SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PENGETAHUAN DASAR KEPENDIDIKAN DAN INTERAKSI SOSIAL MAHASISWA DENGAN KEPERCAYAAN DIRI MENJADI GURU MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI MALANG
RINGKASAN Kata kunci: Pengetahuan Dasar Kependidikan, Interaksi Sosial, dan Kepercayaan Diri Universitas Negeri Malang merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang memiliki tujuan dan tugas untuk mencetak calon guru yang memiliki kemampuan dan keahlian yang kompeten dalam bidang tertentu. Kepercayaan diri menjadi guru yang positif sangat penting dimiliki mahasiswa prodi S1 PTE UM sebagai calon guru. Beberapa faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri menjadi guru adalah pengetahuan dasar kependidikan dan interaksi sosial mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kepercayaan diri menjadi guru mahasiswa (Y); (2) mendeskripsikan pengetahuan dasar kependidikan mahasiswa (X1); (3) mendeskripsikan interaksi sosial mahasiswa calon guru(X2); (4) mengungkap signifikansi hubungan antara X1 dan Y; (5) mengungkap signifikansi hubungan antara X2 dan Y; (6) mengungkap signifikansi hubungan secara simultan antara X1 dan X2 dengan Y; pada Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif korelasional. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 84 mahasiswa. Untuk mengukur variabel X2 dan Y menggunakan instrument angket tertutup sedangkan untuk mengukur variabel X1 menggunakan dokumentasi Data Nilai Akhir. Untuk mengungkap hubungan antar variabel menggunakan analisis korelasi sederhana dan analisis korelasi ganda. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu: (1) X1, X2 dan Y dalam kategori tinggi; (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X1 dengan Y; (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara X2 dengan Y, serta X1 dan X2 dengan Y. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa : (1) Pengetahuan dasar kependidikan mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang angkatan tahun 2016 dalam kategori tinggi. (2) Tingkat interaksi sosial mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang angkatan tahun 2016 dalam kategori tinggi. (3) Tingkat kepercayaan diri menjadi guru yang dimiliki mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang angkatan tahun 2016 dalam kategori tinggi. (4) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara pengetahuan dasar kependidikan dan kepercayaan diri menjadi guru bagi mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang angkatan tahun 2016. (5) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara interaksi sosial mahasiswa dengan kepercayaan diri menjadi guru bagi mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang angkatan tahun 2016 dan (6) Terdapat hubungan secara simultan yang positif dan signifikan antara pengetahuan dasar kependidikan dan interaksi sosial mahasiswa dengan kepercayaan diri menjadi guru bagi mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang angkatan tahun 2016
Implementasi Algoritma Learning Vector Quantization untuk Klasifikasi Kemampuan Siswa
RINGKASAN Jaelani, Mardian D.2018. Implementasi Algoritma Learning Vector Quantization untuk Klasifikasi Kemampuan Siswa, Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Aji Prasetya Wibawa, S.T., M.M.T., Ph.d. (2) Utomo Pujianto, S.Kom., M.Kom. Kata Kunci: Klasifikasi Kemampuan Siswa, Learning Vector Quantization (LVQ), Technology Acceptance Model (TAM) Uji Kompetensi Keahlian (UKK) adalah bagian dari intervensi Pemerintah dalam menjamin mutu pendidikan pada satuan pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Guru mempersiapkan siswa SMK untuk dapat memilih kompetensi keahlian siswa dalam menghadapi UKK khususnya siswa SMK kelas XII. Namun hambatan sering ditemui oleh guru dalam merekomendasikan siswa untuk memilih kompetensi keahlian yang sesuai dengan kemampuan siswa. Sistem Klasifikasi Kemampuan dan Kecenderungan Kemampuan Siswa dengan menerapkan algoritma Learning Vector Quantization (LVQ) dapat dijadikan solusi untuk membantu guru dalam mengklasifikasikan kemampuan siswa dan kecenderungan kemampuan siswa yang digunakan untuk memilih kompetensi keahlian saat UKK. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem klasifikasi kemampuan dengan menerapkan algoritma Learning Vector Quantization (LVQ) dan mengevaluasi pengaruh model penerimaan teknologi terhadap keberhasilan implementasi sistem klasifikasi kemampuan siswa dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model. Hasil penelitan menunjukkan bahwa sistem berhasil dikembangkan dengan menerapkan algoritma Learning Vector Quantization (LVQ) dengan tingkat akurasi 100% dan evaluasi dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM), rata-rata pengguna telah merasakan kebermanfaatan dan kemudahan penggunaan sistem. Masing-masing variabel TAM memberikan pengaruh yang signifikan
Penerapan Varian Model Belajar Konstruktivistik Berbantuan Media Audiovisual untuk Mengukur Miskonsepsi Pemahaman Perakitan Komputer pada Siswa Kelas X TKJ SMKN 8 Malang
RINGKASAN Kualitas pendidikan dan hasil pembelajaran yang terus mengalami penurunan masih sangat memprihatinkan. Banyak cara yang ditempuh sebagai solusi permasalahan, tetapi tetap saja semua itu belum dapat menyelesaikan permasalahannya. Salah satu masalah yang sering terjadi yaitu miskonsepsi akibat dari perbedaan pemahaman suatu konsep atau metode kurang tepat yang berpengaruh terhadap peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tingkat miskonsepsi pemahaman Perakitan Komputer karena pengaruh penerapan model pembelajaran Assure, Cooperative Script dan Generative. Mengungkap apakah ada perbedaan tingkat miskonsepsi pemahaman Perakitan Komputer antara penerapan model pembelajaran Cooperative Script, Generatif dan Assure. Serta mengungkap manakah yang paling berpengaruh tingkat miskonsepsi pemahaman Perakitan Komputer karena pengaruh penerapan model pembelajaran Assure, Cooperative Script dan Generative. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif Quasi Experiment, desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X TKJ SMKN 8 Malang. Sapel penelitian terdiri dari tiga kelas yang diacak menjadi kelas homogen. Uji hipotesis dilakukan dengan anava satu jalur untuk mengetahui perbedaan tingkat miskonsepsi pemahaman Perakitan Komputer, selanjutnya dilakukan uji Post-Hoc Comparison untuk mengetahui kelompok yang paling berpengaruh dan signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat miskonsepsi pemahaman Perakitan Komputer antara ketiga kelas dengan penerapan model pembelajaran. Hal ini terlihat dari nilai sig. 0,006 < sig. (0,05). Selanjutnya dari nilai Post-Hoc Comparison menunjukkan bahwa dari ketiga model pembelajaran tersebut setelah diterapkan terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran Assure dengan Cooperative Script nilai sig 0,004, Assure dengan Generative nilai sig. 0,241 dan Cooperative Script dengan Generative nilai sig 0,257. Kesimpulan dari penelitian, (1) rata-rata miskonsepsi pemahaman siswa untuk keseluruh kelompok yang diberi perlakuan dengan pembelajaran konstruktivistik mendapat hasil yang memuaskan; (2) terdapat perbedaan tingkat miskonsepsi pemahaman Perakitan Komputer; (3) dan terdapat pengaruh yang signifikan yaitu kelas yang diberi perlakuan model pembelajaran Assure dan Cooperative Script
Komparasi Performa Mesin Printer 3D (Rapid Prototyping) Berbasis Fused Deposition Modeling (FDM) dengan Software CURA, REPETIER HOST dan CRAFTWARE
RINGKASAN Mesin Printer 3D atau juga dikenal dengan teknologi Rapid Prototyping adalah proses pembuatan desain prototipe yang banyak digunakan oleh para insinyur, seniman maupun para kreator untuk menciptakan desain prototipe sebelum mereka mengimplementasikan alatnya secara real. Pembuatan alat maupun pengembangan riset akan makin mudah dan cepat, disisi lain biaya yang dikeluarkan akan semakin menyusut, sehingga meningkatkan efisiensi dari segi biaya maupun waktu produksi. Atas dasar peluang meningkatkan efisiensi tersebutmakapenelitian ini ditujukan untuk membangun sebuah Printer 3D yang responsif, berbiaya rendah, memiliki kepresisian dan ketahanan yang tinggi serta mampu bekerja dengan software profesional CURA, REPETIER HOST, dan CRAFTWARE. Software tersebut digunakan untuk merubah desain 3D Computer Aided Design(CAD) ke dalam G-code. Rancang bangun printer 3D yang dikembangkan menggunakanmetode Fused Deposition Modeling (FDM)dengan material cetakan berupa filamentPolylactic acid (PLA). Arduino Megamenjadi unit proses dan RAMPS 1.4 (RepRap Arduino Mega Polulu Shield) sebagai shieldsistem elektrik. LCDSmart Controller menjadi bagian untuk melakukan kontrol secara hardware serta digunakan untuk mengamati proses pencetakan. Printer dapat dihubungkan dengan Personal Computer (PC) menggunakan komunikasi serial dengan port USB untuk mencetak secara online maupun pencetakan secara offline melalui SDCard. Penelitian ini menghasilkan produk berupa kinerja printer 3D yang ditunjukkan oleh cetakan 3D yang dihasilkan beserta detail statistik yang berasal dari software yang digunakan, detail tersebut berupa waktu proses, layer model, jumlah garis, beserta jumlah bahan yang digunakan. Detail tersebut didapatkan dari 3 software yang digunakan pada printer, kemudian digunakan untuk membandingkan hasil cetakan dengan statistik setiap software. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan,waktu proses tercepat dihasilkan dengan menggunakan CRAFTWARE yang ditujukkan dengan statistik dan juga waktu proses secara real time, layer dan garis model paling sedikit dihasilkan dengan CRAFTWARE yang ditunjukkan dengan statistik dan penggunaan bahan yang paling sedikit dihasilkan dengan menggunakan CURA. Secara keseluruhan, hasil cetakan terbaik dihasilkan dengan menggunakan CRAFTWARE yang ditunjukkan dengan surface finish yang lebih halus serta waktu proses yang paling cepat
Penerapan Algoritma Caesar Cipher pada Teknologi Radio Frequency Identification(RFID) di Poliklinik Universitas Negeri Malang
RINGKASANAprillia, E. D. 2018. Penerapan Algoritma Caesar Cipher pada Teknologi Radio Frequency Identification(RFID) di Poliklinik Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Triyanna Widiyaningtyas, S.T., M.T. (2) Ilham Ari Elbaith Zaeni, S.T., M.T., Ph.D.Kata Kunci: Radio Frequency Identification(RFID), Poliklinik UM, Caesar Cipher Poliklinik Universitas Negeri Malang merupakan salah satu fasilitas yang tersedia di Universitas Negeri Malang dalam bidang kesehatan. Pada poliklinik dibutuhkan pelayanan yang kompleks baik dari segi jumlah, jenis maupun bentuk pelayanannya. Saat ini, di Poliklinik Universitas Negeri Malang dalam proses pendaftaran pasien masih memiliki masalah dalam kecepatan pelayanan khususnya dalam proses registrasi dan antrian yang selama ini masih bersifat manual. Yaitu antrian baru akan terbentuk setelah pasien tiba di tempat. Kekurangan dari antrian ini menyebabkan setiap pasien yang berkunjung ke Poliklinik tidak mengetahui nomor berapa ia dalam antrian dan berapa lama lagi harus menunggu untuk memperoleh pemeriksaan atau pengobatan.Pada proses registrasi, pasien harus dilewati diantaranya menunggu petugas untuk mengisi formulir, penulisan pada data rekam medis dan selanjutnya pasien menerima kartu berobat. Salah satu teknologi identifikasi untuk mengatasi permasalahan pada proses pendaftaran yaitu dengan teknologi berbasis Radio Frequency Identification (RFID). RFID merupakan salah satu teknologi identifikasi yang memanfaatkan frekuensi radio yang berkembang sangat pesat. RFID untuk membantu memudahkan dalam proses login tanpaharus login berulang-ulang. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode waterfall. Diperoleh data sebanyak 34.571 data mahasiswa aktif. Data diolah terlebih dahulu sebelum digunakan melalui tahap preprocessing meliputi: Integrasi data, normalisasi data dan transformasi data. Tahap ini untuk mempersiapkan data sebelum diolah pada proses selanjutnya. Pada penelitian ini dilakukan pengujian untuk mengetahui kinerja jarak baca kartu RFID dan kecepatan proses enkripsi id kartu menggunakan algoritma Caesar Chiper. Berdasarkan pengujian dengan rentang jarak kartu 0-10 cm dengan masing-masing kartu 1 cm dan mendapatkan hasil 6 kartu dengan jarak 6 cm terbaca, kartu 7 sampai kartu 10 tidak dapat terbaca. Hasil pengujian untuk waktu eksekusi proses enkripsi dari 10 pasien terdaftar mendapatkan waktu eksekusi yang berbeda, pada percobaan kartu ke 1 mendapatkan waktu tercepat yaitu 1.4400482177734E-5. Validasi yang dilakukan kepada ahli algoritma dan pengguna didapatkan data hasil uji coba sebagai berikut. Ahli algoritma dengan validasi kesesuaian valid, reliabilitas valid dan efisiensi valid. User dengan validasi aspek rekayasa perangkat lunakvalid, komunikasi visualvalid dan penyajian informasi valid
Investigasi Static Forensics Untuk Menganalisis Serangan Man In The Middle Berbasis ARP Poisoning
RINGKASAN Kebutuhan akan akses internet saat ini sangat dibutuhkan oleh hampir semua orang khususnya wi-fi (wireless fidelity). Hal ini terbukti dalam riset APJII (Asosiasi Penyedia Jasa Layanan Internet), pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan sebanyak 81,26 juta dari tahun 2013 sampai dengan 2017. Selain itu persepsi pengguna internet terhadap keamanan internet khusunya menjaga kerahasiaan data sebagai berikut; dalam level penting dengan persentase 61,38%, level biasa sebesar 30,94% dan level tidak penting sebesar7,68%. Seiring meningkatnya pengguna pada wi-fi saat ini berbanding lurus dengan kejahatan yang mengeksploitasi wi-fi dengan melancarkan serangan berbahaya dengan tujuan untuk mendapatkan informasi dengan cara ilegal seperti serangan Man In The Middle berbasis ARP Poisoning. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan membahas cara melakukan investigasi forensics dengan menerapkan metode static forensics. Proses dalam investigasi MITM berbasis ARP Poisoning dilakukan dengan menggunakan metode akuisisi data static forensics. Model investigasi yang digunakan pada penelitian ini Network Forensics Generic Proccess (NFGP). Kemudian melakukan investigasi serangan MITM berbasis ARP Poisoning dengan menganalisis atribut maupun kegiatan-kegiatan yang mencurigakan lainya. Analisis dan investigasi serangan MITM berbasis ARP Poisoning dilakukan dengan meng network traffic dengan menggunakan wireshark. Hasil investigasi forensik dalam penelitian ini, dapat mengetahui informasi tentang pola serangan MITM berbasis ARP Poisoning. Selain itu, penelitian ini dapat mengetahui proses tahapan metode investigasi static forensics dengan model investigasi NFGP untuk mendapatkan barang bukti digital dan informasi pelaku pada serangan MITM berbasis ARP Poisoning
PERBANDINGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DAN THINK PAIR SHARE (TPS) BERBANTUAN MODUL AJAR TERHADAP KEMANDIRIAN DAN HASIL BELAJAR RANCANG BANGUN JARINGAN PADA SISWA KELAS XI TKJ DI SMKN 3 MALANG
ABSTRAK Kurniawan, Hafizd. 2018. Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan Think Pair Share (TPS) Berbantuan Modul Ajar Terhadap Kemandirian Dan Hasil Belajar Rancang Bangun Jaringan Pada Siswa Kelas XI di SMKN 3 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T., M.T. (2) Dr. Muladi, S.T., M.T. Kata Kunci : Model Project Based Learning (PjBL), Model Think Pair Share (TPS), Kemandirian, Hasil Belajar, Modul Ajar Berdasarkan pegalaman saat Kajian Praktik dan Lapangan (KPL) yang telah dilakukan di SMKN 3 Malang khususnya di kelas XI program keahlian TKJ pada mata pelajaran Rancang Bangun Jaringan, kendala yang ditemukan adalah pembelajaran yang ada masih bersifat konvensional. Artinya, kebanyakan siswa hanya duduk dan mendengarkan penjelasan dari guru, yang berakibat pada kurangnya rata-rata tingkat kemandirian belajar siswa sehingga hasil belajar siswa yang relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui perbedaan kemandirian belajar siswa yang diajar dengan PjBL berbantuan modul ajar dan TPS berbantuan modul ajar, (2) mengetahui perbedaan yang signifikan pada ranah pengetahuan antara siswa yang diajar dengan PjBL berbantuan modul ajar dan TPS berbantuan modul ajar, (3) mengetahui perbedaan yang signifikan pada ranah keterampilan antara siswa yang diajar dengan PjBL berbantuan modul ajar dan TPS berbantuan modul ajar. Pembelajaran menggunakan modul ajar digital berupa pdf yang digunakan sebagai alat bantu untuk penyampaian materi. Populasi dan sampel dalam penelitian adalah siswa SMK kelas XI TKJ di SMKN 3 Malang yang terdiri dari dua kelas dengan jumlah siswa total sebanyak 65 siswa. Metode penelitian ini menggunakan Quasi Experiment dengan Post-test Only Design. Kelas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kelas A yang menerapkan model PjBL berbantuan modul ajar dan Kelas B yang menerapkan model TPS berbantuan modul ajar. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi kemandirian, lembar observasi ketermapilan, dan soal posttest yang berupa multiple choice dengan jumlah 34 soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kemandirian belajar siswa dengan nilai signifikansi Sig. (2-tailed) = 0,003. Namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar ranah pengetahuansig. (2-tailed) = 0,577 dan keterampilan siswasig. (2-tailed) = 0,431. Secara keseluruhan pada aspek kemandirian, hasil belajar ranah pengetahuan dan keterampilan bahwa Kelas A yang menerapkan model PjBL berbantuan modul ajar digital memiliki rata-rata nilai lebih tinggi daripada Kelas B yang menerapkan model TPS berbantuan modul ajar digital
Pengaruh Vocational Skill, Self Determination, Program Bimbingan Karir terhadap Kemampuan Memilih Karir Siswa Pasca SMK Jurusan Teknik Instalasi Listrik di Kota Probolinggo.
ABSTRAK Bashro, Ishaq. 2018. Pengaruh Vocational Skill, Self Determination, Program Bimbingan Karir terhadap Kemampuan Memilih Karir Siswa Pasca SMK Jurusan Teknik Instalasi Listrik se-Kota Probolinggo. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hakkun Elmunsyah, S.T. M.T. (II) Drs. Hari Putranto, M.Pd. Kata kunci : Vocational Skill, Self Determination, Program Bimbingan Karir, Kemampuan Memilih Karir. Pada era sekarang ini, tuntutan dalam dunia bisnis sangatlah ketat dan sulit. Tidak sedikit individu yang ingin mencari pekerjaan tetapi tidak banyak pula instansi yang membutuhkan tenaga kerja. Hal ini mengakibatkan setiap pemilik instasi sangat selektif dalam pemilihan sumber daya manusia agar dapat memberikan kontribusi yang positif bagi perusahaan. Pembentukan sumber daya manusia yang kompeten dapat diwujudkan melalui dunia pendidikan. Tujuan pendidikan secara umum ialah untuk mengubah segala macam kebiasaan buruk yang ada didalam diri manusia menjadi kebiasaan baik yang mampu bersaing dan menjawab berbagai tantangan dalammemilihkarir. Penilitian ini dirancang dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh antara vocational skill(X1), self determination(X2), dan program bimbingan karir (X3) terhadap kemampuan siswa dalam memilih karir (Y) setelah lulus dari SMK pada jurusan teknik instalasi tenaga listrik se-Kota Probolinggo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi yang dipilih adalah siswa kelas XII jurusan teknik instalasi tenaga listrik se-Kota Probolinggo sebanyak 130 siswa dan sampelnya 91 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode propotional random sampling. Skala pengukuran menggunakan skala Likert dengan empat pilihan jawaban. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil penelitian dapat diperoleh nilai Ajusted R Square (R2) sebesar 0,335 atau sebesar 33,5%, yang artinya vocational skill, self determination, dan program bimbingan karir secara bersama-sama mempengaruhi kemampuan memilih karir sebesar 33,5%. Sedangkan sisanya 62,5% dipengaruhi variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (a) Ada pengaruh positif dan signifikan antara vocational skill dengan kemampuan memilih karir siswa, (b) Ada pengaruh positif dan signifikan antara self determination dengan kemampuan memilih karir siswa, (c) Ada pengaruh positif dan signifikan antara program bimbingan karirdengan kemampuan memilih karir siswa, dan (d) Ada pengaruh positif dan signifikan antara vocational skill, self determination, dan program bimbingan karir secara simultanterhadap kemampuan memilih karir siswa
PENGEMBANGAN TRAINER KOMUNIKASI SERIAL UNTUK MATAKULIAH TEKNIK ANTARMUKA KOMPUTER JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Rofianto, Muhammad. 2018. Pengembangan Trainer Komunikasi Serial untuk Matakuliah Teknik Antarmuka KomputerJurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Eng. Siti Sendari, S.T., M.T. (II) I Made Wirawan, S.T., S.S.T, M.T. Kata Kunci: trainer, komunikasi serial, ADDIE. Universitas Negeri Malang (UM) merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan dan latihan dalam bidang pengetahuan dan teknologi dalam kegiatannya juga menggunakan komputer sebagai alat bantu dalam proses pengajaran dan sistem komunikasi informasi. Kurikulum D3 Elektronika Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang mempunyai program matakuliah Sistem Antarmuka Komputer Lanjut. Trainer komunikasi serial ini terdiri dari beberapa bagian yaitu (a) Modul Mikrokontroler; (b) ModulKomunikasi dan (c) Modul Input/Output yang dilengkapi dengan aplikasi Graphical User Interface, Jobsheet dan Buku Petunjuk. Metode penelitian pada pengembangan ini mengadopsi dari model penelitian ADDIE (Analysis,Design, Development, ImplementationandEvalaluation). Untuk mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan maka dilakukan beberapa tahap pengujian yaitu: (1) Validasi Ahli Materi; (2) Validasi Ahli Media; (3) Uji Coba Produk; (4) Uji Coba Pemakaian. Adapun hasil dari setiap tahap tersebut mendapat skor persentase masing-masing 86,9% , 86,81%, 86,48% dan 87,19% . Berdasarkan hasil ini dari tahap awal validasi ahli sampai uji coba adalah produk yang dikembangkan layak untuk digunakan
Implementasi Metode Forward Chaining dan Backward Chaining Dalam Pemberian Saran Obat yang Tepat Berdasarkan Gejala, Data Rekam Medis, dan Karakteristik Obat
ABSTRAK Adanya beberapa kasus pemberian obat yang tidak rasional atau penggunaan yang tidak seimbang antara manfaat terhadap resiko dapat mengakibatkan efek yang buruk terhadap pasien. Saran mengenai pemberian suatu obat yang cocok dengan kondisi pasien yang diperoleh melalui rekam medis dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Pemberian saran memungkinkan pasien mendapatkan pengobatan yang lebih aman. Dari rekam medis, dapat diketahui karakteristik obat yang seperti apa saja yang aman dan apa saja yang harus dihindari. Metode yang digunakan dalam pemberian saran obat ini adalah gabungan metode antara Forward Chaining untuk mencari goal berupa nama obat-obat sesuai gejala dan selanjutnya Backward Chaining untuk mengoreksi masing-masing karakteristik obat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan gabungan metode yang digunakan dalam memberikan saran obat yang tepat dengan kondisi pasien dan mengetahui ketepatan saran yang dalam hal ini adalah keluaran yang dihasilkan oleh metode gabungan tersebut. Pengetahuan obat yang dimuat hanya jenis obat ansietas dan hipnosis sebagai sampel pengetahuan untuk membangun representasi pengetahuan yang diakuisisi secara manual melalui web informasi obat http://pionas.pom.go.id/ioni milik Badan POM RI. Pengetahuan di direpresentasikan menggunakan representasi rule. Fokus pada penelitian ini adalah kecocokan antara karakteristik indikasi, peringatan, dan kontraindikasi obat yang terdapat pada knowledge base dengan rekam medis dan gejala pasien. Metode yang digunakan pada penelitian ini mampu menampilkan saran obat yang paling aman hasil dari pengoreksian dengan rekam medis dan mampu menampilkan alasan mengapa sebuah obat disarankan. Saran obat ditampilkan dalam daftar obat yang telah diurutkan berdasarkan kecocokan indikasi paling banyak, peringatan paling sedikit, dan kontraindikasi paling sedikit. Obat yang paling banyak indikasinya akan berada pada urutan paling atas dan obat yang paling banyak kontraindikasinya akan berada pada urutan paling bawah. Obat yang memiliki peringatan atau kontraindikasi dengan pasien masih dapat dipilih sesuai dengan prioritas tujuan pengobatan yang ditentukan oleh dokter. Akurasi saran yang diperoleh melalui penilaian pakar adalah 80%. Namun akurasi tersebut akan semakin meningkat apabila pengetahuan tentang obat ditambahkan lebih banyak dan detil lagi. Penelitian ini masih membutuhkan pengembangan berupa pertimbangan biaya, sediaan, stok, dan pertimbangan interaksi antar obat yang diresepkan guna meningkatkan kualitas saran yang memenuhi kriteria rasionalitas pemberian obat