SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
Perbandingan Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Alat Peraga Konkret dengan Model Pembelajaran Problem Solving terhadap Hasil Belajar Komputer Terapan Jaringan Kelas XI TKJ SMK Negeri 2 Probolinggo
ABSTRAK Hasil belajar tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan hasil merupakan hasil dari proses belajar. Akan tetapi dalam praktiknya masih terdapat berbagai permasalahan pada pembelajaran, diantaranya: pembelajaran cenderung kurang variatif, suasana belajar kurang menarik, siswa lebih bergantung kepada guru dan teman sebaya, serta tanggung jawab, minat dan kesadaran belajar siswa rendah yang berakibat pada hasil belajar yang belum maksimal. Pemilihan model pembelajaran yang sesuai akan berdampak pada hasil belajar siswa. Model pembelajaran yang mampu membuat siswa lebih aktif, bekerjasama dalam kelompok, termotivasi serta bertanggung jawab pada pembelajaran. Dua diantaranya adalah penerapan model discovey learning dan model pembelajaran problem solving. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui adanya perbedaan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran komputer terapan jaringan sesudah diterapkan model discovery learning berbantuan alat peraga konkret dan model pembelajaran problem solving. (2) mengetahui adanya pengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran komputer terapan jaringan sebelum dan sesudah diterapkan model discovery learning berbantuan alat peraga konkret dan model pembelajaran problem solving pada siswa kelas XI TKJ di SMK Negeri 2 Probolinggo Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini, menggunakan metode penelitian eksperimen dengan kelas XI TKJ 3 sebagai kelas eksperimen 1 yang diterapkan model discovery learning berbantuan alat peraga konkret sedangkan kelas XI TKJ 4 sebagai kelas eksperimen 2 yang diterapkan model pembelajaran problem solving. Bentuk penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design atau penelitian semu, dengan menggunakan teknik analisis data hasil penelitian antara lain: uji coba instrumen, uji prasyarat analisis dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen 1 dengan kelas eksperimen 2 yang dibuktikan dengan nilai rata-rata posttest eksperimen 1 (83,75) lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata posttest eksperimen 2 (77,78) dengan nilai signifikansi < 0,05 yaitu 0,026. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran pada kelas eksperimen 1 dan eksperimen 2 yaitu nilai rata-rata sebelum (53,93) menjadi nilai rata-rata sesudah (83,75) pada kelas eksperimen 1 dan nilai rata-rata sebelum (50,93) menjadi nilai rata-rata sesudah (77,78) pada kelas eksperimen 2. Hal tersebut juga didukung dengan nilai signifikansi korelasi < 0,05 yaitu 0,000 serta nilai signifikansi thitung < 0,025 yaitu 0,000 pada kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2
Perbedaan Hasil Belajar Dalam Mata Pelajaran Pemrograman Web Melalui Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaning dan Student Demonstration pada Siswa Kelas XII Multimedia di SMKN 10 Malang
ABSTRAK Mawarid, Iman Z. 2017. Perbedaan Hasil Belajar Dalam Mata Pelajaran Pemrograman Web Melalui Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaning dan Student Demonstration pada Siswa Kelas XII Multimedia di SMKN 10 Malang. Jurusan Teknik Elektro, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T. M. Pd. (2) I Made Wirawan, S.T., S.S.T, M.T. Kata Kunci: Pembelajaran Student Facilitator And Explaning, pembelajaran Student Demonstration, Hasil Belajar. Model pembelajaran Student Facilitator and Explaining merupakan suatu model pembelajaran dengan penyampaian materi atau bahan ajar dimana siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya, kesimpulan dan evaluasi, serta guru menyimpulkan ide pendapat dari peserta didik lalu menerangkan semua materi yang disajikan saat itu. Dan model pembelajaran Student Demonstration yakni guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai dan menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan dengan menyiapkan bahan atau alat yang diperlukan, lalu menunjuk salah seorang peserta didik untuk mendemontrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan dan seluruh peserta didik memperhatikan demontrasi dan menganalisanya. Tiap peserta didik mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman peserta didik didemontrasikan dan guru membuat kesimpulan. Peneliti melakukan observasi di SMKN 10 Malang dengan media wawancara kepada guru multimedia, dan siswa. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini berupa (1) Mendeskripsikan hasil belajar “Pemrograman Web” menggunakan model pembelajaran Student Facilitator And Explaining pada Siswa Kelas XII Jurusan Multimedia di SMKN 10 Malang, (2) Mendeskripsikan hasil belajar “Pemrograman Web” menggunakan model pembelajaran Student Demonstration pada Siswa Kelas XII Jurusan Multimedia di SMKN 10 Malang (3) Mengetahui signifikansi perbedaan pada hasil belajar “Pemrograman Web” antara model pembelajaran Student Facilitator And Explaining dan model pembelajaran Student Demonstration pada Siswa Kelas XII Jurusan Multimedia di SMKN 10 Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan metode Pembelajaran Student Facilitator And Explaning dan pembelajaran Student Demonstration, (2) terdapat perbedaan hasil belajar siswa dengan melihat hasil posttest. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang menggunakan metode pembelajaran Student Facilitator And Explaning dan pembelajaran Student Demonstration dengan melihat hasil posttest
Hubungan Self Regulatory Learning, Personal Goal Setting, dan Persepsi Terhadap Profesi Guru dengan Literasi menjadi Guru Kejuruan Teknologi pada Mahasiswa S1 PTE UM
ABSTRAK Rosada, Milla Anifatul. 2017. Hubungan Self Regulatory Learning, Personal Goal Setting, dan Persepsi Terhadap Profesi Guru dengan Literasi menjadi Guru Kejuruan Teknologi pada Mahasiswa S1 PTE UM. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T., (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd. Kata Kunci: Literasi menjadi Guru Kejuruan Teknologi, Self Regulatory Learning, Personal GoalSetting, Persepsi terhadap Profesi Guru. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) membutuhkan guru profesional untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan globalisasi. Literasi menjadi guru kejuruan teknologi penting dimiliki mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro (PTE) sebagai calon guru SMK. Beberapa cara yang dapat mempengaruhi literasi mahasiswa adalah self regulatory learning, personal goal setting, danpersepsi terhadap profesi guru. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendiskripsikan self regulatory learning (X1), personal goal setting (X2), persepsi terhadap profesi guru (X3), dan literasi menjadi guru kejuruan teknologi (Y), (2) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X1 dan Y, (3) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X2 dan Y, (4) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X3 dan Y, (5) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X1 dan X2 secara simultan dengan Y, (6) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X1 dan X3 secara simultan dengan Y, (7) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X2 dan X3 secara simultan dengan Y, dan (8) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X1, X2 dan X3 secara simultan dengan Y. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa S1 PTE UM sejumlah 114 mahasiswa aktif angkatan 2014. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Data yang diperoleh diuji dengan uji korelasi parsial dan uji hipotesis untuk mengungkapkan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat baik secara parsial maupun secara simultan. Untuk mengukur variabel X1, X2 , X3 dan Y menggunakan instrumen penilaian berupa anget. Variabel X_1,X_(2,) X_3, dan Y memiliki tingkat reliabiltas secara berurutan adalah 0,735, 0,741, 0,723 dan 0,722. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi parsial dan regresi ganda, analisis uji prasyarat, dan analisis sumbangan efektif-relatif menggunakan bantuan SPSS. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu (1) X1, X2, X3, dan Y dalam kategori cenderung tinggi (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dan Y, X2 dan Y, X3 dan Y, X1 dan X2 secara simultan dengan Y, X1 dan X3 secara simultan dengan Y, X2 dan X3 secara simultan dengan Y, dan X1, X2 dan X3 secara simultan dengan Y. ABSTRACT Rosada, Milla Anifatul. 2017. The Relationship of Self Regulatory Learning, Personal Goal Setting, and Perception of Professional Teachers toLiteracy become Technology Vocational Teachers of Electrical Engineering Education State University of Malang. Thesis, Education of Electrical Engineering, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisors:(1) Dr. SetiadiCahyonoPutro, M.Pd., M.T., (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd. Keywords: Literacy becomes Vocational Teacher of Technology, Self Regulatory Learning, Personal Goal Setting, Perception of Teacher Profession. Vocational High School (SMK) requires professional teachers to prepare students for the challenges of globalization. Literacy becomevocational technology teacher owned important by undergraduate student of Electrical Engineering Education (PTE) as prospective teacher of SMK. Some ways that can affect student literacy are self regulatory learning, personal goal setting, and perceptions of the teaching profession. This study aims to: (1) describe self regulatory learning (X1), personal goal setting (X2), perceptions of teacher profession (X2), and literacy become technology vocational teacher (Y), (2) reveal significance and relationship X1 and Y, (3) expresses the significance and relationship X2 and Y, (4) expresses the significance and relationship X3 and Y, (5) reveals the significance and relationship X1 and X2 simultaneously with Y, (6) reveals the significance and relationship X1 and X3 simultaneously with Y, (7) expresses the significance and relationship X2 and X3 simultaneously with Y, and (8) expresses the significance and relationship X1, X2 and X3 simultaneously with Y. The research method used in this research using quantitative approach with descriptive correlational research design. The sample of this research are college students of S1 PTE with 114 respondents. Sampling technique used purposive sampling. The data obtained were tested by partial correlation test and hypothesis test to reveal the relationship between independent variable and dependent variable either partially or simultaneously. To measure the variables X1, X2 and X3 and Y use judging instruments in the form of quiz. The variables X1, X2, X3 and Y have corresponding reliabilty levels are 0.735, 0.741, 0.723 and 0.722. Data analysis techniques used are partial correlation and multiple regression analysis, prerequisite test analysis, and relative contribution-effective analysis using SPSS assistance. The results obtained from this study are (1) X1, X2, X3,and Y in the categories tend to be high (2) there is a positive and significant relationship between X1 and Y, X2 and Y, X3 and Y, X1and X2 simultaneously with Y, X1 and X3 simultaneously with Y, X2 and X3 simultaneously with Y, and X1, X2, and X3simultaneously with Y
Pengaruh Interpersonal Skill dan Tingkat Kebermaknaan Kajian dan Praktik Lapangan (KPL) terhadap Ketertarikan Karir Guru Mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Indriani, Ike. 2018. Pengaruh Interpersonal Skill dan Tingkat Kebermaknaan Kajian dan Praktik Lapangan (KPL) terhadap Ketertarikan Karir Guru Mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (a) Dr. Ir. Syaad Patmanthara, M.Pd., (b) Dila Umnia Soraya, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: interpersonal skill, kebermaknaan KPL, ketertarikan karir guru Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang membidik lulusannya menjadi guru. Dari tahun ke tahun tentunya sudah banyak lulusan calon guru yang berhasil dicetak, terutama guru TIK di jenjang SMK. Namun peningkatan jumlah minat masyarakat Indonesia terhadap SMK tidak diimbangi dengan ketersediaan guru di lapangan. Fenomena tersebut terjadi karena keterarikan mahasiswa terhadap karir guru yang berbeda-beda dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya interpersonal skill mahasiswa dan kebermaknaan KPL yang dilaksanakan. Tujuan penelitian ini mengungkapkan pengaruh antara: (1) interpersonal skill (X1) dengan ketertarikan karir guru (Y); (2) kebermaknaan KPL (X2) dengan ketertarikan karir guru (Y); dan (3) interpersonal skill (X1) dan kebermaknaan KPL (X2) dengan ketertarikan karir guru (Y). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika angkatan 2014 dengan jumlah 190 mahasiswa. Pengumpulan data variabel X1, X2, dan Y dilakukan dengan angket tertutup menggunakan teknik sampling insidental kepada sampel sebanyak 150 mahasiswa. Untuk mengungkapkan pengaruh secara parsial antara X1 dengan Y dan X2 dengan Y menggunakan analisis regresi sederhana. Sedangkan untuk mengungkapkan pengaruh X1 dan X2 secara simultan dengan Y menggunakan analisis regresi berganda. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa: (1) interpersonal skill mahasiswa S1 PTI UM angkatan 2014 dalam kategori tinggi; (2) tingkat kebermaknaan KPL mahasiswa S1 PTI UM angkatan 2014 dalam kategori tinggi; (3) ketertarikan karir guru mahasiswa S1 PTI UM angkatan 2014 dalam kategori rendah; (4) tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara interpersonal skill terhadap ketertarikan karir guru; (5) terdapat pengaruh yang signifikan antara kebermaknaan KPL terhadap ketertarikan karir guru; (3) terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara interpersonal skill dan kebermaknaan KPL terhadap ketertarikan karir guru.
Muhammad N. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Website Untuk Mata Kuliah Workshop Instalasi Penerangan Listrik Di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Miftasin, Muhammad N. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Website Untuk Mata Kuliah Workshop Instalasi Penerangan Listrik Di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi. S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Suwasono, M.T (2) Drs. Hari Putranto Kata Kunci: Bahan Ajar, Website, Workshop Instalasi Penerangan Listrik Berdasarkan kegiatan observasi yang telah dilakukan, dapat diketahui permasalahan yaitu kurangnya sumber refrensi atau bahan ajar yang lebih efektif, inofatif dan menarik serta mengikuti perkembangan jaman. Pengembangan ini bertujuan untuk (1) Merancang dan membuat bahan ajar berbasis website untuk mata kuliah Workshop Instalasi Penerangan Listrik. (2) Merancang dan membuat jobsheet untuk mata kuliah Workshop Instalasi Penerangan Listrik. (3) Menguji kelayakan bahan ajar berbasis website untuk mata kuliah Workshop Instalasi Penerangan Listrik, (4) Menguji kelayakan jobsheet mata kuliah Workshop Instalasi Penerangan Listrik. Prosedur penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah pengembangan Borg & Gall dengan prosedur sebagai berikut : (1) analisis, (2) perancangan produk, (3) pembuatan produk, (4) uji coba produk awal (5) revisi produk awal, (6) uji coba kelompok kecil, (7) revisi uji coba kelompok kecil, (8) uji coba kelompok besar, (9) revisi uji coba kelompok besar, (10) produk akhir. Hasil dari penelitian berupa bahan ajar website dan jobsheet yang telah dikembangkan dan divalidasi oleh validasi ahli materi dan ahli media, serta telah di uji cobakan kepada responden didapatkan hasil yang sangat valid. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba tersebut, maka bahan ajar berbasis website untuk mata kuliah workshop instalasi penerangan listrik ini layak dan dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran pada mata kuliah Workshop Instalasi Penerangan Listrik di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN ANTARMUKA MIKROKONTROLER DENGAN SENSOR DAN TRANDUSER UNTUK MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Isa, Rizqi Firdaus.2016.Pengembangan Media Pembelajaran Antarmuka Mikrokontroler dengan Sensor dan Tranduser untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Eng. Siti Sendari, S.T.,M. T.(2) Drs. Suwasono, M.T. Kata Kunci : Trainer Antarmuka Sensor dan Tranduser, Bahan Ajar Cetak (Modul Praktikum), Mikroprosesor Lanjut. Matakuliah Mikroprosesor Lanjut merupakan salah satu matakuliah wajib bagi mahasiswa program studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Berdasarkan hasil wawancara/interview dosen pengampu matakuliah Mikroprosesor dan pengalaman pada saat menempuh matakuliah Sensor dan Tranduser, terdapat alat/modul sensor namun belum tersedianya bahan ajar, dan belum adanya materi tentang antarmuka mikrokontroler dengan sensor. Sehingga diperlukan trainer antarmuka sensor dan bahan ajar berupa modul untuk menunjang pembelajaran mahasiswa pada Matakuliah Mikroposesor Lanjut. Cara ini direalisasikan dengan mendesain trainer antar muka mikrokontroler dengan sensor dan tranduser untuk selanjutnya dibuatkan bahan ajar berupa modul praktikum untuk Matakuliah Mikroposesor Lanjut. Tujuan dari pengembangan modul Antarmuka Mikrokontroler dengan Sensor adalah merancang bahan ajar berupa modul praktikum Antarmuka Mikrokontroler dengan Sensor pada Matakuliah Mikroprosesor Lanjut untuk prodi S1 PTE Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang; mengembangkan trainer Antarmuka Mikrokontroler dengan Sensor pada matakuliah Mikroprosesor Lanjut untuk prodi S1 PTE Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang; dan menguji modul dan trainer Antarmuka Mikrokontroler dengan Sensor hingga layak digunakan pada Matakuliah Mikroprosesor Lanjut untuk prodi S1 PTE Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari langkah-langkah pengembangan Sadiman dengan melakukan sedikit modifikasi. Seluruh proses pengembangan terbagi dalam 8 langkah, yakni: identifikasi kebutuhan, perumusan tujuan, perumusan butir-butir materi, perumusan alat pengukur keberhasilan, penulisan naskah media, tes/ ujicoba, revisi, dan naskah siap produksi. Hasil dari penelitian yang telah dikembangkan dan divalidasi oleh ahli materi diperoleh nilai rata-rata 96,29%, ahli media diperoleh 94,44 %, uji coba kelompok kecil diperoleh 90,5 %, dan uji coba kelompok besar diperoleh 90,3 %. Hasil validasi, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar menyatakan bahwa trainer dan modul Antarmuka Mikrokontroler dengan Sensor dan Tranduser secara keseluruhan layak, sehingga dapat digunakansebagai media dalam membantu proses pembelajaran pada Matakuliah Mikroprosesor Lanjut
Pengembangan Trainer Smart Relay secara Ergonomi Matapelajaran Sistem Kontrol Terprogramuntuk Siswa Kelas XII Program Keahlian Teknik Otomasi Industri di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan
Smart relay adalah perangkat kendali yang dapat diprogram secara berulang-ulang untuk menjalankan intruksilogika timer, counter, penjadwalan, dan pembacaan data analog.Smart relay semakin banyak digunakan di dunia industri sehingga menuntut siswa SMK untuk mempunyai sikap, pengetahuan dan keterampilan tentang smart relay khususnya untuk SMK program studi Teknik Otomasi Industri. Materi smart relay dapat diajarkan pada matapelajaran Sistem Kontrol Terprogram untuk kelas XII semester ganjil. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah: (1) Membuat trainer smart relay secara ergonomis mata pelajaran Sistem Kontrol Terprogram untuk siswa Kelas XII program keahlian Teknik Otomasi Industri di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan. (2) Mengidentifikasi tingkat kelayakan trainer smart relay secara ergonomis mata pelajaran Sistem Kontrol Terprogram untuk siswa Kelas XII program keahlian Teknik Otomasi Industri di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan.Model penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model ADDIE dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Anlyze, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation dan (5)Evaluation. Produk trainer dan manual book ini telah divalidasi oleh ahli (reviewer) serta telah diuji cobakan kepada siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen melalui uji kelayakan dan uji keefektivan. Kelayakan trainer dan manual book diketahui berdasarkan hasil angket. Hasil angket reviewer mendapatkan persentase 95,73% (sangat valid),hasil angket siswa pada uji coba perseorangan mendapatkan persentase 92,8% (sangat valid), dan hasil angket siswa pada uji coba kelompok kecil mendapatkan persentase 94,43 % (sangat valid). Apabila di rata-rata secara keseluruhan persentase yang diperoleh adalah 94,32%. Berdasarkan persentase tersebut, produk trainer dan manual book dinyatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah.Uji keefektifan dilakukan dengan cara pengamatan oleh penamat (observer) ketita proses pembelajaran berlangsung. Hasil uji keefektifan trainer smart relay yang digunakan baik dan efektif terbukti melihat respon, perhatian, kemauan, dan konsentrasi siswa saat proses pembelajaran berlangsung lebih baik dibandingkan tanpa menggunakan trainer smart relay.
Pengembangan Buku Ajar Cetak Pada Mata Pelajaran Teknik Animasi 2 Dimensi Kelas XI Program Keahlian Multimedia SMK Negeri 1 Pasuruan
Quarhanda Mugianto, Oka Dwi. 2016. Pengembangan Buku Ajar Cetak Pada Mata Pelajaran Teknik Animasi 2 Dimensi Kelas XI Program Keahlian Multimedia SMK Negeri 1 Pasuruan. Skripsi. Pendidikan Teknik Informatika. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Puger Honggowiyono, M.T., (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T.,M.Kom. Kata Kunci: pengembangan, buku ajar, Teknik Animasi 2 Dimensi, Multimedia Pada Kurikulum 2013 di Program Keahlian Multimedia terdapat mata pelajaran Teknik Animasi 2 Dimensi. Berdasarkan hasil observasi di SMK Negeri 1 Pasuruan program keahlian Multimedia terdapat permasalahan dalam pembelajaran Teknik Animasi 2 Dimensi yaitu: (1) Belum adanya buku ajar yang sesuai dengan kurikulum 2013; (2) Tingkat ketuntasan peserta didik dalam pembelajaran yang tergolong rendah yaitu hanya 5% dari 35 peserta didik yang nilainya melampaui KKM. Berdasarkan permasalahan yang ada maka dibutuhkan pengembangan buku ajar untuk menunjang proses pembelajaran mata pelajaran Teknik Animasi 2 Dimensi di SMK Negeri 1 Pasuruan. Model pengembangan bahan ajar yang digunakan yaitu model penelitian dan pengembangan Pustekkom Depdiknas (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Departemen Pendidikan Nasional). Model pengembangan Pustekkom Depdiknas terdiri dari 7 tahapan, yaitu: (1) Bedah Kurikulum, (2) Identifikasi Media, (3) Pengembangan Naskah, (4) Produksi, (5) Penyempurnaan, (6) Uji Coba, (7) Revisi. Instrument pengumpulan data menggunakan angket untuk validator dan subjek uji coba serta pre test dan post test. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan, didapatkan persentase hasil akhir validasi oleh ahli materi 1 sebesar 94,2%, ahli materi 2 sebesar 96,3% dan ahli media 96,7%. Hasil uji coba kelompok kecil sebesar 91,3% dan hasil uji coba kelompok besar sebesar 93,8%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil pengembangan buku ajar Teknik Animasi 2 Dimensi secara keseluruhan dinyatakan sangat valid dan dapat digunakan tanpa revisi. Selain itu, pada uji coba kelompok kecil memiliki rata-rata nilai pre test sebesar 67,3 dan rata-rata nilai post test 93,9. Sedangkan uji coba kelompok besar memiliki rata-rata nilai pre test sebesar 64,33 dan rata-rata nilai post test sebesar 92,33%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa buku ajar Teknik Animasi 2 Dimensi yang dikembangkan ini dapat menarik minat belajar siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI Program Keahlian Multimedia dalam pembelajaran Teknik Animasi 2 Dimensi
Pengembangan Media Pembelajaran Game Edukasi SiBil pada Mata Pelajaran Sistem Komputer Kelas X Program Keahlian TKJ SMKN 5 Malang
ABSTRAK Budi, Wildan Setyo. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Game Edukasi SiBil pada Mata Pelajaran Sistem Komputer Kelas X Program Keahlian TKJ SMKN 5 Malang, Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muladi, S.T., M.T. (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata Kunci: Penelitian dan Pengembangan, Media Pembelajaran, Game Edukasi, Mata Pelajaran Sistem Komputer Masalah yang ditemukan di SMKN 5 Malang yaitu keaktifan belajar siswa dalam belajar mandiri, siswa kesulitan dalam berpikir abstrak dalam memahami mata pelajaran sistem komputer. Potensi yang ditemukan pada lapangan berupa fasilitas internet dan komputer yang memadai maka analisis kebutuhan menghasilkan solusi berupa pembuatan media pembelajaran berupa Game Edukasi SiBil. Pengembangan game edukasi menggunakan bahasa pemrograman javascript dengan bantuan framework Phaser.js dan bahasa markah HTML 5. Game edukasi bisa dimainkan melalui browser pada komputer. Game Edukasi dikembangkan berdasarkan silabus Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Sistem Komputer. Pengembangan media pembelajaran game edukasi menggunakan model penelitian dan pengembangan yang dikembangkan oleh Sugiyono, serta menggunakan model pengembangan perangkat lunak prototipe. Pengembangan Game Edukasi, diharapkan dapat membantu siswa dalam berpikir secara abstrak dan menjadi sebuah media pembelajaran alternatif pada mata pelajaran sistem komputer di SMKN 5 Malang. Berdasarkan hasil validasi dari ahli media, ahli materi dan uji coba kepada siswa didapatkan hasil sebesar 97,3% untuk ahli materi, 88,6% untuk ahli media, 86,5% untuk uji coba kelompok kecil dan 87.6% untuk uji coba kelompok besar. Berdasarkan kriteria kelayakan validitas Sugiyono (2010) persentase tersebut dinyatakan sangat layak. Dari hasil validasi dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran game edukasi dapat digunakan sebagai suplemen Mata Pelajaran Sistem Komputer.
Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis Epub Untuk Menunjang Matakuliah Game Edukasi Pada Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri
ABSTRAK Wulandari, Ristania Fitri 2016.Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis Epub Untuk Menunjang Matakuliah Game Edukasi Pada Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang.Pembimbing : (1) Dr. Eng. Anik Nur Handayani, S.T., M.T.,(2) Didik Dwi Prasetya, S.T.,M.T., Kata Kunci : Bahan Ajar Digital, Game Edukasi, Epub. Salahsatu tujuannya dari matakuliah Game Edukasi di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang adalah mendesain game yang menarik untukmenumbuhkan motivasi belajar peserta didik.Sehingga, kemampuan untuk dapat menguasai aplikasi pembuat game (game engine) sangat dibutuhkan. Berdasarkan hasil observasi terhadap mahasiswa yang telah mengikuti matakuliah Game Edukasi, 90% mahasiswa belum memahami bahasa pemrograman yang digunakan dan membutuhkan sumber belajar mandiri berupa modul.Berdasarkan uraian tersebut, dibutuhkan pengembangan dan penambahan bahan ajar yang lebih inovatif dan menarik untuk penunjang matakuliah Game Edukasi. Bahan ajar yang dimaksud merupakan bahan ajar digital dalam bentuk Epub. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah (1)Merancang bahan ajar berupa modul digital berbasis epub untuk matakuliah Game Edukasi.; (2)Menghasilkan bahan ajar berupa modul digital berbasis epub untuk matakuliah Game Edukasi; (3) Menguji hasil pengembangan untuk mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan.Model pengembangan yang digunakan pada penelitian pengembangan ini adalah model pengembangan ADDIE yang memiliki langkah-langkah sebagai berikut: (1) Analysis; (2) Design; (3) Development; (4) Implementation; (5) Evaluation; Hasil uji coba produk yang telah dilaukuan pada 3 (tiga) kelompok responden diperoleh hasil sebagai berikut: (1) ahli media menyatakan produk ini valid dan layak digunakan dengan presentase 88.71%, (2) ahli materi menyatakan produk ini valid dan layak digunakan dengan presentase 95%, (3) mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika menyatakan valid dan layak digunakan dengan presentase 86,25% pada uji coba kelompok kecil dan 88.60% pada uji coba kelompok besar