SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
Perbedaan Model Pembelajaran Guide Inquiry (GI) dan Project Based Learning (PJBL) Terhadap Kemampuan Logika Pemrograman pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar di SMK PGRI 3 Malang
ABSTRAK Susanti, Aprilia Susi. 2014. Perbedaan Model Pembelajaran Guide Inquiry (GI) dan Project Based Learning (PJBL) Terhadap Kemampuan Logika Pemrograman pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar di SMK PGRI 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr.Ir.H.Syaad Patmanthara, M.Pd., Pembimbing (II) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T. Kata Kunci : Guide Inquiry, Project Based Learning (PJBL), Kemampuan Logika, Pemrograman Dasar Berdasarkan hasil observasi nilai ulangan pengetahuan siswa yang memiliki nilai dibawah KKM. Siswa hanya berfokus pada tugas proyek tanpa benar –benar memahami pengetahuan dari materi yang diberikan. Untuk memahami mata pemrograman dasar tidak hanya diperlukan kemampuan ketrampilan, tetapi juga dengan kemampuan logika. Pemilihan model pembelajaran yang tepat berperan penting dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui hasil belajar dari kemampuan logika pemrograman pada model pembelajaran Project Based Learning, (2) mengetahui hasil belajar dari kemampuan logika pemrograman pada model pembelajaran Guide Inquiry dan (3) mengetahui perbedaan hasil belajar dari kemampuan logika pemrograman dari 2 model tersebut. Metode penelitian eksperimen yang digunakan adalah True Experimental Design dengan bentuk Randomized Subject, Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel pada penelitian ini adalah kelas XII-RPL A (32 siswa) sebagai kelas eksperimen dan XII-RPL B (32 siswa) sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen adalah kelas yang diajar menggunakan model Guide Inquiry dan kelas kontrol adalah kelas yang diajar menggunakan model Project Based Leraning. Instrumen penelitian terdiri dari instrumen penelitian dan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Guide Inquiry memperoleh nilai rata-rata posttest maksimun 95,0 dan minimum 75,0. Sedangkan kelas kontrol dengan model pembelajaran Project based Learning memperoleh nilai posttest maksimum 85,0 dan minimum 65,0. Kemudian dilakukan uji-t hasil belajar dari kemampuan logika, diperoleh hasil t_hitung= 5,915 dan t_tabel = 2,000. Berdasarkan data yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata kemampuan logika kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol, dan terdapat signifikansi perbedaan kemamampuan logika antara kelas eksperimen yang diberi metode GI dengan kelas kontrol yang menggunakan metode PJBL
Komparasi Penerapan Model Mind Mapping dan Feedback Untuk Mengatasi Masalah Miskonsepsi Pemahaman Mata Pelajaran Instalasi Jaringan Berbasis Luas atau (WAN) pada Siswa Kelas XI Semester II Program Keahlian TKJ SMKN 1 Sidayu Gresik
ABSTRAK Kemampuan pemahaman yang rendah mengakibatkan miskonsepsi pemahaman pada siswa dan pencapaian hasil belajar siswa di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dengan mengacu masalah tersebut, maka dilakukan penelitian “Komparasi Penerapan Mind Mapping (X1) dan Balikan (Feedback) (X2) untuk Mengatasi Masalah Miskonsepsi (Y)”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) tingkat miskonsepsi siswa menggunakan model mind mapping; (2) tingkat miskonsepsi siswa menggunakan model feedback; dan (3) perbedaan miskonsepsi siswa menggunakan model mind mapping dan feedback. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan quasy experiment dan desain post only group design. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XI TKJ SMKN 1 Sidayu Gresik tahun angkatan 2016/2017 sejumlah 62 siswa. Sampel yang digunakan sejumlah 31 siswa pada kelas XI TKJ 1 sebagai kelas eksperimen A dengan penerapan model mind mapping dan 31 siswa pada kelas XI TKJ 2 sebagai kelas eksperimen B dengan penerapan model feedback. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis perbedaan model adalah uji-t menggunakan teknik Independent Sample t-Test. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan berbantuan software SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan: (1) X1 berada dalam kategori miskonsepsi tingkat tinggi dengan responden (10%); (2) X2 berada dalam kategori miskonsepsi tingkat tinggi dengan responden (13%); (4) signifikasi komparasi Sig. (2-tailed) 0,024 < 0,05; (5) signifikasi komparasi Sig. (2-tailed) 0,025 < 0,05; dan (6) nilai Fhitung sebesar 6,189 (sig. : 0,16 < 0,05). Kesimpulan dalam penelitian menunjukkan bahwa: (1) adanya penurunan tingkat miskonsepsi kategori miskonsepsi tinggi dengan perlakuan model mind mapping sebesar 26,26%; (2) adanya penurunan tingkat miskonsepsi kategori miskonsepsi tinggi dengan perlakuan model feedback sebesar 30,03%; dan (3) adanya perbedaan tingkat miskonsepsi dengan perlakuan model mind mapping dan feedback Sig. 0,16 < 0,05
Analisis E-Learning Critical Success Factor (ELCF) dengan Model DeLone dan McLean di SMK Negeri 1 Malang
ABSTRAK Sakkinah, Intan Sulistyaningrum. 2017. Analisis E-Learning Critical Success Factor (ELCF) dengan Model DeLone dan McLean di SMK Negeri 1 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd, (II) M. Zainal Arifin, S.Si, M.Kom. Kata Kunci: DeLone dan McLean, model keberhasilan sistem informasi, e-learning SMK Negeri 1 Malang. E-learning merupakan salah satu kombinasi pembelajaran yang saat ini banyak diterapkan di lembaga pendidikan salah satunya SMK Negeri 1 Malang. Dari hasil wawancara yang dilakukan kepada siswa maupun pengelola sistem, implementasi e-learning masih menghadapi beberapa kendala, seperti akses ke sistem yang sering terputus akibat dari kendala konektifitas ke jaringan yang terbatas, terdapat beberapa mata pelajaran yang belum tersedia materi pembelajarannya pada e-learning.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji keberhasilan e-learning SMK Negeri 1 Malang dengan model keberhasilan sistem informasi DeLone dan McLean. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menguji e-learning SMK Negeri 1 Malang sebagai objek penelitian dan seluruh siswa SMK Negeri 1 Malang sebagai subjek penelitian. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 86 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada siswa SMK Negeri 1 Malang. Pengujian hipotesis pada penelitian ini dengan teknik analisis korelasi product moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi kecenderungan pada semua variabel adalah cukup baik dan semua hipotesis diterima. (1) terdapat hubungan positif antara kualitas sistem dengan penggunaan, (2) terdapat hubungan positif antara kualitas sistem dengan kepuasan pengguna, (3) terdapat hubungan positif antara kualitas informasi dan kualitas sistem terhadap penggunaan, (4) terdapat hubungan positif antara kualitas informasi dengan kepuasan pengguna, (5) terdapat hubungan positif antara kualitas layanan dengan penggunaan, (6) terdapat hubungan positif antara penggunaan dan kepuasan pengguna, (7) terdapat hubungan positif antara penggunaan dan manfaat yang didapatkan, (8) terdapat hubungan positif antara kepuasan pengguna dan manfaat yang didapatkan, (9) terdapat hubungan positif antara manfaat yang didapatkan terhadap penggunaan dan kepuasan pengguna. Dengan diterimanya semua hipotesis pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa e-learning SMK Negeri 1 Malang berhasil. ABSTRACT Sakkinah, Intan Sulistyaningrum. 2017. Analysis of E-Learning Critical Success Factor (ELCF) with DeLone and McLean Model at SMKN1 Malang. Mini thesis, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Supervisor (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd, (II) M. Zainal Arifin, S.Si, M.Kom. Keywords: DeLone and McLean, information system success model, e-learning SMK Negeri 1 Malang. E-learning is one of the combinations of learning which are currently implemented in the institution one of the SMK Negeri 1 Malang. From the results of interviews conducted to students as well as the provider of e-learning implementation, still face some obstacles, such as access to a system that often interrupted due to the constraints of the limited connectivity to the network, there are some subjects that are not yet available on e-learning.The purpose of this study was to test the e-learning SMK Negeri 1 Malang with DeLone and McLean information success model. This research is quantitative research the which aims to test the e-learning vocational Negeri1 Malang as an object of research and all the students of SMK Negeri 1 Malang, as a subject of research. The samples used in the study was 86 students. Data collection is done by way of disseminating a questionnaire to students of SMK Negeri 1 Malang. Testing the hypothesis in this research with the technique of Pearson product moment correlation analysis. The results showed that the distribution of the tendency of all variables is quite good and all accepted hypothesis. (1) there is a positive relationship between system quality with use, (2) there is a positive relationship between system quality with user satisfaction, (3) there is a positive relationship between information quality and system quality with use, (4) there is a positive relationship between the quality of user satisfaction with information, (5) there is apositive relationship between service quality with use, (6) there is a positive relationship between use and user satisfaction, (7) there is a positive relationship between use and net benefits, (8) there is a positive relationship between user satisfaction and net benefits, (9) there is a positive relationship between net benefits with use and user satisfaction. With the admissibility of all hypotheses on this research it can be concluded that the e-learning of SMK Negeri 1 Malang is successfuly
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning berbantuan SOP (Standar Operasional Prosedur) untuk Matapelajaran Sistem Operasi terhadap Hasil Belajar dan Metakognitif Siswa Kelas X RPL di SMK Negeri 6 Malang
ABSTRAK Rusfah, Afita Rizky Amalia. 2017.Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learningberbantuan SOP (Standar Operasional Prosedur) untuk MatapelajaranSistem Operasi terhadap Hasil Belajar dan Metakognitif Siswa Kelas XRPL di SMK Negeri 6 Malang. Skripsi, Kompetensi Keahlian TeknikElektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr.Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd. dan pembimbing (2) TriyannaWidiyaningtyas, S.T., M.T. Kata Kunci: Project Based Learning, Standar Operasional Prosedur, Hasil Belajar,Metakognitif. Setelah dilakukan observasi pada matapelajaran Sistem Operasi di jurusan RPL SMK Negeri 6 Malang ditemukan permasalahan yang berkaitan dengan proses belajar mengajar di kelas, yaitu: pembelajaran di kelas menggunakan model pembelajaran Project Based Learning tetapi dalam penerapan model tersebut masih terdapat kekurangan terutama dalam tahap melemparkan pertanyaan essensial kepada siswa. Tahap tersebut merupakan tahap terpenting karena pemahaman siswa dalam menerima materi pembelajaran menjadi faktor penentu keberhasilan dalam melakukan praktikum individu sebagai tugas akhirnya. Oleh karena itu dalam penelitian ini ditambahkan media berupa SOP yang diharapkan dapat membantu siswa dalam mengingat serta menerapkan langkah-langkah yang sesuai dengan demonstrasi dan penjelasan yang telah diberikan oleh guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Project Based Learning berbantuan SOP dan model pembelajaran Project Based Learning tanpa SOP. Penelitian ini menggunakan jenis Quasi Exsperimetal Design dengan pola Nonequivalent Control Group Design yang melibatkan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Variabel penelitian terdiri dari veriabel bebas yaitu Project Based Learning berbantuan SOP dan Project Based Learning tanpa SOP serta variabel terikat yaitu hasil belajar dan kemampuan metakognitif siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Rekayasa Perangkat Lunak di SMK Negeri 6 Malang, dan sampelnya diambil 2 kelas dari 4 kelas yang ada di SMK Negeri 6 Malang. Berdasarkan penelitian dan analisis data yang dilakukan, didapatkan kesimpulan sebagai berikut: (1) Terdapat perbedaan yang signifikan nilai rata-rata kognitif antara penerapan model pembelajaran Project Based Learning berbantuan SOP dengan model pembelajaran Project Based Learning tanpa SOP melalui uji T dengan nilai sig. 0,0085 < 0,025; (2) Terdapat perbedaan yang signifikan nilai rata-rata keterampilan antara penerapan model pembelajaran Project Based Learning berbantuan SOP dengan model pembelajaran Project Based Learning tanpa SOP melalui uji T dengan nilai sig. 0,001 < 0,025 ; (3) Terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata kemampuan metakognitif siswa antara menggunakan model pembelajaran Project Based Learning berbantuan SOP dengan kemampuan metakognitif menggunakan model pembelajaran Project Based Learning tanpa SOP melalui uji T dengan nilai sig. 0,0095 < 0,025
Pengembangan Bahan Ajar Pada Mata Pelajaran Jaringan Dasar Dengan Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Siswa Kelas X Semester II Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di Tingkat SMK
ABSTRAK Wicaksono, Gagas. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Pada Mata Pelajaran Jaringan Dasar Dengan Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Siswa Kelas X Semester II Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di Tingkat SMK. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muladi, S.T., M.T., (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. Kata-kata kunci: Pengembangan Bahan Ajar, Jaringan Dasar, Project Based Learning. Mata Pelajaran Jaringan Dasar merupakan salah satu mata pelajaran baru untuk kurikulum 2013 SMK. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMKN 1 Rejotangan Tulungagung, bahan ajar Mata Pelajaran Jaringan Dasar yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah bahan ajar yang berasal dari penerbit buku. Bahan ajar tersebut hanya berisi kumpulan materi dan soal-soal tanpa adanya tugas praktikum. Sehingga membuat siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu bahan ajar masih menggunakan pendekatan pembelajaran verifikasi yang berpusat pada guru dan kurang bisa membuat siswa berfikir kreatif, sehingga jika siswa diberi soal-soal yang lebih komplek maka siswa akan kesulitan mengerjakan tugas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar Jaringan Dasar dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan untuk mengetahui tingkat kelayakannya. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Dick and Carey yang terdiri dari 10 tahapan, yaitu: (1) mengidentifikasi tujuan pembelajaran, (2) mengidentifikasi perilaku dan karakteristik, (3) merumuskan tujuan pembelajaran, (4) melakukan analisis pembelajaran, (5) mengembangkan butir test acuan patokan, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan bahan ajar, (8) merancang dan melaksanakan uji coba formatif, (9) revisi bahan ajar, dan (10) uji coba sumatif. Namun, penelitian ini tidak melakukan tahap uji coba sumatif. Bahan ajar hasil pengembangan diuji dengan melakukan uji coba perseorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar. Uji coba perseorangan dilakukan oleh ahli materi dan ahli media yaitu dosen ahli Jaringan Dasar dan guru Mata Pelajaran Jaringan dasar. Uji coba kelompok kecil dilakukan dengan pemberian angket kepada 10 siswa yang telah menempuh Mata Pelajaran Jaringan Dasar. Uji coba kelompok besar dilakukan dengan pemberian angket kepada 24 siswa yang telah menempuh Mata Pelajaran Jaringan Dasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian ahli materi terhadap buku siswa dan buku guru sebesar 91,6% dan 88,5%, sedangkan untuk penilaian ahli media terhadap buku siswa dan buku guru sebesar 85,9% dan 90%. Hasil uji coba kelompok kecil dan kelompok besar terhadap buku siswa sebesar 90,7% dan 82,2%. Bahan ajar yang dikembangkan secara umum telah memenuhi kriteria sangat valid dan layak untuk digunakan. Namun belum uji coba sumatif belum dilakukan, sehingga disarankan pada peneliti lain untuk melakukan sumatif
Hubungan Prokrastinasi Akademik dan Adversity Quotient Siswa Terhadap Kesiapan Kerja Pada Siswa Kelas XII Program Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Se-Kota Malang
ABSTRAK Lukmana, Ari Fajar. 2017. Hubungan Prokrastinasi Akademik dan AdversityQuotient Siswa Terhadap Kesiapan Kerja Pada Siswa Kelas XII ProgramTeknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Se-Kota Malang. Skripsi. ProgramStudi Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas NegeriMalang. Pembimbing (I) Drs. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T, (II) Drs.Dwi Prihanto, S.S.T, M. Pd. Kata kunci: kesiapan kerja, prokrastinasi akademik, adversity quotient Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah lembaga pendidikan formal tingkatmenengah dengan kekhususan mempersiapkan lulusannya untuk siap bekerja. Namundalam realitanya banyak siswa yang tidak terserap dalam dunia kerja karenaperilakunya sendiri, salah satunya yaitu menunda-nunda pekerjaan (prokrastinasiakademik). Dalam dunia kerja saat ini yang diperlukan adalah kematangan individusecara fisik maupu mental. Secara mental siswa harus dilatih untuk dapat menghadapiberbagai macam permasalahan. Hal itu dibutuhkan adversity quotient yang baik untukmenunjang kesiapan kerja siswa. Siswa yang memiliki adversity quotient yang tinggiadalah siswa yang memiliki daya juang dalam menggapai impian. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan prokrastinasi akademik,adversity quotient dan kesiapan kerja pada siswa kelas XII program Teknik InstalasiTenaga Listrik di SMK se-Kota Malang, (2) mengungkap signifikansi hubungan antaraprokrastinasi akademik dengan kesiapan kerja pada siswa kelas XII program TeknikInstalasi Tenaga Listrik di SMK se-Kota Malang, (3) mengungkap signifikansihubungan antara adversity quotient dengan kesiapan kerja pada siswa kelas XIIprogram Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Se-Kota Malang, dan (4)mengungkap signifikansi hubungan antara prokrastinasi akademik dan adversityquotient secara simultan terhadap kesiapan kerja pada siswa kelas XII program TeknikInstalasi Tenaga Listrik di SMK se-Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancanganpenelitian deskriptif korelasional. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XIIprogram Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK se-Kota Malang dengan jumlahpopulasi sebanyak 87 siswa. Didapatkan jumlah sampel sebanyak 86 siswa denganmenggunakan teknik purposive sampling. Untuk mengukur variabel X1, varaiabel X2dan Y menggunakan instrumen penelitian berupa angket tertutup. Teknik analisis datayang digunakan adalah analisis korelasi parsial dan regresi ganda. Analisis datadilakukan dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian yaitu: (1) kesiapan kerja berada dalam katagori tinggi, (2)prokrastinasi akademik berada dalam kategori rendah, (3) adversity quotient beradadalam kategori tinggi, (4) ada hubungan signifikan antara prokrastinasi akademikdengan kesiapan kerja, (5) ada hubungan signifikan antara adversity quotient dengankesiapan kerja, dan (6) ada hubungan signifikan antara prokrastinasi akademik danadversity quotient dengan kesiapan kerja. ABSTRACT Lukmana, Ari Fajar. 2017. The Relation of Academic Procrastinate and AdversityQuotient’s Students toward Work Readiness on Students of XII grade ofElectricity Installation Engineering Program in Vocational High School inMalang City. Thesis. Study Program of Education of Electrical Engineering,Faculty of Engineering, State University of Malang. Supervisors: (I) Drs.Setiadi Cahyono Putro, M. Pd, M.T, (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T, M. Pd. Keywords: work readiness, academic procrastinate, adversity quotient Vocational High School (SMK) is an intermediate level of formal education withthe specialization to prepare to be ready for work. But the reality is a lot of studentswho are not absorbed in the world of work because of its own behavior, such asacademic procrastinate. In the current world of work is required to be individualmaturity as physically and mentally. Mentally students should be trained to be able toface a variety of problems. It takes Adversity Quotient of good work readiness tosupport the students. Students who have a high adversity quotient are students whohave fighting power in reaching their dreams. The purposes of this research are: (1) describing the academic procrastinate,adversity quotient and work readiness on XII Grade of Electricity Installationengineering program at SMK in Malang City, (2) reveal the significance of therelationship between academic procrastinate and work readiness on XII Grade ofElectricity Installation engineering program at SMK in Malang City, (3) reveal thesignificant of the relationship between the adversity quotient and work readiness onXII Grade of Electricity Installation engineering program at SMK in Malang City, and(4) reveal the significant of the relationship between the academic procrastinate andadversity quotient as simultaneous toward the work readiness on XII Grade ofElectricity Installation engineering program at SMK in Malang City. This research is quantitative research using descriptive correlational researchdesign. This research was conducted on the students of XII grade of ElectricityInstallation engineering program at SMK of Malang City with a total population of 87students. The number of samples obtained 86 students using purposive samplingtechnique. To measure the variables X1, X2 and Y variables using the researchinstrument in the form of closed questionnaire. The data analysis technique is used apartial correlation and regression analysis. The data analysis was done using SPSS. The results of this research are: (1) work readiness is in high category, (2)academic procrastinate is in low category, (3) adversity quotient is in high category,(4) there is a significant relationship between academic procrastinate and workreadiness, (5) there is a significant relationship between adversity quotient and workreadiness, and (6) there is a significant relationship between academic procrastinateand adversity quotient with work readiness
PENGEMBANGAN E-MODULE INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN PEMROGRAMAN WEB UNTUK SISWA KELAS X TKJ SMK NEGERI 1 BANGIL
ABSTRAK Syaiful Arief, Akhmad. 2016. Pengembangan E-module Interaktif pada MataPelajaran Pemrograman Web Untuk Siswa Kelas X TKJ SMK Negeri 1Bangil. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom., (2) DidikDwi Prasetya, S.T., M.T. Kata Kunci: Pengembangan, Bahan ajar, Modul digital interaktif. Mata Pelajaran Pemrograman Web merupakan bagian dari program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan yang membantu siswa dalam mempelajari proses cara pembuatan sebuah halaman web. Pada proses pembelajaran siswa dihadapkan dengan permasalahan yaitu terbatasnya bahan ajar, dan sumber yang ada masih kurang sesuai dan tidak sistematis sehingga menyebabkan proses belajar siswa tidak maksimal dan mengakibatkan nilai masih dibawah KKM. Berdasarkan hal tersebut dibutuhkan sebuah inovasi dalam pembelajaran yang dapat mendukung proses belajar siswa baik secara mandiri maupun dengan bimbingan guru, dengan itu diperlukannya sebuah bahan ajar berupa e-module interaktif untuk mendukung pembelajaran siswa. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk merancang bahan ajar, mengembangkan bahan ajar pemrograman web berupa e-module interaktif, dan menguji tingkat validasi dan kelayakan bahan ajar e-module interaktif pada mata pelajaran Pemrograman Web. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ADDIE. Adapun langkah-langkah model pengembangan ADDIE yaitu: (a) Analysis, (b) Design, (c) Development, (d) Implementation, dan (e) Evaluation. Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan menggunakan angket, diperoleh hasil 91,67% dari ahli media, 91,67% dari ahli materi, 92,93% dari uji coba kelompok kecil, dan 92,43% dari uji coba kelompok besar. Rata-rata nilai yang diperoleh sebesar 92,17% berdasarkan hasil analisis data keseluruhan. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pengembangan modul elektronik interaktif pada mata pelajaran Pemrograman Web dinyatakan layak untuk digunakan di sekolah
Pengembangan Media Pembelajaran Game Edukasi Berbasis Mobile Pada Mata Pelajaran Teknologi Infrastruktur Jaringan Kelas X Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan di SMK PGRI 3 Malang.
ABSTRAK Giffary, Akbar. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Game Edukasi Berbasis Mobile Pada Mata Pelajaran Teknologi Infrastruktur Jaringan Kelas X Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan di SMK PGRI 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd., (2) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata Kunci : Game Edukasi, Media Pembelajaran, Teknik Komputer Jaringan, Mobile, Sekolah Menengah KejuruanMata pelajaran Teknologi Infrastruktur Jaringan adalah salah satu mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa kelas X di SMK PGRI 3 Malang. Dari hasil observasi yang dilakukan terdapat beberapa temuan yaitu: (1) guru cenderung menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi; (2) guru kurang mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran; (3) peserta didik lebih senang belajar dengan praktik yang dapat melibatkan mereka secara aktif dan (4) peserta didik sulit mendapatkan gambaran jelas terkait materi yang disampaikan oleh guru. Akibatnya, komunikasi yang berlangsung sifatnya hanya satu arah, media pembelajaran yang digunakan masih belum membuat siswa memahami materi yang diberikan, siswa menjadi kurang termotivasi saat proses belajar mengajar berlangsung dan beberapa siswa masih merasa kebingungan karena tidak adanya gambaran yang diberikan saat materi dipaparkan guru.Dari masalah yang ditemukan maka solusi yang didapatkan adalah dengan pembuatan media pembelajaran berupa Game Edukasi. Tujuan dari pengembangan ini adalah: (1) Merancang media pembelajaran Game Edukasi pada mata pelajaran Teknologi Infrastruktur Jaringan dalam bentuk storyboard; (2) Mengembangkan media pembelajaran Game Edukasi pada mata pelajaran Teknologi Infrastruktur Jaringan pada kelas X di SMK PGRI 3 Malang dan (3) Mengetahui tingkat kelayakan produk media pembelajaran Game Edukasi pada mata pelajaran Teknologi Infrastruktur Jaringan pada kelas X di SMK PGRI 3 Malang.Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE yang memiliki lima tahap, yaitu: (1) Analysis; (2) Design; (3) Development; (4) Implementation; dan (5) Evaluation. Hasil jadi dari pengembangan ini akan melewati tahap validasi dari ahli materi dan ahli media, setelah itu akan diuji cobakan ke peserta didik untuk mengetahui kelayakan media. Pengembangan media pembelajaran Game Edukasi diharapkan dapat mengatasi masalah yang disebutkan diatas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi ahli materi dan ahli media, lembar uji coba perseorangan, kelompok kecil dan kelompok besar. Hasil pengembagan ini adalah: (1) Persentase dari uji coba oleh ahli materi 1 dan 2 masing-masing sebesar 87,67% dan 81,22%; (2) Persentase dari uji coba oleh ahli media 1 dan 2 masing-masing sebesar 93,36% dan 92,86%; serta (3) uji coba perseorangan, kecil dan besar masing-masing sebesar 77,86%; 80,77% dan 86,17%. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa produk pengembangan media pembelajaran Game Edukasi layak digunakan pada mata pelajaran Teknologi Infrastruktur Jaringan
Pengembangan Modul Ajar Digital Interaktif dalam Pembelajaran Sistem Operasi pada Siswa Kelas X TKJ SMK Negeri 1 Tuban
ABSTRAK Salah satu penyediaan bahan ajar adalah untuk mempermudah proses belajar siswa. Bahan ajar dapat membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Pada SMK Negeri 1 Tuban kelas TKJ mata pelajaran Sistem Operasi memiliki kendala dalam proses pembelajaran yaitu hasil belajar siswa berada di bawah (KKM), dari 36 siswa hanya 45% yang sudah mencapai nilai KKM dan sisanya masih berada di bawah KKM. Buku pelajaran yang digunakan saat ini masih bersifat sajian informative menarik siswa untuk mempelajarinya, dan BSE belum memenuhi kriteria pembelajaran siswa di SMK Negeri 1 Tuban. Oleh karena itu, SMK Negeri 1 Tuban membutuhkan suatu bahan ajar yang dapat digunakan sebagai suplemen untuk membantu siswa dalam memahami materiPada proses pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE yaitu: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan, observasi, dan penyebaran angket. Dan beberapa subjek oleh ahli materi, ahli media, dan siswa. Hasil pengembangan modul ajar digital. Kelayakan media pembelajaran dihitung berdasarkan hasil penilaian validasi ahli dan uji coba siswa menggunakan rumus yang mengacu pada Akbar. Penentuan kriteria validitas dan kelayakan modul ajar digital mengacu pada kriteria kelayakan Akbar. Berdasarkan validasi yang telah dilakukan, hasil penilaian dari ahli materi sebesar 95.65%. Hasil penilaian dari ahli media 86.87%. Berdasarkan uji coba siswa, hasil uji coba perorangan dengan pencapaian persentase 86.40%. hasil uji coba kelompok kecil dengan pencapaian persentase 89.37%. Sedangkan hasil uji coba lapangan dengan pencapaian persentase sebesar 90.00%. sehingga, dapat disimpulkan bahwa modul ajar digital interaktif dapat dinyatakan layak untuk digunakan pada mata pelajaran sistem operasi
Penerapan Model Pembelajaran Quantum Learning dibandingkan dengan Model Experiential Learning berbantuan Multimedia Pengaruhnya Terhadap Keaktifan dan Hasil Belajar Pemrograman Dasar pada Siswa Kelas X Program Keahlian Multimedia SMK N 1 Pasuruan
ABSTRAK Upaya seorang guru untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa ialah dengan menguasai beberapa model pembelajaran. Dalam proses pembelajaran seringkali siswa tidak aktif dalam mengikuti mata pelajaran yang diajarkan. Guru masih mendominasi proses pembelajaran yang mengakibatkan pembelajaran hanya bersifat satu arah. Siswa lebih banyak menunggu materi yang diberikan guru daripada mencari dan menemukan pengetahuan yang dibutuhkan. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap rendahnya dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah: (1) untuk mengetahui perbedaan tingkat keaktifan belajar siswa; (2) untuk mengetahui perbedaan rata-rata hasil belajar siswa ranah kognitif; (3) untuk mengetahui perbedaan rata-rata hasil belajar siswa ranah psikomotor.Rancangan penelitian ini menggunakan metode eksperimen bentuk Posttest Only Control Design yang melibatkan kelas A dan kelas B. Objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X program keahlian Multimedia SMK N 1 Pasuruan tahun ajaran 2016/2017. Subjeknya adalah 68 siswa yang terbagi dua kelas yaitu kelas X Multimedia 1 dan kelas X Multimedia 2. Kelas A dalam penelitian ini adalah kelas X Multimedia 1 yang diajar menggunakan model pembelajaran quantum learning berbantuan multimedia. Kelas B adalah kelas X Multimedia 2 yang diajar menggunakan model pembelajaran experiential learning berbantuan multimedia. Penelitian ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu lembar observasi keaktifan, tes objektif, dan pedoman penilaian projek praktikum. Hasil analisa data perbedaan tingkat keaktifan dan hasil belajar ranah kognitif dan psikomotor diperoleh dari uji-t teknik Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan tingkat keaktifan belajar antara kelas A dan kelas B dengan sig.(2-tailed) 0,02