SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
Analisis Pemanfaatan Bahan Ajar Produk Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang bagi Pendidikan Tingkat SMK se-Kota Malang
ABSTRAK Berkaitan dengan pentingnya penggunaan bahan ajar untuk mencapai tujuan pembelajaran, hingga saat ini banyak bahan ajar yang sudah dikembangkan. Salah satunya bahan ajar produk mahasiswa S1 PTI UM. Berdasarkan daftar laporan skripsi mahasiswa jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang program studi S1 Pendidikan Teknik Informatika sejak tahun 2010-2016 menunjukkan bahwa terdapat 275 judul skripsi berupa pengembangan bahan ajar yang ditujukan untuk kepentingan proses pembelajaran di sekolah, baik berupa bahan ajar cetak maupun non cetak. Selain itu, berdasarkan hasil kuesioner yang dilakukan pada bulan November 2016 kepada 95 guru produktif bidang keahlian TKJ, MM, dan RPL di SMK se-Kota Malang baik SMK Negeri maupun Swasta menunjukkan hasil bahwa terdapat 38 guru yang pernah menggunakan bahan ajar hasil pengembangan mahasiswa S1 PTI UM. Namun, dari fakta tersebut masih belum jelas bagaimana pemanfaatan bahan ajar produk mahasiswa S1 PTI UM baik oleh guru maupun peserta didik dalam proses pembelajaran. Selain itu, kriteria pertimbangan guru sehingga memanfaatkan bahan ajar produk mahasiswa S1 PTI UM untuk kepentingan pembelajaran di SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan bahan ajar produk mahasiswa S1 PTI UM oleh guru produktif bidang keahlian TKJ, MM, dan RPL maupun peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa paparan pemanfaatan bahan ajar produk mahasiswa S1 PTI UM dalam bentuk audio dan rekaman pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan bahan ajar produk mahasiswa S1 PTI UM. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap penelaahan data, identifikasi dan klasifikasi, serta evaluasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan ajar produk mahasiswa S1 PTI UM di SMK se-Kota Malang oleh guru produktif TKJ, MM, dan RPL di SMK se-Kota Malang berdasarkan kriteria kesesuaian isi bahan ajar dengan KI dan KD, keterbatasan bahan ajar untuk mata pelajaran produktif yang sesuai dengan konsep materi ajar pada mata pelajaran produktif pemerintah dan bahan ajar interaktif. Bahan ajar produk mahasiswa S1 PTI UM dimanfaatkan oleh guru sebagai bahan ajar utama dan bahan pengayaan
Pengembangan Buku Ajar Instalasi Motor listrik Pengendali Elektromagnetik Dengan Pendekatan Saintifik untuk Siswa Kelas XI Semester $ di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi
ABSTRACT Proses belajar terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannnya. Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya. Salah satu cara yang efektif untuk membantu siswa dalam mempermudah proses belajar yaitu dengan pemanfaatan bahan ajar.Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud dapat berupa bahan tertulis maupun tidak tertulis (Abdul Majid, 2007:174). Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah maka tujuan dari penelitian pengembangan buku ajar ini adalah untuk Merancang, Membuat dan Menguji tingkat kelayakan Buku Ajar Instalasi Motor Listrik Pengendali Elektromagnetik dengan Pendekatan Saintifik untuk Siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Listrik di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang. Penulis mengambil pendekatan pengembangan Sadiman karena lebih sesuai dengan penelitian pengembangan yang dilakukan oleh peneliti. Adapun langkahlangkah pengembangan Sadiman meliputi: a) menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa; b) merumuskan tujuan instruksional dengan operasional dan khas; c) merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung tercapainya tujuan; d) mengembangkan alat ukur keberhasilan; e) menulis naskah media; f) mengadakan tes dan revisi. Data Kuantitatif hasil validasi ahli adalah114 untuk buku ajar dan jobshet. Sedangkan skor maksimal yang diharapkan (TSh) adalah132 untuk buku ajar dan jobsheet. Hasil pak Dwi Prihanto 86.39% untuk buku ajar dan 87.31 % untuk jobshee, sedangkan bu Yuni Rahmawati memberi skor 90.80% untuk buku ajar dan 88.61 % untuk jobsheet. Dari hasil uji coba kelompok kecil adalah 1180 untuk buku ajar dan 1189 untuk jobsheet. Sedangkan skor maksimal yang diharapkan (TSh) adalah 1289 untuk buku dan jobshet. Hasil 89,49 untuk untuk buku ajar dan 90,10 untuk jobshet. Hasil uji lapangan adalah 3591 untuk buku ajar dan 3576 untuk jobshet . Sedangkan skor maksimal yang diharapkan (TSh) adalah 4122 untuk buku ajar dan jobshet. Hasil 87,70 untuk buku ajar dan 86,19 untuk jobsheet. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa produk bahan ajar Instalasi Motor Listrik pengendali elektromagnetik kelas XI semester 4 Program Keahlian Teknik Listrik di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi dinyatakan layak digunakan di sekolah
Pengaruh Kompetensi Guru dan Fasilitas Pembelajaran pada Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan Terhadap Minat dan Hasil Belajar Siswa SMKN 1 Turen
ABSTRAK Kompetensi guru merupakan kemampuan guru dalam mengajar. Kompetensi guru erat kaitannya dengan minat belajar dan hasil belajar. karena dengan kompetensi guru yang baik dapat mempengaruhi kedua hal tersebut. Selain itu fasilitas pembelajaran juga dapat berpengaruh terhadap minat dan hasil belajar siswa. Karena fasilitas pembelajaran merupakan sarana dan prasarana yang harus ada di sekolah yang berguna untuk mempermudah proses belajar. dengan adanya kompetensi guru dan fasilitas pembelajaran yang baik maka dapat diharapkan dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap minat belajar dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan tingkat kompetensi guru, fasilitas pembelajaran, minat belajar siswa dan hasil belajar siswa 2) mengetahui pengaruh kompetensi guru terhadap minat belajar siswa, 3) mengetahui pengaruh fasilitas pembelajaran terhadap minat belajar siswa, 4) mengetahui pengaruh kompetensi guru terhadap hasil belajar siswa, 5) mengetahui pengaruh fasilitas pembelajaran terhadap hasil belajar siswa, 6) mengetahui pengaruh kompetensi guru dan fasilitas pembelajaran terhadap minat belajar siswa, 7) mengetahui pengaruh kompetensi guru dan fasilitas pembelajaran terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif dan merupakan jenis penelitian ex-post facto. Penelitian ini dilakukan pada siswa dengan program keahlian Teknik Komputer dan Jaringan di SMKN 1 Turen dengan jumlah sampel sebanyak 104 siswa. untuk mengukur kompetensi guru, fasilitas pembelajaran dan minat belajar menggunakan angket tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi parsial dan simultan (regresi ganda). Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS IBM SPSS Statistic v20. Kesimpulan dari penelitian yaitu: 1) kompetensi yang dimiliki guru sudah baik, fasilitas pembelajaran yang digunakan dalam kondisi yang baik, minat belajar siswa terhadap proses pembelajaran sudah baik dan hasil belajar siswa yang diperoleh sudah cukup baik. 2) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi guru terhadap minat belajar; 3) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara fasilitas pembelajaran terhadap minat belajar; 4) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi guru terhadap hasil belajar; 5) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara fasilitas pembelajaran terhadap hasil belajar; 6) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi guru dan fasilitas pembelajaran terhadap minat belajar; 7) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi guru dan fasilitas pembelajaran terhadap hasil belajar siswa
Pengaruh Kematangan Vokasional dan Kemandirian Menentukan Karir terhadap Adaptasi Dunia Kerja pada Siswa Kelas XII Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di Kota Malang.
RINGKASAN Rohmatulloh, A. S. 2018. Pengaruh Kematangan Vokasional dan Kemandirian Menentukan Karir terhadap Adaptasi Dunia Kerja pada Siswa Kelas XII Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di Kota Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T.(II)Drs. Hari Putranto, M.Pd. Kata Kunci : Kematangan Vokasional, Kemandirian Karir, Adaptasi Kerja Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat menuntut lembaga pendidikan untuk lebih dapat menyesuaikan dengan perkembangan tersebut. Upaya tersebut salah satunya dengan meningkatkan kualitas lulusan SMK dalam menyiapkan tenaga kerja yang terampil agar dapat bersaing di dunia kerja. Dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan dapat diandalkan. Salah satunya dengan lebih memperhatikan faktor kematangan vokasional (X1) dan kemandirian pemilihan karir (X2) dengan kemampuan adaptasi dunia kerja (Y) di SMK di Kota Malang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai pengaruh kematangan vokasional dan kemandirian dalam menentukan karir terhadap adaptasi dunia kerja. Penelitian ini menggunakan kuisioner untuk pengambilan data dengan jumlah populasi 69 siswa. Responden yang dituju adalah siswa SMK kelas XII kompetensi keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di Kota Malang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner angket dengan reliabilitas 0.686, 0.666, dan 0.917. Hasil penelitian memaparkan bahwa; (a) kematangan vokasional masuk ke dalam kategori tinggi dengan frekuensi 55 responden; (b) kemandirian menentukan karir masuk ke dalam kategori tinggi dengan frekuensi 52 responden; (c) kemampuan adaptasi dunia kerja masuk ke dalam kategori sangat tinggi dengan frekuensi 49 responden; (d) kematangan vokasional dengan adaptasi dunia kerja memiliki nilai signifikansi sebesar 0,168; (e) kemandirian menentukan karir dengan adaptasi dunia kerja memiliki nilai signifikansi sebesar 0,029; (f) kematangan vokasional dan kemandirian menentukan karir dengan adaptasi dunia kerja memiliki nilai signifikansi sebesar 0,049 serta memiliki sumbangan 8,90%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kematangan vokasional masuk ke dalam kategori tinggi; (b) kemandirian menentukan karir masuk ke dalam kategori tinggi; (c) kemampuan adaptasi dunia kerja masuk ke dalam kategori sangat tinggi; (d) terdapat hubungan positif dan signifikan secara simultan antara kematangan vokasional dan kemandirian menentukan karir terhadap adaptasi dunia kerja pada siswa SMK kelas XII Kompetensi Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di Kota Malang
Studi Life-Based Learning pada proses pembelajaran mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang
ABSTRAK ABSTRAK Wulansari, Ni’matul Hidha. 2017. Studi Life-Based Learning Pada Proses Pembelajaran Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika Universitas Negeri Malang, Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang Pembimbing: (I) Dr. Ir. Syaad Patmanthara, M.Pd. (II) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata Kunci : studi, life-based learning, proses pembelajaran World Economic Forum 2016 menyebutkan 35% core skills yang berlaku saat ini akan usang pada tahun 2025 mendatang, Untuk itu perlunya pembelajaran yang memiliki kecakapan abad-21 yaitu kapabilitas pada bidang keahliannya, salah satu upaya untuk mendukung terbentuknya kapabilitas diri, Universitas Negeri Malang melakukan pengembangan kurikulum baru yang memiliki ciri berbasis kehidupan (Life Based Learning). Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji muatan life-based learning pada proses pembelajaran mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Informatika, Universitas Negeri Malang pada matakuliah Pengembangan Sumber Belajar dan Perencanaan Pembelajaran Semester Gasal Tahun Ajaran 2017/2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Deskripsi karakteristik muatan Life-Based Learning pada proses pembelajaran; (2) Mengetahui pendukung dan kendala yang dihadapi dari muatan Life-Based Learning; (3) Pengaruh antara proses pembelajaran Life-Based Learning terhadap hasil belajar; (4) Rekomendasi hasil keterlaksanaan muatan Life-Based Learning pada proses pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, untuk mengukur pengaruh proses pembelajaran Life Based Learning terhadap hasil belajar. Populasi data berasal dari mahasiswa S1 PTI UM yang menempuh matakuliah Pengembangan Sumber Belajar dan Perencanaan Pembelajaran Semester Gasal Tahun Ajaran 2017/2018 dengan sampel sebanyak 136. Pengumpulan data penelitian untuk variabel X yaitu proses pembelajaran Life Based Learning menggunakan angket dan untuk variabel Y yaitu hasil belajar mahasiswa adalah dokumentasi nilai. Dilengkapi hasil wawancara pengajar. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier. Hasil dan Kesimpulan penelitian diperoleh: (1) Karakteristik Life Based Learning dalam proses pembelajaran dengan prosentase kesesuaian dengan Life Based Learning pada matakuliah Pengembangan Sumber Belajar sebesar 98,5 % dan pada matakuliah Perencanaan Pembelajaran sebesar 97,4% yang tergolong Sangat Tinggi; (2) Faktor pendukung dan kendala ditemukan bahwa pengajar yang memang harus professional atau kompeten dalam bidangnya, memahami makna dan konsep Life Based Learning dari segi perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi, untuk hal tersebut maka terlebih dahulu memerlukan beberapa langkah untuk melatih seorang pengajar; (3) Terdapat pengaruh yang signifikan dibuktikan hasil uji hipotesis menunjukkan variabel independen yaitu proses pembelajaran mata kuliah Pengembangan Sumber Belajar dan Perencanaan Pembelajaran (X) didukung penerapan Life Based Learning terhadap variabel dependen yaitu hasil belajar (Y) dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,259 memiliki arti bahwa kemampuan variabel bebas mempunyai dampak dalam variabel terikat sebesar 25,9% dan termasuk dalam kategori Rendah; (4) Rekomendasi dari hasil penelitian ditemukan pengaruh antara hasil belajar dengan proses pembelajaran Life Based Learning, namun masih dalam kategori rendah dan belum diatas 50%, hal ini tentu menjadi kendala dalam pelaksanaan Life Based Learning dalam proses pembelajaran
Perbedaan Pemahaman Konsep Pemrograman Dasar Karena Penerapan Model CTL Dibandingkan Dengan Pembelajaran PBL Berbantuan Classroom Blogging Pada Siswa Kelas X Program Keahlian TKJ Di SMK Darut Taqwa Purwosari
ABSTRAK Keberhasilan siswa dalam belajar bergantung pada kemampuan seorang guru dalam kegiatan pembelajaran dan kemampuan siswa untuk memahami materi pelajaran. Dalam pembelajaran pemrograman dasar sebagian siswa merasakan kesulitan dan kebingungan dalam penerjemahan maksud dari script program. Oleh karena itu, guru harus memilih model pembelajaran yang tepat dengan dipadukan media pembelajaran sebagai pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap signifikansi perbedaan pemahaman konsep pemrograman dasar yang diberikan perlakuan model CTL dibandingkan kelas yang diberikan perlakuan model PBL berbantuan classroom blogging.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Experimental Design dengan bentuk Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X TKJ SMK Darut Taqwa Purwosari yang terdaftar padatahun ajaran 2017/2018. Sampel yang diambil dalam penelitian yang berjumlah 70siswa, masing-masing kelas terdiri dari 35 siswa. Instrumen pengukuran berupa tes kognitif berdasarkan indikator pemahaman konsep. Untuk uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-test pada taraf signifikansi 5%.Hasil Uji-t menunjukkan nilaisignifikansinya yaitu 0,000, maka 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan pemahaman konsep pemrograman dasar pada kelas A dan kelas B. Hasil penelitian juga dapat dilihat pada beberapa aspek berikut: (1) nilai rata-rata, kelas A (79,4) memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan kelas B (73,9); (2) n-gain score, kelas A (0,50) memiliki peningkatan pemahaman konsep lebih tinggi dibandingkan kelas B (0,33); dan (3) ketuntasan pembelajaran, kelas A (85,71%) memiliki ketuntasan pembelajaran lebih tinggi dibandingkan kelas B (68,57%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran yang menggunakan model CTL berbantuan classroom blogging berpengaruh lebih dalam meningkatkan pemahaman konsep pemrograman dasar daripada dengan model PBL berbantuan classroom blogging. Saran yang dianjurkan dalam penelitian ini adalah model CTL berbantuan classroom blogging dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran pemrograman dasar untuk meningkatkan pemahaman konsep
analisis kalam insya' thalabi dalam kitab mukhtashar shahih al-bukhari
ABSTRAK Dalam hadits-hadits kitab Mukhtashar Shahih al-Bukhari bab shalat terdapat beragam bentuk kalimat. Kalimat-kalimat tersebut banyak yang menggunakan kalam insya’, baik kalam insya’thalabi maupun kalam insya’ ghairu thalabi. Tetapi yang lebih banyak muncul adalah kalam insya’ thalabi. Kemunculan kalam insya’ thalabi dalam kitab mukhtashar Shahih al-Bukhari bab shalat mengindikasikan adanya tujuan-tujuan tertentu yang ingin disampainkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam kepada umat-umatnya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk dan makna-makna kalam insya’ thalabi dalam kitab Mukhtashar Shahih al-Bukhari. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif analisis isi (content analisis). Data dalam penelitian ini adalah kalam insya’ thalabi yang terdapat dalam kitab Mukhtashar Shahoh al-Bukahri bab shalat. Instrument penelitian ini berupa tabel penjaringan data guna menjaga keabsahan data penelitian. Untuk memperoleh data, dilakukan penelusuran kalam insya’ thalabi dalam kitab Mukhtashar Shahih al-Bukhari bab shalat dengan memanfaatkan terjemahannya, dan memberi kode kalam insya’ thalabi. Prosedur analisis data meliputi tabelisasi dan klasifikasi kalam insya’ thalabi. Hasil penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut: (1) Hadits-hadits dalam kitab Mukhtashar Shahih al-Bukhari bab shalat mengandung kalam insya’ thalabi yang meliputi amar, nahi, istifham, nida’, dan tamanni. (2) Dalam hadits-hadits kitab Mukhtashar Shahih al-Bukhari bab shalat terdapat berbagai bentuk kalam insya’ thalabi yang meliputi amar, nahi, istifham, nida’, dan tamanni. (3) Adapun dari segi makna kalam insya’ thalabi mempunyai makna haqiqi (makna sebenarnya) dan makna idhafi (makna bukan sebenarnya). Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji kalam insya’ thalabi lebih variasi dan mendalam lagi
Hubungan antara Kebermaknaan Mengikuti Kegiatan Praktikum dan Literasi Teknologi Listrik dengan Kesiapan menjadi Teknisi bagi Siswa Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan SMK di Kota Blitar
RINGKASAN Cahyanti, Resy. 2018. Hubungan antara Kebermaknaan Mengikuti Kegiatan Praktikum dan Literasi Teknologi Listrik dengan Kesiapan menjadi Teknisi bagi Siswa Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan SMK di Kota Blitar. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T., pembimbing (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. Kata kunci: kebermaknaan mengikuti kegiatan praktikum, literasi teknologi listrik, kesiapan menjadi teknisi. Pendidikan merupakan suatu proses interaksi manusia dengan lingkungannya guna untuk mengembangkan segala potensi yang ada dalam dirinya. Pemerintah mendirikan lembaga pendidikan formal untuk pelaksanaan pendidikan tersebut. Salah satu lembaga pendidikan formal tersebut adalah Pendidikan Menengah Kejuruan. Pendidikan menengah kejuruan mengutamakan untuk mempersiapkan siswa untuk mampu bersaing dalam memasuki dunia kerja.Sebelum memasuki dunia kerja, siswa dibekali dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan pada saat pembelajaran praktikum. Selain kegiatan praktikum, siswa juga harus memiliki kemampuan literasi untuk kesiapan memasuki dunia kerja. Kemampuan literasi bermanfaat agar siswa mampu bersaing secara lokal dan global dalam memasuki dunia kerja.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kebermaknaan mengikuti kegiatan praktikum (X1), literasi teknologi listrik (X2), dan kesiapan menjadi teknisi (Y) bagi siswa program keahlian teknik ketenagalistrikan SMK di Kota Blitar, (2) mengungkap signifikansi hubungan antara X1 dengan Y, (3) mengungkap signifikansi hubungan antara X2 dengan Y, dan (4) mengungkap signifikansi hubungan antara X1 dan X2 secara simultan terhadap Y dan besar kontribusinya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XII program keahlian teknik ketenagalistrikan di Kota Blitar dengan jumlah populasi sebanyak 226 siswa. Didapatkan jumlah sampel sebanyak 148 siswa dengan menggunakan teknik simple random sampling. Untuk mengukur variabel X1, variabel X2, dan variabel Y menggunakan angket tertutup. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi menggunakan software aplikasi SPSS. Hasil dari penelitian ini adalah (1) variabel X1, X2, Y berkategori tinggi, (2) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X1 dengan Y dengan nilai Psig 0,000 < 0,05, (3) terdapat hubungan yang positif dan tidak signifikan antara X2 dengan Y dengan nilai Psig 0,490 < 0,05, (4) terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara X1 dan X2 dengan Y secara simultan, (5) sumbangan relatif (SR) X1 dan X2 sebesar 97,1% dan 2,9%, (6) sumbangan efektif (SE) X1 dan X2 sebesar 30,87% dan 0,92%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) variabel X1berkategorisangattinggi,variabel X2dan Y berkategori tinggi, (2) terdapat hubungan yang positif antara X1dan Y, (3) terdapat hubungan yang positif dan tidak signifikan antara X2 dan Y, (4) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dan X2 dengan Y secara simultan
Pengembangan E-Modul Mata PelajaranSimulasidanKomunikasi Digital Bermuatan Contextual Teaching and Learning untukSiswaKelas X KompetensiKeahlianTeknikKomputerdanJaringan di SMK
RINGKASAN Berdasarkan hasil observasi di beberapa SMK di Malang Raya terdapat permasalahan yaitu lebih dari 50% siswa pada setiap kelas mendapat nilai dibawah KKM pada UAS matapelajaranSimulasidanKomunikasi Digital haltersebuttimbulkarenabelumadanyabukupaket yang disediakanolehpemerintahpadamatapelajarantersebutdanbahan ajar yang tersediakurangmenarikminatsiswauntukmempelajarinya. Tujuanpengembangan,adalah: (1) mengembangkan e-modulmatapelajaranSimulasidanKomunikasi Digital bermuatanContextual Teaching and Learninguntuksiswakelas X kompetensikeahlianteknikkomputerdanjaringan di SMK, (2) mengetahuitingkatkelayakan e-modul yang dikembangkan. Model pengembanganmenggunakan model ADDIE dengantahapanyaitu (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi, dan (5) evaluasi. Validasidanujicoba e-moduldilakukandengan3tahapyaitu, (1) validasiahlimateridanahlimedia, (2) ujicobakelompokkecil, dan (3) ujicobakelompokbesar (lapangan). Hasilvalidasiahli media didapatkanpersentasesebesar 93,1% (sangat valid). Validatormateriyaitugurumatapelajaransimulasidankomunikasi digital di SMKN 3 Malangmemberikanhasilpersentasevaliditassebesar 90,9% (sangat valid). Ujicobakelayakanpadasiswa SMKNegeri3 Malang yang sedangmenempuhmatapelajaransimulasidankomunikasi digital. Ujicobakelompokkecil (10 orang) denganpersentasevaliditassebesar 89,6% (sangatlayak). Ujicobakelompokbesar(32 orang) denganpersentasevaliditassebesar88,6% (sangatlayak). Berdasarkanhasilujidari paraahlidansubjekcoba, e-moduldikategorikansangat valid danlayakdigunakansebagaibahan ajardalampembelajaranSimulasidanKomunikasi Digital.
PENPERBEDAAN HASIL BELAJAR PEMROGRAMAN WEB KARENA PENGARUH PENERAPAN MODEL DRILL AND PRACTICE BERBANTUAN E-MODUL DIBANDING MODEL DISCOVERY LEARNING PADA SISWA KELAS XI JURUSAN RPL DI SMK NEGERI 2 SINGOSARI
RINGKASAN Berdasarkan hasil wawancara guru mata pelajaran Pemrograman Web di SMK Negeri 2 Singosari, hasil belajar siswa rendah. Pada ranah pengetahuan dan ranah keterampilan siswa masih dibawah KKM yang telah ditentukan yaitu 75. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar pemrograman web karena pengaruh model pembelajaran Drill and Practice berbantuan e-modul dan model pembelajaran Discovery Learningpada kompetensi dasar memahami konsep teknologi aplikasi web siswa kelas XI jurusan RPL di SMK Negeri 2 Singosari. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen, dengan desain pola Pretest – Posttest Control Group Desain. Dengan sampel sebanyak 2 kelas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara model Drill and Practice berbantuan e-modul dan model pembelajaran Discovery Learning mempunyai perbedaan terhadap hasil belajar. Hasil penelitian tersebut ditandai dengan perbedaan hasil belajar pemrograman web siswa yang menggunakan model pembelajaran Drill and Practice berbantuan e-modul dan model pembelajaran Discovery Learning dimana nilai hasil belajar Thitung(5,409)>(2,352)Ttabel dengan nilai signifikansi (0,000)< α 0,05 dan Nilai rata-rata hasil belajar pemrograman web siswa kelas eksperimen sebesar 79,475, sedangkan kelas kontrol sebesar 70,375. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara model pembelajaran Drill and Practice berbantuan e-modul dan model pembelajaran Discovery Learning pada kompetensi dasar memahami konsep teknologi aplikasi web