SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM

SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    2357 research outputs found

    Identifikasi Bacaan Kosakata Bahasa Arab dengan Pengenalan Suara Metode Fast Fourier Transform dan Neural Network Learning Vector Quantization

    No full text
    ABSTRAK   Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa yang banyak digunakan oleh masyarakat, tetapi juga merupakan bahasa tersulit ketiga di dunia. Hal ini disebabkan karena bahasa Arab berbasis fonem. Pelafalan kosakata bahasa Arab di masyarakat tidak sepenuhnya dapat sesuai dengan unsur fonemik yang ada. Adanya kemiripan dari kosakata bahasa Arab menjadi perihal utama yang menyebabkan terjadinya kesalahan baik itu kesalahan yang menyebabkan perbedaan arti dari bacaan tersebut ataupun kesalahan penerimaan informasi yang berbeda dari orang yang mendengarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Frekuensi unik suara untuk masing-masing bacaan kosakata bahasa Arab; (2) Proses pembelajaran yang dilakukan oleh Neural Network Quantization dalam menentukan pengambilan keputusan; (3) Tingkat akurasi kesesuaian bacaan kosakata bahasa Arab yang dihasilkan oleh metode Fast Fourier Transform dan Neural Network Learning Vector Quantization. Metode penelitian ini dibagi dalam dua tahapan yaitu proses pengenalan suara dan proses klasifikasi. Pada tahap pengenalan suara digunakan metode Fast Fourier Transform. Tahap pengenalan suara diawali dengan pengumpulan data latih yang dilakukan terhadap 21 orang dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan dimana masing-masing orang melafalkan kosakata Dalla, Jalla, dan Khalla. Data yang telah dikumpulkan dilakukan proses  pre-emphasis untuk menormalisasi data dari gangguan noise. Kemudian dilakukan proses frame blocking dan windowing dimana jenis window yang digunakan adalah hamming window. Proses terakhir dari tahap pengenalan suara adalah penerapan algoritma Fast Fourier Transform. Hasil dari proses pengenalan suara adalah tiga fitur unik suara yaitu minimal frequency, maximum frequency dan average frequency. Setelah fitur suara didapatkan, fitur tersebut digunakan sebagai input pada proses klasifikasi dengan menggunakan algoritma Neural Network Learning Vector Quantizaion (LVQ). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pada proses pengenalan suara, algoritma Fast Fourier Transform dapat menghasilkan tiga fitur suara dari seluruh dataset. Fitur ini digunakan sebagai input dalam pembentukan jaringan. Dari seluruh pengujian yang telah dilakukan, rata-rata nilai akurasi yang dihasilkan adalah 33.12%. Hasil analisis yang telah dilakukan penyebab rendahnya nilai akurasi adalah distribusi data tidak normal. Kemiripan kosakata yang dilafalkan membuat range data dari masing-masing fitur yang dihasilkan memiliki nilai yang berdekatan. Sehingga data tersebut memiliki pola yang saling tumpang tindih. Pola ini tidak dapat membedakan kelompok kelas output sehingga penentuan kelas output dari proses identifikasi menjadi sulit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Proses pemcarin frekuensi unik suara diawali dengan proses pengumpulan dataset yang diperoleh sebanyak 309 data. Dataset yang telah dikumpulkan diproses melalui tahap pre-emphasis, frame blocking, windowing dan Fast Fourier Transform. Sehingga diperoleh tiga fitur unik dari suara yaitu min frequency, max frequency dan average frequency; (2) Tahap pertama yang dilakukan dalam identifikasi adalah pembentukan jaringan dimana dalam proses ini akan dilakukan pelatihan berulang kali terhadap jaringan untuk memperoleh bobot terbaik yang akan digunakan pada proses pengujian jaringan; dan (3) Algoritma Fast Fourier Transform dan Neural Network Learning Vector Quantization dapat digunakan untuk mengidentifikasi bacaan kosakata Bahasa Arab, namun nilai akurasi yang dihasilkan rendah yaitu kurang dari 50%

    Pengembangan Media Pembelajaran berbasis Android Pada Mata Pelajaran Desain Grafis Percetakan Kelas XI Multimedia di SMK Negeri 12 Malang.

    No full text
    ABSTRAK Prasetya, Fajar. 2018. Pengembangan Media Pembelajaran berbasis Android Pada Mata Pelajaran Desain Grafis Percetakan Kelas XI Multimedia di SMK Negeri 12 Malang. Skripsi, S1 PendidikanTeknikInformatika, JurusanTeknikElektro, FakultasTeknik, UniversitasNegeri Malang. Kata Kunci : Pengembangan, Informasi, Desain Grafis percetakan, Android. Hasil pengamatan ketika guru menyampaikan materi pelajaran dalam kelas ada beberapa mata pelajaran yang mengalami kesulitan dalam penyampaian materi yaitu desaingrafispercetakan. Kesulitanini didukung juga ketika guru menyampaikanpembelajaranmenggunakan media power point.Siswa merasa kesulitan dalam menerima pembelajaran karena siswa cenderung kurang memperhatikan pembelajaran berlangsung dan kurangnya minat dalam pembelajaran menggunakan power point yang bersifat ceramah.Media pembelajaran yang menarik serta dapat merangsang imajinasi dan kreatifitas siswa dibutuhkan untuk mengantisipasi kendala tersebut, salah satu contoh adalah media pembelajaran berbasis android pada mata pelajaran desain grafis percetakan. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk mengembangkan media berbasis android pada mata pelajaran desaingrafispercetakanuntuk siswa SMKN 12Malang kelas XI Semester 1 sebagai sumber belajar mandiri dengan mengemas materi dan contoh bagaimana proses desaingrafis dalam media. Metode yang digunakan menggunakan prosedu rpengembangan Sugiyono (2012) yaitu (1) potensidan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) uji coba pemakaian, (6) revisip roduk, (7) Uji coba produk, (8) revis idesain, (9) revisi produk, dan (10) produk massal. Prosedur ini menjelaskan langkah-langkah prosedural yang ditempuh dalam membuat media pembelajaran ini. Hasil secara keseluruhan dari pengembangan media pembelajaran berbasis android untuk kelas XI multimedia di SMK Negeri 12 Malang di dapat presentase rata-rata tingkat kelayakan 88,7% dan dinyatakan sangat valid. Keseluruhan hasil yang didapat adalah berdasarkan validasi ahli dan uji coba kelayakan siswa kelas XI (sebelas). Hasil validasi ahli materi di dapat tingkat kelayakan 90,2% dan dinyatakan sangat valid. Hasil validasi ahli media di dapat tingkat kelayakan 88,5% dan dinyatakan sangat valid. Hasil uji coba kelompok kecil di dapat tingkat kelayakan 89,2% dan dinyatakan sangat valid. Hasil uji coba lapangan di dapat tingkat kelayakan 87% dan dinyatakan sangat valid.Merujuk pada kriteria validitas analisis persentase menurut Akbar, maka dapat disimpulkan bahwa produ kyang dikembangkan layak digunakan pada proses pembelajaran.      

    Pengembangan Bahan Ajar Pengantar Teknologi Informasi Berbasis Contextual Teaching and Learning di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang

    No full text
    RINGKASAN Putra, Shinata. 2018. Pengembangan Baha Ajar Pengantar Teknologi Informasi BerbasisContextualTeachingandLearningDi Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dr. Ir. SyaadPhatmantara, M.Pd.(2) Dila Umnia Soraya, S.Pd., M.Pd.   Kata Kunci: modul digital, pengantar teknologi informasi, contextualteachingandlearning. Modul merupakan salah satu sumber belajar yang disusun secara sistematis dan menarik yang mencakup isi materi, metode, dan evaluasi yang dapat digunakan secara mandiri untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Pada proses perkuliahan pengantar teknologi informasi di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang memiliki kendala yaitu Belum ada bahan ajar yang dapat digunakan mahasiswa secara mandiri selain buku yang direkomendasikan oleh dosen. Oleh karena itu dalam proses pengantar teknologi informasi di jurusan teknik elektro universitas negeri malang dibutuhkan sumber belajar yang menarik dan mudah dipahami oleh mahasiswa. Model pengembangan modul digital ini menggunakan model pengembangan Sugiyono. Model pengembangan ini memiliki sepuluh tahapan yaitu: (1) potensi dan masalah; (2) pengumpulan data; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) revisi desain; (6) ujicoba produk;  (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian; (9) revisi produk;  (10) produksi masal. Berdasarkan analisis data yang dilakukandidapatkan persentase dari ahli media sebesar 90.00%, ahli materi 93.06%, hasil uji coba kelompok kecil dengan pencapaian persentase 89.69% dan hasil uji coba kelompok besar dengan pencapaian persentase 88.09%, Berdasarkan interpretasi data menurut Akbar (2013) hasil tersebut dinyatakan “sangat valid” dari batas minimum persentase validitas sebesar 85.01%. Sehingga dapat disimpulkan modul digital pengantar teknologi informasi bermuatan contextualteachingandlearning (CTL) layak digunakan sebagai media belajar mahasiswa

    PERBEDAAN KEMAMPUAN LOGIKA PEMROGRAMAN PADA MATA PELAJARAN PEMROGRAMAN DASAR DENGAN PENERAPAN MODEL DRILL AND PRACTICE DIBANDINGKAN DENGAN PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN BUKU DIGITAL PADA SISWA KELAS X MULTIMEDIA SMK NEGERI 1 PASURUAN

    No full text
    ABSTRAK Fitria, Shelvy Lailatul. 2018. Perbedaan Kemampuan Logika Pemrograman Pada Mata Pelajaran Pemrograman Dasar  Dengan Penerapan Model Drill And Practice Dibandingkan Dengan Penerapan Model Project Based Learning Berbantuan Buku Digital Pada Siswa Kelas X Multimedia Smk Negeri 1 Pasuruan. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr.Ir.H.Syaad Patmanthara, M.Pd., Pembimbing (II) M. Zainal Arifin, S.Si., M.Kom.   Kata Kunci : Drill and Practice, Project Based Learning, Kemampauan Logika Pemrograman Dasar, Buku Digital. Siswa yang memiliki kemampuan logika yang baik akan lebih mudah dalam memahami materi dan kode program dalam pascal. Hal tersebut berdampak pada peningkatan prestasi belajar siswa di sekolah. Sistem pembelajaran e-learning yang menggunakan media pembelajaran berbasis buku digital EPUB dapat memotivasi dalam pembelajaran kemampuan logika pemrograman dasar yang diberikan perlakuan model Drill and Practice dibandingkan kelas yang diberikan perlakuan model Project Based Learning berbantuan Buku Digital EPUB. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Experimental Design dengan bentuk Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X Multimedia SMK Negeri 1 Pasuruan yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018. Sampel yang diambil dalam penelitian yang berjumlah 71 siswa, masing-masing kelas terdiri dari kelas X MM 2 berjumlah 36 siswa dan kelas X MM 3 berjumlah 35 siswa. Instrumen pengukuran berupa tes kognitif berdasarkan indikator kemampuan logika. Untuk uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-test pada taraf signifikansi 5%. Hasil Uji-t menunjukkan bahwa nilai post-test adalah 0,000, dimana 0,000 < 0,05 yang menunjukkan terdapat perbedaan kemampuan logika pemrograman dasar pada kelas A (X MM 2) dan kelas B (X MM 3).  Hasil penelitian juga dapat dilihat pada beberapa aspek berikut: (1) nilai rata-rata, kelas A (85,93) memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dibandingkan kelas B (79,4); (2) n-gain score, kelas A (0,60) memiliki peningkatan kemampuan logika lebih tinggi dibandingkan kelas B (0,55). Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran yang menggunakan model Drill and Practice berpengaruh lebih dalam meningkatkan kemampuan logika pemrograman dasar dari pada dengan model Project Based Learning. Saran yang dianjurkan dalam penelitian ini adalah model Drill and Practice berbantuan buku digital EPUB dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran pemrograman dasar untuk meningkatkan kemampuan logika siswa.

    Faktor Penghambat Relevansi Penempatan PKL Ditinjau dari Pihak Sekolah dan DU/DI Beserta Cara Mengatasinya di SMK Kabupaten Jombang

    No full text
    ABSTRAK   Saputri, Rizka Rahmi. 2018. Faktor Penghambat Relevansi Penempatan PKL Ditinjau dari Pihak Sekolah dan DU/DI Beserta Cara Mengatasinya di SMK Kabupaten Jombang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Setiadi Cahyono Putro, M.Pd., M.T., (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T.   Kata Kunci: relevansi penempatan PKL, faktor penghambat, cara mengatasi, SMK, DU/DI. Kemampuan dan keterampilan kerja peserta didik hanya berhasil diajarkan melalui praktik kerja di DU/DI sesuai dengan kompetensi keahlian. Kesesuaian antara kompetensi keahlian dengan kebutuhan DU/DI sangat diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan PKL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat relevansi penempatan PKL di SMK Kabupaten Jombang, mengidentifikasi faktor penghambat relevansi penempatan PKL ditinjau dari pihak sekolah dan DU/DI di SMK Kabupaten Jombang, dan mengetahui cara mengatasi faktor penghambat relevansi penempatan PKL ditinjau dari pihak sekolah dan DU/DI di SMK Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis deskripstif. Populasi dalam penelitian ini adalah 4 Pokja PKL, 409 peserta didik kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, 160 peserta didik kompetensi keahlian Multimedia, dan 73 DU/DI mitra. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 4 Pokja PKL, 202 peserta didik kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan, 114 peserta didik kompetensi keahlian Multimedia, dan 42 DU/DI mitra. Teknik pengumpulan data dalam penenelitian ini menggunakan wawancara dengan reliabilitas 0,935 dan 0,899 serta angket dengan reliabilitas 0,880 dan 0,760. Hasil penelitian memaparkan bahwa tingkat relevansi penempatan PKL Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan serta Multimedia dalam kategori rendah. Faktor penghambat relevansi penempatan PKL ditinjau dari pihak sekolah yaitu (a) tahap perencanaan sebesar 22,78%; (b) tahap pelaksanaan sebesar 42,76%; dan (c) tahap evaluasi sebesar 23,82%. Faktor penghambat relevansi penempatan PKL ditinjau dari DU/DI yaitu (a) tahap perencanaan sebesar 30,24%; (b) tahap pelaksanaan sebesar 35,86%; dan (c) tahap evaluasi sebesar 50,60%. Kesimpulan dalam penelitian berhasil mengungkap faktor penghambat relevansi penempatan PKL di SMK Kabupaten Jombang antara lain (a) ditinjau dari pihak sekolah adalah kerjasama antara pihak sekolah dengan DU/DI dan kompetensi yang diterima peserta PKL dan (b) ditinjau dari DU/DI adalah pelaksanaan PKL, refleksi dan tindak lanjut. Cara mengatasi faktor penghambat relevansi penempatan PKL di SMK Kabupaten Jombang yaitu (a) melibatkan pihak DU/DI dalam penentuan kurikulum agar teori praktik di sekolah sesuai dengan praktik di DU/DI; (b) meningkatkan kerjasama dengan DU/DI; dan (c) meningkatkan intensitas pembimbingan peserta PKL oleh guru pembimbing

    PENGEMBANGAN MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN FBD (FUNCTION BLOCK DIAGRAM) PADA ZELIO SMART RELAY SEBAGAI BAHAN AJAR DI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Prayoto, Akip. 2017. Pengembangan Modul Praktikum Pemrograman FBD (Function Block Diagram) sebagai Bahan Ajar di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi. S1 Pendidikan Teknik Elektro. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Wibawanto, M.T., (II) Drs. Suwasono, M.T.   Kata Kunci : Modul, FBD, Function Block Diagram, Zelio smart relay. Berdasarkan identifikasi kurikulum di Jurusan Teknik Elektro UM, pada mata kuliah Workshop PLC dan Pneumatic, terdapat kompetensi mengenai: Menelaah sintak pemrograman PLC: Standar IEC 61131-3; instruksi-instruksi logika dasar yang mencakup logika AND, OR, NOT, interlock, percabangan input/output, timer, counter dan flag. Namun, pembelajaran untuk Standar Kompetensi tersebut hanya pada pemrograman Ladder Diagram (LD) saja, padahal bahasa pemrograman PLC dan smart relay berdasarkan Standar IEC 61131-3 ada 5 macam, termasuk di dalamnya yaitu pemrograman FBD ( Function Block Diagram). Berdasarkan standar kompetensi pada mata kuliah PLC dan Pneumatic, maka diperlukan kompetensi mengenai pemrograman FBD pada Zelio Smart Relay di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Penerapan kompetensi mengenai pemrograman FBD pada Zelio Smart Relay dapat dilaksanakan dalam pembelajaran mata kuliah Workshop PLC dan Pneumatic. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) menyempurnakan trainer lift 4 lantai agar dapat dimanfaatkan sebagai  media pendukung dalam pembelajaran, (2) merancang pengembangan modul praktikum pemrograman FBD pada zelio smart relay sebagai bahan ajar di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, (3) mengembangkan modul praktikum pemrograman FBD pada zelio smart relay sebagai bahan ajar di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang, dan (4) menguji kelayakan modul praktikum pemrograman FBD pada zelio smart relay sebagai bahan ajar di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan modul namun tetap merujuk pada model-model pengembangan yang ada. Prosedur pengembangan tersebut  yaitu 1) analisis kebutuhan dan desain, 2) proses pengembangan, dan 3) uji coba dan validasi. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba kelayakan modul praktikum oleh ahli 1, ahli 2, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar disimpulkan bahwa modul praktikum pemrograman FBD pada Zelio Smart Relay sangat layak digunakan dalam pembelajaran.

    Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Simulasi pada Mata Pelajaran Komposisi Foto Digital untuk Siswa Kelas XI SMK Program Keahlian Multimedia. (Skripsi)

    No full text
    ABSTRAK   Nuha, Dandis Afif. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Simulasi pada Mata Pelajaran Komposisi Foto Digital untuk Siswa Kelas XI SMK Program Keahlian Multimedia. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. Syaad Patmanthara, M.Pd., (II) I Made Wirawan, S.T., S.S.T., M.T.   Kata kunci: media pembelajaran, simulasi, komposisi foto digital Komposisi Foto Digital merupakan salah satu mata pelajaran wajib bagi siswa kelas XI SMK. Mata pelajaran ini diselenggarakan dengan menyampaikan teori dan setelah itu melakukan praktik menggunakan peralatan fotografi. Namun peratalan fotografi yang terbatas, membuat kegiatan praktik menjadi kurang efektif, siswa dalam satu kelas harus terbagi dalam beberapa kelompok dan harus bergantian untuk praktik menggunakan peralatan fotografi yang disediakan sekolah. Selain itu, belum ada sarana belajar mandiri untuk siswa yang dikemas dalam satu paket media pembelajaran yang mencakup pembelajaran secara teori ataupun pembelajaran praktik. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibutuhkan sarana pembelajaran yang mampu memfasilitasi siswa dalam pembelajaran secara teori dan praktik dalam bentuk simulasi peralatan fotografi. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran komposisi foto digital dengan penambahan fitur simulasi peralatan fotografi sebagai penunjang kegiatan praktik. Selain itu, penelitian pengembangan ini juga bertujuan untuk menguji kelayakan media pembelajaran secara media dan materi. Model Pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan Arif S. Sadiman. Prosedur pengembangan model ini antara lain (1) identifikasi kebutuhan, (2) perumusan tujuan pembelajaran, (3) perumusan butir-butir materi, (4) perumusan alat ukur keberhasilan, (5) penulisan naskah media, (6) uji coba, (7) revisi, dan (8) naskah siap diproduksi. Subjek uji coba penelitian ini adalah dosen sebagai ahli media, guru sebagai ahli materi, dan siswa SMKN 1 Bojonegoro program keahlian Multimedia. Instrumen yang digunakan berbentuk angket yang terdiri dari angket untuk ahli media, angket untuk ahli materi, dan angket untuk siswa. Data hasil uji coba dianalisis dengan menggunakan kriteria validitas analisis persentase. Hasil penelitian ini adalah media pembelajaran berbasis simulasi pada Mata Pelajaran Komposisi Foto Digital kelas XI program keahlian Multimedia. Berdasarkan hasil validasi ahli media diperoleh persentase sebesar 90,28%, validasi ahli materi sebesar 88,75%, uji coba perseorangan sebesar 93,75%, uji coba kelompok kecil sebesar 89%, dan uji coba lapangan sebesar 84,75%. Berdasarkan kriteria uji kelayakan menurut Akbar dan Sriwiyana (2011:207), media pembelajaran dinyatakan sangat layak dan dapat digunakan tanpa revisi

    Perbedaan Hasil Belajar Pemrograman Dasar karena Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Dibandingkan dengan Creative Problem Solving (CPS) Berbantuan Handout pada Siswa Kelas X Multimedia (MM) di SMK Negeri 11 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Khasanah, Musfirati. 2017. Perbedaan Hasil Belajar Pemrograman Dasar karena Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Dibandingkan dengan Creative Problem Solving (CPS) Berbantuan Handout pada Siswa Kelas X Multimedia (MM) di SMK Negeri 11 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. Setiadi Cahyono Putro.M.Pd., M.T.(2) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T.   Kata Kunci    :  Group Investigation, Creative Problem Solving, Hasil. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan permasalahan yang dihadapi siswa ketika proses pembelajaran Pemrograman Dasar berlangsung. Permasalahan tersebut meliputi kurangnya ketertarikan siswa dalam memahami materi, keaktifan siswa dalam berpendapat, ketarmpilan siswa dalam menyelesaikan suatu permasalahan kurang optimal, beberapa kelompok tidak mengerjakan tugas atau terlambat mengerjakan tugas, dan nilai UTS yang hampir 50% kelas tidak melampaui KKM. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam ranah kognitif dan psikomotorik dengan menerapkan model Group Investigation dan Creative Problem Solving berbantuan handout. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan hasil belajar ranah kognitif dan ranah psikomotorik diantara kedua model tersebut, sehingga diperoleh hasil yang maksimal dalam melakukan pembelajaran Pemrograman Dasar. Model pembelajaran Group Investigation merupakan model pembelajaran yang menekankan kerjasama antar siswa dalam menginvestigasi suatu permasalahan. Model pembelajaran Creative Problem Solving merupakan model pembelajaran dengan menekankan kerjasama antar siswa dalam memecahkan suatu permasalahan didasarkan pada keterampilan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen model quasi eksperimental yaitu pretest posttest dengan pendekatan kuantitatif. Kelas eksperimen yang akan diteliti sebagai sampel yaitu kelas X MM 1 dan X MM 2. Variabel yang diukur pada kedua kelas adalah hasil belajar ranah kognitif dan ranah psikomotorik. Kelas X MM 1 berjumlah 33 siswa diberi perlakuan model pembelajaran Group Investigationberbantuan handout. Kelas X MM 2 berjumlah 32 siswa diberi perlakuan model pembelajaran Creative Problem Solvingberbantuan handout. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan soal pilihan ganda. Teknik analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil dari penelitian ini diperoleh (1)rata-rata hasil belajar kelas X MM 1 dalam ranah kognitif sebesar 70,303 dan ranah psikomotorik sebesar 70,303, sedangkan rata-rata hasil belajar kelas X MM 2 dalam ranah kognitif sebesar 79,375 dan ranah psikomotorik sebesar 77,031 (2)Hasil uji t dalam ranah kognitif dengan menerapkan model pembelajaran Group Investigation dan Creative Problem Solving sebesar 0,028, karena 0,028 < 0,05 maka terdapat perbedaan dalam ranah kognitif diantara keduanya. Hasil uji t dalam ranah psikomotorik dengan menerapkan model pembelajaran Group Investigation sebesar 0,046 dan Creative Problem Solving sebesar 0,045. Berdasarkan hasil tersebut, 0,046 < 0,05 dan 0,045 < 0,05 maka terdapat perbedaan dalam ranah psikomotorik diantara keduanya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) penelitian terhadap hasil belajar dalam ranah kognitif dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation diperoleh nilai tertinggi sebesar 100, nilai terendah sebesar 40 dan nilai rata-rata sebesar 70,303 (2) penelitian terhadap hasil belajar dalam ranah kognitif dengan menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving diperoleh nilai tertinggi sebesar 100, nilai terendah sebesar 40, dan nilai rata-rata sebesar 79,375 (3) penelitian terhadap hasil belajar dalam ranah psikomotorik dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation diperoleh nilai tertinggi sebesar 95, nilai terendah sebesar 50 dan nilai rata-rata sebesar 70,303 (4) penelitian terhadap hasil belajar dalam ranah psikomotorik dengan menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving diperoleh nilai tertinggi sebesar 95, nilai terendah sebesar 50, dan nilai rata-rata sebesar 77,031 (5) Hasil yang diperoleh dari model pembelajaran Group Investigation adalah 0,028 dan hasil dari model pembelajaran Creative Problem Solving adalah 0,028 (6) Hasil yang diperoleh dari model pembelajaran Group Investigation adalah 0,046 dan hasil dari model pembelajaran Creative Problem Solving adalah 0,045

    Hubungan Kecakapan Keteknikan dan Literasi Berwirausaha dengan Persepsi Terhadap Peluang Berwirausaha pada Siswa Kelas XII Program Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK di Kota Malang

    No full text
    Nurkhalim, Faizal. 2018. Hubungan Kecakapan Keteknikan dan Literasi Berwirausaha dengan Persepsi terhadap Peluang Berwirausaha pada Siswa Kelas XII Program Teknik Instalasi Tenaga LIstrik di SMK di Kota Malang. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Setiadi C. P., M. Pd., M. T. (II) Dr. Hakkun Elmunsyah, S. T., M. T.   Kata Kunci : Kecakapan Keteknikan, Literasi Berwirausaha, Persepsi terhadap Peluang Berwirausaha. SMK merupakan lembaga penghasil lulusan atau tenaga - tenaga yang terampil guna membentuk dan menyiapkan siswa menuju sumber SDM yang berkualitas. Persepsi yang positif terhadap peluang berwirausaha penting dimiliki siswa kelas XII sebagai calon wirausahawan. Beberapa cara yang dapat mempengaruhi persepsi terhadap peluang berwirausaha adalah kecakapan keteknikan dan literasi berwirausaha. Penelitian ini bertujuan untuk: mendeskripsikan (1) kecakapan keteknikan (X1), literasi berwirausaha (X2), dan persepsi terhadap peluang berwirausaha (Y), (2) mengungkap signifikansi dan hubungan X1 dan Y, (3) mengungkap signifikansi dan hubungan X2 dan Y, dan (4) mengungkap signifikansi dan hubungan X1 dan X2 secara simultan dengan Y. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas XII SMK sejumlah 79 siswa. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji korelasi parsial dan uji hipotesis untuk mengungkapkan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat baik secara parsial maupun secara simultan. Untuk mengukur variabel X1 menggunakan dokumentasi nilai praktikum, sedangkan X2 dan Y menggunakan instrument penilaian berupa angket. Variabel X2 dan Y memiliki tingkat reliabilitas secara berurutan adalah 0,885 dan 0,902. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi parsial dan regresi ganda, analisis uji prasyarat, dan analisis sumbangan efektif-relatif menggunakan bantuan SPSS. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu (1) X1 dalam kategori sedang, (2) X2 dan Y dalam kategori cenderung tinggi, (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dan Y, X2 dan Y, X1 dan X2 secara simultan dengan Y. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan hasil penelitian, yaitu (1) kecakapan keteknikan dalam kategori sedang, literasi berwirausaha dan persepsi terhadap peluang berwirausaha cenderung tinggi, (2) ada hubungan positif dan signifikan antara X1 dan Y, (3) ada hubungan positif dan signifikan anatara X2 dan Y, dan (4) ada hubungan positif dan signifikan X1 dan X2 secara simultan dengan Y

    Pengembangan Bahan Ajar Digital Mata Kuliah Perencanaan Instalasi Listrik untuk Mengurangi Miskonsepsi Standarisasi dan Normalisasi Bentuk Simbol pada Mahasiswa TE UM

    No full text
    ABSTRAK   Putri, Ade Citra Kurnia Melati. 2018. Pengembangan Bahan Ajar Digital Mata Kuliah Perencanaan Instalasi Listrik untuk Mengurangi Miskonsepsi Standarisasi dan Normalisasi Bentuk Simbol pada Mahasiswa TE UM. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.   Kata Kunci: Bahan Ajar, Perencanaan Instalasi Listrik, Mengurangi Miskonsepsi, Standarisasi dan Normalisasi Bentuk Simbol.   Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk: (1) membuat bahan ajar digital yang membahas tentang standarisasi dan normalisasi bentuk simbol mata kuliah perencanaan instalasi listrik untuk mengurangi miskonsepsi mahasiswa D3 TRO dan S1 PTE, (2) menguji kelayakan bahan ajar untuk mata kuliah perencanaan instalasi listrik tentang standarisasi dan normalisasi bentuk simbol, (3) mengetahui efektivitas penggunaan bahan ajar untuk mengurangi miskonsepsi tentang standarisasi dan normalisasi bentuk simbol. Jenis penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) dengan model penelitian Sugiyono dengan 10 tahap penelitian dan pengembangan. Uji kelayakan bahan ajar dilakukan oleh dua dosen ahli Teknik Elektro, mahasiswa D3 TRO angkatan 2015, mahasiswa D3 TRO angkatan 2016 dan mahasiswa S1 PTE angkatan 2015 untuk mengevaluasi kelayakan isi dan media menggunakan instrumen berupa angket. Sedangkan uji efektivitas bahan ajar menggunakan metode Certainty of Response Index (CRI) dengan bentuk soal pilihan ganda disertai indeks keyakinan jawaban melalui kegiatan pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelayakan bahan ajar perencanaan instalasi listrik tentang standarisasi dan normalisasi bentuk simbol memperoleh presentase kelayakan sebesar 83% dari dua dosen ahli yang artinya bahan ajar layak digunakan, 88% dari mahasiswa D3 TRO angkatan 2015 yang artinya bahan ajar sangat layak digunakan, sedangkan persentase 90% diperoleh dari mahasiswa D3 TRO angkatan 2016 dan S1 PTE 2015 yang artinya bahan ajar sangat layak digunakan dalam pembelajaran. Sedangkan dari hasil uji efektivitas bahan ajar diperoleh persentase kategori paham konsep meningkat sebanyak 70%, kategori miskonsepsi berkurang sebanyak 39%, dan kategori tidak paham konsep juga berkurang sebanyak 28%. Kesimpulan dari penelitian dan pengembangan ini terbukti bahwa bahan ajar perencanaan instalasi listrik sangat layak digunakan. Bahan ajar juga mampu mengurangi miskonsepsi dan meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa D3 TRO dan S1 PTE tentang materi standarisasi dan normalisasi bentuk simbol.   ABSTRACT  Putri, Ade Citra Kurnia Melati. 2018. The Development of Digital Teaching Material on Planning of Electrical Installation to Reduce Misconceptions of Standardization and Normalization on Symbol Form for UM TE Students. Thesis, Electrical Engineering Education Study Program, Electrical Engineering Department, Faculty of Engineering, State University of Malang.   Keywords: Teaching Material, Planning of Electrical Installation, Reducing Misconception, Standardization and Normalization on Symbol Form.   The purposes of this research and development are: (1) to create digital teaching material that discuss about standardization and normalization on symbol form for electrical installation planning course to reduce misconception of the students D3 TRO and S1 PTE, (2) to test the feasibility of teaching material for electrical installation planning course about standardization and normalization on symbol form, (3) to know the effectiveness in using of teaching material to reduce misconceptions about the standardization and normalization on symbol form. The kind of this research is Research and Development (R & D) which is based on research model of Sugiyono for 10 stages of research and development. The feasibility test of the teaching material is done by two lecturers of Electrical Engineering, the students of D3 TRO class on batch 2015, the students of D3 TRO class on batch 2016 and the students of S1 PTE class of batch 2015 to evaluate the feasibility of content and media by using questioner instrument. While the effectiveness test of instructional materials uses Certainty of Response Index (CRI) method with the multiple choice question form and belief index through pre-test and post-test activities. The result of research showed that the level of eligibility for electrical installation planning materials about standardization and normalization on symbol form got feasibility percentage of 83% from two expert lecturers which means that the materials can be used, the percentage of 88% for the student D3 TRO 2015 which means that the material is very good to use, while the percentage of 90% is obtained from the students of D3 TRO 2016 and S1 PTE 2015 which mean that the materials are very good to use it for learning process. While the result research of the effectiveness test of teaching material got the percentage of concept category increased by 70% percentage, misconception category reduced 39%, and the category does not understand the concept which is also reduced by 28% percentage. The conclusion of this Research and Development is teaching material electrical installation planning is very good to use. That teaching material can reduce misconceptions and improve the understanding of the concept for the stduents of D3 TRO and S1 PTE about the standardization and normalization on symbol form

    0

    full texts

    2,357

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇