SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Mobile Apps pada Mata Pelajaran Teknologi Jaringan Berbasis Luas dengan Model Self-Directed Learning untuk Siswa SMK Kelas XI TKJ
RINGKASAN Prakoso, W. I. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Mobile Apps pada Mata Pelajaran Teknologi Jaringan Berbasis Luas dengan Model Self-Directed Learning untuk Siswa SMK Kelas XI TKJ. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T., (2) Dr. Eng. Muhammad Ashar, S.T., M.T. Kata kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, Mobile Apps, Self-Directed Learning, Teknologi Jaringan Berbasis Luas Kurikulum 2013 (revisi 2017) merupakan sistem pendidikan yang dipakai oleh pemerintah sekarang, kurikulum tersebut sudah diterapkan untuk kelas X dan XI. Hal ini mengakibatkan munculnya beberapa mata pelajaran baru, salah satunya Teknologi Jaringan Berbasis Luas. Berdasarkan hasil observasi ditemukan masalah yaitu belum tersedianya bahan ajar untuk mata pelajaran Teknologi Jaringan Berbasis Luas yang dapat digunakan siswa dalam belajar di luar jam pembelajaran, dikarenakan pelaksanaan Praktik Kerja Industri mengakibatkan waktu belajar siswa di saat jam pembelajaran berkurang. Pengembangan ini merupakan solusi dalam menyelesaikan permasalahan tersebut dengan adanya nilai tambahan yang diperoleh dari pelaksanaan kuis untuk menumbuhkanminat siswa dalam penggunaan bahan ajar tersebut. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam pengembangan bahan ajar ini mengacu pada model pengembangan ADDIE. Tahapan dari model pengembangan tersebut, yaitu: (1) Tahap Analyze; (2) Tahap Design; (3) Tahap Development; (4) Tahap Implementation; (5) Tahap Evaluations. Uji coba kelayakan produk akan dilakukan oleh siswa kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 6 Malang. Berdasarkan uji validasi yang telah dilakukan oleh para ahli, maka didapat persentase dari validator sebesar 86,25% untuk ahli materi, 87,5% untuk ahli media. Berdasarkan uji kelayakan yang telah dilakukan oleh siswa kelas XI TKJ di SMKN 6 Malang, maka diperoleh persentase sebesar 85,68% untuk uji coba kelompok kecil dan 86,21% untuk uji coba kelompok besar. Dari beberapa rangkaian validasi dan uji coba yang telah dilakukan dapat dinyatakan bahwa secara keseluruhan produk sangat valid dan sangat layak untuk digunakan siswa dalam belajar di luar jam pembelajaran
Perancangan Algoritma TOPSIS-Improved Rule Matching untuk Analisis Keamanan Berkendara Menggunakan Sepeda Motor Matic
RINGKASAN Astuti, Indri. 2018. Perancangan Algoritma Topsis-Improved Rule Matching Untuk Analisis Keamanan Berkendara Menggunakan Sepeda Motor Matic. Skripsi, Program Studi Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eng. Siti Sendari, S.T., M.T., (II) M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom. Kata Kunci: Perancangan, Topsis-Improved Rule Matching, analisis, keamanan berkendara, motor matic Keamanan berkendara (safety riding) merupakan upaya yang memerlukan beberapa faktor pembentuk perilaku berkendara dengan tujuan untuk meningkatkan rasa kewaspadaan, dengan meningkatnya kewaspadaan terhadap keselamatan diharapkan dapat mengubah perilaku pengendara, dari mengabaikan keselamatan menjadi perilaku mengutamakan keselamatan, sehingga kecelakaan lalu lintas di jalan raya dapat berkurang. Salah satu faktor yang mendasari seseorang untuk berperilaku lebih baik dalam berkendara di jalan raya adalah pengetahuan. Pengetahuan yang dimaksud adalah pengetahuan tentang kriteria dan batasan dalam keamanan berkendara, serta peraturan lalu lintas, yang bertujuan untuk menghindarkan pengendara dari berperilaku tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keamanan berkendara menggunakan sepeda motor matic, yang dirancang dengan algoritma TOPSISimproved rule matching. Hal ini ditinjau dari parameter kecepatan pengendara, kemiringan motor saat menikung, waktu tempuh, dan jarak motor pengendara dengan kendaraan di depannya. Dalam penelitian ini dilakukan perancangan TOPSIS- improved rule matching dan pengujian simulasi safety riding, kemudian dilakukan akurasi hasil perbandingan dari keduanya. Rancangan dalam penelitian ini diawali dengan tahap perancangan TOPSIS-improved rule matching kemudian dilanjutkan pengujian simulasi safety riding. Pada perancangan TOPSIS-improved rule matching dilakukan perhitungan atas nilai preferensi (V) atau kedekatan relatif terhadap solusi ideal serta pencocokan rule match, dengan 4 parameter yaitu kecepatan pengendara, kemiringan motor saat menikung, waktu tempuh, dan jarak motor pengendara dengan kendaraan di depannya. Dari hasil perancangan TOPSIS-improved rule matching ditentukan hasil analisis perilaku berkendara, yaitu aman, berbahaya, dan sangat berbahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TOPSIS-improved rule matching mampu menganalisis keamanan berkendara. Akurasi hasil pengujian manual yang dikomparasikan dengan hasil pengujian pada sistem adalah sebesar 90%
Sistem Alat Ukur Berat dan Panjang Badan Balita Serta Klasifikasi Status Gizi Berdasarkan Indeks Antropometri Menggunakan Logika Fuzzy
RINGKASAN Atmanegara, Aditama Yudha. 2018.Sistem Alat Ukur Berat dan Panjang Badan Balita Serta Klasifikasi Status Gizi Berdasarkan Indeks Antropometri Menggunakan Logika Fuzzy. Skripsi. Program Studi S1 Teknik Elektro. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T., M.T., Ph.D., (2) Dyah Lestari, S.T., M.Eng. Kata kunci: Balita, Status Gizi, Arduino, Fuzzy, Delphi. Kemajuan di bidang kesehatan saat ini berkembang pesat. Berbagai alat diciptakan untuk membantu pekerjaan seorang dokter dan ahli kesehatan lainnya untuk memantau kondisi kesehatan ataupun status gizi. Salah satunya adalah dalam pengukuran rutin berat dan panjang badan balita di Posyandu. Namun beberapa alat tersebut bekerja secara terpisah dan perhitungan status gizi yang manual. Identifikasi masalah akan dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana merancang dan menggabungkan alat pengukur berat badan serta panjang badan balita dengan mikrokontroller Arduino. Tujuan penelitian ini adalah merancang alat yang bisa mengukur berat dan panjang badan pada balita secara bersamaan dengan tampilan digital untuk mendapatkan hasil status gizi berdasarkan perhitungan indeks Antropometri serta membandingkan dengan analisis perhitungan fuzzy sebagai pendukung hasil. Untuk mendapatkan hasil status gizi, terdapat 2 perhitungan dalam penilitian ini yaitu perhitungan indeks antropometri dan analisis perhitungan fuzzy. Variabel yang dibutuhkan dalam perhitungan yaitu berat badan, panjang badan, umur, serta jenis kelamin. Proses perhitungan dan hasil status gizi diolah pada mikrokontroler kemudian ditampilkan di LCD dan program Delphi. Untuk pengukuran berat digunakan sensor loadcell dan untuk panjang badan digunakan sensor panjang berupa potensiometer jenis multiturn dengan batas ukur berat 15 kg dan panjang 90 cm. Dalam penelitian ini, pendukung hasil status gizi balita digunakan analisa perhitungan fuzzy metode Mamdani. Saat melakukan perhitungan fuzzy, terdapat 2 variabel yang digunakan sebagai masukan dari Indeks Antropometri yaitu PB/U dan BB/PB. Setelah perhitungan fuzzy didapatkan, kemudian membandingkan dengan variabel Indeks Antropometri BB/U sebagai pendukung keputusan. Hasil perancangan dan data yang diperoleh adalah sebuah sistem alat ukur yang dapat menghasilkan status gizi balita berupa indeks antropometri dan analisis perhitungan fuzzy. Dari pengujian keseluruhan yang diperoleh saat percobaan pengukuran alat dengan mengambil 20 sampel balita di Posyandu, menghasilkan nilai dan status gizi yang sama dengan perhitungan manual. Hanya saja, terdapat 1 sampel data balita yang berbeda antara status gizi indeks antropometri dengan analisis perhitungan fuzzy. Hasil perhitungan tidak selalu menunjukkan hasil yang sama karena metode yang digunakan berbeda. Akan tetapi, berdasarkan hasil dan analisis pengujian dapat disimpulkan bahwa menggunakan analisa perhitungan fuzzy mamdani bisa menjadi metode alternatif untuk mendapatkan nilai status gizi dengan menggabungkan parameter berat badan, panjang badan, serta umur balita
Pengembangan Sumber Belajar Matakuliah Sistem Cerdas Pada Metode Searching Untuk Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Rifandi, Davis. 2017. Pengembangan Sumber Belajar Mata Kuliah Sistem Cerdas pada Metode Searching untuk Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Eng. Anik Nur Handayani, S.T., M.T.;(2) Heru Wahyu Herwanto, S.T.,M.Kom. Kata Kunci: Sumber Belajar, Sistem Cerdas, Metode Searching Sistem Cerdas merupakan matakuliah wajib di Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang.Pada mata kuliah ini, mahasiswa dituntut untuk memahami dan mempelajari tentang kecerdasan buatan dan aplikasinya. Berdasarkan hasil wawancara dengan dosen pengampu mata kuliah tersebut, belum ada sumber belajar yang membantu proses pembelajaran pada metode searching. Hal ini berpengaruh kepada kemampuan mahasiswa untuk memahami materi tersebut. Sumber belajar yang dikembangkan sebagai pelengkap bahan pembelajaran yang sudah ada, untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa pada matakuliah sistem cerdas pada metode searching, khususnya di program studi S1 Pendidikan Teknik Elektro. Prosedur penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Sugiyono. Adapun langkah-langkahpenelitian dan pengembangan sebagaiberikut : (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, (10) produksi masal. Dalam penelitian sumber belajar metode searching fokus terhadap pengembangan produk dan menguji kelayakan produk yang dikembangkan. Hasil dari pengembangan sumber belajar metode searching yaitu berupa sumber belajar matakuliah sistem cerdas pada metode searching yang telah dikembangkan dan divalidasi oleh dua ahli mendapat persentase 97,41% dan 96,21%, sertauji coba produk 89%, dan uji coba pemakaian 93%. Kesimpulan dari hasil validasi dan uji coba menyatakan: 1) modul dan jobsheet layak sehingga dapat digunakan sebagai sumber belajar dalam membantu proses pembelajaran matakuliah sistem cerdas pada metode searching, 2) pencapaian hasil uji coba menggunakan instrumen validasi dengan persentase 75,1%-100% menyatakanbahwa modul yang dikembangkan “sangat layak”. Sehingga sumber belajar matakuliah sistem cerdas pada metode searching layak untuk pembelajaran mahasiswa di Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang.meningkatakan kompetensi menggambar mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universutas Negeri Malang
Pengembangan Buku Digital Interaktif Dengan Model Project Based Learning Pada Animasi 2 Dimensi Bagi Siswa Kelas XI Program Keahlian Animasi SMK Di Malang
ABSTRAK Penelitian pengembangan banyak dilakukan di berbagai bidang sesuai dengan tujuan dari penelitian yang dilakukan, termasuk di bidang pendidikan. Latar belakang dari penelitian pengembangan ini adalah penggunaan media pembelajaran yang masih kurang maksimal sehingga belum adanya rasa kemandirian siswa dalam belajar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di beberapa SMK Negeri di Kota Malang, diperoleh potensi dan masalah yang muncul. Potensi yang ada yaitu persentase kepemilikikan perangkat komputer yang mencapai lebih dari 85%. Sedangkan permasalahan yang muncul, media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran terkesan monoton sehingga peserta didik merasa bosan dan kurang tertarik dengan materi yang disampaikan oleh guru. Oleh karena itu dibutuhkan adanya tambahan dalam mengembangkan media pembelajaran seperti adanya animasi, video dan evaluasi agar produk yang dihasilkan dapat menjadi media pembelajaran yang lebih menarik dan siswa dapat mempelajari materi secara mandiri tanpa harus adanya guru. Tujuan dari pengembangan ini adalah (1) mendeskripsikan media yang digunakan mata pelajaran Animasi 2 Dimensi di SMK Malang, (2) mengembangkan buku digital yang layak sebagai media mata pelajaran Animasi 2 Dimensi yang ada di Malang, dan (3) mengetahui kelayakan media mata pelajaran Animasi 2 Dimensi yang dirancang di SMKN 2 Singosari. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implementation, Evaluate). Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan menggunakan angket, diperoleh hasil dari ahli materi I dan II sebesar 92,9%, dari ahli media memperoleh 89%, serta dari peserta didik sebesar 91,3%. Secara keseluruhan, diperoleh nilai rata-rata dari seluruh validator sebesar 91.06%. Sehingga dapat disimpulkan pengembangan buku digital interaktif pada pembelajaran Animasi dinyatakan valid dan layak untuk digunakan
Hubungan antara Kompetensi Kepribadian d engan Keterlaksanaan Lesson Study dalam Kajian Praktik Lapangan II dari Calon Guru p ada Mahasiswa Program S1 Pendidikan Teknik Informatika Angkatan 2013 Universitas Negeri Malang
Berdasarkanobservasi awalyang telah dilakukan dengan mahasiswa S1Pendidikan Teknik Informatika angkatan 2013yang telah melakukan KPL,diketahui bahwamahasiswa sebagai guru model merasakan keberadaan merekadalam kelaslessonstudykuramg diperlakukan layaknya guru sekolah.Hal tersebutmenunjukkan bahwatingkatkompetensi kepribadian danlesson studydarimahasiswa calon gurutergolongrendah.Hal ini menunjukkan bahwa belumoptimalnya prosespembelajaranlesson studydalam kelas oleh guru model danmengindikasikan bahwa tidak sepenuhnya sikap mahasiswa guru modelmencerminkan kompetensi kepribadian guru.hal tersebut dapat terjadi dikarenakankompetensi kepribadian merupakan salah satufaktorpenyumbangketerlaksanaanlesson stadytercapaiTujuan penelitian ini adalah: (1)memperoleh deskripsitingkat kompetensikepribadian(2)memperoleh deskripsitingkat keterlaksanaanlesson study(3)mengungkapsignifikansi hubungan antarakompetensi kepribadiandenganketerlaksanaanlesson(4)mengungkap tingkat sumbangankompetensi kepribadianterhadapketerlaksanaanlesson studymahasiswa calon guru.Penelitiankuantitatif secara deskriptif korelasional inidilakukan padamahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatikaangkatan 2013 Universitas NegeriMalang dengan jumlah populasi sebanyak 199mahasiswa. Didapatkan jumlahsampel sebanyak 67mahasiswa dengan menggunakan instrumen angket danwawancara.Instrumen wawancara digunakan untuk lebih mendeskripsikanjawaban darimahasiswa guru model dalam pelaksanaan lesson studypada kegiatanKPL II. Dalam penelitian ini juga dikumpulkan video pelaksanaan lesson study darimahasiswa guru model untuk lebih memperkuat hasil penelitianTeknik analisisdata yang digunakan adalah analisis korelasiproduct momentdan analisisanovasatu arah (regresi liniersederhana). Analisis data dilakukan dengan bantuanprogram SPSS(Statistical Program for Social Science)20 for Windows.Kesimpulannyaadalah: (1)tingkatkompetensi kepribadiantergolongtinggi(2)tingkatketerlaksanaanlesson studytergolongtinggi, (3) terdapat hubungan yangpositif danantarakompetensi kepribadian denganketerlaksanaanlesson study(4)tingkattingkat sumbangankompetensi kepribadianterhadapketerlaksanaanlessonstudymahasiswa calon guru tergolong tingg
Pengambangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Bassed Learning (PjBL) pada Mata Pelajaran Desain Multimedia di SMK PGRI 02 Malang
ABSTRAK Kartiko, Erik Yohan. 2017. Pengambangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Bassed Learning (PjBL) pada Mata Pelajaran Desain Multimedia di SMK PGRI 02 Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Muladi, S.T., M.T. (2) Drs. Hari Putranto. Kata Kunci : PjBL, Desain Multimedia, Desain Multimedia adalah salah satu mata pelajaran wajib pada program keahlian multimedia. Mata pelajaran ini menuntut siswa agar trampil dalam membuat proyek berbasis multimedia. Ketrampilan yang dibutuhkan oleh siswa tidak akan didapatkan jika siswa tidak melakukan praktek secara berulang. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan agar siswa melakukan praktek dengan runtutan yang jelas adalah metode PjBL. Dalam dunia kerja siswa lulusan multimedia dituntut mampu membuat desain digital dengan menggunakan perangkat komputer. Sementara itu sarana dan prasarana di sekolah sudah memenuhi syarat untuk dapat digunakan sebagai media praktek siswa. Disisi lain guru berpendapat bahwa belum adanya bahan ajar yang menunjang kegiatan praktek membuat guru lebih memilih mengajar dengan media seadanya di dalam kelas. Penelitian pengembangan ini menghasilkan modul digital berbasis PjBL yang dapat digunakan sebagai sarana belajar mandiri siswa. Hasil validasi ahli materi mendapatkan persentase 97% dan ahli media sebesar 81%. Sedangkan hasil uji coba kelompok kecil mendapatkan persentase 82,1%. Uji coba kelompok besar mendapatkan persentase 84,9%. Kesimpulan dari validasi dan uji coba lapangan menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan valid dan layak untuk digunakan
Hubungan Prestasi Belajar dan Social Persuasion terhadap Kemandirian Mengambil Keputusan Setelah Lulus Siswa Kelas XII SMK Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan Di Kota Batu
ABSTRAK Kemandirian mengambil keputusan setelah lulus merupakan suatu keadaan yang dihadapi oleh siswa. Jika siswa kurang memiliki kemandirian maka rasa kurang percaya diri dan mudah mengikuti orang lain akan semakin tinggi. Hal ini akan mengakibatkanya rasa kurang percaya diri terhadap dirinya sendiri dan akan berpengaruh kepada masa depan siswa. Kemandirian mengambil keputusan setelah lulus merupakan kemampuan siswa secara mandiri dalam memecahkan berbagai masalah untuk mengambil keputusaan dan mampu untuk bertanggungjawab atas keputusannya. Tujuan penelitian ini adalah: (1) memperoleh deskripsi tentang prestasi belajar (X1), social persuasion (X2),dan kemandirian mengambil keputusan setelah lulus(Y), (2) mengungkap signifikansi hubungan antara X1 terhadap Y, (3) mengungkap signifikansi hubungan antara X2 terhadap Y,(4) mengungkap signifikansi hubungan secara simultan antara X1dan X2 terhadap Y, dan (5) memperoleh besar kontribusi X1 dan X2 terhadap Y. Penelitian kuantitatif secara deskriptif korelasional ini dilakukan pada siswa kelas XII SMK program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di Kota Batu dengan jumlah populasi sebanyak 105 mahasiswa. Didapatkan jumlah sampel sebanyak 105 mahasiswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Untuk mengukur variabel X1menggunakan instrumen penelitian dokumentasi berupa nilai rapot, sedangkan untuk mengukur variabel X2 dan Y menggunakan instrumen penelitian berupa angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi parsial dan analisis regresi linier berganda. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS(Statistical Program for Social Science) 20 for Windows. Kesimpulannya adalah: (1) variabelX1tergolong tinggi, variabel X2tergolong tinggi, dan variabel Y tergolong tinggi, (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X1 terhadap Y, (3) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X2 terhadap Y, (4) terdapat hubungan yang positif dan signifikan secara simultan antara X1 dan X2 terhadap Y, dan (5) besar kontribusi X2 lebih besar daripada X1 terhadap Y
Pengembangan Trainer Penguat Operasional Untuk Menunjang Praktikum Pada Mata Pelajaran Penerapan Rangkaian Elektronika SMK Program Keahlian Teknik Audio Video
ABSTRAK Kurniawati, Helen. 2017. Pengembangan Trainer Penguat Operasional Untuk Menunjang Praktikum Pada Mata Pelajaran Penerapan Rangkaian Elektronika SMK Program Keahlian Teknik Audio Video. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suwasono, M.T. (II) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. Kata Kunci : Trainer, Penerapan Rangkaian Elektronika, Penguat Operasional. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, pada kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Penerapan Rangkaian Elektronika pada program keahlian Teknik Audio Video di SMK Negeri 1 Jetis terdapat beberapa masalah dalam pembelajaran, yaitu (1) siswa-siswa mengalami keterbatasan media yaitu tidak adanya trainer penguat operasional, (2) efektifitas waktu praktikum yang masih kurang sehingga pembelajaran kurang optimal. Materi penguat operasional pada mata pelajaran Penerapan Rangkaian Elektronika perlu dioptimalkan proses pembelajarannya, agar para siswa memiliki pemahaman yang kuat dan mendasari pemahaman untuk materi penguat operasional pada tingkat universitas atau dunia kerja. Solusi dari permasalahan yang sedang dihadapi pada SMK Negeri 1 Jetis terutama pada mata pelajaran Penerapan Rangkaian Elektronika materi penguat operasional adalah mengembangkan Trainer Penguat Operasional untuk menunjang praktikum pada mata pelajaran tersebut. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian pengembangan ini adalah model pengembangan ADDIE, adapun langkah pengembangannya adalah: (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi, (5) evaluasi. Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah Trainer Penguat Operasional dan jobsheet. Pengembangan trainer mengacu pada aspek ergonomi dan kriteria pemilihan media pembelajaran yang baik. Sedangkan pengembangan jobsheet mengacu pada aspek kelayakan isi, aspek kelayakan bahasa, aspek kelayakan penyajian, dan aspek kelayakan kegrafikan. Produk yang dihasilkan telah diuji kelayakannya oleh ahli 1 dan ahli 2, serta peserta didik. Hasil uji kelayakan trainer mendapatkan persentase dari ahli 1 sebesar 98% dan ahli 2 sebesar 98%, serta peserta didik sebesar 93%. Uji kelayakan jobsheet mendapatkan persentase dari ahli 1 sebesar 94% dan ahli 2 sebesar 100%, serta peserta didik sebesar 89%. Berdasarkan hasil pengembangan produk trainer dan jobsheet dapat disimpulkan bahwa trainer dan jobsheet telah sesuai dengan aspek-aspek yang dijadikan acuan peneliti dalam mengembangkan produk tersebut. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis skor yang diperoleh saat pengujian produk, sehingga trainer dan jobsheet penguat operasional untuk menunjang praktikum pada mata pelajaran Penerapan Rangkaian Elektronika kelas XI SMK program keahlian Teknik Audio Video dinyatakan sangat valid, layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran di sekolah
Evaluasi Penyelenggaraan Bursa Kerja Khusus (BKK) dalam Membantu Menyalurkan Lulusan ke Industri di SMK Negeri 1 Udanawu
ABSTRAK Putra, Agro Lukman. 2018. Evaluasi Penyelenggaraan Bursa Kerja Khusus (BKK) dalam Membantu Menyalurkan Lulusan ke Industri di SMK Negeri 1 Udanawu. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Wahyu Sakti G.I., M.Kom., (II) Dila Umnia Soraya, S.Pd., M.Pd. Kata kunci: evaluasi, CIPP, BKK. Salah satu tolak ukur keberhasilan SMK adalah seberapa besar lulusannya dapat terserap ke industri. SMK belum bisa dikatakan berhasil jika hanya mengantarkan siswanya mendapatkan ijazah, akan tetapi harus ada tindak lanjut setelah lulus yaitu dengan menjembatani lulusan untuk mendapatkan pekerjaan melalui berbagai kegiatan, salah satunya adalah membentuk BKK. Oleh sebab itu, diperlukan penyelenggaraan BKK yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penyelenggaraan BKK di SMK Negeri 1 Udanawu ditinjau dari segi Context, Input, Proses, Product (CIPP). Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian adalah pengurus BKK dan siswa kelas XII di SMK Negeri 1 Udanawu. Pengumpulan data mengunakan angket, wawancara terbuka, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan rumus persentase, akhir penelitian berupa rekomendasi pembenahan. Hasil penelitian penyelenggaraan BKK di SMK Negeri 1 Udanawu menunjukan bahwa, 1) ditinjau dari segi context mendapatkan persentase sebesar 75,63%, 2) ditinjau dari segi input mendapatkan persentase sebesar 72,44%, 3) ditinjau dari segi proses mendapatkan persentase sebesar 75,89%, 4) ditinjau dari segi product mendapatkan persentase sebesar 74,67%. Kesimpulan penelitian penyelenggaraan BKK di SMK Negeri 1 Udanawu yaitu, 1) ditinjau dari segi context berjalan dengan “Baik”, 2) ditinjau dari segi input berjalan dengan “Cukup Baik”, 3) ditinjau dari segi proses berjalan dengan “Baik”, 4) ditinjau dari segi product berjalan dengan “Cukup Baik”