SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
Pengembangan Bahan Ajar Perekayasaan Sistem Kontrol Berbasis Proyek untuk Siswa Kelas XII Semester 1 Program Keahlian Teknik Elektronika Industri di SMK
ABSTRAK Hermawan, Rachmat.2018.Pengembangan Bahan Ajar Perekayasaan Sistem Kontrol Berbasis Proyek untuk Siswa Kelas XII Semester 1 Program Keahlian Teknik Elektronika Industri di SMK. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I) Drs.SlametWibawanto, M.T, (II) Dr. Eng. M. Sholihul Hadi, S.T., M.Eng. Kata kunci: Buku Ajar, Pengembangan,Perekayasaan Sistem Kontrol, Project Based Learning (PBL), Kurikulum 2013. Berdasarkan hasil review pada beberapa buku cetak maupun dari Buku Sekolah Elektronik (BSE) untuk pelajaran Perekayasaan Sistem Kontrol, diketahui belum tersedia bahan ajar untuk mata pelajaran Perekayasaan Sistem Kontrol yang sesuai dengan tujuan Kurikulum 2013 di SMKN 1 Blitar dan memenuhi standar penilaian BSNP. Pada buku pertama, yaitu buku berjudul ”Teknik Otomasi Industri”, dilihat berdasarkan kelayakan isi, kurang sesuai dengan KI dan KD yang ada pada silabus, bahasa yang digunakan masih cukup sulit dipahami, dan belum sesuai dengan kebutuhan bahan ajar karena tidak terdapat soal evaluasi maupun tugas-tugas untuk mengukur hasil belajar siswa. Buku kedua berjudul ”Perekayasaan Sistem Kontrol” dan sudah menggunakan Kurikulum 2013. Dilihat berdasarkan kelayakan isi, bahasa yang digunakan mudah dipahami, dan sudah terdapat soal-soal maupun tugas untuk evaluasi belajar siswa, tetapi belum sesuai dengan sumber belajar dan kebutuhan di SMKN 1 Blitar. Perekayasaan Sistem Kontrol merupakan kelompok mata pelajaran C3, artinya mata pelajaran ini menuntut siswa banyak melakukan kegiatan praktikum untuk menguasai kompetensi pada mata pelajaran tersebut. Selain itu, agar sesuai Kurikulum 2013, harus digunakan model pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan saintifik yaitu pembelajaran berbasis proyek (project based learning). Buku ajar dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan Dick and Carreyyang memiliki langkah-langkahpengembangan sebagai berikut: (1) identify instructional goal(s), (2) conduct instructional analysis, (3) identify entry behaviors, characteristic, (4) write performance objectives, (5) develop criterion referenced test items, (6) develop instructional strategy, (7) develop and select instructional materials, (8) design and conduct formative evaluation, (9) revise product, (10) design and conduct summative evaluation. Buku ajar ini telah divalidasi oleh dua orang ahli serta telah diuji cobakan kepada siswa kelas XII di SMK Negeri 1 Blitar melalui uji kelayakan dan tes sumatif. Kelayakan bahan ajar diketahui berdasarkan hasil angket. Hasil angket darireviewer ahli 1 mendapatkan skor 94,07 % (sangat valid), dari reviewer ahli 2 mendapatkan skor 94,49 % (sangat valid), uji coba perorangan mendapatkan skor 85,92 % (sangat valid), hasil angket siswa pada uji coba kelompok kecil mendapatkan skor 90,62 % (sangat valid), dan hasil angket siswa pada uji coba lapangan mendapatkan skor 88,85 % (sangat valid). Berdasarkan skor tersebut, bahan ajar dinyatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah.Keefektifan bahan ajar dapat diketahui berdasarkan hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa diambil dari dua kali pertemuan, dimana pada pertemuan pertama nilai rata-rata yang didapat adalah 84,32 dan pada pertemuan kedua nilai rata-rata yang didapat adalah 82,2. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai yang didapat siswa lebih tinggi dari Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) di SMK Negeri 1 Blitar yaitu 75. Berdasarkan hasil tersebut, buku ajar dinyatakan efektif untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah
Hubungan Kemampuan Adaptasi dan Etos Kerja Praktikum dengan Animo Memasuki Dunia Kerja pada Siswa SMK Negeri Kelas XI Program Keahlian Teknologi Informasi di Kota Probolinggo
ABSTRAK Kemampuan adaptasi dan etos kerja praktikum diperlukan dalam meningkatkan animo siswa dalam memasuki dunia kerja setelah mereka lulus dari SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan adaptasi siswa dengan animo memasuki dunia kerja, etos kerja praktikum dengan animo memasuki dunia kerja, kemampuan adaptasi dan etos kerja praktikum dengan animo memasuki dunia kerja pada siswa SMK Negeri Kelas XI jurusan TI di Kota Probolinggo. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional ex post facto dengan pendekatan kuantitatif. Menggunakan teknik sampel Purposive Sampling dengan jumlah populasi 192 siswa sehingga diperoleh sampel 130 siswa Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah SMKN 1 Probolinggo dengan jumlah sampel 64 siswa, SMKN 2 Probolinggo dengan jumlah sampel 44 siswa dan SMKN 4 Probolinggo dengan jumlah siswa 84 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penenelitian ini menggunakan kuisioner angket dengan reliabilitas 0.702, 0.734, dan 0.723. Hasil penelitian memaparkan bahwa; (a) animo memasuki dunia kerja pada siswa SMK Negeri Kelas XI program keahlian teknologi informasi di Kota Probolinggo masuk ke dalam kategori sangat tinggi dengan frekuensi 89; (b) kemampuan adaptasi pada siswa SMK Negeri Kelas XI program keahlian teknologi informasi di Kota Probolinggo masuk ke dalam kategori tinggi dengan frekuensi 95; (c) etos kerja praktikum pada siswa SMK Negeri Kelas XI program keahlian Teknologi Informasi di Kota Probolinggo masuk ke dalam kategori tinggi dengan frekuensi 69; (d) kemampuan adaptasi dengan animo memasuki dunia kerja memiliki sig 0.08; (e) etos kerja praktikum dengan animo memasuki dunia kerja memiliki sig 0.000; (f) kemampuan adaptasi dan etos kerja praktikum dengan animo memasuki dunia kerja memiliki sig 0.000 serta memiliki sumbangan 47.0%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah; (a) animo memasuki dunia kerja masuk ke dalam kategori sangat tinggi; (b) kemampuan adaptasi masuk ke dalam kategori tinggi; (c) etos kerja praktikum masuk ke dalam kategori tinggi; (d) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kemampuan adaptasi dan etos kerja praktikum dengan animo memasuki dunia kerja pada siswa SMK Negeri Kelas XI program keahlian Teknologi Informasi di Kota Probolinggo
Perbedaan Hasil Tugas Mapel Gambar Teknik Karena Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek Berbantuan Software Visio Dibandingkan Software Autocad Pada Siswa Kelas XI Program Keahlian TIPTL Di SMK Negeri 1 Bangil Kabupaten Pasuruan
ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMKN 1 Bangil sudah menerapkan kurikulum 2013. Pada mata pelajaran gambar teknik khususnya di jurusan TIPTL sudah dijelaskan apabila salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasainya yaitu menggambar instalasi listrik dan rangkaian elektronika wajib menggunakan software, namun penggunaan software Autocad belum dimanfaatkan. Sedangkan tuntutan dari industri sekarang harus ahli menggunakan berbagai perangkat lunak (software), dan pada silabus kurikulum 2013 juga menganjurkan untuk memanfaatkan perangkat lunak (software) sebagai media. Selain itu menurut pemaparan Pak Bastian Adi bahwa peserta didik hanya fokus pada software Microsoft Visio nya dan masih belum memanfaatkan software lainnya seperti software Autocad. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan hasil tugas karena pengaruh model berbasis proyek berbantuan software Microsoft Visio; (2) mendeskripsikan hasil tugas karena pengaruh model berbasis proyek berbantuan software Autocad; dan (3) mengetahui perbedaan hasil tugas dalam segi aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan karena pengaruh model berbasis proyek berbantuan software Microsoft Visio dibandingkan berbantuan software Autocad. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment design dalam bentuk non-equivalent control group design. Desain penelitian ini menggunakan dua kelas. Kelas A dan kelas B dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek. Perbedaan pada penelitian ini terdapat pada media yang digunakan. Pada kelas A menggunakan media software Microsoft Visio dan kelas B menggunakan media software Autocad. sebelum diberi perlakuan, kemampuan awal siswa di uji kesamaan dua rata-rata menggunakan uji-t dan uji prasyarat analisis dengan bantuan software SPSS 21.0. setelah diberi perlakuan, kedua kelas akan dibandingkan dan dicari tingkat signifikansinya. Analisis perbedaan dilakukan menggunakan uji-t dengan bantuan software SPSS 21.0 Independent Sample T-test. Hasil tugas aspek sikap kelas A memperoleh nilai rata-rata 89,08 sedangkan nilai rata-rata pada kelas B sebesar 85,3. Hasil tugas aspek pengetahuan pada kelas A memperoleh nilai rata-rata 76,76 sedangkan pada kelas B memperoleh nilai rata-rata 75,42. Hasil tugas aspek keterampilan pada kelas A memperoleh 78,38 sedangkan pada kelas B memperoleh nilai rata-rata 65,97. Hasil uji normalitas pada data hasil tugas siswa kelas A dan kelas B menunjukkan nilai Sig. > 0,05. Sehingga data hasil tugas siswa dinyatakan terdistribusi normal. Hasil uji homogenitas pada data hasil tugas kelas A dan kelas B menunjukkan nilai Sig. > 0,05. Sehingga data hasil tugas siswa dinyatakan homogen. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa: (1) hasil tugas aspek sikap pada kelas A lebih tinggi daripada hasil tugas pada kelas B; (2) hasil tugas aspek pengetahuan pada kelas A lebih tinggi daripada hasil tugas kelas B namun nilai dari kedua kelas tidak terpaut jauh; (3) hasil tugas aspek keterampilan pada kelas A lebih tinggi daripada hasil tugas kelas B; dan (4) terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil tugas dalam segi aspek sikap dan aspek keterampilan, sedangkan dalam aspek pengetahuan antara kelas A dan kelas B tidak terdapat perbedaan
PERBEDAAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXPERT GROUP DIBANDINGKAN THINK PAIR SHARE BERBANTUAN MODUL PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN KOMPUTER DAN JARINGAN DASAR KELAS X TKJ DI SMK NEGERI 7 MALANG
ABSTRAK Dalam dunia pendidikan, keberadaan peran dan fungsi guru merupakan salah satu faktor yang sangat signifikan. Guru perlu memahami hal-hal yang mempengaruhi proses belajar siswa, salah satu yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar siswa adalah faktor keaktifan belajar siswa, pemilihan model pembelajaran dan perangkat pembelajaran yang akan digunakan. Keaktifan siswa sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar sehingga siswa harus lebih aktif, karena siswa sebagai subjek didik yang merencanakan dan ia sendiri yang melaksanakan belajar. Namun kenyataannya, siswa masih cenderung pasif dan pembelajaran hanya berpusat pada guru. Upaya pengelolaan keaktifan dan hasil belajar dapat dilakukan dengan menerapkan suatu model pembelajaran dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran expert group dan think pair share (TPS) dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keaktifan dan hasil belajar siswa ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan pada kelas yang belajar menggunakan model pembelajaran expert group dan think pair share (TPS) pada mata pelajaran komputer dan jaringan dasar kompetensi menerapkan pengalamatan IP. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental dengan pretest-posttest control group design. Desain penelitian ini menggunakan dua kelas, kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran expert group dan kelas kontrol diterapkan model pembelajaran think pair share (TPS), Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji-t dan uji anova dua jalur. Hasil penelitian, dilihat dari uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar ranah pengetahuan (sig.0,01
Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Berbasis Mobile pada Mata Pelajaran Dasar Desain Grafis Bermuatan Problem Based Learning untuk Siswa Kelas X Program Keahlian TKI di SMK
ABSTRAK Resita, Ekawati. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Berbasis Mobile pada Mata Pelajaran Dasar Desain Grafis Bermuatan Problem Based Learning untuk Siswa Kelas X Program Keahlian TKI di SMK. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T., (2) I Made Wirawan, S.T., S.S.T., M.T. Kata Kunci : Bahan Ajar Interaktif, Mobile, Dasar Desain Grafis, Problem Based Learning. Berlakunya perubahan kurikulum 2013 menjadi revisi 2017 berdampak pada kegiatan pembelajaran termasuk perubahan mata pelajaran sekaligus isi dari materi pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi dari tiga SMK dengan Program Keahlian TKI di sekitar Malang, peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami materi Dasar Desain Grafis sehingga siswa memerlukan media penunjang lain berupa bahan ajar interaktif berbasis mobile. Pengembangan bahan ajar interaktif berbasis mobile dapat menjadi solusi untuk menangani permasalahan yang terjadi dan membantu siswa untuk memahami materi Dasar Desain Grafis. Selain itu penggunaan model pembelajaran problem based learning yang memberikan contoh permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari dapat menambah ketertarikan peserta didik pada bahan ajar yang dikembangkan. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah merancang dan mengembangkan aplikasi d-Graf sebagai bahan ajar interaktif berbasis mobile pada mata pelajaran dasar desain grafis bermuatan problem based learning pada siswa Kelas X Pada Program Keahlian TKI di SMK serta menguji kelayakan bahan ajar sebagai suplemen pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah model pengembangan Sadiman, langkah-langkah dimulai dari (1) analisa kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) perumusan tujuan, (3) pengembangan materi pembelajaran, (4) perumusan alat pengukur keberhasilan, (5) penulisan dan implementasi naskah, (6) mengadakan tes atau uji coba (7) mengadakan revisi, (8) siap produksi. Uji coba kelayakan penelitian pengembangan akan dilakukan kepada siswa Kelas XI Program keahlian TKI di SMK Negeri 4 Malang yang sudah atau menjalani mata pelajaran Dasar Desain Grafis. Berdasarkan hasil data yang didapatkan dari uji coba responden one to one sebesar 86,42%, validasi materi dari ahli 87,90%, validasi media dari ahli 87,50%, uji coba kelompok kecil 87,81% dan uji coba lapangan 92,35% dapat dinyatakan aplikasi d-Graf sebagai bahan ajar interaktif berbasis mobile pada mata pelajaran Dasar Desain Grafis termasuk dalam kategori sangat layak, artinya aplikasi d-Graf dapat manfaatkan dalam proses pembelajaran
Pengembangan Bahan Ajar E-learning Elektronika Digital Lanjut untuk Prodi D3 Teknik Elektronika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Rahmadani, Aima. 2017. Pengembangan Bahan Ajar E-learning Elektronika Digital Lanjut untuk Prodi D3 Teknik Elektronika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suwasono, M.T., (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata Kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, E-learning, Elektronika Digital Lanjut Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan narasumber yang merupakan dosen pengampu mata kuliah Elektronika Digital Lanjut Prodi D3 Elektronika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang menjelaskan bahwa telah tersedia bahan ajar baik untuk pegangan dosen maupun mahasiswa. Namun urutan materi bahan ajar tersebut tidak terstruktur dan belum sesuai dengan perubahan kompetensi yang tercantum pada katalog Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang tahun 2014. Disamping itu tidak semua materi dicantumkan dan belum adanya soal latihan, sehingga dirasa kurang efektif dan belum bisa ditentukan layak tidaknya bahan ajar tersebut. Fasilitas e-learning Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang (http://elektro.um.ac.id/weblearning/) dan e-learning Universitas Negeri Malang (http://elearning.um.ac.id/) telah tersedia, namun ketersediaan materi di web tersebut masih kurang. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan penelitian pengembangan bahan ajar e-learning Elektronika Digital Lanjut. Tujuan dari adanya penelitian pengembangan ini adalah untuk merancang, membuat serta menguji bahan ajar e-learning Elektronika Digital Lanjut untuk Prodi D3 Teknik Elektronika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Bahan ajar e-learning Elektronika Digital Lanjut berupa modul ajar dan video ajar matakuliah Elektronika Digital Lanjut untuk D3 Teknik Elektronika dengan urutan materi yang telah terstruktur dan sesuai dengan kompetensi yang tercantum pada katalog Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang 2014 serta dilengkapi dengan soal latihan disetiap materi yang disajikan. Model penelitian pengembangan produk yang menjadi acuan dalam penelitian ini diadaptasi dari model penelitian pengembangan Sadiman yang terdiri atas 8 (delapan) langkah antara lain 1) identifikasi kebutuhan, 2) perumusan tujuan, 3) perumusan butir-butir materi, 4) perumusan alat pengukur keberhasilan, 5) penulisan naskah media, 6) tes/ uji coba, 7) revisi dan 8) produksi. Uji coba produk didesain melalui 2 tahap yaitu uji validasi yang dilakukan oleh ahli materi serta ahli media dan uji coba lapangan yang dilakukan pada 25 mahasiswa Prodi D3 Teknik Elektronika Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang yang telah menempuh matakuliah Elektronika Digital Lanjut. Hasil pengembangan bahan ajar e-learning Elektronika Digital Lanjut yang berupa modul ajar dan video ajar telah divalidasi oleh ahli materi, ahli media serta diuji cobakan kepada mahasiswa. Hasil validitas ahli materi diperoleh skor 94,29% (sangat valid), validitas ahli media diperoleh skor 96,59% (sangat valid), serta uji coba lapangan diperoleh skor 88,75% (sangat valid). Berdasarkan skor tersebut, bahan ajar e-learning Elektronika Digital Lanjut dinyatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran
Kontribusi Sikap Kerja Dan Cara Penggunaan Sarana Praktikum Terhadap Kompetensi Praktikum Instalasi Penerangan Listrik Pada Siswa Kelas XI TITL di SMK Kota Blitar
ABSTRAK Pendidikan merupakan faktor yang penting terutama dalam mewujudkan suatu negara yang berkualitas. Upaya tersebut adalah dengan meningkatkan kualitas lulusan pada jenjang SMK. Salah satu caranya yaitu dengan memperhatikan faktor yang mempengaruhi hasil belajar, seperti Sikap Kerja ( ) dan Cara Penggunaan Sarana Praktikum ( ) dengan Kompetensi Praktikum Instalasi Penerangan Listrik (Y) pada siswa kelas XI TITL di SMK Kota Blitar baik secara persial maupun secara simultan. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Mendeskripsikan sikap kerja, cara penggunaan sarana praktikum, dan kompetensi praktikum instalasi penerangan listrik, (2) Mengungkap signifikansi hubungan antara dengan Y, (3) Mengungkap signifikansi hubungan antara terhadap y, (4) Mengungkap signifikansi hubungan antara dan secara simultan terhadap Y, dan (5) Mengetahui Seberapa Besar Kontribusi dan terhadap Y. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional.. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI TITL Di SMK Kota Blitar terdiri dari 235 siswa, dengan penentuan sampel menggunakan nomogram harry king didapatkan sampel sebanyak 140 siswa. Untuk mengukur variabel dan yaitu berupa angket tertutup, dan untuk variabel Y menggunakan nilai dokumentasi dari guru. Variabel memiliki tingkat reliabiltas sebesar 0,755, dan variabel memiliki tingkat reliabilitas sebesar 0,754. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi parsial dan regresi ganda, analisis uji prasyarat, dan analisis sumbangan efektif-relatif menggunakan bantuan SPSS. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu (1) Sikap Kerja (X1) siswa kelas XI TITL SMK Kota Blitar dalam kategori tinggi yaitu sebesar 93 siswa (66,4%), (2) cara penggunaan sarana praktikum (X2) siswa kelas XI TITL SMK Kota Blitar dalam kategori tinggi yaitu sebesar 83 siswa (59,3%), (3) kompetensi Praktikum Instalasi Penerangan Listrik (Y) siswa kelas XI TITL SMK Kota Blitar dalam kategori sangat tinggi sebesar 127 siswa (90,7%), (4) kontribusi (X1 terhadap Y) sebesar 45,3% dan (X2 terhadap Y) sebesar 1,97%, dengan 52,73% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian, dan (5) Sumbangan efektif terhadap kriterium sebesar 47,27%, dan 52,73% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif untuk Mata Kuliah Arsitektur dan Organisasi Komputer pada Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Arsitektur dan Organisasi Komputer merupakan mata kuliah wajib yang dipelajari mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika di Universitas Negeri Malang. Mata kuliah ini memiliki bobot 3 SKS. Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan kepada beberapa mahasiswa yang telah mengikuti matakuliah tersebut, mahasiswa mengaku kesulitan dalam memahami konsep Arsitektur dan Organisasi Komputer secara utuh. Selain itu juga ditemukan beberapa faktor yang menyebabkan mahasiswa kurang memahami mengenai konsep Arsitektur dan Organisasi Komputer, antara lain: metode mengajar ceramah dan media pembelajaran yang digunakan belum cukup memadai. Media pembelajaran yang digunakan selama perkuliahan adalah buku teks dan materi dalam bentuk file PDF dan PPT dengan penjelasan yang rumit. Akibatnya mahasiswa mengalami kejenuhan dalam belajar sehingga kesulitan dalam mengikuti pembelajaran pada mata kuliah ini. Maka daripada itu dibutuhkan sebuah media pembelajaran yang dapat menyajikan pembelajaran secara bahasa yang sederhana, penggunaan gambar dan permainan edukasi salah satunya adalah dengan menggunakan multimedia interaktif. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menciptakan sebuah media pembelajaran berbasis multimedia interaktif untuk Mata Kuliah Arsitektur dan Organisasi Komputer. Selain itu pengembangan media pembelajaran ini dilakukan untuk mengetahui kelayakannya untuk diterapkan sesuai sasarannya. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah Borg dan Gall. Tahapan dalam model pengembangan Borg dan Gall yakni: (1) Research and Information Collection; (2) Planning; (3) Develop Prelimenary Form of Product; (4) Prelimenary Field Testing; (5) Main Product Revision; (6) Main Field Testing; (7) Operational Product Revision; (8) Operational Field Testing; (9) Final Product Revision; dan (10) Dissemination and Implementation. Dari hasil validasi ahli media diperoleh persentase kelayakan 93,29% dan hasil validasi ahli materi adalah 75%%. Dari hasil pra uji coba diperoleh persentase sebesar 79,6%, uji coba kelompok kecil sebesar 78,7%, dan uji coba lapangan sebesar 86,1%. Rata-rata persentase kelayakan secara keseluruhan adalah 82,65%, berdasarkan kriteria kelayakan menurut Akbar dan Sriwiyana (2011), secara keseluruhan produk media pembelajaran interaktif ini dinyatakan sangat layak dan tanpa revisi
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mahasiswa Memilih Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang Tahun 2015-2017
ABSTRAK Dalam situs resmi snmptn.ac.id jumlah peminat program studi S1 Pendidikan Teknik Informatika jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) cukup banyak. Terbukti pada tahun 2014 peminat program studi ini sebanyak 1949 orang, pada tahun 2015 sebanyak 1839, dan pada tahun 2016 sebanyak 923. Sedangkan pada jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), pada situs resminya tercatat peminat program studi S1 Pendidikan Teknik Informatika pada tahun 2014 sebanyak 1806 orang, pada tahun 2015 sebanyak 1560 orang, dan pada tahun 2016 sebanyak 1809 orang. Tingginya peminat menjadi daya tarik untuk diteliti lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mendukung mahasiswa dalam memilih program studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang. Rancangan penelitian ini bertujuan tujuan untuk: (1) mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa memilih program studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang tahun 2015; (2) mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa memilih program studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang tahun 2016; (3) mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa memilih program studi S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang tahun 2017; (4) mendeskripsikan faktor-faktor dominan yang mempengaruhi mahasiswa memilih program studi S1 Pendidikan Teknik Infromatika Universitas Negeri Malang tahun 2015-2017. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Informatika Angkatan 2015, 2016, dan 2017 Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang dengan jumlah populasi sebanyak 393 mahasiswa. Didapatkan jumlah sampel sebanyak 199 mahasiswa dengan menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji normalitas yang kemudian ditentukan faktor dominannya, dilakukan dengan bantuan SPSS IBM SPSS Statistic v24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan mahasiswa memilih program studi S1 Pendidikan Teknik Informatika tahun 2015-2017 terdiri dari 5 indikator. Indikator pengetahuan umum mengenai ilmu informatika dengan nilai persentase 81%, indikator jurusan yang sesuai dengan persentase 78%, indikator yakin terhadap pilihan dengan persentase 77%, indikator skill dengan persentase 76%, dan indikator ambisi dengan persentase 74,5%, yang semuanya termasuk ke dalam kategori tinggi
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Digital To Analog Converter (DAC) dan Analog To Digital Converter (ADC) di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Amalia, Rafika. 2017. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Digital To Analog Converter (DAC) dan Analog To Digital Converter (ADC) di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Suwasono, M.T. (II) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. Kata Kunci: Pengembangan, Perangkat pembelajaran, DAC, ADC, Instrumentasi Industri. Perangkat pembelajaran adalah sekumpulan media atau sarana yang digunakan oleh pengajar dan peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas. Perangkat pembelajaran berupa modul dan trainer sebelumnya telah dikembangkan oleh Ferry Wahudi, namun trainer tersebut belum dilengkapi dengan materi ADC dan modul yang sesuai dengan katalog kurikulum 2014 program studi Pendidikan Teknik Elektro FT-UM. Indikator materi pada rangkaian ADC belum terdapat penjelasan terperinci mengenai jenis-jenis dan resolusi ADC. Desain trainer berupa tampilan, pemasangan kabel, dan pengemasan trainer masih kurang menarik dan perlu dikembangkan. Penelitian pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan perangkat pembelajaran berupa trainer serta modul praktikum DAC dan ADC pada Matakuliah Instrumentasi Industri. Model pengembangan Sugiyono memiliki sembilan tahap dan masing-masing tahap terdapat langkah-langkah pengembangan, yaitu (1) Potensi masalah; (2) Pengumpulan data; (3) Desain produk; (4) Validasi desain; (5) Revisi Desain; (6) Uji coba produk; (7) Revisi produk; (8) Uji coba Pemakaian; dan (9) Revisi produk. Proses uji coba perangkat pembelajaran terdiri dari dua tahap yaitu validasi ahli oleh dosen dan uji coba kelayakan oleh mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro. Validasi ahli bertujuan memperoleh data berupa nilai dan masukkan sebelum dilakukan uji coba. Sedangkan uji coba bertujuan untuk memperbaiki kualitas perangkat pembelajaran berdasarkan saran dari subjek uji coba. Perangkat pembelajaran yang dihasilkan berupa media trainer serta modul praktikum DAC dan ADC. Data yang diperoleh berupa data kualitatif berupa hasil wawancara sebagai data awal dan saran dari subjek validasi serta subjek uji coba, sedangkan data kuantitatif yang diperoleh dari hasil skor yang kemudian diterjemahkan kriteria kevalidannya. Dari pengambilan data diperoleh sebagai berikut: (1) Ahli I menyatakan perangkat pembelajaran ini telah valid dan layak digunakan dengan persentase 93,66%; (2) Ahli II menyatakan perangkat pembelajaran ini telah valid dan dapat digunakan dengan persentase 96,66%; (3) Uji coba kelompok kecil menyatakan perangkat pembelajaran telah valid dan layak digunakan dengan persentase 85,34%; dan (4) Uji coba lapangan menyatakan perangkat pembelajaran telah valid dan layak digunakan dengan persentase 95,93%. Sehingga didapatkan perangkat pembelajaran yang telah layak yaitu media trainer serta modul praktikum DAC dan ADC sebagai pendukung praktikum di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang