SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UM
SKRIPSI Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknik UMNot a member yet
2357 research outputs found
Sort by
Pengembangan Buku Ajar Manajemen Energi Bermuatan Critical Thinking Skills Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang
ABSTRAKAhmadi, Bagas Sadewa. 2019. Pengembangan Buku Ajar Manajemen Energi Bermuatan Critical Thinking Skills Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Mahasiswa Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Skripsi. S1 Pendidikan Teknik Elektro. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Arif Nur Afandi, S.T., M. T., Ph.D., (II) Dr. Yuni Rahmawati, S.T., M.T.Kata Kunci: Buku ajar, Manajemen Energi, Critical Thinking Skills, Problem Based Learning.Proses pembelajaran di universitas mempunyai beberapa tujuan seperti peningkatan kemampuan pedagogik mahasiswa. Kemampuan ini mempengaruhi beberapa hal seperti kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu perlu dikembangkan buku ajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning yang selaras dengan peningkatan kemampuan berpikir kritis, terutama untuk mata kuliah Manajemen Energi. Manajemen Energi merupakan salah satu program matakuliah yang ada pada jurusan Teknik Elektro yang didalamnya mempelajari tentang pengaturan segala aspek pengolahan energi. Tujuan dari pembuatan penelitian ini yaitu untuk mempermudah mahasiswa dalam memperoleh materi dalam proses pembelajaran.Tujuan dari penelitian ini adalah merancang, mengembangkan, dan menguji kelayakan buku ajar Manajemen Energi untuk S1 Teknik Elektro jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan dalam pengembangan ini adalah model ADDIE dengan 5 tahapan yaitu: (1) Analysis (analisis), (2) Design (desain), (3) Development (pengembangan), (4) Implementation (implementase),dan (5) Evaluation (evaluasi).Hasil dari pengembangan buku ajar yang terdiri dari, teks, gambar, peta konsep, rangkuman, tes formatif, daftar pustaka, dan glosarium telah divalidasi oleh dosen Teknik Elektro Universitas Negeri Malang yang menguasai dibidang manajemen energi dan diujicobakan kepada mahasiswa S1 Teknik Elektro angkatan 2015. Validasi buku ajar menggunakan teknik penyebaran angket. Hasil penyebaran angket yang telah dilakukan pada buku ajar dinyatakan valid, sehingga layak digunakan sebagai sumber rujukan pembelajaran Manajemen Energi. Hal ini didukung melalui hasil persentase validasi oleh kedua validator sebesar 91% dan 76,28%, hasil validasi uji coba kelompok kecil sebesar 85,83%, dan hasil validasi uji coba kelompok besar yaitu 81,18%. Dari persentase tersebut dapat dikatakan bahwa produk buku ajar bisa digunakan atau layak jika digunakan sebagai reverensi belajar atau sebagai bahan ajar Manajemen Energi
Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik Menggunakan Model Pembelajaran Training Within Industry (TWI) Berbantuan Trainer Dibandingkan Dengan Discovery Learning Berbantuan Trainer Pada Siswa Kelas XI Keahlian Teknik Insta
Dunia Pendidikan yang semakin maju seiring dengan perubahan zaman harus membawa perubahan agar siswa mampu bersaing di era global seperti sekarang dan memiliki pengetahuan serta keterampilan. Kemampuan berpikir kritis sangat penting dalam proses pembelajaran. Kemampuan berpikir kritis dapat meningkatkan hasil belajar kognitif sehingga keduanya saling berhubungan. Pemilihan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik, sifat, potensi yang dimiliki, dan tujuan yang ingin dicapai diharapkan dapat menjadi solusi segala permasalahan di dalam proses pembelajaran serta penentu keberhasilan daripada proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan model pembelajaran Training Within Industry dan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan trainer pada mata pelajaran Instalasi Motor Listrik siswa kelas XI TITL SMK N 1 Kediri. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan penerapan model pretest posttest control design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI program keahlian TITL SMK N 1 Kediri dengan jumlah siswa 68 orang. Uji hipotesis menggunakan Independent Sample T-test dengan taraf signifikansi 5%. Instrumen pengukuran berupa tes kognitif berdasarkan pada indikator kemampuan berpikir kritis. Hasil Uji-t menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,029, maka 0,029 < 0,05 yang berati terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis instalasi motor listrik pada kelas eksperimen A dan B. Hasil penelitian dapat dilihat pada beberapa aspek berikut: (1) nilai rata-rata kelas eksperimen B (86) memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan dengan kelas eksperimen A (83); dan (2) ketuntasan pembelajaran kelas eksperimen A (52,9) lebih tinggi dibandingkan kelas eksperimen B (47,0). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran yang menggunakan model TWI berpengaruh lebih dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis instalasi motor listrik daripada menggunakan model Discovery Learning. Saran yang dianjurkan dalam penelitian ini adalah model Training Within Industry dapat digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran instalasi motor listrik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa
Analisis Pengaruh Arus Harmonisa Beban Electrostatic Precipitator Terhadap Kerja Rele Arus Lebih PLTU Paiton
ABSTRAKRahmawati, Indah. 2019. Analisis Pengaruh Arus Harmonisa Beban Electrostatic Precipitator Terhadap Kerja Rele Arus Lebih PLTU Paiton. Skripsi Program Studi S1 Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Aripriharta, S.T., M.T., Ph.D. (2) Irham Fadlika, S.T., M.T Kata kunci : arus harmonisa, ESP, Matlab/Simulink, rele arus lebih, setting rele arus lebih, TDD Electrostatic precipitator (ESP) dapat digolongkan sebagai beban nonlinier karena pada salah salah satu prinsip kerjanya yaitu Particle Charging (pemberian muatan pada abu terbang sisa pembakaran boiler sebelum ke cerobong asap) membutuhkan komponen elektronika daya yaitu rectifier berupa SCR (Silicon Controlled Rectifier) sebagai pengontrol arus. Sehingga, dengan penggunaan beban nonlinier tersebut beban ESP menghasilkan arus harmonisa berfrekuensi kelipatan menyebabkan arus terbaca pada rele arus lebih menjadi tinggi. Rele yang pada prinsip kerjanya akan trip akibat adanya gangguan arus hubun singkat menjadi trip lebih cepat akibat membaca adanya arus harmonisa yang terlibat. Hal ini dibuktikan dengan nilai TDD (acuan standar batas toleransi distorsi arus oleh IEEE 519-2014) didapatnya nilai 0,16% melebihi standar yang harusnya 5%. Rele arus lebih trip menandakan adanya kesalahan dalam setting rele yang belum melibatkan arus harmonisa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh terlibatnya arus harmonisa pada kerja rele arus lebih beban ESP; (2) mengetahui nilai TDD masing-masing fasa pada beban ESP setelah dilibatkan arus harmonisa; (3) mengetahui berapa nilai setting ideal yang dapat disarankan untuk setting rele arus lebih setelah melibatkan arus harmonisa. Metode penelitian ini menggunakan analisis dengan dibantu simulasi menggunakan MATLAB/Simulink. Dilakukan pengambilan data langsung dilapangan berupa data arus harmonisa masing-masing fasa, spesifikasi masingmasing komponen daya yang terlibat dan single line diagram PLTU Paiton 9. Analisis dimulai dari perhitungan arus hubung singkat tiga fasa yang digunakan untuk menentukan standar pada IEEE dan untuk menentukan nilai arus setting awal rele arus lebih sebelum melibatkan arus harmonisa. Dari survey lapangan diperoleh TDD beban ESP PLTU pada masing-masing fasanya adalah 4,75%, 5,16% dan 5,02% dimana fasa B dan C melebihi batasan dalam standar IEEE. Telah dilakukan simulasi menggunakan MATLAB/Simulink dengan dua skenario, yakni: beban linier dan beban nonlinier (ESP) untuk mengetahui dampak harmonisa terhadap kerja rele arus lebih. Sumber arus harmonisa dimodelkan berdasarkan data lapangan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa setting arus rele arus lebih yang ideal untuk studi kasus ini adalah 52506,75 A
Studi Pengaruh Sensitivitas Bus terhadap Load Shedding pada Sistem Distribusi 20 kV Malang
ABSTRAKAl Muna, Hiviza. 2019. Studi Pengaruh Sensitivitas Bus terhadap Load Shedding pada Sistem Distribusi 20 kV Malang. Skripi Program Studi S1 Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Aripriharta, S.T., M.T., Ph.D (2) Irham Fadlika, S.T., M.T. Kata Kunci : Pelepasan Beban, Analisis Sensitivitas, Sistem Distribusi,MATLAB/Simulink, Stabilitas Tegangan Pelepasan beban dilakukan ketika terjadi ketidakseimbangan dalam sistem tenaga listrik. Tujuan dari pelepasan beban adalah untuk menstabilkan tegangan dan frekuensi sampai batas toleransi yang diizinkan. Hal ini didasarkan pada aturan jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN) + 5% dan -10% dari nilai tegangan nominal 20 kV untuk sistem distribusi. Penelitian ini menunjukkan metodologi yang efisien dari pelepasan beban berbasis sensitivitas (dV / dQ). Pelepasan beban dilakukan di dalam bus yang memiliki sensitivitas tertinggi, sehingga tegangannya dapat meningkat secara signifikan. Penelitian ini menggunakan data nyata dalam sistem distribusi 20 kV yaitu tegangan dan daya reaktif dengan percobaan 3 kali simulasi pada 5 Penyulang. Sensitivitas bus dan mekanisme pelepasan beban kemudian diperoleh berdasarkan hasil simulasi menggunakan MATLAB/Simulink. Setelah simulasi sensitivitas, simulasi selanjutnya adalah pelepasan beban berdasarkan mekanisme yang diperoleh untuk mengamati respons tegangan. Pola pelepasan beban yang telah diperoleh direkomendasikan sebagai pola pelepasan yang tepat dan efisien dalam kembalinya stabilitas tegangan. Terbukti dengan hasil simulasi pelepasan beban sesuai pola mekanisme sensitivitas, tegangan meningkat secara signifikan
Kinerja Metode Backpropagation Neural Network Untuk Klasifikasi Objektivitas Berita Online
Berita online umumnya disajikan secara objektif. Namun, penulisan teks menunjukkan bahwa kata-kata yang membawa persepsi pembaca cenderung subyektif atau obyektif. Selain itu, Dewan Pers menyatakan bahwa objektivitas dan akurasi berita sebagai verifikasi untuk kelayakan media. Sehingga untuk mengatasi masalah ini diperlukan suatu aplikasi yang dapat mengklasifikasikan sesuai dengan isi berita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja klasifikasi obyektifitas berita dari www.kompas.com menjadi kelas subjektif atau objektif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Backpropagation Neural Network (BNN) dengan melatih jaringan syaraf tiruan (JST) multilayer (input, hidden, output) dalam pengklasifikasian. Namun, karena validasi data memberikan klasifikasi data yang tidak seimbang (imbalance class) sehingga diatasi dengan oversampling yaitu SMOTE. Synthetic Minority Oversampling Technique (SMOTE) adalah salah satu teknik oversampling yang mampu menyeimbangkan distribusi data kelas minoritas. Sebelum melakukan klasifikasi BNN, terdapat beberapa tahap preprocessing data dengan cara labeling, cleaning, case folding, tokenizing, filtering, windowing dan normalisasi data untuk menyesuaikan data sesuai kebutuhan metode BNN. Kinerja metode BNN diukur berdasarkan parameter hidden layer, learning rate, dan training cycles yang terbaik dengan mengklasifikasikan data asli dengan hasil SMOTE. Pengujian data sebanyak 10 kali pengujian memiliki nilai rata-rata akurasi keseluruhan sebesar 56,13% dan persentase ketepatan akurasi rata-rata sebesar 99,88%, sedangkan evaluasi menggunakan nilai MSE (Mean Square Error) dan Confusion Matrix. MSE digunakan sebagai parameter dalam pelatihan yang didapatkan dari rata-rata kuadrat error dibagi dengan jumlah data record. Sedangkan confusion matrix menghasilkan kinerja klasifikasi dengan akurasi sebesar 53,30%, precission sebesar 62,26%, recall sebesar 25,58% dengan nilai MSE 0,08 dengan metode BNN hasil pengujian lebih rendah dari pada saat training data. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa kinerja metode BNN kurang optimal dikarenakan perbedaan penggunaan data, juga data seimbang hasil SMOTE tidak selalu dapat mengoptimasi performa klasifikasi
Pemanfaatan IOTuntuk Sistem Kendali Berlogika Fuzzypada Media Hidroponik Metode Nutrient Film Technique (NFT)
RINGKASANPrimadana, Bagus Eka. 2019. Pemanfaatan IoT Untuk Sistem Kendali Berlogika Fuzzy Pada Media Hidroponik Metode Nutrient Film Technique (NFT). Skripsi. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Kata kunci : sensor TDS, hidroponik NFT, greenhouse, fuzzy logic, IoT. Kebutuhan akan lahan untuk bercocok tanam di daerah perkotaan semakin sempit, hal ini mendorong para ilmuan untuk melakukan inovasi seperti metode hidroponik. Bagi beberapa masyarakat perkotaan, merawat tanaman hidroponik bukanlah hal yang mudah, mengingat mobilitas mereka yang sangat tinggi. Maka dari itulah diciptakan suatu sistem alat hidroponik yang dapat di kendalikan secara otomatis. Sistem ini menggunakan ESP32 sebagai mikrokontroller dan untuk keperluan transmisi datanya. Sedangkan untuk sensor yang digunakan adalah sensor TDS untuk mengetahui kadar kandungan nutrisi dalam air yang nantinya akan dialirkan ke akar tanaman. Sedangkan logika fuzzy digunakan untuk mengontrol kadar nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Semua sistem hidroponik tersebut akan ditaruh didalam sebuah greenhouse yang berukuran kompak dan praktis lengkap dengan pengkondisi cahaya dan suhu. Dengan menggunakan IOT maka pengguna dapat melakukan monitoring dan mengatur setpoint kadar nutrisi sesuai dengan umur tanaman maupun untuk otomatisasi waktu pencahayaan lampu pada sistem untuk keperluan fotosintesis tanaman dari manapun dan kapanpun. Sehingga melakukan kegiatan bercocok tanam di perkotaan menjadi semakin fleksibel dan praktis
Perbedaan Hasil Belajar Pemrograman Web Berdasarkan Tingkat Minat Belajar dengan Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Pembelajaran Berbasis Epub dan Flash pada Siswa SMK Kelas X Program Keahlian Multimedia
ABSTRAK Ardy, Robby Octaryan. 2019. Perbedaan Hasil Belajar Pemrograman Web Berdasarkan Tingkat Minat Belajar dengan Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Pembelajaran Berbasis Epub dan Flash pada Siswa SMK Kelas X Program Keahlian Multimedia. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ir. H. Syaad Patmantara, M.Pd., (2) I Made Wirawan, S.T., S.S.T., M.T. Kata kunci: minat belajar, Problem Based Learning, media pembelajaran, hasil belajar pemrograman web Kegiatan belajar mengajar merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan pengajar. Salah satu permasalahan yang masih sering terjadi adalah tidak adanya media pembelajaran yang baik untuk mendukung KBM, dan berdampak pada hasil belajar siswa yang tidak memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa dalam KBM yang menggunakan model pembelajaran PBL dengan bantuan media pembelajaran berbasis EPub dan Flash, mengungkap adanya pengaruh penggunaan media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, mengungkap adanya perbedaan hasil belajar, dan menganalisis hasil belajar yang paling signifikan dari kelompok mata pelajaran Pemrograman Web kelas X program keahlian Multimedia SMK Islam 1 Durenan. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental Design) dengan rancangan penelitian post-test only. Subjek yang digunakan dalam penelitian iniadalah kelas X program keahlian Multimedia SMK Islam 2 Durenan sebanyak 2 kelas dengan jumlah siswa pada masing-masing kelas sebanyak 32 orang siswa. Kelas tersebut kemudian dibagi menjadi 4 kelompok yang dibedakan berdasarkan minat belajar dan media pembelajaran yang digunakan. Sehingga terbentuk kelompok siswa dengan minat belajar tinggi dan minat belajar rendah yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning mengunakan bantuan media pembelajaran berbasis EPub, serta kelompok siswa dengan minat belajar tinggi dan minat belajar rendah yang dibelajarkan dengan bantuan media pembelajaran berbasis Flash. Uji hipotesis penelitian dilakukan dengan menggunakan metode ANOVA dua jalur untuk mengetahui adanya pengaruh dan perbedaan hasil belajar siswa berdasarkan tingkat minat dan variasi media pembelajaran. Kemudian uuntuk mengetahui perbedaan hasil belajar yang paling signifikan dilakukan dengan uji lanjutan Post-Hoc. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan minat belajar terhadap hasil belajar, hal ini terlihat dari nilai signifikansi sebesar 0,044, (2) terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas minat belajar tinggi dan minat belajar rendah yang menggunakan media pembelajaran berbasis EPub dan kelas minat belajar tinggi dan minat belajar rendah yang menggunakan media pembelajaran berbasis Flash, hal ini terlihat dari nilai hitung F sebesar 10,224 dengan nilai signifikansi sebesar 0,002, (3) terdapat perbedaan nilai paling signifikan antara kelas minat belajar tinggi dan minat belajar rendah yang menggunakan media pembelajaran berbasis EPub dan kelas minat belajar tinggi dan minat belajar rendah yang menggunakan media pembelajaran berbasis Flash, hal ini terlihat dari nilai yang paling signifikan antara kelas EPub rendah – Flash rendah yakni 10,00 dengan nilai signifikansi 0,001, nilai kelas Flash tinggi – Flash rendah yakni 12,41 dengan nilai signifikansi 0,000, dan nilai kelas EPub tinggi – Flash rendah yakni 15,94 dengan nilai signifikansi 0,000, sedangkan pada kelas EPub tinggi – Epub rendah, kelas EPub tinggi – Flash tinggi, dan kelas Flash tinggi – Epub rendah tidak terdapat perbedaan yang signifikan
Pengembangan Buku Ajar Dasar Listrik dan Elektronika (DLE) Bermuatan Problem Based Learning (PBL) Untuk Menumbuhkan Pemahaman Konsep Pada Siswa Kelas X Semester 2 Program Keahlian Teknik Elektronika Industri (TEI) di SMK Negeri 2 Singosari
ABSTRAKKusumastuti, Saridewi. 2019. Pengembangan Buku Ajar Dasar Listrik dan Elektronika (DLE) Bermuatan Problem Based Learning (PBL) Untuk Menumbuhkan Pemahaman Konsep Pada Siswa Kelas X Semester 2 Program Keahlian Teknik Elektronika Industri (TEI) di SMK Negeri 2 Singosari. Skripsi. S1 Pendidikan Teknik Elektro. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Kata Kunci : Pengembangan, Buku ajar, Problem Based Learning, Dasar Listrik dan ElektronikaBuku ajar merupakan buku pegangan yang digunakan guru maupun siswa untuk mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran. Buku ajar yang akan dikembangkan merupakan materi pada mata pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika (DLE) Semester Genap. Berdasarkan hasil observasi pada guru pengampu Mata Pelajaran DLE kelas X Program Keahlian Teknik Elektronika Industri (TEI) di SMK Negeri 2 Singosari terdapat beberapa masalah dalam pembelajaran. Guru masih menggunakan buku cetak yang belum sesuai dengan kurikulum 2013 dan nenggunakan buku cetak Teknik Elektronika dan Teknik Listrik karena belum adaa buku untuk mata pelajaran DLE.Buku ajar yang dikembangkan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dimana langkah-langkahnya yaitu:(1) orientasi siswa pada masalah,(2) mengorganisasi siswa dalam belajar,(3) membimbing penyelidikan individu maupun kelompok,(4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan(5) menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.Buku ajar Dasar Listrik dan Elektronika dikembangkan menggunakan model penelitian dan pengembangan menurut Sadiman dkk. Tahap-tahap yang dilakukan antara lain: Identifikasi Kebutuhan, Perumusan Tujuan, Perumusan Butir-butir Materi, Perumusan Alat Pengukur Keberhasilan, Penulisan Naskah Media, Tes/Uji Coba, Revisi, Naskah Siap Produksi.Produk yang dihasilkan berupa buku ajar cetak dengan model pembelajaran PBL. Produk telah divalidasi oleh 3 ahli dan telah diuji cobakan kepada siswa kelas X SMK Negeri 2 Singosari melalui uji coba kelompok kecil, uji coba kelompok besar, dan uji pemahaman konsep. Kelayakan buku ajar Dasar Listrik dan Elektronika diketahui berdasarkan angket dari 3 ahli memperoleh skor 95,94% (sangat layak). Uji coba kelompok kecil pada 20 siswa memperoleh skor 90,67% (sangat layak). Uji coba kelompok besar pada 53 siswa memperoleh skor 90,38%. Uji coba pemahaman konsep pada 53 siswa memperoleh skor 90,75%. Berdasarkan skor tersebut, buku ajar Dasar Listrik dan Elektronika dinyatakan sangat valid dan layak digunakan dalam proses belajar mata pelajaran Dasar listrik dan Elektronika. Hasil uji coba pemahaman konsep materi dapat diketahui berdasarkan hasil belajar siswa yang menyatakan buku ajar Dasar Listrik dan Elektronika dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk memahamkan konsep pada mata pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika.ABSTRACTKusumastuti, Saridewi. 2019. Development of Basic Electrical and Electronics Book with Problem Based Learning (PBL) Model to Improve the Understanding of Concepts for Class X Semester 2 of Industrial Electronics Engineering Program (TEI) at Singosari State Vocational High School 2. Thesis. Study Program of Electrical Engineering Education. Department of Electrical Engineering Major, Faculty of Engineering, State University of Malang, Advisor: (I) Dr. Muladi, S.T., M.T., (II) Dyah Lestari, S.T., M.Eng.. Keywords: Development, book, Problem Based Learning, Basic Electricity and ElectronicsBooks are handbooks that are used by teachers and students to support the achievement of learning objectives. The book that will be developed is material in the Basic Electrical and Electronics (DLE) Even Semester subjects. Based on the results of observations on the subject teachers of the DLE class X Industrial Electronics Engineering Expertise Program (TEI) at Singosari State Vocational High School 2 there were several problems in learning. The teacher still uses printed books that are not in accordance with the 2013 curriculum and uses printed books on Electronics Engineering and Electrical Engineering because there are no books for DLE subjects.Books developed using the Problem Based Learning (PBL) learning model where the steps are:(1) student orientation to the problem,(2) organizing students in learning,(3) guiding individual and group investigations,(4) developing and presenting the work, and(5) analyze and evaluate the problem solving process.The Basic Electric and Electronics book was developed using a research and development model according to Sadiman et al. The steps carried out include: Need Identification, Formulation of Objectives, Formulation of Items, Formulation of Measuring Tools for Success, Writing of Media Manuscripts, Tests/Trials, Revisions, Manuscripts Ready for Production. The products produced are printed book with PBL learning models. The product has been validated by 3 experts and has been tested on class X of SMK Negeri 2 Singosari through small group evaluations, field evaluations, and conceptual understanding tests. The feasibility of Basic Electricity and Electronics book is known based on questionnaires from 3 experts to score 95.94% (very feasible). Small group evaluations in 20 students obtained a score of 90.67% (very feasible). Field evaluation in 53 students scored 90.38%. Tests for understanding concepts in 53 students obtained a score of 90.75%. Based on these scores, Basic Electric and Electronics book are stated to be very valid and suitable for use in the learning process of Basic Electricity and Electronics subjects. The results of the trial understanding of material concepts can be known based on the learning outcomes of students who stated Basic Electric and Electronics book can be used as a way to understand the concepts in Basic Electrical and Electronics subjects
Hubungan antara Occupational Skill dan Entrepreneurial Literacy terhadap Minat Entrepreneurship di Bidang TKI Siswa SMK di Kota Malang
ABSTRAKFirdaus Susanti, Hidayatul. 2018. Hubungan antara occupational skill dan entrepreneurial literacy terhadap minat entrepreneurship di bidang TKI siswa SMK di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Wahyu Sakti., G.I., M.Kom., Pembimbing (II) Triyanna Widiyaningtyas., S.T., M.T.Kata kunci: Occupational Skill, Entrepreneurial Literacy , Minat Entrepreneurship di bidang TKI.Minat entrepreneurship di bidang TKI SMK di Kota Malang merupakan ketertarikan siswa terhadap kewirusahaan di bidang Multimedia khususnya desain grafis. Minat dipengaruhi oleh beberapa faktor yakni ketertarikan, kebiasaan dan pengalaman yang dimiliki seorang siswa dari pembelajaran maupun kegiatan yang diselenggarakan pihak sekolah. Hasil pembelajaran yaitu keterampilan sesuai kompetensi keahlian. Penelitian ini bertujuan:(1) mendiskripsikan occupational skill (X1), entrepreneurial literacy (X2) terhadap minat entrepreneurship (Y),(2) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X1 dan Y,(3) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X2 dan Y,(4) mengungkapkan signifikansi dan hubungan X1 dan X2 secara simultan dengan Y.Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan deskripsi korelasional serta merupakan penelitian expost facto. Sampel dari penelitian ini adalah siswa Multimedia kelas XI SMK di Kota Malang sebanyak 99 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah proporsional random sampling. Data yang didapatkan diolah melalui SPSS dengan uji korelasi parsial dan uji hipotesis untuk mengungkapkan hubungan antar variabel bebas dan variabel terikat secara parsial dan secara simultan. Variabel X1 diukur dengan dokumentasi nilai, sedangkan variabel X2 dan Y diukur dengan dokumentasi angket. Variabel X2 dan Y memiliki tingat realibilitas secara berurutan 0,910 dan 0,800. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis uji prasyarat, korelasi parsial dan analisis regresi ganda, dan analisis sumbangan efektif dan sumbangan relatif menggunakan bantuan SPSS.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu(1) X1 dalam kategori cenderung sedang,(2) X2 dalam kategori cenderung tinggi, dan(3) terdapat hubungan signifikan antara X1 dan Y, X2 dan Y, dan X1,X2 secara simultan terhadap Y. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara X1, X2 secara simultan terhadap Y dan sumbangan relatif X1 terhadap Y sebesar 21,7 % dan X2 terhadap Y sebesar 78,3%. Sumbangan efektif X1 terhadap Y sebesar 5,6 %, X2 terhadap Y sebesar 20,1%
Pengembangan Trainer Sistem Pneumatik dengan Kendali Mikrokontroler
Sugiari. 2019. Pengembangan Trainer Sistem Pneumatik dengan Kendali Mikrokontroler. Skripsi, S1 Pendidikan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Hari Putranto, M.Pd. (II) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. Kata kunci: Media Pembelajaran, Trainer, Modul, Kreatif. Workshop Otomasi Industri merupakan matakuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Elektro. Dari hasil wawancara yang dilakukan terhadap dosen pengampu matakuliah Workshop Otomasi Industri, terdapat kekurangan media pembelajaran berupa trainer pneumatik di Laboratorium Sistem Kendali. Sebagai calon guru di SMK, mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Elektro diharapkan mahir dan kreatif dalam mengembangkan media pembelajaran khususnya trainer. Dengan adanya trainer, akan meningkatkan ketertarikan, motivasi, dan keinginan peserta didik untuk bersungguh-sungguh dalam belajar. Pengembangan ini bertujuan untuk merancang dan membuat trainer sistem pneumatik dengan kendali mikrokontroler; merancang dan membuat modul petunjuk penggunaan trainer; menguji kelayakan trainer dan modul; dan menghasilkan trainer dan modul yang sudah teruji dan dapat diimplementasikan pada pembelajaran matakuliah Workshop Otomasi Industri Prodi S1 PTE Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pengembangan ini menggunakan model R&D Sugiyono dengan prosedur sebagai berikut: (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Desain, (5) Revisi Desain, (6) Uji Coba Produk, (7) Revisi Produk, (8) Uji Coba Pemakaian, (9) Revisi Produk, (10) Produksi Massal. Pengembangan ini menggunakan lembar observasi untuk mengetahui tingkat kelayakan produk sebelum produk dapat diimplementasikan pada kegiatan pembelajaran. Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah trainer sistem pneumatik dengan kendali mikrokontroler dan modul petunjuk penggunaan. Trainer terdiri dari beberapa komponen penyusun yaitu modul power supply, sensor, pengkondisi sinyal, driver motor, sistem penumatik, belt konveyor, Arduino-Uno, Zelio Smart Relay, dan ATmega16. Sedangkan modul terdiri dari unit 1 (pengantar penggunaan modul), unit 2 (pengantar umum trainer), dan unit 3 (praktikum). Hasil validasi produk pengembangan diperoleh nilai rata-rata sebesar 93,85% untuk trainer dan 92,9% untuk modul. Dari pengembangan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: (1) Telah dihasilkan trainer sistem pneumatik dengan kendali mikrokontroler yang terdiri dari beberapa komponen penyusun dengan fungsinya masing-masing; (2) telah dihasilkan modul petunjuk penggunaan trainer yang terdiri dari unit 1 (pengantar penggunaan modul), unit 2 (pengantar umum trainer), dan unit 3 (praktikum); (3) telah dihasilkan trainer dan modul yang dinyatakan layak oleh validator; dan (4) telah dihasilkan trainer dan modul yang memiliki kelebihan dan keterbatasan dalam penggunaannya