SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
Pengembangan Modul Praktikun Mata Kuliah Workshop Otomasi Industri Untuk Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Studi Kasus: Kendali Lift Berbasis NI MYRIO
ABSTRAK Kata Kunci: Bahan Ajar, Modul Praktikum, NI MYRIO Tujuan dari penelitian ini adalah ( (1) merencanakan pengembangan modul praktikum NI MYRO sebagai bahan ajar di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, (2) merealisasikan pengembangan modul praktikum berbasis NI MYRIO sebagai bahan ajar di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, (3) menguji kelayakan modul praktikum berbasis NI MYRIO sebagai bahan ajar di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Dalam pengembangan ini digunakan model penelitian yang diambil dan merujuk dari beberapa model penelitian yang ada namun disesuaikan dengan kebutuhan penilitan. Prosedur pengembangan tersebut adalah 1) analisis kebutuhan dan desain, 2) proses pengembangan, 3) uji coba dan validasi. Pada pengembangan ini menggunakan persamaan rumus Slovin yang mengacu pada Riduwan (2006:35) untuk menentukan jumlah sampel uji coba pada produk yang dikembangkan, dengan menggunakan populasi sampel dari mahasiswa prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro FT UM yang sudah atau sedang menempuh matakuliah Workshop Otomasi Industri sebanyak 122 orang dan menggunakan toleransi sebesar 5% maka didapatkan jumlah sampel 94 orang yang dibagi 10 orang untuk kelompok kecil dan 84 orang untuk kelompok besar. Berdasarkan validasi dan uji coba kelayakan modul praktikum berbasis NI MYRIO, didapatkan presentase kelayakan oleh ahli 1 sebesar 97,5% , ahli 2 sebesar 94,16%, uji kelompok kecil sebesar 87.0% dan uji coba kelompok besar sebesar 85.13%. Berdasarkan hasil yang didapatkan dari validasi dan uji coba yang dilakukan oleh ahli dan mahasiswa dapat disimpulkan bahwa modul praktikum berbasis NI MYRIO sangat layak digunakan dalam pembelajaran
HUBUNGAN KETERSEDIAAN SARANA PRASARANA BELAJAR DI SEKOLAH DAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA DENGAN KOMPETENSI KETERAMPILAN PADA MATA PELAJARAN PRODUKTIF SISWA JURUSAN TEKNIK OTOMASI INDUSTRI DI SMK NEGERI 1 SINGOSARI
ABSTRAK Kata Kunci: Ketersediaan Sarana Prasarana, Kemandirian Belajar, Kompetensi Keterampilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai salah satu lembaga pendidikan bertanggung jawab dalam membekali siswa untuk terjun di dunia kerja, guna membuat masa depan yang lebih baik.SMK Negeri 1 Singosari dengan salah satu jurusannya yakni Teknik Otomasi Industri (TOI) pasti mendapatkan tanggung jawab yang sama dengan SMK yang lain. Untuk memenuhi tuntutan dunia kerja yang semakin meningkat, perlu adanya peningkatan kompetensi keterampilan siswa dalam mata pelajaran produktif. Keterbatasan jumlah sarana yang bisa diadakan setiap tahun serta penurunan kemandirian belajar siswa menjadi latar belakang penulisan. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan ketersediaan sarana prasarana belajar (X1), kemandirian belajar (X2), dan kompetensi keterampilan siswa jurusan TOI di SMK Negeri 1 Singosari (Y), (2) mengetahui hubungan antara X1 dengan Y, (3) mengetahui hubungan antara X2 dengan Y, dan (4) mengetahui hubungan secara simultan antara X1, X2 dengan Y. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif expost facto dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Sampel dari penelitian ini adalah siswa jurusan TOI sejumlah 131 siswa tahun pelajaran 2017/2018. Teknik sampling yang digunakan simple random sampling. Data yang diperoleh diuji dengan uji korelasi parsial dan uji hipotesis untuk mengungkapkan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat baik secara parsial maupun secara simultan. Untuk mengukur variabel X1, dan X2 menggunakan instrumen penilaian berupa angket, variabel Y diukur dengan nilai. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi parsial dan regresi ganda, analisis uji prasyarat, dan analisis sumbangan efektif-relatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu (1) X1, X2, dan Y dalam kategori tinggi (2) terdapat hubungan signifikan antara X1 dan Y dengan nilai signifikansi 0,000, X2 dan Y dengan nilai signifikansi 0,000, X1 dan X2 secara simultan dengan Y dengan signifikansi 0,000
Pengembangan Modul Ajar Workshop Instalasi Penerangan Listrik dengan Model Project Based Learning untuk Menumbuhkan Kreativitas Mahasiswa S1 PTE UM
ABSTRAK Sari, Gilang. 2017. Pengembangan Modul Ajar Workshop Instalasi Penerangan Listrik dengan Model Project based learning untuk Menumbuhkan Kreativitas Belajar Mahasiswa S1 PTE UM. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. Muladi, S.T., M.T., (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd. Kata Kunci: Modul, Instalasi Penerangan Listrik, Project based learning, Kreativitas Belajar. Pada mata kuliah Workshop Instalasi Penerangan Listrik memiliki standar kompetensi, mahasiswa dapat melakukan persiapan kerja dan pengujian instalasi dalam dan luar gedung, serta melaksanakan kesehatan dan keselamatan kerjanya. Dalam penerapannya mahasiswa membutuhkan panduan pelaksanaan praktikum serta sumber belajar, maka dibuatlah modul. Modul merupakan salah satu bahan ajar yang digunakan untuk meningkatkan efektifitas belajar. Pada sebuah modul terdapat materi pembelajaran yang terstruktur dan menjadi satu kesatuan sehingga akan memudahkan mahasiswa dalam memahami materi terkait. Pada pengembangan modul yang dilaksanakan menggunkan model Dick & Carey. Terdapat 9 langkah Dick & Carey yang diterapkan dalam modul (1) Identifikasi tujuan; (2) Melakukan analisis instruksional; (3) Mengidentifikasi perilaku dan karakteristik; (4) Merumuskan tujuan performansi; (5) Mengembangkan kriteria untuk uji produk; (6) Mengembangkan strategi instruksional; (7) Mengembangkan dan menyeleksi bahan instruksional; (8) Merancang dan melaksanakan penilaian formatif; (9) Revisi instruksional. Produk yang telah dikembangkan divalidasi dan diujicobakan kepada Mahasiswa PTE 2014 10 mahasiswa uji coba kelompok kecil dan 30 mahasiswa uji coba lapangan, serta 17 mahasiswa D3 TE untuk uji coba kebergunaan produk dalam meningkatkan kreativitas mahasiswa. Hasil validasi materi dalam model sebesar 93,1% dan untuk validasi media sebesar 97,7%. Hasil uji coba kelompok kecil sebesar 89,4%. Untuk hasil uji coba lapangan mencapai 91,3%.Hasil uji coba kebergunaan produk yang dilaksanakan dengan wawancara, jika diambil nilai rata dari keenam aspek diperoleh nilai 82,3% mahasiswa menyatakan setuju, bahwa modul yang dikembangkan dinyatakan mampu menumbuhkan kreativitas mahasiswa. Berdasarkan hasil uji coba tersebut maka modul dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran mahasiswa S1 PTE UM
Pengembangan Sistem Repositori Buku Elektronik EPUB Berbasis Situs Web
ABSTRAK Buku sejak lama merupakan merupakan kebutuhan masyarakat. Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat menuntut buku tidak hanya dapat dibaca sebagai bentuk fisik, tetapi juga dapat dibaca dalam bentuk digital. Buku dalam bentuk digital memiliki berbagai fitur lebih dibanding buku kertas. Buku digital memiliki banyak format seperti, PDF, EPUB, OPF, iBook, LIT, PDB dan lain sebagainya. Format EPUB merupakan format buku yang memiliki berbagai fitur lebih yang dapat dinikmati pembaca. Perkembangan buku elektronik di Indonesia cukup signifikan sehingga jumlah buku elektronik semakin banyak. Masalah yang terjadi adalah buku elektronik tidak mudah dicari dan dibaca karena sangat minimnya tempat penyimpanan atau repositori yang sekaligus dapat membaca buku elektronik secara daring khususnya buku elektronik yang memiliki format EPUB. Model pengembangan menggunakan Waterfall. Tahapan pada model ini yaitu Analisa, Desain, Coding & Testing, Penerapan, dan Pemeliharaan. Situs Web ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman HTML,CSS, JS, PHP, dan basis data MySQL. Teknik pengujian dengan metode Black Box
PENGEMBANGAN TRAINER GENERATOR AC 3 FASA SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN PADA MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Generator AC merupakan mesin listrik yang digunakan untuk mengubah energi mekanik (gerak) menjadi suatu energi listrik dengan perantara dari induksi medan magnet. Generator AC banyak digunakan sebagai pembangkit energi listrik yang menghasilkan tegangan, arus, daya, dan frekuensi. Pada jurusan Teknik Elektro terutama untuk Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro terdapat beberapa matakuliah wajib seperti Matakuliah Analisis Sistem Tenaga Listrik dan Pembangkit Tenaga Listrik, didalamnya terdapat indikator tentang Operasional Generator AC yang harus dikuasai mahasiswa. Berdasarkan observasi dan wawancara yang telah dilakukan bersama dosen pengampu matakuliah Analisis Sistem Tenaga Listrik dan Pembangkit Tenaga Listrik, dan Laboran Laboratorium Konversi Energi Teknik Elektro diperlukan adanya pengembangan Trainer Generator AC yang lebih spesifik membahas mengenai operasional generator seperti pengaturan tegangan dan frekuensi. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Merancang dan membuat trainer Generator AC Sinkron 3 Fasa sebagai media pembelajaran pada mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, (2) Merancang dan membuat jobsheet Generator AC Sinkron 3 Fasa sebagai petunjuk penggunaan trainer generator AC 3 fasa, (3) Menguji kelayakan trainer dan jobsheet Generator AC Sinkron 3 Fasa sebagai media pembelajaran pada mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro. Model pengembangan yang digunakan pada pengembangan ini adalah model pengembangan ADDIE yang telah disesuaikan dengan langkah-langkah sebagai berikut: : (1) Analyze, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, (5) Evaluation. Hasil dari pengembangan trainer Generator AC 3 Fasa ini telah divalidasi oleh ahli serta telah diuji cobakan kepada mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang melalui uji kelayakan. Kelayakan trainer Generator AC 3 Fasa diketahui berdasarkan hasil angket. Hasil angket review ahli 1 dan ahli 2 untuk pengembangan trainer memperoleh skor sebesar 85,3% (sangat valid) dan review ahli 1 dan ahli 2 untuk jobsheet diperoleh skor sebesar 89,6% (sangat valid). Uji coba kelompok kecil memperoleh skor sebesar 86,2% (sangat layak) untuk trainer dan 83,2% untuk jobsheet (cukup layak). Uji lapangan, skor yang diperoleh sebesar 90,0% untuk trainer, dan 86,9% untuk jobsheet. Berdasarkan skor tersebut, trainer dan jobsheet Generator AC 3 Fasa dinyatakan valid dan layak digunakan dalam pembelajaran
Alat Monitoring Detak Jantung dengan Sistem IoT Berbasis Wemos D1 ESP8266
ABSTRAK Maulana, Mohamad. 2018. Alat Monitoring Detak Jantung dengan Sistem IoT Berbasis Wemos D1 ESP8266. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr.Eng Mokh. Sholihul Hadi, S.T., M.Eng. (2) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T., M.T., Ph.D. Kata kunci: Android, Pulse Sensor, Monitoring, Detak Jantung, ESP8266, OLED Menjaga kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Setiap orang harus tahu atau sadar dengan kesehatan tubuh mereka, terutama untuk penyakit jantung. Jantung merupakan organ tubuh manusia yang memiliki fungsi vital. Gangguan pada organ jantung dapat berpengaruh besar pada kinerja tubuh kita. Detak jantung atau yang dikenal sebagai beats per minutes (bpm) merupakan parameter untuk menunjukkan kondisi jantung dan cara untuk mengetahui kondisi jantung ialah dengan mengetahui frekuensi detak jantung. Penyakit jantung terkadang hanya bisa dideteksi saat sudah mengalami gejalanya, salah satunya seperti detak jantung tak beraturan. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun alat pengukur detak jantung dengan mendeteksi frekuensi aliran darah pada detak jantung, dan hasil pengukurannya dapat dikirimkan ke perangkat komunikasi melalui koneksi WiFi. Alat monitor detak jantung yang telah dibuat tersusun atas blok sensor, blok pengkondisi sinyal, dan blok komunikasi menggunakan Wemos D1 ESP8266. Pengujian alat akan dilakukan dengan pengukuran jumlah detak jantung kepada 10 responden. Responden akan dipasangkan dengan pulse sensor, kemudian pulse sensor akan mendeteksi detak jantung pada manusia dan kemudian data itu diproses oleh Wemos D1 ESP8266. Ketika proses perhitungan detak jantung telah selesai, data kemudian ditampilkan pada OLED. Setelah itu dikomunikasikan secara serial dan dikirimkan melalui Wemos D1 ESP8266 menuju Smartphone. Setelah dilakukan pengujian, tingkat keberhasilan sistem adalah 98.17%. Pengujian dilakukan dengan dua cara yaitu, pengujian saat responden dalam keadaan normal dan pengujian saat responden dalam kondisi setelah beraktifitas. Pengujian saat responden dalam keadaan normal mengalami error 0.71% dengan nilai error tertinggi sebesar 1.33% dan terendah 0% sedangkan pengujian saat responden dalam kondisi setelah beraktifitas mengalami error 1.12% dengan nilai error tertinggi sebesar 2.5% dan terendah 0%. Pengiriman data dapat dilakukan dengan lancar pada jarak maksimal 30 meter
PERBEDAAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES DENGAN PICTURE AND PICTURE PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR PEMAHAMAN KONSEP CONTROL ROBOTIK PADA SISWA KELAS XII JURUSAN TEKNIK ELEKTRONIKA INDUSTRI SMK NEGERI 2 SINGOSARI
ABSTRAK Kesulitan yang dihadapi para guru selama pembelajaran adalah kurangnya pemahaman peserta didik terhadap materi control robotik. Hal ini disebabkan oleh kurangnya minat peserta didik dalam pembelajaran, kemudian metode pembelajaran yang terlalu berpusat pada peserta didik menyebabkan peserta didik gaduh. Hal tersebut menyebabkan materi control robotik yang seharusnya dikuasai peserta didik tidak dapat dipahami dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar pemahaman konsep control robotik melalui model pembelajaran examples non examples, (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar pemahaman konsep control robotik melalui model pembelajaran picture and picture, (3) mengidentifikasi adanya perbedaan penerapan model pembelajaran examples non examples dengan picture and picture terhadap peningkatan pemahaman konsep control robotik. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen, dengan mengambil nilai pada ujian sebelumnya untuk mengetahui nilai awal rata-rata kelas. Nilai tersebut diuji menggunakan uji kesamaan dua rata-rata. Kemudian kedua kelas sampel diberi perlakuan berbeda berupa model pembelajaran examples non examples dan model pembelajaran picture and picture. Dilanjutkan dengan pemberian post-test untuk mengambil dan membandingkan hasil belajar pemahaman konsep control robotik siswa. Hasil post-test diuji menggunakan independent sample T-test dan n-gain ternormalisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t hitung> t tabel (5,856 > 1,672). Sehingga H0 ditolak bahwa ada perbedaan yang signifikan rata-rata hasil belajar pemahaman konsep control robotik antara penggunaan kedua model pembelajaran. Hasil uji n-gain ternormalisasi pada penggunaan model pembelajaran examples non examples sebesar 0,479 dengan kategori sedang. Sedangkan n-gain hasil belajar pemahaman konsep control robotik menggunakan model pembelajaran picture and picture sebesar 0,198 dengan kategori rendah. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran examples non examples menghasilkan peningkatan yang berbeda dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture. Penggunaan model pembelajaran examples non examples meningkatkan pemahaman konsep control robotik lebih tinggi daripada model pembelajaran picture and picture
Peramalan Nilai Tukar Mata Uang IDR Terhadap USD Menggunakan Metode Exponential-Smoothing Neural Network
RINGKASAN Siregar, Sherly Allsa. 2018. Peramalan Nilai Tukar Mata Uang IDR Terhadap USD MenggunakanMetode Exponential-Smoothing Neural Network. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Muladi, S.T., M.T. (II)AjiPrasetyaWibawa, S.T., M.MT., Ph.D. Key words :Peramalan, Nilai Tukar, Mata Uang,Exponential Smoothing, Artificial Neural Network. Nilai tukar matauang merupakan hal yang sangat penting, terutama bagiperusahaan yang menggunakan mata uang asing dalam operasional kerjanyasertabagi investor dalam menentukan penanaman modal. Peramalan nilai tukar matauangsangat dibutuhkan untuk membantu perusahaan dalam mengambil keputusan saat melakukan ekspor-impor dan membantuinvestor dalam mengambil keputusan apakah harus melakukan investasi atau tidak. Terdapatbanyakmetode yang dapatdigunakanuntukperamalan, salahsatunyaadalahartificial neural network (ANN).Kualitas data sangat penting dalam membangun model ANN yang baik, karenakesuksesanpemodelan pada ANN sangat bergantung dari data input. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas data adalah dengan melakukan smoothing pada data. Pada penelitian ini proses smoothingdata akan dilakukan menggunakan metode ES. Model yang akandibangun pada penelitianiniadalah ANN, ANN+single exponential smoothingdanANN+double exponential smoothing Holt. Penelitianinimenggunakan data nilai tukar mata uang IDR terhadap USD per tanggal 01 Januari 2016 sampai 31 Desember 2017, data akan dibagi menjadi 2 yaituuntuk data training dan data testing. Terdapat 3 parameter yang akandigunakanuntukmengukurkinerjadari model yang dibangun, yaituakurasi (error akandihitungmenggunakanMean Absolute Percentage Error (MAPE)), waktueksekusidankompleksitasalgoritma. Smoothing data menggunakan exponential smoothing dapat meningkatkan akurasi hasil peramalan nilai tukar mata uang IDR terhadap USD menggunakan metode ANN.Peramalan menggunakan ANN menghasilkan akurasi 99,460% dengan waktu eksekusi sebesar 569 detik. Sedangkan hasil peramalan menggunakan ANN+single exponential smoothing menghasilkan akurasi sebesar 99,469% dengan waktu eksekusi sebesar 578 detik. Lalu, untuk hasil peramalan menggunakan ANN+double exponential smoothing Holt menghasilkan akurasi sebesar 99,470% dengan waktu eksekusi sebesar 561 detik. Untuk kompleksitas algoritma, ketiganya memiliki kompleksitas sebesar O(n2).Double exponential smoothing Holt lebih baik dibandingkan dengan single exponential smoothing dalam meningkatkan kinerja peramalan nilai tukar mata uang IDR terhadap USD menggunakan metode ANN
Pengembangan Modul Digital Berbasis Mobile Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar Bermuatan CTL untuk Menumbuhkan Kemandirian Belajar pada Siswa Kelas X TKJ SMKN 10 Malang
RINGKASAN Fauziyah, Syifaul. 2018. Pengembangan Modul Digital Berbasis Mobile Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar Bermuatan CTL untuk Menumbuhkan Kemandirian Belajar pada Siswa Kelas X TKJ SMKN 10 Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. (II) Utomo Pujianto, S.Kom., M.Kom. Kata Kunci: Modul Digital, Komputer dan Jaringan Dasar, CTL, Kemandirian Belajar. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran komputer dan jaringan dasar, terdapat beberapa permasalahan dalam proses pembelajaran, diantaranya adalah: Pertama, belum tersedia bahan ajar yang terstruktur. Kedua, siswa masih ketergantungan dengan materi yang disampaikan oleh guru. Ketiga, siswa merasa bingung dalam mempelajari materi yang diperoleh dari berbagai sumber. Dan keempat, banyak contoh materi yang tidak disampaikan secara kontekstual pada kehidupan nyata. Model pengembangan yang digunakan adalah model Research and Development (R&D), model tersebut memiliki 10 tahapan, yaitu: (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan informasi; (3) desai produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian; (9) revisi produk; (10) produk massal. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas X TKJ SMK Negeri 10 Malang. Validasi ahli meliputi ahli materi, ahli media dan guru mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar. Proses ujicoba, pengembang menggunakan uji coba produk yang melibatkan 10 siswa, sedangkan proses uji pemakaian melibatkan 32 siswa. Penelitian ini untuk menghasilkan Modul Digital bermuatan Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk menumbuhkan kemandirian belajar siswa kelas X TKJ di SMKN 10 Malang, serta menerapkan Modul Digital yang bermuatan CTL pada mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar untuk menumbuhkan kemandirian belajar siswa. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli materi adalah 80,8%, dan hasil validasi yang diperoleh dari ahli media adalah 79,2%, sedangkan hasil dari uji coba produk adalah 86,3%, dan hasil dari uji coba pemakaian adalah 90,5%. Hasil kemandirian belajar siswa dengan kategori tinggi (≥30) dengan persentase 81,25% sebanyak 26 siswa, dan kategori kemadirian sedang (21-29) dengan persentase 18,75% sebanyak 6 siswa. Kesimpulan dari pengembangan dan penelitian ini adalah Modul Digital Komputer dan Jaringan Dasar dinyatakan sangat layak untuk digunakan, dan hasil kemandirian belajar siswa saat menggunakan modul masuk dalam kategori tinggi
Pengembangan Bahan Ajar Digitak Instalasi Tenaga Listrik Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Keaktifan Siswa Kelas XI TIPTL di SMKN 2 Probolinggo
RINGKASAN Khoirullailah, Zainab. 2017. Pengembangan Bahan Ajar Digital Instalasi Tenaga Listrik berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Keaktifan Siswa Kelas XI TIPTL di SMKN 2 Probolinggo. Skripsi, Program Studi S1 PendidikanTeknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. HariPutranto, M.Pd. (II) I Made Wirawan, S.T., S.S.T., M.T. Kata Kunci: Pengembangan, Bahan Ajar Digital, Contextual Teaching and Learning, Keaktifan, Instalasi Tenaga Listrik. Berdasarkan kegiatan observasi yang telah dilakukan telah diketahui siswa lebih suka membaca bahan ajar elektroni daripada dengan bahan ajar cetak. Bahan ajar yang digunakan guru masih berupa powerpoint, jobsheet, bukupaket, dan internet. Bahan ajar yang digunakan masih mengambil dari berbagai sumber, masih belum ada bahan ajar yang terstruktur sesuai dengan materi di silabus. Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk membuat sebuah bahan ajar digital dan juga untuk melihat keaktifan belajar siswa dengan melakukan observasi keaktifan belajar saat menggunakan bahan ajar digital yang dikembangkan. Maka dari itu diadakan penelitian ini untuk mengetahui apakah perlu adanya Pengembangan Bahan Ajar Digital Instalasi Tenaga Listrik berbasis Contextual Teaching and Learning untuk keaktifan siswa Kelas XI TIPTL di SMKN 2 Probolinggo. Prosedur penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Sugiyono. Dalam model pengembangan Sugiyono ada 10 langkah R&D, diantaranya: (1) potensi dan masalah; (2) Pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) perbaikan desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian; (9) revisi produk; (10) pembuatan produksi masal Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan diperoleh rata-rata persentase hasil validasi ahli sebesar 89,17%, uji coba produk sebesar 90,1%, uji coba pemakaian sebesar 92%, dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar telah memenuhi kriteria sangat valid dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Sedangkan hasil observasi keaktifan siswa nilai keaktifan satu kelasnya yaitu sebesar 84,86% yang termasuk dalam klasifikasi sangat aktif