-tingginya kami berkenan meyampaikan terima kasih kepada: 1.       Kakek dan nenek almarhum yang telah mendukung baik moral maupun material, 2.       Ibu tercinta yang selalu memberikan dukungan moral, 3.       Istri tercinta yang selalu memberi dukungan moral dan material, 4.       Putri pertama tercinta motivasi pengembang untuk terus maju, 5.       Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T, M.T. selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, sekaligus Dosen Pembimbing I, 6.       Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom.selaku Dosen Pembimbing II, 7.       Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T. selaku Penguji yang telah memberikan koreksi dan saran dalam penulisan Skripsi, 8.       Dr. H. Andoko, S.T., M.T. selaku Dekan Fakultas Teknikdan Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd. selaku Koordinator Skripsi Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika yang telah memberikan persetujuan untuk melaksanakan Skripsi, 9.       Seluruh dosen dan staf Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang yang telah membagi ilmunya selama perkuliahan, 10.   Teman – teman yang sudah memberikan bantuan.   Kami sadar bahwa proposal ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak. Semoga proposal  ini bisa bermanfaat bagi pengembang sendiri dan bagi mahasiswa lain. Malang,10Januari 2017                                                                                                       Pengembang

    Studi Keterlaksanaan Pembelajaran Remedial Pada Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Pelaksanaan pembelajaran remedial di SMK memiliki beberapa tantangan, diantaranya keterbatasan sarana prasarana penunjang remedial, keterbatasan waktu, keterbatasan guru dan peserta didik. Kasus ini membutuhkan kepiawaian guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran peserta didik tetap semangat belajar. Maka dari itu, diadakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui tingkat keterlaksanaan pembelajaran remedial. Hasil analisis tingkat keterlaksanaan ini digunakan untuk menemukanfaktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran remedial di SMK Negeri Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatifdan dilaksanakan di SMK Negeri di Kota Malang jurusan TKJ. Jumlah populasi sebesar 492 orang.Penentuan jumlah sampel dengan teknikProbability Sampling yaitu Simple Cluster Sampling dan menggunakan teori dari Herry King dengan tingkat kesalahan 5% menetapkan 230 responden yang terdiri dari guru dan peserta didik di SMK Negeri Kota Malang. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan lembar observasi dokumen RPP guru. Hasil penelitian menemukan (a) keterlaksanaan pembelajaran remedial jika ditinjau dari perencanaan pembelajaran masuk kategori tinggi dengan persentase 50,44%. Hasil tinggi pada variabel perencanaan pembelajaran juga ditunjang oleh hasil observasi dokumen RPP guru yang tinggi; (b)keterlaksanaan pembelajaran remedial jika ditinjau dari pelaksanaan pembelajaran masuk kategori rendah dengan persentase 50%; (c) Keterlaksanaan pembelajaran remedial jika ditinjau dari evaluasi pembelajaran masuk kategori tinggi dengan persentase 55,65%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keterlaksanaan pembelajaran remedial masih rendah dibagian pelaksanaan pembelajaran. Namun pada bagian perencanaan dan evaluasi sudah masuk kategori tinggi, meskipun belum signifikan. Adapun faktor yang mendukung keterlaksanaan pembelajaran remedial adalah indikator yang menunjukkan kategori tinggi pada hasil analisis instrumen. Sedangkan faktor penghambat pembelajaran remedial ditunjukkan oleh hasil analisis indikator yang masuk kategori rendah

    PENGEMBANGAN TRAINER CHIP MINIMUM SYSTEM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MIKROPROSESOR UNTUK MAHASISWA JURUSANTEKNIKELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Irfan, Muhamad. Pengembangan Trainer Multy Chip Minimum System Sebagai Media Pembelajaran Mikroprosesor untuk Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Pembimbing (2) Drs. Dwi Prihanto, S.T., S.S.T., M.Pd..   Kata Kunci: Trainer, Multy Chip Minimum System. Penelitian bertujuan untuk (1) Membuat rancang bangun  trainer  Multy Chip Minimum System sebagai  media  pembelajaran  (2)  Mengetahui  unjuk  kerja  dari trainer Multy Chip Minimum System dan (3) Mengetahui tingkat kelayakan trainer Multy Chip Minimum System sebagai media pembelajaran untuk matakuliah mikroprosesor di Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development. Objek penelitian ini adalah modul praktikum dan trainer Multy Chip Minimum System. Tahap pengembangan produk meliputi 1) Desain, 2) Implementasi, 3) Pengujian, 4) Validasi, dan 5) Uji-coba pemakaian. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi 1) Pengujian dan pengamatan unjuk kerja, 2) Angket penelitian. Adapun validasi media pembelajaran melibatkan 1 ahli materi pembelajaran dan 1 ahli media pembelajaran dan uji-coba pemakaian dilakukan oleh 40 mahasiswa Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Model pengembangan pengerjaannya tidak secara serial, tetapi disetiap prosesnya selalu ada revisi-revisi yang tujuannya untuk kesempurnaan trainer yang dibuat, pengembangan ini terdiri dari beberapa langkah-langkah sebagai berikut: (1) Potensi dan masalah, (2) Pengumpulan data, (3) Desain produk, (4) Validasi desain, (5) Perbaikan desain, (6) Uji-coba produk, (7) Revisi produk, (8) Uji-coba perbaikan, (9) Revisi produk, (10) Pembuatan produk masal. Uji coba ditujukan kepada ahli media dan ahli materi serta mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang yang sudah menempuh mata kuliah Mikroprosesor. Uji coba dilaksanakan untuk mengetahui tingkat kelayakan dari media trainer yang dibuat. Hasil uji coba dari ahli media didapatkan persentase tingkat kelayakan sebesar 96,77%, uji coba dari ahli materi didapatkan persentase tingkat kelayakan sebesar 96,25%, uji coba produk oleh 10 responden didapatkan persentase tingkat kelayakan sebesar 87,33%, uji coba pemakaian oleh 30 responden didapatkan persentase tingkat kelayakan sebesar 90,91%. Berdasarkan hasil uji coba, produk berupa trainer Multy Chip Minimum System dan modul praktikum dikategorikan sangat layak untuk media pembelajaran praktikum mikroprosesor di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    Pengembangan Modul Ajar Pemrograman Web Dinamis Bermuatan Project Based Learning untuk Menumbuhkan Kreativitas Siswa Kelas XI Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMK Negeri 2 Singosari

    No full text
    ABSTRAK   Kurniawati, Asnita Meydelia Catur. 2017. Pengembangan Modul Ajar Pemrograman Web Dinamis Bermuatan Project Based Learning untuk Menumbuhkan Kreativitas Siswa Kelas XI Program Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak di SMK Negeri 2 Singosari. Skripsi, S1 Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Setiadi C. P, M.Pd, M.T, (II) M. Zainal Arifin, S.Si, M.Kom.   Kata kunci: Kreativitas, Modul ajar Pemrograman Web Dinamis, Project Based Learning. SMK Negeri 2 Singosari merupakan salah satu sekolah yang memerlukan inovasi baru dalam pembelajaran Pemrograman Web Dinamis. Selama ini, bahan ajar yang digunakan pada saat pembelajaran Pemrograman Web Dinamis yaitu bahan ajar sederhana berupa powerpoint. Terbatasnya bahan ajar ini mengakibatkan rendahnya minat siswa untuk mempelajari materi. Rendahnya minat belajar siswa berdampak pada kreativitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Sehingga diperlukan inovasi yaitu pengembangan bahan ajar berupa modul ajar. Salah satu cara agar modul dapat menumbuhkan kreativitas siswa adalah mengintegrasikan Project Based Learning (PjBL) ke dalam modul ajar. Tujuan dari pengembangan ini adalah merencanakan, mengembangkan, mengujicobakan dan memanfaatkan modul ajar Pemrograman Web Dinamis bermuatan Project Based Learning untuk menumbuhkan kreativitas siswa. Metode pengembangan yang digunakan adalah model Dick and Carey. Model Dick and Carey mempunyai sepuluh langkah. Namun pada pengembangan ini, dibatasi hanya pada langkah ke sembilain yaitu revisi. Model pengembangan ini dipilih karena pada modul ajar yang dikembangkan terdapat unsur pembelajaran yang diintegrasikan ke dalam modul. Modul ajar yang dihasilkan terdiri dari modul siswa dan modul pegangan guru yang terdiri dari 4 materi berdasarkan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013 pada Semester Genap. Hasil validasi modul ajar yang dikembangkan layak digunakan. Berdasarkan hasil validasi modul dari sisi materi memperoleh persentase sebesar 94,74%. Hasil validasi modul dari sisi media memperoleh persentase sebesar 78,74%. Pada uji coba awal penerapan modul ajar memperoleh persentase sebesar 86,07%, dan pada uji coba akhir penerapan modul ajar memperoleh persentase sebesar 86,33%. Modul ajar yang dikembangkan mampu menumbuhkan kreativitas siswa. Hal ini dibuktikan melalui hasil observasi kreativitas siswa dalam menggunakan modul ajar Pemograman Web Dinamis. Sebagian besar siswa cenderung memiliki kreativitas tinggi dengan persentase 90,63% pada saat menggunakan modul ajar Pemrograman Web Dinamis yang dikembangkan, sedangkan hanya terdapat beberapa siswa yang memiliki kreativitas sedang dengan persentase 9,37% pada saat menggunakan modul ajar Pemrograman Web Dinamis

    Interaksi Kemandirian Belajar Dan Penerapan Model PjBL Berbantuan Varian Media Pembelajaran Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Simulasi Digital Pada Siswa Kelas X TKJ Di SMKN 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Aditya, Yahya Mulya. 2017. Interaksi Kemandirian Belajar Dan Penerapan Model PjBL Berbantuan Varian Media Pembelajaran Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Simulasi Digital Pada Siswa Kelas X TKJ Di SMKN 2 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd, M.T (II) Drs. Suwasono, M.T.   Kata kunci: Kemandirian, Project Based Learning (PjBL), Media Slide Projector, Media Audio Video, Hasil Belajar Dari hasil observasi serta wawancara dengan guru mata pelajaran Simulasi Digital, ibu Rofiatus Solikhah menjelaskan bahwa kemandirian dan hasil belajar Simulasi Digital dari siswa X TKJ SMK Negeri 2 Malang belum mencapai KKM. Maka dari itu dilakukan penelitian ini untuk memperoleh metode yang sesuai untuk meningkatkan hasil belajar Simulasi Digital siswa TKJ di SMK Negeri 2 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengungkap tingkat hasil belajar Simulasi Digital ranah kognitif; (2) mengungkap tingkat hasil belajar Simulasi Digital ranah psikomotorik; (3) mengungkap interaksi antara hasil belajar dengan tingkat kemandirian, model pembelajaran dan varian media pembelajaran; (4) mengungkap signifikansi perbedaan antara hasil belajar tingkat kemandirian tinggi dan rendah; dan (5) mengungkap salah satu perbedaan yang paling signifikan antara hasil belajar tingkat kemandirian tinggi dan rendah. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif true experiment design dengan pemberian tes berupa post test only group design. Sebelum melakukan penelitian dilakukan uji tingkat kemandirian terlebih dahulu dengan menggunakan angket kemandirian. Penelitian ini membedakan kemandirian tinggi dan kemandirian rendah dengan bantuan varian media pembelajaran berupa slide projector dan audio video. Instrumen pengukuran berupa angket kemandirian, tes kognitif dan rubrik observasi. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan uji anova dua jalur dan uji post hoc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat interaksi antara hasil belajar ranah kognitif dan psikomotorik tingkat kemandirian tinggi dan tingkat kemandirian rendah dengan probabilitas signifikansi 0,000 < 0,05, (2) terdapat perbedaan antara hasil belajar ranah kognitif dan psikomotorik tingkat kemandirian tinggi dan tingkat kemandirian rendah dengan probabilitas signifikansi 0,000 < 0,05 dengan nilai F pada ranah kognitif sebesar 24,332, sedangkan nilai F pada ranah psikomotorik sebesar 24,450. Dan (3) terdapat salah satu perbedaan yang paling signifikan pada ranah kognitif yaitu antara kelas slide projector kemandirian tinggi dan kelas audio video kemandirian rendah, sedangkan pada ranah psikomotorik yaitu antara kelas audio video kemandirian tinggi dan kelas slide projector kemandirian rendah. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan terdapat interaksi, perbedaan dan salah satu perbedaan yang signifikan antara hasil belajar ranah kognitif dan psikomotorik kelas kemandirian tinggi dan kelas kemandirian rendah berbantuan varian media pembelajaran

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇