SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
STUDI SUSUT TEKNIS DAN NON TEKNIS KONSUMSI ENERGI LISTRIK PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20KV DI PENYULANG TAWANGREJO PLN RAYON PANDAAN-PASURUAN
ABSTRAK Pamungkas, Mikael Abimanyu Putra. 2018. Studi Susut Teknis dan Non Teknis Konsumsi Energi Listrik Pada Jaringan Distribusi 20kV di Penyulang Tawangrejo PLN Rayon Pandaan - Pasuruan. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd, (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd. Kata Kunci: Jaringan Distribusi 20kV, Susut Non Teknis, Susut Teknis Energi listrik merupakan energi primer yang dibutuhkan untuk menjalankan peralatan-peralatan yang membutuhkan energi listrik. Banyak peralatan industri, rumah tangga, perkantoran, maupun komersial yang membutuhkan energi listrik. Untuk memenuhi kebutuhan listrik yang meningkat, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, salah satunya yaitu penyusutan energi listrik. Penyusutan energi listrik dapat ditemui pada berbagai bagian pada jaringan tenaga listrik yaitu mulai pembangkitan, transmisi, hingga distribusi kepada konsumen. Susut teknis atau losses teknis merupakan energi listrik yang hilang dalam perjalanan mulai dari saluran transmisi hingga saluran distribusi, sedangkan susut non teknis atau losses non teknis merupakan energi listrik yang hilang akibat masalah-masalah yang berkaitan dengan pengukuran. Skripsi ini disusun untuk mengetahui susut teknis dan non teknis yang terjadi pada jaringan 20kV di Penyulang Tawangrejo dengan cara menghitung susut energi listrik hasil pengukuran dan susut energi listrik hasil perhitungan serta membuat aplikasi penghitung susut listrik dan menentukan alternatif perbaikan dari susut listrik yang paling sesuai. Berdasarkan hasil analisis data, kesimpulan yang diperoleh yaitu Penyulang Tawangrejo menggunakan konfigurasi jala-jala dengan model konstruksi empat kawat tiga fasa. Susut daya dan energi baik total, teknis dan non teknis nilainya selalu berubah-ubah (fluktuatif) bergantung dengan besar arus yang dikirimkan dari gardu induk menuju beban. Aplikasi penghitung susut listrik memiliki keakurasian tinggi karena memiliki nilai hasil error sangat kecil. Alternatif perbaikan susut energi yang paling efektif yaitu mengganti konduktor saluran karena dapat mengurangi lebih dari setengah susut daya dan energi yang terjadi. Dari studi yang telah dilakukan, penulis memberikan saran kepada PT. PLN Rayon Pandaan untuk mengganti komponen listrik yang tua agar memperkecil terjadinya susut, memasang MDI (Meter Demand Indicator) pada penyulang serta MTD (Monitor Trafo Distribusi) pada trafo distribusi yang berfungsi untuk mengetahui susut per bagian penyulang yang mengakibatkan penindaklanjutan susut energi listrik menjadi lebih cepat, menggunakan aplikasi penghitung susut listrik guna mengetahui susut listrik yang terjadi, dan melakukan evaluasi dan perbaikan pada Penyulang Tawangrejo dengan mempertimbangkan usulan dari peneliti guna mengurangi susut energi listrik yang terjadi pada penyulang tersebut
Pengembangan Simulasi 3 Dimensi Perangkat Jaringan Nirkabel Berbasis Desktop sebagai Suplemen Pembelajaran Jaringan Nirkabel Bermuatan Problem-Based Learning Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 3 Malang
ABSTRAK Proses pembelajaran pokok bahasan perangkat jaringan nirkabel masih menggunakan modul digital yang hanya menyajikan teks dan gambar dua dimensi. Akibatnya peserta didik cenderung kesulitan dalam membayangkan terbentuknya sinyal jaringan. Selain itu, praktikum yang dilakukan dalam pokok bahasan tersebut hanya mengenai bentuk jaringan nirkabel dan konfigurasi perangkatnya. Peserta didik belum dibekali dengan keterampilan individu mengenai studi kasus proses perancangan dan pemasangan perangkat jaringan nirkabel. Kendala yang dialami adalah karena terbatasnya jumlah perangkat jaringan nirkabel yang dimiliki oleh sekolah. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan suatu simulasi perangkat jaringan nirkabel secara 3 dimensi berbasis aplikasi desktop sebagai suplemen pembelajaran perangkat jaringan nirkabel bermuatan problem-based learning agar siswa dapat meningkatkan keterampilan dalam menganalisis masalah perancangan dan pemasangan jaringan nirkabel yang dibantu dengan adanya visualisasi secara 3 dimensi. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan mengacu pada metode pengembangan Sadiman. Adapun langkah-langkahnya yaitu: (1) identifikasi kebutuhan, (2) merumuskan tujuan instruksional, (3) merumuskan butir-butir materi, (4) mengembangkan alat pengukur keberhasilan, (5) menulis naskah media, (6) tes/uji coba dan revisi. Tahapan uji coba yang dilakukan untuk menentukan kelayakan adalah: (1) uji coba satu lawan satu, (2) uji coba kelompok kecil, dan (3) uji lapangan. Hasil dari pengembangan telah dinyatakan valid 85,66% oleh ahli materi dan valid 96,35% oleh ahli media. Rata-rata validasi yang didapatkan adalah sebesar 91,00 % sehingga dapat dinyatakan sangat valid untuk dilakukan uji coba. Sedangkan pada tahap uji coba, diperoleh persentase sebesar 78,15 untuk uji satu lawan satu, 81,42% untuk uji kelompok kecil, dan 81,98% untuk uji lapangan. Persentase rata-rata yang didapat dari hasil uji coba adalah 80,52%. Berdasarkan nilai persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa suplemen pembelajaran yang dikembangkan memiliki kategori layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran
Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Penerima Beasiswa Dengan Metode Simple Additive Weighting Di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Hidayat, Lutfi N. 2018. Pengembangan Sistem Pendukung Keputusan Penerima Beasiswa Dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T., (II) M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom. Kata Kunci:Sistem pendukung keputusan, Beasiswa, Simple Additive Weighting Salah satu cara untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan adalah memberikan beasiswa kepada mahasiswa. Beasiswa merupakan bantuan yang diberikan kepada mahasiswa yang berprestasi dan kurang mampu yang digunakan untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang setiap tahunnya melakukan penyeleksian terhadap calon penerima beasiswa. Dalam pelaksanaannya, proses penyeleksian terdapat permasalahan. Permasalahan utamanya adalah adanya unsur subyektifitas dan human error dalam memberikan rekomendasi serta kurangnya efisiensi waktu dan beban kerja karena proses penyeleksian masih dilakukan secara manual. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) penerima beasiswa berbasis web. Dalam proses pengambilan keputusan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Dengan adanya SPK penerima beasiswa ini diharapkan dapat membantu proses penyeleksian calon penerima beasiswa. Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model prototipe yang meliputi: (1) komunikasi. (2) perencanaan secara cepat, (3) pembentukan prototipe, (4) penyerahan sistem dan umpan balik.Teknik pengujian yang digunakan adalah black box, yakni untuk menguji fungsionalitas sistem. Hasil pengujian oleh ahli sistem informasi memperoleh persentase kelayakan sebesar 100%, sedangkan hasil uji coba terhadap pengujian pengguna sebesar 95,91%. Penerapan sistem rekomendasi beasiswa menggunakan metode SAW sudah bekerja sesuai dengan perhitungan secara matematis. Sehingga sistem dianggap mampu memberikan rekomendasi penerima beasiswa
Pengembangan Simulator Pembangkit Listrik Hibrid Tenaga Angin dan Surya Sebagai Penunjang Pembelajaran Pada Matakuliah Energi Baru dan Terbarukan di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Meningkatnya kebutuhan energi listrik dan perkembangan energi terbarukan, regenerasi sumber daya manusia dapat dilakukan melaui sistem pendidikan untuk mencapai suatu kompetensi keahlian tertentu. Pada penerapan pendidikan terdapat perangkat berupa materi, media dan bahan yang dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran. Berdasarkan kebutuhan media pembelajaran tersebut maka simulator pembangkit listik hibrid tenaga angin dan surya, dikembangkan sebagai media pembelajaran pada matakuliah Energi Baru dan Terbarukan di jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Dalam pengembangan simulator ini menggunakan model ADDIE. Model pengembangan ADDIE terdiri dari 5 tahapan, yaitu (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, dan (5) evaluation. Instrument pengumpulan data yang digunakan pada pengembangan ini adalah angket. Berdasarkan analisis data yang dilakukan maka didapatkan hasil persentase dari review ahli 1 tentang modul sebesar 85.5%, simulator 87.6%, software 96.4%, ahli 2 modul sebesar 87.6%, simulator 88.9%, software 94.4%, dan ujicoba lapangan modul sebesar 96.6%, simulator 92.7%, software 94.4%, dengan interpretasi kelayakan “sangat layak” dari batas minimal presentase validitas 70,01%. Sehingga dari analsis data tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran pembangkit listrik hibrid tenaga angin dan surya memiliki kriteria sangat layak digunakan dalam pembelajaran di jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang
Kajian Tentang Tingkat Kesadaran dalam Menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Laboratorium Teknik Elektro Pada Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro (PTE) Tahun Akademik 2014 Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Ashari, Indah Fitria. 2017. Kajian Tentang Tingkat Kesadaran dalam Menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di Laboratorium Teknik Elektro Pada Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro (PTE)Tahun Akademik 2014 Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs.Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd., (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T. Kata kunci: kesadaran, kesehatan dan keselamatan kerja, pengetahuan, sikap, tindakan Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro, hampir 65% responden pernah mengalami kecelakaan kerja seperti tersengat listrik, terkena solder, dan menyebabkan kerusakan komponen serta peralatan praktikum. Hal itu disebabkan karena kurangnya kesadaran mahasiswa dalam menerapkan K3. Sehingga penelitian ini disusun dengan judul “Kajian Tentang Tingkat Kesadaran Dalam Menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Pada Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro (PTE) Tahun Akademik 2014 Universitas Negeri Malang”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan tingkat pengetahuan, (2) mendeskripsikan tingkat sikap, (3) mendeskripsikan tingkat tindakan dalam menerapkan K3 pada mahasiswa S1 PTE tahun akademik 2014. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif untuk mendeskripsikan variabel kesadaran yang meliputi pengetahuan, sikap, dan tindakan. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan subjek penelitian adalah mahasiswa S1 PTE tahun akademik 2014 dengan jumlah 120 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Validasi konstruk instrumen dilakukan oleh dosen pembimbing. Sedangkan untuk validasi isi diujicobakan kepada 30 mahasiswa dan diuji menggunakan korelasi product moment. Uji reliabilitas menggunakan alpha cronbach. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Dari hasil penelitian diperoleh: (1) tingkat pengetahuan dalam menerapkan K3 pada mahasiswa S1 PTE tahun akademik 2014 tergolong pada kategori tinggi yaitu sebesar 51,67%, dimana indikator yang termasuk tinggi dalam sub variabel pengetahuan antara lain: APD, K3 listrik, LOTO, dan P3K. Sedangkan indikator yang termasuk rendah antara lain: dasar hukum K3, ergonomi, dan bekerja pada ketinggian, (2) tingkat sikap dalam menerapkan K3 pada mahasiswa S1 PTE tahun akademik 2014 tergolong pada kategori rendah yaitu sebesar 46,67%, dimana indikator yang termasuk dalam kategori tinggi adalah indikator menerima dan rasa tanggung jawab, sedangkan indikator yang termasuk dalam kategori rendah adalah indikator merespon dan menghargai, (3) tingkat tindakan dalam menerapkan K3 pada mahasiswa S1 PTE tahun akademik 2014 tergolong pada kategori rendah yaitu sebesar 38,33%, dimana indikator yang termasuk dalam kategori rendah adalah indikator persepsi, respon terpimpin, mekanisme,dan adopsi
Pengembangan Media Pembelajaran Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar Kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan di SMKN 2 Blitar
ABSTRAK Taufiq, Mochammad Azka. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar Kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer Jaringan di SMKN 2 Blitar. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Suwasono, M.T. (II) Dr. Eng. Muhammad Ashar, S.T., M.T Kata Kunci: media pembelajaran, flash, Komputer dan Jaringan Dasar Penelitian pengembangan banyak dilakukan di berbagai bidang sesuai dengan tujuan dari penelitian yang dilakukan, termasuk di bidang pendidikan. Latar belakang dari penelitian pengembangan ini adalah penggunaan berbagai macam media pembelajaran yang masih kurang maksimal, dan pemanfaatan media pembelajaran sebagai alat bantu untuk siswa. Berdasarkan hasil survey dan observasi yang dilakukan di SMKN 2 Blitar, diperoleh potensi dan masalah yang muncul. Potensi yang ada yaitu SMKN 2 Blitar memiliki fasilitas serta infrastruktur pembelajaran teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) yang cukup lengkap dan layak digunakan. Bengkel jurusan TKJ pun telah menyediakan fasilitas oendukung yang memadahi berupa komputer sebagai penunjang pembelajaran. Dan siswa di SMKN 2 Blitar dari jurusan TKJ kelas XI hampir 70% sudah memiliki laptop. Sedangkan permasalahan yang muncul, media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran terkesan monoton sehingga peserta didik merasa bosan dan kurang tertarik dengan materi yang disampaikan oleh guru. Oleh karena itu dibutuhkan adanya inovasi dalam mengembangkan media pembelajaran agar produk yang dihasilkan dapat menjadi media pembelajaran yang lebih bervariasi dan menarik. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah (1) Merancang dan membuat sebuah media pembelajaran dalam mata pelajaran komputer dan jaringan dasar pada siswa kelas X SMKN 2 Blitar, (2) Serta Untuk uji kelayakan media pembelajaran perbaikan dan setting ulang koneksi jaringan di SMKN 2 Blitar. Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan menggunakan angket, diperoleh hasil dari ahli materi I dan II sebesar 89,58%, dari ahli media memperoleh 90%, serta dari peserta didik sebesar 90,10%. Secara keseluruhan, diperoleh nilai rata-rata dari seluruh validator sebesar 89,89%. Sehingga dapat disimpulkan pengembangan media pembelajaran pada mata pelajaran Perbaikan dan Setting Ulang Koneksi Jaringan dinyatakan valid dan layak untuk digunakan
Perbedaan Hasil Belajar Komputer dan Jaringan Dasar Menggunakan Pembelajaran Model Team Accelerated Instruction dan Model Group Investigation pada Kelas X TKJ di SMK Negeri 6 Malang
ABSTRAK Wibowo, Yudi. 2017. Perbedaan Hasil Belajar Komputer dan Jaringan Dasar Menggunakan Pembelajaran Model Team Accelerated Instruction dan Model Group Investigation pada Kelas X TKJ di SMK Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T., (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. Kata kunci : Team Accelerated Instruction (TAI), Group Investigation (GI), hasil belajar, komputer dan jaringan dasar Berdasarkan hasil observasi dan wawancara langsung dengan guru di SMK Negeri 6 Malang program keahlian Teknik Komputer Jaringan, pada mata pelajaran Perakitan Komputer masih terdapat berbagai permasalahan pada pembelajaran, yaitu: (1) peran guru masih dominan pada pembelajaran, (2) tujuan pembelajaran masih belum tercapai dengan maksimal, dan (3) hasil belajar peserta didik masih belum sepenuhnya baik. Diketahui model pembelajaran semula yang diterapkan guru cenderung mengarah pada pembelajaran model Group Investigation (GI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan model TAI dan GI terhadap hasil belajar peserta didik kelas X TKJ di SMK Negeri 6 Malang. Penelitian ini dirancang dengan desain Quasi Experimental atau penelitian semu. Pada penelitian semu memiliki kelas kontrol namun tidak mampu berfungsi sepenuhnya dalam mengontrol variabel luar yang dapat mempengaruhi pelaksaanaan eksperimen. Pola penelitian ini menggunakan Nonequivalent Control Group Design yang hampir sama dengan Pre-test - Post-test Control Group Design namun pemilihan kelas tidak dilakukan secara acak. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas yaitu model Team Accelerated Instruction (TAI) dan Group Investigation (GI) serta variabel terikat hasil belajar peserta didik. Penelitian ini memakai dua kelas yaitu kelas X-A diberikan perlakuan model Team Accelerated Instruction (TAI) dan kelas X-B memakai pembelajaran semula model Group Investigation (GI). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Hasil belajar komputer dan jaringan dasar kelas X-A mendapatkan nilai rata-rata sebesar 84,57 (2) Hasil belajar komputer dan jaringan dasar kelas X-B mendapatkan nilai rata-rata sebesar 82,86 (3) Tidak terdapat signifikansi perbedaan hasil belajar Komputer dan Jaringan Dasar menggunakan pembelajaran model TAI dan model GI pada kelas X (4) Terdapat signifikansi perbedaan hasil belajar pre-test dan post-test Komputer dan Jaringan Dasar yang diberikan perlakuan menggunakan pembelajaran model TAI pada kelas X-A ABSTRACT Wibowo, Yudi. 2017. The Differences in Learning Results Computer and Basic Network Using Learning Model Team Accelerated Instruction and Model Group Investigation in Class X TKJ in SMK Negeri 6 Malang. Thesis, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Malang. Counselor: (I) Dr. Hary Suswanto, S.T., M.T., (II) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T., M.Pd. Keywords: Team Accelerated Instruction (TAI), Group Investigation (GI), learning outcomes, computer and basic network Based on the results of observation and direct interview with teachers in SMK Negeri 6 Malang Computer Network Engineering expertise program, on Computer Assembly subjects there are still various problems in learning, namely: (1) the role of teachers is still dominant in learning, (2) learning objectives are still achieved with maximum, and (3) learners' learning outcomes are still not fully good. Given the original learning model applied by teachers tend to lead to the study of Group Investigation (GI) model. The research goal is determine the differences between TAI and GI model on the learning result of X TKJ class students in SMK Negeri 6 Malang. This research is designed with Quasi Experimental design or quasi research. In pseudo studies it has a control class but is not capable of fully functioning in controlling outside variables that may affect experimental execution. This research pattern uses Nonequivalent Control Group Design which is similar to Pre-test - Post-Test Control Group Design but class selection is not done randomly. The research variables consist of independent variable that is Team Accelerated Instruction (TAI) and Group Investigation (GI) model and dependent variable of learners learning result. This study uses two classes, namely X-A class given the treatment model of Team Accelerated Instruction (TAI) and X-B class using the original learning model of Group Investigation (GI). Based on the results of research and data analysis that has been done, can be concluded as follows: (1) The learning result of computer and network of base class X-A get the average value equal to 84,57 (2) The learning result of computer and network of base class X-B get average value (3) There is no significant difference in learning results Computer and Basic Network using TAI model retention and GI model in class X (4) There is significance difference of learning result of pre-test and post-test Computer and Basic Network given treatment using TAI model learning in class X-
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis E-Learning Pada Mata Pelajaran Sistem Komputer Kelas XI Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK
ABSTRAK Pemanfaatan media pembelajaran berbasis e-learning masih kurang dioptimalkan oleh siswa dan guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Berdasarkan hasil observasi yang didapatkan bahwa (1) permasalahan percepatan materi yang terpotong dengan kegiatan pratik kerja industri, dan (2) banyaknya siswa mendapatkan nilai dibawah KKM yaitu sekitar 60%. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan menguji sebuah produk media pembelajaran berbasis e-learning pada mata pelajaran Sistem Komputer kelas XI jurusan Teknik Komputer dan Jaringan di SMK. Pada pengembangan media pembelajaran berbasis e-learning ini mengacu pada model pengembangan ADDIE. Model ADDIE terdiri dari (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi, dan (5) evaluasi. Pengembangan media pembelajaran berbasis e-learning mata pelajaran Sistem Komputer ini telah di validasi dan diuji cobakan kepada siswa SMKN 10 Malang. Hasil validasi ahli materi mendapatkan persentase 86,05% (sangat layak) dan ahli media mendapatkan persentase 89,40% (sangat layak). Sedangkan uji coba kelompok kecil mendapatkan persentase 85,81% (sangat layak) dan uji coba lapangan mendapatkan persentase 88,12% (sangat layak). Kesimpulan dari hasil uji coba dilakukan bahwa media yang dikembangkan mendapatkan hasil rata-rata sebesar 87,34% sehinggadisimpulkan sangat layak untuk digunakan
.Pengembangan Bahan Ajar Digital Administrasi Server Linux Berbasis Project Based Learning pada Siswa Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 2 Singosari
ABSTRAK Tri Prabowo, Tito. 2017.Pengembangan Bahan Ajar Digital Administrasi Server Linux Berbasis Project Based Learning pada Siswa Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 2 Singosari. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Informtika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Muladi, S.T., M.T. (II) Dr.Eng. Muhammad Ashar, S.T., M.T Kata Kunci : Bahan Ajar Digital, Administrasi Server Linux, Project Based Learning Penggunaan bahan ajar yang tepat sangat berpengaruh dalam tercapainya tujuan suatu pembelajaran. Namun proses pembelajaran yang mudah dan efektif membutuhkan sarana bahan ajar sebagai pedoman peserta didik dalam melakukan proses kegiatan pembelajaran secara mandiri, baik di sekolah maupun dirumah secara mudah. Sesuai dengan kondisi tersebut, bahan ajar yang memungkinkan bagi para peserta didik yang sesuai dan memiliki pedoman untuk melakukan kegiatan secara mandiri dalam membelajarkan materi adalah media bahan ajar digital. Mata pelajaran Administrasi Server dalam susunan Kurikulum 2013 terdapat dalam katerogri C3, sehingga sangat penting bagi para peserta didik Program Keahlian TKJ untuk memperoleh dan menguasai materi tersebut untuk melanjutkan pada pendidikan selanjutnya ataupun dalam dunia kerja. Namun, bahan ajar yang saat ini yang dimanfaatkan oleh siswa TKJ di SMKN 2 Singosari, mengandalkan kumpulan materi-materi hasil dari gabungan dari berbagai buku yang ada, dan sumber Internet. Kurangnya sumber belajar tersebut menjadi salah satu penyebab kurangnya kemudahan dalam belajar bagi para siswa, serta siswa cenderung kesulitan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, perlu dikembangkan sumber belajar berupa bahan ajar digital yang ditampilkan secara menarik dan mudah dalam proses kegiatan belajar siswa. Pengembangan bahan ajar ini memanfaatkan model pengembangan ADDIE. Terdapat lima tahapan utama yang harus dilaksanakan yaitu (1) analyze, (2) design, (3) development, (4) implementation, (5) evaluation. Pengumpulan data dilaksanakan ada tahapan implementasi dengan memanfaatkan angket dengan skala likert yang ditujukan kepada 2 ahli materi, 2 ahli media, dan para responden siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan yang terdri dari 10 siswa untuk uji coba kelompok kecil, dan 42 siswa untuk uji coba kelompok besar. Data kuantitatif yang telah diperoleh dilakukan analisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif untuk memntukan tingkat kelayakan bahan ajar digital yang telah dikembangkan dan di uji coba. Hasil kelayakan bahan ajar digital Administrasi Server yang telah dikembangkan, diperoleh dari validasi para ahli dan para responden siswa yaitu: (1) ahli materi menyatakan bahan ajar digital ini sangat layak untuk digunakan dengan perolehan persentase 92.12%. (2) ahli media menyatakan bahan ajar digital ini sangat layak untuk digunakan dengan perolehan persentase 85.98%. (3) responden para siswa kelas XI TKJ pada uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar menyatakan bahan ajar digital ini sangat layak untuk digunakan dengan perolehan persentase masing-masing 84.83% dan 88.57%. Berdasarkan hasil yang telah didapatkan, maka dapat disimpulkan bahwa bahan ajar digital Administrasi Server dinyatakan sangat layak dan dapat digunakan dalam proses kegiatan belajar serta pembelajaran bagi para peserta didik
Pengembangan Pembelajaran Multimedia Interaktif pada Mata Pelajaran Teknik Listrik Kelas X Program Studi Keahlian Teknik Elektronika di SMKN 2 Singosari.
ABSTRAK Teknik Listrik merupakan mata pelajaran dasar yang harus dipahami oleh siswa Program Studi Keahlian Teknik Elektronika sebelum mempelajari ilmu elektronika secara lebih jauh. Terdapat materi mata pelajaran Teknik Listrik yang tidak cukup dijelaskan dan digambarkan dengan lisan saja agar siswa memahaminya. Butuh suatu media pembelajaran yang dapat mensimulasikan penjelasan dari guru dan penjelasan tersebut dapat diulang terus sampai siswa paham. Selain itu teknik listrik merupakan hal baru bagi anak Kelas X dimana pada jenjang pendidikan SMP belum pernah mendapatkannya. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran yang memuat materi Teknik Listrik kelas X dalam bentuk deskripsi, simulasi, dan evaluasi yang dapat menjelaskan dan menggambarkan secara detail bagaimana suatu proses, peristiwa atau kejadian bisa terjadi. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kelayakan produk media pembelajaran yang dihasilkan. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Sugiyono. Adapun prosedur pengembangan ini adalah (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi massal. Subjek uji coba pada penelitian ini adalah dosen sebagai ahli media, guru sebagai ahli materi, dan siswa Program Studi Keahlian Teknik Elektronika SMKN 2 Singosari. Instrumen yang digunakan adalah angket yang terdiri dari tiga jenis berdasarkan responden, yaitu angket untuk ahli media, angket untuk ahli materi, dan angket untuk siswa. Data hasil uji coba dianalisis dengan menggunakan kriteria validitas analisis persentase. Berdasarkan hasil uji kelayakan dari ahli media diperoleh persentase sebesar 96,43% untuk ahli media, 95,37% untuk ahli materi, 80,3% untuk uji coba kelompok kecil, dan 84,45% untuk uji coba kelompok lapangan. Rata – rata dari keempat validator tersebut adalah 89,14%. Dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa media pembelajaran multimedia interaktif ini sudah valid dan tidak perlu revisi sesuai dengan pedoman kriteria tingkat kelayakan serta layak digunakan